• Tidak ada hasil yang ditemukan

sebagai berikut:

Dalam dokumen BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN (Halaman 22-28)

Tabel 4.19. Perencanaan dalam Meningkatkan Kemantapan Jalan

Pertanyaan Bagaimana perencanaan dalam meningkatkan kemantapan jalan di jalan kabupaten yang ada pada Kabupaten Wonogiri?

Jawaban 1) Pembuatan jalan baru menyesuaikan dengan kondisi tanah dasar. Kondisi tanah dasar bagus maka memakai flexible pavement, apabila kondisi tanah dasar jelek menggunakan rigid pavement.

2) Untuk ruas jalan yang sudah ada, diadakan selalu pendataan kondisi ruas jalan melalui perwakilan di tiap kecamatan. Apabila ada kerusakan, diadakan pemeliharaan rutin dan berkala dengan dana APBD yang sudah dianggarkan.

3) Semakin berkembangnya lalu lintas dan lahan perindustrian di Wonogiri, Bidang Bina Marga melakukan pelebaran jalan dan kemudian diperkuat lagi dengan overlay di atasnya untuk menambah umur layannya.

commit to user

Tabel 4.19. Perencanaan dalam Meningkatkan Kemantapan Jalan (lanjutan)

Peraturan 1) Lapisan penopang (capping layer) merupakan lapisan material berbutir atau lapis timbunan pilihan yang digunakan sebagai lantai kerja dari lapis fondasi bawah, dan berfungsi untuk meminimalkan efek dari tanah dasar yang lemah ke struktur perkerasan. (Manual Perkerasan Jalan Nomor 04/SE/Db/2017) 2) Dana Alokasi Khusus Bidang Infrastruktur Subbidang Jalan digunakan untuk

membiayai kegiatan pemeliharaan berkala/rehabilitasi jalan, peningkatan jalan, pemeliharaan berkala/rehabilitasi jembatan, penggantian jembatan, dan penyelesaian pembangunan jalan/jembatan. (Peraturan Menteri PUPR Nomor 47/PRT/M/2015)

3) Pelaksana (Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/kota) menyusun daftar ruas jalan provinsi serta ruas jalan kabupaten/kota sesuai form Data Dasar Prasarana Jalan dan Jembatan dalam perencanaan. (Peraturan Menteri PUPR Nomor 47/PRT/M/2015)

4) Pemeliharaan berkala jalan merupakan pekerjaan perbaikan dan pembentukan/pelapisan ulang permukaan yang diperlukan untuk menjaga agar permukaan jalan selalu dalam kondisi baik. (Peraturan Menteri PUPR Nomor 47/PRT/M/2015)

5) Kegiatan pekerjaan peningkatan jalan merupakan kegiatan penanganan jalan yang dapat berupa peningkatan/perkuatan struktur atau peningkatan kapasitas lalu lintas berupa pelebaran jalur lalu lintas. (Peraturan Menteri PUPR Nomor 47/PRT/M/2015)

Saran 1) Penggunaan lapis penopang untuk kondisi tanah dasar yang jelek sangat disarankan. Penggunaan rigid pavement pada tanah dasar jelek digunakan apabila lalu lintas berat.

2) Pendataan kondisi ruas jalan sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

3) Pelebaran jalan dan overlay untuk mengatasi pertumbuhan lalu lintas dan perindustrian sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Tabel 4.20. Intensitas Diadakan Perencanaan Peningkatan Kemantapan Jalan

Pertanyaan Seberapa sering dilakukan perencanaan untuk meningkatkan kemantapan jalan di jalan kabupaten yang ada pada Kabupaten Wonogiri?

Jawaban 1) Survei dilakukan tiap awal tahun untuk mendapatkan data kondisi jalan kabupaten. Survei dilaksanakan selama kurang lebih 1 sampai 2 bulan.

2) Dalam perencanaannya sekali dalam setahun, akan tetapi juga bisa menurut kebutuhan. Perencanaan peningkatan kemantapan jalan tersebut dilakukan untuk menentukan jalan perlu pemeliharaan berkala atau overlay.

