• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saran

Dalam dokumen NURUL AKMALIA G1B011065 (Halaman 94-103)

BAB V. SIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

1. Bagi Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial (BPJS)

a. Evaluasi mengenai strategi pembayaran premi BPJS kesehatan yang sesuai dengan kondisi penderes gula kelapa misalnya dengan memberdayakan kelompok informal yaitu kelompok penderes dan koperasi gula kelapa dalam pengolektifan premi BPJS kesehatan sehingga memudahan penderes gula kelapa dalam membayar premi setiap bulannya.

b. Meningkatkan atau menguatkan kembali pemberian informasi atau sosialisasi dengan memanfaatkan stakeholder informal seperti melalui koperasi khusus bagi penderes gula kelapa mengenai program JKN melalui Dinas Kesehatan, Pemerintah Desa atau Puskesmas.

2. Bagi Pemerintah Daerah

Mendukung kebijakan sosialisasi program JKN dalam upaya meningkatkan kepesertaan BPJS kesehatan sektor informal penderes gula

kelapa yang disesuaikan dengan kemampuan dan kamauan dalam membayar premi BPJS kesehatan.

3. Bagi Masyarakat

Masyarakat pekerja penderes gula kelapa diharapkan lebih bijaksana berkaitan dengan pengelolaan pengeluaran rumah tangga untuk keperluan pangan non essensial dan non pangan sehingga pengalokasian untuk kesehatan lebih diprioritaskan. Selain itu Masyarakat hendaknya memiliki kesadaran tentang manfaat dari adanya jaminan kesehatan ini, dan menyadari risiko yang dapat terjadi jika sakit, sehingga bisa mulai berpikir untuk menggunakan jaminan kesehatan.

4. Bagi Peneliti Lain

Perlu adanya penelitian lebih lanjut tentang bagaimana pemberdayaan sektor informal dalam meningkatkan kepesertaan BPJS kesehatan. Selain itu perlu adanya penelitian mengenai sumber-sumber lain yang dapat digunakan untuk pembayaran premi BPJS kesehatan bagi sektor informal khususnya penderes gula kelapa.

DAFTAR PUSTAKA

Adelman, M.A dan Daly, P. 2001.20 Common Problems In Geriatrics. Mcgraw- Hill Medical Publishing Division.Usa.

Adisasmita, W. 2008. Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan. Jakarta: FKM UI.

Amelia Dan Ghufron A.M. 2004. Analisis Penurunan Peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM) Bapel Sintesa Kendari. Jurnal JMPK. Vol.07 No.04. Hal. 201 – 231.

Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta, Jakarta.

Asfawa, A. And Brawn, J.V. 2004. Can Community Health Insurance Schemes Shield The Poor Agains The Downside Halth Effects of Economic Refoms? The Case of Rural Etiopia.Journal of health policy 70 (2004) 97- 108.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan.2014. Buku Panduan Layanan bagi Peserta BPJS Kesehatan. Jakarta.

________________________________________. 2014. Laporan 1 Semester Kepesertaan BPJS Kesehatan Nasional Juni 2014. Jakarta.

_________________________________________. 2014. Laporan Kepesertaan BPJS Kesehatan Kecamatan Cilongok Maret 2014.Banyumas.

________________________________________. 2015. Laporan Kepesertaan BPJS Kesehatan Banyumas Maret 2015.Banyumas.

Badan Pusat Statistik. 2005. Hasil Survei Penduduk Provinsi Jawa Tengah. Banyumas.

___________________.2012.Keadaan Ketenagakerjaan Agustus 2012, Berita Resmi Statistik BPS, No.75/11/Th.XV, tersedia dari www.bps.go.id. ___________________.2014.Hasil Survei Penduduk Provinsi Jawa Tengah.

Banyumas

___________________.2014.Kabupaten Banyumas dalam Angka 2014.Banyumas.

___________________.2014.Statistik Daerah Kecamatan Cilongok 2014. Banyumas.

Binam, J.N. Nkama, A. Nkendah, R. 2002. Estimating The Willingness To Pay For Community Health Prepayment Schemes In Rural Area: A Case Study Of The Use Of Contingent Valuation Surveys In Centre Cameroon. Journal Institute Of Agricultural Research For Development (IRAD), Yaounde 01:1-19.

Christianson. 1998. Restructuring Choronic Illness Management. Jossey-Bass Publishers. San Francisco.

Chriswardani S , L. Ratna K, Ki Hariyadi. 2009. Konsumsi Rokok Rumah Tangga Miskin Di Indonesia Dan Penyusunan Agenda Kebijakannya. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponogoro.

Depkes RI. 2000. Pedoman Penetapan Premi JPKM. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.Jakarta.

_________. 2004. Pedoman Penetapan Premi JPKM. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.Jakarta.

Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN). Sosialisasi SJSN: Persiapan Menuju Universal Coverage Jaminan Kesehatan [makalah seminar]. Seminar dan Diseminasi Informasi SJSN dan BPJS; 29 Februari 2012; Bandung. Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Banyumas. 2014.

