curah hujan hari hujan maksimum minimum
2.2.5.1. Prasarana Dasar 1. Air Bersih
2.2.5.2.1. Sarana pendidikan
2.2.5.2. Sarana
2.2.5.2.1. Sarana pendidikan
Peningkatan sumber daya manusia di Kota Manokwariterlihat sudah cukup maju. Hal ini dapat kita lihat dengan adanya pembangunan serta penyediaan fasilitas pendidikan yang menjadi sarana pendukungnya. Salah satu kebutuhan dasar masyarakat adalah Pendidikan. Semakin banyak masyarakat yang dapat memperoleh pendidikan, maka semakin tinggi kualitas kehidupan dan lingkungannya. Pengembangan fasilitas pelayanan pendidikan dimungkinkan dengan mengacu pada standar SNI yang berlaku, yakni SNI 03-1733-1989. SNI tersebut berisi tentang tata cara perencanaan kawasan perumahan kota. Dimana di dalamnya diatur standar daya layan dan kebutuhan luas lahan minimum untuk masing-masing jenis fasilitas pendidikan.
Jenis fasilitas pendidikan yang diatur mencakup tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Untuk akademi, universitas, dan sejenisnya tidak diatur dalam SNI karena memiliki skala pelayanannya sangat luas (provinsi, nasional, dan atau internasional). Pada BWP Manokwari terdapat beberapa Akademi, Universitas, dan Sekolah Tinggi lainnya. Antara lain: Universitas Negeri Papua (UNIPA), Institut Sains Dan Teknologi Indonesia
STUDIO PERENCANAAN KOTA MANOKWARI 27 Manokwari, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Manokwari, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mah-Eisa, Politeknik Cratindo Manokwari, dan STKIP Muhammadiyah Manokwari.
Tabel 2.15
Kondisi kondisi fasilitas sarana pendidikan di Kota Manokwari tahun 2012
Distrik Penduduk 2012
Jumlah Fasilitas Eksisting Kebutuhan 2012 TK SD SLTP SMA TK SD SLTP SMA manokwari barat 82.451 18 34 10 11 66 52 17 17 Manokwari timur 9.673 2 9 2 2 8 6 2 2 Manokwari utara 3.146 1 8 1 0 3 2 1 1 Manokwari selatan 14.332 2 9 1 0 11 9 3 3 Jumlah 23 60 14 13 88 69 23 23
Sumber : Kota Manokwari dalam Angka diolah (Analisis Studio 2012)
Pada Tahun 2017, jumlah penduduk di BWP Manokwari diproyeksikan menjadi 151.343 jiwa. Kebutuhan fasilitas pendidikan Sub BWP A terbesar berada pada Blok A3. Kebutuhan untuk TK sebanyak 35 unit, SD 27 unit, SLTP 9 unit, dan SMA 9 unit. Sedangkan untuk Sub BWP C, kebutuhan fasilitas pendidikan terbesar terletak pada Blok C2, dengan 14 unit TK, 11 unit SD, 4 unit SLTP, dan 4 unit SMA.
Pada Tabel 5.8, terdapat hal yang menarik. Pada Sub BWP E tidak terdapat kebutuhan akan fasilitas pendidikan. Hal ini dikarenakan jumlah penduduknya yang belum memenuhi standar daya layan. Jumlah penduduk untuk Sub BWP E hanya 674 jiwa. Padahal untuk 1 (satu) unit TK saja membutuhkan 1.250 jiwa. Sehingga masyarakat di Sub BWP E harus pergi ke Sub BWP di sekitarnya untuk mengenyam pendidikan. Alternatif lainnya adalah dengan membangun fasilitas pendidikan yang saling terintegrasi, agar mampu menampung kebutuhan masyarakat. Secara keseluruhan, BWP Manokwari pada tahun 2017 membutuhkan
STUDIO PERENCANAAN KOTA MANOKWARI 28 121 unit TK, 93 unit SD, 30 unit SLTP, dan 30 unit SMA. Dengan luas kebutuhan lahan minimum terbesar adalah untuk SMA sebesar 375.000 m2.
