BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
Berdasarkan pada kesimpulan penelitian, maka berikut ini diajukan beberapa saran untuk perbaikan kemampuan penalaran dan penguasaan konsep matematika siswa sebagai berikut:
1. Disarankan bagi guru, dalam upaya meningkatkan kemampuan penalaran dan penguasaan konsep matematika, metode pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan metode yang cukup efektif untuk menumbuhkan, merangsang, serta menambah kemampuan penalaran dan penguasaan konsep matematika siswa. Dalam pembagian kelompok belajar hendaknya setiap kelompok belajar didampingi oleh siswa yang memiliki kemampuan penalaran dan penguasaan konsep yang tinggi.
2. Disarankan pemberian materi dalam pembelajaran matematika, buatlah suasana belajar yang menyenangkan, agar siswa merasa dirinya tidak mampu ingin berusaha untuk menyelesaikan soal yang diberikan. Hendaknya guru dapat menjelaskan materi sesuai dengan kemampuan siswanya.
3. Hendaknya dilakukan penelitian lanjutan, penelitian ini baru mengungkapkan sebagian kecil permasalahan yang berhubungan dengan kemampuan penalaran dan penguasaan konsep matematika siswa. Temuan penelitian menunjukkan masih banyak faktor yang mempengaruhi kemampuan
penalaran dan penguasaan konsep matematika siswa yang tidak diungkapkan dalam penelitian ini. Faktor tersebut bisa datang dari dalam diri siswa seperti faktor kecerdasan, minat belajar, dan motivasi berprestasi siswa terhadap mata pelajaran matematika dan dari luar siswa yaitu; profesionalisme guru, suasana belajar dan waktu belajar.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto,Suharsimi. 2002. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi). Yogyakarta: Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsimi.. 2002. Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta.
Arikunto Suharsimi. 2008.”Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan”. Jakarta : Penerbit Bumi Aksara.
Arends, Richard I. 1997. “Classroom Intruction and Management”. New York: ME Graw Hill Companies, Inc.
Badan Standardisasi Nasional Pendidikan, 2004. Model Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Matematika, Jakarta: BSNP.
Darjono, Slamet. 2000. Harapan Terhadap Pengajaran Pendidikan Matematika di Indonesia.Surabaya: IKIP Surabaya.
E. Zaenal Arifin dan S. Amran Tasai. 2008. Cermat Berbahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta : Akademika Pressindo.
Hamzah. 2000.Pembelajaran Matematika I. Jakarta : Bumi Aksara.
Hudojo, Herman. (2003). Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika.JICA. Universitas Negeri Malang
Hudoyo, Herman. (1985). Teori Belajar Dalam Proses Belajar-Mengajar Matematika.Jakarta. Depdikbud.
Isjoni. 2007.Cooperative Learning. Bandung : Alfabeta.
Ibrahim, M dkk. 2000. “Pembelajaran Kooperatif”. Surabaya: University Press. Mulyasa. E. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung : PT Remaja
Rosdakarya.
Nur, M. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya : Universitas Negeri Surabaya.
Nasution. 2006. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Bumi.
R. Soedjadi. 2000. Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia. Jakarta: Dirjen Dikti Depdiknas.
Ratumanan, Tanwey G. 2002. “Belajar dan Pembelajaran”. Surabaya: UNESA University Press.
Ruseffendi, E.T. 1988. Pengantar Kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA.Bandung: Tarsito.
Rochmadi, 2008. Penggunaan Pola Pikir Induktif-Deduktif Dalam Pembelajaran Matematika Beracuan Konstruktivisme. Makalah pada Seminar Nasional Pendidikan Matematika: Sertifikasi Guru, Di Kampus Pascasarjana UNNES Semarang, tanggal 16 Januari 2008.
Setyowati, 2012. Pengaruh metode Pembelajaran Terhadap Penguasaan konsep matematika Dan Perilaku Hidup Sehat siswa. Jakarta: Unindra. Tidak diterbitkan
Suparman,2012.Aplikasi Komputer DalamPenyusunan Karya Ilmiah (SPSS, Minitab, Dan Lisrel): Jakarta: Pt Pustaka Mandiri.
