• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VII PENUTUP

7.2 Saran

1. Bagi Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Ploso perlu adanya sosialisasi kepada petani terhadap pentingnya menerapkan perhitungan analisis usahatani sebelum melakukan usahatani dan diharapkan anggota kelompok tani Desa Tanggungkramat mau dan mampu menerapkan analisis usahatani pada usahataninya secara mandiri.

2. Bagi Politeknik Pembangunan Pertanian Malang hasil penelitian diharapkan dapat ditindak lanjuti dan dijadikan ssebagai bahan pembelajaran tambahan atau referensi bagi penulisberikutnya yang akan melakukan penelitian pada bidang yang sama. Sekaligus dapat dijadikan referensi dari bentuk implementasi pembelajaran di kampus

3. Bagi Mahasiswa dapat mempersiapkan dengan matang segala kegiatan yang akan diambil sehingga mampu menyelesaikan tujuan dari kajian Tugas Akhir ini dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Abubakar, Asri A. 2016. Analisis Perbandingan Pendapatan Petani Padi Sawah Menggunakan Mesin Combine harvester Dengan cara Tradisional di Gampong Blang Meurah Dua Pidie Jaya. Fakultas Pertanian, Univesitas Jabal Ghafur. Aceh

Akdon & Ridwan (2008). Aplikasi Statistika dan Metode Penelitian untuk Administrasi & Manajemen. Bandung: Dewa Ruchi.

Andi M.A. 2021. Perbandingan Pendapatan Usahatani Padi Sistem Panen Tradisional dan Mesin Combine harvester. Program Studi Agribisnis.Fakultas Pertanian. Universitas Hasanuddin Makassar.

Arikunto, 2004, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Edisi Kelima, Rineka Cipta, Jakarta

Arikunto. 2010. Prosedur Penelitian Sebagai Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:

Rineka Cipta.

Asi Karlina Intan Sari.2017. Determinan penggunaan mesin combine harvester dan dampaknya terhadap penggunaan tenaga kerja dan pendapatan petani padi di desa telang sari kecamatan tanjung lago. Fakultas Pertanian.

Universitas Sriwijaya

Balai Penyuluhan Pertanian Ploso. 2021. Programa BPP Keacamatan Ploso.

Jombang

Barokah, N. I. 2001. Uji Kinerja dan Losses Combine harvester Type CA 85 ML.

Skripsi. Jurusan Mekanisasi Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian. IPB.

Bogor.

BPS. Badan Pusat Statistik (2021). Luas Panen dan Produksi Padi di Indonesia 2021 (Angka Sementara). Berita Resmi Statistik, (77), 1–14.

BPS. Badan Pusat Statistika (2021). Data Luas Panen Dan Produksi Tanaman Padi Kecamtan Ploso. BPS Jombang

Dian, Apriani. 2021. Analisis Pendapatan Usahatani Padi Yang Menggunakan Teknologi Combine harvester di Desa Tembalae Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu. Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian.

Universitas Muhammadiyah Makassar.

Desi Dwiyanti M,.2016. Efektifitas Penerapan Metode Penyuluhan Usahatani Bawang Merah Di Desa Pucuk Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros.

Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Univesitas Muhammadiyah Makassar.

Durroh, Badiatud. 2019. Efektifita Penggunaan Mesin Panen (Combine harvester) Pada Pemanenan Padi di Kabupaten Bojonegoro, Fakultas Pertanian, Universitas Bojonegoro, Indonesia

Farah Y,dkk. 2021. Efektivitas Komunikasi Penyuluhan Pertanian Dalam Program jaringan Irigasi Air Dangkal di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.

Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) Volume 5, Nomor 4: 985- 997. Universitas Gadjah Mada.

I. Gusti, dkk. 2021. Pengaruh Umur, Tingkat Pendidikan, Dan Lama Usahatani Terhadap Pengetahuan Petani Mengenai Manfaat Dan Cara Penggunaan Kartu Tani Di Kecamatan Parakan. Fakultas Peternakan dan Pertanian.

77

78

Universitas Diponegoro. Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Vol. 19 No.

2

Irwanto, K. 1980. Alat dan Mesin Budidaya Pertanian. Departemen Mekanisasi Pertanian. Fakultas Mekanisasi dan Teknologi Hasil Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Iswari, kasma. 2012. Kesiapan Teknologi Panen dan Pascapanen Padi dalam Menekan Kehilangan Hasil dan Meningkatkan Mutu Beras. Solok: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumbar

Kantor Desa Tanggungkramat. 2020. Profil Desa Tanggungkramat. Jombang Kementerian Pertanian Republik Indonesia. 2006. Undang-Undang RI Nomor 16

Tahun 2006 Tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K).

Karlina, Asi I.S. 2017. Determinan Penggunaan Mesin Combine harvester Dan Dampaknya Terhadap Penggunaan Tenaga Kerja Dan Pendapatan Petani Padi di Desa Telang Sari Kabupaten Banyuasin. Fakultas Pertanian, Program Studi Agribisnis, Univesitas Sriwijaya.

