• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saran

Dalam dokumen Kreasi Kirigami (Halaman 33-51)

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

4.2 Saran

1. Kirigami memanglah suatu kesenian yang identik dengan dunia anak-anak. Akan tetapi, bukan berarti hanya anak-anak saja yang boleh melakukannya, melainkan orang dewasa juga boleh melakukannya. Hal tersebut dikarenakan

kirigami merupakan aktivitas yang sederhana dimana tidak memerlukan banyak biaya, menyenangkan serta memilki peluang sebagai dunia bisnis. Maka dari itu, bagi siapa saja tidak perlu malu untuk berkreasi kirigami

karena ini merupakan kebudayaan serta kesenian yang masih berkembang untuk menyamai origami.

2. Bagi orang-orang yang harus melakukan kegiatan kirigami, mungkin akan menemukan kendala dalam menyelesaikan suatu model kirigami, seperti salah lipat, ataupun guntingan di luar jalur garis putus-putus yang seharusnya diikuti yang mengarah pada ketidakberhasilan dalam menyelesaikannya. Maka disarankan janganlah mudah menyerah. Tetap terus belajar hingga suatu saat pasti akan berhasil dengan maksimal.

3. Bagi orang-orang yang berkreasi kirigami dengan memiliki tujuan dan maksud tertentu, seperti hendak membuat kirigami kartu pop-up, teruslah

selama proses pembuatannya. Jangan langsung pantang menyerah, tetaplah berusaha untuk segera menyelesaikannya. Apabila usaha anda sudah sangat maksimal, maka akan timbul rasa bangga, lega hati, dan ingin memberikan ke orang-orang yang disayang, serta yang lebih baik lagi memperluas ilmu kepada rekan-rekan, keluarga, dan masyarakat agar tingkat kreativitas semakin tinggi.

DAFTAR PUSTAKA

Khaireni, Okky. 2010. Kebudayaan Origami dalam kehidupan Masyarakat Jepang. Medan: Universitas Sumatera Utara

Sartika, Dewi dan Urip Saputra. 2012. Kreasi Kirigami. Jakarta: Dunia Kreasi Situmorang, Hamzon. 2006. Ilmu Kejepangan. Medan: USU Press

Suryohadiprojo, Sayidiman. 1982. Manusia dan Masyarakat Jepang dalam Perjuangan Hidup. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press) dan Pustaka Bradjaguna

LAMPIRAN

A. CARA PEMBUATAN KIRIGAMI BENTUK BINTANG

Gambar 1: Cara pembuatan kirigami bentuk bintang (hal 15)

Gambar 2: Cara pembuatan kirigami bentuk bunga (hal 16)

Catatan: Pola guntingan kirigami bentuk bunga, selain berbentuk oval, bisa juga kita gunting dengan meniru ujung-ujung daun hidup (daun mangga, nangka, jambu, dan sebagainya).

C. KIRIGAMI KARTU POP-UP BERBENTUK DAUN

Gambar 3: Cara pembuatan kirigami bentuk pop-up daun (hal 19)

Gambar 5: Kirigami sedehana bentuk bunga

Gambar 6: Kirigami sedehana bentuk bintang

Gambar 8: Kirigami aksesoris hiasan ruangan

F. KIRIGAMI BENTUK KARTU POP-UP

Gambar 10: Kirigami kartu pop-up pada hari raya Idul Fitri

Gambar 11: Kirigami kartu pop-up undangan

KREASI KIRIGAMI

KIRIGAMI NO SOUSAKU

Oleh:

Elsya Fitri Utami 102203009

Prodi DIII Bahasa Jepang Fakultas Ilmu Budaya

ABSTRAK

Jepang adalah sebuah negara yang menyimpan keunikan pada hal kebudayaan. Bangsa Jepang umumnya dikenal sebagai bangsa yang mampu mengambil dan menarik manfaat dari hasil budi daya bangsa lain, tanpa mengorbankan kepribadiannya sendiri. Jepang sejak permulaan sejarahnya, banyak dipengaruhi budaya Cina baik secara langsung maupun melalui Korea. Jepang memperoleh pengaruh kebudayaan yang kuat dari Cina, ketika Cina dianggap sebagai bangsa dan negara termaju di dunia. Sehingga Jepang mengkombinasikan perkembangan kebudayannya sendiri dengan hasil-hasil kebudayaan dari Cina. Pada akhirnya hasil kebudayaan tersebut turut meningkatkan kebudayaan Jepang.

