• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. SIMPULAN DAN SARAN

5.2 Saran

Perlu dilakukan pengaplikasian agen pembersih (MES off grade) yang diperoleh dengan menggunakan pipa penyalur kotoran berminyak dalam skala industri untuk memberikan gambaran yang lebih nyata.

27

DAFTAR PUSTAKA

Adiandri RS. 2006. Kajian Pengaruh Konsentrasi Metanol Dan Lama Reaksi Pada Proses Pemurnian Metil Ester Sulfonat Terhadap Karakteristik Detergen Bubuk. [Tesis]

Departemen Teknologi Industri Pertanian, IPB Bogor.

Anonima. 2009. Detergen Formulatory. PQ Coorporation, Pensylvania.

Arbianti R, TS Utami, H Hermansyah, dan D Andani. 2008. Pengaruh Kondisi Operasi Reaksi Hidrogenasi Metil Laurat dengan Katalis Nikel untuk Pembuatan Surfaktan Oleokimia.

Jurnal Teknologi, Edisi No. 3 Tahun XXII, September 2008, 229 - 235 ISSN 0215-1685.

[ASTM] American Society for Testing and Matrial D 13312000. Annual Book of ASTM Standards:

Soap and Other Detergents, Polishers, Leather, Resilient Floor Covering. Baltimore: ASTM.

Bennet H. 1947. Practical Emulsion. Second Completely Revised Edition. Chemical Publshing Co.

Inc, Brooklyn, New York.

Bernardini E. 1983. Vegatables Oils and Fats Processing. Volume II. Interstampa Co., Interstampa.

Boocock DGB, SK. Konar, V Mao, C.Lee, dan S Buligan. 1998. Fast Formation of High-Purity Methyl Esters from Vegetable Oils. J. Am. Oil Chem. Soc. 75 (9) : 1167-1172.

Claesson PM, E Blomberg, dan EE Poptoshev. 2001. Surface Force and Emulsion Stability. In:

Encyclopedia Handbook of Emulsion Technology. Marcel Dekker, New York.

Cooper DG, dan JE Zajic. 1980. Surface Active Compound From Microorganism. Adv. Appl.

Microbiol. 26: 229-253.

Desai JD, dan IM Banat. 1997. Microbial Production Of Surfactants And Their Commercial Potential. Microbiol. Review. 47-64.

Firman. 2011. Cleaning supplies. http://smipusi.blogspot.com/2011/01/cleaning-supplies.html [diakses11 Maret 2012]

Flider FJ. 2001. Commercial Considerations and Markets for Naturally Derived Biodegradable Surfactants. Inform 12(12): 1161-1164.

Foster NC. 1996. Sulfonation and Sulfation Process. In: Spitz, L. (Ed). Soap and Detergents: A Theoretical and Practical Review. AOCS Press. Champaign, Illinois.

Georgiou G, S Lin dan MM Sharma. 1992. Surface-Active Compounds From Microorganism. J.

Biotechnol. 10: 60-65.

Germain T. 2001. Sulfonated Methyl Esters. In: Flyod E. Friedli (Eds). Detergency Of Specialty Surfactants. Marcel Dekker, New York.

Gupta S dan D Wiese. 1992. Soap, Fatty Acids, and Synthetic Detergent. In: Reigel’s Handbook of Industrial Chemistry. 9th Edition. Kent JA. (Ed.). Van Nostrand Reinhold, New York.

28 Gervasio GC. 1996. Detergency. In: Bailey’s Industrial Oils and Fats Products. Wiley Interscience

Publisher, New York.

Hargreaves T. 2003. Chemical Formulation: An Overview of Surfactant-Based Preparations Used In Everyday Life. RSC Paperbacks, Cambridge.

