BAB V. PENUTUP
C. Saran
1. Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kiranya dapat lebih berperan dalam
penyelesaian pembiayaan bermasalah melalui cara non litigasi dengan menerapkan prinsip sederhana, murah dan cepat. Upaya penyelesaian sengketa melalui cara non litigasi sesuai Peraturan Bank Indonesia No.9/19/PBI/2007 dan No.10/16/PBI/2008 tentang Pelaksanaan Prinsip Syariah Dalam Kegiatan Penghimpunan Dana Dan Penyaluran Dana Serta Pelayanan Jasa Bank Syariah yang mengatur tentang mekanisme Mediasi Perbankan dan Arbitase di Basyarnas agar dapat disosialisasikan kepada masyarakat serta mendorong agar perbankan syariah mematuhi regulasi yang telah ada dengan menjatuhkan sanksi bagi yang melanggar atau tidak mematuhi.
Badan Arbitrase Syariah Nasional selaku lembaga yang diberi kewenangan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia dalam penyelesaian pembiayaan bermasalah melalui cara non litigasi, agar meningkatkan peran dan eksistensinya dengan cara antara lain melengkapi infrastrukturnya melalui pembukaan perwakilan di setiap kotamadya /kabupaten di seluruh Indonesia, terutama kotamadya/kabupaten yang telah memiliki kantor bank syariah serta meningkatkan kredibilitas dan profesionalitas arbiter
Bank perlu meningkatkan kualitas dan integritas sumber daya insani bank secara keseluruhan, baik dalam bidang analisa pembiayaan maupun
dalam bidang operasional sebagai bentuk upaya peringatan dini (early
warning system), agar pembiayaan bermasalah dapat diminimalisir. Redaksi dan persyaratan-persyaratan maupun pelaksanaan dalam Akad pembiayaan agar mendasarkan pada prinsip syariah (syariah islamiyah).
Demikian pula perlu penguatan peran Notaris secara profesional
sebagai penasehat/penyuluh hukum dengan memberikan nasehat
/penyuluhan hukum terhadap Bank sehubungan dengan pembuatan akta atau rencana akad yang akan dibuat sesuai ketentuan Undang-Undang dan atau Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia dalam
commit to user
kewenangannya sebagaimana tertuang dalam Pasal 15 ayat 2 huruf e, Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas
Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris. Notaris – PPAT
harus dapat menjaga harkat dan martabat jabatan, dan memposisikan diri
sebagai sidiq (jujur); amanah (dapat dipercaya); tablig (menyampaikan);
fathonah (cerdas).
2. Pembentuk Undang-Undang, dalam membuat Undang-Undang
seharusnya ada sinkronisasi antara pasal yang satu dengan pasal yang lain yaitu antara pasal 26 dengan pasal 55 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, demikian pula antra Undang-Undang Perbankan Syariah dengan Undang-Undang Peradilan Agama.
3. Nasabah agar dapat lebih meningkatkan pemahaman tentang produk
dan jasa perbankan syariah beserta ketentuannya, sehingga apabila terjadi sengketa antara nasabah dan Bank dapat memanfaatkan mekanisme penyelesaian sengketa sesuai ketentuan yang berlaku yang dapat
commit to user
DAFTAR PUSTAKA
BUKU
Abdul Ghofur Anshori. 2007. Perbankan Syariah di Indonesia. Gadjah Mada
University Press. Yogyakarta
_________. 2008. Kapita Selekta Perbankan Syariah di Indonesia. UII Press.
Yogyakarta
_________. 2010. Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah (Analisis Konsep
dan UU No. 21 Tahun 2008). Gadjah Mada University Press. Yogyakarta
Anonim. 2006. Analisis & Evaluasi Hukum Penyelesaian Sengketa Melalui
Arbitrase-Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999. BPHN. Jakarta
Adi Sulistiyono.2007. Mengembangkan Paradigma Non Litigasi Di Indonesia,
Cetakan 1, LPP UNS dan UNS Press, Surakarta
Bank Indonesia. 1999. Petunjuk Pelaksanaan Pembukaan Kantor Bank Sya riah.
Bank Indonesia. Jakarta
Bambang Rianto Rustam. 2013. Manajemen Risiko Perbankan Syariah di
Indonesia, Salemba Empat, Jakarta
Cik Basir. 2009. Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah di Pengadilan Agama
& Mahkamah Syar‟iyah. Kencana Prenada Media Group. Jakarta
Dewan Redaksi Ensiklopedi Hukum Islam. 1997. Ensiklopedi Hukum Islam. Jilid
6. PT. Ichtiar Baru Van Houve. Jakarta
Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia, Bank Indonesia. 2006.
Himpunan Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia Edisi Revisi Tahun 2006, CV Gaung Persada, Jakarta
Departemen Agama – Republik Indonesia. 2007. Al-Qur‟an dan Terjemah Per
Kata, Syaamil Internasional, Bandung
Farid Abdul Khaliq. 2012. Fikih Politik Islam, Fajar Interpratama Offset, Jakarta
Garry Goodpaster. 1999. Panduan Negosiasi dan Mediasi, Seri Dasar Hukum
Ekonomi 9. Elips. Jakarta
Gemala Dewi, dkk. 2005. Hukum Perikatan Islam di Indonesia. Kencana Prenada
commit to user
Gunarto Suhardi. 2003. Usaha Perbankan dalam Perspektif Hukum. Kanisius.