Kebudayaan dalam arti luas adalah seluruh cara hidup manusia (ningen no seikatsu no itonami kata). Ienaga menjelaskan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan hal yang bukan alamiah. Sedangkan kebudayaan dalam arti sempit adalah terdiri dari ilmu pengetahuan, sistem kepercayaan dan seni. Oleh karena itu, Ienaga mengatakan kebudayaan dalam arti luas adalah segala sesuatu yang bersifat konkret yang diolah manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Sedangkan kebudayaan dalam arti sempit adalah budaya yang berisikan sesuatu yang tidak kentara atau yang bersifat semiotik. Maka dari itu, contoh budaya jepang

sebagainya. Sedangkan contoh kebudayaan Jepang yang lainnya adalah chanoyu, ikebana, kimono, origami, dan sebagainya.

Kirigami merupakan modifikasi baru dari kebudayaan origami dan dapat juga disebut sebagai salah satu bagian dari kebudayaan Jepang. Kirigami atau seni menggunting kertas pada awal sejarahnya berasal dari negeri Tingkok. Pada zaman Dinasti Tang, pembuatan seni menggunting kertas ini hanya sebagai hiasan kepala wanita. Sedangkan pada zaman Dinasti Song (abad ke-12), kirigami hanya digunakan sebagai hiasan pembungkus oleh-oleh.

Kirigami termasuk dalamseni kriya (kerajinan tangan). Kriya termasuk dalam lingkup dunia seni rupa yang menghasilkan produk kekriyaan dengan penggunaan beragam bahan dan fungsi.

Pembuatan kirigami biasanya dilakukan dengan cara melipat-lipat kertas menjadi beberapa lipatan, mengguntingnya dengan membentuk pola tertentu. Sehingga pada saat kertas kembali dibuka dan dikembangkan akan muncul dengan bentuk yang artistik dan sesuai dengan pola. Belakangan cara mengguntingnya pun semakin variatif. Sehingga menciptakan bentuk-bentuk baru yang menakjubkan.

Untuk membuat kirigami, bahan utama yang diperlukan adalah kertas (kami atau gami). Karena kirigami adalah membentuk kertas menjadi aneka bentuk yang menarik. Ada berbagai macam kertas yang tersedia di pasaran yang bisa digunakan untuk membuat

kirigami. Kertas tersebut mulai dari tekstur yang lembut, berbahan keras, sampai jenis kertas daur ulang. Secara teknis hampir semua jenis kertas bisa dibuat menjadi kirigami. Namun, kertas yang dipilih oleh banyak orang untuk menciptakan aneka rupa kreasi adalah kertas khusus membuat origami. Tetapi khusus untuk kirigami berbentuk kartu pop-up bisa menggunakan kertas daur ulang dengan tekstur yang unik.

a) kirigami sederhana, merupakan tahapan yang mudah karena pola lipatan dan gunting masih sederhana.

b) kirigami sebagai aksesoris, merupakan tahap pembuatan dengan mengembangkan teknik gunting dan lipatan yang lebih kompleks dan rumit. Menggunakan peralatan cutter

(pisau) untuk mendapatkan kirigami yang lebih artistik.

Kirigami bentuk pop-up, merupakan kreasi kirigami 3 dimensi. Menggunakan kertas yang bertekstur keras bertujuan dapat menopang lipatan dan guntingan sesuai pola yang diinginkan. Kirigami bentuk pop-up, biasanya digunakan sebagai kartu ucapan dan banyak diperjual-belikan.

Dalam dokumen Kreasi Kirigami (Halaman 33-51)

Dokumen terkait