• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

B. Saran

Dengan memperhatikan kesimpulan diatas, penulis memberikan saran sebagai berikut

1. Bagi Perawat HCU Anak

Diharapkan lebih memperhatikan kebutuhan dasar gangguan oksigenasi pada pasien bronkopneumonia karena penyembuhan atau perkembangan penyakit bronkopneumonia tergantung pada kebutuhan oksigenasi dan meningkatkan perencanaan pulang (discharge planning) pada pasien bronkopneumonia supaya anak tidak berulang ke rumah sakit dengan penyakit yang sama.

2. Bagi Penulis Selanjutnya

Diharapkan hasil karya tulis ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman serta dapat menerapkan asuhan keperawatan gangguan oksigenasi dalam praktik keperawatan serta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat selama perkuliahan dalam memberikan asuhan keperawatan khususnya gangguan oksigenasi pada pasien bronkopneumonia.

3. Bagi Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Padang

Dapat meningkatkan mutu pendidikan mutu pendidikan sehingga tercapainya lulusan perawat yang profesional, dan bermutu yang mampu memberikan asuhan keperawatan secara menyeluruh berdasarkan kode etik keperawatan.

DAFTAR PUSTAKA

Anwar, Athena & Dharmayanti, Ika.2014. Kejadian Pneumonia pada Anak Balita di Indonesia. Jakarta: Percetakan Negara No. 29 Diakses

http://journal.fkm.ui.ac.id/kesmas/article/view/405

Bakta, I Made, Prof. DR. Dr. SpPD (KHOM) & Suastika, I Ketut, dr. SpPD (KE). 2015. Gawat Darurat di Bidang Penyakit Dalam. Jakarta: EGC.

Dewi Gass. 2013. Bronkopneumonia. Mahasiswa fakultas kedokteran universitas lampung.Diakseshttp://download.portalgaruda.org/article.php?article=12249 1&val=5502&title=BRONKOPNEUMONIA pada tanggal 1 Februari 2017.

Dinas Pelayanan Kesehatan Kota Padang. Profil kesehatan tahun 2013. Padang.

Ernawati, S.Kep.Ns. 2012. Buku Ajar Konsep dan Aplikasi Keperawatan Dalam pemenuhan Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: CV. Trans Info Media. Fadhila a. 2013. Penegakan Diagnosis dan Penatalaksanaan Bronkopneumonia

pada Pasien Bayi laki. Fakultas kedokteran universitas lampung. Diakses

http://download.portalgaruda.org/article.php?article=122484&val=5502&titl e=PENEGAKAN%20DIAGNOSIS%20DAN%20PENATALAKSANAAN %20BRONKOPNEUMONIA%20PADA%20PASIEN%20BAYI%20LAKI -LAKI%20BERUSIA%206%20BULAN pada tangga 2 Februari 2017.

Francis, Caia, MSc, CBiol, MIBiol, BSc (Hons), AKC, RGN, PGCE, Asthma Diploma. 2011. Perawatan Respirasi. Jakarta: Erlangga.

Hendrizal, Saanin Syaiful & Bachtiar Hafni. 2014. Pengaruh Terapi Oksigen Menggunakan Non-Rebeathing Mask terhadap Tekanan Parsial CO2 Darah pada Pasien Cedera Kepala Sedang. Jakarta: Jurnal Kesehatan Andalas diakseshttp://download.portalgaruda.org/article.php?article=300125&val=7 288&title=Pengaruh%20Terapi%20Oksigen%20Menggunakan%20Non-Rebreathing%20Mask%20Terhadap%20Tekanan%20Parsial%20CO2%20D arah%20pada%20Pasien%20Cedera%20Kepala%20Sedang

Kementerian Kesehatan RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar 2013. Diakses

http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas% 202013.pdf pada tanggal 3 Februari 2017.

