BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
Dapat dilakukan penelitian lebih lanjut terkait pengembangan bentuk sediaan farmasi yang mengandung senyawa aktif teh hijau sehingga poten digunakan sebagai antibakteri terhadap bakteri S. mutans dan menjadi terapi alternatif penyakit karies gigi akibat infeksi bakteri yang dapat digunakan secara mudah oleh masyarakat, misalnya sediaan pasta gigi ataumouthwash.
DAFTAR PUSTAKA
Ahtha, I.A.P., 2012, Perbandingan Daya Antibakteri Pasta Gigi dan Mouthwash
Infusa Teh Hijau terhadap Streptococcus mutans, Skripsi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Ainiyah, U., 2006, Pola Produksi Enzim Glukosiltransferase oleh Streptococcus mutans yang Diisolasi dari Karies Gigi Manusia, Skripsi, Universitas Airlangga, Surabaya.
Alaluusua, S., dan Renkonen, O., 2010, Streptococcus mutans Establishment and Dental Caries Experience in Children From 2 to 4 Years Old,
http://www3.interscience.wiley.com/journal/119551622/abstract?CRETR Y=1&SRETRY=0, diakses 22 Februari 2011.
Alschuler, L., 1998, Green Tea: Healing Tonic,Am J Natur Med., 5: 28-31.
Bresson, W., dan Borges., M.T., 2004, Delivery Methods for Introducing Endophitic Bacteria into Maize,Biocontrol, 49: 315-322.
Bridson, E.Y., 1998, The Oxoid Manual, 8th Ed., 2-161, Oxoid Limited, Wade Road, Basingstoke, Hampshire, RG24 BPW, England.
Cahyati, W.H., 2005, Beberapa Faktor Yang Berhubungan Dengan Karies Gigi Pada Lanjut Usia (Studi Kasus Di Panti Wreda Kota Semarang),
KEMAS., 1 (1): 22-30.
Chopade, V., Phatak, A., Upaganlawer, A., dan Tankar, A., 2008, Green tea (Camellia sinensis): Chemistry, Traditional, Medicinal Uses and Its Pharmacological Activities–A Review.Pharmacog Rev,2 (3): 157-162. Dahlan, M.S., 2009, Statistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan, 83-95, Penerbit
Salemba Medika, Jakarta.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1986, Sediaan Galenik, 6-9, 16-17, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1995, Farmakope Indonesia IV, 9, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Dulloo, A.G., Duret, C., dan Rohrer, D., 1999, Efficacy of a Green Tea Extract Rich in Catechin Polyphenols and Caffeine in Increasing 24-h Energy Expenditure and Fat Oxidation in Humans, Am J Clin Nutrition, 70: 1040-1045.
Ermer, J., and Miller, J.H., 2005, Method Validation in Pharmaceutical Analysis, 25, WILEY-VCH Verlag GmbH & Co. KGaA, Weinheim.
Genco, R.J., Goldman, H.M., dan Cohen, D.W., 1990, Contemporary Periodontics, 117-134, CV Mosby Company, Philadelphia.
Graham, H.N., 1992, Green Tea Composition, Consumption, and Polyphenol Chemistry, Prev Med., 21: 334-350.
Hamilton-Miller, J.M.T., 1995, Antimicrobial Properties of Tea (Camellia sinensis L.), Antimicrobial Agents and Chemotherapy., 39 (11): 2375-2377.
Handajani, J., 2002, Pengaruh Ekstrak Daun Teh Segar (Camellia sinensis) Konsentrasi 2% terhadap Pembentukan Plak Gigi, http://i-lib.ugm.ac.id/jurnal/download.php?dataId=4060, diakses 22 Februari 2011.
Hartoyo, A., 2003,Teh dan Khasiatnya Bagi Kesehatan: Sebuah Tinjauan Ilmiah, 11-15, Kanisius, Yogyakarta.
Holt, G.J., Krieg, R.N., Sneath, A.H.P., Staley, T.J., dan Williams, T.S., 2000,
Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology, 9th Ed., 532, 554,
Lippincott Williams & Wilkins USA.