Supardi dkk. 2012. Aplikasi Statistik Dalam Penelitian: Edisi pertama. Jakarta : PT. Ufuk Publishing House.
Sumardyono. 2004. Karakteristik Matematika dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Matematika. Yogyakarta: Depdiknas
Safari, 2005. “ Teknik Analisis Butir Soal Intrumen Tes dan Non Tes”. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional.
Suriasumantri, Jujun S. 2007. Filsafat Ilmu : Sebuah Pengantar Populer. Jakarta Pustaka Sinar Harapan.
Solihatin, E. 2007. Cooperative Learning : Analisis Model Pembelajaran IPS; Jakarta: Bumi Aksara.
Sabri. 2007. Psikologi Pendidikan : Berdasarkan Kurikulum Nasional.Jakarta. CV. Pedoman Ilmu Jaya
Sudrajat dkk. 2004.Ensiklopedi Matematika untuk SLTP.Jakarta : Depdiknas. Sagala, Syaiful. 2006.Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta. Setyowati Sri. 2012. Pengaruh Metode Pembelajaran Terhadap Penguasaan
Konsep Biologi dan Perilaku Hidup Sehat Siswa ; Jakarta : tidak diterbitkan.
Sugiyono.2010. Metode Penelitian Pendidikan; edisi ke sepuluh; Alfabeta; IKAPI.
Sukino dan Wilson Simangunsong. 2007. Matematika untuk SMP kelas VII. Jakarta; PT. Erlangga.
Sharan, Shlomo. 2012. The Handbook of Cooperative Learning. Yogyakarta : Familia.
Sudrajat dkk. 2004.Ensiklopedi Matematika untuk SLTP.Jakarta : Depdiknas. Sanjaya, Wina. 2009. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses
Pendidikan;Jakarta; Kencana Prenada Media group.
Santoso, Singgih. 2010. Statistik Parametrik Konsep dan Aplikasi Dengan SPSS. Jakarta ; Elex Media Komputindo.
Santoso, Singgih. 2002.Statistik Multivariat.Jakarta; Elex Media Komputindo. Tim Penyusun Kamus. 1994. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai
Pustaka.
W.J.S. Poerwadarminta. 2000. Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.
Widyantini. 2008.Penerapan Pendekatan Kooperatif STAD Dalam Pembelajaran Matematika SMP (Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika. Yogyakarta : Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Depdiknas.
Internet :
Irwan Cahyadi. 2012. ”Pengertian dan Fungsi Matematika”.http://irwan-cahyadi. blogspot.com/2012/05/pengertian_dan_fungsi_matematika.html
http://repository.library.uksw.edu/bitstream/handle/123456789/693/T1_26201069 2_BAB%20II.pdf?sequence=3
Lampiran 1 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(Kelas Eksperimen)Nama sekolah : SMP Negeri 9 Kota Bekasi Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VII/Dua
Alokasi Waktu : 4 x 40 menit (Dua kali pertemuan)
Standar Kompetensi : Aljabar
4. Menggunakan konsep himpunan dan diagram Venn dalam pemecahan masalah.
Kompetensi Dasar :
4.5. Menggunakan konsep himpunan dalam pemecahan masalah.
A. Indikator Pencapaian Kompetensi
1) Menyajikan konsep himpunan dan diagram Venn dalam pemecahanan masalah.
2) Menyelesaikan masalah dengan menggunakan konsep himpunan dan diagram Venn
B. Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai mengikuti kegiatan pembelajaran, diharapkan siswa dapat : 1) Menyajikan konsep himpunan dan diagram Venn dalam pemecahan
masalah
2) Menyelesaikan masalah dengan menggunakan konsep himpunan dan diagram Venn
Pertemuan Pertama:
Menyajikan konsep himpunan dan diagram Venn dalam pemecahan masalah.
Pertemuan kedua:
Menyelesaikan masalah dengan menggunakan konsep himpunan dan diagram Venn
Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin (Discipline)
Rasa hormat dan perhatian (respect) Tekun (diligence)
Tanggung jawab (responsibility)
C. Kemampuan Prasyarat
Kemampuan prasyarat yang seharusnya dikuasai siswa sebelum belajar kompetensi dasar ini adalah siswa dapat menentukan selisih, komplemen, irisan dan gabungan himpunan dengan menggunakan digram Venn.
