BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
B. SARAN
2. Saran untuk Peneliti Lain
a. Penelitian berikutnya diharapkan melakukan penelitian dengan metode lain yang berbeda seperti eksperimen agar pengajaran anak retardasi mental lebih efektif.
b. Penelitian berikutnya disarankan untuk melakukan pengamatan atau mengambil data tambahan dari lingkungan di luar sekolah, misalnya ketika bersama orangtua, saudara, atau teman – teman bermain di rumah agar memperkaya data mengenai latar belakang subjek.
72
DAFTAR PUSTAKA
Abdurrahman, M, Dr. (2009). Pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Jakarta: Rineka Cipta.
Alimin, Zaenal. (2008). Hambatan belajar dan hambatan perkembangan pada anak-anak tunagrahita. Diunduh tanggal 7 April 2008 dari http://z-alimin.blogspot.com/2008/04/hambatan-belajar-dan-hambatan.html
Bungin, B. (2007). Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Hurlock, E. B. (1995). Perkembangan anak. Editor Agus Dharma. Edisi keenam,
Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Mangunsong, Frida. (2009). Psikologi dan pendidikan anak berkebutuhan khusus.
Jilid 1. Depok: LPSP3 UI.
Maslim, Rusdi. (2003). Diagnosis gangguan jiwa. Jakarta.
Moleong, L. J. (2006). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Omrod, J. E. (2008). Psikologi pendidikan. Edisi Keenam, Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Payne, James S. (1981). Strategies for teaching the mentally retarded. Colombus: CE. Merrill Pub. Co.
Payne, S.J. & Patton, R.S. (1980). Mental retardation. Colombus: CE. Merrill Pub. Co.
Rochyadi, E. (2009). Modul pengantar pendidikan luar biasa.
file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR.../PGSD4409-M6-LPK.pdf
Rochyadi, E & Alimin, Z. (2003). Pengembangan program pembelajaran individualbagi anak tunagrahita. Depdiknas, DIKTI.
Santrock, J. W. (2009). Psikologi pendidikan. Edisi Ketiga, Jilid 1, Jakarta: Salemba Humani.
Somantri, Sutjihati. (2007). Psikologi anak luar biasa. Bandung: PT. Refika Aditama.
73
74
Tabel 13. Koding Catatan Lapangan (Observasi) Subjek DAS
OBS I
Catatan Lapangan (Observasi) Koding
Siswa kelas 2C berjumlah satu orang.
DAS merupakan siswa pindahan dari sekolah regular. DAS mengalami kesulitan perhatian.
Kelas dimulai pada pukul 08.00 WIB. DAS mengenakan seragam putih merah dan sepatu berwarna hitam.
Pada awal kelas DAS diminta untuk duduk yang rapih dan berdoa. DAS mampu mengikuti peritah yang diberikan oleh guru, walaupun guru harus memberikan perintah berulang-ulang hingga DAS melaksananakannya.
Pada jam pertama guru memberikan pertanyaan seputar kegiatan sehari-hari. Hal ini merupakan bagian dari pembelajaran DAS, biasanya berhubungan dengan mata pelajaran social dan IPA.
Selama diskusi, DAS sering hilang perhatian seperti, saat ditanya “kalau ruang tidur untuk apa fungsinya, danaang?”, DAS terdiam, dan melihat sekeliling, kemudian guru mengulang pertanyaan kembali, DAS mengatakan “hah?apa?”, guru kembali memberikan pertanyaan, DAS menjawab “untuk tidur”. Diskusi ini berlangsung selama kurang lebih 10 menit.
DAS tampak malu-malu karena kehadiran peneliti. Hal ini tampak saat DAS melakukan Tanya jawab dengan guru, ia menjawab dengan suara
guru.1.mp1 guru.1.mp2
p1.kk.1; p1.kk.2; p1.kk.3
75 rendah (pelan). Ia pun menghindari kamera video.
Setelah itu, DAS masuk pelajaran bahasa Indonesia. Guru memberikan pelajaran mendikte menatap, yakni dengan Guru menuliskan lima kalimat sederhana di papan tulis, dan meminta DAS untuk ke depan dan membacanya satu persatu.
