HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Sejarah Singkat Berdirinya Perpustakaan
Perpustakaan Bung Hatta memiliki peranan yang sangat penting bagi masyarakat kota Bukittinggi. Perintisan lembaga perpustakaan ini menempuh perjalan yang sangat panjang. Perintisan pertama dilakukan oleh Bapak DR. Bung Hatta sendiri sebagai wakil Presiden waktu berkedudukan di Istana Wakil Presiden pada tanggal 12 Agustus 1976 sebagai perpustakaan Umum Pemerintah Kota Bukittinggi yang kemudian berganti nama menjadi Gedung Tri Arga, dan kini diberi nama Istana Bung Hatta. Meski telah mengalami kemajuan akan tetapi bangunan perpustakaan tidak lagi memadai untuk menampung permintaan sesuai perkembangan kebutuhan masyarakat.
Pemerintah dan masyarakat Kota Bukittinggi menaruh perhatian untuk perkembangannya dan berkeinginan membangun Perpustakaan Proklamator Bung Hatta di Bukittinggi-Smatera Barat. Dengan semangat dan tekat yang kuat pada tanggal 21 September 2006 berdirilah Perpustakaan Proklamator Bung Hatta dengan diresmikan oleh Presiden RI DR.H. Susilo Bambang Yudhoyono sebagai unit pelaksana teknis Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Bukittinggi.
4.1.1 Visi dan Misi Perpustakaan
Visi Perpustakaan Proklamator Bung Hatta
Menjadi lembaga pencerdasan kehidupan bangsa berskala nasional yang maju dan handal dalam bidang edukatif, informatif, preservatif dan rekreatif.
1. Meningkatkan sarana, metode dan media pembelajaran bagi publik dalam pembentukan learning society.
Misi Perpustakaan Proklamator Bung Hatta
2. Menyediakan data dan informasi yang otentik bagi peneliti untuk berbagai kepentingan.
3. Menyimpan, memelihara dan mengembangkan koleksi perpustakaan dalam bentuk buku dan non buku.
4. Melayani penyelenggaraan seminar dan diskusi ilmiah baik yang berskala lokal dan regional, maupun yang berskala nasional dan internasional.
5. Memelihara dan mengembangkan sarana rekreasi edukatif dan kontemplatif. 4.1.2 Fasilitas Perpustakaan
Untuk mendukung fungsi Perpustakaan, disediakan berbagai fasilitas yang tersebar pada bangunan perpustakaan. Adapun fasilitas tersebut sebagai berikut :
1. Ruang Buku Terbuka 2. Ruang Buku Tertutup 3. Ruang Buku Langka 4. Taman Bacaan 5. Ruang Baca 6. Ruang Baca Group 7. Ruang Penjilidan 8. Ruang Fumigasi 9. Ruang Rental 10.Ruang Internet 11.Ruang Staf 12.Ruang Rapat 13.Ruang Seminar 14.Ruang Teknikal 15.Wartel
16.Ruang PABX dan Sound sistem 17.Loading Dock
18.Mushola 4.2 Peran Perpustakaan
4.2.1 Peran Perpustakaan Dalam Memenuhi Kebutuhan Informasi
Untuk mengetahui sejauh mana peranan perpustakaan Proklamator Bung Hatta dalam pemenuhan kebutuhan informasi pengguna dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
Tabel 2 : Peran Perpustakaan Dalam Memenuhi Kebutuhan Informasi No Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase
1 2 3 4 Sangat Berperan Berperan Kurang Berperan Tidak Berperan 83 230 23 0 24.7 68.5 6.8 0 Jumlah 336 100
Dari tabel di atas menunjukkan bahwa peran perpustakaan dalam memenuhi kebutuhan informasi 230 (68,5%) responden menyatakan berperan, 83 responden (24,7%) menyatakan sangat berperan dan hanya 23 responden (6,8%) yang menyatakan kurang berperan.
Dari persentase jawaban responden di atas dapat dinyatakan bahwa perpustakaan Proklamator Bung Hatta dalam memenuhi kebutuhan informasi berperan baik dalam kebutuhan responden. Meski sebagian kecil responden berpendapat bahwa Perpustakaan Proklamator Bung Hatta kurang berperan, hal ini disebabkan karena mereka berangkapan bahwa peranan yang dilaksanakan belum sepenuhnya terlaksana dalam pemenuhan kebutuhan informasi.
