BAB V. PENUTUP
B. Saran
Para mahasiswa IPPAK-USD adalah calon katekis yang mempunyai kewajiban untuk mewartakan Sabda Allah di tengah-tengah umat beriman. Sebagai calon katekis hendaknya mereka dibina dan dibimbing sejak dini agar nantinya mereka mampu menjadi katekis yang bermutu dan bijaksana.
Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis mengungkapkan beberapa saran bagi para mahasiswa IPPAK-USD agar semakin menyadari pentingnya menjalankan retret dan keterlibatan dalam hidup menggereja baik di lingkungan kampus, Gereja dan masyarakat. Beberapa saran yang dapat diberikan oleh penulis bagi mahasiswa IPPAK-USD antara lain: mahasiswa sebaiknya dapat menghayati retret dengan sungguh-sungguh melalui belajar hening dan berdoa secara khusuk sesering mungkin dan merefleksikan pengalaman-pengalaman yang telah terjadi serta dikaitkan dengan bacaan Kitab Suci, dapat menyadari panggilannya sebagai calon katekis dengan melibatkan dirinya dalam hidup menggereja, mampu membagi waktu antara kegiatan menggereja dengan kegiatan kuliah dengan baik dan teliti sehingga semuanya dapat terlaksana, mewujudkan persaudaraan antar mahasiswa, dosen, karyawan di kampus IPPAK-USD juga
dengan umat atau masyarakat dimana pun berada, berupaya mengembangkan iman umat dengan cara melibatkan diri dalam kehidupan menggereja.
Bagi para pembimbing retret IPPAK-USD, saran yang dapat penulis berikan ialah agar para pembimbing dapat sungguh-sungguh membimbing retret para mahasiswa IPPAK-USD dengan melihat situasi mahasiswa, sehingga para mahasiswa juga dapat mengikuti retret dengan sunguh-sungguh sesuai harapan mereka. Dalam membimbing retret alangkah baiknya metode yang diberikan oleh peserta retret dapat mendorong peserta untuk serius dan senang dalam mengikuti retret.
Demikian kesimpulan dan saran yang dapat penulis sampaikan di dalam skripsi ini. Semoga kesimpulan dan saran ini semakin menyadarkan mahasiswa IPPAK-USD dalam meningkatkan keterlibatannya dalam hidup menggereja demi perkembangan iman dan kepribadiannya sebagai calon katekis.
153
Ardhi Wibowo, F.X. (1993). Arti Gereja. Yogyakarta: Kanisius.
Armada Riyanto, Dr. (2004). Membangun Gereja dari Konteks. Malang: Dioma. Bergant, Dianne & Karris, Robert J. (2002a). Tafsir Alkitab Perjanjian Baru.
Yogyakarta: Kanisius.
_________. (2002b). Tafsir Alkitab Perjanjian Lama. Yogyakarta: Kanisius. Darminta, J. (tt). Dasar-dasar Teologik-Spiritual Praksis Retret. Manuskrip untuk
kursus pembimbing retret yang dikeluarkan oleh Pusat Spiritualitas Girisonta (PUSPITA), Ungaran.
_________. (1993). Pengantar. Dalam Ignasius Loyola, Latihan Rohani (hh. 7-26). Yogyakarta: Kanisius.
Departemen Pendidikan Nasional. (Ed.). (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Dister, Nico Syukur. (2000). Rehab Rumah Tuhan. Yogyakarta: Kanisius.
Echols, John M & Hassan Shadily. (1995). Kamus Inggris Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia.
Groome, Thomas H. (1997). Shared Christian Praxis: Suatu Model Berkatekese
(F.X. Heryatno Wono Wulung, Penyadur). Yogyakarta: Lembaga Pengembangan Kateketik Puskat. (Buku asli diterbitkan tahun 1991).
Institut Karmel Indonesia dan Keuskupan Malang. (1998). Pedoman Retret dan Rekoleksi. Malang: Dioma.
Jacobs, Tom. (1979). Dinamika Gereja. Yogyakarta: Kanisius.
Kila, Pius. (1996). Rekoleksi dan Retret Remaja. Yogyakarta: Kanisius.
Komisi Kateketik KAS. (1997a). Mengikuti Yesus Kristus 1: Buku Pegangan Calon Baptis. Yogyakarta: Kanisius.
