BAB III PENUTUP
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan hasil observasi dan orientasi PPL 1 di SMK Muhammadiyah 2 Boja, berikut ini saran yang dapat diberikan antara lain :
1. Bagi SMK Muhammadiyah 2 Boja
Untuk meningkatkan kualitas lulusan di SMK Muhammadiyah 2 Boja hendaknya melakukan penambahan / perbaikan sarana dan prasarana pendukung PBM, meningkatkan sumber daya pendidik, dan meningkatkan input siswa SMK Muhammadiyah 2 Boja. Meningkatkan kualitas SMK Muhammadiyah 2 Boja, misalnya melakukan studi banding, seminar, loka karya,dan mengikuti perlombaan yang meningkatkan kualitas serta citra sekolah.
2. Untuk UPT PPL
Diharapkan pada pihak UPT PPL sesekali mengadakan monitoring secara kontinyu sehingga pihak UPT tahu kondisi sesungguhnya di tempat mahasiswa PPL. Pihak UPT PPL perlu memberikan sosialisasisosialisasi kepada dosen pembimbing sehingga bisa membimbing praktikan dalam melaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan.
3. Untuk Universitas Negeri Semarang
Diharapkan pihak Universitas mampu mengembangkan kurikulum (khususnya kependidikan) agar sesuai dengan yang dibutuhkan dilapangan, sehingga bisa melahirkan para mahasiswa praktikan yang benar-benar bermutu dan berkualitas.
REFLEKSI DIRI
Nama : Tessa Anestiana NIM : 2101413052
Jurusan : Bahasa dan Sastra Indonesia
Prodi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas : Bahasa dan Seni
Bidang Studi Praktikan : Bahasa Indonesia
Puji syukur praktikan panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada praktikan atas diberikannya kesehatan sehingga mampu menempuh PPL 1 di SMK Muhammadiyah 2 Boja tanpa halangan yang berarti. Sebuah nikmat yang sangat praktikan syukuri telah diberikan kesempatan untuk melaksanakan kegiatan PPL 1 yaitu kegiatan observasi selama satu minggu dengan pendampingan dari para guru yang sangat baik dan ramah.
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah kegiatan intra kurikuler yang wajib diikuti oleh mahasiswa Program Kependidikan Universitas Negeri Semarang. Observasi dalam PPL I dilaksanakan selama kurang lebih 1 minggu yaitu sejak tanggal 28 Juli – 3 Agustus 2016. Pratik Pengalaman Lapangan (PPL) ini juga bertujuan untuk memberikan bekal bagi mahasiswa berupa ilmu agar praktikan tidak mengalami gangguan ketika terjun menjadi guru nanti serta dapat mempersiapkan diri untuk kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan II (PPL II). Dalam proses pelaksanaan PPL 1 banyak pengetahuan dan pengalaman yang praktikan dapatkan menyangkut program studi bahasa Indonesia. Hal-hal yang diperoleh selama menjalani kegiatan PPL 1, antara lain sebagai berikut:
1. Kekuatan dan Kelemahan Mata Pelajaran yang Ditekuni Praktikan
Praktikan mendapat bagian mengajar pada pembelajaran bahasa Indonesia selama kegiatan PPL di SMK Muhammadiyah 2 Boja. Pada kegiatan PPL 1 ini praktikan melakukan kegiatan observasi terhadap kekuatan dan kelemahan mata pelajaran bahasa Indonesia. Kekuatan pembelajaran bahasa Indonesia pada sekolah ini adalah jumlah guru pengampu mata pelajaran yang cukup dan menguasai dengan baik pembelajaran bahasa Indonesia. Pembawaan guru yang ramah, serta memahami dengan baik karakter siswanya membuat pembelajaran bahasa Indonesia disukai oleh siswa-siswa lelaki. Kelemahan mata pembelajaran bahasa Indonesia di SMK Muhammadiyah 2 Boja adalah model pembelajaran yang kurang bervariatif sehingga pembelajaran terkesan monoton.
