• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

c. Sarana peribadatan, yang terdiri dari satu bangunan mesjid dan satu bangunan gereja

d. Saran pendidikan, yang terdiri dari tiga ruang belajar dan ruang perpustakaan

e. Sarana kerja, yang terdiri dari satu aula bengkel kerja, tiga ruangan bengkel kerja, tanah pertanian yang terletak disamping kiri dan kanan

tembok luar Lembaga Pemasyarakatan

f. Sarana olah raga, yang terdiri dari satu lapangan sepak bola,satu lapangan bulu tangkis,dua lapangan bola volley, dua lapangan sepak takraw dan dua meja tenis meja

g. Sarana sosial, terdiri dari tempat kunjungan keluarga,aula pertemuan, dan ruang konsultasi/interview.

h. Sarana transportasi, terdiri dari empat mobil dinas.

Selanjutnya pada tahun 1999 Lembaga Pemasyarakatan Klas I Makassar mengalami musibah kebakaran dan menghanguskan hampir seluruh bangunan yang ada. Dan pada tahun 2000 Lembaga Pemasyarakatan Klas I Makassar melaksanakan proyek rehabilitasi phisik.

Hingga akhirnya pada saat ini bangunan Lembaga Pemasyarakatan Klas I Makassar dengan prototype bangunan Lapas standar yaitu Blok hunian yang terdiri dari 9 blok bertingkat, disebelah kiri dan kanan atau depannya terdapat lapangan sepak bola/volley dan bisa juga digunakan untuk tempat senam serta lapangan upacara. Bagian belakang membentang bangunan untuk bengkel kegiatan kerja dan gudang hasil produksi, dibagian depan membentang bangunan kantor tidak bertingkat yang ditepi-tepinya terdapat pintu gerbang (Portir) serta pertamanan di antara ruang-ruang perkantoran yang berhadapan.

Pos penjagaan yang terletak diatas dinding terdapat 6 buah yang

berjarak 60 M s/d 80 M satu sama lain.

Sedangkan didalam Lapas terdapat : - 1 ruang untuk sandera pajak

- Ruang dokter dan klinik rawat inap 2 buah - Ruang keterampilan dan ruang pendidikan - 1 bangunan Mesjid

- 1 bangunan gereja - Dapur dan gudang beras

- Tempat besukan berada dibelakang pintu IV pada tempat yang rimbun dibawah pohon yang berbentuk meja bundar dan dikelilingi bangku beton yang terkesan seperti dalam sebuah kafe, sekelilingnya terkesan suasana kekeluargaan karena tanpa batas, sekat dan sebagainya ( hal ini merupakan ciri khas letak ruang kunjungan yang ideal dan menyenangkan).

TUGAS POKOK DAN FUNGSI LAPAS

a. Melaksanakan Pembinaan narapidana/ anak didik

b. Memberikan bimbingan sosial/kerohanian pada narapidan/anak didik

c. Melakukan pemeliharaan keamanan dan ketertiban d. Melakukan Tata Usaha dan urusan rumah tangga

VISI,MISI DAN TUJUAN PEMBINAAN DI LEMBAGA

PEMASYARAKATAN KLAS I MAKASSAR a. VISI :

Terwujudnya Lembaga Pemasyarakatan Klas I Makassar yang Unggul dalam Pembinaan,Prima dalam pelayanan dan tangguh dalam Pengamanan

b. Misi :

Meningkatkan pelayanan serta tercapainya suasana aman dan tertib menuju tercapainya warga binaan yang mandiri dan berakhlak mulia, berguna bagi keluarha, bangsa dan Negara.

c. Tujuan Pembinaan :

Membentuk narapidana agar menjadi manusia seutuhnya,menyadari kesalahannya, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindakan pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat berperan aktif dan produktif dalam pembangunan serta dapat hidup secara wajar sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab

