• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV: PEMAHAMAN USTAZ NUROKHMAN DAN PRAKTIK

B. Saran-Saran

Setelah penulis melakukan kajian living Qur’an secara langsung ke rumah Ustaz Nurokhman, maka penulis berharap kepada pembaca: Penelitian Living Qur’an ini bermaksud menjelaskan kepada khalayak masyarakat bagaimana berinteraksi dengan al-Qur’an. Adapun media pengobatan nabi ataupun tumbuhan herbal, yakni sebagai salah satu keistimewaan ciptaan Allah SWT untuk mengatasi problematika manusia. Maka dari itu, penulis menghimbau kepada masyarakat Linggapura lainnya yang masih percaya dengan dukun agar taubat dengan berada di jalan yang lurus dan benar, dan juga penulis menghimbau kepada pembaca agar dapat menerapkannya di kehidupan sehari-hari. Karena pada hakikatnya al-Qur’an turun di bumi sebagai syifā’ (obat), sepatutnya sebagai umat Islam juga dapat menerapkan hal yang semestinya.

Semoga penelitian ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca umumnya, dapat memberikan kontribusi khazanah ilmu

al-Qur’an dan kajian Tafsir, serta dapat dijadikan sebagai acuan maupun bahan referensi yang berguna untuk pembaca. Untuk selanjutnya, semoga ada yang melanjutkan penelitian skripsi penulis yang mana masih banyak kekurangan yang harus di lengkapi.

DAFTAR PUSTAKA

Abdussamad, Muhammad Kamil. Mukjizat Ilmiah dalam Al-qur’an. Jakarta: Akbar Media Eka Sarana, 2003.

Akhmad, Perdana. “Terapi Ruqyah Sebagai Sarana Mengobati Orang yang tidak Sehat Mental.” Jurnal Psikologoi Islam, Cet.1, (2005): 91.

Alfanzari, Achmad Syauqi. “Penggunaan Ayat-ayat Al-qur’an Sebagai Obat (Studi Living Qur’an di Ma’had Tahfidzul Qur’an Bahrussyifa’ Bagusari Jogotrunan Lumajang Jawa Timur.” Tesis S2., UIN Sunan Ampel Surabaya, 2018.

Alkhaleda, Syafeya. “Terapi Hijamah (Bekam) Menurut Pendekatan Sejarah dan Sunnah.” Tesis S2., Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, 2018.

Amin, Samsul Munir & Al-Afandi, Haryanto. Kenapa Harus Stres: Terapi

Stres Ala Islam. Jakarta: Amzah: 2007.

Anwar, Gatot M. Sahid & AR, MB. Rahimsyah. Pijat Refleksi dan Resep

Ramuan Tradisional. Surabaya: Bintang Usaha Jaya, T.t.

Arikunto, Suharti. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Yogyakarta: Rineka Cipta, 1990.

Azwar, Syaifuddin. Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998.

Al-Balady, Athiq Bin Ghaits. Keutamaan-keutamaan Al-Qur’an. Semarang: CV. Toha Putra, t.t.

Dasiroh, Umi. “Konstruksi Makna Ruqyah Bagi Pasien Pengobatan Alternatif di Kota Pekanbaru”, JOM Fisip, Vol. 4, no. 2, (2017): 7 Depdikbud. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Aplikasi Luring resmi

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal Pendidikan Usia Dini, Dkk. Ilmu Pijat Pengobatan Refleksi Relaksasi. Jakarta: Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Direktorat

Jenderal Pendidikan Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, 2015.

Geertz, Clifford. Agama Jawa Abangan, Santri, Priyayi dalam

Kebudayaan Jawa. Depok: Komunitas Bambu, 2014.

Gulo, W. Metodologi Penelitian. Jakarta: Grasindo, 2002.

Hamka. Tafsir Al-Azhar, Jil. 5. Singapura: Pustaka Nasional PTE LTD, T.t.

---. Tafsir Al-Azhar, Jil. 6. Singapura: Pustaka Nasional PTE LTD, T.t.

Hikmah, Nurul. “Syifa didalam Al-qur’an ( Kajian Surah Al-isra 17 : 82, Q.S. Yunus 10 : 57, dan Q.S AN-Nahl 16 : 69, dalam Tafsir Al-misbah).” Skripsi S1., UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2010.

Ihsan, Muhammad. “Pengobatan Ala Rasulullah Saw sebagai Pendekatan Antropologis Dalam Dakwah Islamiah di Desa Rensing Kecamatan Sakra Barat”. Palapa:Jurnal Studi KeIslaman dan Ilmu Pendidikan, Vol. 4, no. 2, (2016): 156.