__________. (1997b). Mengikuti Yesus Kristus 3: Buku Pegangan Calon Baptis. Yogyakarta: Kanisius.
Komisi Kateketik KWI. (1993). Arah Katekese Gereja Indonesia. Malang: Dioma.
Konferensi Waligereja Indonesia. (1996). Iman Katolik: Buku Informasi dan Referensi. Yogyakarta: Kanisius.
Konsili Vatikan II. (1993). Dokumen Konsili Vatikan II (R. Hardawiryana, Penerjemah). Jakarta: Obor. (Dokumen asli diterbitkan tahun 1966).
Mangunhardjana, A.M. (1985). Membimbing Rekoleksi. Yogyakarta: Kanisius. Mello, Anthony de. (1994). Hidup di Hadirat Allah. Yogyakarta: Kanisius. Nugroho Widiyono, A. (2007). Retret Tahunan. Rohani, 54, 4-5.
Prodi IPPAK USD. (2009). Daftar dan Jumlah Mahasiswa Semester Genap Tahun Akademik 2008/2009. Manuskrip yang diterbitkan pada Februari 2009 oleh Program Studi Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik, Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Raguin, Yves. (1986). Berbagai Jalan Kontemplasi: Unsur-unsur Hidup Rohani. Yogyakarta: Kanisius.
Sindhunata, GP. (2000). Bisikan Daun-daun Sabda. Yogyakarta: Kanisius.
Staf Prodi IPPAK-USD. (2005). Panduan Akademik: Program Studi Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik. Buku Panduan
Akademik yang diterbitkan tahun 2004 oleh Prodi IPPAK Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Stoutzenberger, Joseph M &. Bohrer, John D. (2000). Meditasi bersama Fransiskus dari Asisi. Jakarta: Sekafi.
Studio Audio Visual Puskat. (2000). Cerita yang Patut Diperhatikan. Yogyakarta: Puskat.
___________. (2003). Slide Video “Menggerakkan Muda-mudi dengan Membaca Kitab Suci”. Yogyakarta: Puskat.
Suhardiyanto, H.J. (2006). Pendidikan Hidup Menggereja. Diktat Mata Kuliah Pendidikan Hidup Menggereja untuk Mahasiswa Semester II, Program Studi Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik, Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Sumantri, Y. (2002). Akar dan Sayap. Yogyakarta: Kanisius.
Sumarno Ds .(2006). Program Pengalaman Lapangan Pendidikan Agama Katolik (PPL PAK Paroki). Diktat Mata Kuliah PPL PAK Paroki untuk Mahasiswa Semester V, Program Studi Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik, Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Suparno, Paul. (1990). Retret untuk Mahasiswa. Yogyakarta: Kanisius.
Suratman, Y. (1999). Membangun Komunitas Basis Gerejawi. Jakarta: Celesty Hieronika.
Tabita Kartika Christiani. (2008). Shared Christian Praxis dalam Konteks Indonesia. Makalah yang diambil dari bahan Pengayaan Diri Dosen Program Studi Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, pada tanggal 18-19 Juni 2008.
Tetlow, Joseph A. (1998). Memilih Kristus di Dunia. Yogyakara: Kanisius.
Tim Kerja Liturgi Gereja Santo Antonius Kotabaru. (2000). Kidung Ekaristi.
Kumpulan lagu-lagu untuk umat di Paroki Kota Baru Yogyakarta.
Wharton, Paul. (1994). 111 Cerita & Perumpamaan bagi Para Pengkhotbah dan Guru. Yogyakarta: Kanisius. h. 40.
(1)
Lampiran 1: Pedoman Quesioner Terbuka untuk Para Mahasiswa IPPAK- USD
1. Apa yang anda ketahui tentang retret? 2. Apakah tujuan retret?
3. Apa saja bentuk-bentuk retret yang anda ketahui di kampus IPPAK-USD? 4. Mengapa retret bisa dikatakan sebagai bagian dari Pembinaan Spiritualitas? 5. Apa faktor penghambat anda dalam melaksanakan retret?
6. Apa faktor pendukung anda dalam melaksanakan retret? 7. Manfaat apa yang bisa anda rasakan setelah mengikuti retret? 8. Apakah yang dimaksud dengan keterlibatan hidup meggereja?
9. Kegiatan apa saja yang termasuk dalam hidup menggereja di luar kampus ? 10.Apakah anda sebagai mahasiswa IPPAK-USD sudah ikut terlibat dalam hidup
menggereja? Dalam hal apa saja?