Peraturan

1) Semua jalan mantap setiap tahunnya harus mendapatkan prioritas untuk ditangani dengan pemeliharaan rutin dan/atau berkala. Untuk itu, informasi survai yang terbaru diperlukan untuk menentukan kebutuhan teknis yang tepat, karenanya survai tahunan sangat perlu dilaksanakan. (Petunjuk Teknis Perencanaan dan Penyusunan Program Jalan Kabupaten SK Nomor 77/KPTS/Db/1990)

2) Survei inventarisasi jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan kegiatan pengumpulan data inventarisasi jalan yang meliputi: fungsi jalan, status jalan, bangunan pelengkap dan perlengkapan jalan, data lalu lintas, data geometrik jalan, data konstruksi perkerasan yang ada, dan data lingkungan terakhir dari masing-masing ruas jalan yang dilakukan paling sedikit 1 (satu) kali dalam satu tahun. (Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 13/PRT/M/2011)

Saran 1) Survei yang dilakukan tiap awal untuk mendapatkan data kondisi jalan kabupaten sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

2) Perencanaan peningkatan kemantapan jalan kabupaten dilakukan setiap tahunnya sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pemeliharaan berkala sangat disarankan untuk menghemat anggaran biaya dan mengantisipasi bertambahnya luas kerusakan.

Tabel 4.21. Waktu Melakukan Tindakan Setelah Perencanaan

Pertanyaan Kapan waktu yang tepat untuk melakukan tindakan yang telah direncanakan dalam meningkatkan kemantapan jalan di jalan kabupaten yang ada pada Kabupaten Wonogiri?

Jawaban 1) Kerusakan ringan dapat dilaksanakan perbaikan berselang 1-2 hari dari perencanaan karena sudah tersedianya material, tenaga, dan anggaran yang ada. Untuk kerusakan yang relatif berat perlu diajukan ke anggaran APBD dengan dana peningkatan jalan. Realisasi peningkatan jalan berlangsung sekitar 2 sampai 3 bulan setelah perencanaan.

Peraturan 1) Survai lapangan termasuk survai terinci untuk pemeliharaan periodik dapat diselesaikan pada waktu mempersiapkan perkiraan biaya sebelum RAKON.

(Petunjuk Teknis Perencanaan dan Penyusunan Program Jalan Kabupaten SK Nomor 77/KPTS/Db/1990)

2) Jika anggaran tidak mencukupi untuk penanganan secara menyeluruh, atau jika penanganan peningkatan kapasitas sudah dijadwalkan dalam waktu dekat, maka dapat digunakan penanganan sementara. Penanganan sementara (holding treatment) harus dapat mempertahankan kondisi eksisting perkerasan sampai penanganan menyeluruh dilaksanakan.

(Manual Perkerasan Jalan Nomor 04/SE/Db/2017)

Saran 1) Pada perkerasan yang mengalami rusak ringan dapat dilaksanakan penanganan sementara dengan menggunakan dana pemeliharaan rutin.

2) Kerusakan yang relatif berat perlu diajukan ke anggaran APBD sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pencairan dana APBD yang cepat sangat diharapkan, hal ini untuk mencegah bertambahnya jumlah kerusakan yang ada.

Tabel 4.22. Pelaksanaan di Lapangan

Pertanyaan Bagaimana pelaksanaannya di lapangan dalam meningkatkan kemantapan jalan di jalan kabupaten yang ada pada Kabupaten Wonogiri?

Jawaban 1) Pelaksanaan pemeliharaan rutin dilaksanakan secara swakelola dari pihak Bina Marga sendiri. Penggunaan aspal dingin sering digunakan dalam pemeliharan rutin.

2) Untuk pemeliharaan dengan anggaran lebih dari 200 juta menggunakan pihak ketiga dengan sistem kontraktual. Pemeliharaan jalan dengan skala besar dilakukan dengan sistem lelang.

Peraturan 1) Peranan kabupaten dalam mempersiapkan program penanganan jaringan jalan sendiri jelas diperlukan untuk menjamin adanya keluwesan dalam mengadakan perubahan-perubahan sesuai kebutuhan daerah dan untuk mengalihkan tanggung jawab instansi tingkat pusat ke tingkat kabupaten.

