SETTING STUDI KASUS
B. Gambaran Umum Latar Penelitian Kodim 1412 Kolaka Wilayah Kodim 1412 Kolaka terdiri atas Kabupaten Kolaka Wilayah Kodim 1412 Kolaka terdiri atas Kabupaten Kolaka
1. Sejarah singkat persit kartika chandra kirana
Organisasi istri prajurit TNI AD, Persit Kartika Chandra Kirana, lahir di tengah-tengah perjuangan bangsa Indonesia yang dijiwai semangat dan cita-cita luhur untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Dalam pertumbuhannya, organisasi ini tidak dapat dipisahkan dari perkembangan TNI AD. Kelahirannya didorong oleh kesadaran bela negara dan ingin ikut serta berjuang mendampingi suami sesuai dengan sifat kewanitaannya. Kegiatan dapur umum dan palang merah merupakan pilihannya dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Dengan didasari rasa senasib seperjuangan, maka di beberapa tempat istri prajurit TNI AD membentuk organisasi yang bersifat lokal dengan proses dan nama yang berbeda- beda antara lain:
Di kantor ini setiap dua kali seminggu semua pengurus wajib melaksanakan tugs piket
a. Diawali dengan dibentuknya Persatuan Kaum Ibu Tentara (PKIT) pada tanggal 3 April 1946 di Purwakarta, Jawa Barat oleh Ny. Ratu Aminah Hidayat, istri Kolonel Hidayat, Kepala Staf Komandemen, yang kemudian kita kenal sebagai pendiri Persit. Sejak itulah sejarah organisasi Persit Kartika Chandra Kranai dimulai.
b. Di Serang, Jawa Barat, berdiri organisasi dengan nama Persatuan Istri Tentara (PIT) yang diketuai oleh Ny.Suhadi.
c. Di Malang, Jawa Timur, organisasi yang serupa berdiri dengan ketuanya Ny.S.R.Lasmidar.
Untuk menghadapi tantangan perjuangan yang semakin berat, maka pada tanggal 15 Agustus 1946 PKIT mengadakan konferensi di Garut, Jawa Barat, guna mempersatukan organisasi-organisasi istri tentara yang ada di daerah-daerah. Dalam konferensi tersebut nama PKIT diubah menjadi Persatuan Istri Tentara (Persit) atas saran Ny.Hamara Effendi. Selanjutnya, kegiatan Persit semakin meningkat seiring dengan perkembangan organisasi TNI AD. Untuk itu beberapa kongres telah diselenggarakan yaitu;
a. Kongres I tanggal 25—27 Oktober 1950 diadakan di Semarang dipinpin oleh Ny. A.H. Nasution yang menghasilkan keputusan sebagai berikut: (1) Persatuan Istri Tentara diubah menjadi Persaudaraan Istri Tentara disingkat Persit, (2) tanggal 3 (?) ditetapkan sebagai hari jadi Persit, (3) struktur organisasi Persit disesuaikan dengan struktur organisasi Angkatan Darat.
b. Kongres II di Bandung tahun 1951 c. Kongres III di Denpasar tahun 1953 d. Kongres IV di Jogjakarta tahun 1955 e. Kongres V di Malang tahun 1958 f. Kongres VI di Magelang tahun 1960 g. Kongres VII di Jakarta tahun 1963
h. Kongres VIII di Jakarta tahun 1964, kongres darurat yang dilaksanakan karena mewaspadai adanya penyimpangan dengan masuknya unsur-unsur non-Pancasila. Kongres tersebut dipinpin oleh Ny. A. Yani, istri Men/Pangad, selaku
Ketua Umum DPP Persit yang menghasilkan 2 keputusan penting sebagai berikut: (1) Persatuan Istri Tentara diubah menjadi Persatuan Istri Prajurit Kartika Chandra Kirana (Persit Kartika Chandra Kirana), dan (2) Peminpin dijabat oleh pimpinan TNI AD secara fungsional.
i. Pada Kongres IX tahun 1967 ditetapkan lambang Persit Kartika Chandra Kirana yang merupakan hasil karya Mayor Caj. Tranggono. Sedangkan Himne dan Mars Persit Kartika Chandra Kirana diciptakan oleh Bapak A. Tampubolong pada tahun 1962.