Al-Jauziyah, Ibn Qayyim. Sistem Kedokteran Nabi: Kesehatan dan

Pengobatan Menurut Petunjuk Nabi Muhammad SAW. Semarang: Dina

Utama Semarang, 1994.

Junaedi, Didi. “Living Qur’an: Sebuah Pendekatan Baru dalam Kajian Al-Qur’an (Studi Kasus di Pondok Pesantren As-Siroj Al-Hasan Desa Kalimukti Kec. Pabedilan Kab. Cirebon)”. Journal of Qur’an and

Hadith Studies, Vol. 4, No. 2, (2015): 172.

Kantor Pemerintahan Kabupaten Brebes Kecamatan Tonjong Desa Linggapura. Daftar Potensi dan Perkembangan Desa. Linggapura: Balai Desa, 2019.

Kurniyati, Meilinda Isna. “Penggunaan Ayat Al-qur’an sebagai Media Pengobatan Penyakit Jasmani (Studi Living Qur’an pada Yayasan Cikajayaan, Desa Wanareja Cilacap Jawa Tengah).” Skripsi S1., Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora IAIN Purwokerto, 2010.

Lestari, Fuji. “Al-qur’an dan Penyembuhan (Studi Living Qur’an Praktik Pengobatan Alternatif Bengkel Menungso di Dusun Jaten Kelurahan Pedurungan Tengah Kecamatan Pedurungan Semarang).” Tesis S2., Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo, 2018.

Marzuki. Metodologi Riset. Yogyakarta: BPFE, 1998.

Mashuti, Kamarul Azuan Shah Mohd, “Praktik Pengobatan di Sirrul Qur’an Perak Malaysia ditinjau dari Ajaran Islam.” Skripsi S1., Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, UIN Sumatera Utara Medan, 2018.

Meolong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014.

Muflih, Andi. “Pengobatan Dalam Islam”. Tesis S2., UIN Alauddin Makasar, 2013.

Muhammad, Abdul Basith. Metode Pengobatan Preventif Rasulullah. Jakarta: AMZAH, 2005.

Muktadin, Baytul. “Pengobatan Ayat-ayat Al-qur’an untuk Mengobati Penyakit Jiwa (Studi Living Qur’an didesa Kalisabuk Pesugihan Cilacap Jawa Tengah).” Tesis S2., Fakultas Agama dan Filsafat UIN Kalijaga Yogyakarta, 2015.

Mulyadi, Yadi. “Al-qur’an dan Jimat (Studi Living Qur’an pada Masyarakat Adat Wewengkoan Lebak Banten).” Tesis S2., Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2017.

Mulyana, Deddy. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010.

Munawwir, Ahmad Warson. Al-Munawwir: Kamus Arab Indonesia. Surabaya: Pustaka Progressif, 1997.

Nakhrawie, Asrifin An. Menguak Dunia Astral (Dunia Ghaib). Jakarta: Lumbung Insani, 2012.

Nata, Abuddin. Perspektif Islam Tentang Pendidikan Kedokteran. Jakarta: Salemba Diniyah, 2016.

Nur, Muhamad. “Bacaan Ayat al-Qur’an sebagai Media Pengobatan (Studi atas Praktik Pengobatan Balian di Lingkungan Segarakaton, Kel. Karangasem, Kec. Karangasem, Kab. Karangasem Bali.” Skripsi S1., Fakultas Ushuluddin dan pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2017.

Putri, Rizka Safrina. “Praktik Penggunaan Ayat-ayat Al-Qur’an Dalam Terapi Ruqyah Syar’iyyah di Yayasan Qur’anic Healing International.” Skripsi S1., Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2020.

Rahimsyah, MB. Penyembuhan Alami dengan Herbal dan Pijat Refleksi. Dunia Media, t.t.

Rahmah, Mamluatur. “Pijat Sebagai Terapi Gangguan Jiwa (Studi Pengobatan Alternatif Abah Ali Ahmadi di Desa Kajen Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati)”. Skripsi S1., UIN Walisongo Semarang, 2016.

RI, Kemenag. Al-Qur’an dan Terjemahnya, Bandung: Syamil Qur’an, 2009.

Rohmatulloh. “Syifā’ Dalam Al-Qur’an (Studi Komparatif Penafsiran M. Quraish Shihab, Fakḥruddin al-Razi, dan Ibnu Katṡīr).” Skripsi S1., IAIN Curup, 2019.

