BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
C. Saran
2. Saran penelitian lanjutan
a. Perlu dilakukan penelitian mengenai faktor-faktor resiliensi pada pecandu narkoba yang sedang dalam proses pemulihan, karena masa di dalam proses pemulihan adalah masa-masa yang sulit bagi pecandu narkoba.
b. Perlu dilakukan penelitian yang dapat menggeneralisasi faktor-faktor resiliensi pada mantan pecandu narkoba dengan jumlah responden yang lebih banyak.
Daftar Pustaka
Adisti, Susi. (2007). Belenggu Hitam Prgaulan: Hancurnya Generasi Akibat
Narkoba. Jakarta: Restu Agung
Affiatin, T. (1997). Pendekatan kuantitatif dan kualitatif dalam penelitian
psikologi. Buletin Psikologi, tahun V, Nomor 1, halaman 36-49
Amita, W. R. (2001). Dukungan Sosial yang Diperlukan pada Masa
Penyembuhan Remaja Ketergantungan Heroin; Ditinjau dari Teori Developmental Model of recovery. Depok: Fakultas Psikologi Universitas
Indonesia.
Ariesta. 2010. Narkoba marak digunakan Pekerja. [online]. http://apindosumbar.or.id/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=5 &artid=2. Tanggal Akses: 3 Oktober 2010
Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia. (2009). Perkembangan Kasus
Narkoba di Indonesia. Jakarta: PT Multi Kuarta Kencana.
Creswell, J.W. (1994). Research Design Qualitative & Quantitative. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Darmono (2009). Farmasi Forensik dan Toksikologi: Penerapannya dalam
Menyidik Kasus Tindak Pidanan Kejahatan. Jakarta : Universitas Indonesia
(UI-Press)
Dirdjosisworo, O.C Kaligis Soedjono.( 2007). Narkoba & Peradilannya di
Indonesia. Bandung : P.T. Alumni
Erviani, Ni Komang. 2007. Jalan Panjang Melepas Kecanduan. [online]. http://www.balebengong.net/topik/budaya/2007/08/05/jalan-panjang
melepas-kecanduan.html. Tanggal Akses: 3 Oktober 2010
Gay, R. & Airasian, P. (2003). Educational research: Competencies for analysis
and application (7th ed). New Jersey: Merill Prentice Hall.
Greeff, AP., & Ritman, IN. (2005). Individual characteristics associated with
resilience in single-parent families. Psychological Reports,
Hadi, Sutrisno. (2003). Metodologi research (Jilid 1). Yogyakarta: Andi Offset. Konsensus FKUI. (2002). Opiat, Masalah Medis, dan Penatalaksanannya.
Jakarta: Balai Penerbit FKUI
Mabes Polri. 2010. Data Kasus Narkoba. [online]. page= 1&mn=3& smn=c. Tanggal Akses : 5 Oktober 2010
Makarao, dkk. (2003). Tindak Pidana Narkotika. Jakarta: Ghalia Indonesia
Moleong, L.J. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif. Cetakan ke enam belas. Bandung: PT Rosdakarya Offset
Padget, D.K. (1998). Qualitatif methode in social work research: Challenges and
rewards. Stage Publication, Inc.
Poerwadarminta. (1982). Kamus Besar Bahasa Indonesia.Jakarta : Balai Pustaka Poerwandari, E.K. (2007). Pendekatan kualitatif untuk penelitian perilaku
manusia. Jakarta : LPSP3 Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
Reivich, K & Shatte, A. 2002. The Resilience Factor ; 7 Essential Skill For
Overcoming Life’s Inevitable Obstacle. New York, Broadway Books
Sarafino, Edward P. (2006). Health Psychology. USA: Copyright Clearance Center. inc.
Sasangka, Hari. (2003). Narkotika Psikotropika dalam Hukum Pidana. Bandung: Mandar Maju
Schoon, Ingrid. (2006). Risk and Resilience. New York: Cambridge University Press
Siebert, Al. (2005). The Advantage Resiliency. [online].