Lusianah, S.Kp, M.Kep, dkk, 2012. Prosedur Keperawatan. Jakarta: CV Trans Info Media

Mariyam. 2013. Aplikasi Teori Konservasi Levine pada Anak dengan Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi di ruang Perawatan Anak. Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Semarang diakses

e=APLIKASI%20TEORI%20KONSERVASI%20LEVINE%20PADA%20 ANAK%20DENGAN%20GANGGUAN%20PEMENUHAN%20KEBUTU HAN%20OKSIGENASI%20DI%20RUANG%20PERAWATAN%20ANA K pada tanggal 01 Februari 2017.

Masela R. Hesty dkk, 2015. Hubungan Antara Pemberian ASI Ekslusif Dengan Riwayat Penyakit Infeksi Pada Anak Umur 1- 3 Tahun di Desa Mopusi Kecamatan L Olayan Kabupate Bolaang Mongondow Induk. Diakses Tanggal 3 April 2017, Pukul 10.30. Http://Download.Portalgaruda.Org.

Muttaqin, Arif. 2008. Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Pernapasan. Jakarta: Salemba Medika.

Osharinanda. Monita dkk. 2015. Profil Pasien Pneumonia Komunitas di bagian Anak RSUP. DR. M. Djamil Padang Sumatra Barat. Diakses Tanggal 8 Januari 2017, Pukul 10.00. Http://jurnal.fk.unand.ac.id.

Potter & Perry. 2012. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses dan Praktik Edisi 4. Jakarta: EGC.

Price, Sylvia Anderson & Lorraine Mecarty Wilson, RN. PhD. 2012. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Edisi 6. Jakarta: EGC.

Profil Kesehatan Indonesia (2014). Jumlah kasus pneumonia pada balita Menurut provinsi dan kelompok umur tahun 2014. Diakses

http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/profilkesehatanindon esia/profil-kesehatan-indonesia-2014.pdf pada tanggal 23 Februari 2017.

Profil Kesehatan Sumatra Barat (2013). Cakupan Penemuan Pneumonia di Provinsi Sumatera Barat tahun 2013. Diakses

http://www.depkes.go.id/resources/download/profil/PROFIL_KES_PROVI NSI_2013/03_Prov_Sumbar_2013.pdf pada tanggal 23 Februari 2017.

Profil Kesehatan Sumatra Barat (2014). Cakupan Pneumonia Balita di Provinsi Sumatera Barat tahun 2014. Diakses

http://www.depkes.go.id/resources/download/profil/PROFIL_KES_PROVI NSI_2014/03_Sumatera%20Barat_2014.pdf pada tanggal 23 Februari 2017.

Profil RSUP Dr. M. Djamil Padang. (2014). 10 Penyakit Terbanyak Rawat Inap Tahun 2014. Diakses http://www.rsdjamil.co.id/pages/10penyakitterbanyak-rawatinaptahun2014 tanggal 03 Februari 2017 pada tanggal 03 Februari 2017.

Rahajoe, Nastiti N.;Supriyatno, Bambang.; Setyanto, Darmawan Budi. 2008. Buku Ajar Respirologi Anak Edisi Pertama. Jakarta: IDAI.

Riyadi, Sujono & Sukarmin. 2009. Asuhan Keperawatan Pada Anak. Jakarta: Graha Ilmu.

Saputra, Dr. Lyndon. 2013. Catatan Ringkas Kebutuhan Dasar Manusia. Tanggerang Selatan: Binarupa Askara.

Siahaan MLI. 2013. Bronkopneumonia pada bayi dengan sindrom down. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung diakses dari

http://download.portalgaruda.org/article.php?article=122527&val=5502&titl e=BRONKOPNEUMONIA%20PADA%20BAYI%20DENGAN%20SIND ROM%20DOWN pada tanggal 2 Februari 2017.

Somantri, Irman, S.Kp, M.Kep. 2012. Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Gangguan Sistem Pernapasan Edisi 2. Jakarta: Salemba Medika.