Kalimat sederhana terdiri dari 2 kata, adapun kalimatnya adalah sebagai berikut : 6. bapak danang 7. ibu dani 8. bibi nani 9. papa dodi 10. mama teti
Dalam membaca kalimat DAS mengeja kata perkata, akan tetapi DAS seringkali melupakan kata pertama, sehingga DAS harus kembali mengulang mengeja kata pertama, lalu kemudian mengulang mengeja kata kedua.
DAS mampu menyelesaikan membaca lima kalimat dipapan tulis dengan bantuan pertanyaan dari guru. Seperti “bapak siapa nang?”, ibu siapa tadi?””mama siapa?”
DAS juga kesulitan membedakan huruf m dan n. hal ini dibantu guru dengan memberikan ciri seperti “yang kakinya dua” “yang kakinya tiga” .
DAS juga salah mengenali huruf, seperti mengenali huruf “p” menjadi “b” , seperti dalam kata “papa”.
guru.1.mp3
mm1.kk.1
guru.1.mp4
pk1.kk.1 ; guru.1.mp5
76
Dan mengenali “d” menjadi” “b” dalam kata “dodi”.
Kemudian DAS diminta oleh guru untuk menuliskan kembali kata-kata yang terdapat di dalam kalimat tadi, menjadi sepuluh kata-kata terpisah secara acak dipapan tulis. dengan penjabaran sebagai berikut : 6. bibi 6. nani
7. ibu 7. dodi 8. bapak 8. dani 9. mama 9. teti 10. papa 10. danang
Guru menyebutkan satu kata secara berulang-ulang yang terdapat dalam kalimat kemudian DAS diminta mencari dan mengeja kembali, lalu kemudian dituliskan di dalam urutan nomor yang sudah di sediakan. DAS mengerjakan kata per kata, sesekali DAS mengalihkan perhatian dengan melihat ke luar jendela kelas atau dengan memainkan penghapus papan tulis, sehingga guru harus terus mengulang kata yang diperintahkan.
Hal ini pula yang membuat DAS semakin besar nomor pengerjaannya, semakin lama waktu yang dibutuhkan DAS untuk mengerjakannya.
Seperti pada no 7, saat DAS diminta menuliskan kata “dodi”. Guru mengulang-ulang perintah kepada DAS seperti “salah d kok kaya o, yang bagus hayo..dihapus.” “dihapus..dilihat itu..dihapus dulu yang bagus.”
DAS tidak memberikan respon, guru kembali mengingatkan “apa itu naang?apa itu?(sambil menunjuk).”;“do-di”. Kemudian DAS
pk1.kk.3 guru.1.mp6
guru.1.mp7
pk1.kk.4
77 menuliskannya di papan tulis.
Kemudian guru bertanya “trus nomer berapa nang?”. DAS menjawab “delapan”. Guru mengatakan “dani”. DAS menemukan kata dan menuliskannya.
“sekarang nomer berapa itu?” guru bertanya pada DAS. “Sembilan” jawab DAS. Guru melanjutkan “teti”. DAS menemukan dan langsung menuliskan. “nomer sepuluh..danaang.” DAS langsung menemukan kata dengan cepat. Hal ini dikarenakan DAS sudah mampu menghapal tulisan yang sama dengan namanya.
Setelah menulis kembali kata-kata tersebut, kemudian DAS diminta untuk mengeja kata-kata yang ia tuliskan.
Walaupun DAS sudah menulisakan dan membaca kata-kata tersebut, DAS terkadang kembali kesulitan mengeja kata tersebut.
Hal ini terlihat saat DAS kembali melakukan beberapa kesalahan pada saat mengeja kata-kata yang ia tulis.
Seperti kata “bibi”. Ia membaca hurf i menjadi a (be-a-ba).
Seperti terlihat saat DAS harus mengeja kata “dani”, DAS mengatakan “angel, ik”. DAS juga seringkali diingatkan guru untuk saat membaca huruf “b, d, dan p”.