11.Kegiatan apa saja yang sudah anda ikuti sebagai mahasiswa IPPAk-USD yang terlibat aktif dalam hidup menggereja di dalam kampus?
12.Hal-hal apa saja yang mendukung anda untuk mau terlibat dalam hidup menggereja?
13.Hal-hal apa saja yang menghambat anda untuk terlibat dalam hidup menggereja?
14.Apa manfaat yang anda peroleh dari keterlibatan dalam hidup menggereja? 15.Bagaimana taggapan umat setempat terhadap keterlibatan anda dalam hidup
menggereja?
16.Menurut anda apakah retret sangat penting diberikan kepada mahasiswa IPPAK? Mengapa?
17.Menurut anda apakah retret dapat membantu meningkatkan keterlibatan mahasiswa IPPAK dalam hidup menggereja? Jelaskan!
18.Selama mengikuti retret tema-tema apa saja yang telah anda terima?
19.Menurut anda apakah tema-tema tersebut cocok dengan kebutuhan mahasiswa IPPAK untuk terlibat aktif dalam hidup menggereja?
20.Menurut anda apa bantuan retret bagi perkembangan mahasiswa IPPAK untuk meningkatkan keterlibatannya dalam hidup menggereja?
21.Menurut anda apa saja sarana yang cocok untuk retret bagi mahasiswa IPPAK?
22.Menurut anda apa saja metode yang cocok digunakan untuk retret bagi mahasiswa IPPAK?
23.Menurut anda retret dapat diberikan kepada mahasiswa IPPAK dalam jeda waktu berapa lama? Sebutkan alasannya!
24.Sebagai peserta retret sikap-sikap apa saja yang harus anda miliki untuk memperlancar jalannya retret?
25.Setelah mengikuti retret sejauh mana keterlibatan anda sebagai mahasiswa IPPAK dalam hidup menggereja? Jelaskan!
(2)
Lampiran 2: Pedoman Wawancara untuk Mahasiswa IPPAK-USD
1. Dimana tempat tinggal anda?
2. Apakah lingkungan tempat tinggal anda mendukung untuk dapat mengembangkan diri dalam hidup menggereja?
3. Menurut anda bagaimana hubungan para mahasiswa IPPAK-USD dengan sesama mahasiswa, karyawan dan dosen?
4. Apa kekhasan kehidupan mahasiswa IPPAK-USD Yogyakarta?
(3)
Lampiran 3: Pedoman Wawancara untuk Dosen Koordinator Retret IPPAK- USD
1. Mengapa mahasiswa IPPAK-USD perlu diberi retret tahunan?
2. Apa saja tema-tema retret yang diadakan oleh kampus IPPAK-USD tahun 2008/2009?
3. Di mana saja tempat-tempat retret yang dipergunakan untuk para mahasiswa IPPAK-USD tahun 2008/2009?
4. Mengapa retret di tahun 2008/2009 sedikit berbeda dengan retret yang diadakan pada tahun-tahun sebelumnya?
5. Siapa saja para pembimbing retret bagi mahasiswa IPPAK-USD pada tahun 2008/2009?
6. Mengapa untuk tahun ini choice sudah tidak diadakan lagi? 7. Apa tujuan choice?
8. Apa yang dimaksud dengan PPKM? 9. Apa tujuan PPKM bagi para mahasiswa? 10.Apa tema-tema PPKM?
11.Apa arah pembinaan spiritualitas Prodi IPPAK-USD?
(4)
Lampiran 4: Rangkuman Hasil Quesioner Terbuka Mahasiswa IPPAK-USD A. Pelaksanaan:
1. Responden : Mahasiswa IPPAK-USD Semester VI
2. Jumlah Responden : 21 Mahasiswa (10 biarawan-biarawati, 11awam)
3. Tanggal : 21-30 April 2009
4. Tempat : Kampus IPPAK-USD
B. Pokok-pokok Pertanyaan dan Jawaban 1. Apa yang anda ketahui tentang retret? Jawaban:
a. Biarawan-biarawati (Bruder, suster, frater):
• Menarik diri dari kesibukan atau mengambil waktu secara khusus (7-8 hari) untuk membangun relasi dengan Tuhan secara intensif.
• Retret adalah suatu kegiatan rohani.