Irianto, K., 2006,Mikrobiologi Menguak Dunia MikroorganismeJilid 1, 126-127, 217, 246, CV. Yrama Widya, Bandung.
Islam, B., Khan, S.N., dan Khan, A.U., 2007, Dental Caries: From Infection to Prevention,Med Sci Monit., 13 (11) : 196-203.
Jawetz, Melnick, J.L., dan Adelberg, E.A., 1991, Medical Microbiology, 154-155, Appleton dan Lange, California.
Jawetz, Melnick, J.L., dan Adelberg, E.A., 2007, Mikrobiologi Kedokteran, 23, 170, Penerbit EGC, Jakarta.
Katiyar, S.K., dan Mukhtar H., 1997, Tea Antioxidants in Cancer Chemoprevention,J Cell Biochem., 27: 59-67.
Kidd, E.A.M., dan Bechal, S.J., 1992, Dasar-dasar Karies Penyakit dan Penanggulangannya, 3-10, 66-96, 142, Penerbit EGC, Jakarta.
Lay, W.B., 1994, Analisis Mikroba di Laboratorium, 52,82-87,159,165, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Lasmayanty, M., 2007, Potensi Antibakteri Propolis Lebah Madu Trigona spp. terhadap Bakteri Kariogenik (Streptococcus mutans), Skripsi, 1-32, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
McKane, L., dan Kandel, J., 1996, Microbiology: Essentials and Applications, 397-398, McGraw Hill Inc, New York.
Panjaitan, M., 1997, Etiologi Karies Gigi dan Penyakit Periodontal, 7-25, USU Press, Medan.
Parwata I.M.O.A., dan Dewi P.F.S., 2008, Isolasi dan Uji Aktifitas Antibakteri Minyak Atsiri dari Rimpang Lengkuas (Alpinia galanga L.), Jurnal Kimia., 2 (2): 100-104.
Petti, S., and Scully, C., 2009, Polyphenols, oral health and disease: A review,
http://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/s0024-3205(05)01241-5, diakses 22 Februari 2011.
Pratikno, H., 2003, Pengaruh Daya Antibakterial Teh Hijau dalam Mencegah Karies Gigi,Skripsi, 1-32, Universitas Sumatra Utara, Medan.
Pratiwi, S.T., 2008, Mikrobiologi Farmasi, 110, 188, 190, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Radji, M., 2010, Buku Ajar Mikrobiologi: Panduan Mahasiswa Farmasi & Kedokteran, 40, Penerbit EGC, Jakarta.
Rustanti, E., 2009, Uji Efektivitas Antibakteri dan Identifikasi Senyawa Katekin Hasil Isolasi dari Daun Teh (Camellia sinensisL. var.Assamica),Skripsi, 1-99, Universitas Islam Negeri, Malang.
Sandler, R., 2010,The Inhibitory Effects of Green Tea (Camellia sinensis) on The Growth and Proliferation of Oral Bacteria,
http://depts.drew.edu/govschl/NJGSS2010/Journal/TeamPapers/Team3.p df, diakses 22 Februari 2011.
Setyamidjaja, D., 2000, Teh: Budidaya dan Pengolahan Pascapanen, 16-18, Kanisius, Yogyakarta.
Sinija, V.R., and Mishra, H.N., 2008, Green Tea: Health Benefits, Journal of Nutritional and Environmental Medicine., 17 (4): 232-242.
Sulistia, G., 1995, Farmakologi dan Terapi Edisi IV Bagian Farmakologi, 571-583, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.
Suseno, H., 1977, Beberapa Aspek Fisiologi Tanaman Teh, Warta Balai Penelitian Teh dan Kina., 3 (4): 263-268.
Tuminah, S., 2008, Teh Sebagai Salah Satu Sumber Antioksidan, http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/144_16AntioxidantTea.pdf/144_16 AntioxidantTea.html, diakses 22 Februari 2011.