PELAKSANAAN PEMBINAAN NARAPIDANA DALAM KEGIATAN KERJA MELIPUTI :

a. Perternakan kambing dilaksanakan di lingkungan luar Lembaga Pemasyarakatan klas I Makassar

b. Asimilasi kerja di luar Lembaga Pemasyarakatan Klas I Makassar antara lain :

- Kovery luar

- Pertanian barat/sawah - Perbengkelan luar

- Kebersihan tembok Lembaga Pemasyarakatan

c. Pembinaan kemandirian Narapidana di dalam Lembaga Pemasyarakatan Klas I Makassar antara lain :

- Pembuatan kursi bambu - Penjahitan

- Anyaman/keranjang

- Pembuatan bingkai foto dari gulungan kertas koran - Kebersihan ruangan kantor Lembaga Pemasyarakatan - Kerja di Dapur

- Pemangkas rambut (salon) - Sablon

- Bengkel las

PELAKSANAAN BEBAS PEREDARAAN UANG (BPU)

Setelah melakukan sosialisasi secara terus menerus kepada warga binaan, maka sejak tanggal 01 April 2006 Lembaga Pemasyarakatan Klas I Makassar mencanangkan bebas dari peredaran uang (BPU) dengan mengoptimalkan fungsi Letter D dan Koperasi Pegawai Lapas Klas I Makassar, dengan cara setiap narapidana yang menerima uang baik upah kerja maupun kiriman dari keluarga wajib dititipkan di letter D maupun

Koperasi Pegawai Lapas Klas I Makassar

Pengembalian uang titipan tersebut harus berupa barang-barang keperluan sehari-hari yang ada di koperasi ataupun kalau diambil dalam bentuk uang tunai titipan tersebut hanya untuk diserahkan kepada keluarga.

PELAKSANAAN INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA(IPK)

Lembaga Pemasyarakatan Klas I Makassar telah mulai menerapkan apa yang tercantum dalam Instrumen Pengukuran Kinerja(IPK), dimana IPK itu diisi agar memudahkan dalam melaksanakan tugas-tugas lapangan yang akan dijadikan patokan/ukuran. Apa yang telah dilaksanakan sesuai dengan IPK akan tetap dipertahankan nilainya,sedangkan yang belum dilaksanakan diharapkan bisa ditingkatkan.

SASARAN KHUSUS

- Meningkatkan kualitas ketaqwaan pada Tuhan Yang Maha Esa - Meningkatkan kualitas kesadaran hukum

- Meningkatkan kualitas perilaku kewirausahaan menuju kemandirian

- Meningkatkan kualitas jasmani dan rohani MITRA KERJA

Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Lapas Klas I Makassar bekerja sama dengan :

- PT. Hipmas Makassar dalam kegiatan kemandirian Warga Binaan

Pemasyarakatan (WBP)

- Badan Narkotika Propinsi(BNP),IHPCP) dan LSM Metamorfosa,Yayasan hati kita serta Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Propinsi Sulawesi Selatan dalam Pembinaan dan penanggulan narkotika

- Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan,Kepolisian Wilayah Kota Besar dan Kepolisian Resort Makassar Timur dalam kerjasama pengamanan Lapas Klas I Makassar

- Yayasan Wahdah Islamiah dalam pembinaan kerohanian Islam - Dewan Gereja Indonesia dalam pembinaan kerohaniaan Kristen - Dinas Pendidikan Nasional dalam pendidikan umum, kejar paket A - Dinas Kesehatan Makassar dalam bantuan obat-obatan

- Berbagai Universitas di Makassar

Tabel 1 : Karyawan/T\ti Lembaga Pemasyarakatan Klas I Makassar Berdasarkan Golongan Tahun 2013

No Golongan Jumlah

1 Golongan I -

2 Golongan II 44

3 Golongan III 73

4 Golongan IV 5

Total 122

Sumber : Lembaga Pemasyarakatan Klas I Makassar

Tabel 1 tersebut menggambarkan bahwa di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Makassar memiliki pegawai sebanyak 122 orang yang terdiri dari 44 orang golongan II, 73 orang glongan III dan 5 orang golongan IV sementara golongan I tidak ada lagi.