Tabel 2.16. Proyeksi Kebutuhan Fasilitas Pendidikan Tahun 2017
Bagian Wilayah
Luas (Ha) Penduduk 2017
Kebutuhan Fasilitas
(Unit) Kebutuhan Lahan (m
2 ) TK SD SLTP SMA TK SD SLTP SMA Sub BWP A 1.652,171 93.969 76 59 19 19 38.000 118.000 171.000 237.500 A1 347,364 20.691 17 13 4 4 8.500 26.000 36.000 50.000 A2 1.033,745 29.632 24 19 6 6 12.000 38.000 54.000 75.000 A3 271,062 43.646 35 27 9 9 17.500 54.000 81.000 112.500 Sub BWP B 2.778,924 11.385 9 6 2 2 4.500 12.000 18.000 25.000 B1 519,523 3.816 3 2 1 1 1.500 4.000 9.000 12.500 B2 1.176,989 1.745 1 1 0 0 500 2.000 0 0 B3 651,527 5.131 4 3 1 1 2.000 6.000 9.000 12.500 B4 430,885 693 1 0 0 0 500 0 0 0 Sub BWP C 5.608,901 28.533 23 18 6 6 11.500 36.000 54.000 75.000 C1 2.771,538 40 0 0 0 0 0 0 0 0 C2 1.666,049 17.658 14 11 4 4 7.000 22.000 36.000 50.000 C3 1.171,314 10.835 9 7 2 2 4.500 14.000 18.000 25.000 Sub BWP D 8.257,33 16.782 13 10 3 3 6.500 20.000 27.000 37.500 D1 4.731,191 359 0 0 0 0 0 0 0 0 D2 1.744,335 9.763 8 6 2 2 4.000 12.000 18.000 25.000 D3 1.781,804 6.660 5 4 1 1 2.500 8.000 9.000 12.500 Sub BWP E 3.902,048 674 0 0 0 0 0 0 0 0 E1 729,767 311 0 0 0 0 0 0 0 0 E2 2.081,722 0 0 0 0 0 0 0 0 0 E3 1.090,559 363 0 0 0 0 0 0 0 0 Grand Total 22.199,374 151.343 121 93 30 30 60.500 186.000 270.000 375.000 Sumber: Analisis Studio, 2012
STUDIO PERENCANAAN KOTA MANOKWARI 29 2.2.5.2.2. Sarana Kesehatan
Kota Manokwarisudah memiliki beberapa fasilitas kesehatan. Untuk rumah sakit yang berada di Kota Manokwariantara lain: Rumah Sakit Umum Manokwari, Rumah Sakit TNI AL Manokwari, dan Rumah Sakit Dim 1703 Manokwari. Kondisi eksisting fasilitas kesehatan di Kota Manokwarisudah cukup memenuhi kebutuhan masyarakat. Keberadaan puskesmas tahun 2012 sudah mencukupi kebutuhan penduduk, bahkan untuk Distrik manokwari barat memiliki 3 (tiga) unit. Padahal kebutuhannya hanya 1 (satu) unit saja. Puskesmas pembantu (Pustu) yang ada juga sudah dapat memenuhi kebutuhan fasilitas. Berikut ini (Tabel 5.13) gambaran perbandingan kondisi eksisting tahun 2012 fasilitas kesehatan dengan kebutuhan fasilitas kesehatan berdasarkan daya layan menurut standar daya layan SNI.
Tabel 2.17.
Kondisi Fasilitas Kesehatan di BWP Manokwari Tahun 2012 Bagian
Wilayah
Penduduk 2012
Kondisi Eksisting Kebutuhan 2012
Puskesmas Pustu Balai
Pengobatan Posyandu Apotik Puskesmas Pustu
Balai
Pengobatan Posyandu Apotik
Manokwari barat 82.452 3 3 2 25 27 1 3 33 66 3 manokwari timur 9.674 1 5 0 14 0 0 0 4 8 0 Manokwari utara 3.147 1 4 0 11 0 0 0 1 3 0 Manokwari selatan 14.332 1 1 0 20 0 0 0 6 11 0 Jumlah 109.605 6 13 2 70 27 1 3 44 88 3 Sumber: Analisis Studio, 2012
Proyeksi kebutuhan fasilitas kesehatan pada 5 tahun pertama atau tahun 2017 dapat dilihat pada Tabel 5.14. Kebutuhan akan puskesmas tidak ditemukan pada semua Sub BWP Manokwari. Hal ini dikarenakan belum terpenuhinya standar daya layannya. Bila dilihat pada tabel sebelumnya (Tabel 5.12), kebutuhan puskesmas di Sub BWP A dan C adalah 1 (satu) unit, ini karena jumlah penduduk Sub BWP tersebut digabung. Untuk kebutuhan Pustu, di Sub BWP A membutuhkan 3 unit dan Sub BWP C membutuhkan 1 unit. Secara keseluruhan kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan BWP Manokwari tahun 2017, antara lain: 4 unit Pustu, 60 unit Balai Pengobatan, 121 unit Posyandu, dan 4 unit Apotik. 4 Unit Pustu membutuhkan lahan minimum seluas 1.200 m2, dan 60 unit balai pengobatan membutuhkan lahan 18.000 m2.