Khoiri A. 2018. Analisis Perbedaan Jumlah Kehilangan Hasil Produksi Dan Pendapatan Usahtani Padi Sawah (Oryza Sativa L.) Dengan Teknologi Panen Combine harvester dan Power Thrasher. Program Studi Agribisnis.

Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara. Medan

Koes Sulistiaji. (2007). Buku Alat dan Mesin (Alsin) Panen dan Perontok Padi di Indonesia. Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Serpong.

Kordiyah K, dkk. Tingkat Efektivitas Penyuluhan Pertanian di Kecamatan Jati Agung kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Agribisnis Terpadu Vol 13 No 1. Universitas Lampung.

Kuheba, J. Andrew, dkk. 2016. Perbandingan Usahatani Campuran Berdasarkan Pengelompokan Jenis Tanaman. Jurnal Agri-Sosioekonomi Unsrat. Vol. 12 No. 2A: 77-90 (Juli 2016). ISSN 1907– 4298.

Kurniawan, Rahmat dkk. 2015. Analisis Perbandingan Pendapatan Petani Padi yang Menggunakan Mesin Perontok Padi dan Yang Tidak menggunakan Mesin Perontok Padi di Kelurahan Pulokerto Kecamatan Gandus Kota Palembang. Fakultas Pertanian, Program Studi Agribisnis, Univesitas Muhammadiyah Palembang.

Leilani A dkk. 2015. Efektivitas Penggunaan Media Penyuluhan. Jurnal Penyuluhan Kelautan dan Perikanan Indonesia, 9 (1):43-54. STP Bogor Made D Erawati dkk. Efektifitas Media Cetak Leaflet Dalam Peningkatan

Pengetahuan Petani Padi Sawah (Oryza Sativa L) Di Desa Peatoa Kecamatan Loea Kabupaten Kolaka Timur. Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian 2019: 4(2):47-51

Maksudi. I, dkk. 2018. Efektifitas Penggunaan Mesin Panen (Combine harvester) Pada Pemanenan Padi Di Kabupaten Pidie Jaya. Jurnal Ilmiah Mahasiswa pertanian Volume 3, No 1

Mardikanto, T. 2009. Sistem Penyuluhan Pertanian. Surakarta: Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) UNS dan UPT Penerbitan dan Percetakan UNS (UNS Press).

Mardikanto, Totok. 1993. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Surakarta : UNS

79

Press. 211 hal.

Mubaroq, I. A. 2013. Kajian Bionutrien Caf dengan Penambahan Ion Logam Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Padi. Universitas Pendidikan Indonesia. repositori.upi.edu.

Muharram dkk. 2018. Dampak Penggunaan Mesin Panen Padi (Combine harvester) Terhadap Pendapatan Petani Padi Di Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie. Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 3 No 3

Munawir, S. 2010. Analisis laporan Keuangan Edisi keempat. Cetakan Kelima Belas. Yogyakarta: Liberty

Nazir, 2005.Metode Penelitian. Jakarta : Ghalia Indonesia

Noufal F. R dkk. 2021. Analisis Penggunaan Combine harvester Terhadap Pendaptan Petani Dari Usahatani Padi Di Deaa Lambunot Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Volume 6 Nomer 4.

Nunnally, J. (1960). The Place of Statistics in Psychology. Educational and Psychological Measurement. 641-650.

Nurfathiyah, P. 2020. Efektivitas Media dan Materi Penyuluhan Dalam Penerapan Sistem Tanam Jajar Legowo Di Kecamatan Sakernan Kabupaten Muaoro Jambi. Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi P-ISSN: 2580-2240, 62.

Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 03/Permentan/SM.200/1/2018 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian.

Purwono, dan Purnamawati, H. 2007. Budidaya 8 Jenis Tanaman Pangan Unggul. Penebar Swadaya, Jakarta.

Rahmawati, S. 2006. Status perkembangan perbaikan sifat genetik padi menggunakan transformasi argobacterium. Jurnal Agrobiogen. 2 (1): 36 – 44.

Ruyadi. I, dkk. 2017. Media Komunikasi dan Informasi Dalam Menunjang Kegiatan Penyuluhan Pertanian. Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol5/No.1 hlm 37-50. Universitas Padjadjaran.

S. Sidiana, dkk. 2018. Analisis Pendapatan Petani Padi Sawah Dengan Menggunakan Teknologi Alat Pasca Panen di Desa Sidorejo Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar. Program Studi Agribisnis, Universitas Al Asyariah Mandar.

Setyono, A., B. Kusbiantoro, JUmali, P. Wibowo dan A. Guswara. 2008. Evaluasi mutu beras di beberapa wilayah sentral produksi padi. hlm 1429-1449.

Prosiding seminar nasional inovasi teknologi padi mengantisiopasi perubahan iklim global mendukung ketahanan pangan, buku 4. BBpenelitian tanaman padi sukamandi. Setyono A., Suismono, Jumali dan Sutrisno. 2006.

Studi Penerapan Teknik Penggilingan Unggul Mutu Untuk Produksi Beras Bersertifikat. Dalam Inovasi Teknologi Padi Menuju Swasembada Beras Berkelanjutan. Buku 2. Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Pangan. 633-646.

Soekartawi. 2016. Analisis Usahatani.UI Press. Jakarta.

