BAB 6. KESIMPULAN DAN SARAN
6.2 Saran
1. Kepada Pemerintahan Kabupaten Kota
a. Dinas kesehatan kabupaten kota bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Lembaga Suadaya Masyarakat (LSM) dalam upaya promosi pencegahan, perawatan serta dukungan pada penanggulangan HIV khususnya bagi pecandu narkoba yang terinfeksi HIV maupun Pecandu narkoba yang belum terinfeksi HIV. Pemerintah kabupaten kota dapat bekerja sama dengan pendidikan agar lebih memberikan pendidikan kesehatan tentang bahaya prilaku berisiko.
b. Kepada Klinik VCT RSU Kabanjahe Kabupaten Karo agar meningkatkan dan memperkuat layanan VCT, juga diharapkan bekerjasama dengan semua jajaran sektor kesehatan dan lintas program preventif, promotif dan rehabilitative untuk memperkuat konsolidasi dan koordinasi dalam penanggulangan HIV terutama pada pecandu narkoba. Meningkatkan pelayanan sosialisasi pemakaian kondom secara baik dan benar, serta memotivasi para pecandu narkoba untuk lebih berkomitmen dalam memakai kondom saat melakukan hubungan seksual, setia terhadap pasangan dan
mengingatkan kembali agar pecandu narkoba dengan rutin datang ke klinik VCT untuk melakukan pemeriksaan rutin.
2. Kepada pecandu narkoba diharapkan kepada responden agar waspada terhadap faktor risiko kejadian HIV terutama kepada pecandu narkoba yang masih terbebas dari HIV agar setia terhadap pasangan (tidak berganti-ganti pasangan seksual), selalu memakai kondom guna untuk pencegahan terjadinya HIV dan rutin untuk melakukan pemeriksaan HIV.
Bagi pecandu narkoba yang terinfeksi HIV di harapkan untuk tetap melakukan rehabilitasi dan pemeriksaan HIV secara rutin, selalu memakai kondom dalam melakukan hubungan seksual, setia pada satu pasangan guna untuk pencegahan HIV.
3. Bagi penelitian selanjutnya perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan pembahasan dan telaah yang lebih mendalam untuk mengungkap faktor risiko kejadian HIV pada pecandu narkoba serta dapat digunakan sebagai pengembangan ilmu pengetahuan kesehatan reproduksi.
DAFTAR PUSTAKA
Amirudin, R & Yanti, F. (2011). Tindakan Berisiko Tertular HIV/AIDS Pada Anak Jalanan di Kota Makasar. Makasar: Universitas Hasanudin.
Anggreani, S. (2005). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Seks Berisiko Terinfeksi HIV/AIDS pada Supir dan Kernet Truk Jalan Jauh.
Jakarta: FKM UI.
Amornkul, PN, Vandenhoudt, H, Nasokho, P & Odhiambo, F., 2009, “HIV Prevalence and Associated Risk Factors among Individuals Aged 13-34 Years in Rural Western Kenya.” PLoS one, vol. 4, no. 7, pp. 1-11.
Boerma, J., & Weir, S. S. (2005). Integrating Demographic and Epidemiological Approaches to Reasearc on HIV/AIDS: The Proximate-Determinants Framework.The Journal of Infectious Diseases.
Budiarto, Eko, 2002. Biostatistik untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Dalam Arlinda Sari Wahyuni. 2007. Statistika Kedokteran.
CDC, 2011, HIV among Youth, Departement of Health and Human Service, USA.
Daili, SF., Indriatmi, W., Zubier, F. 2016.Infeksi Menular Seksual, Jakarta : FKMUI.
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Utara.2015, Profil Kesehatan Provinsi Sumatra Utara Tahun 2014, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Utara, Medan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Karo. 2016, Profil Kesehatan Kabupaten Karo tahun2015, Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, Kabanjahe.
Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, 2011.