2. Ketersediaan Sarana dan Prasarana
Ketersediaan sarana dan prasarana penunjang pembelajaran masih terdapat kekurangan. Sumber referensi dan bahan bacaan masih sangat minim. Koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan banyak yang sudah rusak. LCD juga jumlahnya masih kurang, ada beberapa kelas yang tidak memiliki LCD. Laboratorium bahasa juga tidak ada di SMK Muhammadiyah 2 Boja, sehingga pembelajaran bahasa Indonesia seringkali hanya dilakukan di kelas.
3. Kualitas guru pamong dan dosen pembimbing
Pada kegiatan PPL ini praktikan mendapatkan guru pamong yang luar biasa baik dan penyabar. Ibu Wahyu Wiji Sayekti, S.Pd selalu bersikap sabar menghadapi karakter siswa yang sangat aktif. Meskipun karakter siswa sulit dikendalikan, Ibu Wahyu tetap berusaha menyampaikan dan memahamkan siswa terhadap materi pembelajaran yang diberikan.
Dosen pembimbing praktikan adalah Bapak Badrus Siroj, S.Pd., M.Pd. beliau merupakan dosen yang menguasai dengan baik pembelajaran bahasa Indonesia. Pak Badrus dapat dengan mudah diajak berdiskusi bahkan melalui media sosial. Pak Badrus mampu
memberikan bimbingan dengan baik dan memberikan serta sering membagi pengalaman berkaitan dengan PPL.
4. Kualitas Pembelajaran di Kelas Latihan
Karakter siswa yang susah dikendalikan menyebabkan guru kesulitan dalam menerapkan model pembelajaran. Minat siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia bisa dikatakan kurang. Hal ini dapat terlihat ketika guru memberikan tugas kelompok dan siswa banyak yang merasa tak acuh. Tetapi meskipun demikian, kecakapan guru dalam berkomunikasi dengan siswa mampu membuat siswa mau mengikuti pembelajaran. Kurikulum yang digunakan sudah mengikuti kurikulum 2013, guru sudah mampu menerapkan model pembelajaran scientifik dengan cukup baik.
5. Kemampuan Diri Praktikan
Melihat potensi yang ada di SMK Muhammadiyah 2 Boja praktikan merasa tidak akan mengalami banyak kesulitan dalam melaksanakan kegiatan PPL. Ilmu yang didapat selama kuliah serta latihan mikroteaching dan peerteaching cukup memberikan banyak bekal dalam mengajar. Pengalaman praktikan dalam mengikuti kegiatan kemahasiswaan juga memberikan pengalaman tersendiri dalam menghadapi berbagai macam karakter siswa. Pengalaman dalam memberikan les privat juga memudahkan praktikan dalam menyampaikan materi kepada siswa.
6. Nilai Tambah yang Diperoleh Setelah Melaksanakan PPL 1
Banyak nilai tambah yang diperoleh selama praktikan mengikuti kegiatan PPL 1. Observasi pada tahap awal ini memberikan banyak pengetahuan kepada diri praktikan. Praktikan mulai belajar beradaptasi dengan tata tertib, kebiasaan, serta karakter siswa, guru, dan karyawan. Melalui kegiatan PPL 1 ini, praktikan dapat mengetahui iklim belajar yang ada, karakteristik siswa setiap angkatan atau jurusan. Pada kegiatan PPL 1, praktikan juga mengenal guru-guru yang ada di SMK Muhammadiyah dan saling berbagi pengalaman. 7. Saran Pengembangan Bagi Sekolah Latihan dan Unnes
a. Saran pengembang bagi sekolah antara lain berkaitan dengan pengadaan sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar. Sumber referensi yang berkaitan dengan pembelajaran bahasa Indonesia sangat sedikit di perpustakaan. Kurikulum yang baru ternyata tidak diikuti dengan pengadaan sumber referensi dan bahan bacaan. Lab bahasa juga perlu diadakan untuk menunjang pembelajaran bahasa Indonesia.