Data Jumlah Penderes dan Kecelakaan Kerja pada penderes gula kelapa di Kabupaten Banyumas. Banyumas.

Donfouet Hermann Pythagore, Makaundez Ephiaas, Malin Eric. The Determinants of the Willingness-to-pay for Community-Based Prepayment Scheme in Rural Cameroon. International Conference on New Evidence on Poverty Traps; 2011 6-7 October; University of Paris, France. 2011.[diunduh tanggal 29 Juli 2015]; Tersedia dari: www.biomedcentral.com

Erdiatri N P, Stevi. 2014. Analisis Ability To Pay dan Willingness To Pay Calon Peserta JKN Bukan Penerima Upah terhadap Premi BPJS (Studi kasus dikabupaten banyumas). Skripsi. Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto.(Tidak dipublikasikan).

Ernisiscadewi. 2007. Tinjauan Pustaka.

www.damandiri.or.id/file/ernisiscadewipbab2.2007.pdf. Diakses pada tanggal 22 Maret 2015.

Faiz, A. 2006. Studi Kemampuan-Kemauan Membayar Konsumen Jasa Angkutan Umum Bus Damri-Ekonomi di Kota Surabaya. Media Informasi &

Fajar P L, Putri. 2014. Hubungan Faktor Individu Dengan Kecelakaan Kerja Pada Penderes Kelapa Di Desa Klinting Kecamatan Somagede Kab. Banyumas. Skripsi. Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Dan Ilmu- Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto. (Tidak Dipublikasikan).

Fauzi, A. 2004.Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Edisi 3.Gramedia. Jakarta.

Firwan, Firdaus F. 2015. Evaluasi Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan Peserta Bpjs Di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Tesis. Program Studi Manajemen Rumah Sakit Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Friedman, M.M., Bowden, V.R., Jones, E.G. 2003. Family nursing: Research, Theory and practice, 5th edition, New Jersey: Pearson Education, Inc. Gani, A. 1997. Kemampuan Membayar (ATP) dan Kebijakan Tarif Pelayanan

Kesehatan. Tesis. FKM-UI.

Gani, A. 1997. Prospek Pengembangan Jaminan Pemeliharaan KesehatanMasyarakat. Dalam: Bunga Rampai Pengembangan JaminanPemeliharaan Masyarakat (JPKM di Indonesia). LitbangkesDepkes RI, hal. 51. Jakarta.

Gusti, I Ayu J. dan Dedy, Putu K.H. 2013. Analisis Kemampuan dan Kemauan Membayar Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah Karangasem Tahun 2013. Community Health. Vol.I No.3. Hal.151-161

Hadi, Y. 2008. Analisis Keterjangkauan Daya Beli Masyarakat Terhadap Tarif Bersih (PDAM) Kota Malang (Studi Kasus Perumahan Sarwojajar).http://eprints.undip.ac.id/5263/1/Hadi.pdf Diakses pada tanggal 20 Maret 2015.

Handayani, R.S. dan Sudibyo, S. Analisis Biaya Pengobatan di Puskesmas di Indonesia. Jurnal Buletin Penelitian Sistem Kesehatan. Vol. 11 No.2. 2008: Hal. 113-115.

Handayani, E dan Gondodiputro, S. 2012. Kemampuan Membayar (Ability To Pay) Masyarakat Untuk Iuran Jaminan Kesehatan.Artikel Ilmiah. Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjajaran Bandung.

Handayani, Sharon Gondodiputro, Avip Saefullah. 2013. Faktor-faktor yang Memengaruhi Kemauan Masyarakat Membayar Iuran Jaminan Kesehatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Hanley, and Spash. 1993. Cost-Benefit Analysis and Environmental. Edward Elger Publishing Limited. England.

Hartono. 2005. Analisis biaya pelayanan kesehatan di Puskesmas Cahaya Negeri Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Hasan, I. 2004. Analisis Data. FKM UI. Jakarta.

Hasbullah Thabrany, Strategi Pendanaan Jaminan Kesehatan Indonesia dalam SJSN, [makalah diskusi] Diskusi RPJMN Bappenas, 29 April 2008; Jakarta. 2008.[diunduh tanggal 26 Februari 2015]; Tersedia dari www.staff.ui.ac.id.

Hastono, S. P. 2001. Analisis Data. Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, Jakarta. HIAA, 2000, Managed Care A: Integrated Delivery and Financing Health

Care,diterjemahkan oleh Pusat Kajian Ekonomi FKM UI, Universitas IndonesiaPress, Jakarta.

Hui, C.M. Willingness to Pay For Better Housing in Hongkong : Theory and Evidence (Of Dwelling Space). Journal of Urban Studies. Vol. 36. 1999: pp. 289-304.

Ilyas, Y. 2005. Dasar-Dasar Asuransi Kesehatan Bagian B. Pemjaki. Jakarta. Institute For Population And Social Research Mahidol University. 1963. Add to

10% to the sample size. IFAS Extension.

Isnawati.2012. Studi Kemampuan dan Kemauan Membayar Masyarakat terhadap Besaran Premi Jamkesda di Kecamatan Karangjambu Kabupaten Purbalingga Tahun 2012.Skripsi. Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto.(Tidak dipublikasikan).

