• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sasaran Program 5 Persentase komunitas Pembelajaran Anti Korupsi (KPAK)

Persentase Tindak Lanjut Rekomendasi Tata Kelola, Manajemen Risiko dan Pengendalian Intern Pengelolaan

IKU 1 Sasaran Program 5 Persentase komunitas Pembelajaran Anti Korupsi (KPAK)

yang mengimplementasikan pengaduan masyarakat Sasaran program Meningkatnya kepedulian K/L/P/K dan masyarakat terhadap korupsi dengan capaian IKU Persentase KLPK yang mengimplementasikan sistem pengaduan masyarakat. Definisi Indikator Outcome dari indikator kinerja ini adalah Persentase KLPK yang mengimplementasikan sistem pengaduan masyarakat adalah rasio:

KLPK atau unit kerja eselon I/II di lingkungan KLP atau unit kerja setara di lingkungan Korporasi yang memenuhi tiga unsur kriteria yaitu:

a. Mempunyai Daftar Risiko Fraud yang terungkap dari hasil kegiatan pembelajaran KPAK;

b. Mempunyai rencana penanganan risiko fraud yang dibahas bersama dengan anggota KPAK;

c. Mempunyai peraturan KLPK mengenai sistem pengaduan

masyarakat/whistleblowing, atau belum mempunyai peraturan KLPK mengenai sistem pengaduan masyarakat/whistleblowing namun menyatakan kesediaannya

untuk dilakukan bimtek pengembangan sistem pengaduan

masyarakat/whistleblowing.

Jumlah KLPK atau unit kerja eselon I/II di lingkungan KLP atau unit kerja setara di lingkungan Korporasi yang telah memenuhi tiga unsur kriteria

X 100% Jumlah KLPK atau unit kerja eselon I/II di lingkungan KLP atau unit kerja setara

di lingkungan Korporasi yang telah menjadi anggota dari Komunitas Pembelajar Anti Korupsi

Sasaran Kinerja Outcome yaitu Meningkatnya kepedulian pegawai KLPK dan masyarakat terhadap korupsi. Tujuannya adalah Untuk mengukur manfaat BPKP khususnya Deputi Bidang Investigasi dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN serta tercapainya kelancaran pembangunan yang berkesinambungan.

Capaian indikator kinerja utama sasaran program 5 pada tahun 2017 dan 2016 disajikan dalam Tabel 3.6:

Tabel 3.6

Capaian IKU Sasaran Program 5

No Indikator Kinerja Utama Satuan Tahun 2017 Tahun

2016

Target 2019 Target Realisasi Capaian

1 Persentase K/L/P/K yang

mengimplementasikan

sistem pengaduan

masyarakat

% 100 42 42 - 70

Dari tabel 3.6 diketahui bahwa IKU yang mengindikasikan sasaran program

“Persentase komunitas Pembelajaran Anti Korupsi (KPAK) yang

mengimplementasikan pengaduan masyarakat” memiliki nilai capaian sebesar 42%.

Dengan demikian nilai capaian strategis “Persentase komunitas Pembelajaran Anti

Korupsi (KPAK) yang mengimplementasikan pengaduan masyarakat” adalah sebesar 42%

Capaian sasaran Program “Persentase komunitas

Pembelajaran Anti Korupsi (KPAK) yang mengimplementasikan pengaduan masyarakat”

= x100% = 42%

Capaian sasaran program 58% lebih rendah dari target sebesar 100% disebabkan pada saat penyusunan target jenis kegiatan yang direncanakan adalah Sosialisasi Program Anti Korupsi (SosPAK). Dalam pelaksanaannya di Tahun 2017, pelaksanaan kegiatan SosPAK tersebut diarahkan ke kegiatan Masyarakat Pembelajar Anti Korupsi (MPAK) berupa pelaksanaan workshop dan pendampingan. Untuk tahun 2017 kegiatan yang dilaksanakan adalah Workshop Pengembangan Masyarakat Pembelajar Anti Korupsi, yang telah menghasilkan Komitmen Pencegahan Korupsi

Melalui Pengembangan Sistem Pengaduan/Sistem Whistleblowing. Sebanyak lima instansi dari 12 Instansi yang menghadiri workshop telah menandatangi komitmen tersebut, yaitu:

1. Institut Agama Islam Negeri Ambon 2. Kantor Wilayah Kementerian Agama 3. Dinas Sosial Provinsi Maluku

4. Perum Bulog Divre Maluku dan Maluku Utara 5. Perusahaan Daerah Air Minum Kota Ambon

Tujuh instansi yang belum menandatangani Komitmen dikarenakan masih akan meminta arahan dari pimpinan Instansi masing-masing adalah:

1. Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah Provinsi Maluku 2. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku 3. Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku

4. Dinas Perumahan Rakyat Provinsi Maluku 5. Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku

6. Yayasan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (YPPM) Maluku 7. Yayasan Walang Perempuan Maluku

Pencapaian sasaran program “Meningkatnya kepedulian K/L/P/K dan masyarakat terhadap korupsi” didukung dengan dana sebesar Rp5.100.000,00 atau 43,06% dari

anggaran sebesar Rp11.843.000,00 dan SDM sebanyak 70 OH atau 77,78% dari rencana sebanyak 90 OH.

