BAB III PENAFSIRAN HUKUM TERHADAP PASAL 8 AYAT (2)
4.2. Saran
Norma yang diatur dalam Pasal 8 ayat 2 Undang-undang Pemerintahan Aceh merupakan Norma tunggal, namun ketentuan yang diatur dalam pasal tersebut merupakan aturan yang penting/ “sakral” untuk Aceh. Sehingga bisa saja Pemerintah tidak mengindahkan ketentuan yang di atur dalam Pasal tersebut, oleh karena itu Penulis menyarankan Agar Pemerintahan Aceh mulai sekarang mulai memberikan inisiatif/ perhatian lebih ke Pemerintahan Pusat untuk membentuk ketentuan Lanjutan megenai sanksi Yuridis dan juga mengenai Prosedur untuk melakukan Konsultasi dan Pertimbangan seperti yang terdapat dalam Pasal 8 ayat (2) Undang-Undang pemerintah Aceh. Karena tanpa adanya dua hal tersebut, norma yang ada dalam Pasal 8 ayat (2) Undang-Undang Pemerintahan Aceh tersebut “gantung” tanpa ada kepastian hukum yang menegaskan Pelaksanaannya
63
DAFTAR PUSTAKA
Buku-Buku
Alfisn, T. Ibrahim,Wajah Aceh dalam Lintasan Sejarah,Banda Aceh: Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh, 1999.
Ali, Ahmad, Menguak Tabir Hukum,Jakarta, Ghalia Indonesia : 2008.
Arif, Manasli,Peranan Henry Daunant Centre (HDC) dalam Upaya Penyelesaian
Konflik antara Pemerintahan RI-GAM. Jakarta: Universitas Paramadina,
2007.
Amiruddin dan Zainal Asikin, Pengantar Metodelogi Penelitian Hukum, Jakarta: Rajawali Pers, 2006.
Asshiddiqie, Jimly,Perihal Undang-Undang, Jakarta: Konstitusi Press, 2006. Asshieddiqie, Jimly dan Ali Safa’at,Teori Hans Kelsen tentang hukum, Jakarta :
Sekjen dan Kepaniteraan MK-RI, 2006.
Fuady,Munir,Aliran hukum kritis (Paradigma Ketidakberdayaan hukum),Bandung: Citra Aditya Bakti, 2003.
Hardeka, Iska,Kajian Yuridis tentang Eksistensi Konsultasi dan Pertimbangan
DPRA terhadap Perubahan UU RI Nomor 11 tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh.(Skripsi tidak dipublikasikan). Fakultas Hukum
Universitas Syiah Kuala, 2017.
Isra,Saldi,Pergeseran Fungsi Legislasi,Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2010. Jalil,Husni,Eksistensi Otonomi Khusus Provinsi Nangroe Aceh Darussalam dalam
Negara Kesatuan RI berdasarkan UUD 1945,Bandung: CV. Utomo,
2005.
Jalil, Husni,Hukum Pemerintahan Daerah,Banda Aceh: Syiah Kuala University Press, 2008.
Kalo, Syafruddin,Diktat Teori dan Penemuan Hukum,Medan: Program Pasca Sarjana Ilmu Hukum FH USU, 2004.
Kansil, C.S.T.,Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1989.
Loundoe, John Z., Menemukan Hukum Melalui Tafsir dan Fakta,Jakarta: Penerbit Bina Aksara, 1985.
L.J. van Apeldoorn, Pendahuluan Ilmu hukum, terjemahan Oetarid Sadino, Cet. 22, Jakarta: Pradnya Paramita, 1985.
Mertokusumo, Sudikno dan A. Pitlo,Penemuan Hukum, Bandung: Citra Aditya Bakti, 1993.
Mertokusumo, Sudikno,Penemuan Hukum Sebuah Pengantar,Yogyakarta: Liberty 2007.
Rahardjo, Satjipto,Ilmu Hukum, Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 2005.
Rahardjo, satjipto,Membedah Hukum Progresif, Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2006.
Rifai, Ahmad,Penemuan Hukum oleh Hakim: dalam Perspektif Hukum Progresif, Jakarta: Sinar grafika, 2010.
Sani Usman, Abdullah,Krisis Legitimasi Politik dalam sejarah Pemerintahan di
Aceh. Jakarta: Kementerian agama RI Badan Litbang dan Diklat
Puslitbang Lektur Keagamaan, 2010.
Soekanto,Soerjono,Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta: UI Press, 1986.
Soerjono, Soekanto dan Sri Mahmudji,Penelitian Hukum Normatif: Suatu
Tinjauan Singkat, Jakarta: Rajawali Pers, 2001.
Soeroso,Pengantar Ilmu Hukum, Jakarta: Sinar Grafika, 1996.
