• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

5.2 Saran

Dari penelitian ini, penulis memberikan beberapa saran, yaitu:

1. Penelitian ini membahas konflik batin tokoh utama Tara dalam novel 12 Menit karya Oka Aurora. Oleh sebab itu, penulis menyarankan untuk

penelitian selanjutnya meneliti novel 12 Menit karya Oka Aurora dalam ruang lingkup yang lebih luas lagi.

2. Penelitian ini hendaknya diteliti dari sudut pandang yang berbeda karena novel ini menarik untuk dikaji dan memiliki banyak nilai-nilai yang perlu untuk dikaji.

3. Bentuk konflik batin yang terkandung dalam novel 12 Menit karya Oka Aurora dapat menjadi pelajaran dalam mengendalikan diri menghadapi konflik harus lebih memahami diri sendiri, orang lain dan mampu mengendalikan emosi dalam diri.

DAFTAR PUSTAKA

Aurora, Oka. 2013. 12 Menit. Jakarta: Noura Books.

Endraswara, Suwardi. 2008. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.

Fahnial, Mhd. Reza. 2017. “Konflik Batin Tokoh Utama dalam Novel Remember When Analisis Psikologi Sastra” (Skripsi). Medan: Fakultas Ilmu Budaya USU.

Gaib, Isdin. 2007. (Skripsi) Klasifikasi Emosi Tokoh Utama Dalam Novel Bunga di Atas Bara Karya Syahriar Tato (Penelitian Berdasarkan Pendekatan Psikologi Sastra). Gorontalo: FKIP Universitas Negeri Gorontalo.

Hasan, Iqbal. 2009. Analisis Data Penelitian dengan Statistika. Jakarta: Bumi Aksara.

Minderop, Albertine. 2016. Psikologi Sastra: Karya, Sastra, Metode, Teori, dan Contoh Kasus. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Nurgiyantoro, Burhan. 2015. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Nurhayati, Ratih. 2016. “Konflik Batin dan Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel 12 Menit Karya Oka Aurora serta Relevansinya Sebagai Materi Pembelajaran Apresiasi Sastra di Sekolah Menengah Atas” (Skripsi). Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret.

Ratna, Nyoman Kutha. 2015. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sari, Ria Friska. 2017. ”Perilaku Menyimpang Tokoh Utama dalam Novel Nayla Karya Dienar Maesa Ayu: Kajian Psikosastra” (Skripsi). Medan: Fakultas Ilmu Budaya USU.

Siswanto, Wahyudi. 2013. Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Grasindo.

Sumardjo, Jakob dan Saini K.M. Apresiasi Kesusastraan. Jakarta: Gramedia.

Wellek, Rene dan Austin Warren. 1995. Teori Kesusastraan. Jakarta: Gramedia.

Wulandari, Fransiska Wenny. 2018. “Analisis Konflik Batin Tokoh Utama Tegar dalam Novel Sunset dan Rosie Karya Tere Liye (Pendekatan Psikologi Sastra)”

(Skripsi). Yogyakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma.

Zaidan, Abdul Rozak, dkk. 2007. Kamus Istilah Sastra. Jakarta: Balai Pustaka.

LAMPIRAN

SINOPSIS NOVEL 12 MENIT KARYA OKA AURORA

Novel karya Oka Aurora ini menceritakan tentang perjuangan para anggota marching band yang rela latihan selama berjam jam berhari hari bahkan berbulan bulan demi penampilan puncak yang hanya memakan waktu 12 menit saja.

Rene, seorang mantan pemain marching band dengan kemampuan dan pengalaman internasional, lalu meningkat menjadi pelatihmarching band yang berhasil membawa anak asuhnya menjadi juara umum GPMB berturut-berturut, akhirnya dipinang oleh sebuah perusahaan besar untuk melatih marching band Bontang Pupuk Kaltim. Marching band yang beranggotakan anak-anak daerah

dengan tingkat kepercayaan diri sangat rendah dan selalu merasa kecil meski sesungguhnya mereka memiliki potensi.

Kemampuan dan pengalaman cemerlang Rene benar–benar teruji disini, bukan hal mudah baginya menyuntikkan semangat kepercayaan diri kepada para pemain, menjaga agar semangat ini tetap eksis dan konsisten hingga akhir, ditambah lagi konflik internal yang melanda beberapa anggota inti, membuat upaya keras Rene untuk mewujudkan tim binaannya menjadi juara, menemui berbagai rintangan yang tidak mudah.

Diantara para anggota inti, terdapat Elaine, gadis blasteran Indonesia – Jepang yang pindah dari Jakarta ke Kalimantan mengikuti ayahnya yang pindah tugas. Elaine seorang pemain biola dengan kemampuan musikalitas sangat baik, dan berkat kemampuannya, juga didukung penampilannya yang menawan, Elaine terpilih sebagai field commander dalam marching band Bontang. Namun passion Elaine

dalam bermusik ditentang keras oleh sang ayah. Beliau lebih menginginkan putri tunggalnya itu menjadi ilmuwan menyusul jejaknya. Juga menganggap pendidikan adalah satu-satunya kunci pembuka gerbang masa depan.