Supardi, Sudibyo & Rustika. 2013. Buku Ajar Metodologi Riset Keperawatan. Jakarta: CV Trans Info Media.

Tarwoto & Wartonah. 2011. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan Edisi Empat. Jakarta: Salemba Medika.

WHO. (2014). Diakses dari http://www.who.int/en/ pada tanggal 03 Februari 2017.

Lampiran 4

FORMAT PENGKAJIAAN KEPERAWATAN ANAK

Waktu pengkajian Hari Tanggal Jam Sabtu 27-05-2017 09.00 WIB

Rumah sakit/ klinik/ puskesmas : RSUP Dr. M. Djamil Padang

Ruangan : Ruang Akut IRNA Kebidanan dan Anak Tanggal masuk RS : 25-05-2017

No. Rekam Medik : 979638

Sumber informasi : ibu, laporan status I. IDENTITAS KLIEN DAN KELUARGA

1. IDENTITAS ANAK

Nama/ panggilan An.G

Tanggal lahir/ umur 06 November 2016 Jenis kelamin Laki-laki

Agama Islam

Pendidikan Belum sekolah Anak ke/ jumlah saudara Pertama

Diagnose Medis PJB dan Bronkopneumonia

2. IDENTITAS ORANGTUA

IBU AYAH

Nama Ny.T Tn.D

Umur 22 tahun 30 tahun

Agama Islam Islam

Suku bangsa Minang Minang

Pendidikan SMA SMA

Pekerjaan Ibu rumah tangga Wiraswasta Alamat jln ampelo pengambiran, Sumatra Barat.

3. IDENTITAS ANGGOTA KELUARGA YANG TINGGAL SERUMAH No Nama (inisial) Usia (bl/th) Jenis kelamin Hub. Dg KK pendidikan Status kesehatan ket 1. 2. 3.

II. RIWAYAT KESEHATAN

KELUHAN UTAMA Pasien datang dengan keluhan sesak napas sejak 2 hari sebelum masuk rumah sakit, demam sejak 3 hari dan anak membiru sejak 3 bulan yang lalu.

1. Riawayat Kesehatan Sekarang

Pasien tampak sesak dan rewel, Ny. T mengatakan napas An.G tampak sesak dan terpasang oksigen, napas sesak akan bertambah jika An.G menangis, ibu

mengatakan badan An.G teraba panas.

2. Riwayata kesehatan dahulu a. Prenatal

Riwayat gestasi G1 P1 A0 H1

HPHT Tidak ingat

Pemeriksaan kehamilan ada

Frekuensi 2x dalam sebulan Imunisasi TT tidak ada

Masalah waktu hamil tidak ada Sikap ibu sewaktu kehamilan normal Emosi ibu sewaktu hamil normal

Obat- obat yang digunakan vitamin dan tablet Fe

Perokok tidak

Alkohol tidak

b. Intranatal

Tanggal persalinan 06 November 2017 BBL/PBL 2.7 Kg / 49 cm Usia gestasi saat lahir 9 bulan

Tempat pesalinan RSUP dr.Mdjamil Padang Penolong persalinan Dr spesialis kandungan Jenis persalinan sesar

penyulit persalinan tidak ada c. Post natal (24 jam)

APGAR skor tidak dapat dinilai Inisiasi menyusui dini (IMD tidak ada IMD Kelainan congenital tidak ada

d. Penyakit yang pernah diderita anak

Ny.T mengatakan An.G telah memiliki kelainan penyakit jantung bawaan sejak lahir namun belum pernah dioperasi dan dirawat selama 1 minggu lalu dipulangkan karena tidak cukup biaya.

3. Riwayat kesehatan keluarga

Anggota keluarga pernah sakit Keluarga mengatakan tidak ada anggota keluarga yang lain yang menderita penyakit yang sama dengan An.G dan penyakit degenerati seperti diabetes melitus, jantung, hipertensi.

