• Tidak ada hasil yang ditemukan

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING PERTEMUAN IV

A. Topik Permasalahan : Rasa Kuatir B. Bidang Bimbingan : Pribadi

C. Jenis Layanan : Bimbingan kelompok

D. Fungsi Layanan : Pemahaman dan pengembangan E. Tujuan Layanan :

5. Siswa mampu mengatasi rasa kuatir.

6. Siswa mampu menerapkan dan mengembangkan cara – cara mengatasi rasa kuatir.

F. Sasaran Kegiatan : Siswa kelas XI IPS 3 SMA Kristen Purwodadi. G. Uraian Kegiatan :

Kegiatan Guru Waktu a. Tahap Pembentukan

i. Salam dan ucapan terima kasih ii. Permainan/ selingan

b. Tahap Peralihan

i. Menjelaskan kembali kegiatan kelompok ii. Menanyakan kesiapan anggota

c. Kegiatan Inti

i. Mengutarakan topik yang akan dibahas oleh kelompok ii. Pembahasan tentang topik permasalahan

iii. kesimpulan d. Tahap Pengakhiran

i. Mengakhiri bimbingan kelompok ii. Laiseg

iii. Tindak Lanjut Kegiatan

iv. Salam penutup dan ucapan terima kasih

10’

30’

5’

H. Sumber :

Arief Furchan. 2009. Mengatasi Kecemasan Ujian. (http://pendidikanislam.

net/index.php/untuk-siswa-a-mahasiswa/37-trampil-belajar/54-mengatasi-kecemasan-ujian diunduh Kamis, 3 November 2011)

J. Pertemuan : Pertemuan IV K. Tempat Pelaksanaan : Kelas

L. Waktu/ Tanggal : 45 menit / 28 Desember 2011 M. Penyelenggara Layanan : peneliti

N. Pihak yang Disertakan : -

O. Alat dan Perlengkapan : alat tulis, kertas, bangku. P. Rencana Penilaian :

- Laiseg : Menilai kesungguhan siswa saat mengikuti layanan. - Menilai laporan hasil diskusi siswa.

Q. Tindak lanjut : Jika terdapat siswa yang memiliki masalah dalam materi layanan maka akan dilakukan layanan konseling perorangan/konseling kelompok.

Mengetahui, Purwodadi, 28 November 2011 Pembimbing, Pemberi layanan,

Materi 4

RASA KUATIR

Rasa kuatir merupakan perasaan yang tidak tenang karena seseorang merasa tidak optimal dalam melakukan pekerjaannya. Kecemasan dalam belajar adalah rasa cemas yang berlebihan ketika menghadapi proses belajar misalnya menghadapi ujian. Sedikit rasa cemas dapat mendorong semangat belajar Anda dan menjaga Anda tetap termotivasi. Akan tetapi, rasa cemas yang berlebihan dapat mengganggu belajar Anda. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan sebelum, selama, dan sesudah belajar untuk mengurangi kecemasan dalam proses belajar.

1. Gunakan teknik belajar untuk dapat menguasai materi yang akan dipelajari. Penguasan ini akan membantu Anda percaya diri, dan bukan rasa cemas yang berlebihan. Kembangkan kebiasaan belajar yang baik.

2. Tetaplah bersikap positif ketika Anda belajar. Pikirkan keberhasilan, bukan kegagalan.

3. Tetaplah santai selama proses belajar berlangsung. Menarik nafas pelan-pelan dan dalam-dalam. Ini bisa membantu. Pusatkan perhatian pada pernyataan positif seperti “Saya dapat mengerjakan ini.”

4. Ikuti rencana belajar yang sudah Anda buat untuk menghadapi pealajaran tersebut. Jangan panik meskipun seandainya materi itu ternyata sulit. Tetaplah dengan rencana belajar Anda.

5. Jangan mempedulikan siswa lain yang dapat menguasai atau menyelesaikan tugas belajarnya lebih dulu daripada Anda. Gunakan waktu yang Anda perlukan untuk berusaha sebaik mungkin.

Cara Menghilangkan Kekhawatiran

Sesungguhnya tidak ada sesuatu yang pantas dikhawatirkan, namun jika rasa khawatir sedang muncul di dalam perasaan Anda, terimalah rasa khawatir itu apa adanya, dan berusahalah untuk berdialog dengannya. Caranya :

1. Pelajari semua data dan fakta

Lihatlah pada data dan fakta yang sedang Anda alami. Pelajari data dan fakta itu untuk menemukan kebenarannya.

Di sini, Anda dituntut untuk melepaskan opini Anda sendiri, Anda harus menggunakan sudut pandang yang bebeda. Bila tidak, Anda akan kesulitan untuk menemukan kebenarannya.