Hidayat E. 2011. Pengaruh Suhu Input dan Lama Sulfonasi pada Proses Pembuatan Surfaktan Methyl Ester Sulfonic Acid (MESA) dari Metil Ester Jarak Pagar Menggunakan Reaktor Single Tube Falling Film (STFR). [Tesis] Departemen Industri Pertanian, IPB Bogor.

Holemberg K, B Jonsson, B Kronberg, dan B Lindman. 2002. Surfactants and Polymers in Aqueos Solution. Jhon Wiley & Sons, Ltd., London.

Hui YH. 1996. Bailey’s Industrial Oil and Fat Product. Vol. 3. A Wiley- Interscience Publication.

John Wiley & Sons, Inc., New York.

Jungermann, E. 1979. Fat-Based Surface-Active Agent. Bailey’s Industrial Oil and Fat Products. Vol 14 editions. John Willey and Son, New York.

Kosaric. 1993. Biosurfactant: Production, Properties and Applications. Marcell Dekker Inc., New York.

Lewis MA. 1991 . Chronic and Sublethal Toxicities of Sutfactants to Aquatic Animals : A Review and Risk Assessment. Wat. Res 25 (1) : 101-113.

Lynn JL. 2005. Detergents and Detergency. In: Fereidoon S. (Eds.). 2005. Bailey’s Industrial Oil and Fat Products (Volume 6): Industrial and Nonedible Products from Oils and Fats. John Wiley & Sons, Inc., New Jersey.

MacArthur, B.W., B Brooks, W.B. Sheats dan N.C. Foster. 2002. Meeting The Challenge of

Methylester Sulfonation. The Chemiton Corporation.

http:/www.chemithon.com/papers_brochures/Meeting_the_Challenge.doc.pdf [22 Febuari 2010].

Matheson KL. 1996. Formulation of Household and Industrial Detergents. In: Soap Detergents: A Theoretical an Practical Review, Spitz, L. (Ed). AOAC Press, Champaign, Illinois.

Mattjik AA dan M Sumertajaya. 2002. Perancangan Percobaan dengan Aplikasi SAS dan Minitab Jilid I. IPB Press, Bogor.

Meher LC, DV Sagar dan SN Naik. 2004. Technical Aspects of Biodisel Production by Transesterification – a rivew. Renewable and Sustainable Review Energy Reviews 10:248-268.

Moroi Y. 1992. Micelles: Theoritical and Applied Aspects. Plenum Press, New York.

Noureddini H dan D Zhu. 1997. Kinetics of Transesterification of Soybean Oil. J. Am. Oil Chem.

Soc.Vol. 74 (11): 1457-1463.

Parker, A. 2007. Effective Cleaning and Sanitazing Procedures. JIFSAN, University of Maryland.

29 Pore J. 1976. Oils and Fats Manual. Intercept Ltd., Andover.

Rieger MM dan LD Rhein. 1995. Surfactants in Cosmetics 2nd edition. Marcel Dekker, Basel.

Roberts DW, L Giusti dan A Forcella. 2008. Chemistry of Methyl Estser Sulfonates. Biorenewable Resources 5: 2-19.

Rosen JM. 2004. Surfactant and Interfacial Phenomena. Third Edition. John Willey & Sons Inc., New York.

Schueller R dan P Romanousky. 1998. Cosmetics and Toiletries Magazine: Understanding Emulsions. Allured Publishing Corp., Illinois.

Sibuea P. 2008. Virgin Coconut Oil: Penyembuh Ajaib dari Buah Kelapa. LIPI, Bogor.

Sidik NR. 2009. Kajian Pengaruh Konsentrasi Metil Ester Sulfonat (MES) dan Konsentrasi Alkali (KOH) Terhadap Kinerja Agen pembersih Industri. [Skripsi] Departemen Teknologi Industri Pertanian, IPB Bogor.

Sontag NOV. 1982. Fat Splitting, Esterrification and Interesterification. In: Daniel Swern. Bailey’s Industrial Oil and Fat Products. 4th ed. Vol 2. John Willey and Sons, New York.