• Retret adalah dimana seseorang memeriksa diri dan pengalaman-pengalaman yang lalu dihadirkan kembali.
• Kegiatan yang berlangsung beberapa hari (3/8/30 hari) dimana seseorang mengundurkan diri dari segala kesibukan untuk berdoa dan mengumpulkan pangalaman kasih Allah.
• Bertemu dengan Tuhan secara khusus untuk introfeksi diri. b. Awam biasa:
• Melihat kembali pengalaman-pengalaman hidup dan mencari nilai rohani untuk menjadi pegangan dalam pengalaman hidup selanjutnya.
• Pertemuan pribadi dengan Tuhan dalam suasana tenang.
• Waktu untuk doa, merefleksikan kehidupan pribadi dan meninggalkan kehidupan duniawi.
• Proses untuk bertemu dengan Tuhan lewat keheningan.
• Mundur dari kehidupan sehari-hari, menarik diri untuk intropeksi diri dan mengevaluasi diri.
• Kegiatan yang berorientasi pada refleksi pribadi dan kehidupan rohani seseorang dalam suasana hening dan merefleksikan pengalaman kita.
2. Apakah tujuan retret? Jawaban:
a. Biarawan-biarawati (Bruder, suster, frater):
• Untuk bertemu Tuhan secara pribadi dan menemukan kehendak-Nya, membuat keputusan, penyegaran hidup rohani, belajar berdoa dan mengenal siapakah kita.
• Memperdalam hidup rohani, semakin mempererat kasih dengan Allah dan semakin mengalami dikasihi.
(5)
• Menemukan suasana yang baru, pembaharuan diri dari yang sebelumnya.
• Menimba kekuatan rohani lagi dalam keheningan bersama Allah.
• Belajar berdoa secara lebih serius sehingga dapat semakin menyegarkan hidup rohani dan mengenal siapakah aku untuk membuat keputusan.
• Untuk menimba kekuatan dari sang sumber (Tuhan).
• Untuk merefleksikan kembali kehidupan yang telah dijalani. b. Awam biasa:
• Menjalin relasi lebih dekat dengan Tuhan.
• Meneguhkan iman, pengharapan dan kasih terhadap Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Allah.
• Menemukan cara hidup baru (memperbaiki cara hidup yang lama).
• Untuk mengevaluasi diri, berelasi dengan diri sendiri, sesama dan Tuhan.
• Untuk memperoleh pembaharuan dan peneguhan dari Allah sehingga mendapatkan kedamaian dalam hidup.
• Mendekatkan diri pada Tuhan dengan situasi hening.
• Untuk penyegaran diri dari persoalan-persoalan hidup.
• Memaknai refleksi hidup kita dan mencari apa makna pengalaman hidup kita yang pernah kita alami serta semakin mendekatkan diri pada Tuhan.
• Mendapatkan pengalaman dan motivasi baru.
3. Apa saja bentuk-bentuk retret yang anda ketahui di kampus IPPAK-USD? Jawaban:
a. Biarawan-biarawati(Bruder, suster, frater):
• Retret bersama (retret Ignatian) atau retret 3 hari
• Choice
• Week And moral
• Pembinaan Spiritualitas b. Awam biasa:
• Rekoleksi
• Choice
• Pembinaan Spiritualitas
4. Mengapa retret bisa dikatakan sebagai bagian dari Pembinaan Spiritualitas? Jawaban:
a. Biarawan-biarawati (Bruder, suster, frater):
• Karena di dalam retret mengandung unsur-unsur membina iman serta membina spirit hidup terutama dalam mengenal serta menemukan kehendak Tuhan.
• Karena retret juga dapat memperkembangkan spirit seseorang.
• Karena retret juga merupakan kegiatan untuk membina dan membentuk segi spiritualitas diri seseorang.
(6)
• Karena dengan retret mahasiswa akan semakin mampu berkembang dalam hal spiritualitas.
• Karena lewat retret segi spiritualitas dalam diri mahasiswa semakin dikembangkan dan terbina.
b. Awam biasa:
• Karena berkaitan dengan pembinaan kepribadian dan iman seseorang.
• Retret dapat melahirkan semangat baru dari dalam diri seseorang.
• Karena juga dapat membantu seseorang untuk menemukan Tuhan dalam berbagai kegiatan yang bervariasi.
• Karena berhubungan dengan yang Ilahi, mengolah kekuatan yang ada di luar diri manusia.
