KAJIAN PUSTAKA
A. Konsep Dasar Supervisi Pendidikan 1.Pengertian Supervisi
7. Sasaran Supervisi pendidikan
Sasaran adalah petunjuk jalan atau arah untuk mencapai suatu tujuan yang hendak dicapai. Perjalanan itu akan menjadi jelas dan terang mana kala telah diketahui sasaranya. Demikian pula kegiatan supervisi pendidikan dapat efektif atau tidak, efesien atau tidak dalam pelaksanaannya adalah tergantung kepada jelas dan tidaknya supervisi itu sendiri. Sasaran supervisi pendidikan ditujukan kepada usaha perbaikan situasi belajar mengajar, yaitu situasi di mana terjadi proses interaksi antara guru dan murid dalam mencapai tujuan belajar yang telah ditentukan (Piet Sahertian, 1981: 37)
Bila proses interaksi itu diuraikan akan terdapat segi-segi sebagai berikut :
a. Tujuan khusus belajar megajar
33
c. Cara (metode) mengorganisir kegiatan belajar mengajar. d. Cara menggunakan alat (media pembelajaran).
e. Cara mengevaluasi proses dan hasil belajar mengajar.
f. Cara membimbing dan melayani murid, terutama mengalami kesulitan belajar.
g. Reaksi mental guru terhadap tugas mereka 8. Teknik-teknik Supervisi Pendidikan
Teknik adalah suatu cara dalam melaksanakan suatu kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu. Suatu teknik terdiri dari berbagai kegiatan yang teratur dan beraturan atas dasar ketentuan-ketentuan yang berlaku. Teknik hanya merupakan suatu alat untuk mencapai tujuan, dan bukan merupakan tujuan.
Sebelum melangkah lebih jauh dalam membahas teknik supervisi pendidikan, terlebih dahulu penulis jelaskan tentang fungsi dari teknik supervisi itu sendiri.
Fungsi teknik adalah sebagai komunikasi dan alat untuk mencapai tujuan, yakni untuk mengkomunikasikan sesuatu dari supervisor kepada orang yang disupevisi sebagai bantuan, bimbingan dan dorongan. Makin baik cara-cara berkomunikasi yang dilaksanakan, makin besar kemungkinan tujuan dapat tercapai. Dengan kata lain, makin tinggi penguasaan teknik-teknik supervisi, makin besar pula kemungkinan keberhasilannya (M.Moh Rifai , 1982: 36)
34
Banyak sekali teknik-teknik yang dikemukakan para ahli. Dalam pemahaman ini penulis akan paparkan beberapa teknik supervisi pendidikan. Adapun teknik-teknik tersebut adalah sebagai berikut : 1. Teknik yang Bersifat Individual
Yaitu cara-cara pelaksanaan bimbingan dan komunikasi terhadap perorangan. Adapun yang termasuk dalam teknik ini antara lain :
a. Kunjungan kelas
Yaitu kunjungan yang dilakukan oleh kepala sekolah ke dalam kelas, dimana guru-guru dalam pemecahan masalah (Hendiyat Soetopo dan Wasty Soemanto, 1984 : 46)
Adapun tujuan kunjungan kelas adalah :
1) Untuk mengetahui praktek pelaksanaan dan penampilan guru masin-masing dan mengevaluasinya.
2) Untuk mengetahui kelebihan dan kemampuan khusus yang dimiliki masing-masing guru.
3) Untuk mengetahui kebutuhan guru. Disamping itu, ada bentuk kunjungan yaitu :
1) Kunjungan kelas tanpa pemberitahuan sebelumnya (Unnauced Visitation). Yaitu kunjungan supervisor kelas, sementara guru sedang mengajar, dan tanpa pemberitahuan sebelumnya.
35
2) Kunjungan kelas atas dasar undangan guru (Visits upon Invintation). Yaitu seorang guru mengundang supervisor untuk mengunjungi kelasnya.
3) Percakapan pribadi (Individual Conference) Yaitu percakapan pribadi antara supervisor dengan seorang guru. Adapun yang dibicarakan dalam percakapan ini adalah usaha untuk memecahkan masalah yang bersifat pribadi yang berhubungan jabatan mengajar.
Adapun yang menjadi tujuan percakapan pribadi adalah
1) Untuk saling mengenal lebih baik lagi, yaitu sebagai pribadi dan sebagai sesama petugas profesional.
2) Untuk membantu guru mengenal dirinya, dengan adanya percakapan (dialog), supervisor membantu guru untuk menyadari kemampuan dan kekurangannya.