D. Materi Pembelajaran
Menggunakan konsep himpunan dan diagram Venn dalam pemecahan masalah.
E. Metode Pembelajaran
Pertemuan ke-1 dan ke-2, adalah ceramah, diskusi kelompok, penugasan, serta tanya jawab. Pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran kooperatif tipe STAD.
F. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke-1
No K e g i a t a n Alokasi
Waktu 1. Pendahuluan:
Guru menkomunikasikan tujuan pembelajaran yang diharapkan akan dicapai oleh siswa
Guru menginformasikan cara belajar yang akan dilaksanakan pembelajaran kooperatif tipe STAD
Dengan tanya jawab guru dan siswa mengecek kemampuan prasyarat siswa
Melalui tanya jawab siswa membahas tentang menyajikan konsep himpunan dan diagram Venn.
Guru membangkitkan motivasi siswa untuk memahami konsep himpunan dan diagram Venn serta pentingnya belajar matematika.
3’
2. Kegiatan inti
Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi pembelajaran dengan metode ceramah tentang materi himpunan dengan penuh rasa perhatian.
Guru memberikan tes awal setelah menyampaikan materi pembelajaran mengenai menyajikan konsep himpunan dan diagram Venn dalam pemecahan masalah untuk mendapatkan skor dasar atau skor awal sesuai dalam tahapan dalam model pembelajaran tipe STAD.
Guru menginformasikan pengelompokan siswa dimana
15’
5’
setiap kelompok terdiri dari 4 sampai dengan 5 siswa yang kemampuan akademiknya terdiri dari siswa berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah.
Guru membagikan bahan-bahan diskusi kelompok pada setiap kelompok untuk dikerjakan anggota setiap kelompok tentang materi pembelajaran yang sudah diberikan guru untuk didiskusikan bersama-sama, dan saling bantu-membantu antar anggota lain dalam kelompoknya, sedangkan guru memotivasi, memfasilitasi kerja siswa, membantu siswa yang mengalami kesulitan, dan mengamati kerjasama tiap anggota dalam kelompok belajar.
Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan guru bertindak sebagai fasilitator.
Guru memberikan tes/kuis kepada setiap siswa secara individual.
Guru memberikan penghargaan kepada kelompok melalui nilai penghargaan berdasarkan perolehan nilai peningkatan individual dari nilai dasar ke nilai berikutnya setelah mereka melalui kegiatan kelompok.
15’
20’ 10’ 3’
3. Akhir/penutup:
Siswa membuat kesimpulan tentang menyajikan konsep himpunan dan diagram Venn dalam pemecahan masalah. Guru menugaskan kepada siswa untuk membuat laporan
hasil diskusi kelompok (secara individu) sebagai pekerjaan rumah. Total waktu 3’ 1’ 80’ Pertemuan ke-2 No K e g i a t a n Alokasi Waktu 1. Pendahulua
Guru menginformasikan cara belajar yang akan dilaksanakan pembelajaran kooperatif tipe STAD
Guru mengingatkan kembali materi sebelumnya.
3’
2. Kegiatan inti
Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi pembelajaran dengan metode ceramah tentang menyelesaikan masalah dengan menggunakan konsep himpunan dan diagram Venn penuh rasa tanggungjawab. Guru memberikan tes awal setelah menyampaikan materi
pembelajaran untuk mendapatkan skor dasar atau skor awal sesuai dalam tahapan dalam model pembelajaran tipe STAD.
Guru menginformasikan pengelompokan siswa dimana setiap kelompok terdiri dari 4 sampai dengan 5 siswa yang kemampuan akademiknya terdiri dari siswa berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah.
Guru membagikan bahan-bahan diskusi kelompok pada
15’
5’
5’
setiap kelompok untuk dikerjakan anggota setiap kelompok tentang materi pembelajaran yang sudah diberikan guru untuk didiskusikan bersama-sama, dan saling bantu-membantu antar anggota lain dalam kelompoknya, sedangkan guru memotivasi, memfasilitasi kerja siswa, membantu siswa yang mengalami kesulitan, dan mengamati kerjasama tiap anggota dalam kelompok belajar.
Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok mengenai cara menyelesaikan masalah dengan menggunakan konsep himpunan dan diagram Venn dan guru bertindak sebagai fasilitator.
Guru memberikan tes/kuis kepada setiap siswa secara individual.
Guru memberikan penghargaan kepada kelompok melalui nilai penghargaan berdasarkan perolehan nilai peningkatan individual dari nilai dasar ke nilai berikutnya setelah mereka melalui kegiatan kelompok.
20’
10’ 3’
3. Akhir/penutup:
Siswa membuat kesimpulan tentang menyelesaikan masalah dengan menggunakan konsep himpunan dan diagram Venn
Guru meminta siswa untuk mempelajari materi baru di rumah, yang akan didiskusikan pada pelajaran selanjutnya. Total waktu 3’ 1’ 80’ G. Sumber Belajar
1. Buku Matematika Jilid VII Karangan Sukino dkk, 2007. Erlangga
2. Buku Matematika SMP jilid VII Karangan M. Cholik dkk. 2007. Erlangga
3. Bahan diskusi kelompok 4. Kuis individual
5. Pengecekan kemampuan prasyarat. Alat-alat :
1. Bujur derajat. 2. Penggaris 3. Spidol
H. Penilaian Hasil
1. Jenis penilaian : Tes tertulis, bentuk soal : Uraian.
2. Penilaian hasil belajar siswa mencakup aspek kemampuan Penalaran matematika dari kuis individu yang dikerjakan setiap siswa.
Nilai akhir kompetnsi dasar = 50% nilai kuis individu + 50% pekerjaan rumah.
3. Prosedur Penilaian
Penilaian hasil belajar siswa mencakup penilaian proses dan penilaian akhir hasil belajar. Prosedur penilaian sebagai berikut :
Penilaian Hasil Belajar : Soal Uraian
Pedoman penskoran pada soal uraian
No Jawaban Skor 1 a. 30 dan 35, benar ... b. 30,benar ... c. 35, benar ... d. 15, benar... 2 1 1 1 2 a. Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Teknik Penilaian Bentuk
Instrumen Instrumen/ Soal
1) Menyajikan konsep himpunan dan diagram Venn dalam pemecahan masalah
2) Menyelesaikan masalah dengan menggunakan diagram Venn dan konsep himpunan
Tes tertulis Uraian 1.Dari gambar di
atas, a. n (A ) dan n (B) b. n (AB) c. n (AB ) d. n (AB)’ 2.Terdapat 25 siswa perempuan yang dikelompokkan menurut pilihan kesukaan “menjahit“ atau “memasak“. Ternyata terdapat 18 siswa perempuan suka menjahit, 13 suka memasak, dan 12 suka keduanya. Berapa siswa perem-puan yang tidak suka menjahit dan memasak?
25
jahit masak
Gambar diagram venn, benar... b. 18 – 12 = 6 orang, yang suka jahit saja
13 – 12 = 1 orang, yang suka masak saja
Siswa yang tidak suka keduanya 25 – ( 6 + 12 + 1) = 6 orang, benar
c. Penempatan objek, benar ...
2
2
1
Total skor 10
4. Instrumen penilaian : soal-soal kuis dan ulangan harian terlampir.
Bekasi, 31 Mei 2013 Guru mata pelajaran Mahasiswa Peneliti, Matematika,
Tiur br Manullang, S. Pd. Aminah Zuhriyah, S.Pd.
25
jahit masak
6 12 1
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(Kelas Eksperimen)Nama sekolah : SMP Negeri 9 Kota Bekasi Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VII/Dua
Alokasi Waktu : 10 x 40 menit ( lima kali pertemuan)
Standar Kompetensi : Geometri
5. Memahami hubungan garis dengan garis, garis dengan sudut, serta menentukan ukurannya.
Kompetensi Dasar
5.1. Menentukan hubungan antara dua garis, serta besar dan jenis sudut.
A. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Mengidentifikasikan kedudukan dua garis (sejajar, berimpit, ber- potongan).
