dengan menggunakan empat IKU, yaitu “Maturitas SPIP K/L (level 3)” (IKU 1), “Maturitas SPIP Pemerintah Provinsi (level 3)” (IKU 2), “Maturitas SPIP Pemerintah Kabupaten/Kota (level 3)” (IKU 3), dan “Efektivitas SPI Korporasi” (IKU 4). Capaian kinerja empat IKU tersebut disajikan sebagai berikut.
IKU 1
Sasaran Strategis 2
Maturitas SPIP
Kementerian/Lembaga (Level 3)
IKU "Maturitas SPIP Kementerian/Lembaga (level 3)"
mencerminkan kualitas penyelenggaraan SPIP Kementerian/
Lembaga diharapkan berada pada level 3. Maturitas SPIP diukur menggunakan skala 0-5. Semakin tinggi nilai maturitas SPIP menunjukkan kualitas penyelenggaraan SPIP yang semakin baik.
Tingkat maturitas SPIP disimpulkan dari hasil penilaian tingkat maturitas yang dilaksanakan oleh BPKP dan atau dilaksanakan sendiri oleh APIP K/L dengan quality assurance dari BPKP menggunakan pedoman penilaian maturitas SPIP yang dikembangkan oleh BPKP.
IKU "Maturitas SPIP Kementerian/Lembaga (level 3)" diukur dengan menghitung jumlah Kementerian/Lembaga yang telah memperoleh capaian tingkat kematangan/maturitas level 3 dibandingkan jumlah Kementerian/Lembaga yang menjadi mitra kerja BPKP sebanyak 87 K/L.
Pada tahun 2016, dari 87 K/L yang menjadi mitra BPKP, terdapat dua K/L yang mencapai tingkat maturitas level 3 dalam penyelenggaraan SPIP, yaitu Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Dengan demikian, realisasi maturitas SPIP K/L (level 3) sebesar 2,30% atau mencapai 115% dari target sebesar 2%.
Realisasi, capaian, serta perbandingan dengan tahun 2015 dan tahun 2019 disajikan dalam Gambar 3.4.
Akuntabilitas Kinerja Gambar 3.4
Target, Realisasi, Capaian, dan Perbandingan antar Waktu IKU Maturitas SPIP K/L level 3
Realisasi IKU tahun 2016 mengalami kenaikan sebesar 1,10%
dibandingkan tahun 2015. Realisasi tahun 2015 yang sebelumnya satu dari 84 kementerian/lembaga mencapai level 3 SPIP, pada tahun 2016 menjadi dua dari 87 kementerian/
lembaga.
Jika dibandingkan dengan target tahun 2019 sebesar 85%, maka realisasi IKU tahun 2016 mencapai 2,30%, sehingga diperlukan upaya optimal dan terukur guna mencapai target maturitas SPIP level 3 pada 85% Kementerian/Lembaga.
Upaya yang akan dilakukan untuk meningkatkan level maturitas SPIP antara lain sebagai berikut.
1. Mengoptimalkan peran koordinasi Tim Koordinasi Pembinaan Penyelenggaraan (TKPP) SPIP untuk mengkoordinasikan pelaksanaan penugasan peningkatan level maturitas SPIP Pemerintah Daerah.
2. Membuat surat edaran Deputi PPKD sebagai petunjuk pelaksanaan Perka Nomor 4/2016 tentang Penilaian dan Strategi Peningkatan Maturitas SPIP yang berlaku untuk seluruh kedeputian rendal dan perwakilan BPKP tahun 2017.
3. High level meeting BPKP dengan BPK, Kemendagri, Kemenkeu, dan K/L teknis untuk membangun kesamaan persepsi dalam mendorong peningkatan maturitas SPIP pada K/L/P.
4. Workshop assessor maturitas SPIP untuk BPKP Pusat dan K/L (target tahun 2017 sebanyak 400 orang) serta perwakilan BPKP dan Pemda (target tahun 2017 sebanyak 1.220 orang).
5. Menyediakan data baseline maturitas level SPIP 100%
sebanyak total 322 IP.