b. Saran bagi Universitas Negeri Semarang antara lain berkaitan dengan koordinasi dan monitoring. Pihak UPT PPL harus melakukan koordinasi dengan dosen koordinator, dosen pembimbing, serta pihak sekolah dalam kegiatan PPL agar program PPL dapat terlaksana sesuai jadwal yang telah ditentukan. Pemberitahuan yang ada pada SIM-PPL seharusnya diunggah dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pemberdayaan SIM-PPL sebagai sumber informasi yang berkaitan dengan PPL juga perlu ditingkatkan mislanya membuat program yang khusus untuk berhubungan dengan dosen pendamping.
Semarang,1 Agustus 2016
Guru Pamong Mahasiswa Praktikan
Wahyu Wiji Sayekti, S.Pd Tessa Anestiana
REFLEKSI DIRI
Nama : ASNANDA Nim : 2101413124
Jurusan : BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Fakultas : BAHASA DAN SENI
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah kegiatan intra kurikuler yang wajib diikuti oleh mahasiswa Program Kependidikan Universitas Negeri Semarang. Di dalam pelaksanaan PPL I praktikan hanya melaksanakan Observasi, observasi tersebut di jadwalkan selama kurang lebih 2 minggu tetapi praktikan melaksanakan hanya 1 minggu saja yaitu dari tanggal 28 juli 2016 hingga tanggal 3 Agustus 2016.
SMK Muhammadiyah 2 Boja merupakan salah satu SMK yang terdapat di wilayah Boja, Kabupaten Kendal. Sekolah ini mempunyai kelengkapan sarana dan prasarana menuju keadaan yang ideal. Kegiatan yang dilakukan oleh praktikan selama observas adalah mengenai kondisi fisik, administrasi sekolah, dan melakukan observasi dalam kelas. Guru pamong belum memberikan bimbingan dan arahan selama praktikan melaksanakan PPL 1, selain itu praktikan berdiskusi mengenai masalah pembelajaran dan mengenai materi. Dengan melakukan kegiatan observasi di SMK Muhammadiyah 2 Boja, banyak manfaat yang diambil oleh praktikan. Data-data yang saya peroleh selama observasi adalah sebagai berikut :
1. Kekuatan dan kelemahan pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia
Kekuatan pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di sekolah ini terletak pada kemampuan guru memanajemen kelas, beliau dapat menjadikan kelas menjadi nyaman untuk belajar. Dengan kemampuan guru yang dapat memahami masing-masing karakter siswa beliau menerapakan sistem yang berbeda dalam setiap kelasnya. Kelemahan yang saya temukan dalam pembelajaran adalah kurangnya minat sebagian siswa untuk mengikuti pembelajaran mereka justru mengerjakan tugas mata pelajaran lain. Siswa seperti menganggap mudah mata pelajaran ini.
2. Ketersediaan Sarana dan Prasarana
Untuk sarana dan prasarana di SMK Muhammadiyah 2 boja menurut saya sudah sangat memadai, sangat disa membantu dalam kegiatan dan proses pembelajaran di sekolah ini, namun juga ada yang belum memadai khusus untuk Lab Bahasa dan sastra Indonesia. 3. Kualitas Guru Pamong dan Dosen Pembimbing
Dalam praktik PPL ini praktikan mendapat guru pamong dan dosen pembimbing yang sangat berkualitas dan kebetulan guru pamong dari Bahasa dan sastra Indonesia merupakan alumnus dari Unnes dan masih sangat muda, tapi soal kualitas sudah tidak bisa diragukan lagi, mampu membimbing praktikan dengan cukup baik. begitu juga dengan dosen pembimbing yang telah menjadi dosen yang mengampu praktikan selama beberapa semester terakhir ini, beliau sangat muda tapi sangat berpengalaman dalam mengajar dan membimbing. Guru pamong dan dosen pembimbing senantiasa membantu praktikan apabila mengalami kesulitan.
