BAB VI SIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
1. Dilakukan penelitian lanjutan yaitu isolasi dan fraksinasi ekstrak kloroform daun asam kandis (G. parvifolia (Miq)Miq).
2. Dilakukan penelitian uji aktivitas antiplasmodium terhadap daun asam kandis (G. parvifolia (Miq)Miq) secara in vivo.
DAFTAR RUJUKAN
1. Sejarah penyakit malaria. Diambil dari : http://www.searo.who.int/en/Section10/ Section21/Section334.htm, Diakses pada tanggal 31 Juli 2009
2. Syamsudin, Soesanto Tjokrosonto, Subagus Wahyuono, Mustofa. Aktivitas antiplasmodium dari dua fraksi ekstrak n-heksana kulit batang asam kandis (Garcinia parvifolia Miq). Majalah Farmasi Indonesia, 18 (4). 2007. h. 210. 3. Litkhitwitayawuid, K., Chanmahasathein, W., Ruangrungsi, N., Krungkai,J.
Xanthones with antimalarial activity from Garcinia dulcis. Planta Med., 64. 1998. h. 281-282.
4. Syamsudin, Shirly Kumala, Broto Sutaryo. Screening of some extracts from Garcinia parvifolia Miq (Guttiferae) for antiplasmodial, antioxidant, cytotoxic and antibacterial activities. Asian Journal of Plant Science. 2007. h. 973.
5. Syamsudin, Soesanto Tjokrosonto, Subagus Wahyuono, Mustofa. Invitro and invivo Antiplasmodial activity of stem bark extract of Garcinia parvifolia Miq (Guttiferae), Internasional Journal of Tropical Medicine. Ed. 22. 2007. h. 41-44. 6. Heyne, K. Tumbuhan Berguna Indonesia. Jilid III. Terjemahan Badan Litbang
Kehutanan. Yayasan Sarana Wana Jaya; 1987. h. 1386
7. Daun asam kandis. Diambil dari : http://www.rimbundahan.org/environment/ plant_lists/guttiferae/Garcinia-parvifolia.jpg, Diakses pada 31 Juli 2009
8. Harbone, J.B.,Metode Fitokimia: Penuntun Cara Modern Menganalisa Tumbuhan, terjemahan Padmawinata, K., Soediro, I., Penerbit ITB, Bandung, 1987. h. 99
9. Winholz, M., Budavari, S, R.f., Otterben, E.S. The merck index an encyclopedia of chemicals, drugs and biological. 14th ed. Merck and CO, inc. Rahway-USA. 1983. h. 10064
10. Sutrisno B., Reverse approach. Edisi I. Jakarta: Fakultas Farmasi Universitas Pancasila; 1986. h. 13-15.
11. Agoes, Goeswin. Teknologi Bahan Alam. Bandung: Institut Teknologi Bandung; 2007. h. 12-5,24-5
12. Sunkar, S & Pribadi, W., 1992. Resistensi Plasmodium Falcifarum terhadap obat- obat malaria. Majalah Kedokteran Indonesia 42 (3). h. 155-162
13. Data kematian akibat malaria. Diambil dari :http://apps.who.int/ ghodata/?vid=450. Diakses pada tanggal 6 Agustus 2009.
14. Malaria-Endemic Areas in the World. Diambil dari : http://globalucf.org/ . Diakses pada tanggal 5 Agustus 2009
15. Anonim, 1993, Malaria Pengobatan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, Buku 3.
16. Plasmodium falcifarum. Diambil dari :http://www.rph.wa.gov.av/malaria/ diagnostic.html. Diakses pada tanggal 5 Agustus 2009
17. Gandahusada, S., Ilahude, D.H.D., Pribadi, W. (ed), 198. Parasitologi kedokteran ed. III, Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2002. h. 173-176. 18. Siklus hidup malaria. Diambil dari : http://www.uni-tuebingen.de/modeling/
malaria_LifeCycle.gif. Diakses pada tanggal 5 Agustus 2009
19. Basco Leonardo K. Field application of in vitro assays for the sensitivity of human malaria parasites to antimalarial drugs. Geneva: World Helath Organization; 2007. p. 16,22.
20. Budi Leksana, Ika Susanti, J. Kevin Baird. Standard operating procedure cultivation of plasmodium falcifarum in vitro. Jakarta: US NAMRU-2;1995. p. 1-7
21. Johnson Jacob D. Malaria SYBR Green I-based fluorescence (MSF) assay protocol. Maryland : Departemen of Parasitology Division of Experimental Therapeutic Walter Reed Army Institute of Research; 2006. p.2-7.