Subaktilah, Yani, Nita Kuswardani, Sih Yuwanti. 2018. Analisis SWOT: Faktor

80

Internal dan Eksternal pada Pengembangan Usaha Gula Merah Tebu (Studi Kasus di UKM Bumi Asih, Kabupaten Bondowoso). Jurnal Agroteknologi, Vol. 12 No. 02 Hal. 107-105

Sugiyono, 2007, Metodologi Penelitian Bisnis, PT. Gramedia, Jakarta

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta, CV.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta Nugroho, A. D, Fatkhiyah, R., Ali, H. A. R., Ddan Ken, S. (2015). Faktor yang Mempengaruhi Produksi dan Pendapatan Petani Kedelai di Kecamatan Paliyan Gunungkidul. Skripsi. Yogyakarta:

Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Administratif. Bandung: Alfabeta.

Syahri dan R.U. Somantri. 2016. Penggunaan varietas unggul tahan hama dan penyakit mendukung peningkatan produksi padi nasional. Jurnal Litbang Pertanian. 35 (1): 25-36.

Utama, M.Z.H. 2015. Budidaya Padi pada Lahan Marjinal. Penerbit ANDI, Yogyakarta.

Vinkan C. 2022. Analisis Komparasi Pendapatan Peetani Pra dan Pasca Menggunakan Teknologi Combine harvester di Desa Pematang Biara Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian vol 2 nomor 2. Universitas Muhammadiyah sumatera Utara.

LAMPIRAN

81

Lampiran 1 Matriks Pembeda Penelitian Terdahulu

NO Judul Peneliti Metode

Penelitian

Hasil Penelitian Perbedaan

1 Efektivitas Penggunaan Mesin Panen (Combine Harvester) Pada Pemanenan Padi Di Kabupaten Bojonegoro

Badiatud Durroh (2019)

1. Survey analitis 2. Survey

deskriptif

Mesin pemanenan (combine harvster) memiliki efektivitas yang tinggi dan penggunaan combine harvester mengalami keuntungan

1. Tujuan mengetahui perbedaan pendapatan metode panen combine harvester

2. Metode diskriptif kuantitatif 3. Lokasi dan waktu penelitaian 4. Menggunakan analisis Uji T

tidak berpesangan 2 Analisis pendapatan petani

padi sawah menggunakan teknologi alat pascapanen di desa sidorejo

kecamatan wonomulyo kabupaten polewali mandar

Siadina (2018)

1. Pengamatan langsung

Pendapatan petani yang menggunakan power threser lebih tinggi dibandingkan petani yang menggunakan combine harvester

2. Tujuan mengetahui perbedaan pendapatan metode panen combine harvester dan konvensional

3. Metode diskriptif kuantitatif 4. Lokasi dan waktu penelitaian 5. Menggunakan analisis Uji T

tidak berpesangan 3 Determinan penggunaan

mesin combine harvester dan dampaknya terhadap penggunaan tenaga kerja

Asi Karlina Intan Sari (2017)

1. Metode Survei 2. Metode Acak

Berlapis

Faktor-faktor yang signifikan mempengaruhi keputusan petani padi pasang surut di Desa Telang Sari menggunakan atau tidak

1. Tujuan mengetahui perbedaan pendapatan metode panen combine harvester dan konvensional

82

83

dan pendapatan petani padi di desa telang sari kecamatan tanjung lago

menggunakan combine harvester adalah umur, luas lahan, produksi padi, karakter sawah, tipe lahan, buruh panen, biaya tenaga kerja panen, dan kenyamanan bekerja

2. Metode diskriptif kuantitatif 3. Lokasi dan waktu penelitaian

Menggunakan analisis Uji T tidak berpesangan

4 Analisis perbandingan pendapatan petani padi sawah menggunakan mesin combine harvester dengan cara tradisional di Gampong Blang Meurah Dua Pidie Jaya

Al Asri Abubakar (2016)

1. Metode deskriptif

Perbedaan antara pendapatan petani padi menggunakan combine harvester dengan cara tradisional, dimana pendapatan menggunakan combine harvester lebih besar

2. Tujuan mengetahui perbedaan pendapatan metode panen combine harvester dan konvensional

3. Metode diskriptif kuantitatif 4. Lokasi dan waktu penelitaian

Menggunakan analisis Uji T tidak berpesangan

5 Analisis perbandingan pendapatan petani padi yang menggunakan mesin perontok padi di Kelurahan Pulokerto Kecamatan Gandus Kota Palembang

Rahmat Kurniawan (2015)

Metode survey Rata-rata biaya produksi per luasan garapan per musim tanam untuk petani kelompok I lebih besar daripada kelompok II

1. Tujuan mengetahui perbedaan pendapatan metode panen combine harvester dan konvensional

2. Metode diskriptif kuantitatif 3. Lokasi dan waktu penelitaian 4. Menggunakan analisis Uji T

tidak berpesangan

Lampiran 2 Kuisioner Penelitian

KUISIONER PENELITIAN

STUDI KOMPARASI PENDAPATAN PETANI PADI DENGAN METODE PANEN COMBINE HARVESTER DAN KONVENSIONAL DI DESA TANGGUNGKRAMAT KECAMATAN PLOSO KABUPATEN JOMBANG