Kemudian guru memberi pelajaran menulis, guru meminta DAS mencari kata dan menuliskanya di buku tulis.
Saat pelajaran menulis, konsentrasi DAS mulai menurun. Hal ini terlihat saat DAS diminta mencari kata “danang”. DAS tidak merespon perintah guru. Ia hanya celingak-celinguk (menoleh ke kiri
mm1.kk.2
pk1.kk.5
pk1.kk.6 ; m1.kk.1
guru.1.mp8 p1.kk.6; p1.kk.7
78 dan kanan).
Sehingga guru harus mengulang perintah dengan mengatakan “cari mana danang?”, “lihat kesini”, “cari mana da-nang” guru menegaskan.
Kemudian guru melanjutkan “dani”. DAS menunjuk kata “dani”, tetapi ia tidak langsung menuliskannya. DAS memainkan pensilnya. Ia juga mengemut pensilnya. Sehingga guru menegur dengan mengatakan “ojo diginike (pensil), jijik”. Posisi duduk DAS juga beberapa kali dibenarkan oleh guru. DASpun menuliskannya.
Guru melanjutkan “nomer tigaa, teti, teti, mana teti”. DAS kembali tidak merespon. Guru kembali mengulang perintah dengan mengatakan “teti”. DAS baru merepon dengan mencari dan menuliskannya.
Guru juga membenarkan posisi duduk DAS dengan mengatakan “tunjuk kemana”, “nomer tiga manaa, tiga manaa”.
Guru melanjutkan “sekarang nomer berapa?” .DAS merespon dengan menujukkan jari tangan yang berjumlah empat.
DAS kembali kehilangan konsentrasi, dengan mengalihkan pandangan ke luar kelas.
Guru kembali mengingatkan DAS dengan mengatakan “
lihat..yasudah bukunya disini”, “lihatnya kesini” (sambil menunjuk buku DAS).
Guru mengatakan “nomer empat..doonii”, “doni mana?” . DAS menunjuk kata dan menuliskannya.
p1.kk.8 p1.kk.9; p1.kk.10 p1.kk.11; p1.kk.12 p1.kk.13; guru.1.mp9 p1.kk.14 p1.kk.15 ; guru.1.mp10
79
Soal berikutnya guru memerintahkan DAS mencari kata “nani”. DAS kembali tidak memberikan respon. Ia mengetukkan pensil ke meja. Guru pun mengulang perintah dengan mengatakan “nani”. DAS merespon dengan mendorong buku kearah depan.
DAS kembali mengalihkan perhatian. Kali ini, ia mengalihkan perhatian kearah guru-guru yang mendatangi kelas dan mengobrol dengan guru lain.
Guru DAS pun berusaha memfokuskan perhatian DAS dengan mengatakan “nang, sekarang nomer berapa?”, “hei”, “habis lima berapa?”, “en-nam…kakinya dimasukkan”.
Guru pun memberi motivasi kepada DAS dengan mengatakan “ dua nomer lagi, abis itu istirahat ya”, “ nomer enam..tata”, “mana tata..nomer enam mana”.
DAS tetap mengabaikan perintah. Sehingga guru harus mengulang perintah dan memberikan sentuhan (kontak fisik) dengan cara mengarahkan kepala DAS kearah buku tulis sambil mengatakan “tatanta mana..tatanya”, “nomer enam..tata”.
DAS merespon dengan menujuk kata. Gurupun bertanya “itu apa?”. DAS merespon dengan tertawa.
DAS dapat mengerjakan soal dengan bimbingan penuh dari guru hingga nomer terakhir.
Setelah berhasil menyelesaikan tugas, DAS langsung menutup bukunya dan tersenyum.
Sebelum istirahat, guru meminta DAS merapihkan buku-bukunya dan
p1.kk.16; p1.kk.17; se1.kk.2 p1.kk.18 p1.kk.19 m1.kk.2 ; guru.1.mp11 p1.kk.20 ; guru.1.mp12 se1.kk.3 se1.kk.4
80
menumpuk menjadi satu. Setelah selesai, DAS langsung berjalan keluar kelas.
