• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV DESKRIPSI DAN INTERPRETASI DATA

5.1.5 Sarana Komunikasi

Adapun sarana komunikasi yang digunakan masyarakat di Desa Silima Kuta adalah telepon genggam. Telepon genggam sudah dimiliki oleh setiap Rumah tangga yang ada di desa ini. Selain itu kebanyakan masyarakat juga sudah memiliki TV yang juga digunakan sebagai sarana informasi bagi masyarakat.

6.1 Profil Informan

6.1.1 Informan Kunci ( Keluarga Yang Tinggal di Desa Silima Kuta)

1. Nama : K Berutu Umur : 65 Tahun Jenis Kelamin : Laki:laki

Alamat : Jl. Serdang No 106 Silima Kuta Agama : Islam

Suku/ etnis : Pak:Pak Jenis Pekerjaan : Petani Status : Menikah Pendidikan Terakhir : SD Jumlah tanggungan : 3 orang Asal Daerah : Silima Kuta

Pak K Berutu adalah seorang warg pendatang yang sudah tinggal selama 34 tahun di desa ini. Pak K Berutu bekerja sebagai petani, tapi pada awalnya pekerjaan Beliau sebagai tukang jahit, tapi karena usaha jahit Beliau tempur dan Beliau merasa jika penghasilannya tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarganya, sehingga terpaksa Beliau beralih menjadi seorang petani tapi Beliau juga tetap menjalankan usaha jahitnya sebagai pekerjaan sampingan. Kini Beliau sudah berumur 65 Tahun dan tinggal bersama istri dan 2 orang anaknya yang masih

menjadi tanggungannya tingga di rumah semi permanen. Sejak kecil Beliau sudah terbiasa untuk membantu orang tuanya bertani. Dari situlah kemampuannya untuk bertani dan mengolah usaha taninya sendiri, sehingga sampai sekarang Beliau sudah terbiasa dan menguasai teknik bertani.

Dalam pengolahan tanamannya, beliau harus mengeluarkan biaya perawatannya sebesar Rp. 1.000.000 pertiap bulannya, sedangkan penghasilan yang diperoleh Beliau sebesar Rp.8.00.000 pertiap bulannya. Jika dilihat dari kepemilikan lahan, memang Beliau mengelola lahan miliknya

sendiri. Adapun luas lahan yang dimiliki keluarga Beliau berkisar ≤ 2 Ha.

Menurutnya, jika hanya mengandalkan penghasilan dari hasil usaha tani , tidak akan cukup untuk menutupi dan membiayai perawatan tanamannya, dan juga untuk menutupi kebutuhan keluarga, terpaksa Beliau mengambil sebuah strategi yaitu dengan meminjam uang dari rentenir, tetangga dan terkadang Beliau juga sampai mengajukan pinjaman kredit ke Bank. Selain mencari solusi untuk mengatasi keterbatasan dibidang ekonomi atau biaya, Beliau juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang dibentuk oleh para petani di Desa Silima Kuta seperti kelompok tani. Tujuan dari dibentuknya kelompok ini yaitu sebagai wadah dan tempat para petani miskin untuk bertukar pikiran dan membahas tentang keluh kesah antar anggota kelompok tani.

Selain itu ditanya tentang kondisi usaha tani Beliau, menurut Beliau, masalah kegagalan dalam usaha tani sudah biasa dihadapi oleh Beliau. Menurutnya kegagalan yang terjadi pada usaha tani Beliau diakibatkan perubahan cuaca yang tidak menentu. Akibatnya tanaman Beliau rusak, seperti pada tanaman jeruk Beliau buahnya menjadi busuk sehingga hasilnya tidak bisa dipasarkan karena bisa mengecewakan pelanggan. Tapi meskipun dengan keadaan demikian Beliau tidak pernah menyerah dan meninggalkan usaha taninya atau sampai beralih profesi karena kegagalan usahanya. Tapi Beliau tetap mempertahankannya . Menurut Pak K Berutu,

alasannya tetap bertahan dengan pekerjaannya sebagai petaniadalah pekerjaan yang mulia dan sudah mendarah daging dan sudah turun-temurun dari nenek moyangnya.