4. Kualitas pembelajaran di sekolah latihan
Kualitas pembelajaran di SMK Muhammadiyah 2 Boja sangat baik. Hal ini ditunjang dengan kualitas pendidik yang sangat berkompeten. Banyak pendidik yang masih muda, sehingga mereka masih aktif dan kreatif dalam merencanakan ataupun melaksanakan proses belajar mengajar. Materi-materi yang diajarkan selama pembelajaran adalah materi-materi yang berkualitas.
5. Kemampuan diri praktikan
Bermodal pengalaman mengajar saat pembelajaran mikro membuat praktikan cukup dapat menguasai atau mengkondisikan kelas. Selain itu praktikan juga mampu
beradaptasi dengan mudah saat diterjunkan ke sekolah meskipun siswanya lumayan sulit dikondisikan.
6. Nilai tambah yang diperoleh setelah melaksanakan PPL 1
Banyak nilai tambah yang diperoleh praktikan setelah menempuh PPL 1. Diantaranya adalah cara adaptasi dengan lingkungan yang baru pertama memasukinya. Praktikan juga memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola kelas dan memperoleh gambaran pembelajaran yang berlangsung di kelas. Di sekolah ini praktikan belajar untuk menerima laporan siswa ketika memulai dan mengakhiri pelajaran. Selain itu praktikan juga mulai mengenal karakteristik siswa di masing-masing jenjang.
7. Saran pengembangan bagi sekolah latihan dan Unnes
Saran bagi SMK Muhammadiyah 2 boja adalah menambah sarana dan prasarana agar mendukung pembelajaran siswa. Selain itu pendisiplinan terhadap siswa juga sangat perlu ditingkatkan. Meski aturan sudah tertulis sangat rinci, dalam pelaksanaannya masih ada beberapa kekurangan. Diantaranya pemakaian seragam dan tingkah siswa saat di kelas.
Saran untuk Unnes adalah masih banyak sekali ditemukan kekurangan. Penggunaan sistem (SIM-PPL) yang sangat luar biasa tersebut juga harus direncanakan lebih matang lagi. Karena terkadang kendala sering muncul dari sistem tersebut. Pemilihan sekolah mitra dalam PPL juga harus benar-benar diperhatikan kualitasnya.
Boja, 1 Agustus 2016
Guru pamong Bahasa Indonesia Mahasiswa praktikan
SMK Muhammadiyah 2 boja Bahasa indonesia
Wahyu Wiji Sayekti, S.Pd ASNANDA
NBM. NIM.2101413124
REFLEKSI DIRI
Arih Apanin (2201413029) 2016. Praktek Pengalaman Lapangan I (PPL I) SMK Muhammadiyah 2 Boja. Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Fakultas Bahasa dan Seni.
Universitas Negeri Semarang.
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan suatu kegiatan akademik yang dilakukan oleh setiap mahasiswa sebagai pelatihan untuk menerapkan teori yang telah diperoleh di bangku perkuliahan, yang terdiri atas PPL I dan PPL II. Upacara penerimaan mahasiswa PPL di SMK Muhammadiyah 2 Boja, dilaksanakan pada hari Selasa, 02 Agustus 2016. Dalam serangkaian kegiatan PPL, mahasiswa melaksanakan observasi, baik di lingkungan sekolah maupun di dalam kelas.Beberapa hal yang harus dilakukan mahasiswa praktikan dalam kegiatan PPL I adalah melaksanakan observasi dan orientasi berkaitan dengan kondisi fisik sekolah latihan, struktur organisasi sekolah, administrasi sekolah, administrasi kelas, keadaan murid dan guru, tata tertib guru dan siswa, administrasi perangkat pembelajaran guru, organisasi kesiswaan, kegiatan intra-ekstra kurikuler, sarana dan prasarana sekolah latihan, kalender akademik, dan jadwal kegiatan sekolah latihan. Mahasiswa praktikan juga melaksanakan observasi di dalam kelas dengan mengikuti guru pamong mengajar, melakukan pengamatan kondisi di dalam kelas, baik dari segi fisik kelas, fasilitas yang terdapat di dalam kelas, dan karakteristik siswa. Observasi di dalam kelas dilakukan agar mahasiswa praktikan dapat mempersiapkan secara matang pembelajaran yang akan dilakukan.