OBS II
Catatan Lapangan (Observasi) Koding
Danang menggunakan seragam putih merah dan sepatu berwarna hitam. Sebelum pelajaran dimulai, DAS diminta untuk membersihkan meja dengan menggunakan kemoceng.
Setelah bersih, guru meminta DAS duduk dan berdoa.
Setelah berdoa, guru memulai kelas dengan percakapan “kemarin kenapa ga sekolah?” . DAS menjawab “libur”. “hari apa kemarin?” guru melanjutkan. Danang pun menjawab “sabtu”. “salah danang. Kemarin hari mingg..guu” guru membenarkan.
Guru kembali memberikan pertanyaan mengenai kegiatan sehari-hari DAS di rumah, seperti “di rumah kemarin ngapain aja?” “suka bantu ibu ga?”. Danang menjawab “nonton tivii” , “bantu ibuu” , “nyulak” (menyapu).
Sebelum memberi pelajaran, guru menanyakan pekerjaan rumah (PR) yang diberikan. “nang, pr mu ndi?dikerjain ora?”. Danang menjawab “ora” (sambil menggelengkan kepala).
Pada hari ini danang tidak berada di kelas sendirian. Ia berbagi kelas dengan siswa lain yakni siswa berinisial RF dari kelas C1. RF merupakan siswa retardasi mental dengan cacat tambahan. RF
guru.1.mp13 guru.1.mp14
guru.1.mp15
guru.1.mp16
81 dibimbing dengan guru lain.
Pada pukul 08.10 WIB, guru memulai pelajaran bahasa Indonesia. Guru memberikan soal seperti minggu sebelumnya, yakni membaca kalimat sederhana.
Kalimat sederhana yang terdiri dari 3 kata.
Contoh :
6. Danang belajar membaca
DAS mengalami kesulitan mengingat kata “belajar”, sehingga setelah berhasil mengeja kata “membaca”, DAS harus kembali mengeja kata “belajar”
7. Adik makan nasi
DAS mampu mengeja kata per kata, namun setelah mengeja ia seringkali lupa tulisan mana yang ia eja. Hal ini sering terlihat saat DAS mengeja kata ke dua, ia melupakan kata sebelumnya
sehingga harus diulang-ulang. 8. Didi minum susu
DAS membaca huruf “d” sebagai “b” pada kata “didi” 9. Kakak main bola
DAS mengeluh kecapekan. Hal ini terlihat saat DAS mengeja kata tidak sesuai dengan yang ditunjuk. DAS juga mengandalkan hapalan. Ia mnebak kata “bola” tanpa mengeja terlebih dahulu. 10. Ibu memasak sayur
DAS mengenali huruf “b” sebagai “a”, harus diingatkan guru jika “perut di depan itu huruf b”
guru.1.mp17
mm1.kk.3; mm1.kk.4
pk1.kk.7 m1.kk.4
82
Guru meminta DAS mengulang membaca kalimat dari awal secara mandiri
Pada kalimat pertama, DAS mulai mengeja, tetap kesulitan mengeja kata “belajar”, hal ini pula membuat perhatian nya sering teralih, ia seringkali melihat RF, dan tertawa-tawa, hingga akhirnya guru membantu memusatkan perhatian DAS kembali.
Kalimat kedua, DAS langsung membaca kalimat tanpa dieja, hal ini menandakan DAS mengandalkan ingatan dalam membaca
Pada kalimat ketiga, DAS membaca huruf “i” menjadi “e”.
Pada kalimat keempat, DAS terlihat ragu-ragu saat mengeja kata “kakak”, kemudian ia bertanya kepada guru (sambil menunjuk huruf “k”) “ini k yah?”
