BAB II URAIAN TEORITIS
A. Sejarah Singkat Perusahaan
PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) berasal dari Perusahaan Perkebunan milik bangsa asing yang dinasionalisasikan oleh Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1957 menjadi Perusahaan Perkebunan Negara (PPN). Setelah mengalami beberapa kali perubahan reorganisasi/regrouping, maka pada tahun 1968 direorganisasi menjadi beberapa kesatuan Perusahaan Negara Perkebunan (PNP), dan pada tahun 1974 ditetapkan pengalihan bentuk menjadi PT Perkebunan (Persero). Pada tahun 1994 diadakan penggabungan manajemen PT Perkebunan III, IV, dan V (Persero) yang dikelola oleh Direksi PT Perkebunan III.
Berdasarkan PP Nomor 8 Tahun 1996 tanggal 14 Februari 1996 diadakan peleburan Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perkebunan III, PT Perkebunan IV dan PT Perkebunan V menjadi :
Nama : Perusahaan Perseroan (Persero)
PT Perkebunan Nusantara III disingkat dengan PT Perkebunan Nusantara III (Persero)
Alamat : Jl. Sei Batang Hari No. 2 Medan – 20122 Telepon : 8452244-8453100
Fax : 8455177-8454728 Email : [email protected] Telex : 51607 ptpn3 Mdn
25
B. Struktur Organisasi Perusahaan
Penyusunan struktur organisasi pada PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) Medan didasarkan pada beberapa pertimbangan pokok sebagai berikut:
1. Struktur organisasi dan uraian jabatan yang jelasa sangat diperlukan dari setiap jabatan, sehingga masing-masing pemegang jabatan dapat mengetahui dengan jelas batas-batas tugas, wewenang, dan tanggung jawab.
2. Keinginan dari pimpinan puncak perusahaan untuk melimpahkan wewenang dan tanggung jawab yang jelas dan lebih serta terkoordinir kepada pimpinan tingkat menengah sehingga pimpinan dapat lebih banyak memusatkan pikiran dan tenaganya untuk hal-hal yang lebig penting demi kelangsungan hidup, kemajuan, dan perkembangan perusahaan.
3. Kegiatan semakin meningkat dan meluasnya kegiatan usaha sehingga perlu pembentukan suatu wadah berupa struktur organisasi yang tangguh, dinamis, dan dapat mengikuti lajunya arus perkembangan usaha.
4. Perlunya pembentukan profit dan cost center yang berfungsi sebagai sarana untuk mengidentifikasikan, mengumpulkan, dan mengalokasikan berbagai unsur pendapatan dan biaya ke dalam pusat pendapatan dan biaya, sehingga memungkinkan kontribusi pendapatan dan biaya dari masing-masing unit organisasi terhadap keseluruhan pendapatan dan biaya dari masing-masing unit organisasi terhadap keseluruhan pendapatan dan biaya perusahaan, juga memungkinkan pengukuran terhadap tingkat prestasi dari orang-orang yang menduduki jabatan dalam unit-unit organisasi tersebut.
26 5. Perlunya sistem komunikasi di dalam organisasi perusahaan dimana semua tingkat
29 Susunan Organisasi PT. Perkebunan Nusantara III (PERSERO) Medan terdiri dari: 1. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
2. Dewan Komisaris 3. Direktur Utama
4. Kepala Bagian Sekretariat Korporat
5. Kepala Bagian Satuan Pengawasan Intern (SPI) 6. Kepala Bagian Teknologi Informasi (TI)
7. Direktur Produksi
a. Kepala Bagian Tanaman b. Kepala Bagian Teknik c. Kapala Bagian Teknologi 8. Direktur Keuangan
a. Kepala Bagian Pembiayaan
b. Kepala Bagian Kemitraan dan Bina Lingkungan 9. Direktur SDM/Umum
a. Kepala Bagian Umum b. Kepala Bagian SDM 10.Direktur Pemasaran
a. Kepala Bagian Pemasaran b. Kepala Bagian Pengadaan
11.Distrik Manajer (DM) dan General Manajer (GM) 12.Manajer
30 1. RUPS
RUPS adalah pimpinan tertinggi yang membawahi Dewan Komisaris, Direktur serta setingkat lebih ke bawah. Tugas dan wewenang RUPS adalah:
a. Mengangkat dan memberhentikan Dewan Komisaris.
b. Bertanggungjawab atas pelaksanaan dan penggunaan modal dan aset perusahaan dalam mencapai tujuan.
c. Mengawasi Dewan Komisaris dalam melaksanakan tugas yang telah dibebankan kepadanya oleh pemegang saham.