Tabel 2: Karyawan/T\ti Lembaga Pemasyarakatan Klas I Makassar Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2013

No Golongan Jumlah

1 Pria 103

2 Wanita 19

Total 122

Sumber : Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar

Tabel 2 menunjukkan bahwa di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar memiliki pegawai Pria sebanyak 103 orang dan pegawai Wanita sebanyak 19 orang, sehingga jumlah keseluruhan pegawai adalah 122 orang

Tabel 3 : Karyawan/T\ti Lembaga Pemasyarakatan Klas I Makassar Berdasarkan Tingkat PendidikanTahun 2013

No Golongan Jumlah

1 SD -

2 SLTP -

3 SLTA 58

4 DIPLOMA DAN AKIP 13

5 S1 37

6 S2 14

S3 -

Total 122

Sumber Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar

Ditinjau dari tingkat pendidikan pegawai, tabel 3 menunjukkan bahwa

sebagian besar pegawai di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar adalah berpendidikan SLTA yakni sebanyak 58 orang, diploma dan Akip 13, S1 sebanyak 37, S2 sebanyak 14 dan S3 tidak ada dan total jumlah pegawai sebanyak 122 orang.

Tabel 4 : Karyawan/T\ti Lembaga Pemasyarakatan Klas I Makassar Berdasarkan Uraian Jabatan Dan Urai PekerjaanTahun 2013

No Golongan Jumlah

1 Pejabat Struktural 18

2 Staf Umum 5

3 Staf Kepegawaian & Keuangan 8

4 Staf Bimkemas 4

5 Staf Kamtib 4

6 Staf KPLP 15

7 Staf Registrasi 5

8 Petugas Penjagaan 58

Total 122

Sumber: Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar

Pada tahun 2013, jumlah karyawan/ti lembaga pemasyaratan Kelas I Makassar berdasarkan uraian jabatan dan uraian pekerjaan terdiri dari 18 orang jabatan struktural, 5 orang staf umum, 8 orang staf kepegawaian , 4 orang staf bimkemas, 4 orang staf kegiatan kerja, 15 orang kamtib, 5 orang staf KPLP, 4 orang staf registrasi dan 58 orang petugas penjaga.

Struktur organisasi Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Kota Makassar dan Uraian tugas masing-masing adalah sebagai berikut:

1. Kepala Lembaga Pemasyarakatan

Berkewajiban menyusun rencana keija Lembaga Pemasyarakatan

dengan mengkoordinasikan tugas seksi pembinaan, seksi kegiatan kerja, seksi administrasi keamanan dan tata tertib, pengamanan Lembaga Pemasyarakatan serta pengelolaan tata usaha Lembaga Pemasyarakatan yang meliputi urusan kepegawaian dan keuangan serta rumah tangga Lembaga Pemasyarakatan sesuai petunjuk dan aturan yang berlaku. Menilai dan mengesahkan penilaian pekerjaan pejabat dan pegawai dalam lingkungan Lembaga Pemasyarakatan dan melakukan pembinaan pegawai di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan.

2. Sub Bagian Tata Usaha

Berkewajiban menyusun rencana kerja pada Sub Bagian Tata Usaha, mengkoordinasikan pelaksanaan tugas ketatausahaan pada urusan umum, kepegawaian dan keuangan Lembaga Pemasyarakatan sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam rangka pemberian pelayanan administrasi serta mengesahkan penilaian pelaksanaan pekerjaan pejabat bawahan. Dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh :

a. Urusan Kepegawaian dan Keuangan, yang mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian dan keuangan seperti : pengusulan calon pegawai yang telah memenuhi syarat untuk mengikuti pelatihan pra jabatan, pengusulan kenaikan pangkat, pengusulan pengangkatan dalam jabatan struktural, pengusulan pemindahan pegawai, pengusulan pemberhentian