Riwayat penyakit keturunan tidak ada

Ket:

: laki- laki : perempuan

III. RIWAYAT IMUNISASI

HB 0 ada Simpulan: Ny.T

mengatakan tidak mau membawa anaknya untuk imunisasi karena takut anak demam.

BCG tidak ada DPT tidak ada Polio tidak ada Hepatitis B tidak ada Campak tidak ada IV. RIWAYAT PERKEMBANGAN

Perkembangan An.G saat ini bisa miring kiri dan kanan serta berguling V. LINGKUNGAN

Rumah : Ventilasi rumah kurang dan sempit

Halaman pekarangan: Ada namun tidak luas, tidak banyak tumbuhan. Jamban/ WC : Ada memenuhi syarat kesehatan

Sumber air minum : Air galon

Sampah : Pembuangan sementara didepan rumah memakai tong samapah, lalu dibakar.

VI. PENGKAJIAN KHUSUS A. ANAK

1. Pemeriksaan fisik

a. kesadaran Compos mentis

GCS: E: M : V: jumlah:

b. tanda vital Suhu: 38.5 c RR: 45 x/m HR: 124 x/m c. posture BB: 5 Kg PB/TB: 59 Cm

d. kepala Bentuk : simetris Kebersihan : cukup bersih Lingkar kepala: cm Fontalel anterior: normal Fontale posterior: normal Benjolan: tidak ada

Data lain: tidak ditemukan kelainan lain dikepala e. mata Simetris

Sklera: tidak ikhterik

Refleks cahaya : Positif Pupil : Isokor Konjungtiva : Tidak anemis Sclera : Tidak ikterik Reflek kedip : Ada

f. hidung Letak : Simetris Pernafasan cuping hidung: Tidak ada Kebersihan : Bersih

cekung keatas.

h. telinga Bentuk : simetris Kebersihan : cukup bersih Posisi puncak pina : normal Pemeriksaan pendengaran : baik Data lain:

i. leher Pembesaran kelenjar getah bening: tidak ada Pembesaran vena junggularis: tidak ada j. dada

- thoraks Inspeksi : tidak simetris, tampak dada corong, terdapat retraksi dinding dada Auskultasi : bronkovaskuler, tidak terdapat suara

napas tambahan

Palpasi : fremitus kiri dan kanan sama Perkusi : sonor

Lingkar dada:

- jantung Inspeksi : tidak simetris Auskultasi : irama reguler

Palpasi : teraba ictus cordi LMCS RIC 5 k. abdomen Inspeksi : simetris, tidak ada distensi abdomen

Auskultasi : bising usus normal Palpasi : tidak terdapat nyeri Perkusi : tympani

l. kulit Turgor : baik Kelembaban: baik

Warna : warna kulit putih, terdapat scabies di tangan dan kaki.

Data lain

m. ekstremitas atas akral dingin, crt < 2 dtk, tidak ada lesi. n. ekstremitas bawah akral dingin, crt <2 dtk , tidak ada lesi. o. genitalia dan anus tidak terdapat kelainan

p. pemeriksaan tanda rangsangan meningeal 2. tempramen dan daya adaptasi Easy child Kakater santai Temperamen mudah

Kebiasaan yang teratur dan mudah di prediksi Mudah beradaptasi terhadap perubahan Difficult child

Sangat aktif peka rangsangan

kebiasaan yang tidak tidur

lambat adaptasi dg rutinitas, orang/ situasi baru sering menanggis

Slow- to- warm up child

Lambat beradaptasi Tidak aktif

3. kebiasaan sehari- hari

a. nutrisi dan cairan ASI + PASI

ASI eksklusif dan susu pendamping selama 2 bulan, dari 2 bulan sampai usia 6 bulan An.G hanya

diberikan susu formula, dan dilanjutkan dengan jenis makanan promina dan nasi tim. Selama sakit An.G mendapat diit Susu Formula 8 x 60 cc/hari. b. istrahat dan tidur Siang:

Pola tidur siang An.G 1-2 jam kuantitas kurang nyenyak dikarenakan sesak saat bernapas,

Malam:

tidur malam sedikit frekuensi tidur lebih kurang 4-6 jam/hari dikarenakan anak sesak dan rewel.

c. eliminasi BAK: normal Frekuensi BAB dan BAK An.G sebanyak 120 gr/hari

menggunakan pempers.