Demikian pula dengan sumber daya ekonomi nasional yang jumlahnya terbatas, supaya dapat digunakan seefisien mungkin. (Petunjuk Teknis Perencanaan dan Penyusunan Program Jalan Kabupaten SK Nomor 77/KPTS/Db/1990)

Saran 1) Pelaksanaan pemeliharaan rutin dilaksanakan secara swakelola dari pihak Bina Marga sendiri sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dengan swakelola, penggunaan anggaran dapat dipangkas hingga mampu digunakan untuk kebutuhan yang lain. Pelaksanaan pemeliharaan rutin ini sangat disarankan untuk mengurangi kerusakan lebih lanjut.

2) Pemeliharaan jalan dengan skala besar dilakukan dengan sistem lelang sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hal ini perlu dilakukan supaya mendapatkan biaya yang lebih efektif.

commit to user

Tabel 4.23. Kesesuaian Perencanaan yang Disusun dengan Pelaksanaan di Lapangan

Pertanyaan Apakah antara perencanaan yang disusun dengan pelaksanaannya dilapangan sudah sesuai? Apabila belum, bagaimana tindakan yang dilakukan oleh pihak penyelenggara?

Jawaban 1) Dalam pelaksanaannya sudah disusun sesuai kontrak yang ada. Dari pihak Bina Marga melakukan pengendalian, pengawasan, dan evaluasi setiap pekerjaan yang ada. Pengawasan di lapangan juga melibatkan konsultan supervisi untuk mencegah terjadinya hal yang menyimpang, sehingga didapat hasil yang sesuai dengan perencanaan.

Peraturan 1) Kepala Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan DAK yang meliputi pelaksanaan program dan kegiatan sesuai dengan tugas dan kewenangannya. (Peraturan Menteri PUPR Nomor 47/PRT/M/2015)

2) Penyelenggara jalan kabupaten/kota wajib mengevaluasi dan menggunakan hasil evaluasi atas laporan pelaksanaan pemeliharaan jalan kabupaten/kota.

(Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 13/PRT/M/2011)

Saran 1) Dari pihak Bina Marga melakukan pengendalian, pengawasan, dan evaluasi setiap pekerjaan yang ada. Hal ini sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hasil evaluasi dapat dipergunakan sebagai dasar perencanaan untuk pemeliharaan jalan tahun berikutnya.

Tabel 4.24. Keterlambatan dalam Pelaksanaan

Pertanyaan Apakah dalam pelaksanaannya terjadi keterlambatan/molor dari jadwal yang telah direncanakan? Apabila iya, kendala apa yang menyebabkan hal tersebut?

Jawaban 1) Jadwal yang direncanakan sesuai dengan pelaksanaan. Hal ini karena adanya kontrol yang dilakukan setiap harinya apakah pekerjaannya terlambat apa tidak. Apabila terjadi keterlambatan maka dilakukan evaluasi.

Peraturan 1) Kepala Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan DAK yang meliputi pelaksanaan program dan kegiatan sesuai dengan tugas dan kewenangannya. (Peraturan Menteri PUPR Nomor 47/PRT/M/2015)

Saran 1) Kontrol yang dilakukan setiap harinya sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dengan adanya kontrol setiap harinya, diharapkan pemeliharaan jalan selesai tepat waktu. Hal ini supaya tidak menambah anggaran biaya pekerjaan dan tidak menghambat arus lalu lintas.

Tabel 4.25. Upaya Mengatasi Kendala dalam Pelaksanaan

Pertanyaan Bagaimana upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala-kendala yang terjadi dalam pelaksanaannya? Contohnya?

Jawaban 1) Anggaran dana perbaikan jalan yang terbatas menjadi permasalahan dalam upaya meningkatkan kemantapan jalan. Dalam hal ini, Bina Marga memprioritaskan terlebih dahulu jalan mana yang diadakan peningkatan kemantapan. Untuk jalan di daerah perbatasan, antar kecamatan, dan jalur industri lebih didahulukan.

2) Ketika proyek dilakukan bersamaan, kendala pengadaan material sering terjadi.