• Karena mengolah pribadi untuk menemukan jati diri dengan mendekatkan diri pada Tuhan.
5. Apa faktor penghambat anda dalam melaksanakan retret? Jawaban:
a. Biarawan-biarawati(Bruder, suster, frater):
• Retret diadakan bersamaan dengan hari efektif kuliah.
• Waktu retret bersamaan dengan pertemuan yang diadakan oleh konggregasi.
• Kurang bisa serius.
• Memikirkan tugas-tugas yang belum selesai baik di komunitas maupun di kampus.
• Retret bersama kurang adanya keheningan untuk masuk dalam permenungan.
• Diri sendiri yang tidak siap untuk mengikuti retret.
• Tempat yang tidak memungkinkan.
• Bahan yang diberikan terkadang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.
• Pembimbing kurang oke. b. Awam biasa:
• Beban psikis yang terlalu berat.
• Tidak ada motivasi.
• Tidak bisa sharing atau terbuka.
• Tidak bisa hening.
• Kurang mempersiapkan diri.
• Tidak bisa menghayati retret secara total.
• Tidak bisa konsentrasi.
6. Apa faktor pendukung anda dalam melaksanakan retret? Jawaban:
a. Biarawan-biarawati (Bruder, suster, frater):
(7)
• Suasana nyaman dan kesiapan diri untuk mengikuti retret.
• Bahan yang cocok dengan situasi kita.
• Tempat retret yang nyaman dan fasilitas yang memadai.
• Fisik yang sehat.
• Biaya yang relatif murah.
• Pembimbing retret yang penuh persiapan sehingga bermutu dan bermakna.
• Mengalami suasana yang rileks.
• Kesediaan atau kemauan untuk menyediakan waktu bagi Tuhan. b. Awam biasa:
• Dapat berkumpul dengan teman-teman
• Bahan cocok dengan situasi diri
• Fasilitas atau sarana yang memadai
• Dorongan Ilahi dan Roh Kudus
• Dukungan dari teman-teman
• Sikap terbuka
• Suasana hati yang mendukung
• Adanya kemauan yang kuat
7. Manfaat apa yang bisa anda rasakan setelah mengikuti retret? Jawaban:
a. Biarawan-biarawati (Bruder, suster, frater):
• Ada suatu kekuatan dan harapan baru untuk memulai hidup yang lebih baik lagi.
• Lebih dewasa dalam menghadapi masalah.
• Memiliki semangat baru untuk meneruskan perjuangan.
• Mendapatkan banyak peneguhan dari pembimbing.
• Adanya kesempatan bersama Allah.
• Adanya pencerahan.
• Menambah semangat baru dalam hidup dan pelayanan serta semangat persaudaraan.
• Kehidupan rohani disegarkan kembali.
• Mendapat cara pendang baru.
• Ada perubahan dalam hidup khususnya berelasi dengan Tuhan. b. Awam biasa:
• Hidup disegarkan kembali.
• Mampu berdamai dengan dunia.
• Menemukan tujuan hidup yang baru.
• Iman bertambah dewasa.
• Menjadi dekat kepada Tuhan da sesama.
• Adaya rasa tenang da damai.
(8)
8. Apakah yang dimaksud dengan keterlibatan hidup meggereja? Jawaban:
a. Biarawan-biarawati (Bruder, suster, frater):
• Keterlibatan umat beriman di dalam kegiatan-kegiatan Gereja secara teritorial maupun kategorial juga di dalam masyarakat.
• Mengikuti segala bentuk kegiatan Gereja.
• Mau atau bersedia melibatkan diri dengan kegiatan menggereja.
• Keterlibatan umat beriman di dalam kegiatan-kegiatan Gereja.
• Aktif dalam kegiatan gereja dan terlibat aktif sepenuhnya dalam memperkembangkan Gereja.
• Ikut ambil bagian dalam kegiatan kerohanian maupun tugas sosial yang diselenggarakan atas nama Gereja.
b. Awam biasa:
• Partisipasi umat yang terlibat dalam hidup menggereja maupun di lingkungan.
• Terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan menggereja.
• Ikut serta dalam kegiatan-kegiatan yang menyangkut kegiatan Gereja.
• Aktif ambil bagian baik sebagai peserta maupun sebagai pendamping dalam berbagai kegiatan hidup menggereja di lingkungan, wilayah dan paroki.