pegawai, pengusulan pensiun pegawai, membuat dañar gaji/ lembur dan rapel pegawai, melakukan pembayaran gaji, mengkoordinasikan penyusunan Dañar Urutan Kepangkatan (DUK) dan Dañar Usulan Proyek (DUP), melaksanakan pencairan dana, membayar atas tagihan beban anggaran rutin, melakukan pemotongan pajak pada setiap pengeluaran, melakukan penilaian pelaksanaan pekerjaan pejabat/ staf.

b. Urusan Umum, mempunyai tugas antara lain ; melakukan hal-hal yang berkaitan dengan surat menyurat, melakukan pemeliharaan kendaraan dinas, perlengkapan kantor, gedung dan rumah dinas, mengkoordinasikan penyusunan Dañar Usulan Proyek (DUP), melakukan penilaian pelaksanaan pekerjaan pejabat/ staf.70

3. Seksi Bimbingan Narapidana/ Anak Didik

Berkewajiban menetapkan rencana kerja seksi bimbingan narapidana/anak didik, mengkoordinasikan pelaksanaan bimbingan terhadap narapi dana/anak didik dalam lingkungan Lembaga Pemasyarakatan dengan melakukan registrasi dan membuat statistik serta dokumentasi sidik jari, memberikan bimbingan kemasyarakatan, mengurus kesehatan dan memberikan bimbingan dan penyuluhan rohani, memberikan latihan olah raga, peningkatan pengetahuan dan asimilasi, cuti pelepasan dan kesejahteraan narapidana/anak didik serta mngesahkan penilaian

70Keputusan Menteri Kehakiman RI. No. M.01.PR.07.03 Tahun 1995 Tanggal 26 Februari 1985 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemasyarakatan.

pelaksanaan pekerjaan pejabat bawahan. Dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh,

1) . Sub Seksi Registrasi, mempunyai tugas untuk melakukan pendaftaran terhadap narapidana baru dengan urutan sebagai berikut :

a) Meneliti sah tidaknya surat keputusan (vonis)/surat penetapan/surat perintah dan mencocokkan narapidana/ tahanan yang bersangkutan.

b) Mencatat identitas narapidana/tahanan dalam buku register B bagi narapidana dan buku register A untuk tahanan.

c) Meneliti barang-barang bawaan narapidana/tahanan, kemudian mencatatnya dalam buku penitipan barang (register D)( setelah itu barang-barang diberi label yang diatasnya diberi nama pemilik.

d) Mengambil teraan jari (tiga jari kiri) narapidana pada surat keputusan dan sepuluh jari kanan kiri pada kartu dektiloskop; sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

e) Mengambil foto narapidana.

f) Memerintahkan untuk memeriksa narapidana kepada dokter atau paramedis.

g) Setelah pemeriksaan kesehatan, petugas pendaftaran membuat berita acara penerimaan narapidana yang ditandatangani bersama.

h) Menilai pelaksanaan pekerjaan pejabat/ staf bawahan.

2) Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan Perawatan, yang mempunyai

untuk melakukan tugas :

a) Memberikan bimbingan dan penyuluhan rohani.

b) Memberikan latihan olah raga.

c) Memberikan bimbingan kemasyarakatan.

d) Peningkatan pengetahuan asimilasi, cuti penglepasan.

e) Memberikan kesejahteraan bagi narapidana.

f) Memberikan perawatan kesehatan narapidana.

g) Menilai pelaksanaan pekerjaan pejabat/ staf bawahan.