2015 2016 2017 2018 2019
Target (%) 4,00 2,00 45,00 65,00 85,00
Realisasi (%) 1,20 2,30 - -
-Capaian (%) 30,00 115,00 0,00
20,00 40,00 60,00 80,00 100,00 120,00 140,00
Akuntabilitas Kinerja
total sebanyak 284 IP (hasil penilaian 2016) ditambah 322 (hasil penilaian baseline tahun 2017).
7. Pembuatan SIM maturitas SPIP, penyempurnaan model, aplikasi maturitas SPIP.
8. Penyempurnaan grand strategy (termasuk membuat Panduan Penyusunan Roadmap Menuju SPIP Level 3 bagi K/L/P).
9. Audit komunikasi BPKP untuk mengoptimalkan upaya promosi SPIP.
10. Penyusunan buku “Good Practices of SPIP” dan e-book.
11. Workshop “Good Practices of SPIP”.
12. Diklat maturitas SPIP (6 kelas).
13. Penyusunan modul maturitas SPIP.
14. Perbaikan website SPIP.
15. Penyempurnaan profil pembinaan SPIP oleh BPKP.
Capaian IKU tahun 2016 lebih tinggi sebesar 85%
dibandingkan tahun 2015.
IKU 1 sasaran strategis 2, didukung oleh pencapaian tiga sasaran program yaitu "Meningkatnya kualitas penerapan SPIP K/L bidang perekonomian dan kemaritiman",
"Meningkatnya kualitas penerapan SPIP K/L bidang polhukam, pembangunan manusia, dan kebudayaan (PMK)”, serta "Meningkatnya kualitas penerapan SPI pada korporasi".
IKU 2
Sasaran Strategis 2
Maturitas SPIP Pemerintah Provinsi (Level 3)
IKU "Maturitas SPIP Pemerintah Provinsi (level 3)"
mencerminkan kualitas penyelenggaraan SPIP seluruh Pemerintah Provinsi yang diharapkan berada pada level 3.
Sebagaimana maturitas SPIP K/L, maturitas SPIP Pemerintah Provinsi juga diukur menggunakan skala 0-5. Semakin tinggi nilai maturitas SPIP menunjukkan kualitas penyelenggaraan SPIP yang semakin baik.
IKU "Maturitas SPIP Pemerintah Provinsi (level 3)" diukur dengan menghitung jumlah Pemerintah Provinsi yang maturitas SPIP-nya mencapai level 3 dibandingkan jumlah Pemerintah Provinsi yang menjadi mitra kerja BPKP sebanyak 34 Pemerintah Provinsi.
Sampai dengan tahun 2016, dari 34 pemerintah provinsi yang menjadi mitra kerja BPKP, terdapat 3 pemerintah provinsi yang telah mencapai tingkat maturitas SPIP level 3, yaitu Provinsi DIY, Jawa Tengah, dan Bali. Dengan demikian, realisasi maturitas SPIP pemerintah provinsi (level 3) sebesar 8,82% atau
Akuntabilitas Kinerja Sampai dengan tahun 2016 telah dilakukan penilaian maturitas SPIP sebanyak 24 atau bertambah 21 pemerintah provinsi dari tahun 2015 sebanyak 3 pemerintah provinsi.
Rincian pemerintah provinsi yang memperoleh maturitas SPIP level 3 dan skornya disajikan pada Tabel 3.4.
Tabel 3.4
Data Pemerintah Provinsi yang mencapai level 3 No. Nama Provinsi Skor Hasil Inisial
assessment 1 Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 3.39
2 Provinsi Jawa Tengah 3.02
3 Provinsi Bali 3.01
Realisasi, capaian, serta perbandingan dengan tahun 2015 dan tahun 2019 disajikan dalam Gambar 3.5.
Gambar 3.5
Target, Realisasi, Capaian, dan Perbandingan antar Waktu IKU Maturitas SPIP Pemprov Level 3
Realisasi IKU tahun 2016 mengalami kenaikan sebesar 8,82%
dibandingkan tahun 2015.
Jika dibandingkan dengan target tahun 2019 sebesar 85%, maka realisasi IKU sebesar 8,82% pada tahun 2016 mencapai 10,38%. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya yang optimal dan terukur guna mencapai target maturitas SPIP level 3 pada 85% Pemerintah Provinsi.
