• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejarah Berdirinya Partai Keadilan Sejahtera

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG SUKSESI DAN

A. Sejarah Berdirinya Partai Keadilan Sejahtera

Partai Keadilan Sejahtera yang disingkat menjadi PK Sejahtera merupakan partai berdasarkan Islam yang pendiriannya terkait dengan pertumbuhan dakwah

Islam semenjak awal tahun delapan puluhan. Partai ini menjunjung tinggi

perlindungan, pemenuhan dan penega32kan Hak Asasi Manusia (HAM).33

Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sebelumnya bernama Partai Keadilan (PK), adalah sebuah partai politik berbasis Islam di Indonesia. PKS didirikan di Jakarta pada 20 April 2002 (9 Jumadil 'Ula 1423 H) dan merupakan kelanjutan dari Partai Keadilan (PK). Partai Keadilan (PK) didirikan di Jakarta pada 20 Juli 1998 (26 Rabi'ul Awwal 1419 H) dalam sebuah konferensi pers di Aula Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta. Adapun Presiden (ketua) partai ini adalah Nurmahmudi Isma'il.34

Lahirnya sebuah gerakan dakwah kampus merupakan cikal bakal dari kemunculan kader-kader Partai Keadilan di era reformasi yang berawal dari munculnya kelompok anak muda yang memiliki semangat tinggi dalam mempelajari dan mengamalkan Islam, sebagai respon dari tekanan politik yang dilakukan oleh pemerintah orde baru, ketika itu terhadap umat Islam dan juga adanya ruang publik yang relatif lapang yang bernama masjid atau mushola kampus, tempat dimana idealisme kaum muda Islam itu mengalami persemaian ideal secara tepat. Mereka terlembagakan dalam lingkungan usrah-usrah35 yang akrab dengan pemikiran Ikhwanul Muslimin. Orientasi ke-ikhwanul muslimin-an

32

33

Daniel Dhakidae, Ph. D, Parta-partai Politik Indonesia Ideologi dan program 2004-

2009, (Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara, 2004), h. 301

34

Artikel Republika 10 Agustus 1998, h. 3

35

Usrah adalah istilah dalam Bahasa Arab yang artinya “keluarga”, merupakan bentuk gerakan keagamaan yang dikembangkan oleh para aktivis mahasiswa Islam di masjid Salman ITB dan kemudian dikenal di kalangan aktivis muda islam pada akhir 70 an dan awal 80 an.

inilah yang menjadi pintu masuk bagi alumni Timur Tengah sebagai narasumber atau penterjemah gagasan-gagasan Islam Timur Tengah di Indonesia, mereka terlibat dalam kegiatan dakwah kampus. Kenyataan bahwa Timur Tengah merupakan wilayah yang memiliki keterikatan erat dengan Indonesia adalah sesuatu yang tidak bisa dibantah dan ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor agama dan politik, di mana sejak lama Timur Tengah telah memberikan kontribusi pemikiran dan gerakan dalam dinamika keagamaan dan politik di Indonesia.

Pada era sebelum kemerdekaan, bermunculan setelah itu pendirinya berinteraksi dengan pemikiran dan gerakan Islam di Arab Saudi maupun Mesir contohnya, Muhammadiyah. PKS yang terinspirasi oleh gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir, gerakan tarbiyah yang merupakan tulang punggung dan pendukung utama partai ini mencoba untuk memformulakan ajaran-ajaran Islam dengan kehidupan sehari-sehari.36

Namun bayang-bayang Ikhwanul Muslimin dalam diri partai ini membuat banyak pengamat Islam dan politik menganggap PKS tidak ada bedanya dengan kelompok-kelompok fundamentalis saat ini, karena mengingat Ikhwanul Muslimin dalam persepsi mereka adalah organisasi fundamentalis terlarang di Mesir yang dianggap ancaman bagi kelangsungan pemerintah yang berkuasa apabila dilihat dari sisi politik.

36

Yon Machmudi. Partai Keadilan Sejahtera; Wajah Baru Islam Politik Indonesia,

Momen keterbukaan politik yang diawali sejak dekade 1990-an telah menjadikan model dakwah tarbiyah ini semakin luas. Keterbukaan politik yang diawali pemerintahan ini, ditambah dengan kecenderungan mengakomodasi kepentingan umat Islam telah membawa angin segar bagi dakwah-dakwah di kampus. Bagi gerakan tarbiyah, era keterbukaan ini membawa berkah yang luar biasa untuk ekspansi gerakan-gerakan kampus. Usaha-usaha untuk kembali berpartisipasi dalam dinamika politik dan sosial Indonesia semakin terbuka. Akitivitas-aktivitas gerakan ini mulai meluaskan sayapnya. Kesempatan untuk partisipasi langsung dalam kancah politik nasional menjadi terbuka setelah rezim

yang berkuasa selama 32 tahun mengalami kehancuran.37

Partai Keadilan didirikan dengan sebuah keputusan yang diambil berdasarkan survey yang dilakukan kepada para aktivis gerakan dakwah di seluruh Indonesia bahkan luar negeri. Inti pertanyaan yang diajukan dalam jajak pendapat tersebut adalah bentuk apa yang ditampilkan untuk muncul ketengah publik pada era reformasi, apakah bentuk organisasi atau organisasi politik, atau tetap mempertahankan penampilan yang selama ini digunakan yaitu dalam bentuk

yayasan atau lembaga-lembaga dakwah.38

Nur Mahmudi Isma’il (Presiden PK pertama), menyebut akar histories dari ideologis Partai Keadilan sangatlah panjang.39 Karena itu sangat sulit untuk