Pedoman untuk Korlap dan Pengawas. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Dresti, W. (2015 ). Pencegahan Penularan Hiv Perempuan Pasangan Pengguna Narkoba Suntik Di Kota Semarang. Semarang: Poltekes Permata Indonesia..
Dorjgochoo, T, Noel, F, Deschamps, MM, Theodore, H, et al., 2009, “Risk Factors for HIV Infection Among Haitian Adolescents and Young Adults Seeking Counseling and Testing in Port-au-Prince.” J. Acquir. Immune. Defic. Syndr., vol. 52, no. 4, pp. 498-508.
Ethier, KA & Orr, DP., 2007, “Behavioral Interventions for Prevention and Control of STDs Among Adolescents,” in SO Aral, JA Lipshutz, & JM Douglas (eds), Behavioral Interventions for Prevention and control of Sexual Transmitted Diseases, Springer Science+Business Media, LLC, New York, pp. 277 – 309.
Eledis Simajuntak, 2010. Analisis Faktor Risiko Penularan HIV/AIDS Di Kota Medan. Jurnal Pembangunan Manusia, Vol. 4, No. 12 Tahun 2010.
Faridho, FR, 2012. Prevalensi HIV/AIDS Pada Pecandu NAPZA Di RSKO Jakarta Tahun 2010-2011, Jakarta: Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah.
Federal Ministry of Health, 2010. HIV Integrated Biological and Behavioural Surveilance, Nigeria.
Federal Ministry of Health, 2017. HIV Integrated Biological and Behavioural Surveilance, Nigeria.
FHI, 2017. Integrated Biological and Behavioral Surveillance Survey (IBBS) among Injecting Drug Users in Pokhara Valley. Nepal.
Gunung, IK, Sumantera, IGM, Sawitri, AAS & Wirawan, DN. (eds.), 2003, Buku Pegangan Konselor HIV/AIDS, Yayasan Kerti Praja, Yayasan Burnet Indonesia dan Australia NGO Cooperation Program (ANCP-AusAID), Denpasar.
Jayanti, E. 2008. Deskripsi dan Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Status HIV Seseorang di Jakarta dan Bali 2007, Skripsi, Fakultas Kesehatan Masyarakat UI: Jakarta
Hardisman, 2009. HIV/AIDS di Indonesia : Fenomena Gunung ES Dan Peranan Pelayanan Kesehatan Primer. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, Vol.3, No. 5, April 2009 : 236-240.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2006). STBP 2006: Surveilans Terpadu Biologis dan Perilaku. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Pedoman Nasional Tatalaksana Klinis Infeksi HIV dan Terapi Anti Retroviral. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan RI. (2014). Laporan Perkembangan HIV/AIDS Triwulan IV Tahun 2014. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan.
Kementerian Kesehatan RI, 2016. Laporan Perkembangan HIV/AIDS Triwulan III Tahun 2016.Jakarta: Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan.
Luthfiana, Y. (2012). Hubungan Pengetahuan dan Sikap terhadap Prilaku Berisiko HIV/AIDS Pada Pekerja Bagunan Proyek World Class Univercity Tahun 2012. Jakarta: Universitas Indonesia.
Marr, L. (1998). Sexually Transmitted Diseases : A Physician Tells You What You Need to Know. Maryland: The Johns Hopkins University Press.
Ma, Y-H, Ding, S-Q & Wang, C., 2008, “Vulnerability to HIV Infection and Related Health Risk Behaviors of the Out of School Adolescents Migrated with Their Parents to Beijing.” Biomedical and Environmental Sciences, vol. 21, pp. 404-10.
Maryunani, A., Aeman, U. 2009. Buku Saku Pencegahan Penularan HIV Dari Ibu Ke Bayi Penatalaksanaan Di Pelayanan Kebidanan, Jakarta : Trans Info Media.
Mubarak., Chayati., Rozikin., Supardi (2007). Promosi Kesehatan Sebuah Pengantar Proses Belajar Mengajar Dalam Pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu,
Muma, RD., Lyons, BA.,Barucki, MJ., Pollard, RB. 1997. HIV Manual Untuk Kesehatan, Jakarta :Buku Kedokteran EGC.