4. Seksi Kegiatan Kerja

Bertugas untuk menyusun rencana kerja pada Seksi Kegiatan Kerja, mengkoordinasikan pemberian bimbingan kerja, mempersiapkan sarana kerja dan mengelola hasil kerja yang meliputi pemberian bimbingan latihan kerja bagai narapidana/anak didik, mempersiapkan fasilitas sarana kerja serta mengelola hasil keija sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam rangka pembinaan narapidana/anak didik, serta mengesahkan penilaian pelaksanaan pekeijaan pejabat bawahan. Dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh :

a. Sub Seksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, mempunyai tugas memberikan petunjuk dan bimbingan latihan kerja bagai narapidana/ anak didik, memanfaatkan keterampilan narapidana yang menonjol sebagai tutor sesama narapidana/anak didik, serta mengelola

hasil kerja, menilai pelaksanaan pekerjaan pejabat/ staf bawahan.

b. Sub Seksi Sarana Kerja, mempunyai tugas untuk mempersiapkan fasilitas kerja yang dibutuhkan sesuai dengan program kerja yang telah ditetapkan, menilai pelaksanaan pekerjaan pejabat/staf bawahan.

5. Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban

Bertugas menyusun rencana kerja Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban, mengkoordinasikan kegiatan administrasi keamanan, pelaporan dan tata tertib sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku dalam rangka terciptanya suasana aman dan tertib di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan, serta mengesahkan menilai pelaksanaan tugasnya dibantu oleh :

a. Sub Seksi Keamanan, mempunyai tugas untuk mengatur jadwal tugas pengamanan, melakukan pengawasan dan pengontrolan penggunaan perlengkapan keamanan, pembagian tugas pengamanan, dan memberikan penilaian pelaksanaan pekerjaan pegawai bawahan.

b. Sub Seksi Pelaporan dan Tata Tertib, bertugas untuk menerima laporan harian dan berita acara dari satuan pengamanan yang bertugas, menyiapkan laporan berkala di Seksi Keamanan dan Tata Tertib, dan menilai pelaksanaan pekerjaan pegawai bawahan.

6. Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan

Terdiri dari petugas-petugas pengamanan antara lain Rupam dan

Ruport. Bertugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban Lembaga Pemasyarakatan dengan melakukan fungsinya dalam penjagaan dan pengawasan terhadap narpidana/anak didik, melakukan pemeliharaan keamanan dan ketertiban, melakukan pengawalan, penerimaan, penempatan dan pengeluaran narapidana/anak didik, melakukan pemeriksaan terhadap pelanggar keamanan, membuat laporan harian dan berita acara pelaksanaan pengamanan, serta mengesahkan penilaian pelaksanaan pekerjaan pegawai bawahan.

Tabel 5 Jumlah Penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar Tahun 2013

No Tingkat Penahanan Jumlah

1 AI 3

2 AII 35

3 AIII 30

4 AIV 3

5 AV 6

Total 75

Sumber: Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar

Tabel 5 menunjukkan bahwa jumlah penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar pada tahun 2013 adalah ditinjau Tingkat penahanan yang berada di tingkat penyelidikan polisi 3 orang, tingkat kejaksaan 35 orang, tingkat pengadilan negeri 30 orang,Tingkat pengadilan tinggi 3 orang dan pengadilan tingkat kasasi adalah 6 orang jadi jumlahnya adalah 75 orang

Tabel 6 Jumlah Penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar Tahun 2013

No Tingkat Narapidana Jumlah

1 Seumur Hidup 8

2 BI 608

3 BIIA 18

4 BIIB 1

5 BIIIS 11

Total 646

Sumber: Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar

Sementara narapidana yang menjalani hukuman penjara lebih dari untuk narapidana seumur hidup 8 orang, l(satu) tahun adalah yang paling banyak yakni sebanyak 608 orang, narapidana yang menjalani hukuman penjara dari 3(tiga) bulan sampai l(satu) tahun sebanyak 18 orang, sementara narapidana yang menjalani hukuman kurungan pengganti denda sebanyak 11 orang dan yang paling sedikit adalah narapidana yang menjalani hukuman penjara dari l(satu) hari sampai 3(tiga) bulan yaitu sebanyak 1 orang.