37

Yon Machmudi. Partai Keadilan Sejahtera ….., h. 69

38

Ali Said Damanik. Fenomena Partai keadilan: Transformasi 20 tahun Gerakan

Tarbiyah di Indonesia. h. 228

39

Republika 10 Agustus 1998, h.3. Sementara dalam Majalah Tempo. Edisi 18 Januari 1999, h.58. Nur Mahmudi menyebutkan akar histories itu hampir selama 20 tahun

mengelompokkan mereka ke dalam genre politik tertentu, karena dalam sejarahnya pada level yang nyaris tidak bersentuhan dengan kekuatan politik manapun.40

Dalam perkembangan selanjutnya, PK mulai melibatkan diri dalam ajang pemilihan umum untuk kali pertama pada tahun 1999. Namun pencapaian pada pemilu tahun 1999, tidak memungkinkan bagi sustainibilitas parati ini. Ketentuan

electoral threshold mengharuskan sebuah partai melewati perolehan 2 % jika ingin mengikuti pemilu berikutnya. Berdasarkan undang-undang Pemilu 1999, Bab VII, pasal 39 mengenai syarat keikutsertaan dalam Pemilu, Parati Keadilan tidak diperbolehkan mengikuti pemilihan umum tahun 2004, kecuali PK mau bergabung dengan partai lainnya, atau mendirikan partai politik baru.41

Pada tahun 2001 diadakanlah rapat pleno untuk mencari cara lain agar dakwah melalui jalur politik bisa berjalan. Rapat menghasilkan kesepakatan untuk membuat partai politik baru yang simbolnya tak jauh berbeda dengan partai keadilan. Perumusan mengenai pembentukan partai baru ini diserahkan pada

sebuah tim yang dipimpin oleh Muzammil Yusuf.42

40

Menurut Fahri Hamzah, salah seorang deklator PK, para pengurus PK merupakan personel baru yang selama ini tidak pernah tampil baik di masa Orde Baru maupun Orde Lama “Para pengurus PK murni orang-orang baru, yaitu dari kelompok muda yang akar historisnya memang bisa dicarikan. Meraka itu sebelumnya tidak ada yang ikut Golkar, PPP, maupun PDI, apalagi PKI” (Republika. 10 Agustus 1998) h. 3

41

Aay Muhammad Furqon, Partai Keadilan Sejahtera: Ideologi dan Praksis Politik

Kaum Muda Muslimin Indonesia Kontemporer, (Jakarta: Teraju, 2004), h. 289

42 Ibid

Akhirnya pada tanggal 20 April 2002, PKS resmi berdiri sebagai langkah

strategis dalam menjawab hambatan menyangkut electoral threshold. Dengan

demikian maka visi dan misi partai tidak bergeser dari khittah PK dan kalaupun ada perbedaan hanya dalam bentuk redaksional dan teknisi semata. Atas dasar kesamaan visi dan misi tersebut, musyawarah Majelis Syuro partai keadilan ke- XIII yang berlangsung di Wisma Haji, Bekasi, pada 17 April 2003, memutuskan

Partai Keadilan untuk mengubahnya dengan nama Partai Keadilan Sejahtera.43

Sejatinya perubahan PK ke PKS hanyalah semata-mata perubahan nama untuk menyiasati agar bisa mengikuti Pemilu 2004. Oleh karena itu, suprastruktur (ideologi, pemikiran dan konsep-konsep partai), maupun infrastruktur PKS (baik berupa jaringan kader, kepengurusan hingga asset-aset partai) adalah pelimpahan dari Partai Keadilan.44

PKS percaya bahwa jawaban untuk melahirkan Indonesia yang lebih baik di masa depan adalah dengan mempersiapkan kader-kader yang berkualitas baik secara moral, intelektual, dan professional. Karena itu, PKS sangat peduli dengan perbaikan-perbaikan kearah terwujudnya Indonesia yang adil dan sejahtera.

Kepedulian inilah yang menapaki setiap jejak langkah dan aktivitas partai, dari sebuah entitas yang belum dikenal sama sekali dalam jagat perpolitikan

43

Ibid., h. 291-292

44

M. Rahmat Imadadun. Ideologi Politik PKS: Dari Masjid Kampus ke Gedung

Indonesia hingga dikenal dan eksis sampai saat ini, sebagai partai yang

menduduki peringkat enam dalam Pemilu 2004 lalu.45

Oleh karena itu untuk mencapai peringkat tiga besar dalam Pemilu yang akan datang maka diperlukan kader-kader yang berkualitas secara moral, intelektual, dan professional serta dengan adanya dukungan antar pihak yang satu dengan pihak yang lainnya demi menunjang kesuksesan bersama.

Dokumen terkait