Zaveri, N.T., 2005,Green Tea and Its Polyphenolic Catechins: Medicinal Uses in Cancer and Noncancer Applications, http://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/s0024-3205(05)01241-5, diakses 22 Februari 2011.
Lampiran 1. Surat identifikasi teh hijau dari Perkebunan Teh Rumpun Sari Medini Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah
Lampiran 2. Kadar EGCG dalam infusa teh hijau dengan metode KLT Densitometri oleh LPPT UGM
Lampiran 3. Prosedur kerja pembuatan serbuk dan infusa teh hijau dengan berbagai variasi konsentrasi EGCG oleh LPPT UGM
Lampiran 4. Certificate of Analysis (CoA) pembuatan infusa teh hijau dengan berbagai variasi konsentrasi EGCG oleh LPPT UGM
Lampiran 5. Hasil uji kemurnian isolat bakteri uji S. mutans, pembuatan stok kultur murni bakteri uji, dan pengecatan Gram bakteri uji S. mutans
Keterangan:
A: Isolasi kultur bakteri S. mutans dari Lab. Mikrobiologi USD B: Reisolasi 1 kultur bakteri S. mutans dari Lab. Mikrobiologi USD C: Reisolasi 2 kultur bakteri S. mutans dari Lab. Mikrobiologi USD D: Stok kultur murni bakteri S. mutans dalam media Nutrien Agar miring
E: Pengecatan gram bakteri uji S. mutans berbentuk coccus berantai (Gram positif berwarna ungu) A B C D E
Lampiran 6. Hasil uji identifikasi bakteri uji S. mutans a. Hasil uji Oksidasi-Fermentasi (O-F)
Keterangan:
A: Perlakuan uji OF tanpa parafin berwarna kuning B: Kontrol uji OF tanpa parafin berwarna hijau C: Perlakuan uji OF parafin berwarna kuning D: Kontrol uji OF parafin berwarna hijau
Kesimpulan: bakteri uji S. mutans bersifat fakultatif anaerob, dan memproduksi asam hasil fermentasi dan oksidasi dekstrosa.
b. Hasil uji Methyl red (MR)
Keterangan:
A: Perlakuan uji Methyl red (MR) berwarna merah B: Kontrol uji Methyl red (MR) berwarna kuning bening
Kesimpulan: bakteri uji S. mutans memproduksi asam hasil fermentasi glukosa. A
B C D
c. Hasil uji Voges Proskauer (VP)
Keterangan:
A: Kontrol uji VP berwarna hijau kehitaman B: Perlakuan uji VP berwarna merah oranye
Kesimpulan: bakteri uji S. mutans memproduksi asam hasil fermentasi glukosa. d. Hasil uji Triple Sugar Iron Agar (TSIA)
Keterangan:
A: Perlakuan uji TSIA berwarna kuning B: Kontrol uji TSIA berwarna merah oranye
Kesimpulan: bakteri uji S. mutans memproduksi asam hasil fermentasi laktosa, sukrosa, dan dekstrosa.