Yogyakarta
Gunawan Wijaya. 2001. Alternatif Penyelesaian Sengketa. Raja Grafindo Persada.
Jakarta
Habib Adjie dan Muhammad Hafidh, 2011, Akta Perbankan Syariah yang
Selaras Pasal 38 Undang-Undang Jabatan Notaris, Pustaka Zaman, Semarang.
Hariyani Iswi, 2010, Restrukturisasi dan Penghapusan Kredit Macet. Elex Media
Komputindo. Jakarta
Hennie Van Greuning & Zamir Iqbal. 2011. Analisis Resiko Perbankan Syariah.
Salemba Empat. Jakarta
Heri Sudarsono. 2005. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, Deskripsi dan
Illustrasi. Ekonisia. Yogyakarta
HR. Ahmad. 1419 H-1998 M. Alam Alkutub, cetakan pertama, Beirut Lebanon
HR. Ibnu Majah. Darul Fikri. tanpa tahun, tanpa no cetakan
HR Turmuzi. 1419 H-1998 M. Dar ihya at turats al araby, Beirut, Lebanon
HB.Sutopo. 2002. Metode Penelitian Kualitatif (dasar teori dan terapannya dalam
penelitian), UNS Press, Surakarta
Imamudin Yuliadi. 2001. Ekonomi Islam. Sebuah Pengantar. LPPI. Yogyakarta
I Made Widnyana. 2007. Alternatif Penyelesaian Sengketa (ADR), Indonesia
Business Law Center (IBLC), bekerjasama dengan Kantor Hukum Gani Djemat & Partners, Jakarta
Ikatan Bankir Indonesia. 2014. Memahami Bisnis Bank Syariah, PT. Gramedia
Pustaka Utama, Jakarta
Kasmir. 2004. Dasar-Dasar Perbankan. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta
_________. 2012. Manajemen Perbankan, Ed. Revisi. Grasindo. Jakarta
Lawrence Meir Friedman. 2009. Sistem Hukum Perspektif Ilmu Sosial,
diterjemahkan oleh M.Khozim, Nusa Media, Bandung
M. Ali Hasan.2003. Berbagai Macam Transaksi dalam Islam, RajaGrafindo
commit to user
Muhammad Syafi‟i Antonio 2001. Bank Syariah : Dari Teori ke Praktik. Gema Insani Press. Jakarta
Marwan Effendy. 2014. Teori Hukum, Referensi (Gaung Persada Press Group),
Jakarta
Mohammad Nur Mahri. 2013. „Penyelesaian Sengketa Bank Syariah Melalui
Badan Arbitrase Syariah Nasional (BASYARNAS)” Tesis, Universitas
Indonesia, Jakarta
Permadi Gandapraja. 2004. Dasar dan Prinsip Pengawasan Bank, Gramedia
Pustaka Utama, Jakarta
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2001. Kamus Besar Bahasa
Indonesia, Edisi 3, Cetakan I, PT (Persero) Penerbitan dan Percetakan Balai Pustaka, Jakarta
Rachmadi Usman. 2001. Aspek-Aspek Hukum Perbankan di Indonesia. Gramedia.
Jakarta
_________. 2003. Pilihan Penyelesaian Sengketa Di Luar Pengadilan. Citra
Aditya Bakti. Bandung
Rimsky K. Judisseno. 2002. Sistem Moneter dan Perbankan di Indonesia.
Gramedia. Jakarta
Rachmansyah Purba, 2009, Penyelesaian Sengketa pada Perbankan Syariah
Pasca Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Peradilan Agama, Tesis, Magister Kenotariatan Universitas Sumatera Utara, Medan.
Salim HS., Erlies Septiana Nurbani. 2013. Penerapan Teori Hukum Pada
Penelitian Tesis dan Disertasi, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta
Soerjono Soekanto, 2008, Pengantar Penelitian Hukum, UI Press, Jakarta
Sutan Remy Sjahdeini. 2005. Perbankan Islam dan Kedudukannya Dalam Tata
Hukum Perbankan Indonesia. PT. Pustaka Utama Grafiti. Jakarta
Sudikno Mertokusumo. 2010. Mengenal Hukum Suatu Pengantar, Universitas
Atmajaya, Yogyakarta.