TAHUN 2022

A. Identitas Responden

Nama :

Dusun :

RT/RW : /

Kelompok Tani :

Usia : Tahun

Pendidikan Terakhir : SD/SMP/SMA/Perguruan Tinggi

Lama Usahatani : Tahun

Luas Lahan : Ha

Kepemilikan Lahan : Sewa/ Milik Sendiri

Metode Panen : Combine harvester/Konvensional B. Hasil Panen

Jumlah Hasil Panen : Kg

Harga Gabah Kering Panen : Rp. /Kwintal C. Efisiensi

Waktu Diperlukan : Ha/Jam

Tenaga Kerja Panen : Orang/Ha

*Keterangan = Coret yang tidak perlu

84

85

D. Biaya Panen Combine harvester 1. Biaya Tetap

No Nama Alat Jumlah Unit

Harga Satuan (Rp)

Umur Efisiensi

(Bulan)

Harga Jual

1 Sewa Combine harvester

2. Biaya Variabel

No Nama Jumlah

Unit

Harga Satuan

(Rp)

Waktu Panen (Hari)

Total Harga (Rp)

1 Karung

2 Tenaga Kerja Operator 3 Konsumsi

4 Bahan Bakar

E. Biaya Panen Konvensional 1. Biaya Tetap

No Nama Alat Jumlah Unit

Harga Satuan (Rp)

Umur Efisiensi

(Bulan)

Harga Jual

1 Power thresher

2. Biaya Variabel

No Nama Jumlah

Unit

Harga Satuan

(Rp)

Waktu Panen (Hari)

Total Harga (Rp)

1 Sabit 2 Karung

3 Tenaga Kerja Pemotong 4 Tenaga Kerja Perontokan 5. Tenaga Kelurgatani 6 Konsumsi

Lampiran 3 Rekapitulasi Hasil Kajian Combine harvester

No Nama Luas

Lahan (Ha)

Biaya Tetap (Rp)

Biaya Variabel

(Rp)

Total Biaya (FC+VC)

(Rp)

Jumlah Hasil Panen

(Kg)

Harga Panen (Rp/Kg)

Total Penerimaan

(Rp)

Pendapatan (Rp) (TR-TC)

Waktu Tenaga Kerja

1 Saiin 1 2190000 502500 2692500 9450 4400 41580000 38887500 1 3

2 Eko Yudianto 2 4380000 812500 5192500 15650 4400 68860000 63667500 1 3

3 Kasadi 1,5 3285000 637500 3922500 12150 4400 53460000 49537500 1 3

4 Ratemun 0,5 1225000 257500 1482500 4550 4400 20020000 18537500 1 3

5 Sugeng Waluyo 1,5 3285000 652500 3937500 12450 4400 54780000 50842500 1 3

6 Choirul Huda 2 4380000 827500 5207500 15950 4400 70180000 64972500 1 3

7 Marliyah 3,5 8230000 1357500 9587500 26550 4400 116820000 107232500 1 3

8 Rijadi 0,5 1225000 252500 1477500 4450 4400 19580000 18102500 1 3

9 Jamilah 1 2190000 505000 2695000 9500 4400 41800000 39105000 1 3

10 Hendro Agus P 2 4380000 792500 5172500 15250 4400 67100000 61927500 1 3

11 Subari 1,5 3285000 642500 3927500 12250 4400 53900000 49972500 1 3

12 Zainul Fanani 1,5 3285000 625000 3910000 12500 4400 55000000 51090000 1 3

13 Ladi 1 2190000 507500 2697500 9550 4400 42020000 39322500 1 3

14 Supar 1,5 3285000 642500 3927500 12250 4400 53900000 49972500 1 3

15 Mochamad Basuki 2,5 5605000 987500 6592500 19150 4400 84260000 77667500 1 3

16 Moch. Arifin 2,5 5605000 992500 6597500 19250 4400 84700000 78102500 1 3

17 Slamet 0,5 1225000 257500 1482500 4550 4400 20020000 18537500 1 3

18 Mu Alimin 1 2190000 502500 2692500 9450 4400 41580000 38887500 1 3

19 Samsudin 1 2190000 507500 2697500 9550 4400 42020000 39322500 1 3

20 Kateman 1 2190000 502500 2692500 9450 4400 41580000 38887500 1 3

21 Karono 0,5 1225000 250000 1475000 4400 4400 19360000 17885000 1 3

22 Bambang Murjiono 1 2190000 500000 2690000 9400 4400 41360000 38670000 1 3

23 Kasman 1 2190000 497500 2687500 9350 4400 41140000 38452500 1 3

24 Kandar 1 2190000 507500 2697500 9550 4400 42020000 39322500 1 3

25 Kutut Danu W 4 8760000 1607500 10367500 31550 4400 138820000 128452500 1 3

26 Mudawari 0,5 1225000 252500 1477500 4450 4400 19580000 18102500 1 3

Jumlah 37,5 83600000 16380000 99980000 312600 1375440000 1275460000

Rata-Rata 1,44 3,215,384.

6 630,000 3,845,384.