Jika dilihat dari akses dan fasililitas yang digunakan oleh keluarga Beliau, dimana jenis penerangan yang digunakan keluarga Beliau adalah dari PLN. Selain itu bahan bakar yang digunakan yaitu masih menggunakan kayu bakar, sumber air yang digunakan keluarga Beliau melalui air PAM, dan kepemilikan MCK keluarga Beliau sudah milik pribadi meskipun hanya sederhana dan kondisi bangunan rumah Beliau masih dalam semi permanen dimana tembok rumahnya yang masih terbuat dari kayu atau papan dan lantainya yang masih terbuat dari semen. 2 . Nama : R Berutu

Umur : 25 Tahun Jenis Kelamin : Perempuan

Alamat : Jl. Serdang No 106 Silima Kuta Agama : Islam

Suku/ etnis : Pak:Pak Jenis Pekerjaan : Petani

Status : Menikah Pendidikan Terakhir : S1 Jumlah tanggungan : 2 orang Asal Daerah : Silima Kuta

Ramadhani Berutu merupakan seorang ibu rumah tangga. Beliau tinggal bersama suami dan 1 anaknya di rumah yang masih dalam kondisi mengontrak rumah. Adapun besar jumlah kontrakan yang harus dibayar oleh Buk R Berutu sebesar Rp. 2.000.000/tahun. Beliau sekarang sudah berumur 25 tahun. Buk Rhamadhani juga bekerja sebagai petani dan juga memiliki

pekerjaan sampingan sebagai guru honorer di Madrasah.. Sama halnya dengan Pak K Berutu, pada saat diwawancarai, bahwa Buk R juga memiliki kendala dalam usaha taninya. Sesuai dengan pengakuannya bahwa masalah yang sedang terjadi dalam usaha taninya adalah dari segi modal, faktor dari iklim dan dari segi teknologi.

Menurut R Berutu permasalahan ekonomi atau modal sangat menggeluti usaha taninya, dikarenakan sulitnya memperoleh sumber modal, serta hasil pemasaran hasil pertaniannya yang sangat menurun. Akibatnya modal yang dibutuhkanya tidak sesuai dengan pendapatannya yang harus digunakan kembali untuk biaya usaha tani, selain itu hampir tidak mencukupi untuk biaya hidup sehari-hari. Dari segi teknologi juga Ia merasa sangat berat, dimana dalam mengolah lahan pertaniannya Ia harus mengerjakan nya dengan manual dan pastinya akan memakan waktu yang lama. Mirisnya lagi lahan yang dikelolanya masih dalam status menyewa dan lahan yang di sewanya tidak begitu luas. Selain itu kendala yang paling tidak bisa dihindari oleh buk R Berutu terkait usaha taninya adalah masalah perubahan cuaca yang tak menentu. Akibatnya tanaman yang sudah ditanam menjadi rusak dan pertumbuhannya tidak maksimal.

Setiap bulannya Ia hanya memperoleh pendapatan sebesar Rp. 5.00.000/bulannya, sedangkan besar biaya yang harus dikeluarkan beserta biaya pertaniannya setiap bulannya hampir Rp. 1.000.000/bulannya. Sedangkan penghasilan yang diperoleh Buk R Berutu dari pekerjaannya sebagai guru honorer sebesar Rp. 3.000.000/tiga bulan. Dengan berbagai kendala dan kegagalan yang dihadapi Buk R Berutu tidak membuatnya untuk menyerah dan meninggalkan usaha taninya, karena Ia tidak pernah putus asa dalam mencari solusi dan bagaimana strategi yang harus dilakukannya untuk memecahkan masalah usaha taninya.

