• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

D. Segmenting ( Segmentasi Pasar )

Salah satu kunci kesuksesan perusahaan adalah terletak pada proses segmentasi. Segmentasi pasar menurut Tjiptono ( 2007 ) “proses mengelompokkan pasar keseluruhan yang heterogen menjadi kelompok-kelompok atau segmen-segmen yang memiliki kesamaan dalam hal kebutuhan, keinginan, perilaku dan/atau respons terhadap program pemasaran spesifik”.

commit to user

11

Segmentasi pasar adalah membagi pasar menjadi kelompok pembeli yang dibedakan menurut kebutuhan, karakteristik, atau tingkah laku, yang mungkin membutuhkan produk yang berbeda ( Lupiyoadi, 2009 ).

2. Tingkatan Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar merupakan suatu usaha untuk meningkatkan ketepatan pemasaran perusahaan. Ada empat tingkatan segmentasi pasar menurut Kotler ( 2000 ) :

a. Pemasaran segmen

Segmen pasar terdiri dari kelompok besar yang dapat diidentifikasi dalam sebuah pasar dengan keinginan, daya beli, lokasi geografis, perilaku pembelian, dan kebiasaan pembelian yang serupa.

Pemasaran segmen menawarkan beberapa manfaat dibandingkan pemasaran masal. Perusahaan dapat menciptakan penawaran produk atau jasa yang lebih selaras dan mengenakan harga yang pantas bagi kelompok sasaran tertentu. Pemilihan saluran distribusi dan saluran komunikasi menjadi jauh lebih mudah. Perusahaan juga mungkin menghadapi lebih sedikit pesaing dalam segmen tertentu.

b. Pemasaran relung / niche

Relung ( niche ) adalah kelompok yang diidentifikasikan secara lebih sempit, khususnya pasar kecil yang kebutuhannya tidak dilayani dengan baik. Relung yang menarik memiliki ciri-ciri sebagai berikut : pelanggan di relung itu memiliki kumpulan kebutuhan yang

benar-commit to user

12

benar berbeda; mereka bersedia membayar harga tambahan ke perusahaan yang paling memuaskan kebutuhan mereka; relung itu tidak mungkin manarik pesaing lain; perusahaan pengisi relung mendapatkan penghematan tertentu melalui spesialisasi; dan relung memiliki ukuran, laba, serta potensi pertumbuhan yang memadai.

c. Pemasaran lokal

Pemasaran sasaran menghasilkan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan kelompok pelanggan lokal ( wilayah perdagangan, lingkungan sekitar, bahkan took individual ).

d. Pemasaran individual

Tingkat segmentasi tertinggi mengarah pada “segmen tunggal”,

“pemasaran sesuai pesanan ( customized marketing )”, atau

“pemasaran satu-lawan-satu”. Kebanyakan pemasaran bisnis-ke-bisnis saat ini dibuat sesuai pesanan, di mana perusahaan manufaktur akan menyesuaikan penawaran, logistik, dan persyaratan keuangan bagi masing-masing pelanggan.

Menurut Swastha dan Irawan ( 1990 ) ada tiga faktor yang harus dipertimbangkan untuk mendapat segmentasi pasar secara efektif, antara lain :

1. Measurability

Measurability adalah tingkat informasi yang ada mengenai sifat-sifat pembeli, sejauh mana sifat-sifat-sifat-sifat tersebut dapat diukur.

commit to user

13 2. Accessibility

Accessibility yaitu tingkat dimana perusahaan itu secara efektif

memusatkan usaha pemasarannya pada segmen yang telah dipilihnya.

3. Substantiality

Substantiality ialah suatu tingkat dimana segmen itu luas dan

cukup menguntungkan untuk melakuukan kegiatan pemasaran itu sendiri.