BAB: normal Frekuensi BAB dan BAK An.G sebanyak 120 gr/hari

menggunakan pempers. d. personal hygiene tidak ada masalah

e. aktifitas bermain tidak ada

f. rekreasi Pola rekreasi keluarga: tidak ada VII. DATA PENUNJANG

Laboratorium Leukosit meningkat 10.820/ kalium meningkat 5,8, glukosa sewaktu rendah 72mg/dl, hemoglobin tinggi 18 g/dl, eritrosit 6,6 juta, hematokrit meningkat 56%, eosinofil rendah 0%, AGD pH rendah 7,28, PCO2 55 mmHg, PO2 28 mmHg, HCO3- 25,7 mmol/L, BE -2.5, SO2 rendah 85%. radiologi Pembesaran medistinum superior (Thymus), jantung

membesar CTR 60%, apeks membulat, hilus tamak menebal, corakan bronkovaskuler bertambah, tampak infiltrat di perakardial kanan , tampak gambaran opak nodular diperihiler kanan.

Terapi medis IVFD KAEN 1B 2cc/jam

VIII. ANALISA DATA

Data Masalah Etiologi

Data subjektif :

Ny.T mengatakan An.G masih terlihat sesak dan sesak bertambah saat An.G menagis dan rewel.

Data objektif :

- Napas pasien tampak sesak

- Terdapat retraksi dinding dada

- Frekuensi napas yaitu 52 x/i, bunyi napas bronkovaskuler

- Terpasang oksigen nasal canul 2 liter/menit - Pemeriksaan radiologi ditemukan corakan bronkovaskuler bertambah, tampak infiltrat di parakardial kanan, tampak gambaran opak nodular di perihiler kanan. Ketidakefektifan pola nafas adanya gangguan ventilasi. Data subjektif :

Ny.T mengatakan bahwa anaknya masih terlihat sesak saat bernapas dan sesak bertambah apabila pasien rewel dan gelisah.

Data objektif :

- Pasien tampak sesak napas.

- Pasien terpasang oksigen dengan binasal 2 l/i.

- Akral tampak membiru dan teraba dingin.

- Hasil AGD yaitu, PH 7,28, PCO2 55 mmHg, PO2 28 mmHg, HCO3- 25,7 mmol/L, BE: -2.5, SO2 rendah

Gangguan pertukaran gas Ketidakseimbangan perfusi ventilasi

yaitu 85%. - Pemeriksaan radiologi ditemukan corakan bronkovaskuler bertambah, tampak infiltrat di parakardial kanan, tampak gambaran opak nodular di perihiler kanan. Data subjektif :

Ny.T mengatakan An.G bangun lebih awal dan tidur kurang karena sesak saat bernafas.

Data objektif :

Jumlah tidur kurangdari normal sesuai usia yaitu tidur siang An.G 1-2 jam kuantitas kurang nyenyak dikarenakan sesak saat bernapas, tidur malam sedikit frekuensi tidur lebih kurang 4-6 jam/hari dikarenakan anak sesak dan rewel.