Naparudin. 2013. Gambaran Prilaku Berisiko terinfeksi HIV/AIDS pada pasien NAPZA di rumah sakit ketergantungan obat (RSKO) Jakarta tahun 2013, Jakarta: Universitas Islam syarif Hidayatullah.
Nugroho, Taufan. 2011. Buku Ajar Obstetri Untuk Mahasiswa Kebidanan .Yogyakarta : Nuhamedika.
Notoatmodjo, S. (2007). Promosi Kesehatan & Ilmu Prilaku. Jakarta: Rineka Cipta.
Noviana, N, 2016. Catatan Kuliah Kesehatan Reproduksi HIV-AIDS, Jakarta : Trans Info Media.
Pamungkasri, E.P., Probandari, A.N., Dewanti, M.I., Sekarhandini, P., 2011.
Kesediaan Pasien Tuberkulosis Melakukan Tes HIV pada Program Provider Initiated Testing and Counseling (PITC). 31(3):122-127
Pettifor. A., O’Brien. K., MacPhail. C., Miller. W.C., Rees. H. (2009). Early Coitaldebut and Associated HIV Risk Factors Among Young Women and men inSouth Africa. International Perspectives on Sexual and Reproductive Health,35(2), 74-82.
Puffer, E, Meade, C, Drabkin, A, Broverman, S, et al., 2011, “Individual and Family Level Psychosocial Correlates of HIV Risk Behavior Among Youth in Rural Kenya.” AIDS Behav., vol. 15, no. 6, pp. 1264-74.
Praptoraharjo, I., 2015. Menjadi Pengguna Narkoba Tinjauan Lifecourse Pada Pengguna Narkoba. Depok : Penelitian Pada Pusat Penelitian HIV-AIDS, Unika Adma Jaya.
Pratiwi, D.W., 2015. Pencegahan Penularan HIV Perempuan Pasangan Pengguna Narkoba Suntik Di Kota Semarang. Jurnal Permata Indonesia, Vol 6, No.1, Mei 2015 : 9-20.
Roza, R. 2013. Pola penyakit kulit pada pasien HIV/AIDS di hubungkan dengan kadar CD4 di Rumah sakit H. adamalik medan tahun 2013. Medan: USU.
Saleh, I., 2012. Faktor Risiko Infeksi HIV pada Usia Muda di Klinik Voluntary Counseling Testing (VCT) Yogyakarta. Tesis Fakultas Kedokteran UGM.
Yogyakarta
Saroha, P., 2009. Kesehatan Reproduksi Dan Kontrasepsi, Jakarta: Trans Info Media.
Sastroasmoro, S., Ismael, S., 2016.Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis Edisi Ke-5, Jakarta: SagungSeto.
Scorviani, V., Nugroho, T., 2011.Menungkap Tuntang 9 Jenis PMS (Penyakit Menular Seksual), Yogyakarta :Nuha Medika.
Simbayi, L, Kalichman, S, Jooste, S, Cherry, C, et al., 2005, “Risk factors for HIV-AIDS among youth in Cape Town, South Africa.” HIV-AIDS Behav., vol. 9, no. 1, pp. 53-61.
Sofa,M., 2013,Peranan Pengetahuan, Keyakinan dan Sikap Mengenai HIV-AIDS Terhadap Prilaku Seksual Remaja Di Kabupaten Bungo Tahun 2013. Jurnal IPTEK Terapan, V8.14, Juli 2015: 199-209.
Sumiati, 2016. Asuhan Keperawatan Pada Klien Penyalah Gunaan Dan Ketergantungan Napza, Jakarta : Trans Info Media.
Sturdevant, MS, Belzer, M, Weissman, G, Friedman, LB, et al., 2001, “The Relationship of Unsafe Sexual Behavior and the Characteristics of Sexual Partners of HIV Infected and HIV Uninfected Adolescent Females.” Journal of Adolescent Health, Vol. 29, No. 3s, pp. 64-71.