6 12,023 52,901,538.46 49.056.153,8

86

87 Lampiran 4 Rekapitulasi Hasil Kajian Konvensional

No Nama Luas

Lahan (Ha)

Biaya Tetap

Biaya Variabel

Total Biaya (FC+VC)

Jumlah Hasil Panen

(Kg)

Harga Panen (Rp/Kg)

Total Penerimaan

(Rp)

Pendapatan (Rp) (TR-TC)

Waktu (Hari)

Tenaga Kerja

1 Kusnan 1 420000 4200000 4620000 9000 4100 36900000 32280000 1 25

2 Saud 1.5 630000 6242500 6872500 11050 4100 45305000 38432500 2 22

3 Wiyono 0.5 210000 2090000 2300000 4200 4100 17220000 14920000 1 13

4 Minin 1 420000 4102500 4522500 9050 4100 37105000 32582500 1 15

5 Azich Ichtizar 1 420000 4147500 4567500 8960 4100 36736000 32168500 2 10

6 Munali 0.5 210000 2087500 2297500 4315 4100 17691500 15394000 1 12

7 Isdyanto 1 420000 4207500 4627500 9150 4100 37515000 32887500 1 25

8 Ady Cahyono 0.5 210000 2127500 2337500 4110 4100 16851000 14513500 1 17

9 Yuda Indiarto 0,5 210000 2060000 2270000 4200 4100 17220000 14950000 1 10

10 Badriyah 1 420000 4150000 4570000 9000 4100 36900000 32330000 1 20

11 Siti Aisyah 2 840000 8050000 8890000 12955 4100 53115500 44225500 2 20

12 Jumiatun 0.5 210000 2105000 2315000 4100 4100 16810000 14495000 1 15

13 Susi 0.5 210000 2080000 2290000 4200 4100 17220000 14930000 1 12

14 Widji 1 420000 4200000 4620000 9000 4100 36900000 32280000 1 25

15 Rokib 1.5 630000 6037500 6667500 11150 4100 45715000 39047500 1 23

16 Juli 0.5 210000 2140000 2350000 4200 4100 17220000 14870000 1 18

17 Udiono 0.5 210000 2145000 2355000 4300 4100 17630000 15275000 1 18

18 Budi Utomo 1 420000 4142500 4562500 8850 4100 36285000 31722500 1 20

19 Marto Yuwono 2 840000 8052500 8892500 13050 4100 53505000 44612500 2 20

20 Solikin 1.5 630000 6050000 6680000 11000 4100 45100000 38420000 1 25

21 Sunardi 0.5 210000 2140000 2350000 4190 4100 17179000 14829000 1 18

22 Suripto 0.5 210000 2110000 2320000 4200 4100 17220000 14900000 1 15

23 Sikram 1.5 630000 6050000 6680000 11000 4100 45100000 38420000 1 25

24 Wahyudi 1 420000 4150000 4570000 9000 4100 36900000 32330000 1 20

25 Sumijan 0.5 210000 2102500 2312500 4250 4100 17425000 15112500 1 14

26 Sri Budi Rahayu 1 420000 4160000 4580000 8800 4100 36080000 31500000 1 22

27 Tatik Shartini 1.5 630000 6052500 6682500 11050 4100 45305000 38622500 1 25

28 Juwito 0.5 210000 2110000 2320000 4200 4100 17220000 14900000 1 15

29 Slamet 1 420000 4150000 4570000 9000 4100 36900000 32330000 1 20

30 Arief Budianto 1.5 630000 6047500 6677500 10950 4100 44895000 38217500 1 25

31 Suratman 0.5 210000 2107500 2317500 4155 4100 17035500 14718000 1 15

32 Madrais 1 420000 4142500 4562500 8850 4100 36285000 31722500 1 20

33 Suyatno 1 420000 4150000 4570000 9000 4100 36900000 32330000 1 20

88

34 Sunardi 1 420000 4150000 4570000 8955 4100 36715500 32145500 1 20

35 Yanto 0.5 210000 2157500 2367500 4150 4100 17015000 14647500 1 20

36 Naumi 1 420000 4150000 4570000 9000 4100 36900000 32330000 1 20

37 Tini 1 420000 4147500 4567500 8950 4100 36695000 32127500 1 20

38 Susiati 2 840000 8025000 8865000 12500 4100 51250000 42385000 2 20

39 Eli Kusidah 1 420000 4150000 4570000 9000 4100 36900000 32330000 1 20

Jumlah 37.5 15960000 156670000 172630000 307040 1258864000 1086234000

Rata-Rata 0,96 409,230.769 4,017,179.48 4,426,410.25 7,872 32,278,564.1 27852153,8

Lampiran 5 Kisi-Kisi Kuisioner Evaluasi Penyuluhan Pertanian

Variabel Dimensi Indikator No.