Karmila, 2013. Analisis Kelayakan Finansial Usahatani Markisa Konyal (Passiflora Ligularis) Di Desa Arosuka Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. Skripsi. Program Studi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu.

Kemenkes R.I. 2001. Pedoman Penetapan dan Koleksi Premi JPKM. Jakarta. Kementerian Kesehatan RI. 2013. Buku Pegangan Sosialisasi Jaminan Kesehatan

Kurniawan, A dan Intisari A.D. 2012.Analisis Kemampuan dan Kemauan Membayar Petugas Parkir Terhadap Pelayanan Puskesmas di Kabupaten Banyumas.Jurnal Kesmas Indonesia.Vol. 5 No. 2.Hal.86-94.

Loop, T.v.d. & Andadari, R.K. 2009. Social Security for Informal Economy Workers in Indonesia: Looking for flexible and highly targeted programmes. Jakarta: International Labour Organization.

LPPSLH. 2014. Kecelakaan kerja pada penderes gula kelapa di Banyumas tahun 2014. Banyumas.

Mantra, Ida Bagus. 2004. Filsafat Penelitian dan Metode Penelitian Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.

Mc Intosh RJ. 2003. Social memory in Mande. In: Mc Intosh RJ, Tainter JA, McIntosh SK, editors. The Way The Wind Blows: Climate, History, and Human Action. New York. Columbia University Press. pp. 141–80.

Mukti, A. G. Kemampuan dan Kemauan Membayar Premi Asuransi Kesehatan di Kabupaten Gunung Kidul. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan. Vol

4(3):2001.

Nasir, Moh. 1985. Metode penelitian cetakan pertama. Jakarta: Ghalia Indonesia. Nazara, S. 2010. Ekonomi Informal di Indonesia: Ukuran, komposisi dan evolusi.

Jakarta: International Labour Organization.

Noormalasari, 2014. Kemampuan MembayarIuran Jaminan Kesehatan Nasional Bagi Nelayan Di Kabupaten Jember. Skripsi. Bagian Administrasi Dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan MasyarakatUniversitas Jember. Notoadmodjo, S. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan edisi revisi.Jakarta:

Rineka Cipta.

_____________. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. _____________. 2005.Metodologi Penelitian Kesehatan Edisi Revisi. Rineka

Cipta, Jakarta.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 111 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan. Jakarta.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan.Jakarta.

Priyanto, Djoko. 2010. Penderes Gula Kelapa Di Desa Pageraji Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Majalah Ilmiah EkonomikaVolume 13 Nomor 4, Nopember 2010 : 130 – 162.

Restiatun. 2014. Analisis Willingness To Pay Premi Asuransi Kesehatan Berdasarkan Prior Belief Dan Posterior Belief Setelah Adanya Informasi Status Kesehatan Terkini: Studi Eksperimen Lab. Disertasi. Program Doktoral Fakultas Ekonomika Dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Shinta M, Debby. 2012. Analisis ATP (Abillity To Pay) Dan WTP (Willingness To Pay) Petani Dalam Asuransi Kesehatan Terhadap Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Di Dusun Jungkal Desa Pojok, Kecamatan Pulo Kulon, Kabupaten Grobogan Purwodadi. Dokumen Karya Ilmiah. Tugas Akhir. Program Studi Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kesehatan. Universitas Dian Nuswantoro Semarang.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sulastomo. 2005. Sistem Jaminan Sosial Nasional. IDI. Jakarta.

Supriyanto, T. Kemauan Membayar Pasien Tuberkulosis Terhadap Pengobatan

“Dots” dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Surakarta.Jurnal Ekonomi Manajemen Sumber Daya Vol.10/No.2. 2009: Hal. 117 – 132.

Susilowati. 2001. Rumus Perhitungan ATP dan WTP. Jogjakarta.

Thabrany, H. 2009. Sakit Pemiskinan dan MDG’s. Jakarta: PT. Kompas.

Tjiptoherijanto, Prijono, 2001, Proyeksi Penduduk, Angkatan Kerja, Tenaga Kerja, Dan Peran Serikat Pekerja Dalam Peningkatan Kesejahteraan. Majalah Perencaan Pembangunan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2011 Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.25 November 2011. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 116. Jakarta.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2004 Sistem Jaminan Sosial Nasional.19 Oktober 2004.Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 150. Jakarta.

Wahidahi, 2003. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Ketahanan Pangan Rumah Tangga. Jurnal ekonomi pembangunan Vol 08 (01): 28-35.

Widianingrum, D.I. 2007. Identifikasi Kemampuan dan Kemampuan Membayar Masyarakat Berpenghasilan Menengah Rendah (Di Lokasi Rencana

Pembangunan Rumah Susun Tamansari Kota Bandung. Skripsi. S1 - Regional and City Planning Study Programme. ITB. Bandung.

Yuliana, dkk. 2013. Hubungan Karakteristik Keluarga Dan Jenis Penyakit Terhadap Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan. Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Riau

Dalam dokumen NURUL AKMALIA G1B011065 (Halaman 94-103)

Dokumen terkait