Tiniap, A. 2012. Hubungan Antara Usia Pertama Kali Berhubungan Seksual dengan Risiko Terinfeksi HIV pada Klien klinik VCT Manokwari Propinsi Papua Barat. Depok: Universitas Indonesia.
Triska, A., Gusrianai, N., 2016. Analisis Angka Reproduksi Dasar Model Matematika Penyebaran HIV Melalui Jarum Suntik Pada Populasi Pengguna Narkba.
Jurnal Matematika Integratif, Vol. 12, No. 1, April 2016: pp 59-66.
UNFPA, 2001, “Preventing HIV Infections in Young People.” HIV Prevention Now, Programme Brief, vol. 3, pp. 1-5.
Wahyuni, D.T., 2015. Faktor Yang Berhubungan Dengan Infeksi HIV/AIDS Pada Pengguna Napza Suntik (PENASUN) Di Kota Medan Analisis Data
Surveeilans Terpada Bioligis Dan Perilaku (STBP) 2011, Medan : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatra Utara.
WHO (2008).Global Burden of Disease Update 2004.Switzerland : WHO
WHO, UNODC, UNAIDS Technical Guide, 2012.For Countries to Set Targets for Universal Access to HIV Prevention,Treatment and Care for Injecting Drug Users. Switzerland : WHO
WHO, 2016.http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs360/en/
Yanti, 2011.Buku Ajar KesehatanReproduksi (Untuk Mahasiswa Kebidanan), Yogyakarta :Pustaka Rhima.
Zeth, AH., Asdie, AH., Ali, GM., Mansoden, J., 2010, Prilaku dan Risiko Penyakit HIV-AIDS Di Mayarakat Papua Studi Pengembangan Model Lokal Kebijakan HIV-AIDS. Jurnal Manajemen Kesehatan, Vol. 13, No. 4 Desember 2010:
206-219.
PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN Bapak/Ibu yang terhormat, bersama ini, saya
Nama Peneliti : MURYANI
Alamat : Jln. Jamin Ginting Gg. Garuda No.3 Kabanjah
Pekerjaan : Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara Peminatan Kesehatan Reproduksi
Menyampaikan permohonan kesediaan untuk menjadi responden dalam penelitian ini dengan judul “Determinan Faktor Risiko Yang Memengaruhi Infeksi HIV Pada Pecandu Narkoba Di Klinik Voluntary Counseling Testing (VCT) RSU Kabanjahe Kabupaten Karo Tahun 2017”.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan faktor yang memengaruhi infeksi HIV pada pecandu narkoba.
Prosedur dalam penelitian ini meminta kesediaan bapak/ibu untuk untuk mengisi kuesioner atau daftar pertanyaan. Semua data yang diperoleh bersifat rahasia dan hanya diketahui oleh peneliti atau tim peneliti serta tidak akan disebar-luaskan pada pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Bapak/ibu/ berhak untuk menolak atau mundur sebagai responden dalam penelitian ini bila ada hal yang dirasakan kurang berkenan dan tidak sesuai. Penelitian ini tidak bersifat membahayakan keselamatan baik secara fisik maupun psikologis dan juga bersifat sukarela serta tanpa paksaan.
Demikian informasi ini saya sampaikan, atas perhatian dan kerjasama yang baik diucapkan terima kasih.
Hormat Saya Peneliti
PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN
Judul penelitian : Determinan Faktor Risiko Yang Memengaruhi Infeksi HIV Pada Pecandu Narkoba Di KlinikVoluntary Counseling Testing (VCT) RSU Kabanjahe Kabupaten Karo Tahun 2017.
Saya yang bertanda tangan dibawah ini : Nama (Inisial) :
Alamat :
Menyatakan telah memahami penjelasan tentang tujuan, manfaat dan prosedur penelitian tentang: “Determinan Faktor Risiko Yang Memengaruhi Infeksi HIV Pada Pecandu Narkoba Di Klinik Voluntary Counseling Testing (VCT) RSU Kabanjahe Kabupaten Karo Tahun 2017 ”.