Item Pengetahuan 1. Mengetahui Mengetahui perbedaan nyata antara

alat panen combine harvester dan konvensional serta dapat

mendefinisikan komponen yang ada pada alat panen

2. Memahami Menjelaskan cara kerja alat panen dan perbedaan efisiensi alat panen 3. Pengaplikasian Mengoprasikan dan menentukan

penggunaan alat berdasarkan umur efisien

4. Menganalisis Mengalisa tingkat efisiensi alat dengan luasan lahan yang sama dan dapat membedakan penggunaan alat panen

5. Mensintesis Mengatur penggunaan alat berdasarkan tingkat biaya yang dikeluarkan dan menentukan alat panen berdasarkan kondisi yang ada 6. Evaluasi Memperkirakan nilai efisiensi

penggunaan alat dan membandikan penggunaan alat panen yang digunakan

89

90

Lampiran 6 Kuisioner Evaluasi Penyuluhan Pertanian KUISIONER EVALUASI

PERBEDAAN PETANI PADI DENGAN METODE PANEN COMBINE HARVESTER DAN KONVENSIONAL DI DESA TANGGUNGKRAMAT

KECAMATAN PLOSO KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2022

A. BIODATA RESPONDEN

Nama : ………

Usia ... tahun

Luas Lahan : Lama Berusaha Tani ... tahun

Pendidikan Terkhir : ………

Status Lahan : B. PETUNJUK

Mohon beri tanda cek list () pada kolom jawaban yang dianggap paling tepat.

IYA : Bila Pertanyaan Benar TIDAK : Bila Pertanyaan Salah

No. Pernyataan Jawaban

IYA TIDAK 1 Alat panen combine harvester merupakan alat panen

padi modern dengan komponen alat panen yang lengkap

2 Power thrasher merupakan alat panen padi yang bermanfaat sebagai perontok

3 Tenaga kerja pada penggunaan alat panen combine harvester meliputi 1 operator dan 2 pembantu operator 4 Biaya panen yang dikeluarkan pada saat panen padi

menggunakan alat panen combine harvester lebih sedikit

5 Dalam luasan lahan yang sama dengan satuan hektare alat panen yang lebih efisien digunakan adalah combine harvester

91

6 Pengoprasian alat panen combine harvester lebih praktis yaitu dengan cara dikemudi menyusuri lahan pertanaman

7 Proses panen padi menggunakan combine harvester lebih cepat

8 Umur efisien alat panen combine harvester lebih lama 9 Tingkat kehilangan hasil panen menggunakan combine

harvester lebih sedikit dibandingkan konvensional 10 Rangkaian proses panen menggunakan combine

harvester lebih efisien karena langsung mengahasilkan gabah

11 Waktu pemanenan alat panen combine harvester lebih singkat dibandingkan konvensional

12 Perhitungan biaya panen menggunakan alat panen combine harvester lebih mudah

13 Sistem pembayaran upah tenaga kerja panen menggunakan combine harvester lebih murah dibandingkan tenaga kerja konvensional

14 Alat apen combine harvester lebih praktis dibandingkan dengan konvensional

15 Penggunaan alat mesin panen combine harvester mempengaruhi kualitas gabah (GKP)

Lampiran 7 Matriks Penetapan Materi Penyuluhan Pertanian

No Materi Penyuluhan Pertimbangan Penetapan Materi Penyuluhan Prioritas Keputusan A B C D E F G H I J K L M N Jumlah Peringkat

1 Peningkatan pengetahuan petani terkait metode panen

menggunakan combine harvester

√ √ - √ √ √ √ √ √ - √ √ √ √ 12 2

2 Peningkatan pengetahuan petani tentang analisis usahatani sebelum melakukan kegiatan berusahatani

√ √ - - - √ √ √ √ - √ √ √ - 9 3

3 Peningkatan pengetahuan petani tentang perbedaan metode panen menggunakan combine harvester dan konvensional melalui

penyuluhan

√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 14 1 √

Keterangan

a. Profitable : Menguntungkan Bagi Sasaran b. Complementer : Melengkapi Kegiatan usaha

c. Competability : Tidak bertentangan dengan kebiasaan/adat istiadat/budaya masyarakat 92

93 d. Simplicity : Bersifat sederhana dan mudah diterapkan

e. Availability : Sarana dan Prasarana dapat disediakan oleh sasaran f. Immediate Applicability : Dapat dimanfaatkan dengan baik oleh sasaran

g. In Expensiveness : Biaya yang dibutuhkan tidak terlalu mahal h. Low Risk : Resiko yang ditimbulkan tidak terlalu besar i. Spectacular Impact : Dampak Penerapannya Menarik

j. Expanoible : Bersifat Fleksibel Terhadap Keadaan

k. Vital : Sangat Penting dalam Mendukung kegiatan sasaran l. Importance : Penting dalam pengembangan usaha

m. Helpful : Bermanfaat bagi sasaran

n. Super Focus : Sangat fokus dalam memenuhi kebutuhan sasaran

94 Lampiran 8 Pertimbangan Pemilihan Metode Pertanian

PERTIMBANGAN PEMILIHAN METODE PENYULUHAN PERTANIAN

Kegiatan Penyuluhan : Memberikan penyuluhan kepada petani tentang perbedaan metode panen menggunakan combine harvester dan konvensional

Tujuan Penyuluhan : Mengetahui Peningkatan Pengetahuan

No.