3. Dasar Segmentasi

Menurut Kotler dan Keller ( 2009 ) variabel segmentasi utama antara lain terdiri dari :

a. Segmentasi Geografis

Segmentasi geografis memerlukan pembagian pasar menjadi berbagai unit geografis seperti negara, negara bagian, wilayah, kabupaten, kota, atau lingkungan sekitar. Perusahaan dapat beroperasi di satu atau beberapa daerah, atau beroperasi di seluruh daerah, sambil tetap memberikan perhatian pada variasi lokal.

b. Segmentasi Demografis

Dalam segmentasi demografis, pasar dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan variabel seperti usia, ukuran keluarga, siklus hidup keluarga, jenis kelamin, penghasilan, pekerjaan, pendidikan, agama, ras, generasi, kebangsaan, dan kelas sosial. Salah satu alasan

commit to user

14

variebel demografis begitu popular bagi pemasar adalah bahwa variabel ini sering terkait erat dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.

c. Segmentasi Psikografis

Psikografis adalah ilmu untuk menggunakan psikologi dan demografi guna lebih memahami konsumen. Dalam segmentasi psikografis, pembeli dibagi menjadi berbagai kelompok berdasarkan sifat psikologis / kepribadian, gaya hidup, atau nilai.

d. Segmentasi Perilaku

Dalam segmentasi perilaku, pemasar membagi pembeli menjadi beberapa kelompok berdasarkan pengetahuan, sikap, penggunaan, atau respons terhadap sebuah produk.

4. Langkah Segmentasi

Menurut Lupiyoadi ( 2009 ) dalam melakukan segmentasi, ada beberapa langkah yang perlu diikuti, yakni :

a. Pendefinisian pasar yang ingin dimasuki

b. Identifikasi dasar / bisnis alternative untuk segmentasi

c. Pengujian basis tersebut dan memilih dasar yang terbaik untuk segmentasi.

d. Identifikasi segmentasi pasar individual, menunjukkan daya tariknya, dan seleksi akan segmen yang menjadi target secara spesifik.

commit to user

15 5. Karakteristik Segmentasi

Agar dapat berguna, segmen-segmen pasar haruslah menilai berdasarkan lima kriteria utama ( Kotler dan Keller, 2009 ), yaitu :

a. Terukur

Ukuran, daya beli, dan karakteristik segmen dapat diukur.

b. Substansial

Segmen cukup besar dan menguntungkan untuk dilayani. Sebuah segmen harus menjadi kelompok homogen terbesar yang layak dikejar dengan program pemasaran yang disesuaikan.

c. Dapat diakses

Segmen dapat dijangkau dan dilayani secara efektif.

d. Dapat didiferensial

Segmen dapat dibedakan secara konseptual dan mempunyai respons yang berbeda terhadap elemen dan program bauran pemasaran yang berbeda.

e. Dapat ditindaklanjuti

Program yang efektif dapat diformulasikan untuk menarik dan melayani segmen.

commit to user

16 E. Targeting ( Target Pasar )

1. Pengertian Targeting

Targeting adalah kumpulan pembeli dengan kebutuhan atau

karakteristik serupa yang akan dilayani oleh perusahaan ( Kotler dan Armstrong, 1997 ).

Sedangkan menurut Swata dan Irawan ( 1990 ), “targeting adalah keputusan pembelian mengenai segmen atau pasar manakah yang akan dilayani”.

2. Macam Targeting

Menurut Gitosudarmo ( 1999 ) pada dasarnya ada tiga jenis strategi pemasaran dalam pasar sasaran, yaitu :

a. Strategi Satu Sasaran ( single target )

Dalam hal ini pengusaha memilih salah satu segmen yang dipandang paling potensial dan kemudian dijadikannya sebagai sasaran atau target untuk dilayaninya dengan marketing mixnya. Strategi ini disebut concentrated marketing.

b. Strategi Sasaran Ganda ( multy targets )

Disini pengusaha memiliki dua atau beberapa bahkan mungkin semua segmen untuk dilayaninya tetapi dengan cara pelayanan atau strategi marketing mix yang berbeda terhadap segmen yang berbeda. Jadi

dalam hal ini pengusaha melakukan strategi yang berbeda terhadap segmen yang berbeda. Strategi ini sering disebut sebagai differentiated marketing.

commit to user

17

c. Strategi Kombinasi Sasaran ( combine targets )

Dalam hal ini pengusaha mengkombinasikan atau menyatukan beberapa segmen menjadi satu segmen yang lebih luas sebagai sasarannya dan kemudian mengatur strategi untuk segmen pasar yang luas tersebut. Strategi ini sering disebut sebagai undifferentiated marketing.

