• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

5.2 Saran

Berlandaskan pembahasan dan simpulan yang telah diraih, maka saran yang dapat diberikan yakni sebagai berikut:

1. Pegawai diharapkan dapat meningkatkan kemampuannya dalam menginterpretasikan komunikasi non-verbal pemustaka, dan berkenn bertanya kepada pemustaka akan kebutuhan atau kendala yang pemustaka alami ketika melakukan temu kembali koleksi,

2. Pegawai diharapkan dapat meningkatkan aktivitas yang melibatkan kehadiran pemustaka, atau dengan kata lain terciptanya kerja sama pegawai dengan pemustaka. Sehingga pegawai dapat memiliki kedekataan emosional maupun intelektual dengan pemustaka.

3. Pegawai diharapkan dapat meningkatkan dalam pemberiaan pujian dan penghargaan kepada pemustaka, sehingga pemustaka terdorong untuk meningkatkan pemanfaatan perpustakaan.

4. Pegawai diharapkan dapat menempatkan diri setara dengan pemustaka, sehingga didalam komunikasi pegawai dengan pemustaka tidak akan saling memaksakan kehendak. Karena pada hakikinya pemustaka dan pegawai harus saling melengkapi.

DAFTAR PUSTAKA

Alfikalia dan Anita Maharani. 2009. “Faktor-Faktor Pendukung Kompetensi Komunikasi Interpersonal: Studi Kasus Pada Mahasiswa Tingkat Pertama Di Universitas Paramadina”. Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 6 N.1, tahun 2009.

Almira, Deviana. 2019. Kemampuan Komunikasi Interpersonal Pustakawan Pada Layanan Digital (Studi Kasus Layanan Digital Di Perpustakaan Universitas Sumatera Utara). Skripsi.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:

Rineka Cipta.

Aw, Suranto. 2011. Komunikasi Interpersonal. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Budyatna, Muhammad dan Leila Mona Ganiem. 2014. Teori Komunikasi Antarpribadi.

Jakarta: Kencana.

Daryono. 2017. “Komunikasi Antarpribadi Pustakawan Dengan Pemustaka Dalam Memberi Layanan Jasa Di Perpustakaan”. Jurnal Kepustakawanan Dan Masyarakat Membaca Vol. 1 No. 33 Januari-Juni 2017 (Online).Diunduh di https://ejournal.unsri.ac.id/index.php/jkdmm/article/view/7505 pada Juni 2019.

Devito, Joseph A. 2013. The Interpersonal Communication Book 13th Edition.

Singapura: Pearson.

Devito, Joseph A. 1995. The Interpersonal Communication Book 7th Edition. New York: Harper Collins College

Griffin, Jill. 2003. Customer Loyality: How To Earn It, How To Keep It = Menumbuhkan dan Mempertahankan Kesetian Pelanggan (Dialihbahasakan oleh Dwi Kartini Yahya). Jakarta: Erlangga.

Hasan, M. Iqbal. 2002. Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian & Aplikasinya.

Bogor: Ghalia Indonesia.

Hermawan, R & Zen. 2006. Etika Kepustakawanan: Suatu Pendakatan Terhadap Profesi dan Kode Etik Pustakawan Indonesia. Jakarta: Sagung Seto.

Hs, Lasa. 2009. Meningkatkan Kualitas Layanan Perpustakaan. Yogyakarta: s.n.

Diunduh di

http://repository.umy.ac.id/bitstream/handle/123456789/6370/Meningkatkan%

20Kualitas%20Layanan%20Perpustakaan%20Umum.pdf?sequence=1&isAllo wed=y

Istiana, Purwani. 2014. Layanan Perpustakaan. Yogyakarta: Ombak.

Komariah, Neneng. 2009. “Keterampilan Komunikasi Interpersonal Bagi Pustakawan”.

Jurnal UNPAD.

Krismayani, Ika. 2017. “Kemampuan Komunikasi Interpersonal Pustakawan (Studi di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung)”.

Jurnal Anuva Volume 1 (2): 133-138, 2017 (Online). Diunduh di http://ejournal.undip.ac.id/index.php/anuva pada Juni 2019.

Jayakusuma, Atma. 2018. Penerapan Komunikasi Interpersonal Pustakawan Dalam Melayani Pemustaka Di Perpustakaan Universitas Hasanuddin Makassar.

Skripsi (Online). Diunduh

http://repositori.uin-alauddin.ac.id/13800/1/ATMA%20JAYAKUSUMA.pdf pada Juni 2019.

Liliweri, Alo. 2015. Komunikasi Antarpersonal. Jakarta: Kencana.