Peraturan 1) Biaya selama masa pelayanan (discounted lifecycle cost) terendah dan praktis untuk dilaksanakan. Oleh karena itu, biaya setiap opsi harus dihitung dan pilih solusi dengan biaya yang paling murah. (Manual Perkerasan Jalan Nomor 04/SE/Db/2017)

commit to user

Tabel 4.25. Upaya Mengatasi Kendala dalam Pelaksanaan (lanjutan)

Peraturan 2) Data survai terbaru yang dapat diandalkan dari setiap ruas dalam jaringan jalan harus tersedia sehingga pilihan pekerjaan yang diperlukan dapat dipertimbangkan dan disusun dalam urutan prioritas. (Petunjuk Teknis Perencanaan dan Penyusunan Program Jalan Kabupaten SK Nomor 77/KPTS/Db/1990)

3) Rencana pembiayaan pemeliharaan jalan didasarkan pada pertimbangan sosio ekonomi, potensi, dan kemampuan penyelenggaraan jalan di wilayah/daerah sesuai status jalannya serta prioritas penanganannya.

(Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 13/PRT/M/2011)

Saran 1) Memprioritaskan terlebih dahulu jalan mana yang diadakan peningkatan kemantapan sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Perbaikan secara preventif sangat disarankan untuk membatasi sebaran kerusakan dan menunda kerusakan lebih lanjut.

2) Pengadaan material dari luar daerah sangat disarankan apabila terjadi kendala dalam pengadaan material.

Tabel 4.26. Tindakan Peningkatan Kemantapan Jalan yang Dilakukan

1 Pertanyaan Apa tindakan yang dilakukan menurut Anda, jika rendahnya kemantapan jalan dikarenakan rendahnya kualitas perkerasan?

Jawaban 1) Pilih jenis konstruksi yang sesuai dengan kondisi jenis tanah dasarnya. Dalam pelaksanaannya mengacu pada spesifikasi yang sudah ditetapkan.

2) Pada perkerasan jalan dengan bahan LAPEN, sedikit demi sedikit ditutup dengan bahan LASTON. Untuk jalan yang bergelombang dan rusak parah, struktur bawahnya diganti dengan bahan CTB.

Peraturan 1) Untuk meningkatkan standar pelayanan dari jalan yang ada menambah Lapis Tipis Aspal Beton LATASTON/Hot Rolled Sheet pada jalan yang menggunakan lapisan penetrasi (LAPEN). (Petunjuk Teknis Perencanaan dan Penyusunan Program Jalan Kabupaten SK Nomor 77/KPTS/Db/1990)

2) Untuk meningkatkan standar pelayanan dari jalan yang ada menambah lapisan struktural untuk memperkuat perkerasannya.

(Petunjuk Teknis Perencanaan dan Penyusunan Program Jalan Kabupaten SK Nomor 77/KPTS/Db/1990)

Saran 1) Pemilihan jenis konstruksi selain dari jenis tanah dasar yang ada, juga harus mempertimbangkan lalu lintas yang lewat di atasnya.

2) Penggunaan LASTON untuk menutup lapisan LAPEN sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Lapisan LAPEN memiliki pori yang lebih besar dibanding lapisan LASTON, sehingga mudah rusak ketika musim penghujan. Penggunaan CTB mampu menambah kekuatan struktural jalan, terutama dalam melayani lalu lintas yang berat.

2 Pertanyaan Apa tindakan yang dilakukan menurut Anda, jika rendahnya kemantapan jalan dikarenakan rendahnya kualitas pemeliharaan jalan?

Jawaban 1) Dalam pemeliharaan jalan perlu peran serta masyarakat dengan turut lapor jika terjadi kerusakan.

2) Setahun sekali diadakan survei kondisi jalan, baik jalan yang belum diperbaiki maupun jalan yang sudah diperbaiki.