A. Kekuatan dan kelemahan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Inggris
Dewasa ini, bahasa Inggris menjadi bahasa Internasional yang mempunyai pengaruh besar dalam komunikasi tingkat dunia. Mengingat hal tersebut, maka pembelajaran bahasa Inggris di sekolah menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris.
B. Ketersediaan sarana dan prasarana PBM di sekolah
Dalam menunjang proses belajar mengajar, sekolah memfasilitasi peserta didik dengan cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya laboratorium bahasa dan adanya inventaris kelas seperti ketersediaan papan tulis, penghapus, spidol, stop kontak, buku paket, LKS, dan LCD.
C. Kualitas guru pamong
Guru pamong mata pelajaran bahasa Inggris merupakan guru bahasa Inggris yang berpengalaman dan memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan bidangnya. Penguasaan kelas dalam pembelajaran bahasa Inggris juga sudah baik melalui interaksi aktif antara guru pamong dengan peserta didik.Penerapan pendidikan karakter juga sudah terlihat baik, hal ini terlihat dari motivasi yang selalu diberikan oleh guru pamong dalam mendidik peserta didik menjadi lebih disiplin.
D. Kualitas pembelajaran di sekolah latihan
Kualitas pembelajaran di sekolah sudah baik, guru pamong sudah memahami karakteristik peserta didik dan menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan keadaan peserta didik. Sehingga proses belajar mengajar berlangsung menyenangkan. E. Kemampuan diri praktikan
Mahasiswa praktikan telah menempuh 130 sks, melebihi standar minimal syarat PPL yaitu 110 sks. Mahasiswa praktikan telah mengikuti dan lulus Mata Kuliah Umum dan Mata Kuliah Dasar Kependidikan serta telah mengikuti mata kuliah pembelajaran mikro yang telah melatih mahasiswa praktikan mengenai cara mengajar dan menjadi guru yang baik. Mahasiswa praktikan juga telah mengikuti pembekalan pembelajaran mikro dan juga pembekalan PPL.
Mahasiswa praktikan mendapatkan pengalaman baru dan pengetahuan setelah melakukan PPL I. Pengalaman tersebut mampu memberikan masukan kepada praktikan untuk menggunakan model, media, metode, dan teknik yang tepat untuk pembelajaran. Tidak hanya itu praktikan juga belajar bagaimana menciptakan pembelajaran yang menyenangkan yang akan diterapkan pada kegiatan PPL II.
G. Saran pengembangan bagi sekolah latihan
Demi kemajuan dan kualitas pendidikan, mahasiswa praktikan menyarankan kepada peserta didik agar lebih memanfaatkan fasilitas yang ada untuk kemajuan belajar. Selain memanfaatkan fasilitas yang ada, sebaiknya guru menggunakan metode, model dan media yang lebih menarik agar siswa lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran.
Semarang, 01 Agustus 2016 Mengetahui,
Guru Pamong, Mahasiswa Praktikan,
Nur Khirin, S.Pd Arih Apanin
REFLEKSI DIRI
DARA AYU PUSPITASARI (2201413143), 2016. Praktik Pengalaman Lapangan 1 (PPL 1) SMK Muhammadiyah 2 Boja. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Semarang.
