MEDIA PEMBELAJARAN MODERN
D. Media Televisi
2. Sejarah dan perkembangan video game
1. Sejarah video game
Video game atau Console game adalah sebuah bentuk dari multimedia interaktif yang digunakan untuk sarana hiburan. Game ini dimainkan dengan menggunakan sebuah alat yang bisa digenggam oleh tangan dan tersambung ke sebuah kotak alat atau console. Alat yang digenggam tangan disebut joystick. Isinya adalah beberapa tombol-tombol sebagai kontrol arah maju, mundur, kiri dan kanan dimana fungsinya adalah untuk berinteraksi dan mengendalikan gambar-gambar di layar pesawat televisi. Game ini juga biasanya dimainkan dengan memasukan sebuah keping CD yang bisa diganti-ganti atau cartridge yang harus dimasukkan ke dalam game console. Video game dengan console kini juga sudah berkembang pesat. Selain dari console, game juga bisa dijalankan dari personal computer (PC) atau sering juga disebut juga PC game.
Internet game atau online game adalah game yang dimainkan secara online melalui internet. Mereka berbeda dari video game dan PC game karena keduanya menggunakan platform yang berdiri sendiri atau independen, mengandalkan hanya pada teknologi sisi client (client-side technology atau plugin), dimana banyak proses yang dilakukan dari sisi komputer player, bukannya dari server.
Yang dibutuhkan untuk memainkan internet game adalah sebuah web browser dengan plugin tertentu (biasanya gratis didapat melalui website pembuat plugin tersebut).
114
Plugin adalah program komputer yang menambah fungsi dari program utama agar game bisa lebih banyak fitur-fiturnya. Game yang dimainkan di dalam browser, sering juga disebut browser-based game. Beberapa macam plugin yang digunakan dalam online game misalnya adalah Java Virtual Machine, Shockwave, Flash, JavaScript dan sebagainya
2. Perkembangan Video Game a. Generasi Kesatu
Tahun 1947 dipercaya sebagai tahun pertama di mana game didesain untuk dimainkan dengan layar CRT (cathode ray tube). Game sederhana dirancang oleh Thomas T. Goldsmith Jr. dan Estle Ray Mann. Sistem yang dibuatnya terdiri dari 8 vacum tubes dan menyimulasikan peluru ditembakkan pada target, terinspirasi dari display radar pada Perang Dunia II. Tahun 1951, di Bronx, New Yirk, ada seorang insinyur televise yang bernama Ralp Baer memahami ide untuk sebuah televise interaktif. Tahun 1952, A.S. Douglas membuat OXO, game grafis noughts and crosses (nol dan silang), di University of Cambridge untuk mendemonstrasikan tesisnya tentang interaksi komputer dan manusia. Permainan ini bekerja pada komputer besar yang menggunakan CRT display.
Di tahun 1966, Ralp Baer menggali idenya lebih lanjut dan menciptakan sebuah permainan videi (video game). Tahun 1972 dirilis perangkat video game pertama untuk pasar rumahan, Magnavox Odyssey, dihubungkan dengan televisi. Permainan video rumah (home video game) mencapai puncaknya setelah keluarnya versi rumah Pong di natal tahun1975.
b. Generasi Kedua
Di bulan Agustus 1976, Fairchild Semiconductor merilis “Fairchild VES” dimana merupakan konsol permainan video pertama di dunia yang menggunakan CPU dan memperkenalkan format penyimpanan kode permainan.
Tahun 1977, Atari merilis konsol berbasis CPU dengan nama Video Computer System (VCS), dan kemudian dipanggil dengan nama Atari 2006. Tahun 1978, Magnavox merilis konsol berbasis CPU Eropa dengan nama Odyssey 2 di Amerika dan Kanada.Philips Electrinic merilis konsol permainan yang sama sebagai Philips G7000 di beberapa negara eropa. Tahun 1979, Actibision diciptakan oleh mantan programmer Atari yang tidak puas. Tahun 1980, Intellevision diperkenalkan oleh Mattel. Walaupun kronologis datangnya masih jauh sebelum “era 16 bit”, tetapi Intellevision mempunyai prosesor yang unik dengan intruksi panjang 10 bit, dan panjang register 16 bit.
115 Tahun 1982 , muncul tiga konsol baru, yaitu Emerson Arcadia 2001, Vectrex, dan Coleco Vision. Vectrex paling unik diantara yang sudah ada, dengan dengan tambahan prafik vector, dan mempunyai layar sendiri. Arcadia dan Coleco Vision juga merupakan mesin yang canggih. Awalnya cartridge hanya 2KB ROM untuk Atari 2600 dan 4 KB untuk Intellevision. Batas limit tertinggi berkembang dari tahun 1978 sampai tahun 1983, sampai16 KB untuk Atari 2600 dan Intellevision, 32 KB untuk Cokeco Video. c. Generasi Ketiga
Sejarah video game generasi ketiga dimulai pada tahun 1983 oleh jepang melalui peluncuran Famicom yang sekarang dikenal sebagai Nintendo Entertainment Sistem. Generasi ini adalah generasi yang pertama setelah video game meledak pada tahun 1983 dan dipertimbangkan sebagai era modern game hiburan yang pertama. Pada akhir dalam generasi ketiga, Nintendo telah memperkenalkan Game Boy, dimana dirancang sedemikian mungkin hingga hampir cukup menggunakan satu tangan saja untuk mengoperasikannya. Selama produk Game Boy telah melakukan penambahan dan pembagusan setiap tahunnya, sampai Game Boy Micro dan Nintendo Ds, dan sebagian Game Boy Color, semua produk Game Boy Color telah menemukan kecocokan dengan original released di tahun 1989.