Jika dilihat dari penggunaan akses kebutuhaan rumah tangga yang digunakan keluarganya seperti dari segi penerangan yang digunakan sudah menggunakan PLN dan MCK keluarganya masih menggunakan MCK darurat, serta sumber air yang digunakan keluarganya masih bergantung ke BAK Mandi umum.

3 . Nama : Buk Arman Manik Umur : 50 Tahun

Jenis Kelamin : Perempuan

Alamat : Jl. Serdang No 106 Silima Kuta Agama : Kristen

Suku/ etnis : Pak-Pak Jenis Pekerjaan : Petani

Status : Menikah Pendidikan Terakhir : SD Jumlah tanggungan : 4 orang Asal Daerah : Silima Kuta

Buk arman merupakan seorang petani, dimana Beliau tinggal bersama suami dan 4 orang anak yang masih menjadi tanggungannya tinggal dirumah yang semi permanen. Buk arman kini berusia 50 tahun. Pekerjaan buk arman hanya bekerja sebagai petani dan kini hanya beliau yang menjadi tulang punggung keluarga dan memenuhi kebutuhan keluarganya, mengingat keadaan suaminya yang sudah sakit-sakitan dan tidak dapat bekerja seperti sebelumnya dan hanya berada dirumah saja. Menurut penuturan Beliau, sekarang dia sedang menghadapi situasi dan kondisi yang rumit, terutama terkait dengan usaha taninya.

Masalah yang kini menimpa usaha Beliau terkait dengan masalah modal atau keuangan. Menurutnya tanpa adanya modal atau uang maka usaha taninya tidak bisa berjalan dan terbengkalai. Seperti contoh kecil, dengan membeli pupuk saja beliau tidak mampu karena minimnya keuangan. Karena itu tanamannya tidak terawat dan rusak. Seperti yang terlihat dilapangan bahwa tanaman yang kini sedang dikelola Beliau seperti: jeruk, jagung, padi. Adapun luas lahan yang dimiliki oleh keluarga Beliau sekitar ±1 Ha. Menurut penuturan Beliau dulunya keluarganya memiliki lahan yang cukup luas, tapi karena akibat kebutuhan yang sangat mendesak dan butuh biaya yang besar maka lahan tersebut terjual dan kini hanya tinggal lahan yaang tersisa menjadi andalan keluarganya untuk berusaha. Memang jelas terlihat bahwa akibat kekurangan dan keterbatasan Beliau tersebut, membuat tanamannya hampir banyak yang gagal dan rusak akibat tidak diberi pupuk.

Setiap bulannya Beliau hanya memiliki pendapatan yang sangat minim kira-kira hanya terkumpul sekitar Rp. 5.00.000-Rp. 1.000.000, sedangkan pengeluaran Beliau jika dikalkulasikan tidak sesuai dengan hasil yang diperoleh Beliau, dimana beliau harus mengeluarkan biaya sekitar Rp. 1.000.000- Rp.2.000.000 perbulannya. Sehingga Beliau harus mencari jalan keluar untuk mencukupi kebutuhannya, serta untuk agar membantu kebutuhan usaha taninya. Menurut penuturan Beliau, setiap harinya dia harus bekerja atau menjual tenaganya kepada orang lain dengan bekerja dilahan petani kaya yang ada di desa tersebut, dimana tenaga Beliau hanya dibayar sekitar Rp. 50000 untuk perharinya. Hampir setiap hari Beliau bekerja secara bergiliran dilahan orang untuk mencari uang tambahan, sehingga membuat usaha tani Beliau menjadi tidak terawat. Tetapi terkadang setelah Beliau selesai bekerja di lahan orang, maka Beliau juga menyempatkan untuk pergi keladangnya .

Jika dilihat dari segi akses kebutuhan rumah tangga, keluarga Beliau juga masih menggunakan kayu bakar sebagai sarana memasak dan sumber penerangan dari PLN. Sedangkan sumber air yang diperoleh keluarganya masih mengandalkan BAK umum, serta kondisi MCK keluarganya masih menggunakan WC darurat.