Syamsuddin Haris, dkk. Indonesia Diambang Perpecahan ?. Jakarta: Erlangga, 1999.
Taqwaddin, dkk., Sejarah Lahirnya Undang-Undang Pemerintahan Aceh
(Perspektif Partisipatif Aceh). Banda Aceh: FH Unsyiah, Kerjasama
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala Dengan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, 2009.
Tim redaksi, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2008.
Utrech,Pengantar Dalam Hukum Indonesia. Jakarta: PT Ichtiar Baru, 1959. Waluyo, Bambang,Penelitian Hukum dalam Praktek,Jakarta: Sinar Grafika, 2002.
Yusa, I Gede dkk.,Hukum Tata Negara: Pasca perubahan UUD 1945,Malang: Setara Press, 2016.
Undang-Undang
Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.
Undang-Undang Nomor 44 tahun 1999 tentang Peneyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh.
Undang-Undang Nomor 18 tahun 2001 tentang otonomi khusus bagi Provinsi Daerah Istimewa Aceh sebagai Provinsi nanggroe Aceh Darussalam. Peraturan Presiden Nomor 75 tahun 2008 tentang Tata Cara Konsultasi dan
Pemberian Pertimbangan atas Rencana Persetujuan Internasional, Rencana Pembentukan Undang-Undang dan Kebijkana Administratif yang Berkaitan Langsung dengan Pemerintahan Aceh.
Peraturan Dewan perwakilan Rakyat Aceh Nomor 1 Tahun 2014 tentang Tata Tertib
Peraturan Dewan perwakilan Rakyat Aceh Nomor 1 Tahun 2016 tentang Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Aceh.
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 61/PUU-XV/2017 tentang
Jurnal-Jurnal Hukum
Fachri Fachruddin, Dua Anggota DPR Aceh Ajukan Uji Materi UU Pemilu, dalam, Https://nasional.kompas.com dan Yulida Medistiara, Kekhususan
Aceh terancam, ketua DPR Aceh gugat UU pemilu dalam
Https://m.detik.com/news/berita juga dalam Afif, Kekhususan Aceh di
bonsai, DPR Aceh gugat UU pemilu ke MK. Dalam
Herizal dan Titin Purwaningsih, Kinerja Lembaga di daerah otonomi khusus Aceh
dalam Melaksanakan fungsi Legislasi, Vol. 4 nomor 2 June 2017 dalam
Https://doi.org/10.18196/jgpp.4279 yang di akses pada 22 Januari 2017. Indra Rahmatullah, Rejuvinasi Sistem Checks and Balances Dalam Sistem
Ketatanegaraan Di Indonesia, Jurnal Cita Hukum. Vol. I No. 2
Desember 2013, dalam Http://jurnal.uinjkt.ac.id/index.php/citahukum pada 24 Desember 2018.
K.C. Wheare, Modern Constitution, (Oxford University Press, 1966) hal ini juga bisa dilihat dalam Arif Firmansyah, Penafsiran pasal 33 UUD 1945
dalam membangun perekonomian Indonesia, Vol XIII. No 1 (2012), hlm
272. Dalam Https://ejournal.Unisbal.ac.id. Di akses pada 12 Mei 2018. M. Yusrizal Adi Saputra, Penafsiran hukum oleh Mahkamah Konstitusi. Jurnal
Mecatoria, Vol. 1 Nomor 2 Tahun 2008 dalam Https://ojs.uma.ac.id diakses pada 23 Desember 2017.
R.M Ananda Kusuma, Bagaimana Menginterpretsi Konstitusi Kita Konstitusi
kita, Jurnal Konstitusi, Volume 1 Nomor 3, Jakarta 2005 hlm. 157.
Dalam Https://digilib.uinsgd.ac.id diakses 12 Mei 2018.
Wibowo,Addi Lilo.Penafsiran Hukum dalam Https://scribd.com, diakses pada 3 Maret 2017.
68
1. Bagaimana Kedudukan Mou dalam KetatanegaranIndonesia ?
2. Bagaimana Interpretasidari Konsultasidan Pertimbangan yang terdapat dalamPasal 8 ayat (2) Undang-Undang Pemerintahan Aceh ?
3. Apa Tujuan yang hendak di capai dengan adanya ketentuan yang ada dalam Pasal 8 ayat (2) Undnag-Undang Pemerintahan Aceh ?
4. Bagaimana Prosedur Konsultasi dan Pertimbangan yang di maksud dalam Pasal 8 ayat (2) Undang-Undang Pemerintahan Aceh ?
5. Bagaimana jika DPR RI tidak mengindahkan Norma Hukum yang diatur dalam Pasal 8 ayat (2) Undang-Undang Pemerintahan Aceh ?
6. Apa saran Bapak Mengenai ketentuan Pasal 8 ayat (2) Undnag-Undang Pemerintahan Aceh ?
70