A
B
Lampiran 7. Hasil uji sterilitas infusa teh hijau Keterangan: A: Konsentrasi EGCG 0,25 mg/ mL B: Konsentrasi EGCG 0,5 mg/ mL C: Konsentrasi EGCG 0,75 mg/ mL D: Konsentrasi EGCG 1 mg/ mL E: Konsentrasi EGCG 2,5 mg/ mL F: Konsentrasi EGCG 5 mg/ mL G: Konsentrasi EGCG 7,5 mg/ mL A C D G B F E
Lampiran 8. Hasil uji potensi antibakteri infusa teh hijau terhadap S. mutans a. Replikasi 1
Keterangan:
A: kontrol media Nutrien agar (NA) B: kontrol pertumbuhan bakteri uji C: kontrol (+) EGCG 0,25 mg/ mL D: kontrol (+) EGCG 0,5 mg/ mL E: kontrol (+) EGCG 0,75 mg/ mL F: kontrol (+) EGCG 1 mg/ mL G: kontrol (+) EGCG 2,5 mg/ mL H: kontrol (+) EGCG 5 mg/ mL I: kontrol (+) EGCG 7,5 mg/ mL J: kontrol (-) pelarut aquadest
1: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 0,25 mg/ mL
2: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 0,5 mg/ mL
3: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 0,75 mg/ mL
4: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 1 mg/ mL
5: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 2,5 mg/ mL
6: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 5 mg/ mL
7: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 7,5 mg/ mL A B C D E F 1 3 4 5 J G H I 2 6 7 J
b. Replikasi 2
Keterangan:
A: kontrol media Nutrien agar (NA) B: kontrol pertumbuhan bakteri uji C: kontrol (+) EGCG 0,25 mg/ mL D: kontrol (+) EGCG 0,5 mg/ mL E: kontrol (+) EGCG 0,75 mg/ mL F: kontrol (+) EGCG 1 mg/ mL G: kontrol (+) EGCG 2,5 mg/ mL H: kontrol (+) EGCG 5 mg/ mL I: kontrol (+) EGCG 7,5 mg/ mL J: kontrol (-) pelarut aquadest
1: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 0,25 mg/ mL
2: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 0,5 mg/ mL
3: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 0,75 mg/ mL
4: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 1 mg/ mL
5: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 2,5 mg/ mL
6: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 5 mg/ mL
7: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 7,5 mg/ mL A B G H I 2 3 7 J C D E F 1 4 C 5 6 J
c. Replikasi 3
Keterangan:
A: kontrol media Nutrien agar (NA) B: kontrol pertumbuhan bakteri uji C: kontrol (+) EGCG 0,25 mg/ mL D: kontrol (+) EGCG 0,5 mg/ mL E: kontrol (+) EGCG 0,75 mg/ mL F: kontrol (+) EGCG 1 mg/ mL G: kontrol (+) EGCG 2,5 mg/ mL H: kontrol (+) EGCG 5 mg/ mL I: kontrol (+) EGCG 7,5 mg/ mL J: kontrol (-) pelarut aquadest
1: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 0,25 mg/ mL
2: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 0,5 mg/ mL
3: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 0,75 mg/ mL
4: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 1 mg/ mL
5: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 2,5 mg/ mL
6: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 5 mg/ mL
7: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 7,5 mg/ mL A B C D E F 1 3 4 7 J G H I 2 5 6 J
d. Replikasi 4
Keterangan:
A: kontrol media Nutrien agar (NA) B: kontrol pertumbuhan bakteri uji C: kontrol (+) EGCG 0,25 mg/ mL D: kontrol (+) EGCG 0,5 mg/ mL E: kontrol (+) EGCG 0,75 mg/ mL F: kontrol (+) EGCG 1 mg/ mL G: kontrol (+) EGCG 2,5 mg/ mL H: kontrol (+) EGCG 5 mg/ mL I: kontrol (+) EGCG 7,5 mg/ mL J: kontrol (-) pelarut aquadest
1: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 0,25 mg/ mL
2: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 0,5 mg/ mL