4.2.2 Peran Perpustakaan Sebagai Fasilitator Dalam Mencari Informasi
Salah satu peran perpustakaan adalah menyediakan berbagai fasilitas yang diperlukan pengguna dalam mencari informasi yang dibutuhkan. Untuk melihat peran tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3 : Peran Perpustakaan Sebagai Fasilitator Dalam Mencari Informasi No Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase
1 2 3 4 Sangat Berperan Berperan Kurang Berperan Tidak Berperan 63 242 31 0 18.8 72 9.2 0 Jumlah 336 100
Dari tabel di atas yang menyatakan peranan perpustakaan sebagai fasilitator dapat dilihat 242 responden (72%) menjawab berperan, 63 responden (18,8%) menjawab sangat berperan dan 31 responden (9,2%) menjawab kurang berperan.
Dari persentase jawaban responden di atas dapat dinyatakan bahwa perpustakaan Proklamator Bung Hatta berperan baik sebagai fasilitator dalam kebutuhan informasi responden. Akan tetapi 9,2 % responden beranggapan bahwa perpustakaan Proklamator Bung Hatta kurang berperan sebagai fasilitator dalam mencari informasi, hal ini disebabkan karena belum semua fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan oleh pengguna, sehingga timbullah sebagian kecil pendapat yang menyatakan perpustakaan kurang berperan sebagai falilitator dalam mencari informasi.
4.2.3 Peran Perpustakaan Sebagai Mediator Dalam Mencari Informasi
Perpustakaan sebagai mediator dalam pemenuhan kebutuhan informasi sangatlah berperan. Untuk melihat sejauh mana peranan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4 : Peran Perpustakaan Sebagai Mediator Dalam Mencari Informasi No Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase
1 2 3 4 Sangat Berperan Berperan Kurang Berperan Tidak Berperan 84 222 30 0 20 66.1 8.9 0 Jumlah 336 100
Dari tabel di atas yang menyatakan peranan perpustakaan sebagai mediator dapat dilihat 222 responden (66,1%) menjawab berperan, 84 responden (25%) menjawab sangat berperan dan 30 responden (8,9%) menjawab kurang berperan.
Dari persentase jawaban responden di atas dapat dinyatakan bahwa perpustakaan Proklamator Bung Hatta berperan baik sebagai mediator dalam pemenuhan kebutuhan informasi responden. Dari 336 responden 8,9% responden menyatakan perpustakaan Proklamator Bung Hatta kurang berperan sebagai mediator dalam pemenuhan kebutuhan informasi, hal ini disebabkan sebagian kecil dari responden beranggapan bahwa perpustakaan kurang memberikan perhatian dan kurang membantu mereka dalam menemukan informasi yang mereka butuhkan.
4.2.4 Peran Perpustakaan Dalam Pengembangan Minat Baca
Salah satu peranan perpustakaan umum yang sangat penting adalah pengembangan minat baca penggunanya. Untuk melihat sejauh mana peranan yang telah dilakukan perpustakaan proklamator Bung Hatta dalam pengembangan minat baca penggunanya dapat dilihat dari tabel berikut :
Tabel 5 : Peran Perpustakaan Dalam Pengembangan Minat Baca No Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase
1 2 3 4 Sangat Berperan Berperan Kurang Berperan Tidak Berperan 64 244 28 0 19 72.6 8.3 0 Jumlah 336 100
Dari tabel di atas yang menyatakan peranan perpustakaan dalam pengembangan minat baca dapat dilihat 64 responden (19%) menjawab berperan, 244 responden (72,6%) menjawab sangat berperan dan 28 responden (8,3%) menjawab kurang berperan.
Dari persentase jawaban responden diatas dinyatakan bahwa peran perpustakaan Proklamator Bung Hatta dalam pengembangan minat baca berperan baik dalam kebutuhan informasi responden hal ini disebabkan karena perpustakaan yang selalu menyediakan bahan- bahan bacaan yang yang sesuai dengan kebutuhan penggunanya dan sering melaksanakan kegiatan-kegiatan yang mengajak para pengguna perpustakaan untuk membaca, walau sebagian kecil responden berpendapat perpustakaan kurang berperan dalam pengembangan minat baca yang mungkin disebabkan karena mereka beranggapan bahan bacaan yang tersedia kurang memenuhi kebutuhan mereka sehingga mereka malas untuk membaca diperpustakaan Proklamator Bung Hatta.