• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saran Penelitian

Dalam dokumen Oleh : DEWI RESKY AMALIA (Halaman 126-149)

Berdasarkan kesimpulan yang telah disampaikan maka saran yang akan diberikan untuk memberikan masukan bagi peningkatan Efektifitas P2TP2A Kabupaten Bantaeng.

1. Pegawai diberikan pelatihan – pelatihan seperti peningkatan pelatihan komputer bagi pegawai atau mengikuti diklat kepemimpinan bagi pengurus P2TP2A Kabupaten Bantaeng yang diselenggarakan oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak ( P2TP2A ).

2. Diadakanya sosialisasi – sosialisasi kepada masyarakat guna memperkenalkan P2TP2A Kabupaten Bantaeng baik secara langsung maupun di media cetak dan media elektronik.

3. Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak ( P2TP2A ) di dalam menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) agar berurutan atau sesuai tahapan di dalam proses kegiatan penanganan kasus dan untuk meningkatkan kualitas layanan.

113

DAFTAR PUSTAKA

BUKU

Andhini, A. S. D., & Arifin, R. (2019). Analisis Perlindungan Hukum Terhadap Tindak Kekerasan pada Anak di Indonesia.

Beniharmoni, Harefa, Kapita Selekta Perlindungan Hukum Bagi Anak, Yogyakarta: Deepublish, Januari 2016

Affandi, Yuyun. 2010. Pemberdayaan dan Pendampingan Korban Kekerasan Seksual Perspektif Al Qur'an. Semarang: Walisongo Press.

Crewell, J. W. (2016). Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran(Edisi Empat). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Lexy J. moelong. Metodologi Penelitian Kualitatif. (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2014)

Luhulima, Achie Sudiarti, 2000, Pemahaman Bentuk-bentuk Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Alternatif Pemecahannya, PT Alumni, Bandung.

Sugiyoo, Metode Penelitian Kualitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung : Alfabeta, 2014

Moleong, J, Lexy. 2010 . “ Metodologi Penelitian Kualitatif “. Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya.

JURNAL

Atmasasmita, Romli. 1997. Peradilan Anak di Indonesia. Bandung: Mandar Maju.

Collier, Rohan. 1998. Pelecehan seksual. Yogyakarta : Tiara Wacana.

Dewi, N. K. C. P., & Remaja, I. N. G. (2021). EFEKTIVITAS PUSAT PELAYANAN TERPADU PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN ANAK KABUPATEN BULELENG DALAM

PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA KEKERASAN

TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK SEBAGAI KORBAN

TINDAK PIDANA KEKERASAN DI KAB. BULELENG, Kertha Widya,8(1)

Fransisca, Edi Gustin (2018) STRATEGI PENDAMPINGAN P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) TERHADAP

KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) DI KOTA PADANG, sarjana thesis, STKIP PGRI, Sumatera Barat.

Ibrahim Indrawijaya, Adam. 2010 Teori , Perilaku dan Budaya Organisasi.

Bandung: Refika Aditama.

Nurmalitasari, Anisa (2018) Efektivitas Program Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Universitas Brawijaya.

Pasalbessy, J. D. (2010). Dampak tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak serta solusinya. Jurnal Sasi, 16(3).

Suriandi, S. (2018). Peran pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) dalam menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga (kdrt) di kota Palangka Raya (Doctoral dissertation, IAIN Palangka Raya).

Sitorus, W. M. (2019). Efektivitas UPT P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Provinsi Sumatera Utara dalam Menghadapi Permasalahan Kekerasan Anak dan Perempuan..

Syaroh, D. M., & Widowati, N. (2018). EFEKTIVITAS PADA PUSAT PELAYANAN TERPADU PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK (P2TP2A) DI KABUPATEN SEMARANG (Studi Tentang Penanganan Pengaduan Tindakan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak). Journal of Public and Management Review, 7(3) 228-245.