Sasaran Penetapan

Metode

Karakteristik Sasaran Pertimbangan Penetapan/Pemilihan Metode

Karakteristik Kondisi

Tujuan Penyuluhan

(P/K/S)

Materi Penyuluhan

Jumlah Sasaran

Teknik Komunikasi

1. Sasaran : Kelompok Tani Kleco,

Tanggungan, Kramat

1. Karakteristik Pribadi Mengetahui

peningkatan pengetahuan

Memberikan penyuluhan kepada petani tentang perbedaan metode panen menggunakan combine

harvester dan

konvensional

20 Orang Komunikasi Langsung

a. Jenis Kelamin Laki-laki

b. Umur ± 40 Tahun

c. Agama Islam

2. Topik Materi Penyuluhan : Perbedaan metode panen

2. Status Sosial Ekonomi -

a. Tingkat Pendidikan SMP-SMA

b. Tingkat Pendapatan -

c. Jumlah Tanggungan Keluarga -

95 menggunakan

Combine harvester dan konvensional

d. Keterlibatan Dalam Kelompok Aktif

3. Pengalaman Bertani -

4. Tingkat Adopsi (Sadar, Minat, Menilai, Mencoba, Menerapkan)

-

5. Perilaku Keinovatifan

(Perintis/Inovator, Pelopor/Early Adopter, Penganut Dini/Early Majority, Penganut Lambat/Late Majority, Tidak Bisa Berubah/

Laggard)

Penerima Awal

6. Moral Ekonomi (Moral Subsistensi dan Moral Rasionalitas)

-

96 Lampiran 9 Matriks Penetapan Metode Penyuluhan Pertanian

MATRIK ANALISA PENETAPAN METODE PENYULUHAN PERTANIAN

Kegiatan Penyuluhan : Memberikan penyuluhan kepada petani tentang perbedaan metode panen menggunakan combine harvester dan konvensional

Tujuan Penyuluhan : Mengetahui Peningkatan Pengetahuan

Materi Penyuluhan : Perbedaan metode panen menggunakan combine harvester dan konvensional

Metode dan Teknik Penyuluhan Pertanian

Analisa Penetapan Metode Penyuluhan Pertanian

Prioritas Keputusan Pemilihan Metode Karakteristik

Sasaran

Tujuan Penyuluhan (P/K/S)

Materi Penyuluhan

Media yang Digunakan

Pendekatan Psiko-Sosial

Tingkat Adopsi

Diskusi √ √ √ √ √ √ 6 (I)

Anjangsana, Ceramah dan

Diskusi

Anjangsana √ √ √ √ √ √

6 (I)

Demonstrasi Cara - - - - √ √ 2

Demonstrasi Hasil - - - - √ √ 2

Demonstrasi Farming - - - - √ √ 2

Demonstrasi Area - - - - √ √ 2

Demonstrasi Unit - - - - √ √ 2

Pameran - - - - √ - 1

Sekolah Lapang √ √ √ - √ - 4

Ceramah √ √ √ √ √ √ 6 (I)

Temu Wicara -√ √ √ - √ - 4

Temu Bisnis - √ - - √ - 2

Temu Karya - √ - - √ - 2

Temu Lapangan - √ √ - √ - 3

97 Lampiran 10 Matriks Pertimbangan Pemilihan Media Penyuluhan

MATRIK ANALISA PENETAPAN MEDIA PENYULUHAN PERTANIAN

Kegiatan Penyuluhan : Memberikan penyuluhan kepada petani tentang perbedaan metode panen menggunakan combine harvester dan konvensional

Tujuan Penyuluhan : Mengetahui Peningkatan Pengetahuan

Materi Penyuluhan : Perbedaan metode panen menggunakan combine harvester dan konvensional

No. Jenis Media Penyuluhan

Analisa Penetapan Media Penyuluhan Pertanian

Prioritas

Keputusan Penetapan

Media Karakteristik

Sasaran

Tujuan Penyuluhan

(P/K/S)

Materi Penyuluhan

Metode yang Digunakan

Jumlah

Sasaran Insfrastruktur Sosial Budaya

Kelembagaan Petani Mengetahui

Peningkatan Pengetahuan

Metode panen padi

Anjangsana, Ceramah dan Diskusi

20 orang

Sarana dan Prasarana

1 Poster √ √ - √ √ √ √ √ 7

Leaflet

2 Film Layar Lebar - √ - - √ - - - 2

3 Video - - - - √ √ - - 2

4 Booklet - √ √ √ √ - - - 4

5 Leaflet √ √ √ √ √ √ √ √ 8(I)

6 Peta

Singkap/Flipchart - - - - √ - - - 1

7 Kaset Rekaman - - - - √ - - - 1

8 Powerpoint - - √ √ √ - - √ 4

9 Foto √ √ - - √ √ √ - 5

10 Transparansi - - - - √ - - - 1

11 Model - - - - √ - - - 1

12 Papan Tulis - - - - √ - - - 1

13 Telephone √ - - - √ - - √ 3

14 Objek

Sesungguhnya - - - - √ - - - 1

Lampiran 11 Kontekstualisasi Keadaan Lapangan

KONTEKSTUALISASI KEADAAN LAPANGAN Di Desa Tanggungkramat, Kecamatan Ploso

Kabupaten Jombang Tanggal Mei 2022

1. Kegiatan Penyuluhan Pertanian yang Direncanakan Judul Kegiatan

Penyuluhan

Perbedaan metode panen menggunakan combine harvester dan konvensional

Tujuan Instruksional (Instructional Objectives)

Agar petani mengetahui tentang bagaimana perbedaan metode panen menggunakan combine harvester dan konvensional.