22. Finney DJ. Probit analysis; A statistical treatment of the sigmoid response curve. Cambridge; 1964 dikutip dari Syamsudin, Budi Prasetyo, Antonius. Efek antiplasmodium dari ekstrak etilasetat kulit batang asam kandis (Garcinia parvifolia) secara in vitro. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia. 2007;5(2).
Lampiran 2. Skema pembuatan ekstrak daun asam kandis
Serbuk daun asam kandis (G. parfivolia. (Miq)Miq) ± 300 g
Dimaserasi selama ± 24 jam Dengan kloroform ± 2 liter, Saring, evaporasi
Ampas serbuk ekstrak kloroform kental ( 5, 95 g)
Dimaserasi selama ± 24 jam Dengan metanol ± 2 liter,
Saring, evaporasi
Ampas serbuk ekstrak metanol Kental (7,02 g)
Lampiran 3. skema kerja pembuatan kultur P. falcifarum
Dibiakkan dalam kultur plate yang mengandung 4ml CCM
Kultur dilakukan didalam LAF dalam kondisi steril
Medium diganti dengan yang baru setiap 24 jam masa inkubasi didalam inkubator
pada temperatur 37°C
Kultur P. falciparum Sel darah merah yang telah terinfeksi parasit
Lampiran 4. skema pengujian aktivitas antiplasmodium (metode mikroskopik)
12,5 µ L ekstrak
12,5 µL RPMI 1640+ 100 µL kultur Masukkan dalam sumuran mikrokultur
Masing-masing dengan konsentrasi 4; 20; 100; 200; 400 µg/mL Inkubasi 48 jam
Dipindahkan ke dalam tabung effendorf
Sentrifugasi 10 menit
Endapan supernatan
Buat hapusan pada objek glass
pewarna giemsa biarkan 15 menit siram dengan air
keringkan dan tambahkan
imersi
dilihat dibawah mikroskop
Lampiran 5. skema pengujian aktivitas antiplasmodium (metode SYBR Green I)
12,5 µ L ekstrak
12,5 µL RPMI 1640 + 100 µL kultur Masukkan dalam sumuran mikrokultur
Masing-masing dengan konsentrasi 4; 20; 100; 200; 400 µg/mL Inkubasi 48 jam
Dipindahkan ke dalam tabung effendorf
Sentrifugasi 10 menit
Endapan supernatan
tambahkan 100 µ L lysis buffer berisi SYBR Green
inkubasi lempeng sumur mikro dalam kondisi gelap selama 1 jam
baca pada alat fluorescence plate reader
Lampiran 6. Foto bahan uji antiplasmodium
Larutan uji ekstrak daun asam kandis Sediaan darah tebal pada objek glass dengan berbagai konsentrasi strain D6
Sediaan darah tebal pada objek glass Strain W2
Lampiran 7. Foto alat uji antiplasmodium
Laminary Flow Cabinet Mikroskop NICON Eclipse 600
Lampiran 8. Gambar grafik dari metode SYBR Green I
D6 (IC50 :14,29)
Grafik hubungan konsentrasi dari ekstrak kloroform daun asam kandis (G. parvifolia (Miq)Miq) dengan linieritas fluoresensi pada strain D6
W2 (IC50 :0,214)
Grafik hubungan konsentrasi dari ekstrak kloroform daun asam kandis (G. parvifolia (Miq)Miq) dengan linieritas fluoresensi pada strain W2
D6 (IC50 : 48,0)
Grafik hubungan konsentrasi dari ekstrak metanol daun asam kandis (G. parvifolia (Miq)Miq) dengan linieritas fluoresensi pada strain D6
T ransform of AK 2 (D6) 0 1 2 3 0 5000 10000 15000 20000 25000 T ransform of AK 2 (W2) 0 1 2 3 0 10000 20000 30000 40000 T ransform of AK 1 (D6) 0 1 2 3 0 10000 20000 30000 40000
W2 (IC50 : 56,37)
Grafik hubungan konsentrasi dari ekstrak metanol daun asam kandis (G. parvifolia (Miq)Miq) dengan linieritas fluoresensi pada strain W2
D6 (IC50 : 25,62)
Grafik hubungan konsentrasi dari klorokuin dengan linearitas fluoresensi pada strain D6