F. Positioning ( Posisi Pasar ) 1. Pengertian Positioning

Positioning adalah mengembangkan bauran pemasaran spesifik

untuk mempengaruhi keseluruhan persepsi pelanggan-pelanggan potensial terhadap merek, lini produk, atau organisasi secara umum ( Lamb, Hair, Mc Daniel, 2001 ).

Sedangkan menurut Tjiptono ( 2007 ), “positioning adalah cara produk, merek atau organisasi perusahaan dipersepsikan secara relative dibandingkan dengan para pesaing oleh pelanggan saat ini maupun calon pelanggan”.

2. Langkah-langkah Positioning

Menurut Kotler dalam Lupiyoadi ( 2009 ), setidaknya ada tiga langkah dalam melakukan positioning, yakni :

a. Mengenali keunggulan-keunggulan yang mungkin dapat ditampilkan dalam hubungan dengan pesaing.

b. Memilih keunggulan-keunggulan yang paling kuat / menonjol.

commit to user

18

c. Menyampaikan keunggulan itu secara efektif kepada target pasar.

3. Kriteria Positioning

Tidak semua keunggulan merupakan indikator yang bisa ditampilkan ke pasar, tetapi harus diseleksi. Menurut Kotler dalam Lupiyoadi ( 2009 ), sebuah keunggulan yang patut ditampilkan harus memenuhi kriteria :

a. Penting

Keunggulan itu harus merupakan kemampuan yang dianggap sangat penting oleh cukup banyak pembeli.

b. Berbeda

Belum ada pesaing yang menawarkan / memposisikan keunggulan itu atau mereka sudah ada yang menawarkannya namun masih dengan cara yang lebih umum.

c. Unggul ( superior )

Keunggulan itu lebih baik dibanding yang dimiliki produk atau jasa lainnya yang dimiliki pesaing.

d. Dapat dikomunikasikan

Keunggulan itu dapat dikomunikasikan dan menjadi perhatian pembeli atau calon pembeli.

e. Pelopor

Pesaing sulit meniru keunggulan yang dimiliki tersebut.

commit to user

19 f. Harga terjangkau

Pembeli mampu membayar biaya keunggulan yang ditambahkan dalam produk tersebut.

g. Menguntungkan

Perusahaan dapat memperoleh laba dari pemberian keunggulan tersebut.

G. Kerangka Pemikiran

Gambar 2.1. Kerangka Pemikiran PAUD PAMBUDI LUHUR

STRATEGI PEMASARAN

EVALUASI STRATEGI PEMASARAN

POSITIONING TARGETING

SEGMENTING

commit to user

20

Penjelasan Kerangka Pemikiran sebagai berikut :

1. Dalam suatu perusahaan pastinya memiliki tujuan dan target yang jelas terhadap produk yang dihasilkan. Jika perusahaan menginginkan produknya tepat pada sasaran konsumen, maka perusahaan harus menetapkan strategi segmenting, targeting dan positioning untuk mengoptimalkan strategi pemasaran.

2. Segmenting adalah mengidentifikasi dan membentuk kelompok pembeli yang berbeda. Hal ini dapat didasarkan berdasarkan segmentasi geografis, segmentasi demografis, segmentasi psikografis.

3. Targeting adalah memilih satu atau beberapa segmen pasar untuk di masuki. Targeting dapat dilaksanakan secara efektif ketika perusahaan dapat mentargetkan konsumen yang akan menjadi pasar sasarannya.

4. Positioning adalah suatu strategi yang menggunakan informasi untuk menciptakan suatu kesan dalam benak konsumen terhadap produk sesuai dengan keinginan pasar yang dituju.

5. Setelah melalui beberapa tahap yang telah diterapkan, maka perusahaan akan melakukan pengamatan terhadap volume penjualan produk yang ditawarkan. Pengamatan tersebut dilakukan untuk mengukur keuntungan dan kerugian yang dialami oleh perusahaan. Jika strategi pemasaran yang telah digunakan mengakibatkan kerugian perusahaan, maka perusahaan harus mengevaluasi dan merancang ulang strategi tersebut.

commit to user

21 BAB III

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN DAN PEMBAHASAN

A. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 1. Identitas Perusahaan

Saat ini Lembaga PAUD Pambudi Luhur merupakan salah satu PAUD Terpadu di lingkungan kabupaten Karanganyar. PAUD tersebut dikelola secara kelembagaan dan bukan secara yayasan pada umumnya.