2. Menjelaskan pembagian garis.
3. Menjelaskan satuan sudut dan penjumlahan dan pengurangan satuan sudut.
4. Menggambar dan mengukur besar sudut dengan menggunakan bujur derajat.
5. Menjelaskan perbedakan jenis-jenis sudut (siku, lancip, tumpul, refleks).
B. Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai mengikuti kegiatan pembelajaran, diharapkan siswa dapat :
Pertemuan Pertama:
Mengidentifikasikan kedudukan dua garis ( sejajar, berimpit, berpotongan, dan bersilangan)
Pertemuan Kedua :
Menjelaskan pembagian garis.
Pertemuan ketiga:
Menjelaskan Satuan sudut dan penjumlahan dan pengurangan satuan sudut
Pertemuan Keempat :
Pertemuan kelima :
Menjeiaskan perbedaan jenis-jenis sudut (siku-siku, lancip, tumpul, refleks). Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin (Discipline)
Rasa hormat dan perhatian (respect) Tekun (diligence)
Tanggung jawab (responsibility)
C. Kemampuan Prasyarat
Kemampuan prasyarat yang seharusnya dikuasai siswa sebelum belajar kompetensi dasar ini adalah siswa dapat menentukan hubungan antara dua garis, serta besar jenis sudut.
D. Materi Pembelajaran
1). Kedudukan dua garis 2). dan membagi garis.
3). Satuan sudut dan sudut sebagai jarak putar.
4). Menggambar dan mengukur besar sudut dengan menggunakan bujur derajat.
5). Membedakan jenis-jenis sudut.
E. Metode Pembelajaran
Pertemuan ke-1, ke-2, ke-3, ke-4, dan ke-5 adalah ceramah, diskusi kelompok, penugasan, serta tanya jawab. Pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran kooperatif tipe STAD.
F. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke-1
No K e g i a t a n Alokasi
Waktu 1. Pendahuluan:
Guru menkomunikasikan tujuan pembelajaran yang diharapkan akan dicapai oleh siswa
Guru menginformasikan cara belajar yang akan dilaksanakan pembelajaran kooperatif tipe STAD
Dengan tanya jawab guru dan siswa mengecek kemampuan prasyarat siswa
Melalui tanya jawab siswa membahas tentang pengertian kedudukan dua garis.
Guru membangkitkan motivasi siswa untuk memahami pengertian kedudukan dua garis (sejajar, berimpit, berpotongan, bersilangan).
Guru membangkitkan motivasi siswa untuk memahami kedudukan dua garis dan pembagian garis serta pentingnya belajar matematika.
2. Kegiatan inti
Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi pembelajaran dengan metode ceramah mengenai kedudukan dua garis dengan penuh rasa perhatian. Guru memberikan tes awal setelah menyampaikan materi
pembelajaran mengenai kedudukan dua garis dan membagi garis untuk mendapatkan skor dasar atau skor awal sesuai dalam tahapan dalam model pembelajaran tipe STAD.
Guru menginformasikan pengelompokan siswa dimana setiap kelompok terdiri dari 4 sampai dengan 5 siswa yang kemampuan akademiknya terdiri dari siswa berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah.
Guru membagikan bahan-bahan diskusi kelompok pada setiap kelompok untuk dikerjakan anggota setiap kelompok tentang materi pembelajaran yang sudah diberikan guru untuk didiskusikan bersama-sama, dan saling bantu-membantu antar anggota lain dalam kelompoknya, sedangkan guru memotivasi, memfasilitasi kerja siswa, membantu siswa yang mengalami kesulitan, dan mengamati kerjasama tiap anggota dalam kelompok belajar.
Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan guru bertindak sebagai fasilitator.
Guru memberikan tes/kuis kepada setiap siswa secara individual.
Guru memberikan penghargaan kepada kelompok melalui nilai penghargaan berdasarkan perolehan nilai peningkatan individual dari nilai dasar ke nilai berikutnya setelah mereka melalui kegiatan kelompok.
15’ 5’ 5’ 15’ 20’ 10’ 3’ 3. Akhir/penutup:
Siswa membuat kesimpulan tentang kedudukan dua garis. Guru menugaskan kepada siswa untuk membuat laporan hasil diskusi kelompok (secara individu) sebagai pekerjaan rumah. Total waktu 3’ 1’ 80’ Pertemuan ke-2 No K e g i a t a n Alokasi Waktu 1. Pendahuluan
Guru menginformasikan cara belajar yang akan dilaksanakan pembelajaran kooperatif tipe STAD
Guru mengingatkan kembali materi sebelumnya.
