• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 6. KESIMPULAN DAN SARAN

6.2. Saran

Penelitian ini memperoleh hasil bahwa program ronde klinis keperawatan yang telah dikembangkan berdampak positif terhadap kepuasan pasien dan kepuasan kerja perawat. Untuk itu diharapkan bagi administrator keperawatan agar mempertimbangkan pengambilan kebijakan dalam mengadopsi program ronde klinis keperawatan di RSUD Kota Padangsidimpuan sebagai acuan bagi perawat dalam menerapkan program ronde klinis keperawatan di seluruh ruang rawat inap. Selain itu juga diharapkan peran aktif dari kepala ruangan untuk memotivasi staf keperawatan dalam pelaksanaan ronde klinis keperawatan ini. Hasil penelitian ini juga dapat digunakan sebagai bentuk kegiatan patient safety

dalam rangka mempersiapkan akreditasi rumah sakit selanjutnya.

Untuk menjamin kontinuitas pelaksanaan program ronde klinis keperawatan di ruang rawat inap, maka diharapkan bagi perawat administrator beserta tim ronde keperawatan agar melakukan supervisi dan evaluasi secara teratur. Selain itu diperlukan juga pertemuan dengan kepala ruangan untuk membahas kendala yang ditemui dalam pelaksanaan ronde klinis keperawatan ini.

Bagi pendidikan keperawatan, hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan referensi dalam proses pembelajaran sehingga dapat mempersempit kesenjangan antara teori dan praktek dalam ilmu administrasi keperawatan. Bagi mahasiswa keperawatan yang sedang melaksanakan praktek

lapangan di ruang rawat inap RSUD Kota Padangsidimpuan, diharapkan dapat menggunakan alur ronde klinis keperawatan sebagai pedoman dalam melaksanakan ronde klinis keperawatan.

Bagi perkembangan riset keperawatan selanjutnya, penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar bagi penelitian selanjutnya. Mengingat bahwa ronde keperawatan memiliki 4 tipe dan dalam penelitian hanya 1 tipe ronde keperawatan yang dikembangkan maka diharapkan penelitian selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ronde keperawatan untuk ketiga tipe ronde keperawatan yang lainnya. Selain itu diharapkan bagi penelitian selanjutnya agar melakukan penelitian action research dalam beberapa siklus dan melakukan tahap

DAFTAR PUSTAKA

American Nursing Association (2013). What is nursing? Diakses melalui Februari 2013.

Bates, J. (2011). Round again. Nursing Standard, 25(27), 2-8.

Berg, K., Sailors, C., Reimer, R., O’Brien, Y. dan Ward-Smith, P. (2011). Hourly rounding with a purpose.The IOWA Nurse Reporter, 12-14.

Blakley, D., Kroth, M. dan Gregson, J. (2011). The impact of nurse rounding on patient satisfaction in a medical-surgical hospital unit. MEDSURG Nursing, 20(6), 327-332.

Close, A. dan Castledine, G. (2005). Clinical rounds part 1: matrons’ rounds.

British Journal of Nursing, 14(15), 816-817.

Close, A. dan Castledine, G. (2005). Clinical rounds part 2: nurse management rounds. British Journal of Nursing, 14(16), 872-874.

Castledine, G. dan Grainger, M., Close, A. (2005). clinical rounds part 3: patient comfort round. British Journal of Nursing, 14(17), 928-930.

Close, A. dan Castledine, G. (2005). Clinical rounds part 4: teaching rounds for nurses. British Journal of Nursing, 14(18), 982-983.

Collins (2013). Collins Cobulid Advanced Dictionary of English. Diakses melalui

Cossette, S., Cara, C., Ricard, N. & Pepin, J. (2005). Assessing nurse–patient interactions from a caring perspective: report of the development and preliminary psychometric testing of the Caring Nurse–Patient Interactions Scale. International Journal of Nursing Studies, 42, 673–686.

Ford, B.M. (2010). Hourly rounding : a strategy to improve patient satisfaction scores. MEDSURG Nursing, 19(3), 188-191.

Gardner, G., Wollet, K., Daly, N., dan Richardson, B. (2009). Measuring the effect of patient comfort rounds on practice environment and patient satisfaction : A pilot study. International Journal of Nursing Practice, 15(4), 287-293.

Holter, I. M., & Schwartz-Barcott, D. (1993). Action research: What is it? How has it been used and how can it be used in nursing?. Joumal of Advanced Nursing, 18, 298–304.