Puji syukur praktikan panjatkan ke hadirat ALLAH SWT yang telah memberikan Rahmat dan HidayahNya sehingga praktikan beserta anggota praktikan yang lain dapat melaksanakan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan 1 (PPL 1) ini dengan baik. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah kegiatan intra kurikuler yang wajib diikuti oleh mahasiswa Program Kependidikan Universitas Negeri Semarang. Observasi dalam PPL 1 dilaksanakan selama kurang lebih 1 minggu yaitu sejak tanggal 28 Juli sampai dengan 3 Agustus 2016.
Pelaksanaan observasi dan orientasi pada PPL 1 secara umum adalah berkaitan dengan keadaan fisik sekolah/ lembaga tempat latihan, keadaan lingkungan sekolah/lembaga tempat latihan, fasilitas sekolah/lemba tempat latihan, keadaan guru dan siswa, interaksi sosial antara warga tempat latihan, tata tertib guru dan siswa, administrasi perangkat pembelajaran guru, organisasi kesiswaan, kegiatan intra-ekstra kurikuler, sarana dan prasarana sekolah/lembaga tempat latihan, kalender akademik sekolah/lembaga tempat latihan, dan jadwal kegiatan sekolah/lembaga tempat latihan.
Selama melakukan observasi dan orientasi banyak hal yang praktikan peroleh, antara lain: 1. Kekuatan dan kelemahan pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Inggris
Bahasa Inggris adalah bahasa Internasional yang digunakan sebagai mata pelajaran di hampir seluruh sekolah di Indonesia. Bagi siswa bahasa Inggris sangat berperan penting untuk menunjang karir mereka di dunia kerja.
Ada beberapa kekuatan dalam pembelajaran bahasa Inggris, selain sebagai bahasa internasional, bahasa Inggris digunakan sebagai patokan berbagai macam bidang pendidikan. Dengan menguasai bahasa Inggris, kita dapat dengan mudah berkomunikasi dan mendapat informasi dari berbagai macam sumber.
Adapun kelemahan pembelajaran bahasa Inggris, bahasa Inggris bukanlah bahasa yang dipergunakan oleh masyarakat Indonesia dalam keseharian, sehingga membiasakan siswa terhadap bahasa Inggris dirasa sangat sulit. Selain itu, bahasa Inggris adalah bahasa yang setiap saat selalu berkembang, mengikuti perkembangan zaman. Ruang lingkupnya pun sangat luas meliputi seluruh aspek kehidupan, sehingga untuk mempelajarinya diperlukan fleksibilitas dan waktu yang terus-menerus.
2. Ketersediaan Sarana dan Prasarana
Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh praktikan, sarana dan prasarana yang ada di SMK Muhammadiyah 2 Boja cukup memadai, namun untuk lab bahasa di sekolah tersebut belum cukup untuk menunjang kegiatan belajar dan mengajar.
3. Kualitas Guru Pamong dan Dosen Pembimbing
Alhamdulillah dalam praktik PPL ini praktikan mendapat guru pamong dan dosen pembimbing yang sangat berkualitas dan mampu membimbing praktikan dengan cukup baik. Guru pamong juga sudah cukup berpengalaman dalam mengajar, begitu juga dengan dosen pembimbing yang telah menjadi dosen praktikan selama beberapa semester terakhir ini, beliau sangat berpengalaman dalam mengajar dan membimbing. Guru pamong dan dosen pembimbing senantiasa membantu praktikan apabila mengalami kesulitan. Keberhasilan praktikan dalam kegiatan PPL selanjutnya tidak akan lepas dari peranan guru pamong dan dosen pembimbing.
4. Kualitas Pembelajaran di Sekolah Latihan
SMK Muhammadiyah 2 Boja merupakan sekolah yang cukup berkompeten dalam bidangnya. Begitu juga dalam pembelajaran bahasa Inggrisnya. Siswa-siswi di SMK Muhammadiyah 2 Boja memiliki semangat yang tinggi dalam mengikuti pelajaran Bahasa Inggris dan mampu menciptakan suasana kondusif guna mendukung kegiatan pembelajaran di kelas.
