A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data mengenai penggunaan open-guided inquiry worksheet dalam PBM untuk meningkatkan kegiatan OSEAN dan prestasi belajar siswa SMP, diperoleh kesimpulan bahwa secara umum terdapat peningkatan kegiatan OSEAN siswa, baik dalam memecahkan masalah sains maupun selama proses pembelajaran dibandingkan pertemuan satu. Selain itu terdapat pula peningkatan pada prestasi belajar siswa. Adapun kesimpulan secara rinci adalah sebagai berikut.
1. Peningkatan kegiatan OSEAN siswa selama proses pembelajaran pada pertemuan dua adalah sebesar 25,83% dan pada pertemuan tiga sebesar 23,32% dibandingkan dengan pertemuan satu. Kegiatan OSEAN yang mengalami peningkatan paling tinggi terjadi pada kegiatan mengamati dengan peningkatan 24,57% pada pertemuan dua dan 47,43% pada pertemuan tiga dibanding pertemuan satu. Sedangkan kegiatan OSEAN yang mengalami peningkatan paling rendah terjadi pada kegiatan menanya dengan peningkatan sebesar 26,28% pada pertemuan dua dan 12% pada pertemuan tiga dibanding pertemuan satu.
2. Peningkatan kegiatan OSEAN dalam memecahkan masalah sains untuk tiap pertemuan terjadi pada kegiatan mengamati, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Dengan menggunakan skala penilaian 0 – 4, kegiatan OSEAN yang mengalami peningkatan paling tinggi terjadi pada kegiatan mengumpulkan informasi dengan peningkatan 0,72 pada pertemuan dua dan 0,8 pada pertemuan tiga dibanding pertemuan satu. Sedangkan kegiatan OSEAN yang mengalami peningkatan paling rendah terjadi pada kegiatan menanya dengan peningkatan sebesar 0 pada pertemuan dua dan -0,42 pada pertemuan tiga dibanding pertemuan satu.
56
Sri Mulyani, 2014
PENGGUNAAN OPEN-GUIDED INQUIRY WORKSHEET DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEGIATAN OSEAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
3. Prestasi belajar siswa setelah digunakannya open-guided inquiry worksheet dalam PBM mengalami peningkatan sebesar 0,38 dengan kategori sedang.
B. Saran
Hasil penelitian dengan menggunakan open-guided inquiry worksheet dalam pembelajaran berbasis masalah ini belum optimal. Hal ini diindikasikan dengan rerata N-Gain sebesar 0,38. Oleh karena itu, bagi peneliti atau guru yang akan menerapkan pembelajaran ini di kelas, disarankan sebaiknya proses pembelajaran mandiri menggunakan open-guided inquiry worksheet sampai tahapan perencanaan percobaan ditugaskan di luar jam pelajaran. Sehingga ketika masuk jam pelajaran, kegiatan pembelajaran dilanjutkan pada kegiatan diskusi kelompok mengenai apa yang sudah mereka dapatkan dalam kegiatan mandiri dan dilanjutkan pada kegiatan percobaan.
Sri Mulyani, 2014
PENGGUNAAN OPEN-GUIDED INQUIRY WORKSHEET DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEGIATAN OSEAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA
Akinoglu, O. & Tandogan, R.O. (2007). The Effect of Problem-Based Active Learning in Science Education on Students’ Academic Achievement, Attitude and Concept Learning. Eurasian Journal of Mathematics, Science & Technology Education, 3 (1) , hlm. 71 – 81.
Anderson, L.W., & Karthwohl, D.R. (2010). Kerangka landasan untuk Pembelajaran, Mengajar, dan Assesmen (Revisi Taksonomi Pendidikan Bloom). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Andriyani, D. (2014). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Berbantuan Multimedia Pembelajaran Berbasis Intelligent Tutoring System Terhadap Peningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa. (Skripsi). Universitas Pendidikan Indonesia.
Ardiyanti, Y. (2011). Penggunaan LKS (Lembar Kerja Siswa) Terbuka untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep, Keterampilan Proses Sains (KPS) dan Berpikir Kreatif Siswa SMA pada Konsep Pencemaran Lingkungan. (Tesis). Sekolah Pasca Sarjana, Universitas Pendidikan Indonesia.
Arends, R. (2008). Learning To Teach Edisi Ke Tujuh Buku Dua. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Arikunto, S. (2009). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi Aksara.
Camarinha-Matos, L.M. (2012). Scientific Research Methodologies and Technique.
Center for Teaching and Learning. (2001). Problem-Based Learning. Speaking of Teaching, Winter 2001 Vol.11, No.1.
Dahar, R.W. (1989). Teori-Teori Belajar. Erlangga: Jakarta.
Dasna, I.W. & Sutrisno. (2007). Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning). Malang: Universitas Negeri Malang.
Departemen Pendidikan Nasional (2003). Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas.