3’
2. Kegiatan inti
Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi pembelajaran dengan metode ceramah mengenai pembagian garis dengan tekun.
Guru memberikan tes awal setelah menyampaikan materi pembelajaran untuk mendapatkan skor dasar atau skor awal sesuai dalam tahapan dalam model pembelajaran tipe STAD.
Guru menginformasikan pengelompokan siswa dimana setiap kelompok terdiri dari 4 sampai dengan 5 siswa yang kemampuan akademiknya terdiri dari siswa berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah.
Guru membagikan bahan-bahan diskusi kelompok pada setiap kelompok untuk dikerjakan anggota setiap kelompok tentang materi pembelajaran yang sudah diberikan guru untuk didiskusikan bersama-sama, dan saling bantu-membantu antar anggota lain dalam kelompoknya, sedangkan guru memotivasi, memfasilitasi kerja siswa, membantu siswa yang mengalami kesulitan, dan mengamati kerjasama tiap anggota dalam kelompok belajar.
Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok mengenai satuan sudut dan penjumlahan serta pengurangan satuan sudut dan guru bertindak sebagai fasilitator.
Guru memberikan tes/kuis kepada setiap siswa secara individual.
Guru memberikan penghargaan kepada kelompok melalui nilai penghargaan berdasarkan perolehan nilai peningkatan individual dari nilai dasar ke nilai berikutnya setelah mereka melalui kegiatan kelompok.
5’ 5’ 15’ 20’ 10’ 3’ 3. Akhir/penutup:
Siswa membuat kesimpulan tentang pembagian garis Guru meminta siswa untuk mempelajari materi baru di
rumah, yang akan didiskusikan pada pelajaran selanjutnya. Total waktu 3’ 1’ 80’ Pertemuan ke-3 No K e g i a t a n Alokasi Waktu 1. Pendahuluan
Guru mengingatkan siswa agar menyiapkan diri melaksanakan pembelajaran kooperatif tipe STAD lanjutan.
Guru mengingatkan kembali materi yang telah didiskusikan sebelumnya.
3’
2. Kegiatan inti
Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi pembelajaran dengan metode ceramah mengenai satuan sudut dan penjumlahan/ pengurangan satuan sudut dengan tekun.
Guru memberikan tes awal setelah menyampaikan materi pembelajaran untuk mendapatkan skor dasar atau skor awal sesuai dalam tahapan dalam model pembelajaran tipe STAD.
Guru menginformasikan pengelompokan siswa dimana setiap kelompok terdiri dari 4 sampai dengan 5 siswa yang kemampuan akademiknya terdiri dari siswa berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah.
Guru membagikan bahan-bahan diskusi kelompok pada setiap kelompok untuk dikerjakan anggota setiap kelompok tentang materi pembelajaran yang sudah diberikan guru untuk didiskusikan bersama-sama, dan saling bantu-membantu antar anggota lain dalam kelompoknya, sedangkan guru memotivasi, memfasilitasi kerja siswa, membantu siswa yang mengalami kesulitan, dan mengamati kerjasama tiap anggota dalam kelompok belajar.
Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok tentang materi perbedaan jenis-jenis sudut dan guru bertindak sebagai fasilitator.
Guru memberikan tes/kuis kepada setiap siswa secara individual.
Guru memberikan penghargaan kepada kelompok melalui nilai penghargaan berdasarkan perolehan nilai peningkatan individual dari nilai dasar ke nilai berikutnya setelah mereka melalui kegiatan kelompok.
5’ 5’ 15’ 20’ 10’ 3’ 3. Akhir/penutup:
Siswa membuat kesimpulan satuan sudut dan penjumlahan / pengurangan satuan sudut
Guru meminta siswa menbuat makalah tentang garis dan sudut Total waktu 3’ 1’ 80’ Pertemuan ke-4 No K e g i a t a n Alokasi Waktu 1. Pendahulua
Guru menginformasikan cara belajar yang akan dilaksanakan pembelajaran kooperatif tipe STAD
Guru mengingatkan kembali materi sebelumnya.