Capaian IKU tahun 2016 mengalami kenaikan sebesar 98%
dibandingkan tahun 2015
Sasaran strategis "Maturitas SPIP Pemerintah Provinsi (Level 3)"
didukung oleh sasaran program "Meningkatnya kualitas penerapan SPIP pada pemerintah daerah" dengan IKU
2015 2016 2017 2018 2019
Target (%) 5,00 9,00 45,00 65,00 85,00
Realisasi (%) - 8,82 - -
-Capaian (%) - 98,00 10,000,00
20,00 30,00 40,00 50,00 60,00 70,00 80,00 90,00 100,00
Akuntabilitas Kinerja
IKU 3
Sasaran Strategis 2
Maturitas SPIP Pemerintah
Kabupaten/Kota (Level 3)
IKU "Maturitas SPIP Pemerintah Kabupaten/Kota (level 3)"
mencerminkan kualitas penyelenggaraan SPIP seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota yang diharapkan berada pada level 3. Sebagaimana maturitas SPIP K/L dan Pemerintah Provinsi, maturitas SPIP Pemerintah Kabupaten/Kota diukur menggunakan skala 0-5. Semakin tinggi nilai maturitas SPIP menunjukkan kualitas penyelenggaraan SPIP yang semakin baik.
IKU "Maturitas SPIP Pemerintah Kabupaten/Kota (level 3)"
diukur dengan menghitung jumlah Pemerintah Kabupaten/
Kota yang maturitas SPIP-nya mencapai level 3 dibandingkan jumlah Pemerintah Kabupaten/Kota yang menjadi mitra kerja BPKP sebanyak 508 Pemerintah Kabupaten/Kota .
Sampai dengan tahun 2016, terdapat 16 Pemerintah Kabupaten/Kota yang telah mencapai tingkat maturitas SPIP level 3 dari 508 Pemerintah Kabupaten/Kota yang menjadi mitra kerja BPKP. Dengan demikian, realisasi maturitas SPIP Kabupaten/Kota (level 3) sebesar 3,15% atau mencapai 105%
dari target tahun 2016 sebesar 3%.
Sampai dengan tahun 2016, telah dilakukan penilaian maturitas SPIP sebanyak 266 dari 508 pemerintah kabupaten/kota atau bertambah sebanyak 192 pemerintah kabupaten/kota dari tahun 2015 sebanyak 74 pemerintah kabupaten/kota.
Rincian pemerintah kabupaten/kota yang memperoleh maturitas SPIP level 3 dan skornya disajikan pada Tabel 3.5.
Akuntabilitas Kinerja Tabel 3.5
Data Pemerintah Kabupaten/Kota Level 3 No. Nama Pemkab/Kota Skor
Maturitas Level Maturitas
1 Kab. Banyuwangi 3,446 3
2 Kab. Boyolali 3,226 3
3 Kab. Gianyar 3,01 3
4 Kab. Kudus 3,118 3
5 Kab. Serang 3,11 3
6 Kab. Sleman 3,26 3
7 Kab. Tanah Datar 3,24 3
8 Kota Lhokseumawe 3,06 3
9 Kota Padang 3,081 3
10 Kota Semarang 3,051 3
11 Kota Sorong 3,04 3
12 Kota Surabaya 3,7227 3
13 Kota Surakarta 3,106 3
14 Kota Tangerang 3,56 3
15 Kota Tangerang Selatan 3,01 3
16 Kota Yogyakarta 3,33 3
Realisasi, capaian, serta perbandingan dengan tahun 2015 dan tahun 2019 disajikan dalam Gambar 3.6.
Gambar 3.6
Target, Realisasi, Capaian, dan Perbandingan antar Waktu IKU Maturitas SPIP Pemkab/Kota Level 3
Realisasi IKU tahun 2016 mengalami peningkatan sebesar 2,36% dibandingkan tahun 2015.