Kabanjahe, ……… 2017 Yang membuat penyataan
………
KUESIONER
“DETERMINAN FAKTOR RISIKO YANG MEMENGARUHI INFEKSI HIV PADA PECANDU NARKOBA DI KLINIK VOLUNTARY COUNSELING
TESTING (VCT) RSU KABANJAHE KABUPATEN KARO TAHUN 2017”
1 Berapa usia Anda saat ini? (sesuai ulang tahun terakhir)
……….tahun 98. Tidak ingat 2 Pendidikan tertinggi apa yang pernah/
saat ini sedang Anda tempuh?
1. Tidak sekolah
3 Apa status perkawinan Anda saat ini? 1. Belum kawin
Pilihlah atau isikan jawaban yang sesuai dengan jawaban dari responden
No Pertanyaan Pilihan Jawaban Jawaban
1 Apakah Anda pernah melakukan hubungan seksual berisiko?
0. Ya
1. Tidak (ke tabel E)
2 a. Berapa umur Anda ketika pertama kali melakukan hubungan seksual?
b. Siapa pasangan seksual Anda pertama kali?
Seks
5. Pria Penjaja Seks 6. Lain-lain...
3 Apa jenis hubungan seksual yang pernah Anda lakukan?
1. Sesama jenis 2. Lain jenis 3. Keduanya 4 Apakah pasangan seksual Anda, memiliki
pasangan seksual selain Anda?
0. Ya
1. Tidak/Tidak tahu 5 Dalam 6 bulan terakhir, apakah Anda
masih melakukan hubungan seksual?
0. Ya 1. Tidak 6 Dalam 6 bulan terakhir, berapa jumlah
pasangan seksual Anda?
0. ≥ 2 pasang 1. 1 pasang 7 Dalam 6 bulan terakhir, dengan siapa
Anda melakukan hubungan seksual?
8 Dalam 6 bulan terakhir, berapa kali Anda melakukan hubungan seksual?
1. < 6 kali 2. 6-12 kali 3. >12 kali 9 Dalam 6 bulan terakhir, setiap Anda
melakukan hubungan seksual, apakah Anda/pasangan menggunakan kondom?
