AKUNTABILITAS KINERJA
A. CAPAIAN KINERJA
1. Sasaran Program ”Perbaikan Pengelolaan Keuangan Negara”
Pengawasan Intern Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan akan bermuara pada pemberian informasi assurance dan rekomendasi atas penyelenggaraan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara/daerah dan pembangunan nasional. Prinsip dari akuntabilitas adalah kesiapan pemerintah untuk merespon pertanyaan masyarakat dan stakeholder lainnya tentang
P
pelaksanaan mandat dan penggunaan sumber daya yang diamanatkan kepada penyelenggara pemerintahan.
Sasaran program “Perbaikan pengelolaan keuangan negara” merupakan perwujudan peran pengawasan intern oleh BPKP dalam rangka memberikan keyakinan yang memadai melalui informasi assurance atas ketaatan, kehematan, efisiensi, dan efektivitas pencapaian tujuan penyelenggaraan tugas dan fungsi instansi pemerintah dan sasaran pembangunan nasional di samping consultancy sebagai pengungkit bagi peningkatan tata kelola, manajemen risiko, dan proses pengendalian intern. BPKP bertekad untuk berperan aktif dalam memberikan peringatan dini terhadap kemungkinan terjadinya penyimpangan atau kecurangan, inefektivitas manajemen risiko, dan kurang memadainya kualitas proses tata kelola penyelenggaraan pemerintahan dan risiko tidak tercapainya Sasaran Pembangunan Nasional dalam RPJMN 2015–2019 .
Sasaran program “Perbaikan pengelolaan keuangan negara” dilengkapi satu indikator kinerja yaitu “Persentase perbaikan tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian intern pengelolaan keuangan negara” yang diukur dengan menghitung persentase perbaikan yang telah terjadi dari hasil pengawasan BPKP terhadap rekomendasi yang disampaikan.
Realisasi indikator kinerja sasaran program “Perbaikan pengelolaan Keuangan Negara” sampai dengan tahun 2015 sebesar 62,77% atau mencapai 120% dari target periode yang sama sebesar 40%.
Realisasi sebesar 62,77% merupakan perbaikan yang terjadi atas 233 tindak lanjut dari 624 rekomendasi yang disampaikan. Perbaikan tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian intern yang terjadi di tahun 2015 diantaranya sebagai berikut:
1) Kekurangan pekerjaan atas program PNPM, pertanggungjawaban pengembalian pinjaman bergulir anggota, dan pembentukan tim intensifikasi penagihan yang melibatkan satker PIP Kabupaten telah diselesaikan;
2) Gambar Pasca Pelaksanaan (As Built Drawing) sesuai hasil opname dilapangan dan pencatatan hasil pekerjaan PPIP dalam Profil Desa serta pembukuan ke dalam Kekayaan Inventaris Desa telah dilaksanakan;
3) Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah telah dibentuk dan dilaksanakan konsolidasi laporan keuangan tingkat wilayah;
4) Catatan atas Laporan Keuangan dan CaLK BMN tingkat satker Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan wilayah telah disusun sesuai dengan format dalam PER-57/PB/2013;
5) Pengelolaan dana kapitasi JKN dilaksanakan sesuai ketentuan dan telah dilaksanakan pembayaran dana jasa pelayanan kesehatan Puskesmas yang tertunggak;
6) Kekurangan pembayaran tunjangan profesi Guru TK Non PNS dan pengembalian kelebihan pembayaran tunjangan profesi Guru TK Non PNS telah diselesaikan;
7) Pemilihan Konsultan Kabupaten dan Fasilitator Masyarakat dilaksanakan lebih selektif serta kekurangan pekerjaan telah dipertanggungjawabkan oleh Kelompok Keswadayaan Masyarakat;
8) Telah dibuat perbaikan perhitungan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan melakukan melakukan lelang ulang atas pembangunan puskesmas rawat inap Abiansemal 1;
9) Progres fisik pekerjaan penambahan jaringan transmisi dan reservoir air bersih di Kabupaten Badung wilayah selatan lebih cepat dilaksanakan;
10) Terdapat mekanisme rekonsiliasi aset antara kabupaten/kota dengan Biro Aset Provinsi;
11) Disusun Kebijakan Akuntansi berbasis akrual pada Pemda termasuk aset dan mensosialisasikannya;
12) Implementasi tata kelola keuangan desa dengan menggunakan SIMDA Desa pada desa di 5 Kabupaten Klungkung, Gianyar, Bangli, Denpasar, dan Badung;
13) Buku kurikulum 2013 dimanfaatkan sebagai bahan tambahan belajar mengajar dan pengembangan metode pembelajaran di kelas;
14) Dilakukan koreksi atas jumlah penggunaan/sisa DAK TA 2014 dalam Laporan Realisasi Penyerapan DAK TA 2014 yang disampaikan kepada Menteri Keuangan;
15) Dilaksanakan rekonsiliasi penggunaan DAK antara Kepala Bagian Keuangan Setda dan Kepala SKPD penerima DAK;
16) Dilaksanakan update data awal barang milik daerah yang sudah tidak sesuai dengan kondisi nyata sebagai bahan usulan penghapusan;
17) Disusun database penerima hibah/bansos untuk meminimalisir penerimaan yang berulang;