Salim, Muhammad Ibrahim. Berobat dengan Ayat-ayat Al-Qur’an. Bandung: Trigenda Karya, 1995.

Samsuddin, Syahiron. Metodologi Penelitian Living Qur’an dan Hadits. Yogyakarta: Teras, 2007.

Shihab, M. Quraish. Mukjizat Al-qur’an. Bandung: Penerbit Mizan, 1998. ---. Tafsir al-Misbah : Pesan, Kesan dan keserasian Al-Qur’an,

Vol. 6, Cet 1, Jakarta: Lentera Hati, 2002.

---. Tafsir al-Misbah : Pesan, Kesan dan keserasian Al-Qur’an, Vol. 7, Cet 1, Jakarta: Lentera Hati, 2002.

---. Tafsir al-Misbah : Pesan, Kesan dan keserasian Al-Qur’an, Vol. 10, Cet 1, Jakarta: Lentera Hati, 2002.

Sugiono. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta, 2012. Al-Suyuthy, Al-Imam Jalaluddien. Resep-resep Spesialis Ketabiban. Solo:

CV Aneka, 1991.

Al-Suyuthi, Jalaluddin. Al-Qur’an Sebagai Penyembuh. Semarang : CV. Surya Angkasa Semarang, 1995.

Taimiyah, Ibnu. Penyakit Hati dan Pengobatannya. Surabaya: Duta Ilmu, 1996.

Triswanto, Sugeng D. Pengobatan Alternatif (Pijat Refleksi, Tenaga

Dalam dan Ramuan Tradisional. Yogyakarta : Media Abadi, 2007.

Yoanna, Yovita. Tanaman Obat Plus Pengobatan Alternatif. Jakarta: Setia Kawan, T.t.

Wawancara:

Aziz, Abdul (Pasien Ustaz Nurokhman). Diwawancarai oleh Nur’Atiqoh Alwaliyah. Brebes 20 Mei 2020, Jawa Tengah.

Axella (Pasien Ustaz Nurokhman). Diwawancarai oleh Nur’Atiqoh Alwaliyah. Brebes 20 Mei 2020, Jawa Tengah.

Elfiah (Pasien Ustaz Nurokhman). Diwawancarai oleh Nur’Atiqoh Alwaliyah. Brebes 28 Juni 2020, Jawa Tengah.

Elfi Nurkumala (Ustazah yang mengajar mengaji). Diwawancarai oleh Nur’Atiqoh Alwaliyah. Brebes 20 Mei 2020, Jawa Tengah.

Fatimah, Siti (Pasien Ustaz Nurokhman). Diwawancarai oleh Nur’Atiqoh Alwaliyah. Brebes 20 September 2019, Jawa Tengah.

Jami’in (Kepala Desa Linggapura). Diwawancarai oleh Nur’Atiqoh Alwaliyah. Brebes 10 Mei 2020, Jawa Tengah.

Khairunnisah (Pasien Ustaz Nurokhman). Diwawancarai oleh Nur’Atiqoh Alwaliyah. Brebes 20 September 2019, Jawa Tengah.

Nurokhman (Terapis). Diwawancarai oleh Nur’Atiqoh Alwaliyah. Brebes 10 April 2019, Jawa Tengah.

---(Terapis). Diwawancarai oleh Nur’Atiqoh Alwaliyah. Brebes 11 Juni 2019, Jawa Tengah.

---(Terapis). Diwawancarai oleh Nur’Atiqoh Alwaliyah. Brebes 13 Mei 2020, Jawa Tengah.

---(Terapis). Diwawancarai oleh Nur’Atiqoh Alwaliyah. Brebes, 31 Mei 2020, Jawa Tengah.

---(Terapis). Diwawancarai oleh Nur’Atiqoh Alwaliyah. Brebes, 16 Juni 2020, Jawa Tengah.

---(Terapis). Diwawancarai oleh Nur’Atiqoh Alwaliyah. Brebes, 23 Juli 2020, Jawa Tengah.

Rifa’i, Bachtiar (Pasien Ustaz Nurokhman). Diwawancarai oleh Nur’Atiqoh Alwaliyah. Brebes 20 September 2019, Jawa Tengah. Saan (Pasien Ustaz Nurokhman). Diwawancarai oleh Nur’Atiqoh

Alwaliyah. Brebes 20 September 2019, Jawa Tengah.

---(Pasien Ustaz Nurokhman). Diwawancarai oleh Nur’Atiqoh Alwaliyah. Brebes 28 Juni 2020, Jawa Tengah.