0. Tidak pernah 1. Pernah
E. Prilaku Penggunaan Narkoba
Pilihlah atau isikan jawaban yang sesuai dengan jawaban dari responden
No Pertanyaan Pilihan Jawaban Jawaban
1 Sebagian orang menggunakan narkoba untuk bersenang-senang, apakah Anda pernah menggunakan narkoba?
0. Ya
1. Tidak (selesai)
2 Jenis narkoba yang digunakan pada setahun terakhir?
1. Shabu-shabu 2. Kokain
3. Putaw (heroin) 4. Ganja (marijuana) 5. Pil koplo/ekstasi 6. Lain-lain ……..
3 Apakah Anda bergantian menggunakan alat suntik dengan teman Anda ketika menggunakan narkoba suntik?
0. Ya 1. Tidak
Terima kasih atas partisipasi Anda
MASTER DATA PENELITIAN
No. Jenis
Kelamin Umur Pendidikan Status
Perkawinan Pekerjaan
21 1 1 1 0 1 0 1 1 2 0 0 1 2 2 1 0 1 1 0
49 1 1 0 0 1 0 1 1 2 1 0 0 1 3 1 0 1 1 1
50 1 1 0 0 1 0 0 6 2 1 0 1 6 3 0 0 0 1 1
51 1 1 1 0 1 0 1 1 2 1 0 0 2 2 1 0 1 1 1
52 1 0 1 0 1 0 1 1 2 1 0 1 1 2 0 0 1 1 1
53 0 1 0 0 1 0 1 6 2 1 0 1 6 2 1 0 0 0 1
54 1 1 0 0 1 0 0 5 2 0 0 0 5 3 1 0 0 0 1
55 1 0 1 0 1 0 1 1 2 1 0 1 1 2 0 0 1 1 1
56 1 1 0 0 1 0 1 1 2 1 0 1 1 2 1 0 1 1 1
57 1 0 0 1 1 0 1 2 2 1 0 0 4 3 1 0 0 0 1
58 1 1 1 0 1 0 0 1 2 1 0 1 1 2 0 0 1 1 1
59 1 1 0 0 1 0 0 6 2 1 0 1 6 2 1 0 1 1 1
60 1 1 0 0 1 0 1 4 2 0 0 0 4 2 1 0 1 1 1
Keterangan :
Jenis kelamin : 0 = Perempuan ; 1 = Laki-laki
Perilaku seks : usia pertama kali melakukan hubungan seksual (2a) : 0 = ≥20 tahun ; 1 = <20 tahun
Umur : 0 = <35 tahun ; 1 = ≥35 tahun Jumlah pasangan seks (7) : 0 = ≥2 pasang ; 1 = 1 pasang
Pendidikan : 0 = Pendidikan dasar ; 1 = Pendidikan lanjut Penggunaan kondom (10) : 0 = Tidak pernah ; 1 = Pernah
Status perkawinan : 0 = Kawin/duda/cerai ; 1 = Belum kawin
Penggunaan kondom : Jenis narkoba yang digunakan (2) : 0 = Narkoba suntik ; 1 = Narkoba non suntik
Pekerjaan : 0 = Tidak bekerja ; 1 = Bekerja Infeksi HIV : 0 = Reaktif ; 1 = Non reaktif
HASIL UJI STATISTIK
ANALISIS UNIVARIAT KASUS
Demografi
sex
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Perempuan 8 24,2 24,2 24,2
Laki-laki 25 75,8 75,8 100.0
Total 33 100.0 100.0
HIV
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Reaktif 33 100.0 100.0 100.0
Umur
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid <35 tahun 19 57.6 57.6 57.6
>=35 tahun 14 42.4 42.4 100.0
Total 33 100.0 100.0
Pendidikan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Pendidikan dasar 9 27.3 27.3 27.3
Pendidikan lanjut 24 72.7 72.7 100.0
Total 33 100.0 100.0
Status perkawinan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Kawin/duda/cerai 28 84.8 84.8 84.8
Belum kawin 5 15.2 15.2 100.0
Total 33 100.0 100.0
Pekerjaan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Bekerja 33 100.0 100.0 100.0
Penggunaan Narkoba
pn1
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ya 33 100.0 100.0 100.0
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ya 18 54.5 54.5 54.5
Tidak 15 45.5 45.5 100.0
Total 33 100.0 100.0
Perilaku seks
ps1
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ya 33 100.0 100.0 100.0
ps2a
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid <20 tahun 23 69.7 69.7 69.7
>=20 tahun 10 30,3 30,3 100.0
Total 33 100.0 100.0
ps2b
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Sesama jenis 2 6.1 6.1 6.1
Lain jenis 24 72.7 72.7 78.8
Keduanya 7 21.2 21.2 100.0
Total 33 100.0 100.0
Ps4
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ya 30 90.9 90.9 90.9
Tidak/Tidak tahu 3 9.1 9.1 100.0
Total 33 100.0 100.0
Ps5
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ya 33 100.0 100.0 100.0
Ps6
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid >=2 pasang 25 75.8 75.8 75.8
1 pasang 8 24.2 24.2 100.0
Total 33 100.0 100.0
Ps7
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid 6-12 kali 15 45.5 45.5 45.5
>12 kali 18 54.5 54.5 100.0
Total 33 100.0 100.0
Ps9
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 22 66.7 66.7 66.7
Kadang-kadang, sering atau selalu 11 33.3 33.3 100.0
