BAB V. SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN
C. Saran
a. Pelaksanaan penerapan pembelajaran Contextual Teaching and Learning disertai modul pembelajaran membutuhkan instruksi yang jelas agar siswa tidak mengalami kebingungan pada saat melaksanakan kegiatan
pembelajaran. Oleh sebab itu guru hendaknya memberikan instruksi dan arahan yang jelas kepada siswa tentang pelaksanaan pembelajaranContextual Teaching and Learningagar kegiatan pembelajaran berjalan dengan efektif. b. Guru hendaknya lebih inovatif lagi pada saat memberikan apersepsi dan
motivasi kepada siswa, misalnya dengan menggunakan model atau alat bantu dalam proses belajar mengajar. Sehingga diharapkan siswa akan lebih tertarik untuk memperhatikan penjelasan yang diberikan oleh guru.
c. Guru dapat memanfaatkan alternatif sumber belajar bagi siswa selain buku paket dan LKS seperti modul pembelajaran hasil penelitian yang dapat memperkaya pengetahuan siswa.
2. Bagi Siswa
a. Siswa hendaknya memperhatikan instruksi yang diberikan oleh guru dengan seksama agar dapat melaksanakan pembelajaran Contextual Teaching and Learningdengan baik.
b. Siswa hendaknya tidak hanya bergantung pada materi dan informasi yang diberikan oleh guru, tetapi juga lebih aktif mencari informasi materi dari sumber-sumber lain sehingga akan menambah wawasan siswa dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.
c. Siswa hendaknya lebih aktif dalam kegiatan praktikum, diskusi kelompok maupun pada saat presentasi kelompok.
Semoga hasil penelitian ini dapat dilanjutkan oleh peneliti lain dengan penelitian yang lebih mendalam serta dapat memberikan manfaat dan sumbangan pemikiran bagi para pendidik.
DAFTAR PUSTAKA
Anonima. 2011. Gibberelin Signaling in Barley Aleurone Grain. https://www. Qiagen.com/geneglobe/pathwayview.aspx. Diakses tanggal 11 maret 2011. Anonimb. 2010. “Model Pembelajaran Efektif di Sekolah Dasar”. PLPG
Sertifikasi Guru Rayon 24: Universitas negeri Makassar.
Bidwell, R.G.S. 1979.Plant physiology. New york: collier macmillan publisher. Bryan, J.E. 1989. “Breaking Dormancy of Potato Tubers”. Peru: CIP Research
Guide 16. International Potato Center.
Campbell, Neil A. & Jane B. Reece. 2003. Biologi Edisi Kelima Jilid II. Jakarta: Erlangga.
Choe , H. T. 1972. “Effects of Presoaking Seed of Pisum sativum L in GA3, IAA, and Kinetin Solution on Seedling Growth”. Jurnal Pertanian. Volume 7 (5): 476-478.
Devi, Poppy K., Renny Sofireni, Yayan Rosendi. 2011. Pendekatan Keterampilan Proses pada Pembelajaran IPA. http://www.bpptkpu-jabar.com. Diakses tanggal 11 Maret 2011.
Dhale,D.A., V.H. Panchal, S.K. Markandeya. 2010. “Pharmacognostic Evaluation of Mucuna Pruriens”. International Journal of Pharma World Research Vol 1(3): 2-11.
Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta. Ebert, James D., ariel G. Loewy, Richard S. Miller, & Howard A. Schneiderman.
1973.Biology: an Appreciation of Life. New York: Rinehart and Winston. Inc.
Fitter. A.H & R.K.M. Hay. 1998. Fisiologi Lingkungan Tanaman. Terjemahan Sri Andani dan Purbayanti. Yogyakarta: UGM Press.
Fosket, Donald E. 1994. Plant Growth and Development (A Molecular Approach).California: Academic Press.
Gardner, Franklin P. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Jakarta. UI Perss.
Goldsworthy, P. R dan N.M. Fisher. 1992. Fisiologi Tanaman Dudidaya Tropik. Terjemahan Tohari. Yogyakarta: UGM press.
Hall, A.C dan M.E. Harrington. 2003. “Experimental Methods in Neuroscience: An Undergraduate Neuroscience Laboratory Course for Teaching Ethical Issues, Laboratory Techniques, Experimental Design, and Analysis”. The Journal of Undergraduate Neuroscience Education (JUNE), Volume 2(1): A1-A7.
Haliza, Winda, Endang Y. Purwani, & Ridwan Thahir. 2010. “Pemanfaatan Kacang-kacangan Lokal Mendukung Diversifikasi Pangan”. Jurnal Pengembangan Inovasi PertanianVol 3(3): 238-245.
Hamalik, O. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Hanafiah dan Cucu S. 2009. Konsep Strategi Pembelajaran.Bandung: PT. Refika
Aditama.
Haryono. 2006. “Model Pembelajaran Berbasis Peningkatan Keterampilan Proses Sains”. Jurnal Pendidikan Dasar. Volume 7(1): 1-13.
Hess, Dieter. 1975. Plant Physiology. New York: Springer Verlag.