Gangguan pola tidur sesak saat bernapas dan ketidaknyamanan

IX. DIAGNOSA KEPERAWATAN

NO DIAGNOSA DITEMUKAN DISELESAIKAN TGL PARAF TGL PARAF 1 Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan adanya gangguan ventilasi 27-05-2017 27-05-2017 2 Gangguan pertukaran gas b/d hiperventilasi 27-05-2017 27-05-2017 3 Gangguan pola tidur berhubungan dengan ketidaknyamanan. 27-05-2017 27-05-2017

X. INTERVENSI KEPERAWATAN NO DIAGNOSA KEPERAWATAN NOC NIC 1 Ketidakefektifan Pola Nafas a. Status Pernafasan Kriteria hasil : 1) Frekuensi pernafasan normal (40-50x/menit) 2) Irama pernafasan normal 3) Kedalaman inspirasi 4) Suara auskultasi pernafasan normal 5) Kepatenan jalan nafas 6) Volume tidal 7) Kapasitas vital 8) Penggunaan otot

bantu nafas tidak ada

9) Retraksi dinding dada tidak ada 10) Sianosis tidak ada 11) Suara nafas

tambahan tidak ada

b. Status Pernafasan : Kepatenan Jalan Nafas Kriteria hasil : 1) Frekuensi pernafasan normal (40-50x/nmenit) 2) Irama pernafasan 3) Suara nafas tambahan 4) Pernafasan cuping hidung 5) Dipsnea saat istirahat 6) Batuk 7) Akumulasi sputum Manajemen Jalan Nafas 1) Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi 2) Lakukan fisioterapy dada jika perlu 3) Motivasi pasien

untuk bernafas pelan, dalam, berputar, dan batuk 4) Gunakan teknik yang menyenangkan untuk memotivasi bernafas dalam kepada anak-anak 5) Auskultasi suara

nafas, catat area yang ventilasinya menurun atau tidak adanya suara nafas tambahan Terapi Oksigen 1) Pertahankan kepatenan jalan nafas 2) Monitor aliran oksigen 3) Monitor efektifitas terapi oksigen 4) Amati tanda-tanda adanya hipoventilasi oksigen 5) Sediakan oksigen ketika pasien dibawah / dipidahkan Monitor Pernafasan 1) Monitor kecepatan, irama, kedalaman dan kesulitan

bernafas

2) Catat pergerakan dinding dada dan pengunaan otot bantu

3) Monitor suara nafas tambahan seperti ngorok

4) Monitor pola nafas 5) Palpasi kesimetrisan ekspansi paru 6) Auskultasi suara nafas tambahan 3 Gangguan Pertukaran Gas a. Status Pernafasan : Pertukaran Gas Kriteria hasil: 1) Tekanan parsial oksigen dalam darah arteri (po2)

2) Tekanan parsial oksigen dalam darah arteri (pco2)

3) Saturasi oksigen 4) Keseimbangan

ventilasi perfusi 5) Dyspnea pada saat

istirahat 6) Sianosis

Monitor Vital Sign 1) Memonitor tekanan

darah, nadi, suhu, dan status pernafasan 2) Memonitor Denyut jantung 3) Memonitor suara paru-paru 4) Memonitor warna kulit 5) Menilai Cavilarevil Monitor Pernafasan 1) Memonitor tingkat, irama, kedalaman, dan respirasi 2) Memonitor gerakan dada 3) Monitor bunyi pernafasan 4) Auskultasi bunyi paru 5) Memonitor dyspnea dan hal yang meningkatkan dan memperburuk kondisi Terapi Oksigen 1) Pertahankan kepatenan jalan nafas 2) Monitor aliran

oksigen 3) Amati tanda-tanda hipoventilasi induksi oksigen 3 Gangguan Pola Tidur. Toleransi terhadap aktifitas Kriteria hasil:

6. Saturasi oksigen saat beraktifitas tidak terganggu

7. Frekuensi nadi ketika beraktifitas tidak terganggu 8. Frekuensi pernapasan ketika beraktifitas tidak terganggu 9. Kemudahan bernapas ketika beraktifitas tidak terganggu Tekanan darah ketika beraktifitas tidak terganggu Peningkatan tidur 4. Monitor/ catat

pola tidur pasien dan jumlah jam tidur

5. Monitor pola tidur pasien dan catat kondisi fisik (misalnya, apnea tidur, sumbatan jalan nafas, nyeri/ ketidaknyamanan, dan frekuensi buang kecil) dan/atau psikologis (misalnya, ketakutan atau kecemasan) keadaan yang mengganggu tidur 6. Sesuaikan lingkungan (misalnya, cahaya, kebisingan, suhu ruangan, dan kebisingan) untuk meningkatkan tidur Terapi relaksasi 4. Gambarkan rasionalisasi dan manfaat relaksasi serta jenis relaksasi yang tersedia