Tabel 7 Jumlah Penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar Tahun 2013

No Kejahatan Jumlah

1 Narkotika 3

2 Pencurian 40

3 Pembunuhan 248

4 Kesusilaan 20

5 Korupsi 81

Total 392

Sumber: Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar

Penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar di dominasi

oleh narapidana dengan jenis kejahatan pembunuhan yaitu 248 orang, pencurian yaitu 40 orang, kasus narkotika sebanyak 3 orang . Kemudian narapidana kasus kesusilaan sebanyak 20 orang dan kasus korupsi sebanyak 81 orang dari total kejahatan yaitu 392 orang

Tabel 8 Jumlah Penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar Tahun 2013

No Jenis Kelamin Jumlah

1 Pria 613

2 Wanita -

No Warga Negara Jumlah

1 WNI 613

2 WNA -

No Umur Jumlah

1 Pemuda 2

2 Dewasa 611

Sumber : Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar

Dilihat dari jenis umur, narapidana pada Lembaga Pemasyarakatan kelas I Makassar terdiri atas 613 orang dewasa dan 2 orang pemuda. Untuk narapidana orang WNA tidak ada dan 613 orang kebangsaan Indonesia.dilihat dari sudut jenis kelamin, terdapat 613 narapidana laki-laki sedang untuk narapidana perempuan tidak ada.

B. Kegiatan Pembinaan Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar

Sistem pembinaan yang dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar berdasarkan pada Surat Edaran Nomor : KP. 10.13/3/1 tanggal 08 Februari 1965 tentang Sistem Pembinaan.

Selain itu tugas Lembaga Pemasyarakatan tercantum dalam Undang-undang Nomor : 12 Tahun 1995 Bab I Ketentuan Umum Pasal 2 bahwa Sistem Pemasyarakatan diselenggarakan dalam rangka membentuk warga binaan pemasyarakatan agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak melanggar tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat dapat aktif berperan dalam pembangunan dan hidup wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab.

1. Pembinaan Mental Rohani.

Pembinaan mental dan rohani bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pembinaan ini berupa kegiatan kerohanian Islam yang berupa pengajian rutin, dzikir bersama, sholat berjamaah, ceramah umum, sholat Jumat dan kegiatan pendidikan intensif agama Islam yang bekerjasama dengan wahdah islamiayah termasuk juga kegiatan peringatan hari-hari besar keagamaan.

2. Pembinaan Umum

Pembinaan umum merupakan suatu pembinaan yang ditujukan untuk

meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan fungsi intelektual narapidana.

Kegiatan yang dilakukan antara lain dengan program dengan program keaksaraan fungsional, seminar, pemberdayaan perpustakaan dan berbagai kegiatan penyuluhan lain seperti Kegiatan kejar Paket A dan Kejar Paket B.

3. Pembinaan Keterampilan Dan Kegiatan Kerja.

Pembinaan keterampilan dan kegiatan kerja dimaksudnya untuk meningkatkan kemampuan narapidana dan mengembangkan bakat.

Pembinaan Lainnya

a. Penyuluhan Narkoba dan Obat Berbahaya.

Merupakan suatu kegiatan pembinaan yang bertujuan untuk membimbing narapidana mengembangkan sikap kemasyarakatan dan menanamkan sikap prososial, sehingga mereka nantinya dapat kembali ke masyarakat dan tidak mengulangi tindakan penyalahgunaan narkoba setelah mereka bebas. Kegiatan ini dilakukan langsung oleh tim medis Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar. Bentuk kegiatan ini dilakukan dengan cara pemeriksaan rutin, pemeriksaan berkala, serta program seminar kesehatan.

b. Rehabilitasi Medis.

Rehabilitasi medis dilaksanakan oleh dokter dan perawat.