Pada kalimat kelima DAS membaca kata “memasak” menjadi “masak”. Hal ini menandakan DAS kesulitan membaca kata
berimbuhan pada kata “memasak”, ia hanya membaca kata dasarnya saja yakni “masak”. Akhirnya gurupun mengganti kalimatnya menjadi “ibu masak sayur”
Setelah selesai, DAS langsung berlari keluar kelas untuk istirahat.
guru.1.mp18
mm1.kk.5; pk1.kk.10
pk1.kk.11
OBS III
Catatan Lapangan (Observasi) Koding
Pada hari ini Guru harus menangani dua murid yakni DAS (C) dan murid (berinisial A)dari kelas dan golongan yang berbeda dengan
83 DAS (C1)
Hal ini membuat perhatian guru terbagi menjadi dua.
Sebelum memulai pelajaran guru meminta murid untuk duduk yang rapih dan berdoa bersama.
Guru memberikan DAS tugas melengkapi kalimat, yakni sebagai berikut :
6. paman memotong … (kayu) 7. didi sedang …(mandi) 8. tata main … (bola) 9. danang minum …(susu) 10. Nomo makan …(roti)
Setelah guru memberikan soal kepada A, guru membimbing DAS dalam membaca dan mengerjakan soal. DAS diminta untuk mengisi kata-kata dari kalimat yang telah di tulis sebelumnya.
DAS mampu menemukan kata “kayu” kemudian menuliskannya di buku.
Saat DAS mengerjakan soal kedua, yakni soal “didi sedang …(mandi)” . DAS teralih perhatiannya. Ia tidak mengerjakan soal namun terdiam dan memainkan pensil.
Hal ini dikarenakan A meminta perhatian guru dengan mengatakan “cincin bagus” (sambil menunjukkan cincin yang ia pakai). Lalu guru merespon “cincin siapa itu?”. A menjawab “cincin ibuuk” . “yaudah disimpan jangan hilang yah?ayoo dilanjutin tugasnya akmal”.
Guru pun kembali melanjutkan pelajaran DAS.
guru.1.mp19 guru.1.mp20
84
Pada soal “tata main …(bola)”. DAS DAS dapat menemukan kata “bola”. Namun DAS menuliskan huruf b menjadi d.
DAS kembali sulit berkonsentrasi dalam membaca karena A meminta perhatian guru dengan mengatakan “itu buat difoto ya?hey” (berbicara pada guru). Guru pun merespon “kalo akmal mau difoto ayo kerjain.” A pun kembali mengerjakan, namun kali ini dengan bernyanyi dengan suara yang keras.
Saat mengerjakan “nomo makan …(roti)”. DAS kesulitan membaca kata “nomo”. Saat guru membantu mengeja, DAS tidak merespon. Ia terdiam. Ia juga melihat kearah A yang sedang memaikan uang.
Guru kembali mengulang perintah “danaang…ini bacanya apaa?” “naaang…”. Guru pun harus mengalihkan pandangan DAS kearah buku. guru kembali memberikan stimulus pertanyaan seperti “ nomo makan apa ini?” “er-o-ro-te-i-ti” “jadi apa?”. DAS pun merespon “rotiiii”, kemudian menuliskannya.
Setelah DAS menyelesaikan tugasnya, guru meminta DAS untuk merapihkan buku-buku dan memasukkannya ke dalam tas. DAS mampu menyelesaikan tugas yang diperintahkan. Ia pun berjalan keluar kelas untuk istirahat.
pk1.kk.12 p1.kk.24 p1.kk.25; p1.kk.26; se1.kk.5 p1.kk.27 ; guru.1.mp21 guru.1.mp22 OBS IV
Catatan Lapangan (Observasi) Koding
85 merah, dan mengenakan sepatu kets hitam.
Guru meminta DAS untuk duduk yang rapih dan berdoa.
DAS sudah mulai terbiasa dengan kehadiran peneliti di kelas.
Guru membantu DAS dalam membacakan soal
Guru juga membimbing DAS dalam memilih jawaban
Guru membantu dengan memberikan stimulus berupa pertanyaan, perumpamaan, dll
guru.1.mp23
86
Tabel 14. Koding Catatan Lapangan (Observasi) Subjek RK
OBS I
Catatan Lapangan (Observasi) Koding
Pelajaran dimulai pukul 08.00 WIB
RK datang mengenakan baju puti-merah dan sepatu kets berwarna hitam.