Stubenrauch, C, Takiezsi, AV Kuristov, K Exerowd, dan D Tailer. 2003. Tenside Surfactants Detergents: A New Experimental Technique to Measure the Drainage and Life Time of Foam. Hanser, Deutschland- Muchen.

Suryani A, I Sailah, E Hambali. 2000. Teknologi Elmusi. Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Bogor.

Swern D. 1979. Bailey’s Industrial Oil and Fat Products. Vol I, 4th Edition. John Willey and Son, New York.

Tadros TF. 1992. Encyclopedia of Physical Science and Technology 2nd edition. Vol-16. Academic Press, Inc., California.

Tanty. 2009. Sifat-sifat Bahan Kimia. http://id.shvoong.com/exact-sciences/1902577-sifat-sifat-bahan-kimia/#ixzz1dHWpfQ8x [diakses 10 November 2011]

Waistra P. 1996. Encyclopedia of Emulsion Technology. Tire Dekkel Inc., New York.

Watkins C. 2001. Surfactants and Detergent: All Eyes are on Texas. Inform 12 : 1152-1159.

Woolat E. 1985. The Manufacture of Soaps, Other Detergent and Glycerine. Ellis Horwood Ltd., West Sussex.

30

LAMPIRAN

31 Lampiran 1. Diagram alir pembuatan MES dan MES off grade

MESA off grade Metil Ester

Sulfonasi Generator SO3

Air Supply

Oksidasi (420-450oC)

Burning (700oC) SO3

Melting (136oC)

Sulfur Supply

MESA

Aging

Netralisasi

MES

Netralisasi

MES off grade

32 Lampiran 2. Prosedur anailisis MESA off grade dan MES off grade yang dihasilkan

1. Visikositas

Sebanyak 10 ml sampel di masukkan ke dalam tabung ulir lalu disentrifus selama 10 menit pada suhu 70oC, kemudian sampel diukur visikositasnya dengan menggunakan alat Brookfiled DV-III ultra V6.1LV dengan suhu 70oC dan dengan kecepatan 30 rpm. Nilai viskositas ditulis dengan satuan centripoise (cp).

2. Bobot jenis (SNI 06-4075-1966/ASTM D-1475-96)

Sampel yang sudah diukur viskositasnya diambil dengan menggunakan suntikkan khusus yang digunakan untuk menginjeksikan sampel ke dalam Density Meter DMA 4500M, kemudian diukur bobot jenisnya dalam satuan gram per centimeter kubik.

3. Stabilitas elmusi (Acton dan saffle, 1970)

Sejumlah bahan emulsi yang sudah ditimbang dimasukkan kedalam wadah. Wadah dan bahan tersebut dimasukkan ke dalam oven dengan suhu 45oC selama satu jam, kemudian dimasukkan ke dalam pendingin bersuhu 0oC selama satu jam. Selanjutnya dipanaskan kembali dalam oven dengan suhu 45oC dan dibiarkan sampai beratnya konstan. Rumus untuk menghitung stabilitas emulsi adalah sebagai berikut:

( )

4. Tegangan Permukaan (Zajic dan Steffens, 1984)

Larutan sampel 0,1% sebanyak 60-62 ml dimasukkan ke dalam gelas piala lalu di ukur tegangan permukaan dengan menggunakan Tensiometer dengan lebar ring 6cm. Nilai tegangan permukaan ditulis dengan satuan dynes/ cm.

5. Daya Pembusaan dan Stabilitas Busa (Mildwisky, 1982)

Larutan sampel 0,1% sebanyak 200 ml diblender pada kecepatan level satu selama tiga detik. Kemudian dimasukkan ke dalam gelas ukur 500 ml. volume busa dicatat setelah didiamkan selama 0,5 menit dan 5,5 menit. Nilai daya pembusaan adalah volume busa setelah pendiaman selama 0,5 menit. Stabilitas busa adalah perbandingan volume busa ketika 5,5 menit terhadap volume busa 0,5 menit.