18) Dilaksanakan upaya peningkatan SDM pengelola BMD melalui bimbingan teknis pengelolaan BMD;
19) Proses mapping rekening anggaran yang menggunakan akun Permendagri 13 Tahun 2016 dan perubahannya ke dalam rekening/akun Permendagri 64 tahun 2014 telah selesai dilaksanakan;
20) Kelebihan bahan pada harga kontrak pembangunan gedung (instalasi gawat darurat) RSUD Buleleng telah diperhitungkan dengan revisi kontrak
21) Kelebihan pembayaran kontrak pekerjaan peningkatan jalan Pulau Irian, Pendem - Silangjana, Jineng Dalem-Poh Pendem 3 paket telah disetorkan;
22) Perbaikan peraturan Bupati mengenai honorarium dengan menambahkan penjelasan batasan penerimaan honor per kegiatan per bulan;
23) Dilaksanakan verifikasi proposal dana hibah pada Dinas Kebudayaan dan telah dibuat SOP evaluasi hibah;
24) Good Corporate Governance (GCG) telah diterapkan pada PDAM Tirta Mangutama Kabupaten Badung dengan dibentuk tim tata kelola GCG, serta dilaksanakan penandatanganan Pernyataan Komitmen kepada seluruh pegawai;
25) Telah disusun langkah-langkah strategis dan nyata dalam upaya menyelesaikan kewajiban kepada negara pada PDAM Kabupaten Bangli;
26) Pedoman GCG PDAM Kabupaten Buleleng telah dilakukan finalisasi sesuai hasil reviu tim pendamping;
27) Corporate Plan PDAM Kabupaten Buleleng telah dimanfaatkan untuk kegiatan perencanaan kegiatan tahunan;
28) Water meter yang sudah tidak terpakai pada PDAM Kabupaten Gianyar sudah mendapat persetujuan dari pemilik untuk dihapuskan;
29) Perizinan pengambilan dan pemanfaatan air tanah dan air permukaan telah diurus oleh Direksi PDAM Kabupaten Karangasem dan Kota Denpasar;
30) Direksi BRSU Kabupaten Tabanan telah menyesuaikan RBA tahun mendatang dengan RSB-nya, serta telah menetapkan target kinerja tahunannya;
31) Personil SPI PD BPR Werdhi Sedana Gianyar sudah tidak dilibatkan lagi dalam kegiatan operasional perusahaan;
32) Rekomendasi untuk menindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan pada 14 kasus dugaan tindak pidana korupsi yang telah selesai dihitung dengan nilai kerugian negara sebesar Rp11.389.872.292,00;
33) Rekomendasi memberikan pendapat berdasarkan keahlian akuntansi dan auditing atas kasus tindak pidana korupsi ditingkat penyidikan maupun pengadilan atas hasil perhitungan kerugian keuangan negara pada 28 kasus Tindak Pidana Korupsi;
34) Rekomendasi atas efisiensi/penghematan pengeluaran keuangan negara/daerah sebesar Rp29.312.340.473,87 yang terdiri dari :
- 1 rekomendasi atas penyesuaian harga pada Pembangunan Bendungan Titab sebesar Rp4.173.445.393,00;
- 3 rekomendasi atas klaim pekerjaan tambah pada Pembangunan Jalan Tol Nusa Dua – Ngurah Rai – Benoa Paket 1, Paket 2 dan Paket 3 sebesar Rp25.138.903.080,37.
35) Rekomendasi penyelesaian hambatan kelancaran pembangunan pada 2 kasus sengketa kontrak pekerjaan klaim tiang pancang pada Pembangunan Jalan Tol Nusa Dua – Ngurah Rai – Benoa Paket 2 dan Paket 4 antara PT Jasa Marga Bali dengan PT Waskita Karya (Persero).
Jika dibandingkan dengan target tahun 2019 sebesar 80%, maka realisasi tahun 2015 masih perlu ditingkatkan.
Realisasi indikator kinerja program didukung dengan dana sebesar Rp3.643.620.010,00 atau 95,33% dari anggaran sebesar Rp3.822.021.500,00
dan dengan SDM sebanyak 12.412 OH atau 74,7% dari rencana tahun 2015 sebanyak 16.621 OH.
Dari sisi penggunaan dana, indikator kinerja sasaran program “Perbaikan pengelolaan Keuangan Negara” tercapai secara efisien. Kondisi ini terlihat dari capaian indikator kinerja tahun 2015 sebesar 120% lebih tinggi dibandingkan dengan capaian dana sebesar 95%.
Dari sisi penggunaan sumber daya manusia (OH), indikator kinerja indikator kinerja program Perbaikan pengelolaan Keuangan Negara” tercapai secara efisien. Kondisi ini terlihat dari capaian indikator kinerja tahun 2015 sebesar 120%
lebih tinggi dibandingkan dengan capaian OH sebesar 74,7%.
Sasaran program “Perbaikan pengelolaan keuangan negara” dihasilkan melalui pencapaian sasaran kegiatan “Tersedianya informasi hasil pengawasan dalam mencapai perbaikan tatakelola, perbaikan sistem pengendalian intern pengelolaan keuangan negara/daerah, dan peningkatan kapabilitas APIP” dengan indikator kinerja “Rekomendasi hasil pengawasan”. Realisasi indikator kinerja
“Rekomendasi hasil pengawasan” sebanyak 108 rekomendasi atau mencapai 98% dari target tahun 2015 sebanyak 110 rekomendasi. Realisasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan audit, evaluasi, bimtek, asistensi pada satu pemprov, sembilan kabupaten/kota, dan korporasi di wilayah Provinsi Bali.
2. Sasaran Program “Meningkatnya Kualitas Penerapan SPI K/L/P/K serta