Lubis, dan Widiastuti Furbani. 2018. “Peran Komunikasi Pustakawan Dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Informasi di UPT Perpustakaan Universitas Mataram”. Jurnal Ulul Aldab Vol. 22 No. 2 Agustus 2018, hal. 112-119

Normasari, Mei. 2016. Lima Sikap Positif Yang Mendukung Komunikasi Interpersonal Dalam Proses Pembelajaran: Studi Deskriptif Kualitatif Pada Proses Pembelajaran Guru dan Siswa SMA Tunagrahita di SLB/B-C Dharma Wanita Kota Madiunn. Skripsi.

Nurdin, Ali. 2015. Komunikasi Magis: Fenomena Dukun Di Pedesaaan. Jakarta: LKIS Pelangi Aksara.

Panggabean, Eliasie Puspita. 2018. Analisis Komunikasi Interpersonal Pustakawan Dotinjau Dari Pendekataan Humanistik Pada Dinas Perpustakaan Dan Arsip Kabupaten Deli Serdang. Skripsi.

Pradipta, Caesar Vioniken. 2012. “Pengaruh Konsep Diri Dalam Komunikasi Interpersonal Pustakawan Hubungannya Terhadap Kepuasan Pemustaka Di Badan Perpustakaan Dan Kearsipan Provinsi Sumatera Utara”. Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol. 1 No.1 (Online). Diunduh di http://ejournal3.undipac.id/index.php.jip/article/view.610/608.

Rakhmat, Jalaluddin. 2005. Psikologi Komunikasi.Bandung: Remaja Rosdakarya.

Raudah, Hildayat dan Triana santi. 2018. “Komunikasi Interpersonal Pustakawan Dan Pemustaka Di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan”.

Jurnal Libraria Vol. 6 No. 2 Desember 2018.

Rifauddin, Machsun. 2017. “Keterampilan Sosial Pustakawan Dalam Memberikan Pelayanan Bermutu Di Perpustakaan”. Jurnal Khizanah Al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Perpustakaan Vol.5 No. 1 Januari-Juni 2017.

Sari, A. Anditha. 2015. “Peran Komunikasi Interpersonal Pustakawan Dalam Meningkatkan Kepuasan Layanan Anggota Perpustakaan GANESA”. Jurnal IKON Prodi D3 komunikasi Massa-Politeknik Indonesia Surakarta Vol. 1 No.

2 Desember 2015.

Sari, A. Anditha. 2017. Komunikasi Antarpribadi. Yogyakarta: Deepublish.

Selviana, Desy, Muhammad Nadjib, dan Tuti Bahfriati. 2017. “Kompetensi Komunikasi Interpersonal Pustakawan Dalam Meningkatkan Pelayanan Kepada Pemustaka”. Jurnal Komunikasi KAREBA Vol.6 No.1 Januari – Juni 2017

(Online).Diunduh di

http://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/article/download/5166/2786 pada Juni 2019.

Simahate, Tessa. 2013. “Penerapan komunikasi Interpersonal Dalam Melayani Pengguna Perpustakaan”. Jurnal Iqra Vol.07 No. 22 Oktober 2013.

Siyoto, Sandu dan M. Ali Sodik. 2015. Dasar Metedologi Penelitian. Yogyakarta:

Literasi Media.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung:

Alfabeta.

Supratiknya, A. 1995. Komunikasi Antar Pribadi: Tinjauan Pskilogis. Yogyakarta:

Kanisius.

Tjiptono, Fandy. 2004. Manajemen Jasa. Yogyakarta: Andii.

Wiryanto. 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Grasindo.

Lampiran I

No. Kuesioner:

KUESIONERPENELITIAN

Implementasi Komunikasi Interpersonal Pegawai Dalam Melayani Pemustaka Pada Koleksi Layanan Umum

Dinas Perpustakaan Dan Arsip Provinsi Sumatera Utara

Dengan Hormat,

Dalam rangka penulisan Skripsi di Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Sumatera Utara, maka dengan ini saya memohon kesediaan Saudara/i untuk berpartisipasi dalam mengisi kuesioner berikut ini. Atas kesedian Saudara/i mengisi kuesioner ini saya ucapkan terima kasih.

Petunjuk Pengisian

Kuesioner ini terdiri dari sejumlah pernyataan. Saudara/i diminta untuk memilih salah satu pilihan yang tersedia di sebelah kanan pernyataan berdasarkan keadaan diri Saudara/i yang sesungguhnya. Berilah Tanda (√) pada pernyataan yang sesuai dengan diri Saudara/i. Alternatif jawaban yang tersedia terdiri dari 4 pilihan yaitu:

SS : Bila pernyataan tersebut sangat setuju dengan diri Anda S : Bila pernyataan tersebut setuju dengan diri Anda.