4. Nama : Buk T Tumangger Umur : 50 Tahun

Jenis Kelamin :Perempuan

Alamat : Jl. Serdang No 106 Silima Kuta Agama : Kristen

Suku/ etnis : Pak:Pak Jenis Pekerjaan : Petani

Status : Menikah Pendidikan Terakhir : SD Jumlah tanggungan : 3 orang Asal Daerah : Silima Kuta

Ibuk T Tumangger merupakan seorang warga yang memiliki kehidupan yang bisa dikatakan cukup memprihatinkan, dimana Beliau memiliki 4 orang anak. Dikatakan memprihatinkan karena Beliau harus menghidupi ke 4 anaknya sendiri yang tingggal di rumah yang masih dalam keadaan semi permanen. Meskipun Beliau masih memiliki seorang suami dimana suami memiliki istri lain dan suaminya hanya tinggal dengan istrinya yang kedua. Beliau kesehariannya bekerja sebagai petani. Beliau tinggal di jln serdang no 106 silima kuta dan Beliau sudah sangat lama tinggal di desa tersebut kira-kira sudah sampai 30 tahun.

Alasan Beliau untuk tetap mempertahankan usaha taninya karena Beliau merasa bertani bisa memberikan sedikit demi sedikit penghasilan untuk keluarganya meskipun seringkali Beliau mengalami kendala dalam usaha taninya. Beliau menama berbagai tanaman di kebunnya seperti: kopi, cabe dan sebagian menanam padi di sawah. Adapun luas lahan yang dimiliki keluarga Beliau sekitar 2Ha. Dari tanaman yang diolah oleh Beliau , setiap bulannya Beliau hanya mendapat penghasilan sebesar Rp. 3.00.000, sedangkan biaya yang harus dikeluarkan Beliau untuk kebutuhan keluarganya sebesar Rp. 5.00.000. terkadang Beliau kualahan untuk menutupi semua biaya untuk kebutuhan keluarganya, belum lagi biaya untuk perawatan tanamannya.

Saat ditanya masalah usaha taninya, Beliau mengakui bahwa banyak sekali kendala yang dihhadapi Beliau dengan usaha taninya. Pertama Beliau terkendala dalam masalah modal atau keuangan untuk digunakan merawat tanamannya, kedua Beliau juga terkendala dengan masalah tenaga kerja, dimana untuk mengurus usaha taninya Beliau merasa tidak mampu jika hanya mengandalkan tenaganya saja, menurut Beliau jika saja Beliau memiliki alat –alat pertanian untuk mengolah lahan pertaniannya, pasti akan terasa ringan dan proses pengerjaannya juga makin cepat, tapi karena keterbatasan tenaga , Beliau harus sabar mengerjakan lahan pertaniannya sedikit demi sedikit. Jika ditanya masalah lahan, beliau juga memiliki lahan yang cukup luas, tapi menurutnya karena tidak ada yang mengerjakan, terpaksa lahannya menjadi kosong dan tidak terpakai.

Dari penggunaan akses rumah tangga, dimana dari segi penerangan keluarga Beliau sudah menggunakan PLN. Akses untuk memasak yang digunakan keluarga Beliau masih menggunakan kayu bakar. Selain itu kondisi tempat MCK keluarga Beliau masih sangat memprihatinkan dan sumber air yang digunakan keluarga Beliau harus diambil dari sungai yang

berada di belakang rumah. Tapi meskipun dengan keadaan yang cukup sederhana tapi keluarga Beliau tetap harmonis dan mensyukuri apa yang ada.

