• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

1. Diharapkan kepada seluruh ibu bersalin normal dapat mencari informasi mengenai berhubungan seksual pasca melahirkan yang tepat. Mengenai waktu yang tepat untuk berhubungan seksual kembali pasca melahirkan, yaitu > 40 hari pasca melahirkan, setelah berhentinya perdarahan, jahitan mengering, dan berkurang rasa nyeri di sekitar luka.

2. Diharapkan kepada petugas pelayanan kesehatan untuk semakin peduli terhadap pemberian informasi kepada ibu pasca melahirkan. Hendaknya para penyedia layanan kesehatan memiliki beban tanggung jawab dalam memberikan penyuluhan kesehatan seksual pasca melahirkan. Sehingga para ibu serta pasangannya dapat kembali

berhubungan seksual pasca melahirkan dengan normal dan tepat agar tidak terjadi komplikasi pasca melahirkan.

3. Diharapkan pada peneliti selanjutnya lebih mengembangkan penelitian ini, dengan menambahkan ibu menyusui sebagai kriteria responden, dan dispareunia sebagai variabel bebas sehingga dapat menemukan informasi baru yang mempengaruhi kesiapan berhubungan seksual pasca melahirkan.

DAFTAR PUSTAKA

Admin, (2001). Seksual Masa Nifas. Diambil 28 November 2012, dari:

Aprillia, Y. (2011). Berhubungan Seks Setelah Melahirkan. Diambil 30 Oktober

2012,dar

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Ed-6. Jakarta: Rineka Cipta.

Bahiyatun. (2009). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Nifas Normal. Jakarta : EGC

Bobak, I. M., Lowdermilk, D.L., Jensen, M. D., Perry, S. E. (2005). Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Ed-4. Jakarta: EGC.

Canadian Health Network. (2003) Apa yang saya perlu tahu tentang berhubungan seks

selama dan setelah kehamilan?. Diakses 2 November 2004,

dari

Danuatmaja, B., Meliasari, M. (2003). 40 Hari Pasca Persalinan Masalah dan Solusinya. Jakarta: Puspa Swara.

Darsono, dkk. (2000). Belajar dan Pembelajaran. Semarang : IKIP Semarang Press.

Depkes RI. (2010). Indikator Indonesia Sehat 2010 dan Pedoman Penetapan Indikator Provinsi Sehat dan Kabupaten / Kota Sehat. Diambil 28 Oktober 2012,

da

Djamarah, S. B. (2002). Rahasia Sukses Belajar. Jakarta : Rineka Cipta.

Hamalik, O. (2003). Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta : Bumi Aksara.

Hidayat, A. A. (2007). Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisa Data. Jakarta: Salemba Medika.

Kusmiran, E. (2011). Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Jakarta: Salemba Medika.

Liewellyn, D., Jones. (2005). Setiap Wanita. Jakarta : Delapratasa Publishing. Luanaigh, P., Carlson, C. (2008). Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC.

Maharani, D. A. (2011). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hubungan Seksual Pasca Nifas. Diambil 16 Januari 2013, dari :

Marasmis, WF. (2006). Ilmu Perilaku Dalam Pelayanan Kesehatan. Surabaya: Airlangga University Press.

Maryunani, A. (2009). Asuhan Pada Ibu Dalam Masa Nifas. Jakarta: Trans Info Media. Murkoff, H., Eisenberg, A., Hathaway, S. (2006). Kehamilan: Apa Yang Anda Hadapi

Bulan Perbulan. Jakarta: Arcan.

Nursalam. (2008). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Pieter, H. Z., Lumongga, N. (2011). Psikologi Untuk Kebidanan. Jakarta: Prenada Mandiri. Prawirohardjo, S. (2007). Ilmu Kebidanan. Eds. 3, Cetakan, 9. Jakarta: Yayasan Bina

Pustaka Sarwono Prawirihardjo.

Rukiyah, A., Yulianti, L., Liana, M. (2011). Asuhan Kebidanan III (Nifas). Jakarta: Trans Info Media.

Saleha, S. (2009). Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika.

Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta.

Soemanto, W. (2001). Psikologi Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta.

Stalker, P. (2008). Millennium Development Goals (MDGs) 2015. Cetakan kedua. Jakarta: Kelompok Kerja ternatis MDGs. Diambil 28 Oktober 2012,

da

Sulistyawati, A. (2009). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas. Yogyakarta: Andi Offset.

Syahfitri, A. (2010). Hubungan Pengetahuan Ibu Pasca Nifas tentang Hubungan Seksual Pasca Nifas dengan Minatnya Berhubungan Seksual di BPS Ny Indah Sw. Diambil

20 januari 2013, dari:

Thamrin, R. (2010). Hubungan Seks Pasca Melahirkan. Diambil 2 November 2012, da

Walsh, L. V. (2008). Buku Ajar Kebidanan Komunitas. Jakarta : EGC.

William, L., Wilkins. (2004). Canadian Essentials Of Nursing Research. Philidelphia: A Wolter Kluwer Company.

Lampiran

LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN

Saya yang bernama Herianda Alifa / 125102107 adalah mahasiswi D-IV Bidan Pendidik Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.

Saat ini saya sedang melakukan penelitian tentang “Faktor – faktor yang Mempengaruhi Kesiapan Berhubungan Seksual Pasca Melahirkan”. Penelitian ini merupakan salah satu kegiatan dalam menyelesaikan tugas akhir di Program Studi D-IV Bidan Pendidik Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.