2. Berpikir Rasional

Dengan menggunakan pikiran yang rasional, pertanyakan apa yang sedang Anda khawatirkan. Lakukan penggalian melalui pertanyaan yang membimbing sampai ditemukannya sumber kekhawatiran itu.

Ketika sampai pada dasar akan kekhawatiran itu, maka Anda akan menyadari bahwa sesungguhnya apa yang Anda khawatirkan itu tidaklah rasional. Cobalah untuk mengombinasikan langkah pertama di atas dengan langkah kedua ini.

3. Percaya kepada kemampuan diri sendiri

Kekhawatiran itu lebih banyak bersumber dari ketidaktahuan akan kemampuan diri sendiri. Karena itu kita sering merasa ragu dan khawatir bila akan mengerjakan sesuatu atau menghadapi sesuatu hal yang baru. Untuk ini kita harus menggali dan mengenali apa yang menjadi kemampuan diri sendiri, sehingga rasa percaya diri itu tumbuh.

4. Percaya kepada Tuhan

Sebagai ciptaan Tuhan, telah disediakan bakat, kemampuan, dan potensi diri yang melimpah di dalam diri kita. Semuanya ini dapat kita gunakan untuk menjalani hidup yang sukses. Bila kita percaya akan hal ini, kita akan berusaha untuk menemukan potensi tersebut dan memanfaatkannya untuk kebaikan diri sendiri.

Menghadapi Kekhawatiran

Kekawatiran adalah kebiasaan berpikir buruk dan kebiasaan ini harus digantikan dengan yang lebih baik. Dan caranya adalah dengan sengaja memilih untuk mengubah pola pikir - kebiasaan berpikir - Anda.

Kebiasaan berpikir positif akan mengalahkan kekhawatiran, sedangkan kebiasaan berpikir negatif akan memperbesar kekhawatiran. Jadi apapun yang sedang Anda hadapi, sebaiknya bersikap positif. Dengan begitu, Anda akan mampu mengatasi kekhawatiran.

LAPORAN PELAKSANAAN DAN EVALUASI ( PENILAIAN ), ANALISIS, DAN TINDAK LANJUT, LAISEG DAN REFLEKSI DIRI

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

A. Topik Permasalahan : Rasa Kuatir B. Spesifikasi Kegiatan

1. Bidang bimbingan : Bimbingan pribadi 2. Jenis layanan : Bimbingan kelompok 3. Fungsi layanan : Pengembangan

4. Sasaran layanan : Kelas XI SMA Kristen Purwodadi C. Pelaksanaan Kegiatan

1. Waktu : Senin 28 November 2011

2. Tempat pelaksanaan : Halaman asrama sekolah

3. Diskripsi dan komentar tentang pelaksanaan layanan

Pertemuan ini diawali dengan pembinaan rapport serta attending untuk mengkondisikan suasana kelompok siap mengikuti kegiatan ini. Sebelum

memasuki kegiatan inti, penulis mengajak siswa melakukan ice breaking agar siswa lebih besemangat. Penulis awalnya memberikan informasi terlebih dahulu mengenai pengertian rasa kuatir dalam belajar. Siswa mengikuti kegiatan dengan cukup antusias. Kemudian siswa di minta menuliskan pemasalahannya yang behubungan dengan rasa kuatir pada saat proses belajar baik di sekolah maupun di rumah. Siswa diminta menuliskan apa apa yang terjadi penyebabrasa kuatir tersebut serta tindakan yang sudah dilakukan untuk mengurangi rasa kuatir tersebut. Setelah selesai tiap siswa menceritakan pengalamannya tersebut dan siswa lain memberikan pendapat mengenai kelemahan dan kelebihan cara yang dipakai untuk mengurangi rasa kuatir dalam belajar

D. Evaluasi

1. Cara penilaian :

a. Melakukan observasi saat kegiatan bimbingan kelompok berlangsung. b. Memberikan pertanyaan seputar topik yang telah dibahas pada anggota

kelompok.

c. Memberikan penilaian segera (laiseg). 2. Diskripsi dan komentar tentang hasil penilaian

Pada proses diskusi terlihat beberapa siswa masih antusias memberikan pendapat maupun saran kepada siswa lain. Tetapi sekitar 3 siswa cenderung pasif dan banyak diem. Siswa tersebut akam memberikan pendapat apabila diminta oleh penulis. Tetapi secara keseluruhan, kegiatan

berjalan lancer dan semua siswa mengutarakan masalahnya dengan cukup jelas sehingga teman lain dapat memberikan saran dan pendapatnya.

Mengetahui, Purwodadi, 28 November 2011 Pembimbing, Pemberi layanan,

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Dokumen terkait