5 . Nama : Pak Masri Berutu Umur : 45 Tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki

Alamat : Jl. Serdang No 106 Silima Kuta Agama : Kristen

Suku/ etnis : Pak:Pak Jenis Pekerjaan : Petani

Status : Menikah Pendidikan Terakhir : SMP Jumlah tanggungan : 5 orang Asal Daerah : Silima Kuta

Pak Masri Berutu memiliki seorang istri dan 4 orang anak yang masih menjadi tanggungannya dan tinggal di rumah yang masih semi permanen. Kesehariannya Beliau bekerja sebagai petani. Beliau bersama-sama dengan istrinya bekerja sebagai petani. Tetapi selain bertani Beliau juga memiliki pekerjaan sampingan yaitu sebagai pengambil kemenyan dihutan. Adapun usaha tani yang sedang dikelola Beliau yaitu padi sawah, kopi dan jagung. Lahan yang sedang dikelola oleh keluarga Beliau merupakan lahan milik sendiri meskipun tidak begitu luas. Adapun luas lahan yang dimiliki keluarga Beliau Sekitar ±1 Ha. Beliau sangat menekuni profesinya sebgaai petani terlihat dari hasil tanamannya yang sangat subur dan terawat .

Beliau mengatakan meskipun tanamannya terlihat bagus dan terawat tetapi banyak kendala yang dihadapi oleh Beliau terkusus kepada kondisi usaha taninya. Menurutnya

tanamannya akan sangat bagus lagi bila ditunjang dengan modal yang cukup dan lingkungan yang mendukung. Menurut Beliau modal yang cukup artinya, dengan adanya modal atau biaya maka beliau bisa membeli kebutuhan untuk perawatan tanamannya seperti pupuk, kompos dan bibit yang bagus. Selain itu dengan adanya biaya maka Beliau pasti bisa membeli alat-alat pertanian untuk mempermudah proses pengolahan taninya. Tapi karena keterbatasan modal tersebut Beliau harus meminimalisir pemberian perawatan untuk tanamannya. Selain itu Beliau juga harus mengerahkan seluruh tenaganya untuk menggarap lahannya.

Meskipun begitu beliau tetap berusaha untuk mempertahankan usaha taninya dengan baik. Setiap bulannya beliau mendapatkan penghasilan sebesar Rp. 1.500.000 sedangkan total pengeluaran keluarga Beliau sebesar Rp. 2.000.000. Jumlah penghasilan yang diperoleh Beliau memang tidak sesuai dengan besar biaya yang harus dikluarkan keluarga Beliau. Menurut Beliau jika hanya mengandalkan hasil pertaniannya maka tidak akan cukup, sehingga Beliau mencari pekerjaan sampingan dengan mengambil kemenyan (kemenjen) di hutan. Lamanya Beliau dihutan tergantung berapa banyak hasil kemenyan yang diperoleh. Hampir 2 minggu beliau harus berada dihutan untuk mencari kemenyan ( kemenjen) ,sehingga terpaksa istrinya seorang diri untuk mengurus usaha taninya.

Dilihat dari penggunaan akses kebutuhan rumahtangga Keluarga Beliau, dimana Sistem penerangan yang digunakan keluarga Beliau sudah menggunakan sumber PLN dan sumber air bersih yang dikonsumsi keluarga Beliau hingga pemakaian MCKnya masih menggunakan fasilitas umum seperti BAK umum.

6 . Nama : Pak Shela Banurea Umur : 40 Tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki

Alamat : Jl. Lae Langge N0 102 Silima Kuta Agama : Kristen

Suku/ etnis : Pak:Pak Jenis Pekerjaan : Petani

Status : Menikah Pendidikan Terakhir : SMP Jumlah tanggungan : 4orang Asal Daerah : Silima Kuta