Kemenkes (2013). Data rumah sakit online. Diakses melalui 2013.

Kemmis, S dan McTaggart, R. (1988). The action research planner. (3rd ed.). Geelong: Deakin.

Kessler, K., Claude-Gutekunst, M., Donchez, A.M., Dries, R.F. dan Snyder, M.M. (2012). The merry-go-round of patient rounding : assure your patients get the brass ring. MEDSURG Nursing, 21(4), 240-245.

Lincoln, Y.S., dan Guba, E.G. (1985). Naturalistic inquiry. Newbury Park. CA : Sage Publication.

Meade, C.M., Bursell, A.L., dan Ketelsen, L. (2006). Effects of nursing rounds on patients’ call light use, satisfaction and safety. American Journal of Nursing, 106(9), 58-71.

Nancy, F., (2009), Pengaruh nursing round terhadap kepuasan pasien pada pelayanan keperawatan di ruang rawat inap RS MMC Jakarta. Tesis Magister Keperawatan UI.

Olrich, T., Kalman, M., dan Nigolian, C. (2012). Hourly rounding : a replication study. MEDSURG Nursing, 21(1), 23-36.

Otani, K., Kurz, R. dan Barney, S.M. (2004). The Impact of nursing care and other healthcare attributes on hospitalized patient satisfaction and behavioral intentions. Journal of Healthcare Management, 49(3), 181-197. Peschman, P. A. L (2010). Development of a nursing care management for

community-dwelling individuals with heart failure. Doctor of nursing practice systems changes projects. St. Catherine University, St. Paul, Minnesota.

Polit, D. F. dan Beck, C. T. (2008). Nursing research: generating and assessing evidence for nursing practice 8-th edition. Philadelphia : Lippincott Williams and Wilkins.

RSUD Kota Padangsidimpuan (2012). Profil Rumah Sakit Umum Daerah Kota Padangsidimpuan. Tidak dipublikasikan.

Saleh, B.S., Nusair, H., Zubadi, NAL., Al-Shloul, S. dan Saleh, U. (2011). The nursing round system : effect of patient’s call light use, bed sores, fall and satisfaction level. International Journal of Nursing Practice, 17, 299-303. Saleh, Z., (2012), Pengaruh ronde keperawatan terhadap kepuasan kerja perawat

pelaksana di ruang rawat inap RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Tesis Master Keperawatan UI.

Setiawan, Hattakhit, U., Boonyoung, N. dan Engebretson, J., C. (2010). Creating a caring atmosphere in a insentive stroke care unit in indonesia: an action research approach. The Malaysian Journal Of Nursing, 2(2).

Setiawan. (2012). Materi workshop analisis data kualitatif. Disampaikan pada kegiatan workshop analisis data kualitatif oleh Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Tidak dipublikasi.

Shaner-Mc Rae (2007). Notes on nursing. Diakses melalui

pada 3 Januari 2013.

Spradley, J. (1980). Participant Observation. New York: Holt, Rinehart, and Winston.

Studer Group (2007). Hourly rounding supplement. Diakses melalui

Swansburg, R. (2001). Management and leadership for nurse managers (2nd ed.). Sudbury, MA: Jones and Barlett.

Tea, C., Ellison, M., dan Feghali, F., (2008). Proactive patient rounding to increase customer service and satisfaction on an ortopaedic unit.

Orthopedic nursing, 27(4), 233-240.

Wagner D. & Bear M. (2009) Patient satisfaction with nursing care: a concept analysis within a nursing framework. Journal of Advanced Nursing 65(3), 692–701.

Waterman (2001). Action research : a systematic review and guidance for assessment. Health Technology Assassment, 5(23).

Watson, J. (1979) Nursing: The philosophy and science of caring. Boston: Little, Brown and Company.

Watson, J. (1999). Nursing: human science and human care. a theory of nursing.

National League for Nursing New York.

Webb, C. (1989). Action research: philosophy, methods and personal experiences.

Journal of Advance Nursing, 14, 403-410.

Woolley J., Perkins, R., Laird, P., Palmer, J., Schitter, M.B., Tarter, K., George, M., Atkinson, G., McKinney, K., dan Woolsey, M. (2012). Relationship-

based care: implementing a caring, healing environment. MEDSURG

Nursing, 21(3), 179-184.

Zaragoza S. A., (2001) Implementing the nursing process in a teaching hospital ward: an action research study. PhD thesis, University of Glasgow, Canada.

Dokumen terkait