3) Membantu guru untuk menempatkan dirinya dlam profesi sebagai anggota yang bernilai.
4) Mengembangkan sikap percaya diri pada para guru, sehingga menimbulkan sikap optimis dan harapan-harapn positif (M.Moh. Rifai1, 982 : 120-121 ).
2. Teknik yang Bersifat Kelompok
Yaitu suatu teknik yang digunakan untuk dilaksanakan secara bersama-sama oleh supevisor dengan sejumlah guru dalam satu kelompok. Teknik-teknik tersebut sebagai berikut:
36 a. Orientasi Bagi Guru
Yaitu suatu upaya yang bertujuan mengatur guru untuk memasuki suasana kerja yang baru, tetapi hal ini tidak berlku pada guru baru saja, melainkan untuk seluruh staf guru (Hendiyat soetopo dan Wasty Soemanto, 1984 :48 )
Adapun orientasi tersebut antara lain:
1) Orientasi personal, yaitu pengenalan terhadap personal guru dan petugas-petugas sekolah lainya
2) Orientasi terhadap program sekolah, yang juga termasuk rencana-rencana dan dokumen lain.
3) Orientasi terhadap fasilitas, baik sarana maupun prasarana sekolah.
b. Rapat Staf
Rapat staf ada yang menyebutnya sebagai kegiatan rapat guru atau rapat di sekolah, maksudnya adalah sama yaitu pertemuan antara stafsekolah, tertama para guru untuk mengembangkan dan meningkatkan proses belajar mengajar. Rapat ini memamang banyak jenisnya, baik dilihat dari sifat, jenis kegiatan, tujuan maupun dari orang-orang yang menghadirinya.
Akan tetapi yang dibicarakan disini adalah “staf meeting
guru” yaitu rapat para guru dalam sekolah yang dihadiri oleh seluruh atau sebagian guru dan stafnya di sekolah. Adapun
37
tujuan umum diadakannya rapat staf atau rapat guru disuatu sekolah adalah :
1) Menyatukan pandangan-pandangan guru tentang konsep umum, maka pendidikan dan fungsi sekolah dalam pencapaian tujuan pendidikan yang menjadi tanggung jawab bersama.
2) Mendorong para guru untuk melaksanakan tugas-tugasnya sebaik-sebaiknya dan mendorong pertumbuhan mereka. 3) Menyatukan pendapat tentang metode-metode kerja yang
akan membawa mereka bersama ke arah pencapaian tujuan pendidikan.
Jenis-jenis rapat guru atau rapat sekolah ditinjau dari waktu penyelenggaraan nya adalah: (M.Moh. Rifai, 1982 : 136) 1) Rapat reguler (teratur) yang diadakan pada waktu tertentu
secara teratur berdasarkan rencana.
2) Rapat okasional ( sewaktu tertentu) yang diadakan tidak menurut jadwal, tetapi menurut keperluan.
3) Rapat darurat (emergenci), yang diadakan secara tiba-tiba arena keadaan yang mendadak.
3. Teknik-Teknik Peningkatan
Dalam usaha peningkatan ini, guru yng disupervisi harus aktif dalam menentukan keberhasilannya. Untuk meningkatkan
38
kemampuan para guru, dapat ditempuh dengan berbagai cara antara lain : (Hendiyat soetopo dan Wasty Soemanto, 1984: 53)
a. Penataran
Sebutan yang lain adalah kursus , Up grading dan in-service educatio. Pada dasarnya semuanya mempunyai maksud yang sama, yaitu untuk meningkatkan efesiensi dan produktifitas dalam melakukan tugas tertentu.
Dalam mengikuti kegiatan diatas, ada dua tujuan, yaitu :
1) Sebagai penyegaran , yaitu suatu upaya untuk menyegarkan kembali dari suatu kegiatan rutinitas kesituasi yang lebih menggairahkan.
2) Sebagai usaha peningkatan pengetahuan, ketrampilan dengan mengubah sikap tertentu, sehingga terlihat adanya peningkatan profesi guru.
b. Diskusi
Yaitu suatu kegiatan dimana sekelompok orang berkumpul, bertatap muka dan bermusyawarah (bertukar informasi) untuk mencapai suatu keputusan tentang masalah yang berkaitan dengan belajar mengajar.
Pertemuan yang seperti ini dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan dan ketrampilan guru.
Jenis diskusi ini banyak sekali macamnya. Dalam hal ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu diskusi yang bersifat
39
informal yang berupa tukar menukar pengalaman sesama guru, sedangkan diskusi yang bersifat formal seperti seminar dan sebagainya.