3: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 0,75 mg/ mL
4: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 1 mg/ mL
5: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 2,5 mg/ mL
6: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 5 mg/ mL
7: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 7,5 mg/ mL A B G H I J 5 4 2 C D E F J 7 6 3 1
e. Replikasi 5
Keterangan:
A: kontrol media Nutrien agar (NA) B: kontrol pertumbuhan bakteri uji C: kontrol (+) EGCG 0,25 mg/ mL D: kontrol (+) EGCG 0,5 mg/ mL E: kontrol (+) EGCG 0,75 mg/ mL F: kontrol (+) EGCG 1 mg/ mL G: kontrol (+) EGCG 2,5 mg/ mL H: kontrol (+) EGCG 5 mg/ mL I: kontrol (+) EGCG 7,5 mg/ mL J: kontrol (-) pelarut aquadest
1: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 0,25 mg/ mL
2: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 0,5 mg/ mL
3: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 0,75 mg/ mL
4: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 1 mg/ mL
5: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 2,5 mg/ mL
6: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 5 mg/ mL
7: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 7,5 mg/ mL A B C D E F 1 5 6 7 J G H I 2 3 4 J
f. Replikasi 6
Keterangan:
A: kontrol media Nutrien agar (NA) B: kontrol pertumbuhan bakteri uji C: kontrol (+) EGCG 0,25 mg/ mL D: kontrol (+) EGCG 0,5 mg/ mL E: kontrol (+) EGCG 0,75 mg/ mL F: kontrol (+) EGCG 1 mg/ mL G: kontrol (+) EGCG 2,5 mg/ mL H: kontrol (+) EGCG 5 mg/ mL I: kontrol (+) EGCG 7,5 mg/ mL J: kontrol (-) pelarut aquadest
1: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 0,25 mg/ mL
2: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 0,5 mg/ mL
3: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 0,75 mg/ mL
4: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 1 mg/ mL
5: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 2,5 mg/ mL
6: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 5 mg/ mL
7: infusa teh hijau yang mengandung EGCG 7,5 mg/ mL A B G H I 3 2 A 4 J C D F E 1 A 6 7 J 5
Lampiran 9. Diameter zona hambat yang dihasilkan pada uji potensi antibakteri infusa teh hijau dengan berbagai variasi konsentrasi EGCG terhadap S.mutans dengan difusi paper disc
Konsentrasi EGCG dalam infusa teh hijau (mg/ mL)
Diameter zona hambat (mm)
Rep. 1 Rep. 2 Rep. 3 Rep. 4 Rep. 5 Rep. 6 0,25 6,00 6,00 6,00 7,00 6,00 6,00 0,5 8,00 8,00 8,00 9,00 8,00 9,00 0,75 9,00 8,00 10,00 9,00 9,00 9,00 1 10,00 10,00 11,00 11,00 10,00 11,00 2,5 11,00 12,00 11,00 11,00 12,00 12,00 5 11,00 13,00 11,00 13,00 12,00 12,00 7,5 12,00 12,00 14,00 13,00 13,00 12,00
Lampiran 10. Data uji Post-hoc diameter zona hambat yang dihasilkan pada uji potensi antibakteri infusa teh hijau dengan berbagai variasi konsentrasi EGCG terhadap S. mutans dengan difusi paper disc Multiple Comparisons (I) perlaku an (J) perlaku an Mean Difference
(I-J) Std. Error Sig.
95% Confidence Interval
Lower Bound Upper Bound 0 1 .01596 .01722 .359 -.0188 .0508 2 .19427* .01722 .000 .1595 .2291 3 .23526* .01722 .000 .2005 .2701 4 .31426* .01722 .000 .2795 .3491 5 .35783* .01722 .000 .3230 .3926 6 .37653* .01722 .000 .3417 .4113 7 .40135* .01722 .000 .3665 .4361 1 0 -.01596 .01722 .359 -.0508 .0188 2 .17831* .01722 .000 .1435 .2131 3 .21930* .01722 .000 .1845 .2541 4 .29830* .01722 .000 .2635 .3331 5 .34187* .01722 .000 .3071 .3767