Slamet (Ketua RT 06). Diwawancarai oleh Nur’Atiqoh Alwaliyah. Brebes 20 Mei 2020, Jawa Tengah.

Slamet Warid, (Pasien Ustaz Nurokhman). Diwawancarai oleh Nur’Atiqoh Alwaliyah. Brebes 20 Mei 2020, Jawa Tengah. Observasi:

Observasi penulis tanggal 10 April 2020.. Observasi penulis tanggal 26 Mei 2020. Dokumen Web:

Al-Sadhan, Abdullah. “Cara Pengobatan Dengan Al-Qur’an”. Di akses, 20 Juli, 2020, https: //d1.islamhouse.com

Lampiran 1: Pedoman Wawancara

A. Ustaz Nurokhman

1. Bagaimana Biografi Ustaz?

2. Sejak kapan Ustaz mempraktikkan Pengobatan dengan menggunakan ayat al-Qur’an?

3. Bagaimana perjalanan Ustaz dalam menimba ilmu, pernah pesantren di mana saja?

4. Bagaimana asal muasal pengobatan menggunakan ayat al-Qur’an yang Ustaz lakukan?

5. Ilmu hikmah apa yang membuat diagnosa penyakit pasien?

6. Apa yang Ustaz lakukan jika ada pasien datang, apakah istikharah dulu atau bagaimana?

7. Bagaimana pemahaman Ustaz terhadap ayat-ayat pengobatan? 8. Bagaimana praktik penggunaaan ayat al-Qur’an untuk

pengobatan?

B. Perangkat Desa

1. Bagaimana pandangan Bapak mengenai desa Linggapura?

2. Berapa jumlah warga berdasarkan KK dan berdasarkan jenis kelamin?

3. Bagaimana pandangan Bapak mengenai pendidikan formal dan informal di Desa Linggapura?

4. Bagaimana kondisi ekonomi masyarakat Linggapura?

5. Bagaimana kondisi pendidikan formal dan informal di Desa Linggapura?

C. Pasien

1. Bagaimana opini mengenai praktik pengobatan menggunakan al-Qur’an yang Ustaz lakukan?

2. Apa motivasi berobat ke Ustaz di bandingkan berobat ke dokter? 3. Bagaimana testimoni setelah berobat ke Ustaz?

4. Apakah diminta membaca amalan doa tertentu dalam bentuk wirid dari ayat al-Qur’an atau lainnya?

Lampiran 4: Transkrip Wawancara

No. Nama Tempat, Tanggal, Lahir Umur Profesi 1. Nurokhman Jakarta, 14 Maret 1971 49 Tahun Guru dan

Ustaz 2. Siti Fatimah Brebes, 18 Agustus 1963 57 Tahun Penjahit 3. Saan Brebes, 15 Desember 1960 59 Tahun Buruh 4. Khairunisah Tegal, 5 Desember 1980 40 Tahun pedagang 5. Bachtiar

Rifa’i

Brebes, 19 April 1969 51 Tahun Buruh 6. Slamet

Warid

Brebes, 5 Juni 1969 51 Tahun Buruh 7. Axella Lampung, 18 April 1999 21 Tahun Karyawan 8. Abdul Aziz Tegal, 15 April 1983 37 Tahun Buruh 9. Elfiah Brebes, 8 Februari 1980 40 Tahun Petani Transkrip Wawancara 1

Nama Informan : Nurokhman Status Informan : Ustaz Keterangan

P : Pewawancara N : Narasumber

P : Bagaimana praktik pengobatan menggunakan al-Qur’an yang Ustaz lakukan?

N : Tentunya harus terlebih dahulu mengetahui penyakitnya, setelah itu barulah praktik dilakukan dengan memilih ayat tertentu dengan diiringi media tertentu juga tergantung jenis penyakitnya

P : Jenis penyakit apa saja yang Ustaz lakukan dengan menggunakan ayat-ayat al-Qur’an?

N : Bisa penyakit jasmani dan rohani. Jika penyakit jasmani, saya biasanya memanfaatkan tumbuhan herbal dan pengobatan alternatif berupa pijat refleksi dengan mengurut pada bagian yang menghubungkan

ke titik penyakit. Jika penyakit rohani, saya biasanya menggunakan bacaan ayat al-Qur’an dan memanfaatkan media pengobatan nabi (ṭibbun

nabawi).

P : bagaimana pemahaman Ustaz mengenai pijat refleksi?