https://www.practicalpsychologypress.com/aboutus.shtml. Tanggal Akses: 5 Oktober 2010
Supramono, Gatot. (2004). Hukum Narkoba Indonesia. Jakarta: Djambatan
Willy, Heriadi. (2005). Berantas Narkoba Tak Cukup Hanya Bicara: Tanya
PEDOMAN WAWANCARA
I. Data Diri Responden 1. Nama Responden 2. Usia Responden 3. Jenis Kelamin
4. Latar Belakang Pendidikan Responden 5. Riwayat pekerjaan responden
6. Status
7. Jenis Narkoba yang pernah digunakan 8. cara penggunaan narkoba
II. Riwayat Penggunaan Narkoba Responden 1. Kapan awal menggunakan narkoba
2. Alasan atau latar belakang menggunakan narkoba 3. Lama waktu menggunakan narkoba
III. Riwayat Usaha untuk Berhenti Menggunakan Narkoba 1. Apa yang dilakukan responden saat pertama kali sakau 2. Kapan pertama kali melakukan usaha untuk berhenti
3. Bagaimana proses dari usaha untuk berhenti sampai akhirnya berhenti menggunakan narkoba
IV. Faktor-faktor Pembentuk Resiliensi a. Regulasi Emosi
1. Bagaimana perasaan responden saat mengalami tekanan hidup
(masalah keluarga/ekonomi/pekerjaan/hubungan sosial)
2. bagaimana hubungan responden dengan orang-orang di sekelilingnya
(keluarga/tetangga/sahabat/rekan kerja, dll)
3. Kemana biasanya responden melampiaskan emosinya
4. apakah responden merupakan orang yang mampu mengekspresikan
emosinya
a. Jika ya, bagaimana responden mengekspresikan emosinya b. Jika tidak, mengapa
5. bagaimana reaksi responden ketika tidak diterima kelompok karena
tidak mau menggunakan narkoba lagi b. Pengendalian Impuls
1. apa yang responden lakukan jika teringat pada kenikmatan
2. apa yang responden lakukan ketika timbul rasa ingin menikmati efek narkoba kembali
3. apa yang responden lakukan ketika melintasi atau berada di
lingkungan tempatnya dahulu menggunakan narkoba
4. bagaimana tindakan responden ketika ada teman lamanya
menawarkan kembali narkoba
5. bagaimana tindakan responden ketika teman lamanya
membujuknya kembali untuk menggunakan narkoba c. Optimisme
1. bagaimana responden memandang masa depannya sebagai seorang
mantan pecandu narkoba
2. apakah responden yakin akan tetap dapat abstinensia atau tidak
relaps kedepannya
3. apakah responden yakin akan bisa bekerja selayaknya orang normal lainnya
4. apakah responden yakin bisa menjadi orang yang sukses dengan
latar belakang seorang pecandu narkoba
5. apakah responden yakin orang-orang di sekitarnya mau menerima
kehadirannya
6. apa yang dilakukan responden jika ada yang menolak mereka
karena latar belakang yang ia miliki sebagai seorang mantan pecandu narkoba
7. apakah responden tidak malu bersosialisasi di masyarakat dengan label seorang mantan pecandu narkoba
8. apakah responden memiliki harapan mengenai masa depannya
9. apa yang responden pikirkan ketika relaps pertama kali setelah
abstinensia d. Causal analysis
1. Bagaimana responden memandang setiap masalah yang dihadapinya 2. menurut responden, siapakah yang menyebabkan ia menjadi pecandu narkoba dahulunya
3. menurut responden, siapakah yang paling menentukan ia bisa lepas dari belenggu narkoba
4. menurut responden, siapakah yang harus bertanggung jawab jika ia relaps
5. bagaimana responden memandang mengenai sumber dari setiap masalah yang dialaminya
6. Sejauh mana responden memandang latar belakangnya sebagai pecandu narkoba mempengaruhi kehidupannya
7. Menurut responden, apakah kegagalan dalam satu hal berarti gagal dalam semuanya
8. bagaimana pendapat responden terhadap pernyataan “setiap masalah pasti ada solusinya”
e. Empati
1. Apa yang responden pikirkan mengenai orang tuanya pada saat ia
menjadi pecandu narkoba
2. apa yang akan responden lakukan bagi para pecandu yang belum
bisa pulih dari kecanduannya
3. menurut responden bagaimana pandangan masyarakat terhadap
dirinya sewaktu masih menjadi pecandu narkoba
4. apa yang responden pikirkan ketika melihat temannya masih
menggunakan narkoba
5. jika teman responden yang masih menjadi pecandu meminta
pertolongan padanya apa yang akan responden lakukan
6. apa yang responden pikirkan mengenai orangtua yang ditinggalkan
anaknya karena overdosis
7. bagaimana kira-kira perasaan orangtua melihat responden sewaktu
masih menjadi pecandu narkoba
8. setelah menjadi mantan pecandu narkoba, menurut responden
bagaimana pandangan orang lain mengenai latar belakangnya sevagai pecandu narkoba
9. bagaimana jika ada yang tidak menerima responden karena latar
belakang yang ia miliki sebagai pecandu narkoba f. Self-efficacy
1. bagaimana responden memandang dirinya
2. bagaimana responden menilai kemampuannya
3. ketika masih menjadi pecandu narkoba, apakah responden yakin
bahwa ia dapat lepas dari narkoba
4. apakah responden yakin setelah menjadi mantan pecandu narkoba
ia akan diterima oleh keluarga dan masyarakat dengan baik
5. apakah responden yakin bahwa ia dapat bekerja sebagaimana orang
normal lainnya
6. apakah responden yakin dengan dirinya, bahwa ia akan dapat
g. Reaching Out
1. apa yang responden pelajari dari kejatuhannya dalam penggunaan
narkoba
2. apa yang responden harapkan didapatkannya dalam kehidupan ini
3. bagaimana kehidupan yang ingin diraih oleh responden setelah
lepas dari belenggu narkoba
4. bagaimana pandangan responden mengenai kegagalan-kegagalan
yang pernah dialaminya
5. apakah responden termasuk orang yang mau mengambil risiko
6. apa harapan responden setelah pulih dari kecanduan narkoba
7. hal-hal apa saja yang ingin diraih oleh responden setelah pulih dari kecanduan narkoba
LEMBAR OBSERVASI
Responden penelitian : Tanggal/Hari wawancara : Wawancara ke :
Waktu wawancara : Hal-hal yang diobsevasi : 1. Penampilan fisik responden 2. Setting wawancara
3. Sikap responden terhadap pewawancara 4. Sikap responden selama wawancara 5. Ekspresi wajah responden
6. Hal-hal yang mengganggu wawancara:
7. Hal-hal yang unik, menarik, dan tidak biasa dalam wawancara 8. Hal-hal yang sering dilakukan participan dalam wawancara
SURAT PENYATAAN PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN PENELITIAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini
Nama (Inisial) :
Jenis Kelamin :
Usia :
Alamat :
Menyatakan bahwa saya setuju untuk menjadi responden penelitian setelah mendapat penjelasan mengenai penelitian yang dilakukan. Saya memahami bahwa identitas responden terjamin kerahasiaannya dan informasi yang diperoleh hanya digunakan untuk kepentingan ini saja.
Medan, Februari 2011 Peneliti Yang menyatakan