Tujuan Pengiring (Nurturant Objectives)

Mengukur peningkatan pengetahuan petani terkait perbedaan metode panen menggunakan combine harvester dan konvensional

2. Keadaan Pelaku Utama / Pelaku Usaha Sasaran

Jumlah Orang 20 orang

Karakteristik Pelaku Utama / Pelaku Usaha a. Rata Rata Tingkat Pendidikan SMP

b. Rata-Rata Umur 41-50 tahun

3. Materi Penyuluhan Pertanian yang Direncanakan

Judul Materi Perbedaan metode panen menggunakan combine harvester dan konvensional

Sifat Materi Mudah disampaikan

98

99

4. Penetapan Metode (dan Teknik) Penyuluhan Pertanian dan Rencana Pelaksanaannya

Metode Penyuluhan Pertanian yang Ditetapkan

: Anjangsana, Ceramah, dan Diskusi

Aspek Metode Penyuluhan : Penyampaikan materi dengan Ceramah, kemudian menjelaskan isi dari leaflet sebagai media penyuluhan dillanjutkan dengan diskusi

Sintaksis (Urutan langkah) metodologis yang harus dilakukan Penyuluh untuk melaksanakan serangkaian metode (dan teknik) yang dipilih

: Menyiapkan materi penyuluhan

Menyajikan materi sesuai yang sudah disiapkan.

Menyampaikan materi secara interaktif.

Merangkum hasil penyajian.

Menggelar Diskusi dan Tanya Jawab yang berhubungan dengan materi.

Menyimpulkan hasil dari kegiatan penyuluhan.

Menyusun rencana tindak lanjut.

Responsibilitas /

Tanggungjawab Penyuluh dalam melaksanakan metode (dan teknik) yang dipilih

: Penyaji sebelumnya harus menguasai materi.

Penyaji bertanggung jawab menyiapkan/

menggandakan materi.

Penyaji harus mampu menyampaikan materi secara interaktif dan menarik.

Penyaji harus berusaha memotivasi sasaran.

Peserta harus tertarik secara aktif bertanya apabila ada yang kurang jelas.

Hubungan Sosial yang dapat terbentuk dari pelaksanaan metode (dan teknik) yang dipilih

: Terjadi interaksi yang baik dalam membentuk kerjasama dan saling memahami antara sasaran dengan sasaran dan sasaran dengan penyuluh.

100

Sistem Penunjang yang

diperlukan untuk

melaksanakan metode (dan teknik) yang dipilih

: LPM dan Sinopsis Leaflet

Pengetahuan dan

Keterampilan penyuluh dibutuhkan dalam melaksanakan metode (dan teknik) yang dipilih

: Penyaji harus menguasai materi.

Penyaji mampu menyampaikan materi secara baik dan interaktif di depan audiens.

Penyaji harus bisa menjelaskan latar belakang pemilihan materi.

Penyaji harus kreatif dalam membuat konten penyuluhan.

Tempat dan waktu yang direncanakan

: Bertempat di rumah anggota kelompok tani karena penyaji menggunakan metode anjangsana, kegiatan penyuluhan dilakuakan pada bulan april

Personil-personil yang terlibat : Petani

Penyuluh Pertanian (PPL) Mahasiswa

Catatan lain-lain : - Sumber: Data yang diolah, 2022

101

Lampiran 12 Sinopsis Penyuluhan

SINOPSIS

Bagian Utama

Padi merupakan komoditas utama yang dibudidayakan di Indonesia karena sebagian besar penduduknya menjadikan beras sebagai makanan pokok. Untuk itu produktifitas padi harus ditingkatkan dari berbagai aspek mulai dari benih, pupuk, dan alat mesin pertanuian. Salah satunya yaitu menggunakan alsintan saat melakukan pemanenan seperti combine harvester. Pada umumnya ada dua jenis metode pemanenan yaitu metode panen mekanisasi dan konvensional.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui perbedaan antara metode panen menggunakan combine harvester dan konvensional yaitu sebagai berikut:

Bagian Isi

1. Berdasarkan Biaya yang dikeluarkan

Biaya panen menggunakan combine harvester lebih sedikit dibandingkan konvensioanal (Power Thraser). Rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk luasan lahan 1 Ha dengan menggunakan combine harvester sebesar Rp. 3.854.384,62 sedangkan secara konvensional (Power Thraser) sebesar Rp. 4.426.410,26.

2. Berdasarkan Penerimaan

Penerimaan petani padi dengan metode panen menggunakan combine harvester lebih besar dibbandingkan konvensional (power thrasher). Rata-rata penerimaan petani padi dalam luasan 1 Ha menggunakan combine harvester sebesar Rp. 52.901.538,5 sedangkan metode panen secara konvensional (power thrasher) sebesar Rp. 32.278.564,1

Dokumen terkait