• Kesetiaan kita dalam pelayanan di Gereja maupun di lingkungan tempat kita tinggal.
9. Kegiatan apa saja yang termasuk dalam hidup menggereja di luar kampus ? Jawaban:
a. Biarawan-biarawati (Bruder, suster, frater):
• Pendalaman iman di lingkungan
• Koor di Gereja
• Karya amal
• Bakti sosial
• Menjadi pendamping PIA
• Prodiakon di Paroki
• Bersama umat mengunjungi panti asuhan
• Ikut dalam organisasi Gereja
• Ziarah
• Rekoleksi b. Awam biasa:
• Koor di gereja
• Aktif di mudika
• Dialog antar agama
• Camping rohani
• PIA
(9)
• Tata laksana
• Ziarah
• Rekoleksi
10. Apakah anda sebagai mahasiswa IPPAK-USD sudah ikut terlibat dalam hidup menggereja? Dalam hal apa saja?
Jawaban:
a. Biarawan-biarawati (Bruder, suster, frater):
Sudah, dalam hal doa lingkungan, PIA, mudika, ziarah, koor, ibadat lingkungan, memberi pendalaman iman, doa rosario, organisasi sosial, sarasehan, menjadi prodiakon.
b. Awam biasa:
• Sudah, seperti menjadi pembimbing PIA, koor di Gereja, lektor, pendalaman iman, tugas-tugas dari kampus (SCP).
• Belum sepenuhnya, karena kegiatan hidup menggereja adalah usaha untuk memperkembangkan Gereja secara menyeluruh.
11. Kegiatan apa saja yang sudah anda ikuti sebagai mahasiswa IPPAk-USD yang terlibat aktif dalam hidup menggereja di dalam kampus?
Jawaban:
a. Biarawan-biarawati (Bruder, suster, frater):
• Terlibat dalam kepengurusan HIMKA dalam bidang liturgi.
• Koor kampus
• Paduan suara kampus
• Memberi renungan Kitab Suci
• Praktek SCP
• Bakti kampus
• Pembinaan umum b. Awam biasa:
• Misa kampus
• Pendampingan calon pendamping PIA di Vanlith
• Choice, retret
• Rekoleksi kampus
• Camping rohani
12. Hal-hal apa saja yang mendukung anda untuk mau terlibat dalam hidup menggereja?
Jawaban:
a. Biarawan-biarawati (Bruder, suster, frater):
(10)
• Kesadaran pribadi.
• Dukungan dari teman dan komunitas.
• Pengalaman yang diterima dari kampus.
• Mempunyai talenta atau kemampuan pribadi.
• Ada keinginan untuk terlibat.
• Kecintaan terhadap karya pastoral gereja. b. Awam biasa:
• Mau bersosialisasi dengan umat.
• Motivasi untuk mengembangkan diri.
• Dukungan dari umat, teman, orang tua.
• Tugas dari kampus.
• Pengalaman baru dalam hidup menggereja.
• Merasa lebih dekat dengan Tuhan.
• Perasaan senang.
• Dapat berkumpul dengan teman-teman.
• Banyak waktu luang.
13. Hal-hal apa saja yang menghambat anda untuk terlibat dalam hidup menggereja?
Jawaban:
a. Biarawan-biarawati (Bruder, suster, frater):
• Waktu yang sangat padat atau keterbatasan waktu.
• Rasa malas.
• Kurang mendapat dukungan dari komunitas atau orang lain.
• Tugas kampus yang sangat banyak.
• Sulit membagi waktu.
• Ketidakmampuan pribadi yang tidak memadai.
• Kesibukan dalam studi. b. Awam biasa:
• Bentuk kegiatan yang membosankan
• Malas karena banyak tugas kampus
• Kurangnya dukungan dari komunitas
• Kurang kesadaran dalam diri sendiri
14. Apa manfaat yang anda peroleh dari keterlibatan dalam hidup menggereja? Jawaban:
a. Biarawan-biarawati (Bruder, suster, frater):
• Semakin menguatkan iman.
• Senang dapat melayani orang lain.
(11)
• Bisa menerapkan atau mempraktekkan ilmu yang dipelajari.
• Semakin berkembang dan terlatih dalam segala kegiatan Gereja.
• Mendapatkan banyak hal tentang keterlibatan hidup menggereja.
• Semakin terampil dalam kegiatan menggereja.