Peraturan 1) Masyarakat berhak memberi masukan kepada penyelenggara jalan dalam rangka pengaturan, pembinaan pembangunan, dan pengawasan jalan. (UU Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan) 2) Pemeliharaan berkala jalan merupakan pekerjaan perbaikan dan

pembentukan/pelapisan ulang permukaan yang diperlukan untuk menjaga agar permukaan jalan selalu dalam kondisi baik. (Peraturan

commit to user

Tabel 4.26. Tindakan Peningkatan Kemantapan Jalan yang Dilakukan (lanjutan)

Peraturan 3) Pada jalan-jalan yang mantap, setiap tahunnya harus dilakukan Survai Penjajagan Kondisi Jalan. (Petunjuk Teknis Perencanaan dan Penyusunan Program Jalan Kabupaten SK Nomor 77/KPTS/Db/1990)

4) Masyarakat dapat ikut berperan dalam pengaturan, pembinaan, pembangunan, dan pengawasan jalan. (Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 13/PRT/M/2011)

Saran 1) Peran serta masyarakat sangat diperlukan dalam pelaksanaan peningkatan kemantapan jalan. Melapor ke pihak pelaksana jalan sangat disarankan apabila kondisi jalan perlu perbaikan.

2) Survei kondisi jalan yang diadakan setahun sekali sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hasil survei yang digunakan untuk menentukan jenis penanganan yang diperukan.

3 Pertanyaan Apa tindakan yang dilakukan menurut Anda, jika rendahnya kemantapan jalan dikarenakan rendahnya kualitas drainase jalan?

Jawaban 1) Masyarakat dihimbau untuk tidak membuang air ke badan jalan.

2) Karena keterbatasan anggaran, penggunaan parit galian tanah masih menjadi solusi drainase untuk jalan kabupaten di Wonogiri. Apabila ada dana yang berlebih dapat digunakan untuk membangun parit yang permanen.

Peraturan 1) Masyarakat wajib ikut serta menjaga ketertiban dalam pemanfaatan fungsi jalan. (UU Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan)

2) Saluran tepi jalan merupakan saluran untuk menampung dan mengalirkan air hujan atau air yang ada di permukaan jalan, bahu jalan, dan jalur lainnya serta air dari drainase di bawah muka jalan, di sepanjang koridor jalan. (Peraturan Menteri PU Nomor 19/PRT/M/2011)

3) Saluran tepi jalan hanya diperuntukkan bagi penampungan dan penyaluran air agar badan jalan bebas dari pengaruh air. (PP Nomor 34 Tahun 2006)

Saran 1) Peranan masyarakat sangat diperlukan, terutama dalam menjaga saluran drainase yang ada.

2) Keberadaan saluran drainase di sepanjang jalan masih kurang.

Penganggaran pengadaan saluran drainase pada setiap pemeliharaan jalan perlu dimasukkan.

4 Pertanyaan Apa tindakan yang dilakukan menurut Anda, jika rendahnya kemantapan jalan dikarenakan rendahnya kualitas pengendalian beban berlebih?

Jawaban 1) Kerja sama dengan Dinas Perhubungan dalam pengawasan muatan yang berlebih. Selain itu, pemasangan rambu juga dilakukan untuk menunjukkan kemampuan jalan.

2) Memberikan himbauan kepada masyarakat terkait kapasitas pembebanan jalan.

Peraturan 1) Jalan kelas III, yaitu jalan arteri, kolektor, lokal, dan lingkungan yang dapat dilalui kendaraan bermotor dengan lebar paling besar 2,1 (dua koma satu) meter, panjang paling besar 9 (sembilan) meter, tinggi paling besar 3,5 (tiga koma lima) meter, dan muatan sumbu terberat 8 (delapan) ton. (Peraturan Menteri PU Nomor 19/PRT/M/2011) 2) Pengawasan jalan adalah kegiatan yang dilakukan untuk

mewujudkan tertib pengaturan, pembinaan, dan pembangunan jalan.

(UU Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan)

Saran 1) Pada setiap ruas jalan kabupaten sebaiknya dipasang rambu peringatan, selain itu dari dinas terkait melakukan pengawasan terhadap kendaraan yang melintas.

2) Kesadaran masyarakat harus lebih ditingkatkan, terutama para pengemudi truk yang membawa muatan

Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Wonogiri sudah melaksanakan peningkatan

Dalam dokumen BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN (Halaman 22-28)

Dokumen terkait