58
Sri Mulyani, 2014
PENGGUNAAN OPEN-GUIDED INQUIRY WORKSHEET DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEGIATAN OSEAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Dewey, J. (1930). Democracy and Education. New York: The Macmillan Company.
Dochy, F. dkk. (2003). Students’ Perceptions of a Problem-Based Learning Environment. Learning Environment Research, 8 (2005), hlm. 41 – 66. Etherington, M.B. (2011). Investigative Primary Science: A Problem-based
Learning Approach. Australian Journal of Teacher Education, 36 (9), hlm. 36 – 57.
Hake, R. R. (1999). Analizing Change/Gain Score. USA: Dept. of Physics, Indiana University.
Hattie & Timperley. (2011). The Power of Feedback. Review of Educational Research, 77 (1), hlm. 81 – 112.
Hirca, N. (2011). Impact of Problem-Based Learning to Students and Teachers. Asia-Pacific Forum on Science Learning and Teaching, 12 (7), hlm. 1 – 19. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (2013). Diklat Guru dalam Rangka
Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: Kemendikbud.
Kirschner, P. dkk. (2004). Why Unguided Learning Does Not Work: An Analysis of the Failure of Discovery Learning, Problem-Based Learning, Experiential Learning and Inquiry-Based Learning. The Educational Psychologist.
McLelland, C.V. (2006). Nature of Science and The Scientific Methods. [Online]. Tersedia di: http://wwwgeosociety.org/educate/naturescience.pdf.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (2013). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2013 Tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Mendikbud RI.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (2013). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah menengah Pertama / Madrasah Tsanawiyah. Jakarta: Mendikbud RI.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (2013). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 81 A Tahun 2013 Tentang Implementasi Kurikulum. Jakarta: Mendikbud RI.
59
Sri Mulyani, 2014
PENGGUNAAN OPEN-GUIDED INQUIRY WORKSHEET DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEGIATAN OSEAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Munawwaroh, A. (2013). Implementasi Strategi Pembelajaran Konflik Kognitif pada Model Problem Based Learning (PBL) untuk Mengurangi Miskonsepsi dan Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SMP [Studi Kasus Pada Pembelajaran Fisika]. Skripsi, UPI.
Paidi. (____). Peningkatan Scientific Skill Siswa Melalui Implementasi Metode Guided Inquiry pada Pembelajaran Biologi di SMAN 1 Sleman. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Purwanto, M. N. (2006). Psikologi Pendidikan. Bandung; Remaja Rosdakarya. Sanjaya, W. (2009). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses
Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group.
Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rhineka Cipta.
Sockalingam, N. (2010). Characteristics of Problem in Problem-based Learning. Tesis, Erasmus University Rotterdam.
Sudaryono. (2012). Dasar-dasar Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sukmadinata, N. S. (2003). Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sukmadinata, N. S. (2012). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sunyono. (2008). Development of Student Worksheet Base on environment to Sains Material of Yunior High School in Class VII on Semester I. Proceesing of The 2nd International Seminar of Science Education UPI. Bandung, UPI.
Suparno. (____). Teori Perkembangan Jean Piaget.
Tarmidi & Wulandari. (2005). Prestasi Belajar Ditinjau dari Persepsi Siswa Terhadap Iklim Kelas pada Siswa yang Mengikuti Program Percepatan Belajar. PSIKOLOGIA, 1 (1), hlm. 19 – 27.
Tim P2M PGSD FKIP UNS (2012). Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan LKS Model Empirik dalam Pembelajaran IPA Kepada Guru-guru SD.
60
Sri Mulyani, 2014
PENGGUNAAN OPEN-GUIDED INQUIRY WORKSHEET DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEGIATAN OSEAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Toman, U. dkk (2013). Extended Worksheet Developed According to 5E Model Based on Constructivist Learning Approach. International Journal on New Trends in Education and Their Implications, 4 (16), hlm. 173 – 183.
Trianto. (2007). Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.
Unal, C. & Ozdemir, O.F. (2013). A Physics Laboratory Course Designed Using Problem-Based Learning for Prospective Physics Teachers. European Journal of Science and Mathematics Education, 1 (1), hlm. 29 – 33.
Undiyati. (2009). Pengembangan Program Pembelajaran Tematik untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar di Kota Cilegon. (Tesis). Sekolah Pasca Sarjana, Universitas Pendidikan Indonesia.
Vernon & Blake. (1993). Does problem-based Learning Work? A Meta-analysis of evaluation Research. Academic Medicine, 68(7), 550-563.
Widjajanti, E. (2008). Pelatihan Penyuluhan LKS Mata Pelajaran Kimia Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Bagi Guru SMK/SMA. Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat. Yogyakarta, UNY.
Widodo. (2013). Peningkatan Aktivitas Belajar dan Hasil Belajar dengan Metode Problem Based Learning pada Siswa Kelas VIIA MTs Negeri Donomulyo Kulon Progo Tahun Pelajaran 2012/2013. Jurnal Fisika Indonesia, 17 (49), hlm 32 – 35.