Lembaga ini mempekerjakan 10 ( sepuluh ) orang pegawai.

Lembaga ini beralamatkan di Banjarejo Rt 02/Rw 01, Tuban, Gondangrejo, Karanganyar. Meskipun secara geografis tidak terletak di pinggir jalan besar, akses jalan masuk ke PAUD cukup dekat.

2. Sejarah Berdirinya

Awal kegiatan ini di bentuk pada tanggal 25 Desember 2005.

Mulanya kegiatan ini masih bertempat atau berlokasi di rumah pribadi ibu Sutri Ratmini dan keluarga, hal ini di karenakan belum adanya kepemilikan tempat sendiri. Namun setelah berjalan setengah tahun, dibangun suatu bangunan untuk mendukung kegiatan tersebut yang beralamatkan di Banjarejo Rt 02 / 01, Tuban, Gondangrejo, Karanganyar. Sehingga kini tidak lagi bertempat di rumah pribadi Beliau, melainkan di bangunan yang telah disiapkan untuk kegiatan tersebut.

commit to user

22

Memang awalnya kegiatan PAUD ini hanya memiliki sedikit murid atau anak didik. Namun kini jumlah murid didik PAUD sudah mulai bertambah banyak. Karena menurut pandangan orang tua anak didik tersebut biaya di PAUD Pambudi Luhur masih bisa dijangkau oleh mereka-mereka yang berpendapatan sedang. Bahkan selain biayanya terjangkau, kualitas didiknya juga bagus. Saat ini PAUD sendiri telah mengembangkan kegiatan TPA ( Taman Penitipan Anak ) yang keuntungannya sangat menjanjikan. Untuk tempatnya sudah tidak di ragukan lagi, karena selain strategis dan luas, tempatnya juga bersih dan nyaman.

3. Struktur Organisasi

Gambar 3.1 Struktur Organisasi PAUD Pambudi Luhur Sumber : PAUD Pambudi Luhur Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar

Kepala Lembaga

Wakil Kepala Lembaga

Para Pendidik

Sekretaris Bendahara

commit to user

23

Deskripsi pekerjaan masing-masing bagian adalah sebagai berikut : a. Kepala Lembaga

Kepala Lembaga bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup perusahaan serta sebagai pemilik ( owner ) perusahaan.

b. Wakil Kepala Lembaga

Wakil Kepala Lembaga bertanggung jawab langsung kepada Kepala Lembaga untuk memimpin semua bidang dan memberikan laporan langsung kepada Kepala Lembaga.

c. Sekretaris

Sekretaris bertugas untuk mengatur tugas-tugas kesekretariatan.

d. Bendahara

Bendahara mempunyai tanggung jawab membuat laporan keuangan perusahaan dan mengelola keuangan perusahaan.

e. Para Pendidik

Para Pendidik bertanggung jawab memberikan materi dan pengajaran kepada para anak didiknya sesuai dengan kurikulum PAUD Pambudi Luhur. Mereka juga harus menjaga kondusifitas kelas untuk mendukung proses belajar mengajar.

4. Fasilitas Pendidikan

Fasilitas yang dimiliki oleh Kelompok Bermain Pambudi Luhur sebagai pusat PAUD Unggulan, memiliki sarana dan prasarana meliputi hal-hal, sebagai berikut :

commit to user

24

a. Keunggulan kurikulum, dengan mengembangkan menu pembelajaran generik yang diramu dengan menu pembelajaran Pambudi Luhur, sehingga tercipta menu pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak.

b. Lingkungan yang mudah dijangkau

c. Pendidik yang sudah berpengalaman menangani pendidikan anak usia dini selama hampir tujuh tahun, dan telah mendapatkan beberapa kali pelatihan baik tingkat lokal maupun tingkat nasional.

d. Pengelola dan Pendidik yang aktif di organisasi pendukung pendidikan anak usia dini baik tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten.

e. Menjadi tempat kegiatan Himpaudi, baik untuk pertemuan maupun pelatihan.

f. Posyandu, kegiatan Posyandu diikuti oleh semua peserta didik setiap tanggal 23. Pada kesempatan ini peserta didik ditimbang berat badan, diukur tinggi badan, dan diberi imunisasi atau vitamin A, apabila bertepatan dengan kegiatan imunisasi atau pemberian vitamin A.