Bentuk kegiatannya :

1) Pemeriksaan kondisi kesehatan dan status narapidana baru.

2) Identifikasi penyakit yang diderita.

3) Detoksifikasi.

4) Pemeriksaan Urine bagi pegawai dan narapidana.

5) Kontrol dokter ke blok-blok penghuni.

6) Kegiatan rawat inap dan rawat jalan.

c. Pembinaan Olahraga dan Kesenian 1) Olahraga

Kegiatan olahraga dilaksanakan setiap hari, pagi dan sore sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain lari pagi, senam pagi, bola voli, tennis meja dan catur.

2) Kesenian

Kegiatan kesenian dimaksudkan untuk membina dan mengasah bakat-bakat seni narapidana, sehingga mereka dapat menyalurkan bakat-bakat seni yang mereka miliki. Kegiatan kesenian yang dilaksanakan antara lain vokal group dan group band.

C. Pemasyarakatan Sebagai Sistem Perlakuan Pembinaan Terhadap Narapidana dan Anak Didik

Pohon Beringin Pengayoman dalam kaitannya dengan narapidana dan anak didik, adalah merupakan suatu gagasan, ide, atau konsepsi tentang tujuan pidana penjara dan pelaksanaannya yaitu pelaksanaan pidana penjara

yang disebut “Pemasyarakatan”.

Terhadap gagasan yang dicetuskan oleh Sahardjo tersebut sebagai manusia Indonesia tidak terkecuali harus mengangkat topi yang setinggi-tingginya atas gagasan yang telah dikemukannya itu, demikian juga Negara Indonesia c.q. Pemerintah Indonesia sudah sepantasnyalah memberikan penghargaan yang juga setinggi-tingginya atas jasa-jasa beliau untuk memperjuangkan “hak asasi manusia” bagi semua khususnya bagi narapidana yang semula dianggap sebagai sampah masyarakat karena telah tersesat jalan hidupnya. Memang demikianlah seharusnya. “Negara yang besar adalah Negara yang tahu bagaimana memperlakukan dan membina para membina para pelanggar hukumnya”.71

Hingga saat ini masih banyak terdapat perselisihan paham dan keragu-raguan tentang apa yang dimaksud dengan Pemasyarakatan, dan akibatnya nampak sekali dalam pelaksanaan-pelaksanaannya. Sebagian pelaksana dalam gerak usahanya mengindentikkan Pemasyarakatan itu dengan pemberian kelonggaran-kelonggaran yang lebih banyak kepada para narapidana, dengan jalan membiarkan mereka keluyuran diluar tembok, sebagian pelaksanaan mewujudkan pemasyarakatan itu sebagai fase behandeling (perlakuan) terakhir, sebagai overgangs fase dari dalam tembok ke tengah-tengah masyarakat, sebagian lagi menyamakan Pemasyarakatan itu dengan sosialisasi.72

71 A. Widiada Gunakarya.S.A, Sejarah Dan Konsepsi Pemasyarakatan, (Bandung; Armico, 1988), hlm. 62-63.

72 Ibid, hlm. 65.

Kalau gerak usaha menurut konsepsi liberal terutama berpusat kepada individu (narapidana) yang bersangkutan dan ditujukan pula kepada individu yang bersangkutan, maka gerak usaha menurut konsepsi Pemasyarakatan berpusat dan ditujukan kepada integritas kehidupan dan penghidupan dimana individu (narapidana) adalah salah satu dari anggotanya (elemennya).

Kedudukan dari Pemasyarakatan dalam hal ini adalah sebagai sebagian dari pengejawatahan keadilan (administration of justice) dan lebih khusus lagi dalam bidang tata urusan perlakuan dari mereka yang karena mengingkari tata tertib masyarakat dengan keputusan Hakim ditempatkan di bawah pengawasan atau perawatan/asuhan Pemerintah.