Tuhaera, C., Supriatna, T., & Suwanda, D. (2020). EFEKTIVITAS DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

DALAM PENANGANAN KEKERASAN TERHADAP

PEREMPUAN DAN ANAK DI PROVINSI MALUKU. VISIONER: Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia, 12(4), 875-882.

Wulansari, C. D., & Gunarsa, A. (2013). Sosiologi: Konsep dan teori. Refika Aditama.

Wahid, Abdul. 2011. Perlindungan Terhadap Korban Kekerasan Seksual.

Bandung: Refika Aditama.

Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang perlindungan anak.

LAMPIRAN

Lampiran 1

Pedoman Wawancara

1. Efektivitas Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Menghadapi Kasus Permasalahan Kekerasan Perempuan dan Anak yang ada di Kabupaten Bantaeng.

2. Faktor Pendukung dan Penghambat Pemerintah dalam menghadapi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) Dalam perlindungan kekerasan pada anak di Kabupaten Bantaeng.

3. Kendala-Kendala yang dialami Lembaga Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Memberikan Perlindungan Hukum Kepada Anak Sebagai Korban Kekerasan.

4. Kekurangan yang masih dimiliki untuk menangani kasus kekerasan di Kabupaten Bantaeng.

5. Program yang dilakukan Kantor P2TP2A Untuk mengurangi angka kekerasan terhadap anak dan perempuan.

6. Efektivitas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Kabupaten Bantaeng.

Lampiran 2

Tujuan dan Hasil Efektivitas P2TP2A Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Di Kabupaten Bantaeng.

NO TUJUAN HASIL

1 Tujuan Kesehatan atau Pelayanan Kesehatan bagi Perempuan dan Anak

Dimana dilakukannya rujukan kesehatan bagi perempuan dan anak untuk pengaduan biasanya dilakukan visum dimana rujukan kesehatan yang dilakukan paling banyak di UPT P2TP2A Kabupaten Bantaeng.

2 Dampingan Hukum bagi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan.

Dalam pelaksanaan dampingan hukum pihak UPT P2TP2A bisa konsentrasi pada kasus hukum saja, dan telah melakukan koordinasi langsung dengan pihak berwajib untuk mengumpulkan data.

3 Mediasi Dengan cara menyelesaikan sengketa

melalui proses perundingan untuk memperoleh kesepakatan para pihak dengan dibantu oleh mediator

4 Rumah Aman Digunakan untuk melindungi korban secara sementara sebelum korban bisa mendapatkan tempat yang lebih aman dan sudah nyaman baginya dan tidak semata-mata di tinggali saja tetapi juga diberikan pelayanan kebutuhan pokok dan bimbingan konseling.

5 Dampingan Reintegrasi Sosial Bagi Perempuan dan Anak

UPT P2TP2A Kabupaten Bantaeng bekerjasama dengan dinas terkait

Korban Kekerasan. memfasilitasi proses pemulangan korban kekerasan maupun proses pemulihan korban di lingkungan tempat tinggalnya, dan diberikan konseling agar proses penyembuhan korban secara psikis dapat diperoleh.

129

DOKUMENTASI

Gambar 1.1 Wawancara Informan

Gambar 1.2 Kantor UPT P2TP2A

RIWAYAT HIDUP

DEWI RESKY AMALIA. dilahirkan di Bantaeng pada tanggal 15 Agustus 1999 dari pasangan Ayahanda Nurdin Ilyas dan Ibunda Mardiana, S.Sos. Pada tahun 2005 penulis masuk sekolah dasar di SDN No. 5 Lembang Cina Bantaeng dan tamat pada tahun 2011, kemudian penulis melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Bantaeng dan tamat pada tahun 2014. Selanjutnya penulis melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Bantaeng dan selesai pada tahun 2017. Dan pada tahun yang sama penulis melanjutkan Pendidikan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar dengan mengambil jurusan Pendidikan Sosiologi dan selesai pada tahun 2021

Dalam dokumen Oleh : DEWI RESKY AMALIA (Halaman 126-149)