Johnson, Elaine B. 2007. Contextual Teaching and Learning: Menjadikan Kegiatan Belajar Mengajar Mengasyikkan dan Bermakna. Terjemahan Ibnu Setiawan. Bandung: Mizan Learning Center.
Kimball, J.W. 1994. Biologi Edisi Kelima (jilid 2). Terjemahan Siti soetarmi Tjitrosomo dan Nawangsari Sugiri. Jakarta: Erlangga.
Lumbantobing, Riris. 2004. “Comparative Study on Process Skills in the Elementary Science Curriculum and Textbooks between Indonesia and Japan”. Journal of EducationVol 1(53): 31-38.
Krishnamoorthy, H.N. 1975. Gibberelin and Plant Growth. New York: John Willey and Sons,inc.
Kuswanto, H. 1996. Dasar-Dasar Teknologi, Produksi dan Sertifikasi Benih. Yogyakarta: Andi Offset.
Mardalis. 1990. Metode Penelitian (Suatu Pendekatan Proposal). Jakarta: Bumi Aksara.
Miles, M.B dan A.M. Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif : Buku Sumber Tentang Metode-metode Baru. Terjemahan Tjetjep Rohendi Rohidi. Jakarta: UI Press.
Moleong, L. J. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Muhibin Syah. 2004. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya
Mulyasa, E. 2005. Implementasi Kurikulum 2004: Panduan Pembelajaran KBK. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Myers, Bryan E, Shannon G. Washburn, and James E. Dyer. 2004. “Assessing Agriculture Teachers’ Capacity for Teaching Science Integrated Process Skills”. Journal of Southern Agricultural Education Research Volume 54 (1): 74-85.
Naqbi, A.K dan H.H Tairab. 2005. “The Role of Laboratory Work in School Science: Educators and Students Perspectives”. Journal of Faculty of Education Volume18: 20- 35.
Nugraheni,Diah. 2007. “Meningkatkan Minat Belajar Sains (IPA) dengan menggunakan Pendekatan Kontekstual (CTL) pada Pokok Bahasan Cahaya Siswa Kelas V Semester II SDN kedungmundu 1 Semarang”. Skripsi. Semarang: UNNES.
Nuryani R. 2005. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Malang: Universitas Negeri Malang.
Opik, Helgi & Stephen Rolfe. 2005. The Physiology of Flowering Plants. United Kingdom: Cambridge University press.
Roestiyah, N.K. 2008. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Rokhmah, Laela Nur. 2008. “Kajian Asam Fitat dan Kadar Protein selama
Pembuatan Tempe Kara Benguk dengan Variasi Pengecilan Ukuran dan Lama Fermentasi”. Skripsi. Surakarta: UNS.
Sagala, Syaiful. 2007. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta. Salisbury, F. B, dan C.W. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 3. Terjemahan
Diah R. Lukman dan Sumaryono. Bandung: ITB Press.
Sanjaya, Wina. 2008. Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Prenada Media Group.
Sarihan, O., Ipek, A., Khawar, K.M., Atak, M. dan Gurbuz, B. 2005.“Role of GA3 and KNO3 in Improving the Frequency of Seed Germination in Plantago lanceolata L”. Jurnal Pertanian. Volume 37(4): 883-887.
Shamsid, Ifraj & Betty P. Smith.2006. “Contextual Teaching and Learning Practise in the Family and Consumer Science Curriculum”. Journal of Family and Consumer Sciences educationVol 24(1): 14-27.
Sitompul dan B. Guritno. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Yogyakarta: UGM Press.
Soedirdjoatmodjo, Soetomo. 1986. Bertanam Sayuran Buah. Jakarta : Karya Bani. Sriyati, S, Yanti Rumbiyati, dan Rengky Meliani. 2008. Penerapan Pertanyaan
Produktif Dalam Pembelajaran Biologi Untuk Meningkatkan Kemampuan Kerja Ilmiah Dan Pemahaman Konsep Siswa Di SMA. Bandung: UPI. Sukardi. 2004. Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya.
Jakarta: PT Bumi Aksara.
Supriyono. 2007. “Kajian Biologi dan Agronomi Kara Benguk sebagai Tanaman pangan dan Penutup Tanah”. Skripsi. Yogyakarta: UGM.
Sutopo, H.B. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif.Surakarta: UNS Press. Sutopo, L. 2004. Teknologi Benih. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Usman, Uzer dan Lilis Setiawati. 1993. Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Vandelook, F., Bolle, N. and Assche, J. A. V. 2007. “Seed Dormancy and Germination of the European Chaerophyllum temulum (Apiaceae), a Member of a Trans-Atlantic Genus”. Journal of Botany1-7
Wenno I. H. 2008. Strategi Belajar Mengajar Sains Berbasis Kontekstual. Yogyakarta: Inti Media.
Wilkins, Malcom B. 1989. Fisiologi tanaman. Jakarta: Bina aksara.
Yucel, E. dan G. Yilmaz. 2009.“Effects of Different Alkaline Metal Salt (NaCI, KNO3), Acid Consentrations (H2SO4) and Growth Regulator (GA3) on the Germination of Salvia cyanescens”. Journal of Sciense. 22(3): 123-127.