Suhrawardi K. Lubis, Farid Wajadi. 2012. Hukum Ekonomi Islam, Sinar Grafika,
Jakarta
Syarifah Lisa Andriati,2008, Penyelesaian Sengketa Perdata antara Nasabah
dengan Bank Melalui Mediasi Perbankan, Tesis, Magister Kenotariatan Universitas Sumatera Utara, Medan.
commit to user
Syahrizal, 2012, Dualisme Kewenangan Penyelesaian Sengketa perbankan
Syariah antara Mahkamah Syariah dan Pengadilan Negeri di Kota
Banda Aceh, Tesis, Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Thomas Suyatno, dkk. 2003. Dasar-Dasar Perkreditan, Gramedia, Jakarta
Zainul Arifin. 2009. Dasar-dasar Manajemen Bank Syariah. Azkia. Tangerang
Zainudin Ali, 2009, Metode Penelitian Hukum, Sinar Grafika, Jakarta
Jurnal/ Majalah
Felix Oentoeng Soebagjo, “Mediasi Sebagai Alternatif Penyelesaian
Sengketa di Bidang Perbankan”, Bahan Diskusi Terbatas Pelaksanaan Mediasi
Perbankan oleh Bangsa Indonesia dan Pembentukan Lembaga Mediasi Perbankan Independen, Kerjasama Magister Hukum Bisnis dan Kenegaraan, Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta dan Bank Indonesia. Yogyakarta. 21 Maret 2007
George G.Kaufman, “Bank Failures Systemick Risk an Bank Regulation”,
Artikel pada The Cato Jurnal, Vol.16, 2009
Khopiatuziadah, “Kajian Yuridis Penyelesaian Sengketa Perbankan
Syariah”.JurnalLegislasi Indonesia. Vol. 10, No. 3, 2013
Muchtar A.H. Labetubun., “Kompetensi Pengadilan Agama Terhadap
Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah Berdasarkan Hukum Islam.” SASI:
dalam Jurnal Ilmiah Fakultas Hukum Universitas Pattimura Ambon. Vol. 18,
2012, No. 1, hlm. 58
Mohammad Fajrul Falaakh, “Perlindungan Nasabah Bank Melalui Fungsi
Mediasi dan Supervisi Bank Indonesia”. Makalah pada Diskusi Terbatas
Pelaksanaan Mediasi Perbankan , oleh Bank Indonesia dan Pembentukan Lembaga Mediasi Perbankan Independen, Kerjasama Bank Indonesia dan Magister Hukum UGM, Denpasar, 11 April 2007. hlm. 5
Muhammad Syafi‟i Antonio. 1994. “Prinsip dan Etika Bisnis dalam
Islam”. Paper dipresentasikan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera
Utara
Nindyo Pramono, “Lembaga Mediasi Perbankan Independen dan Mediasi
Perbankan oleh BI (Temporary)”. Makalah pada Diskusi Terbatas Pelaksanaan
Mediasi Perbankan oleh Bank Indonesia dan Pembentukan Lembaga Mediasi Perbankan Independen, Kerjasama Bank Indonesia dan Magister Hukum UGM, Denpasar, 11 April 2007. hlm. 3
commit to user
Nari Lee & Marcus Norrgard, “Alternatif to Litigation in IP Disputes in Asia and Finlandia”, California Western International Law Journal, Vol 43, No.1, Art.6
Taufik Simatupang, “Hukum dan pembangunan Ekonomi”, Jurnal Ilmiah
Kebijakan Hukum, Vol.9 , No. 1, April 2007, hlm.20
Peraturan Perundang-Undangan
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa
Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2004 tentang Bank Indonesia
Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 junto Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama
Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 93/PUU-X/2012 Tanggal 29 Agustus 2013 tentang Penyelesaian Sengketa Bank Syariah
Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/7/PBI/2005 tentang Penyelesaian Pengaduan Nasabah
Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/5/PBI/2006 junto Peraturan Bank Indonesia Nomor 10/1/PBI/2008 tentang Mediasi Perbankan
Peraturan Bank Indonesia No.9/19/PBI/2007 tentang Pelaksanaan Prinsip Syariah Dalam Kegiatan Penghimpunan Dana Dan Penyaluran Dana Serta Pelayanan Jasa Bank Syariah
Peraturan Bank Indonesia PBI No 13/9/PBI/2011, Tanggal 8 Februari 2011
Tentang perubahan atas PBI No. 10/18/2008, Tentang Restrukturisasi
Pembiayaan Bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah.
Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia- Bank Indonesia. 2006. Himpunan Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia, Edisi Revisi Tahun 2006, CV Gaung Persada, Jakarta
commit to user
INTERNET
Abdul Manan. 2009. Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah: Sebuah
Kewenangan Baru Peradilan Agama,
http://www.badilag.net/data/ARTIKEL/makalah% 20pak%20manan.pdf,
diakses tanggal 2 Juni 2014
Anonim. 2008. Pelaksanaan Fungsi Mediasi Perbankan. Direktorat Investigasi
dan Mediasi Perbankan Bank Indonesia. http://www.bi.go.id, tanggal akses 17 Juni 2010
Erna Priliasari. Mediasi Perbankan Sebagai Wujud Perlindungan Terhadap
Nasabah Bank. Artikel dalam www.legalitas.org
Anonim. Pelaksanaan Fungsi Mediasi Perbankan. Direktorat Investigasi dan
Mediasi Perbankan Bank Indonesia. http://www.bi.go.id, tanggal akses 17 Juni 2014
commit to user
132