6. Daya Deterjensi (Modifikasi dari Lynn, 1996) - Kain (dengan pengukuran absorbansi)

Sampel sebanyak 1% dilarutkan didalam air dan digunakan sebagai larutan perendam.

Nilai kekeruannya dicatat sebagai T1, dengan menggunakan air destilata sebagai standar. Kain dengan lebar 5 x 5 cm ditimbang (A1) lalu direndam dalam larutan pencuci selama 30 menit. Setelah perendaman kain bersih, larutan diukur kekeruhannya lalu dikurangi dengan T1 dan dinyatakan sebagai OD (Original Dirt).

Kain putih dari jenis dan ukuran yang sama direndam dalam larutan zat pengotor oli dengan konsentrasi 0,1 ml selama 30 menit. Tiriskan kain selama 30 menit. Setelah itu dilakukan pencucian kain dengan merendamnya didalam larutan perendaman kain kotor dinyatakan sebagai T2. Nilai daya deterjensi dinyatakan sebagai nilai kekeruhan yang dihasilkan dalam Absorbansi.

Daya deterjensi = T2 – T1– OD

33 Lampiran 2. Prosedur anailisis MESA off grade dan MES off grade yang dihasilkan (lanjutan)

- Pipa (dengan pengukuran absorbansi)

Sampel sebanyak 1% dilarutkan didalam air dan digunakan sebagai larutan perendam.

Nilai kekeruannya dicatat sebagai T1, dengan menggunakan air destilata sebagai standar. Pipa PVC bediameter 1 inchi dengan tinggi 5 cm ditimbang (A1) lalu direndam dalam larutan pencuci selama 30 menit. Setelah perendaman pipa, larutan diukur kekeruhannya lalu dikurangi dengan T1 dan dinyatakan sebagai OD (Original Dirt).

Pipa PVC dengan dan diameter yang sama direndam dalam larutan zat pengotor oli dengan konsentrasi 0,5 ml selama 30 menit. Tiriskan pipa selama 30 menit. Setelah itu dilakukan pencucian pipa dengan merendamnya didalam larutan selama 30 menit, perendaman pipa yang diberipengotor dinyatakan sebagai T2. Nilai daya deterjensi dinyatakan sebagai nilai kekeruhan yang dihasilkan dalam unit Absorbansi.

Daya deterjensi = T2 – T1– OD - Pipa (dengan pengukuran berat kotoran)

Sampel sebanyak 1% dilarutkan didalam air dan digunakan sebagai larutan perendam, dengan menggunakan air destilata sebagai standar. Pipa PVC bediameter 1 inchi dengan tinggi 5 cm direndam dalam larutan zat pengotor oli dengan konsentrasi 0,5 ml selama 30 menit. Tiriskan kain selama 30 menit dan ditimbang (B0). Setelah itu dilakukan pencucian pipa dengan merendamnya didalam larutan perendaman selama 30 menit lalu dibersihkan dengan menggunakan sikat sebanyak 1 kali gosok. Pipa yang sudah dibersihkan dibilas dengan air lalu di keringkan didalam oven selama 30 menit lalu ditimbang (B1). Nilai daya deterjensi dinyatakan sebagai berat dalam satuan gram.