• Semakin mempunyai banyak teman.
• Terbiasa berbicara dengan umat.
• Semakin memeperkembangkan iman. b. Awam biasa:
• Mampu bersosialisasi dengan umat.
• Mendapat banyak teman.
• Dapat berproses dan berkembang.
• Menimba pengalaman dan mendapat banyak wawasan.
• Menjalin kerjasama yang baik dengan orang lain.
15. Bagaimana taggapan umat setempat terhadap keterlibatan anda dalam hidup menggereja?
Jawaban:
a. Biarawan-biarawati (Bruder, suster, frater):
• Umat senang dan semakin bersemangat.
• Umat mau bekerjasama.
• Sangat mendukung, senang dan mau bekerjasama.
• Sangat baik dan positif, mau menerima mahasiswa yang baru dalam tahap belajar.
• Umat sangat terbantu dan mengharapkan bantuan untuk mengembangkan lingkungannya.
b. Awam biasa:
• Umat bisa menerima mahasiswa IPPAK yang sedang dalam proses belajar.
• Kurang maksimal dan umat juga kurang terlibat secara aktif.
• Umat terbuka dan merasa terbantu.
• Umat selalu mengharapkan keterlibatan para mahasiswa IPPAK-USD.
• Umat sangat mendukung.
16. Menurut anda apakah retret sangat penting diberikan kepada mahasiswa IPPAK? Mengapa?
Jawaban:
a. Biarawan-biarawati (Bruder, suster, frater):
• Sangat penting, karena dengan retret mahasisawa IPPAK semakin dikuatkan dan diperteguh dalam tugasnya sebagai seorang calon katekis, selain itu retret juga bisa membantu mahasiswa mengolah kepribadian dan hidup rohaninya.
• Sangat penting, agar para mahasiswa IPPAK-USD tidak hanya pandai dalam hal pengetahuan tetapi juga dalam hal rohani.
(12)
• Sangat penting, agar para mahasiswa IPPAK-USD memiliki kesempatan untuk menimba kekuatan baru yang menyemangati dirinya sebagai calon katekis.
• Sangat penting, agar mahasiswa IPPAK-USD dapat mengembangkan iman dan kepribadiannya sebagai calon katekis.
b. Awam biasa:
• Penting, karena dengan adanya retret mahasiswa diajak untuk ikut aktif dalam keterlibatan hidup menggereja.
• Penting, karena mambantu mahasiswa mengolah kepribadian dan hidup rohaninya.
• Penting, karena sebagai calon katekis mahasiswa IPPAK-USD perlu untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan.
17. Menurut anda apakah retret dapat membantu meningkatkan keterlibatan mahasiswa IPPAK dalam hidup menggereja? Jelaskan!
Jawaban:
a. Biarawan-biarawati (Bruder, suster, frater):
• Ya dapat membantu, karena dalam retret mahasiswa disadarkan untuk mendekatkan diri pada Tuhan yaitu dengan keterlibatannya dalam hidup menggereja.
• Ya, karena melalaui retret pula mahasiswa IPPAK semakin mengalami betapa besar kasih Allah dalam dirinya.
b. Awam biasa:
• Ya dapat membantu, jika setelah retret membawa metanonia maka mahasiswa dapat ikut terlibat dalam hidup menggereja sebagai salah satu bentuk pertobatan.
• Belum tentu, kembali pada individu masing-masing, jika setiap individu dapat mengambil biah-buah retret maka ia akan bisa ikut terlibat dalam hidup menggereja.
• Ya, karena retret menanamkan nilai-nilai rohani yang sangat berguna bagi pelayanan.
• Ya, karena melalui retret mahasiswa ingin dekat dengan Tuhan.
18. Selama mengikuti retret tema-tema apa saja yang telah anda terima? Jawaban:
a. Biarawan-biarawati (Bruder, suster, frater):
• Kepemimpinan.
• Kasih, cinta, keluarga, keterbukaan.
• Membangun persaudaraan.
• Bangkit dari kegelapan.
• Memaknai panggilan sebagai religius dan mahasiswa.
(13)
• Menghayati perutusan studi panggilanku sebagai seorang katekis.
• Kasih Allah dalam hidupku.
• Panggilanku, perutusanku studi, doa dan pelayanan.
• Dipanggil untuk diutus. b. Awam biasa:
• Kasih Tuhan/anugrah Tuhan dalam hidupku.