Penampilan RK saat datang ke sekolah terlihat tidak rapih. Hal ini tampak pada seragam yang dikenakan RK yang tidak dimasukan. RK juga mengenakan kaos berlengan sebagai lapisan baju seragam. Hal ini membuat baju RK dengan kaos terlihat balapan.
Saat tiba di kelas RK tidak langsung mengikuti pelajaran, namun RK izin ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi.
Di kelas telah tersedia alat mandi dan handuk bagi siswa. RK kembali dalam waktu beberapa menit
Pelajaran bahasa Indonesia pada saat itu mengenai kata berimbuhan, yakni imbuhan awalan-akhiran, contoh :
6. Memotong 7. Menyapu 8. Mencangkul 9. Memberi 10. Mencuci
Guru menuliskan kata-kata di kertas dan meminta murid untuk menyalin kemudian dibaca. Guru juga menuliskan kata-kata di papan
87 tulis.
Suasana kelas sangat ramai. Hal ini dikarenakan ruang kelas yang besar dan dalam satu ruang kelas besar terdiri dari 4 kelas yang dipegang oleh 3 orang guru. Guru kelas 3 sendiri pun memegang kelas-kelas yang lebih besar, yakni kelas 4 dan 5. Hal ini pula yang membuat RK kurang mendapat perhatian penuh dari guru.
Kelas tiga terdiri dari 2 orang siswa, yakni RK dan PW. Namun, pada pertengahan semester (setelah observasi kelas selesai) PW pindah ke sekolah reguler (normal).
Guru harus memberikan beberapa materi bahasa Indonesia yang berbeda pada setiap murid pada tingkatan yang berbeda pula.
RK termasuk anak yang berani bertanya kepada guru bila ada hal yang tidak dimengerti olehnya. Seperti “pak..ini (menunjuk kata memotong) bacanya gimana pak?”
Saat membaca, RK masih mengeja dan banyak dibantu oleh Guru
Saat membaca kata “memotong”. RK kesulitan mengeja suku kata “ng”.
Ia juga mengalami kesulitan dalam mengeja kata “menyapu”. RK mengenali huruf “y” menjadi “l”
RK membaca huruf “u” menjadi “a” pada kata “mencangkul”
Ia juga bertanya kepada guru “iki i opo l?”
Saat mengeja kata “mencangkul”, RK membaca menjadi “memotong”, “menyangkul”, seperti menebak-nebak kata.
RK sering terburu-buru dalam mengeja kata. Sehingga ia seringkali
guru.2.mp2 m2.kk1; se2.kk.1 pk2.kk.1; se2.kk.2 pk2.kk.2 pk2.kk.3 pk2.kk.4 pk2.kk.5 ; mm2.kk.1 pk2.kk.6 ; p2.kk.1
88 melakukan kesalahan dalam menyimpulkan ejaan. seperti pada kata “memberi”, yang ia baca menjadi “bermain”, serta pada kata
“mencuci” yang ia baca menjadi “nyuci”.
Guru juga memberikan soal melengkapi kalimat. Murid diharapkan dapat membenarkan kata yang di dalam kurung menjadi sebuah berimbuhan seperti yang telah diajarkan. Contoh :
6. Pak tani (potong) rumput 7. Ibu (sapu) halaman 8. Novita (cuci) sepatu 9. Powel (main) bola 10. Risky (beri) makan ayam
Guru memberikan contoh pada kalimat pertama dengan menjelaskan “pak tani potong rumput (sambil menunjuk kalimat). Seharusnya apa?”
Para siswa mendengarkan guru memberi penjelasan tanpa menjawab. Guru kemudian melanjutkan “harusnyaaa.. pak tani memotong rumput
(guru menuliskan kata memotong di papan tulis)”
Saat diberikan soal melengkapi kalimat, RK mengalami kesulitan dalam membaca.