Total 33 100.0 100.0
KONTROL Demografi
Sex
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Perempuan 2 6,1 6,1 6,1
Laki-laki 31 93,9 93,9 100.0
Total 33 100.0 100.0
HIV
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Non reaktif 33 100.0 100.0 100.0
Umur
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid <35 tahun 11 33.3 33.3 33.3
>=35 tahun 22 66.7 66.7 100.0
Total 33 100.0 100.0
pendidikan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Pendidikan dasar 16 48.5 48.5 48.5
Pendidikan lanjut 17 51.5 51.5 100.0
Total 33 100.0 100.0
Status perkawinan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Kawin/duda/cerai 26 78.8 78.8 78.8
Belum kawin 7 21.2 21.2 100.0
Total 33 100.0 100.0
Pekerjaan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Bekerja 33 100.0 100.0 100.0
Penggunaan Narkoba
pn1
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ya 33 100.0 100.0 100.0
pn2
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
Perilaku Seks
ps1
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ya 33 100.0 100.0 100.0
ps2a
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid <20 tahun 15 54.5 54.5 54.5
>=20 tahun 18 45.5 45.5 100.0
Total 33 100.0 100.0
ps2b
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Istri 16 48.5 48.5 48.5
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Lain jenis 33 100.0 100.0 100.0
Ps4
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ya 3 9.1 9.1 9.1
Tidak/Tidak tahu 30 90.9 90.9 100.0
Total 33 100.0 100.0
Ps5
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ya 33 100.0 100.0 100.0
Ps6
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid >=2 pasang 12 36.4 36.4 36.4
1 pasang 21 63.6 63.6 100.0
Total 33 100.0 100.0
Ps7
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Istri 11 33.3 33.3 33.3
Teman perempuan 6 18.2 18.2 51.5
Teman laki-laki 4 12.1 12.1 63.6
Wanita penjaja seks 4 12.1 12.1 75.8
Pria penjaja seks 2 6.1 6.1 81.8
Lain-lain 6 18.2 18.2 100.0
Total 33 100.0 100.0
Ps8
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid 6-12 kali 22 66.7 66.7 66.7
>12 kali 11 33.3 33.3 100.0
Total 33 100.0 100.0
Ps9
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 10 30.3 30.3 30.3
Kadang-kadang, sering atau selalu 23 69.7 69.7 100.0
Total 33 100.0 100.0
ANALISIS MULTIVARIAT
Logistic Regression
Case Processing Summary
Unweighted Casesa N Percent
Selected Cases Included in Analysis 66 100.0
Missing Cases 0 .0
Total 66 100.0
Unselected Cases 0 .0
Total 66 100.0
a. If weight is in effect, see classification table for the total number of cases.
Dependent Variable Encoding
Original Value Internal Value
Reaktif 0
Non reaktif 1
Block 1: Method = Backward Stepwise (Likelihood Ratio)
Omnibus Tests of Model Coefficients
a. A negative Chi-squares value indicates that the Chi-squares value has decreased from the previous step.
Model Summary
a. Estimation terminated at iteration number 6 because parameter estimates changed by less than .001.
b. Estimation terminated at iteration number 5 because parameter estimates changed by less than .001.
Variables in the Equation
a. Variable(s) entered on step 1: sex, umur, didik, ps2a, ps6, ps9, pn2.
Model if Term Removed
a. Variable(s) removed on step 2: didik.
b. Variable(s) removed on step 3: umur.
c. Variable(s) removed on step 4: ps2a.
Block 0: Beginning Block
Classification Tablea,b
Observed
Predicted HIV
Percentage Correct Reaktif Non reaktif
Step 0 HIV Reaktif 0 33 .0
Non reaktif 0 33 100.0
Overall Percentage 50.0
a. Constant is included in the model.
b. The cut value is .500
Variables in the Equation
B S.E. Wald df Sig. Exp(B)
Step 0 Constant .000 .246 .000 1 1.000 1.000
Variables not in the Equation
Score df Sig.
Step 0 Variables Sex 4.243 1 .039
Umur 3.911 1 .048
Didik 3.155 1 .076
ps2a 3.970 1 .046
Ps6 10.395 1 .001
Ps9 8.735 1 .003
pn2 7.584 1 .006
Overall Statistics 27.431 7 .000