TS : Bila pernyataan tersebut tidak setuju dengan diri Anda

STS : Bila pernyataan tersebut sangat tidak setuju dengan diri Anda.

Contoh Pengerjaannya:

No. Pernyataan SS S TS STS

1 Saya sering ke perpustakaan karena menyenangkan

IDENTITAS RESPONDEN (Pilih Salah Satu)

a. Umum : ………

b. Mahasiswa : ………

c. Pelajar : ………

No. Pernyataan SS S TS STS Keterbukaan (Openness)

1. Pegawai membuka diri untuk berkomunikasi dengan pemustaka.

2. Pegawai membuka diri untuk menerima kritikan dan masukan pemustaka.

3. Pegawai berkenan menyampaikan informasi penting kepada pemustaka.

4. Pegawai bertanggungjawab atas perkataan yang telah disampaikannya.

Empati (emphaty) 5. Pegawai memahami kesulitan pemustaka dalam mencari

koleksi (buku, majalah, dsb) di rak.

6. Pegawai bertanya kepada pemustaka ketika pemustaka terlihat kebingungan.

7. Pegawai menempatkan diri pada posisi pemustaka, sehingga pegawai mengerti kebutuhan dan keinginan pemustaka.

8. Pegawai memiliki kedekatan secara emosional dan intelektual dengan pemustaka.

Sikap Mendukung (Supportiveness) 9. Pegawai menciptakan suasana yang nyaman dan kondusif di

lingkungan perpustakaan.

10. Pegawai memberikan dukungan kepada pemustaka.

11. Pegawai memberikan respon kepada pemustaka secara spontan dan tidak menyembunyikan perasaannya.

12. Pegawai memberikan respon yang deskriptif kepada

pemustaka, bukan respon yang evaluatif (yakni respon yang bernada menilai atau mengkritik).

Sikap Positif (Positiveness) 13. Pegawai melakukan aktivitas yang dapat menjalin kerjasama

dengan pemustaka.

14. Pegawai menunjukkan sikap bahwa pegawai menghargai dan meyakini pentingnya kehadiran pemustaka.

15. Pegawai memberikan pujian dan penghargaan kepada pemustaka.

16. Pegawai berpikiran positif terhadap pemustaka.

a. Kesetaraan (equality)

17. Pegawai menempatkan diri setara dengan pemustaka, sehingga pegawai dalam berkomunikasi kepada pemustaka tidak memaksakan kehendaknya.

18. Pegawai dalam berkomunikasi dengan pemustaka mengakui bahwa saling memerlukan.

19. Pegawai memahami bahwa kepentingan antara satu pemustaka dengan pemustaka lainnya berbeda.

20. Pegawai dan pemustaka terlibat dalam komunikasi dua arah.

Lampiran II Tabulasi Jawaban Responden

Nomor Kuesioner

Pilihan Jawaban Total

Opsi A Opsi B Opsi C Opsi D

F % f % f % f % F %

1. 16 16,16 42 42,43 23 23,23 18 18,18 99 100%

2. 11 11,11 40 40,41 17 17,17 31 31,31 99 100%

3. 24 24,24 50 50,51 14 14,14 11 11,11 99 100%

4. 40 40,41 44 44,44 9 9,09 6 6,06 99 100%

5. 25 25,25 29 29,3 27 27,27 18 18,18 99 100%

6. 15 15,15 27 27,27 37 37,38 20 20,20 99 100%

7. 12 12,12 32 32,32 35 35,36 20 20,20 99 100%

8. 6 6,06 15 15,15 48 48,49 30 30,30 99 100%

9. 24 24,24 45 45,46 14 14,14 16 16,16 99 100%

10. 13 13,13 41 41,42 29 29,29 16 16,16 99 100%

11. 14 14,14 49 49,50 21 21,21 15 15,15 99 100%

12. 15 15,15 48 48,49 27 27,27 9 9,09 99 100%

13. 15 15,15 42 42,43 23 23,23 19 19,19 99 100%

14. 20 20,20 41 41,42 20 20,20 18 18,18 99 100%

15. 9 9,09 39 39,40 38 38,38 13 13,13 99 100%

16. 23 23,23 63 63,64 7 7,07 6 6,06 99 100%

17. 13 13,13 31 31,32 32 32,32 23 23,23 99 100%

18. 11 11,11 39 39,40 19 19,19 30 30,30 99 100%

19. 13 13,13 40 40,41 22 22,22 24 24,24 99 100%

20. 12 12,12 43 43,44 23 23,23 21 21,21 99 100%

Dokumen terkait