Untuk keperluan tersebut saya mohon kesediaan saudara untuk menjadi responden dalam penelitian. Selanjutnya, saya mohon kesediaan saudara dalam melakukan pelaksanaan tentang tujuan penelitian saya. Jika saudara bersedia silahkan tanda tangani lembar persetujuan ini sebagai bukti kesediaan ibu dan bapak.

Partisipasi saudara dalam penelitian ini bersifat sukarela, sehingga ibu dan bapak bebas untuk mengundurkan diri setiap saat tanpa ada sanksi apapun. Identitas pribadi ibu dan bapak dan semua informasi yang ibu berikan akan dirahasiakan dan hanya digunakan untuk keperluan penelitian.

Terima kasih atas partisipasi saudara dalam penelitian ini.

Medan, 2013

Peneliti Responden

LEMBAR PERSETUJUAN SETELAH PENJELASAN (PSP) (INFORMED CONSENT)

Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama :

Umur : Alamat : No Telp/Hp :

Setelah mendapat penjelasan dari peneliti tentang penelitian “ Faktor – faktor yang Mempengaruhi Kesiapan Berhubungan SeksualPasca Melahirkan di Klinik Marelan Indri Medan Tahun 2013”. Maka dengan ini saya secara sukarela dan tanpa paksaan menyatakan bersedia ikut serta dalam penelitian tersebut.

Demikianlah surata pernyataan ini untuk dapat dipergunakan sebelumnya.

Medan, 2013

KUESIONER DATA DEMOGRAFI

Faktor – faktor yang Mempengaruhi Kesiapan Berhubungan Seksual Pasca Melahirkan Pengkajian Data Demografi

Petunjuk pengisian

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memberikan tanda checlist (√) pada tempat yang sudah disediakan.

1. Waktu / Memulai berhubungan seksual pasca melahirkan < 40 hari > 40 hari 2. Paritas / melahirkan – Melahirkan 1 kali Melahirkan 2 – 4 kali Melahirkan > 5 kali 3. Umur < 20 tahun 20 – 35 tahun > 35 tahun 4. Pendidikan Dasar (SD, SMP) Menengah (SMA)

LEMBAR KUESIONER

Kesiapan Berhubungan Seksual Pasca Melahirkan

Berikan tanda checklist (√) pada salah satu pertanyaan (ya / tidak) sesuai pilihan anda Pertanyaan yang kurang di mengerti dapat di tanyakan kepada peneliti

No Berhubungan seksual pasca melahirkan Ya Tidak I. Kesiapan Fisik

1. Apakah ibu melakukan hubungan suami istri setelah jahitan sudah mengering?

2. Apakah jika sudah tidak ada pendarahan setelah melahirkan ibu melakukan hubungan suami istri?

3. Apakah ibu mengalami nyeri saat melakukan hubungan suami istri setelah melahirkan?

4. Apakah ada darah yang keluar saat ibu melakukan hubungan suami istri setelah melahirkan?

5. Apakah ibu mengalami rasa sakit setelah melakukan hubungan suami istri?

6. Apakah ibu mengalami perubahan pada kemaluan saat melakukan hubungan suami istri?

7. Apakah ibu merasa lelah saat melakukan hubungan suami istri setelah melahirkan?

8. Dengan adanya luka jalan lahir, apakah durasi untuk sekali berhubungan suami istri lebih singkat?

9. Apakah frekuensi hubungan suami istri makin jarang dilakukan setelah melahirkan,?

10. Apakah ada perbedaan pada saat melakukan hubungan suami istri setelah melahirkan dengan sebelum hamil?

II. Kesiapan Psikologis

11. Apakah ibu melakukan hubungan suami istri setelah melahirkan atas keinginan bersama dengan pasangan?

12. Apakah ibu merasa cemas ketika melakukan hubungan suami istri setelah melahirkan?

13. Apakah ibu mengalami perasaan terpaksa saat melakukan hubungan suami istri setelah melahirkan?

14. Dengan adanya luka jalan lahir, apakah ibu merasa nyaman saat berhubungan suami istri setelah melahirkan?

melakukan hubungan suami istri setelah melahirkan?

16. Dengan adanya luka jalan lahir, Apakah pasangan ibu dapat menikmati hubungan suami istri setelah melahirkan?

17. Dengan adanya luka jalan lahir, apakah ibu dapat menikmati hubungan suami istri setelah melahirkan?

18. Apakah luka jalan lahir membuat ibu mengalami penurunan gairah melakukan hubungan suami istri setelah melahirkan? 19. Apakah luka jalan lahir membuat ibu merasa terganggu saat

melakukan hubungan suami istri setelah melahirkan?

20. Dengan adanya luka jalan lahir, apakah ibu dapat merasakan kepuasan dalam berhubungan suami istri setelah melahirkan?

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Heri Anda Alifa

Tempat/Tanggal Lahir : Sengon Sari, 13 Juni 1991 Anak Ke : 1 dari 2 bersaudara

Agama : Islam Nama Ayah : Herman Nama Ibu : Ngatini

Alamat : Aek Loba, Desa Sengon Sari Dsn V, Kec. Aek Kuasan, Kab. Asahan

Pendidikan Formal :

SD : SD Negeri 017135 Tahun 1996 - 2002

SMP : MTS Swasta An-Nuur Tahun 2002 - 2005

SMA : SMA Swasta Swadaya Pulau Rakyat Tahun 2005 - 2008 D3 : Diploma III (Tiga) Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes

Dokumen terkait