Pada kegiatan ini peserta didik juga dibekali APE yang dapat digunakan oleh anggota Posyandu lain yang bukan peserta didik Pambudi Luhur. Sementara itu, guru ( pendidik KB Pambudi Luhur ) mencatat hasil timbangan berat badan dan hasil pengukuran tinggi badan untuk dilaporkan kepada orang tua peserta didik.

commit to user

25

g. Aktif di Himpaudi. Tujuan aktif mengikuti kegiatan himpaudi baik tingkat kecamatan maupun kabupaten adalah untuk menambah wawasan dan saling bertukar informasi seputar PAUD.

h. Alat Permainan Edukatif ( APE )

5. Kurikulum / Program Pembelajaran

Kelompok Bermain Pambudi Luhur, menggunakan Kurikulum Utama berupa Menu Pembelajaran Generik yang dikeluarkan oleh Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini Depdiknas Tahun 2004, serta Kurikulum yang disusun oleh Kelompok Bermain Pambudi Luhur.

a. Prinsip Pengembangan Kurikulum

Perpaduan penggunaan kurikulum yang disusun oleh Depdiknas dengan kurikulum yang dibuat oleh Kelompok Bermain Pambudi Luhur didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut :

1) Relevansi, prinsip relevansi diterapkan agar kurikulum Pendidikan Anak Usia di Kelompok Bermain Pambudi Luhur sesuai dengan tuntutan yang ada yaitu sesuai dengan kebutuhan peserta didik, baik kebutuhan pendidikan maupun kebutuhan belajar serta tuntutan perkembangan anak.

2) Fleksibilitas, Pendidikan Anak Usia Dini memiliki keragaman konteks, oleh karena itu kurikulum dikembangkan sesuai dengan konteks dimana Kelompok Bermain Pambudi Luhur berada.

commit to user

26

3) Kontinuitas, Program Pendidikan Anak Usia Dini bukan merupakan program pendidikan akhir, tetapi masih ada program lanjutan yang akan dilalui oleh peserta didik. Oleh karena itu kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini digunakan dasar bagi kesiapan anak untuk mengikuti jenjang pendidikan dasar maupun kesiapan anak untuk hidup bersama sebagai pribadi dan anggota keluarga maupun anggota masyarakat.

4) Praktis, dengan melihat karakteristik peserta didik maupun pendidik di Kelompok Bermain Pambudi Luhur, maka kurikulum disusun secara praktis sehingga dapat dijadikan pedoman bagi pendidik untuk menerapkannya.

5) Efektifitas, kurikulum Kelompok Bermain Pambudi Luhur disusun dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan sesuai dengan visi, misi dan nilai yang dibangun.

b. Aspek Kurikulum

Kurikulum Kelompok Bermain Pambudi Luhur mengacu pada Menu Pembelajaran Generik yang diterbitkan oleh Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini Ditjend PLS, dengan memperhatikan 9 aspek kecerdasan ganda. Aspek-aspek yang akan dikembangkan melalui Kelompok Bermain meliputi :

commit to user

27

1) Pengembangan modal dan nilai-nilai agama ( Budi Pekerti dan keyakinan beragama, dengan ajaran Islam sebagai dasar utamanya ).

2) Pengembangan fisik ( Motorik Kasar, Motorik Halus, Ketrampilan dan Jasmani ).

3) Pengembangan bahasa ( Komunikasi aktif dan pasif ).

4) Pengembangan Kognitif ( Berfikir, penalaran, pengetahuan dan pemecahan masalah ).

5) Pengembangan Sosial Emosional ( Kemampuan bermasyarakat, emosi dan disiplin ).

6) Pengembangan seni

c. Prinsip Penyelenggaraan Proses Pembelajaran

Dalam menyelenggarakan proses pembelajaran, akan diterapkan prinsip-prinsip sebagai berikut :

1) Berorientasi pada kebutuhan anak, dengan mengakomodasi kebutuhan anak terhadap layanan pendidikan, pengembangan modal dan etika perkembangan psikologis, kesehatan dan gizi.

2) Belajar melalui bermain, yang dilaksankaan melalui sentra-sentra.

3) Kreatif dan inovatif, dengan senantiasa mengembangkan kegiatan-kegiatan yang bervariasi sehingga menarik bagi siswa dan orangtua.

commit to user

28

4) Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk terselenggaranya proses pembelajaran yang mampu mengakomodasikan beberapa aspek pengembangan.