Selanjtnya, kongres diadakan secara periodic. Pada tahun 1974 istilah kongres diganti rapat kerja. Rapat kerja pertama dilaksanakan pada bulan April 1974 yang menghasilkan keputusan sebagai berikut: (1) Mempertegas hasil kongres darurat tahun 1964, dan (2) Ketua dan wakil ketua setiap tingkat kepengurusan dijabat secara fungsional. Kemudian, istilah rapat kerja diganti dengan istilah musyawarah pusat (Mupus) yang diadakan setiap 3 tahun sekali sejak tahun1978. Hasil keputusan Mupus I sampai VII secara garis besar sebagai berikut.
a. Mupus I tahun 1978 memutuskan: status istri anggota Militer Titular TNI AD, istri Purnawirawan dan Warakauri sebagai anggota biasa, sedangkan keanggotaan bagi Kowad ditiadakan.
b. Mupus II tahun 1981 memutuskan tentang status istri Purnawirawan dan Warakauri sebagai anggota luar biasa.
c. Mupus III tahun 1984 memutuskan tentang penyempurnaan kepengurusan Persit Kartika Chandra Kirana yang terdiri atas Pengurus Pusat, Pengurus Daerah, Pengurus Gabungan, Pengurus Cabang BS, Pengurus Koordinasi Cabang, Pengurus Cabang, Pengurus Cabang, Pengurus Ranting dan Anak Ranting.
d. Mupus IV tahun 1987 oleh Ny.Tri Sutrisno yang bertepatan dengan diterbitkannya UU RepubliK Indonesia No.18 Tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan, memutuskan:
Persit Kartika Chandra Kirana sebagai Organisasi
Kemasyarakatan yang tergabung pada Organisasi Kemasyarakatan Dharma Pertiwi, Pancasila sebagai satu-satunya asas Persit Kartika Chandra Kirana.
e. Mupus V tahun 1990 dipimpin oleh Ny.Edi Sudradjat, memutuskan:
1) organisasi kemasyarakatan Pesit Kartika Chandra Kirana berinduk kepada Organisasi Kemasyarakatan Dharma Pertiwi;
2) mencantumkan pasal tentang anggota kehormatan;
3) meniadakan status keanggotaan bagi PNS wanita;
4) Istri PNS TNI AD sebagai anggota luar biasa Persit Kartika Chandra Kirana adalah juga anggota biasa IKKT.
f. Mupus VI tahun 1993 dipimpin oleh Ny. Edi Sudradjat, memutuskan:
1) wadah pembinaan bagi istri purnawiraan dan Warakawuri TNI AD adalah organisasi kemasyarakatan Perip Purna Garini (sekarang Peripabri) dan Pepabri;
2) sebutan seksi kekaryaan diubah menjadi seksi sosial politik.
g. Mupus VII tahun 1996 dipimpin oleh Ny. R. Hartono memutuskan ; meniadakan musyawarah daerah , musyawarah gabungan, dan musyawarah cabang biasa menjadi rapat kerja daerah , rapat kerja gabungan, dan rapat kerja cabang biasa.
h. Mupus VIII tahun 1999 dipimpin oleh Ny. Afifah Subagyo HS, memutuskan:
1) penasihat utama ditiadakan;
2) Istri Militer Titular yang semula anggota biasa menjadi anggota luar biasa;
3) menambahkan uraian pada pasal yang tercantum dalam AD dan ART untuk wadah korps wanita TNI AD selaku pembina Persit Kartika Chandra Kirana;
4) penambahan kebijaksanaan dalam atribut untuk seragam bagi yang menggunakan busana Muslimah;
5) seksi sosial politik dihilangkan dan penambahan urusan komunikasi sosial di seksi organisasi.
i. Mupus IX tahun 2004 dpimpin oleh Ny.Nora Ryamizard, memutuskan:
1) meniadakan istri militer titular;
2) menyempurnakan atribut untuk seragam upacara dan muslimah;
3) membina Warakwuri 1 dan 2 tahun menjadi 3 tahun.
Dalam perjalanan sejarahnya, Persit Kartika Chandra Kirana pernah menerbitkan majalah Mekar pada tahun 50-an dan selanjutnya menerbitkan majalah Kartika Kencana pada tahun 1983 sebagai media penerangan kepada anggota sampai sekarang .
Pada tanggal 7 Juli 1967, atas prakarsa ibu Siti Hartinah Soeharto selaku ketua umum Persit Kartika Chandra Kirana, didirikan Yayasan Kartika Jaya sesuai Akta Notaris Nomor 6, tanggal 26 Juli 1967. Jabatan ketua dan wakil ketua Yayasan Kartika Jaya sejak tahun 1988 dijabat secara fungsional oleh ketua dan wakil ketua umum Persit Kartika Chandra.
2. Kegiatan organisasi persit kartika chandra kirana cabang