d. Generasi Keempat
Era ini kian memanas saat terjadinya persaingan seru antara Sega dan Nintendo. Pada tahun 1990, Sega menggelontorkan Sega Megadrive/Genesis, konsol 16-bit yang memukau perhatian pecinta game, khususnya Amerika. Selanjutnya, Sega merilis game yang akhirnya menjadi maskot Sega, Sonic the Hedgehog (1991). Nintendeo merilis Super Famicom / Super Nintendo Entertainment System (SNES) pada 1991. Bersama paket SNES disertakan game Super Mario World, yang tentu saja memiliki fitur grafis dan suara yang jauh lebih baik dari pendahulunya. Nintendo dan Sega pun terus berlomba-lomba meningkatkan kualitas konsol mereka. Sega mengeluarkan periferal Sega-CD dan Sega 32-X untuk meng-upgrade mesin 16-bit mereka ke 32-bit, tapi sayangnya kurang sukses.
e. Generasi Kelima
Era 32-bit dan 64-bit ini diawali dengan penyelenggaraan Electronic Entertainment Expo (E3) untuk pertama kalinya di Los Angeles Convention Center. Selanjutnya, Sony merilis Sony PlayStation (1995), diikuti dengan Nintendo 64 (1996). Untuk kali ini, persaingan dimenangkan Sony karena Nintendo memutuskan untuk tidak meng-upgrade ke CD-ROM dan tetap menggunakan cartridge. Tentu saja developer lebih melirik CD-ROM, karena biaya produksi lebih murah dan kapasitas
116 penyimpanan lebih besar. Sega pun merilis Sega Saturn, konsol game yang juga berbasis CD-ROM dan memiliki delapan prosesor. Sayang, konsol ini harus tersingkirkan oleh dominasi Nintendo dan Sony. Kegagalan juga dirasakan Atari, yang sudah lebih dahulu merilis konsol game 64-bit mereka, Jaguar. Hal itu dikarenakan banyaknya bug pada konsol dan kurangnya dukungan dari para pengembang game. Melihat kenyataan itu, Atari memutuskan untuk tidak memproduksi konsol lagi, dan fokus dalam pengembangan software. Gunpei Yokoi -- yang sebelumnya menjadi penggagas Gameboy -- membuat Gameboy Color dan Virtual Boy (konsol portabel berbentuk kacamata 3D). Sayang, Virtual Boy gagal meraih kesuksesan. Beberapa game yang berjaya pada generasi kelima ini adalah Super Mario 64, Tekken, Metal Gear Solid, Virtua Fighter, dan Final Fantasy VII. Kesemuanya telah mengimplementasikan teknologi 3D ke dalam game dan menjadi standar pembuatan game saat ini.
f. Generasi Keenam
Dibuka dengan peluncuran konsol terakhir Sega, Dreamcast (1999). Konsol unik ini memiliki fitur game online, dan merupakan konsol game 128-bit pertama. Pada tahun 2001, Sony menggeber PS2, disusul Nintendo dengan GameCube-nya. Kali ini, keduanya menuai kesuksesan yang hampir berimbang, meskipun PS2 masih menduduki peringkat teratas. Pada era ini, Nintendo mengeluarkan dua konsol genggam, yaitu Gameboy Advance, dan Nintendo DS, handheld terbaru Nintendo yang berlayar ganda dan memiliki fitur online serta touch sensitive. Sony pun mengeluarkan versi ekonomis dari PS, yaitu PSone. Lalu, mereka memproduksi handheld pertamanya, PlayStation Portable (PSP) yang hingga saat ini terus membayangi kesuksesan Nintendo DS. Game-game pada generasi ini sudah dapat disejajarkan dengan film. Selain animasi dan tata grafis yang memukau, pemain juga dapat menikmati tema lagu dan soundtrack seperti halnya film layar lebar. Tak hanya game konsol, game PC pun semakin berkembang. Yang paling nyata terlihat adalah munculnya berbagai game online, seperti Ragnarok Online (2003), Pangya, Final Fantasy XI, dan lain-lain.
g. Generasi Ketujuh
Perkembangan videogame kini telah masuk ke generasi ketujuh. Terfokus dalam pembuatan sarana atau alat game yang dirilis pada tahun 2004 olen Nintendeo, Microsoft dan Sony. Dimulai dari 22 November 2005 dengan dirilisnya Microsoft’s Xbox 360 dan diikuti oleh Sony’s Playstation 3 pada 11 november 2006. Microsoft telah menggeber XBox 360, sementara itu Sony dan Nintendo telah bersiap dengan PS3 dan Wii.
117