Pak Shela Banurea adalah seorang petani, dimana Beliau memiliki istri dan 3 orang anak yang masih menjadi tanggungan yang tinggal di rumah yang masih semi permanen. Selain sebagai petani, Beliau juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai kuli bangunan. Dari pekerjaannya sebagai petani sekaligus sebagai kuli bangunan, Beliau dan istrinya bisa mendapatkan penghasilan perbulannya sebesar Rp. 1.000.000-2.000.000, itupun tidak menentu karena tergantung dari kapan Beliau dipanggil untuk bekerja di bangunan. Hasil yang didapatkan Beliau juga kadang tidak mencukupi kebutuhan keluarganya terlebih ditambah lagi untuk biaya usaha taninya. Terkait masalah usaha taninya, Beliau dan istrinya memiliki kendala dalam proses perawatan tanamannya. Dimana tanaman yang diolah oleh keluarga beliau seperti: kopi, padi, cabe. Adapun luas lahan yang dimiliki keluarga Beliau ±1 Ha. Untuk merawat tanamannya, Beliau dan istrinya memerlukan cukup biaya yang besar untuk mendapatkan hasil yang bagus. Untuk biaya perawatannya saja Beliau mengeluarkan biaya sebesar ± Rp. 1.000.000 untuk tiap bulannya, belum lagi untuk menutupi biaya sehari-hari. Tetapi meskipun dengan banyaknya

kekurangan beliau dan istrinya tidak pernah putus asa untuk mempertahankan usaha taninya. Selain itu beliau juga memiliki lahan yang tidak begitu luas, tapi lahan yang diolah keluarga Beliau merupakan lahan milik sendiri.

Selain itu rumah yang sekarang ditempati oleh keluarga Beliau merupakan milik sendiri, meskipun dulunya keluarga Beliau tinggal di ladang yang merupakan gubuk kecil yang terbuat dari jerami. Tapi sekarang berkat dari bantuan bedah rumah yang diberikan oleh pemerintah maka keluarganya sudah menetap di Desa tersebut meskipun hanya sederhana. Selain itu sumber penerangan yang digunakan keluarga Beliau sudah menggunakan sumber PLN dan sumber iar untuk kebutuhan keluarganya diperoleh dari BAK Umum.

7 . Nama : Pak Sadar Berutu Umur : 40 Tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki

Alamat : Jl. Serdang No 106 Silima Kuta Agama : Islam

Suku/ etnis : Pak:Pak Jenis Pekerjaan : Petani

Status : Menikah Pendidikan Terakhir : SMP Jumlah tanggungan : 5 orang Asal Daerah : Silima Kuta

Pak Sadar Berutu merupakan seorang petani yang memiliki istri dan 4 orang anak yang masih menjadi tanggungannya yang tinggal di rumah yang masih dibilang semi permanen. Beliau telah tinggal dan menetap di desa tersebut selama 40 tahun. Kesehariaannya Beliau dan istrinya

bekerja sebagai petani. Adapun jenis usaha tani yang dikelola keluarga Beliau yaitu: kopi, padi dan jagung saja. Selain itu lahan yang digarap oleh keluarga Beliau merupakan lahan milik sendiri meskipun lahan yang ada tidak begitu luas. Adapun luas lahan yang dikelola keluarga Beliau hanya berkisar ± 1Ha saja. Tapi dengan lahan yang sedikit itu Beliau dan keluarga memanfaatkannya dengan maksimal. dalam mengolah usaha taninya Beliau juga sangat terkendala diakibatkan karena tanamannya yang masih kurang perawatan dan banyak gangguan hama yang mengakibatkan tanamannya tidak memberikan hasil yang begitu baik. Menurut Beliau setiaap bulannya beliau memerlukan biaya untuk perawatan usaha taninya sebesar Rp. 5.00.000, sedangkan kebutuhan hidup untuk keluarga Beliau untuk setiap bulannya hampir mencapai ±Rp. 2.000.000. Selain faktor modal yang dihadapi Beliau, ternyata dengan keterbatasan lahan juga menjadi kendala. Karena menurut beliau jika dengan adanya lahan yang luas maka akan bisa memperluas usaha taninya sehingga dapat menambah pendapatan keluarga.