W2 (IC50: 227,6)
Grafik hubungan konsentrasi dari klorokuin dengan linieritas fluoresensi pada strain W2 T ransform of AK 1 (W2) 0 1 2 3 0 10000 20000 30000 40000
T ran sfo rm of D ata 1
0 1 2 3 4 0 10000 20000 30000 40000 50000 T ransform of Data 2 0 1 2 3 4 0 10000 20000 30000 40000
Lampiran 9. Jumlah skizon hidup dalam seluruh jumlah stadium parasit dalam sel darah merah pada area pandang mikroskop
Ekstrak kloroform Konsentrasi
(µg/mL)
strain D6 (sensitif) Strain W2 (resisten)
I II I II 4 72 229 65 269 71 383 71 319 31,44 24,16 18,54 22,26 20 20 215 51 331 16 230 7 249 9,30 15,41 6,96 2,81 100 12 204 9 204 8 223 4 214 5,88 4,41 3,59 1,87 200 5 216 4 202 5 248 7 216 2,32 0,44 2,02 3,24 400 2 220 1 219 2 230 3 204 0,91 0,45 0,86 1,47 Ekstrak Metanol Konsentrasi (µg/mL)
strain D6 (sensitif) strain W2 (resisten)
I II I II 4 37 329 63 284 47 350 59 371 11,25 22,18 13,43 15,90 20 34 314 89 371 59 343 49 280 10,83 23,99 17,20 17,50 100 9 280 7 287 30 342 10 265 3,21 2,44 8,77 3,77 200 3 279 3 202 4 265 4 254 1,08 1,49 1,51 1,57 400 1 278 1 242 4 238 3 271 0,36 0,41 1,68 1,11 Contoh perhitungan:
Jumlah skizon hidup dalam seluruh sel darah merah dalam area pandang mikroskopik pada ekstrak kloroform strain D6 konsentrasi 4 µg/mL :
72 x 100 % = 31,44 % 229
72 : jumlah skizon
229 : jumlah ring, tropozoit dan skizon
Contoh perhitungan diatas sama dengan perhitungan ekstrak kloroform dan ekstrak metanol pada tiap-tiap konsentrasi dan tiap strain.
Kontrol positif Klorokuin Konsentrasi
(ng/mL)
strain D6 (sensitif) Strain W2 (resisten)
I II I II 6,25 68 374 109 443 12 386 42 621 18,18 23,74 3,11 6,76 12,5 91 449 55 374 16 489 25 687 20,27 14,71 3,27 3,64 25 18 264 29 297 50 640 40 647 6,82 9,76 7,81 6,18 50 11 222 2 213 23 678 18 685 4,95 0,94 3,25 2,63 100 1 212 1 218 21 728 27 639 0,47 0,46 2,88 4,26 200 0 206 2 213 23 696 15 656 0 0,94 3,30 2,28 400 2 201 2 222 19 231 4 208 0,99 0,90 8,22 1,92 800 1 201 7 235 6 211 6 206 0,49 2,98 2,84 2,91 1600 0 222 1 203 4 220 3 200 0 0,49 1,81 1,50 Contoh perhitungan:
Jumlah skizon hidup dalam seluruh sel darah merah dalam area pandang mikroskopik pada klorokuin strain D6 konsentrasi 6,25 ng/mL :
68 x 100 % = 18,18 % 374
68 : jumlah skizon
374 : jumlah ring, tropozoit dan skizon.
Contoh perhitungan diatas sama dengan perhitungan klorokuin pada tiap-tiap konsentrasi dan tiap strain.
Lampiran 10. Tabel Probit (23) Persentase Probit 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 - 2,67 2,95 3,12 3,25 3,36 3,45 3,52 3,59 3,66 10 3,72 3,77 3,82 3,87 3,92 3,96 4,01 4,05 4,08 4,12 20 4.16 4,19 4,23 4,26 4,29 4,33 4,38 4,39 4,42 4,45 30 4,48 4,50 4,53 4,56 4,59 4,61 4,64 4,67 4,69 4,72 40 4,75 4,77 4,80 4,82 4,85 4,87 4,90 4,92 4,95 4,97 50 5,00 5,03 5,05 5,08 5,10 5,13 5,15 5,18 5,20 5,23 60 5,25 5,28 5,31 5,33 5,36 5,39 5,41 5,44 5,47 5,50 70 5,52 5,55 5’58 5,61 5,64 5,67 5,71 5,74 5,77 5,81 80 5,84 5,88 5,92 5,95 5,99 6,04 6,06 6,13 6,18 6,23 90 6,28 6,34 6,41 6,48 6,55 6,64 6,75 6,88 7,05 7,33 99 0,0 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7 0,8 0,9 7,33 7,37 7,41 7,48 7,51 7,58 7,66 7,75 7,88 8,09