RK juga tampak belum memahami perintah guru dalam mengerjakan soal. Ia berdiskusi dengan teman lain di kelas.
Hal ini terlihat saat RK mengerjakan soal berikut : “Ibu (sapu)
halaman”. RK membaca dengan bantuan PW. PW membetulkan kata-kata yang salah dieja oleh RK seperti kata-kata “halaman” yang dieja RK
guru.2.mp3
guru.2.mp4
guru.2.mp5
se2.kk.3
89 “hamaman”.
RK bertanya pada guru “pak gimana sih menulis menyapu?”. Namun guru tidak memberikan respon dikarenakan guru sedang memberikan materi kepada siswa dari kelas lain. RKpun bertanya kepada PW “gimana sih nulis menyapu?”.
PW mampu membaca dengan lancar dan dapat menyelesaikan soal dengan cepat.
Ia juga sering terlihat bermain sendiri, mengabaikan tugas yang diberikan guru, serta beberapa kali mengganggu RK.
RK tampak serius mengerjakan tugas yang diberikan guru. Ia
menyalin kalimat-kalimat yang ada di papan tulis ke dalam buku tulis.
Guru meninggalkan kelas. Hal ini membuat siswa harus belajar sendiri.
Keadaan kelas yang tidak kondusif (berisik) membuat siswa tidak fokus dalam mengerjakan tugas. Hal ini tampak pada beberapa siswa yang mengabaikan tugas dan saling mengobrol. RK yang tadinya menulis pun menghentikan kegiatannya dan memilih untuk bermain bersama PW.
RK juga bermain bersama NV (siswa kelas 4).
NV dan RK berdiskusi tentang soal di papan tulis. Mereka mengeja bersama kalimat “powel (main) bola”. Namun, RK melakukan kesalahan dalam mengerjakan soal. Ia tidak melakukan perubahan kata dasar menjadi kata berimbuhan. Kata “main” tetap menjadi “main” (seharusnya “main” menjadi “bermain")
m2.kk.2 ; guru.2.mp6; se2.kk.5
p2.kk.2 guru.2.mp7
p2.kk.3; p2.kk.4; se2.kk.6
90
RK juga mengerjakan soal “Rizki (beri) makan ayam” bersama NV. Mereka membaca kalimat tersebut menjadi “ rizki bermain ayam”, RK mengalami kesulitan saat membaca kata “beri+makan”.
Setelah selesai, guru datang kembali dan mengajak siswa untuk menyelesaikan soal di papan tulis bersama-sama.
Guru meminta siswa untuk menirukan kalimat yang diucapkan guru. Siswa bersama-sama mengikuti perintah guru. Setelah selesai, para siswa dipersilahkan istirahat. Merekapun berlarian keluar kelas.
pk2.kk.9
guru.2.mp8
OBS II
Catatan Lapangan (Observasi) Koding
Pelajaran dimulai pukul 08.00 WIB. Seperti minggu sebelumnya, RK mengenakan seragam kemeja putih dan celana pendek merah yang terlihat tidak rapih.
Pelajaran bahasa Indonesia kali ini membahas mengenai hari pahlawan dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober. Guru menuliskan teks sumpah pemuda di papan tulis. Guru meminta para murid (yang terdiri dari kelas 3,4, dan 5) untuk membaca teks sumpah pemuda dengan mengikuti ucapan guru.
RK mampu mengikuti ucapan guru
Setelah membaca teks sumpah pemuda, guru juga meminta murid untuk membaca cerita pendek di buku pelajaran
RK mampu mengeja kata, namun kesulitan menggabungkan kata
guru.2.mp9
91 menjadi kalimat yang kompleks.
RK mengeja kata dalam hati. Ia juga cenderung terburu-buru dalam menyimpulkan bacaan sehingga ia tampak seperti menebak-nebak kata.
Dalam membaca guru tampak hanya memberikan sedikit bimbingan kepada RK. Guru hanya membetulkan kata-kata yang salah.
Dalam membaca teks, guru meminta murid secara satu persatu membaca. Hal ini membuat kelas sangat ramai saat salah satu murid