N : Saya berpatokan pada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang artinya sesungguhnya syaitan berjalan dalam diri anak

adam dalam peredaran darahnya, hadis tersebut menunjukan bahwa

penyakit yang ada pada manusia tidak jauh karena adanya penyakit yang menyumbat pada peredaran darahnya.

P : Apakah semua ayat dapat digunakan untuk pengobatan atau ada ayat-ayat tertentu?

N : Dalam memilih ayat-ayat al-Qur’an untuk digunakan sebagai pengobatan yakni dibagi menjadi dua kriteria, yaitu ayat pelindung dan ayat penyembuh.

P : Bagaimana asal mula pengobatan menggunakan ayat al-Qur’an yang Ustaz lakukan?

N : Ilmu pengobatan yang saya lakukan yakni saya dapat dari salah satu kiai ketika nyantri di Pesantren Darul Iman Tasikmalaya ia bernama kiai Emon Rasman. Lalu beberapa tahun kemudian saat ada salah satu teman sakit, saya mengobati dengan bacaan ayat al-Qur’an dengan penuh keyakinan kepada Allah Swt dan dengan izin-Nya teman saya bisa sembuh dari sakit tersebut. Lalu dari mulut ke mulut warga meyakini kalau saya bisa mengobati orang sakit, jadi jika ada warga yang ingin berobat saya akan berusaha semampu saya untuk mengobatinya.

Transkrip Wawancara 2 Nama Informan : Siti Fatimah Status Informan : Pasien

Keterangan

P : Pewawancara N : Narasumber

P : Bagaimana testimoni ibu/ bapak setelah berobat ke Ustaz?

N : Saat itu saya memiliki darah tinggi dan setelah dipijat oleh Ustaz ya jadi mendingan.

P : Bagaimana pendapat ibu/bapak mengenai perbedaan berobat ke Ustaz dengan berobat ke dokter?

N : Karena penyakit saya darah tinggi jadi saya lebih memilih pijat refleksi untuk memperlancar peredaran darah. Kalau ke dokter kalau butuh obatnya.

Transkrip Wawancara 3 Nama Informan : saan Status Informan : Pasien

Hari/ Tanggal : Jum’at, 20 September 2019 Keterangan

P : Pewawancara N : Narasumber

P : Bagaimana testimoni ibu/ bapak setelah berobat ke Ustaz?

N : Alhamdulillah setelah dipijat oleh Ustaz rasanya enakan dan fresh145. Saya sering berobat ke Ustaz dan terkadang konsultasi mengenai permasalahan hidup juga. Sekarang terkadang ada orang datang ke saya meminta bantuan entah sakit atau mengadukan masalah , selagi saya bisa saya tangani. Tentunya juga saat memijat diiringi do’a dan bacaan al-Qur’an. Intinya saya belajar banyak kepada Ustaz tentang ilmu pengobatan dan alhamdulillah bisa saya terapkan di kehidupan sehari-hari.

P : Bagaimana pendapat ibu/bapak mengenai perbedaan berobat ke Ustaz dengan berobat ke dokter?

N : kalau berobat ke dokter, yang saya rasakan penyakit tidak sembuh. Berbeda dengan ke Ustaz, hasilnya sangat memuaskan bagi saya, karena kalau berobat ke Ustaz, Allah benar-benar memberi pertolongan kepada saya melalui perantaraan Ustaz sehingga sakit yang saya rasakan dengan mudah menjadi hilang.

Transkrip Wawancara 4

Nama Informan : Khairunnisah Status Informan : Pasien

Hari/ Tanggal : Jum’at, 20 September 2019 Keterangan

P : Pewawancara N : Narasumber

P : Bagaimana testimoni ibu/ bapak setelah berobat ke Ustaz?

N : Testimoni setelah berobat ke Ustaz alhamdulillah dengan izin Allah sembuh dan enakan

P : Bagaimana pendapat ibu/bapak mengenai perbedaan berobat ke Ustaz dengan berobat ke dokter?

N : Perasaan saya kalau dipijat dengan bacaan ayat al-Qur’an itu efeknya langsung, berbeda kalau periksa ke dokter, sembuhnya bertahap.

Transkrip Wawancara 5

Nama Informan : Bachtiar Rifa’i Status Informan : Pasien

Hari/ Tanggal : Jum’at, 20 September 2019 Keterangan

P : Pewawancara N : Narasumber

P : Bagaimana testimoni ibu/ bapak setelah berobat ke Ustaz?