Daya deterjensi = B1 – B0

34 Lampiran 3. Uji Stabilitas Busa dan Daya Busa

Larutan Deterjen 1% Busa yang terbentuk

35 Lampiran 4.Uji Deterjensi menggunakan Media Kain

1% Deterjen

Kain dan Alat yang digunakan Kain yang sudah diberi pengotor

36 Lampiran 5. Daya Deterjensi dengan Media Pipa

Pipa PVC bersih

Pipa PVC yang Sudah Diberi Pengotor

Pipa PVC Direndam Pipa PVC Dikering anginkan

37 Lampiran 6. Analisis Ragam Hasil Penelitian

1. Viskositas

Sumber ragam Dk JK KT F hitung F tabel (0.05)

Perlakuan 3 5,09415 1,69805 0,188538988 5,4094513

Galat 5 45,0318 9,00636

Total 8 50,12595

Keterangan : *Fhitung < Ftabel, tidak berbeda nyata pada  = 0.05

2. Densitas

Sumber ragam Dk JK KT F hitung F tabel (0.05)

Perlakuan 3 0,000279083 9,30277E-05 4,803166735 5,409451318 Galat 5 9,684E-05 1,9368E-05

Total 8 0,000375923

Keterangan : *Fhitung > Ftabel, berbeda nyata pada  = 0.05 Duncan Densitas

Duncan grouping Mean Kons

NaOH (%)

A 0.964900 45

B A 0.959640 50

B A 0.958940 55

B 0.948600 40

Keterangan: Grup yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata

3. Stabilitas Emulsi

Sumber ragam Dk JK KT F hitung F tabel (0.05)

Perlakuan 3 0,107238 0,035745833 0,402316639 5,4094513

Galat 5 0,44425 0,08885

Total 8 0,551488

Keterangan : *Fhitung > Ftabel, berbeda nyata pada  = 0.05

38 Lampiran 6. Analisis Ragam Hasil Penelitian (lanjutan)

4. Tegangan Permukaan

Sumber ragam Dk JK KT F hitung F tabel (0.05)

Perlakuan 3 1,75 0,583333333 1,296296296 5,4094513

Galat 5 2,25 0,45

Total 8 4

Keterangan : *Fhitung < Ftabel, tidak berbeda nyata pada  = 0.05

5. Stabilitas Busa

Sumber ragam Dk JK KT F hitung F tabel (0.05)

Perlakuan 3 0,046 0,023 1,146 9,552

Galat 5 0,060 0,020

Total 8 0,106

Keterangan : *Fhitung < Ftabel, tidak berbeda nyata pada  = 0.05

6. Daya pembusaan

Sumber ragam Dk JK KT F hitung F tabel (0.05)

Perlakuan 3 400,000 200,000 1,091 9,552

Galat 5 550,000 183,333

Total 8 950,000

Keterangan : *Fhitung < Ftabel, tidak berbeda nyata pada  = 0.05

7. Daya deterjensi menggunakan media kain diukur dengan spektrofotometer Sumber

Ragam Dk JK KT Fhit Ftab

Perlakuan 3 0,027795 0,009265125 3,677658477 5,4094513

Galat 5 0,012597 0,0025193

Total 8 0,040392

Keterangan : *Fhitung < Ftabel, tidak berbeda nyata pada  = 0.05

39 Lampiran 6. Analisis Ragam Hasil Penelitian (lanjutan)

8. Daya deterjensi menggunakan media pipadengan pengukuran berat kotoran Sumber

Ragam Dk JK KT Fhit Ftab

Perlakuan 3 0,012832 0,004277203 8,093559395 5,4094513

Galat 5 0,002642 0,00052847

Total 8 0,015474

Keterangan : *Fhitung > Ftabel, berbeda nyata pada  = 0.05

Duncan daya deterjensi menggunakan media pipadengan pengukuran berat kotoran

Duncan Gruoping Means Kons NaOH (%)

A 0,225 45

B A 0,1673 50

B 0,14855 40

B 0,11455 55

Keterangan: Grup yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata

9. Daya deterjensi menggunakan media pipa diukur dengan spektrofotometer

Sumber

Ragam Dk JK KT Fhit Ftab

Perlakuan 3 0,12952 0,043173458 4,762811603 5,4094513

Galat 5 0,045323 0,0090647

Total 8 0,174844

Keterangan : *Fhitung < Ftabel, tidak berbeda nyata pada  = 0.05

Dokumen terkait