Jika dibandingkan dengan target tahun 2019 sebesar 70%, maka realisasi IKU sebesar 3,15% pada tahun 2016 mencapai 4,5%. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya yang optimal dan terukur guna mencapai target maturitas SPIP level 3 pada
2015 2016 2017 2018 2019
Target (%) 5,00 3,00 30,00 50,00 70,00
Realisasi (%) 0,79 3,15 - -
-Capaian (%) 15,80 105,00 0,00
20,00 40,00 60,00 80,00 100,00 120,00
Akuntabilitas Kinerja
Capaian IKU program tahun 2016 mengalami kenaikan sebesar 89,20% dibandingkan tahun 2015.
Sasaran strategis "Maturitas SPIP Pemerintah Kabupaten/
Kota (Level 3)" didukung sasaran program "Meningkatnya kualitas penerapan SPIP pada pemerintah daerah" dengan IKU dan uraian capaian kinerja yang sama dengan sasaran strategisnya yaitu "Maturitas SPIP Pemerintah Kabupaten/
Kota (Level 3)".
IKU 4
Sasaran Strategis 2
Efektivitas SPI
Korporasi (level 3) IKU "Efektivitas SPI Korporasi (level 3)" menggambarkan penerapan Sistem Pengendalian Intern pada korporasi yang diwujudkan dalam bentuk komitmen untuk meningkatkan kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, menjamin tersedianya laporan keuangan dan laporan manajemen yang benar, lengkap, dan tepat waktu, serta memenuhi prinsip efisiensi dan efektivitas dari kegiatan usaha korporasi.
IKU "Efektivitas SPI Korporasi (level 3)" diukur melalui evaluasi/penilaian lima komponen Sistem Pengendalian Intern yang terdiri dari lingkungan pengendalian (control environment), penilaian risiko (risk assessment), kegiatan pengendalian (control activities), informasi dan komunikasi (information and communication), dan pemantauan (monitoring Sebagai dasar penilaian, BPKP telah menerbitkan Pedoman Evaluasi Penerapan Sistem Pengendalian Intern BUMN/
BUMD/BUL, dengan skema penilaian pada Tabel 3.6.
Tabel 3.6
Skema Penilaian Efektivitas SPI Korporasi Level Rentang Skor Efektivitas Predikat
5 Nilai di atas 85 Sangat Efektif
4 75<Skor<85 Efektif
3 60<Skor<75 Cukup Efektif
2 50<Skor<60 Kurang Efektif
1 Skor<50 Tidak Efektif
Sampai dengan tahun 2016, BPKP telah melakukan penilaian terhadap efektivitas sistem pengendalian intern terhadap 27 BUMN dan BUMD. Dari 27 BUMN/BUMD tersebut, 15 diantaranya berada pada level 3 efektivitas sistem pengendalian intern. Dengan demikian, realisasi tingkat efektivitas SPI sebesar 55,56% atau mencapai 200% dari
Akuntabilitas Kinerja Realisasi, capaian, serta perbandingan dengan tahun 2015 dan tahun 2019 disajikan dalam Gambar 3.7.
Gambar 3.7
Target, Realisasi, Capaian, dan Perbandingan antar Waktu IKU Efektivitas SPI Korporasi Level 3
Realisasi IKU tahun 2016 mengalami kenaikan sebesar 55,56%
dibandingkan tahun 2015.
Target IKU "Efektivitas SPI Korporasi (level 3)" untuk tahun 2019 belum ditetapkan sehingga realisasi IKU tahun 2016 tidak dapat dibandingkan dengan tahun 2019.
Capaian IKU tahun 2016 mengalami kenaikan sebesar 200%
atau mengalami peningkatan sebesar 200% dibanding tahun 2015.
IKU "Efektivitas SPI Korporasi" didukung oleh satu sasaran program yaitu “Meningkatnya efektivitas SPI korporasi”.