3’
2. Kegiatan inti
Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi pembelajaran dengan metode ceramah mengenai cara menggambar dan mengukur besar sudut menggunakan bujur derajat dengan tekun.
Guru memberikan tes awal setelah menyampaikan materi pembelajaran untuk mendapatkan skor dasar atau skor
15’
awal sesuai dalam tahapan dalam model pembelajaran tipe STAD.
Guru menginformasikan pengelompokan siswa dimana setiap kelompok terdiri dari 4 sampai dengan 5 siswa yang kemampuan akademiknya terdiri dari siswa berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah.
Guru membagikan bahan-bahan diskusi kelompok pada setiap kelompok untuk dikerjakan anggota setiap kelompok tentang materi pembelajaran yang sudah diberikan guru untuk didiskusikan bersama-sama, dan saling bantu-membantu antar anggota lain dalam kelompoknya, sedangkan guru memotivasi, memfasilitasi kerja siswa, membantu siswa yang mengalami kesulitan, dan mengamati kerjasama tiap anggota dalam kelompok belajar.
Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok mengenai satuan sudut dan penjumlahan serta pengurangan satuan sudut dan guru bertindak sebagai fasilitator.
Guru memberikan tes/kuis kepada setiap siswa secara individual.
Guru memberikan penghargaan kepada kelompok melalui nilai penghargaan berdasarkan perolehan nilai peningkatan individual dari nilai dasar ke nilai berikutnya setelah mereka melalui kegiatan kelompok.
5’ 15’ 20’ 10’ 3’ 3. Akhir/penutup:
Siswa membuat kesimpulan cara menggambar dan mengukur besar sudut dmenggunakan bujur derajat Guru meminta siswa untuk mempelajari materi baru di
rumah, yang akan didiskusikan pada pelajaran selanjutnya. Total waktu 3’ 1’ 80’ Pertemuan ke-5 No K e g i a t a n Alokasi Waktu 1. Pendahuluan
Guru mengingatkan siswa agar menyiapkan diri melaksanakan pembelajaran kooperatif tipe STAD lanjutan.
Guru mengingatkan kembali materi yang telah didiskusikan sebelumnya.
3’
2. Kegiatan inti
Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi pembelajaran dengan metode ceramah mengenai perbedaan jenis-jenis sudut dengan tekun.
Guru memberikan tes awal setelah menyampaikan materi pembelajaran untuk mendapatkan skor dasar atau skor
15’
awal sesuai dalam tahapan dalam model pembelajaran tipe STAD.
Guru menginformasikan pengelompokan siswa dimana setiap kelompok terdiri dari 4 sampai dengan 5 siswa yang kemampuan akademiknya terdiri dari siswa berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah.
Guru membagikan bahan-bahan diskusi kelompok pada setiap kelompok untuk dikerjakan anggota setiap kelompok tentang materi pembelajaran yang sudah diberikan guru untuk didiskusikan bersama-sama, dan saling bantu-membantu antar anggota lain dalam kelompoknya, sedangkan guru memotivasi, memfasilitasi kerja siswa, membantu siswa yang mengalami kesulitan, dan mengamati kerjasama tiap anggota dalam kelompok belajar.
Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok tentang materi perbedaan jenis-jenis sudut dan guru bertindak sebagai fasilitator.
Guru memberikan tes/kuis kepada setiap siswa secara individual.
Guru memberikan penghargaan kepada kelompok melalui nilai penghargaan berdasarkan perolehan nilai peningkatan individual dari nilai dasar ke nilai berikutnya setelah mereka melalui kegiatan kelompok.
5’ 15’ 20’ 10’ 3’ 3. Akhir/penutup:
Siswa membuat kesimpulan perbedaan jenis-jenis sudut Guru meminta siswa menbuat makalah tentang garis dan
sudut Total waktu 3’ 1’ 80’ G. Sumber Belajar
1. Buku Matematika SMP Jilid VII. Karangan Sukino dkk. 2007. Erlangga 2. Buku Matematika SMP jilid VII. Karangan M. Cholik dkk. 2007.
Erlangga
3. Bahan diskusi kelompok 4. Kuis individual