2. Dewan Komisaris
Dewan Komisaris terdiri dari 1 komisaris dan 3 komisaris anggota yang bertugas untuk mengawasi pekerjaan direktur utama. Tugas dan wewenang dewan komisaris adalah:
a. Memberikan nasihat kepada pimpinan
b. Membantu pimpinan didalam menginvestasikan dana perusahaan. c. Mengawasi jalannya perusahaan.
3. Direktur Utama
Mengarahkan dan memberdayakan seluruh sumber daya perusahaan secara optimal untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan.
4. Kepala Bagian Sekretariat Korporat
Melaksanakan fungsi manajemen dengan memberdayakan sumber daya yang berhubungan dengan aspek legal dan kebutuhan, aspek manajemen hubungan dengan industri sehingga terwujudnya corporate image yang positif dari stake holders.
31 Melaksanakan pemberdayaan sumber daya dalam melaksanakan pengawasan, analisa dan evaluasi untuk mencapai kinerja yang optimal sehingga terwujud good
corporate governance.
6. Kepala Bagian Informasi Teknologi (IT)
Melaksanakan rencangan, pemeliharaan, pemantauan, analisa dan evaluasi serta pengembangan dengan memberdayakan sumber daya informasi untuk mengahsilkan kinerja informasi secara lengkap (full performance information).
7. Direktur Produksi
Mengelola dan memberdayakan sumber daya produksi, sarana dan prasarana sehingga tercapainya kinerja bidang produksi secara optimal.
a. Kepala Bagian Tanaman.
Melaksanakan pemantauan, analisa dan evaluasi dalam pemberdayaan sumber daya untuk meningkatkan kinerja bagian tanaman.
b. Kepala Bagian Teknik
Melaksanakan fungsi manajemen dalam pemberdayaan sumber daya teknik sehingga terwujudnya best practices di bidang teknik.
c. Kepala Bagian Teknologi
Melaksanakan fungsi manajemen dengan memberdayakan sumber daya teknologi dan mengefektivkan sistem untuk mengoptimalkan kinerja bidang teknologi, sistem manajemen mutu dan lingkungan.
8. Direktur Keuangan
Mengelola dan memberdayakan sumber daya keuangan secara tepat guna sehingga tercapainya cash flow, dan biaya operasional perusahaan yang efektiv dan efisien.
32 a. Kepala Bagian Pembiayaan
Melaksanakan pemantauan, analisa dan evaluasi dalam pemberdayaan sumber daya keuangan dan akuntansi secara optimal untuk mewujudkan kondisi keuangan yang sehat.
b. Kepala Bagian Kemitraan dan Bina Lingkungan
Melaksanakan pemantauan, analisa , evaluasi dan pemanfaatan sumber daya sehingga terwujudnya kemitraan dengan masyarakat di lingkungan perusahaan.
9. Direktur SDM/Umum
Mengelola dan memberdayakan sumber daya manusia dan sarana pendukung lainnya sehingga tercapai kinerja di bidang sumber daya manusia/umum secara optimal.
a. Kepala Bagian Umum
Melaksanakan pemantauan, analisa, dan evaluasi dalam memberdayakan sumber daya manusia perusahaan secara optimal sehingga terwujudnya zero accident, zero
conflict, dan zero risk management.
b. Kepala Bagian SDM
Melaksanakan pemantauan, analisa dan evaluasi dalam memberdayakan sumber daya manusia perusahaan secara optimal sehingga terwujudnya karyawan yang berilmu pengetahuan (knowledgeable worker)
10.Direktur Pemasaran
Mengelola dan memberdayakan sumber daya perusahaan dan pengadaan secara optimal, sehingga tercapainya kepuasan pelanggan dan pemasok.
33 pemasaran secara maksimal sehingga tercapai kepuasan pelanggan, peningkatan arus kas masuk, pengoptimalan harga, peminimuman stok, dan penagihan pembayaran yang efektiv.
b. Kepala Bagian Pengadaan
Melaksanakan pengadaan barang, pemantauan, analisa dan evaluasi serta memberdayakan sumber daya secara optimal.
11.Distrik Manajer dan General Manajer
Distrik manajer melaksanakan pemantauan, analisa, evaluasi, memberi keputusan, dan terobosan-terobosan seperti memberdayakan sumber daya perusahaan yang ada di distriknya untuk mencapai kinerja yang optimal. General manajer melaksanakan pemantauan, analisa, evaluasi, serta memberdayakan seluruh sumber daya perusahaan untuk kinerja yang optimal.
12.Manajer
Melaksanakan fungsi manajemen untuk memberdayakan seluruh kerja secara optimal untuk mewujudkan operational exellence.