Meningkatnya Kapabilitas Aparatur
Pengawasan Intern Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Daerah
Kapabilitas Aparatur Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) pada Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Daerah adalah kemampuan yang harus dimiliki APIP agar dapat mewujudkan peran APIP secara efektif dalam melaksanakan tugas-tugas pengawasan. Dalam rangka mewujudkan APIP yang efektif, BPKP mengembangkan model kapabilitas pengawasan intern mengacu kepada Internal Audit Capability Model (IA-CM) yang dikembangkan oleh The Institute of
2015 2016 2017 2018 2019
Target (%) - 20,00 70,00 70,00 73,00
Realisasi (%) - 55,56 - -
-Capaian (%) - 200,00
-50 100 150 200 250
Akuntabilitas Kinerja
Kapabilitas APIP dikelompokkan ke dalam 5 tingkatan (level) yaitu Initial (level 1), Infrastructure (level 2), Integrated (level 3), Managed (level 4), dan Optimizing (level 5). Setiap level kapabilitas terdiri atas satu atau beberapa area proses kunci (Key Process Area/KPA), dimana KPA ini terkait dengan enam elemen pengawasan intern yaitu Peran dan Layanan APIP, Pengelolaan SDM, Praktik Profesional, Akuntabilitas dan Manajemen Kinerja, Budaya dan Hubungan Organisasi, serta Struktur Tata Kelola.
Tingkat kapabilitas APIP disimpulkan dari hasil penilaian tingkat kapabilitas yang dilaksanakan oleh BPKP dan atau dilaksanakan sendiri oleh APIP K/L/Pemda menggunakan pedoman penilaian kapabilitas APIP yang dikembangkan oleh BPKP dengan quality assurance dari BPKP.
Kinerja sasaran ini diukur dengan menghitung Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah yang telah mencapai kapabilitas APIP level 3 dibandingkan dengan seluruh Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah.
APIP yang memiliki kapabilitas pada level 3 (Integrated) diharapkan memiliki karasteristik sebagai berikut:
1. Mampu memberikan keyakinan yang memadai atas ketaatan, kehematan, efisiensi, dan efektivitas pencapaian tujuan penyelenggaraan tugas dan fungsi Instansi Pemerintah (assurance activities);
2. Mampu memberikan peringatan dini dan meningkatkan efektivitas manajemen risiko dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi Instansi Pemerintah(anti corruption activities); dan
3. Mampu memelihara dan meningkatkan kualitas tata kelola penyelenggaraan tugas dan fungsi Instansi Pemerintah(consulting activities).
Capaian sasaran strategis “Meningkatnya kapabilitas aparatur pengawasan intern kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah” diukur menggunakan tiga IKU dengan ikhtisar sebagaimana disajikan pada Gambar 3.8.
Akuntabilitas Kinerja Gambar 3.8
Target, Realisasi, dan Capaian Sasaran Strategis Kapabilitas APIP Level 3 Tahun 2016
Dari Gambar 3.8 terlihat bahwa dari tiga IKU sasaran strategis
"Meningkatnya kapabilitas aparatur pengawasan intern kementerian, lembaga (level 3)", satu IKU telah mencapai target , dua IKU lainnya mencapai 98% dan 92%.
Faktor pendukung tercapainya target antara lain sebagai berikut.
1. Penetapan target 100% APIP telah dinilai kapabilitasnya, by name by address.
2. Dibentuknya jabatan koordinator pengawasan Program, Pelaporan, dan Pembinaan APIP di lingkungan BPKP yang khusus menangani peningkatan kapabilitas APIP.
3. Meningkatnya jumlah penugasan peningkatan kapabilitas APIP.
Pencapaian sasaran strategis 3 didukung dengan dana sebesar Rp 7.714.607.000,00 atau 78,09% dari anggaran setelah self blocking sebesar Rp9.879.020.000,00, dan SDM sebanyak 12.587 OH, atau 107,62% dari rencana sebanyak 11.696 OH serta output sebanyak 138 rekomendasi atau 100% dari rencana sebanyak 138 rekomendasi.
Dari sisi penggunaan dana, pencapaian kinerja sasaran strategis 3 telah efisien. Hal ini terlihat dari capaian output sebesar 100% lebih tinggi daripada capaian penggunaan dana setelah self blocking sebesar 72,98%. Sedangkan dari sisi penggunaan OH, kinerja sasaran strategis 3 belum efisien karena capaian penggunaan OH sebesar 107,62% lebih besar daripada capaian output.
8 9
Kapabilitas APIP K/L
(Level 3) Kapabilitas APIP Pemerintah Provinsi
(Level 3)
Kapabilitas APIP Pemerintah Kab./Kota
(Level 3) Target (%) Realisasi (%) Capaian (%)
Akuntabilitas Kinerja