Dalam bidang horizontal Pemasyarakatan meliputi :

1. Bidang perlakuan dari orang-orang dewasa dan pemuda yang dengan keputusan Hakim ditempatkan dibawah pengawasan Pemerintah dengan pidana percobaan.

2. Bidang perlakuan dari orang-orang dewasa dan pemuda yang dengan keputusan Hakim ditempatkan dibawah perawatan/asuhan Pemerintah dengan pidana hilang kemerdekaan.

3. Bidang perlakuan dari pemuda-pemuda yang dengan keputusan Hakim ditempatkan dibawah pengawasan/asuhan Pemerintah dengan tidak menjatuhkan pidana

Dalam bidang vertikal Pemasyarakatan meliputi : a. Bidang Keamanan;

b. Bidang Kesehatan;

c. Bidang Kesejahteraan Sosial;

d. Bidang Spritual/Keagamaan;

e. Bidang Pendidikan (perkembangan intelligensi dan ketangkasan);

f. Bidang Produksi.

Usaha-usaha dalam bidang ini adalah alat Pemasyarakatan dan harus ditujukan kepada stabilitas dari kehidupan dan penghidupan sebagaimana telah disinggung di muka dan harus dilakukan secara simultan dalam proses Pemasyarakatan.

Penghantaran kepada proses Pemasyarakatan sesungguhnya telah dilakukan oleh Hakim yang mewakili masyarakat pada umumnya yang telah menentukan sifat dan lamanya proses pemasyarakatan. Tetapi bagaimanapun juga Hakim adalah manusia biasa dengan sifat-sifat kemanusiaannya yang terbatas pula. Karena kemampuannya sebagai manusia terbatas, maka apa yang telah ditentukannya tentang sifat dan lamanya proses pemasyarakatan bukan atau tidak merupakan hal yang mutlak.

Ketidak mutlakkan ini juga terdapat pada diri individu narapidana dan lain sebagainya yang bersangkutan. Ini mengandung arti bahwa narapidana itu makhluk biasa, makhluk yang hidup bermasyarakat, dikaruniai itikad baik Tuhan Yang Maha Esa. Dengan itikad baik itu berarti narapidana memiliki potensi-potensi penyesuaian diri dalam lingkungan integritas hidup dan

kehidupannya. Pengingkaran terhadap cara-cara hidup dan berlaku didalam integritas hidup dan kehidupannya itu adalah cara ia pribadi menyesuaikan diri.73

Masyarakat di luar tidak membenarkan cara penyesuaian yang dilakukannya itu. Tetapi cara penyesuaian diri yang tidak disukai oleh masyarakat itu tidak terlepas dari masyarakat atau keadaan masyarakat itu sendiri.

Hal ketidak mutlakkan dari sesuatu keadaan, juga terdapat di dalam tiap-tiap unsur yang tersangkut dalam proses pemasyarakatan sepert: misalnya : pihak lawannya (pihak yang menjadi korban langsung), pihak-pihak yang tersangkut dalam penangkapannya, pengusut perkaranya dan pihak-pihak lainnya.

Pihak-pihak yang tersangkut dalam proses pemasyarakatan itu, baik langsung maupun tidak langsung, semuanya juga manusia yang memiliki itikad baik sebagai karunia Tuhan. Sebagai manusia mereka pun dikaruniai potensi-potensi penyesuaian dan ingin hidup dalam perdamaian dan oleh karenanya berhasrat pula untuk menciptakan dan mempertahankan integritas hidup, kehidupan dan penghidupan dalam masyarakat. Sebagai manusia mereka pun mempunyai kesanggupan memberi maaf kepada sesamanya, kepada pihak yang pernah memperdayanya pada waktunya.74

73 A Widiada Gunakarya. S.A, Sejarah Dan Konsepsi Pemasyarakatan, (Bandung:

Armico,1988), hlm 67.

74 Ibid

Dokumen terkait