5) Menggunakan pembelajaran terpadu, dengan merumuskan dalam bentuk thema-thema pembelajaran yang mampu mengakomodasikan beberapa aspek pengembangan.

6) Menggunakan berbagai media dan sumber belajar yang relevan ( mudah, mudah didapat, aman, terjangkau, dan ramah lingkungan ).

7) Mengembangkan kompetensi siswa berdasarkan prinsip-prinsip perkembangan anak.

8) Memadukan dengan kecakapan hidup, terutama kecakapan personal, kecakapan sosial dan kecakapan akademis dengan porsi yang seimbang.

9) Mendorong orangtua untuk berpartisipasi dalam proses pendidikan bagi anak usia dini dalam lingkungan keluarga.

d. Isi Materi

Materi pembelajaran disusun dalam bentuk thema-thema dan dikembangkan dalam bentuk rencana pembelajaran yang dirinci kedalam berbagai indicator yang meliputi tujuan, metode, proses, sarana maupun evaluasi. Materi pokok 3R ( reading, writing, and arithmetic ) disajikan kepada anak dalam bentuk fungsional dan

commit to user

29

menggunakan metode induktif. Sehingga konsep diharapkan akan dapat dibangun oleh siswa sendiri.

e. Acuan Penilaian

Penilaian yang dilakukan di Kelompok Bermain Pambudi Luhur mengacu hal-hal sebagai berikut :

1) Menyelenggarakan penjajagan kemampuan yang digunakan untuk penempatan pengelompokan anak didik.

2) Menggunakan penilaian autentik.

3) Menyelenggarakan penilaian menyeluruh ( meliputi semua aspek yang dikembangkan ).

4) Menyelenggarakan refleksi untuk mengetahui sistem pembelajaran yang dilakukan.

6. Metode Pembelajaran

Proses pembelajaran diutamakan dengan menciptakan Joy of Learning ( Senang Belajar ) dengan prinsip B + B ( Baca Belanbe ) yaitu

bermain dan belajar. Metode yang digunakan adalah Beyond Centers and Circles Time, dengan mendesain pembelajaran dalam bentuk sentra-sentra,

yaitu :

1) Sentra persiapan

2) Sentra Main Peran mikro dan makro 3) Sentra Balok

commit to user

30

4) Sentra Bahan Alam, yaitu cair dan terstruktur 5) Sentra Seni

Dalam setiap sentra digunakan Model Bantu untuk memperlancar komunikasi antara pendidik dan anak atau antara anak dengan anak dengan memadukan berbagai model, misalnya :

1) Bercerita 2) Bermain Peran 3) Bermain 4) Bernyanyi 5) Berwisata 6) Peragaan 7) Latihan 8) Penugasan

7. Guru PAUD

Pendidik PAUD Pambudi Luhur telah memiliki pengalaman dalam pendidikan serta dalam mendidik anak. Sehingga mereka dapat menjalankan tugas dengan sebagaiman mestinya.

8. Pendukung Program PAUD

Sebagai pusat PAUD Unggulan Kelompok Bermain Pambudi Luhur mempunyai Program Pendukung diantaranya :

a. Pembelajaran dengan sistem indoor dan outdor

commit to user

31 b. Outing Class sesuai tema c. Cipta APE oleh Pendidik 9. Visi dan Misi PAUD

a. Visi

Visi Kelompok Bermain Pambudi Luhur adalah “terwujudnya Kelompok Bermain Pambudi Luhur sebagai Pusat Pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini dalam rangka mendukung tumbuh kembang anak usia dini yang sholeh, sehat, cerdas dan kreatif sehingga siap memasuki pendidikan dasar”.

b. Misi

Untuk mencapai visi tersebut maka beberapa misi yang akan diwujudkan di Kelompok Bermain Pambudi Luhur adalah sebagai berikut :

1) Mengembangkan model pendidikan anak usia dini sebagai kajian tentang pendidikan anak usia dini yang bermutu.

2) Mengembangkan pendidikan anak usia dini yang mendukung terwujudnya anak yang sholeh, sehat, cerdas, dan kreatif.

3) Mengembangkan jaringan kerjasama untuk mewujudkan pendidikan anak usia dini yang sholeh, sehat, cerdas, dan kreatif.