5. Minta klien untuk rileks

6. Tunjukkan dan praktikkan teknik relaksasi pada klien.

XI. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

TGL/ HARI

DIAGNOSA

KEPERAWATAN IMPLEMENTASI EVALUASI 27-05-2017 Ketidakefektifan Pola Nafas berhubungan dengan adanya gangguan ventilasi

- Monitor vital sign - Intake out put cairan - Intake cairan per

NGT

- Memberikan terapi obat.

S : Ny.T mengatakan An.G masih terasa sesak saat bernapas, sesak bertambah bila menangis.

O : Pasien masih tampak lemah dan sesak napas, terdapat retraksi dinding dada, akral tampak sianosis, TTV pasien yaitu HR: 112 x/i, RR: 56 x/i, S: 38,8 0C, terpasang oksigen nasal kanul 2 liter/menit. A: Masalah keperawatan ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan adanya gangguan ventilasi belum teratasi sesuai dengsn kriteria hasil frekuensi pernapasan dalam rentang normal, irama pernapasan normal, suara auskultasi pernapasan normal, kepatenan jalan napas, retraksi dinding dada tidak ada, suara napas tambahan tidak ada. P :

Intervensi dilanjutkan dengan terapi oksigen, intake out put cairan, intake cairan per NGT, dan monitor tanda-tanda

vital.

28-05-2017

- Monitor vital sign - Intake out put cairan - Intake cairan per

NGT

- Memberikan terapi obat.

S : Ny.T mengatakan An.G masih terasa sesak saat bernapas, sesak bertambah bila menangis.

O:

Pasien masih tampak lemah dan sesak napas, terdapat retraksi dinding dada, akral tampak sianosis, TTV pasien yaitu HR: 123 x/i, RR :49 x/i, S : 37,8 0 C, terpasang oksigen nasal kanul 2 liter/menit A A: Masalah keperawatan ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan adanya gangguan ventilasi belum teratasi sesuai dengsn kriteria hasil frekuensi pernapasan dalam rentang normal, irama pernapasan normal, suara auskultasi pernapasan normal, kepatenan jalan napas, retraksi dinding dada tidak ada, suara napas tambahan tidak ada. P :

Intervensi dilanjutkan dengan terapi oksigen, intake out put cairan, intake cairan per NGT, dan monitor tanda-tanda vital.

29/05/ 2017

- Monitor vital sign - Intake out put cairan - Intake cairan per

NGT

- Memberikan terapi obat.

S : Ny.T mengatakan An.G masih terasa sesak saat bernapas, sesak bertambah bila menangis.

O : Pasien masih tampak lemah dan sesak napas, terdapat retraksi dinding dada, akral tampak sianosis, TTV pasien yaitu HR: 126 x/i, RR: 43x/i, S : 36,8 0C, terpasang oksigen nasal kanul 2 liter/menit. A: Masalah keperawatan ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan adanya gangguan ventilasi belum teratasi sesuai dengsn kriteria hasil frekuensi pernapasan dalam rentang normal, irama pernapasan normal, suara auskultasi pernapasan normal, kepatenan jalan napas, retraksi dinding dada tidak ada, suara napas tambahan tidak ada. P :

Intervensi dilanjutkan dengan terapi oksigen, intake out put cairan, intake cairan per NGT, dan monitor tanda-tanda vital.

30/05/ 2017

- Monitor vital sign - Intake out put cairan - Intake cairan per

NGT

- Memberikan terapi obat.