Efisiensi penggunaan dana tersebut disebabkan pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di kantor sendiri yaitu Perwakilan BPKP Provinsi Maluku dan dengan narasumber/fasilitator dari intern.

Untuk penggunaan SDM yang efisien yaitu realisasi OH lebih rendah dibanding rencana disebabkan pada saat pelaksanan kegiatan terdapat pegawai yang melaksanakan tugas dinas luar kota.

Dari sisi penggunaan dana, capaian sasaran program “Meningkatnya kepedulian K/L/P/K dan masyarakat terhadap korupsi” belum dicapai secara efisien. Hal ini terlihat dari capaian sasaran program sebesar 42%, lebih rendah dari capaian penggunaan dana sebesar 43,06%.

Dari sisi penggunaan SDM, capaian sasaran program “Meningkatnya kepedulian K/L/P/K dan masyarakat terhadap korupsi” belum tercapai secara efisien. Hal ini terlihat dari capaian sasaran program tahun 2017 sebesar 0,00% lebih rendah dari capaian penggunaan SDM sebesar 77,78%

SASARAN PROGRAM 6

Meningkatnya Kualitas Penerapan SPIP Pemerintah Daerah/Korporasi

Sejak diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), Perwakilan BPKP Provinsi Maluku sebagai pembina SPIP di Provinsi Maluku selalu berperan aktif dalam peningkatan kualitas SPIP di lingkungan instansi, pemerintah daerah, dan korporasi di Maluku. Tujuan dari meningkatnya kualitas SPIP bermuara pada peningkatan:

1) efektifitas dan efisiensi operasi 2) pengamanan asset

3) kualitas laporan keuangan

4) ketaatan terhadap peraturan perundangan

Pembinaan penyelenggaraan SPIP diarahkan untuk meningkatkan maturitas SPIP di tingkat K/L/P/K bahkan hingga tingkat program (prioritas) pembangunan nasional dengan Sasaran Program Meningkatnya Kualitas SPIP pada Pemerintah Daerah. Penyelenggaraan SPIP K/L/P/K merupakan tanggung jawab masing-masing K/L/P/K. Perwakilan BPKP Provinsi Maluku sebagai pembina penyelenggaraan SPIP di Maluku diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembinaan mulai dari pelaksanaan tugas penyusunan pedoman dan pelatihan SPIP sampai pada pengawalan implementasi seluruh elemen SPIP di seluruh kegiatan utama dan tindakan manajemen K/L/P/K. Untuk mencapai tujuan tersebut, Perwakilan BPKP Provinsi Maluku melakukan kegiatan-kegiatan dalam bentuk sosialisasi, bimbingan teknis, dan diklat penyusunan Rencana Tindak Pengendalian (RTP); probity audit; penataan sistem, prosedur, serta penilaian risiko pada 12 kabupaten/kota dan Provinsi Maluku.

Sasaran program “Meningkatnya Kualitas Penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Pemerintah Daerah/Korporasi” dilengkapi dengan lima indikator

Tabel 3.7

Capaian IKU Sasaran Program 6

No Indikator Kinerja Utama Satuan Tahun 2017 Tahun

2016

Target 2019 Target Realisasi Capaian

1 Maturitas SPIP Pemerintah

Provinsi (Level 2) % 100 100 100 0 100

2 Maturitas SPIP Pemerintah

Kabupaten/Kota (Level 3) % 27 27 100 0 73

3 Maturitas SPIP Pemerintah

Kabupaten/Kota (Level 2) % 73 18 24,65 0 27

4 Persentase BUMD yang

Kinerjanya Minimal Berpredikat Baik dari BUMD yang dibina

% 55 42,86 77,92 58 65

5 Persentase BLUD yang

Kinerjanya Minimal Baik dari BLUD yang dibina

% 50 0 0 0 60

Dari tabel 3.7 diketahui bahwa dua dari lima IKU yang mengindikasikan sasaran

program “Perbaikan Pengelolaan Program Prioritas Nasional dan Pengelolaan Keuangan Negara/Korporasi,” telah mecapai target yang diharapkan. Dengan

demikian nilai capaian strategis “Perbaikan Pengelolaan Program Prioritas Nasional dan Pengelolaan Keuangan Negara/Korporasi,” adalah sebesar 40%.

Capaian sasaran Program “Meningkatnya Kualitas Penerapan SPIP Pemda/Korporasi”

= x100% = 40%

Uraian masing-masing capaian IKU “Meningkatnya Kualitas Penerapan SPIP

Pemda/Korporasi” adalah sebagai berikut:

IKU 1 - Sasaran Program 6

Dokumen terkait