Menurut penuturan beliau, untuk setiap bulannya penghasilan yang diperoleh keluarga Beliau hanya sebesar Rp. 5.00.000- Rp.1.000.000 saja. Beliau merasa dengan mengandalkan penghasilan sekian maka tidak cukup untuk menutupi kebutuhan keluarganya.

Untuk masalah penggunaan akses rumah tangga, dimana Beliau juga masih menggunakan sumur sebagai sumber air karena tempat tinggal keluarganya terbilang jauh dari perkampungan dan kondisi MCK keluarganya masih menggunakan WC darurat. Sedangkan sumber penerangan yang digunakan keluarga Beliau sudah menggunakan sumber PLN.

8 . Nama : Buk Marisa Berutu Umur : 35 Tahun

Jenis Kelamin : Perempuan

Alamat : Jl. Serdang No 106 Silima Kuta Agama : Islam

Suku/ etnis : Pak:Pak Jenis Pekerjaan : Petani

Status : Menikah Pendidikan Terakhir : SMA Jumlah tanggungan : 5orang Asal Daerah : Silima Kuta

Buk Marisa adalah seorang petani. Memiiliki suami dan 4 orang anak yang masih menjadi tanggungannya tinggal dirumah yan semi permanen.. Beliau kesehariannya bekerja sebagai petani. Begitu juga dengan suaminya yang bekerja sebagai petani dan memiliki pekerjaan sampingan sebagai kuli bangunan. Beliau sudah bekerja sebagai petani selama 10 tahun. Setiap harinya sebelum berangkat keladang, terlebih dahulu Ia harus mengurusi anak-anaknya untuk berangkat sekolah dan setelah itu barulah Beliau berangkat menuju keladang bersama-sama dengan suaminya. Adapun jenis tanaman yang dikelola oleh keluarga beliau seperti kopi, jagung dan padi serta ada juga jenis-jenis sayuran lainnya. Sedangkan lahan yang digarap oleh keluarga beliau merupakan lahan milik sendiri meskipun dari hasil pemberian orang tuanya. Adapun luas lahan yang dimiliki keluarga Beliau sekitar 1 Ha . Alasan Beliau untuk tetap bertahan sebagai petani dan mempertahankan usaha taninya karena menurut Beliau, meskipun hanya sedikit yang diperoleh ddari hasil usaha taninya, tapi bisa sedikit membantu kehidupan keluarganya. Adapun jumlah pendapatan yang diperoleh keluarga Beliau dari usaha taninya dalam sebulan sebesar Rp.

5.00.000- Rp.1.000.000 perbulannya, itupun terkadang hasilnya tidak menentu akibat dari banyaknya kendala-kendala yang ada dalam usaha taninya. Sedangkan jumlah penghasilan yang diperoleh suaminya dari hasil kuli bangunan sebesar Rp. 5.0000/hari. Menurut penuturan Beliau kendala-kendala tersebut berupa keuangan yang terbatas untuk perawatan usaha taninya, selain itu ada juga diakibatkan dari keadaan iklim yang tidak menentu serta gangguan hama. Hal ini yang sering membuat usaha taninya bisa gagal panen dan hasilnya yang tidak menguntungkan. Menurut Beliau jika hanya mengharapkan dan menunggu hasil dari usaha taninya, maka tidak akan cukup untuk menutupi kebutuhan keluarganya. Kebetulan suami Beliau juga ikut membantu dengan bekerja sampingan sebagai kuli bangunan.

Sumber penerangan yang digunakan keluarganya sudah menggunakan sumber PLN. Selain itu alat memasak yang digunakan keluarga Beliau masih menggunakank kayu bakar, sedangkan sumber air untuk kebutuhan keluarganya sehari-hari masih mengandalkan sumber air dari BAK umum yang ada di desa tersebut.

9 . Nama : Pak Lius Tumangger Umur : 50 Tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki

Alamat : Jl. Serdang No 106 Silima Kuta Agama : Kristen

Suku/ etnis : Pak:Pak Jenis Pekerjaan : Petani

Dokumen terkait