STUDIO PERENCANAAN KOTA MANOKWARI 30 Dari hasil analisis seperti tersaji pada Tabel 5.14. mengenai proyeksi fasilitas kesehatan dan kebutuhan luas lahannya pada tahun 2017, BWP Manokwari masih memiliki fasilitas kesehatan yang cukup untuk melayani kebutuhan kesehatan penduduknya. Proyeksi penduduk pada tahun 2017 masih dapat dilayani oleh ketersediaan fasilitas kesehatan yang ada saat ini (eksisting) di BWP Manokwari. Pada tahap ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas dari failitas kesehatan, karena dari sisi kuantitasnya tidak memerlukan penambahan.
Kota Manokwari, dalam hal ini lingkup BWP Manokwari, merupakan salah satu wilayah yang endemik penyakit malaria. Karena aspek kesehatan merupakan salah satu hal yang paling mendasar, maka sangat penting juga memperhatikan faktor-faktor lain penunjang fasilitas kesehatan tersebut. Seperti halnya tenaga medis, obat-obatan dan lain sebagainya. Pada Tabel sebelumnya (Tabel 5.13) sudah terlihat bahwa fasilitas yang ada saat ini terutama fasilitas kesehatan yang paling utama yaitu puskesmas dan puskesmas pembantu atau pustu, jumlah keberadaannya (unit) melebihi dari kebutuhan menurut perhitungan teknis. Tabel 5.14. menunjukkan sampai dengan 5 tahun ke depan, yaitu tahun 2017, fasilitas kesehatan yang ada masih mencukupi untuk melayani penduduk BWP Manokwari.
STUDIO PERENCANAAN KOTA MANOKWARI 31 Tabel2.17. Proyeksi Kebutuhan Fasilitas Kesehatan Tahun 2017
Sumber: Analisis Studio, 2012
Bagian Wilayah
Penduduk 2017
Kebutuhan Fasilitas (Unit)
Kebutuhan Luas Lahan (m2)
Puskesmas Pustu Balai
Pengobatan Posyandu Apotik Puskesmas Pustu
Balai
Pengobatan Posyandu Apotik
Sub BWP A 93.969 0 3 37 76 3 0 900 11.100 4.560 750 A1 20.691 0 1 8 17 1 0 300 2.400 1.020 250 A2 29.632 0 1 12 24 1 0 300 3.600 1.440 250 A3 43.646 0 1 17 35 1 0 300 5.100 2.100 250 Sub BWP B 11.385 0 0 5 9 0 0 0 1.500 540 0 B1 3.816 0 0 2 3 0 0 0 600 180 0 B2 1.745 0 0 1 1 0 0 0 300 60 0 B3 5.131 0 0 2 4 0 0 0 600 240 0 B4 693 0 0 0 1 0 0 0 0 60 0 Sub BWP C 28.533 0 1 11 23 1 0 300 3.300 1.380 250 C1 40 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 C2 17.658 0 1 7 14 1 0 300 2.100 840 250 C3 10.835 0 0 4 9 0 0 0 1.200 540 0 Sub BWP D 16.782 0 0 7 13 0 0 0 2.100 780 0 D1 359 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 D2 9.763 0 0 4 8 0 0 0 1.200 480 0 D3 6.660 0 0 3 5 0 0 0 9.00 300 0 Sub BWP E 674 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 E1 311 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 E2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 E3 363 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Grand Total 151.343 0 4 60 121 4 0 1.200 18.000 7.260 1.000
STUDIO PERENCANAAN KOTA MANOKWARI 32 2.2.5.2.3. Sarana Peribadatan
Kota Manokwaridikatakan sebagai “kota injil” .Mayoritas pemeluk agama di Kota Manokwariadalah beragama Kristen. Hal ini ditunjukkan dengan presentase yaitu sebesar 73,19 dibanding kan agama islam, hindu dan budha. Fasilitas peribadatan di Kota Manokwarilebih didominasi oleh gereja, antara lain, gereja protestan, khatolik, GKI, GBI,GPDI, DAN gereja pentakosta.
Tabel 2.18
Banyaknya Golongan Pemeluk Agama Tahun 2012
Agam Presentase Kristen Protestan 73,19 Katolik 3,18 Islam 23,27 Hindu 0,26 Budha 0,10 Jumlah 100
Sumber : BPS Kota Manokwari tahun 2012