S : Ny.T mengatakan An.G masih terasa sesak saat bernapas, sesak bertambah bila menangis.

O : Pasien masih tampak lemah dan sesak napas, akral teraba hangat, tidak terdapat retraksi dinding dada.

TTV pasien yaitu HR : 122 x/i, RR: 37 x/i, S : 36,7 0C, terpasang oksigen nasal kanul 2 liter/menit. A: Masalah keperawatan ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan adanya gangguan ventilasi belum teratasi sesuai dengsn kriteria hasil frekuensi pernapasan dalam rentang normal, irama pernapasan normal, suara auskultasi pernapasan normal, kepatenan jalan napas, retraksi dinding dada tidak ada, suara napas tambahan tidak ada. P :

Intervensi dilanjutkan dengan terapi oksigen, intake out put cairan, intake cairan per NGT, dan monitor tanda-tanda vital.

31/05/ 2017

- Monitor vital sign - Intake out put cairan - Intake cairan per

NGT

- Memberikan terapi obat.

S : Ny.T mengatakan An.G sudah tidak terlalu sesak saat bernapas.

O : Pasien masih tampak lemah dan sesak napas sudah berkurang, retraksi dinding dada sudah tidak ada, akral terba hangat. TTV pasien yaitu HR: 128 x/i, RR: 39 x/i, S: 36.7 0 C, terpasang oksigen nasal kanul 2 liter/menit. A : Masalah keperawatan ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan ventilasi yang tidak adekuat teratasi sebagian sesuai dengan kriteria hasil frekuensi pernapasan dalam rentang normal, irama pernapasan normal, suara auskultasi pernapasan normal, kepatenan jalan napas, retraksi dinding dada tidak ada, suara napas tambahan tidak ada. P :

Intervensi dihentikan karena pasien pulang.

Perawat Yang Melakukan Pengkajian

Silvia Audia Putri 143110267

Lampiran 5

FORMAT PENGKAJIAAN KEPERAWATAN ANAK

Waktu pengkajian Hari Tanggal Jam Sabtu 27 Mei 2017 10.30

Rumah sakit/ klinik/ puskesmas : RSUP Dr. M. Djamil Padang

Ruangan : Ruang HCU IRNA Kebidanan dan Anak Tanggal masuk RS : 26 Mei 2017

No. Rekam Medik : 919847

Sumber informasi : ibu, laporan status XII. IDENTITAS KLIEN DAN KELUARGA 4. IDENTITAS ANAK

Nama/ panggilan An.F

Tanggal lahir/ umur 28 Mei 2015 Jenis kelamin Laki –laki

Agama Islam

Pendidikan -

Anak ke/ jumlah saudara Pertama

Diagnose Medis PJB dengan Bronkopneumoia

5. IDENTITAS ORANGTUA

IBU AYAH

Nama Ny.N Tn.P

Umur 29 Tahun 32 Tahun

Agama Islam Islam

Suku bangsa Indonesia Indonesia

Pendidikan SMK SMP

Pekerjaan IRT SWASTA

Alamat Jln pasar karupuak,kuranji,padang

6. IDENTITAS ANGGOTA KELUARGA YANG TINGGAL SERUMAH No Nama (inisial) Usia (bl/th) Jenis kelamin Hub. Dg KK pendidikan Status kesehatan ket 1. 2. 3.

XIII. RIWAYAT KESEHATAN

KELUHAN UTAMA Pasien datang dengan keluhan sesak nafas sejak 4 jam sebelum masuk Rumah Sakit , muntah-muntah sejak 4 jam yang lalu sebelum masuk rumah sakit frekuensi 2x jumlah 3-4 sendok makan. Demam sejak 1 hari yang lalu,batuk-batuk sejak 8 hari yang lalu dan nafsu makan menurun.

4. Riawayat Kesehatan Sekarang

Dalam dokumen POLTEKNIK KESEHATAN KEMENKES PADANG (Halaman 111-153)

Dokumen terkait