N : Saat itu saya sakit asam lambung dan alhamdulillah setelah periksa ke dokter dengan diiringi pijat refleksi ke Ustaz alhamdulillah lama kelamaan sembuh hingga sekarang.

P : Bagaimana pendapat ibu/bapak mengenai perbedaan berobat ke Ustaz dengan berobat ke dokter?

N : Kalau berobat ke dokter kan biar dapat obat untuk menyembuhkan penyakitnya. Kalau pijat refleksi ke ustaz itu buat memperlancar peredaran darah.

Transkrip Wawancara 6

Nama Informan : Slamet Warid Status Informan : Pasien

Hari/ Tanggal : Rabu, 20 Mei 2020 Keterangan

P : Pewawancara N : Narasumber

P : Bagaimana testimoni Ibu/ bapak setelah berobat ke Ustaz?

N : Testimoni setelah berobat ke Ustaz alhamdulillah dengan izin Allah menjadi sembuh saat itu juga, dan rasanya enakan setelah dipijit refleksi di bagian yang terdapat saluran penyakitnya.

P : Apakah ibu/ bapak diberi amalan bacaan dalam bentuk wirid dan do’a? Kalau masih ingat, mungkin bisa disebutkan.

N : Saya dinasihatin agar sering berzikir menyebut nama Allah, karena bisa jadi sakit yang saya rasa adalah perbuatan syaitan.

Transkrip Wawancara 7 Nama Informan : Axella Status Informan : Pasien

Keterangan

P : Pewawancara N : Narasumber

P : Bagaimana testimoni Ibu/ bapak setelah berobat ke Ustaz?

N : Testimoni saya setelah berobat ke ustaz, alhamdulilah sangat bereaksi. Ketika itu telinga saya rasanya sangat pedih dan memekakan, alhamdulillah setelah dibacakan do’a dan ayat qur’an oleh Ustaz, sakit di telinga saya menjadi hilang seketika.

P : Apakah ibu/ bapak diberi amalan bacaan dalam bentuk wirid dan do’a? Kalau masih ingat, mungkin bisa disebutkan.

N : Saya dinasihatin dengan memperbanyak berdo’a dan disuruh baca al-qur’an. Tetapi untuk bacaan do’anya saya lupa.

Transkrip Wawancara 8 Nama Informan : Abdul Aziz Status Informan : Pasien

Hari/ Tanggal : Rabu, 20 Mei 2020 Keterangan

P : Pewawancara N : Narasumber

P : Bagaimana testimoni Ibu/ bapak setelah berobat ke Ustaz?

N : Saat itu saya sakit types, lalu saya dipijat oleh ustaz pada saluran-saluran yang bermasalah, alhamdulillah manjur dan sembuh dalam waktu yang singkat.

P : Apakah ibu/ bapak diberi amalan bacaan dalam bentuk wirid dan do’a? Kalau masih ingat, mungkin bisa disebutkan.

N : saya di nasihati oleh Ustaz agar sering beristighfar dan perbanyak minum air putih.

Transkrip Wawancara 9 Nama Informan : Elfiah Status Informan : Pasien

Hari/ Tanggal : Rabu, 20 Mei 2020 Keterangan

P : Pewawancara N : Narasumber

P : Bagaimana testimoni Ibu/ bapak setelah berobat ke Ustaz?

N : Testimoni setelah berobat ke Ustaz, alhamdulillah setelah dipijat menjadi sembuh. Saat itu saya sakit magh sampai tak tertahankan, lalu oleh Ustadz diberi air putih untuk diminum, dan pucuk daun jambu.

P : Apakah ibu/ bapak diberi amalan bacaan dalam bentuk wirid dan do’a? Kalau masih ingat, mungkin bisa disebutkan.

N : Saya disuruh sering minum air putih dengan dibacakan surat al-Fatihah di dalamnya.

Lampiran 5 : Dokumentasi

Dokumen Pribadi: Foto saat Ustaz melakukan pengobatan berupa pijat refleksi dengan pembacaan ayat al-Qur’an dan do’a.

Dokumen Pribadi: Tumbuhan Herbal yang dijadikan media tambahan untuk pengobatan

Dokumen Pribadi : Balai Desa Linggapura

Dokumen Pribadi : Rumah Kediaman Ustaz Nurokhman dan Keluarga di Dk. Barupring RT 003/ RW 012, Desa Linggapura

Dokumen Pribadi : Wawancara Penulis dengan Ustaz Nurokhman dan Istri (Ustazah Elfi Nurkumala)

Dokumen terkait