6 .36057* .01722 .000 .3258 .3954 7 .38539* .01722 .000 .3506 .4202 2 0 -.19427* .01722 .000 -.2291 -.1595 1 -.17831* .01722 .000 -.2131 -.1435 3 .04099* .01722 .022 .0062 .0758 4 .11999* .01722 .000 .0852 .1548 5 .16355* .01722 .000 .1288 .1984 6 .18226* .01722 .000 .1475 .2171 7 .20707* .01722 .000 .1723 .2419 3 0 -.23526* .01722 .000 -.2701 -.2005 1 -.21930* .01722 .000 -.2541 -.1845 2 -.04099* .01722 .022 -.0758 -.0062 4 .07900* .01722 .000 .0442 .1138 5 .12257* .01722 .000 .0878 .1574 6 .14127* .01722 .000 .1065 .1761 7 .16609* .01722 .000 .1313 .2009 4 0 -.31426* .01722 .000 -.3491 -.2795 1 -.29830* .01722 .000 -.3331 -.2635 2 -.11999* .01722 .000 -.1548 -.0852 3 -.07900* .01722 .000 -.1138 -.0442 5 .04356* .01722 .015 .0088 .0784 6 .06227* .01722 .001 .0275 .0971 7 .08708* .01722 .000 .0523 .1219 5 0 -.35783* .01722 .000 -.3926 -.3230 1 -.34187* .01722 .000 -.3767 -.3071 2 -.16355* .01722 .000 -.1984 -.1288 3 -.12257* .01722 .000 -.1574 -.0878 4 -.04356* .01722 .015 -.0784 -.0088 6 .01870 .01722 .284 -.0161 .0535 7 .04352* .01722 .016 .0087 .0783 6 0 -.37653* .01722 .000 -.4113 -.3417 1 -.36057* .01722 .000 -.3954 -.3258 2 -.18226* .01722 .000 -.2171 -.1475 3 -.14127* .01722 .000 -.1761 -.1065 4 -.06227* .01722 .001 -.0971 -.0275 5 -.01870 .01722 .284 -.0535 .0161 7 .02482 .01722 .157 -.0100 .0596 7 0 -.40135* .01722 .000 -.4361 -.3665 1 -.38539* .01722 .000 -.4202 -.3506 2 -.20707* .01722 .000 -.2419 -.1723 3 -.16609* .01722 .000 -.2009 -.1313 4 -.08708* .01722 .000 -.1219 -.0523 5 -.04352* .01722 .016 -.0783 -.0087 6 -.02482 .01722 .157 -.0596 .0100
Lampiran 11. Hasil uji penegasan penentuan KHM dan KBM dengan metode streak plate
Keterangan: A: Konsentrasi EGCG 0,9 mg/ mL B: Konsentrasi EGCG 1 mg/ mL C: Konsentrasi EGCG 2 mg/ mL D: Konsentrasi EGCG 3 mg/ mL E: Konsentrasi EGCG 4 mg/ mL F: Konsentrasi EGCG 5 mg/ mL G: Konsentrasi EGCG 6 mg/ mL A B D G C F E
BIOGRAFI PENULIS
Yanuar Prasetya adalah anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Budiono Tekgianto dan Yonita Tekgianto, lahir di Surakarta tanggal 17 Januari 1991. Penulis mulai masuk bangku sekolah di TK Kanisius Keprabon II pada tahun 1994-1996. Pendidikan Sekolah Dasar ditempuh di SD Kanisius Keprabon II Surakarta pada tahun 1996-2002. Kemudian jenjang selanjutnya ditempuh di SMP Pangudi Luhur Bintang Laut pada tahun 2002-2005. Pendidikan Sekolah Menengah Atas ditempuh di SMA Regina Pacis Ursulin Surakarta pada tahun 2005-2008. Penulis melanjutkan pendidikan di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Selama kuliah di Fakultas Farmasi, penulis aktif sebagai Penyiar, Music Director (MD) dan Co. Penyiar di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Radio Masdha 95.00 FM Jogja, berbagai kepanitiaan diantaranya sebagai Sie Keamanan PPnEC “Kobarkan Semangat Kreativitas, Sportifitas, dan Persaudaraan” 2008, MC Titrasi “Being Pharmacist is the Spirit of My Life” 2009, MC PPnEC 2009, MC Temu Alumni dalam rangka Lustrum III “Bersama Mewujudkan Ikatan Alumni yang Solid” 2010, MC Pelepasan Wisuda Fakultas Farmasi “...Dan Cerita Dimulai...” 2010, Co. Sie Acara Ekstern PPnEC “Optimalkan Kreasi dalam Semangat Kompetisi (Oksidasi)” 2010, menjadi Asisten Praktikum Farmakognosi-Fitokimia II 2010/2011, Praktikum Kimia Dasar 2011/2012, dan kegiatan Pendidikan Tingkat
Lanjut “Literasi Informasi” tahun 2011 yang diadakan oleh Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.