Selanjutnya ada Tara, gadis muda berbakat yang memiliki keterbatasan pendengaran akibat sebuah kecelakaan yang merenggut nyawa ayahnya. Tragedi tersebut membuatnya trauma, sehingga kerap menyalahkan diri sebagai penyebab kematian sang ayah. Sementara itu, ibunya melanjutkan pendidikan ke luar negeri dan Tara diasuh oleh opa dan oma yang sangat menyayanginya serta sangat mendukungnya. Keterbatasan pendengarannya membuatnya harus berjuang ekstra keras saat harus berlatih dan diperlakukan secara “normal” dibawah tempaan tangan dingin Rene bersama anggota marching band yang lain. “Kombinasi” kekurangan fisik dan tekanan psikis ini, hampir saja membuat Tara menyerah.

Juga ada Lahang, anak seorang tetua suku Dayak yang hidup dalam kondisi serba kekurangan, dan harus pula melewati perjalanan panjang nan penuh mara bahaya setiap kali pergi mengikuti latihan marching band. Lahang menghadapi dilema luar biasa saat ayahnya sakit keras, antara tetap tinggal untuk merawat ayahnya, atau pun mengikuti pertandingan marching band di Jakarta. Di satu sisi ia takut kehilangan ayahnya saat tak berada di samping beliau, di sisi lain ia tetap ingin mewujudkan janjinya pada sang ayah serta mewujudkan impiannya sendiri.

Selain keempat tokoh utama tersebut, terdapat juga beberapa tokoh pendukung lainnya, diantaranya Pak Manajer, Rob, kedua orang tua Elaine, opa dan oma Tara, ayah Lahang, Pemeliatn atau pemuka agama dalam suku Dayak, yang kehadirannya

berhasil dioptimalkan penulis untuk memperkuat alur cerita ini dan tidak sekadar tokoh pendukung belaka.

BIOGRAFI OKA AURORA

Pemilik nama lengkap Oka Aurora ini lahir di Jakarta pada 19 Juli 1974. Oka menikah dengan Muadzin Jihad dan dikaruniai tiga orang anak yaitu Axantara Akram, Arkana Sulthon, dan Dhanakara Alayka.

Oka merupakan lulusan Fakultas Teknik, Universitas Indonesia 1997. Sebelum menekuni karirnya dalam menulis. Ia bekerja di PT Lucent Technologies, NSID sebagai Optical Network Engineer pada tahun 1998- 2000, PT Siemens Indonesia, sebagai Technical Sales Consultant pada tahun 2000-2007, dan PT Nokia Siemens Network, sebagai Presales Manager pada tahun 2008-2010.

Beberapa tahun berkarir di bidang telekomunikasi tidak langsung mengantarkan Oka menjadi seorang penulis. Ia sempat mencoba untuk berbisnis, dengan membuka sebuah salon. Oka masih mencari jati dirinya dan bidang apa yang akan ia tekuni selanjutnya. Pertemuan dengan sahabat lamanya membuat Oka tertarik untuk berkarir di dunia penulisan. Adik dari sahabat lamanya adalah seorang penulis skenario yang sudah cukup senior di bidangnya. Ia dikenalkan kepada adik sahabatnya tersebut, namanya Titien Wattimena. Titien sangat membantu Oka untuk mengenali banyak hal di bidang penulisan. Oka memiliki hobi dan bakat menulis sejak kecil dan ia pun giat menggali ilmu tentang penulisan kepada Titien.

Setelah melalui berbagai proses belajar di bidang penulisan, Titien memberikan kesempatan kepada Oka untuk menulis buku behind the scene Di Bawah Lindungan Ka’bah. Oka dipercaya untuk membuat beberapa skenario, dan kenal dengan beberapa sutradara sehingga karyanya berkembang. Oka juga dipercaya oleh

beberapa produser untuk menulis novel, sehingga ia menjadi lebih percaya diri untuk menulis novel selanjutnya. Pada tahun 2010 sampai sekarang, Oka menekuni karirnya sebagai penulis skenario layar lebar, penulis novel, dan editor. Beberapa karya Oka di bidang penulisan yaitu:

1. November 2011 Penulis skenario film layar lebar “Ayah Mengapa Aku Berbeda” (Rapi Film)

2. Desember 2011 Penulis skenario film layar lebar “My Blackberry Girlfriend” (Rapi Film)

3. Februari 2012 Penulis skenario film layar lebar “Love is U” (Daydreams Entertainment)

4. Juni 2013 Penulis novel “12 Menit” (diterbitkan oleh Nourabooks)

5. Januari 2014 Penulis skenario film layar lebar “12 Menit” (Big Pictures Production)

6. Juni 2014 Penulis novel “Ada Surga di Rumahmu” (diterbitkan oleh Nourabooks)

7. Juli 2014 Penulis novel “Hijabers in Love” (diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama)

8. Agustus 2014 Editor lepas untuk novel (dalam proses produksi Nourabooks)

9. September 2014 Penulis skenario film layar lebar “Hijabers in Love”

(Andalan Sinema)

10. Oktober 2014 Penulis skenario film layar lebar “Strawberry Surprise”

(Starvision Plus)

11. April 2015 Penulis skenario film layar lebar “Ada Surga di Rumahmu”

(Mizan Productions)

Oka juga mendapat penghargaan pada bulan Oktober 2014 untuk Skenario Terpuji, Festival Film Bandung (12 Menit).

Dokumen terkait