4) Mengembangkan berbagai perangkat lunak dan perangkat keras terhadap pendidikan anak usia dini yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam menyelenggarakan pendidikan anak usia dini baik didalam keluarga, disekolah maupun di masyarakat.

commit to user

32 B. LAPORAN MAGANG KERJA

1. Pengertian Magang Kerja

Program magang kerja adalah suatu upaya mengarahkan mahasiswa agar dapat merasakan situasi dunia kerja, melihat dan melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan program studinya. Magang kerja merupakan kegiatan penunjang perkuliahan yang sifatnya wajib, dengan berorientasi pada dunia usaha. Mahasiswa program Diploma III Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta diharapkan dapat mengamati permasalahan yang ada di dunia kerja.

2. Tujuan Magang Kerja

a. Mencoba untuk belajar menerapkan ilmu yang diperoleh dari bangku perkuliahan dengan realita yang ada di lapangan.

b. Mahasiswa dapat melakukan adaptasi sebelum memasuki dunia kerja yang sesungguhnya, sehingga dapat menciptakan tenaga terampil yang siap kerja serta mampu mengembangkan diri secara profesional sesuai dengan bidangnya.

c. Digunakan sebagai syarat untuk melengkapi dan memenuhi dalam menempuh ujian Tugas Akhir.

3. Pelaksanaan Magang Kerja

a. Waktu pelaksanaan Magang Kerja

1) Waktu : 06 Februari 2012 - 03 Maret 2012

commit to user

33

2) Tempat : Lembaga PAUD Pambudi Luhur yang beralamatkan di Banjarejo Rt 02 / Rw 01, Tuban, Gondangrejo, Karanganyar.

b. Kegiatan Magang Kerja

Pada magang kerja kali ini, penulis ditempatkan pada bagian Administrasi yang pekerjaannya dimulai dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB. Pekerjaan tersebut dilaksanakan dari hari senin sampai hari sabtu.

Dalam kegiatan kerja, penulis didampingi seorang staff karyawan perusahaan yaitu Ibu Enik Endarwati, A.Md yang menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah. Penulis ditempatkan pada bagian Administrasi guna membantu dalam penulisan buku Administrasi di Lembaga PAUD Pambudi Luhur.

C. PEMBAHASAN

1. Segmenting ( Segmentasi Pasar )

Perusahaan terkadang sulit dalam memasarkan suatu produk jasanya tanpa mengadakan segmentasi pasar. Segmentasi pasar merupakan cara bagi perusahaan untuk mengelompokkan pasar ke dalam sub-sub / bagian pasar yang bersifat homogen.

commit to user

34

Segmentasi pasar merupakan suatu falsafah yang berorientasi pada konsumen, dimana dasar-dasar yang digunakan untuk melakukan kegiatan segmentasi pasar disesuaikan dengan konsumen yang dituju.

a. Dasar penentuan segmen pasar

Dalam mensegmentasikan pasar, PAUD Pambudi Luhur memiliki kriteria tertentu agar menempatkan jasanya dalam posisi yang terbaik. Kriteria yang digunakan PAUD Pambudi Luhur dalam menentukan segmen pasar yang akan dilayani menggunakan beberapa dasar, antara lain :

1) Variabel Segmentasi Demografis

a) Usia ( dari 2 tahun sampai 6 tahun ) b) Jenis kelamin ( Pria dan Wanita )

c) Agama ( Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha ) d) Etnik ( Jawa, Cina, Arab )

2) Variabel Segmentasi Geografis

Variabel segmentasi geografis utama untuk pasar konsumen, meliputi:

a) Wilayah ( Karanganyar, Sragen, Boyolali ) b) Kepadatan ( Pinggiran kota )

c) Iklim ( Tropis; Subtropis )

commit to user

35

3) Variabel segmentasi Psikografis

Untuk segmentasi psikografis, PAUD Pambudi Luhur diperuntukan untuk semua kalangan masyarakat. Dari mulai masyarakat menengah kebawah dalam segi ekonomi sampai

Untuk segmentasi psikografis, PAUD Pambudi Luhur diperuntukan untuk semua kalangan masyarakat. Dari mulai masyarakat menengah kebawah dalam segi ekonomi sampai

Dokumen terkait