5. Kemampuan Diri Praktikan
Diadakannya kegiatan PPL sangat bermanfaat bagi mahasiswa jurusan perguruan. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada praktikan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan. Namun masih ada kekurangan praktikan dalam mengikuti kegiatan PPL ini dikarenakan kurangnya pengalaman praktikan. Praktikan masih harus banyak belajar, menambah wawasan dan pengetahuan untuk menjadi tenaga pengajar yang profesional.
6. Nilai Tambah yang Doperoleh Mahasiswa Setelah Melaksanakan PPL 1
Setelah melaksanakan kegiatan PPL 1, praktikan dapat mengetahui secara langsung bagaimana keadaan tempat latihan begitu juga dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh warga sekolah. Sehingga dengan bekal pengalaman tersebut praktikan mampu melaksanakan kegiatan selanjutnya yaitu PPL 2.
7. Saran Pengembangan Bagi Sekolah Latihan dan UNNES
Saran untuk SMK Muhammadiyah 2 Boja adalah untuk meningkatkan sarana dan prasarana guna menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah. Selain itu diharapkan para guru dan tenaga pengajar yang lain untuk lebih memperhatikan kedisiplinan siswa dalah hal penggunaan seragam dengan baik dan sopan.
Saran untuk UNNES adalah untuk lebih memperhatikan mahasiswa yang sedang melakukan kegiatan PPL di tempat latihan dengan cara memberikan bimbingan bagaimana menjadi guru yang berkompeten dan aktif dalam mengajar.
Syukur Alhamdulillah pelaksanaan PPL 1 telah selesai. Dengan adanya tahap pertama ini, praktikan mampu mengenal kondisi yang ada dalam SMK Muhammadiyah 2 Boja. Semoga dapat menjadi bekal dalam pelaksanaan PPL 2 nantinya.
Boja, 1 Agustus 2016
Guru Pamong Bahasa Inggris Mahasiswa Praktikan
SMK Muhammadiyah 2 Boja Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris
Nur Khirin, S.Pd Dara Ayu Puspitasari
REFLEKSI DIRI
Khoerul Mulyana (5202419029), 2013.Praktik Pengalaman Lapangan I (PPL I) SMK ( STM ) Muhammadiyah 2 Boja. Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif. Jurusan Teknik
Mesin. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Semarang.
Limpahan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat nikmat dan karunianya kami dapat melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL 1) dengan baik. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah kegiatan intra kurikuler yang wajib diikuti oleh mahasiswa Program Kependidikan Universitas Negeri Semarang. Observasi dalam PPL I dilaksanakan selama 3 hari dimulai dari tanggal 30 Juli 2016 – 2 Agustus 2016.
Pelaksanaan observasi dan orientasi pada PPL I secara umum adalah berkaitan dengan kondisi fisik sekolah/ lembaga tempat latihan, stuktur organisasi sekolah, administrasi sekolah, administrasi kelas, keadaan murid dan guru, tata tertib guru dan siswa, administrasi perangkat pembelajaran guru, organisasi kesiswaan, kegiatan intra-ekstra kurikuler, sarana dan prasarana sekolah/lembaga tempat latihan, kalender akademik sekolah/lembaga tempat latihan, dan jadwal kegiatan sekolah/lembaga tempat latihan, serta keikutsertaan mahasiswa terhadap bimbingan konseling.
Dalam penulisan refleksi diri ini akan memaparkan hasil pengamatan pada Praktik Pengalaman Lapangan I (PPL I) di SMK ( STM ) Muhammadiyah 2 Boja mengenai hal-hal yang berkaitan dengan mata pelajaran yang berada di Kejuruan TKR. Setelah melakukan pengamatan model-model pembelajaran yang dilaksanakan guru dalam Proses Belajar-Mengajar, memahami kurikulum yang berlaku, berkonsultasi dengan guru pamong tentang Silabus, RPP, dan