• Tidak ada hasil yang ditemukan

DATA UJI ARTIKEL 1. Kebakaran Hutan di Indonesia

33. Lebih dari Sekadar Hobi, Merajut Juga Bermanfaat untuk Kesehatan

Merajut tak hanya sekadar hobi yang meditatif dan memiliki efek menenangkan. Menurut sebuah studi, ternyata merajut juga diam-diam memiliki kebaikan bagi kesehatan tubuh, mulai dari mengurangi depresi dan kecemasan, memperlambat terjadinya demensia, serta mengalihkan perhatian dari penyakit kronis. Jaringan amal Knit for Peace asal Inggris melakukan survei yang meminta 1.000 anggotanya memberikan pengalamannya saat merajut. Dari sini, ditemukan bahwa merajut bermanfaat bagi ketenangan pikiran, tapi juga kesehatan.

Hasil studi yang diterbitkan di “The British Journal of Occupational Therapy” ini menunjukkan, pergerakan repetitif saat merajut dapat melepaskan serotonin (hormon yang memberi rasa nyaman dan senang) di dalam otak dan mengalihkan perhatian dari rasa sakit pada mental dan fisik. Sebanyak 81 persen responden mendeskripsikan mereka merasa lebih bahagia setelah menyelesaikan satu sesi merajut. Sebagai tambahan, menurut studi tahun 2007 yang dilakukan oleh Benson-Henry Institute for Mind-Body Medicine di Massachusetts General Hospital dan Harvard Training Hospital, Amerika Serikat (AS), merajut dapat menurunkan detak jantung rata-rata 11 denyut per menit, yang memunculkan keadaan relaksasi. Ada pula studi dari Mayo Clinic tahun 2012 yang menemukan

A-60 bahwa merajut dapat menurunkan risiko Anda mengembangkan terjadinya gangguan kognitif ringan di kemudian hari hingga 30-50 persen. Gangguan ini dianggap sebagai gejala awal dari demensia dan dapat berkembang menjadi Alzheimer yang merupakan salah satu gejala dari demensia.

Temuan dari survei Knit for Peace menguatkan hasil studi di atas. 86 persen responden mengaku bahwa merajut dapat membantu mereka relaks. Kurang lebih 30 persen mengklaim bahwa kegiatan ini membantu mereka mengurangi rasa cemas, depresi, dan tekanan darah. Responden lain juga melaporkan bahwa merajut bisa mengurangi nyeri akibat radang sendi (artritis) dan nyeri kronis. Dari KlikDokter, dr Astrid Wulan Kusumoastuti pun sepakat dengan hobi merajut yang berguna untuk kesehatan. “Begitu Anda mulai terbiasa dengan pola gerakan merajut, gerakan berulang saat benang dan jarum bergulir, ini akan memicu kondisi relaks yang kemudian dapat menurunkan denyut nadi, tekanan darah, dan kadar kortisol dalam tubuh.”

Selain itu, merajut juga akan membuat Anda menghasilkan sebuah karya yang dapat memberikan kepuasan tersendiri sekaligus meningkatkan rasa percaya diri, dan ini bisa membantu mengatasi rasa sedih dan kesepian. Tak heran, negara AS menjadikan kegiatan merajut sebagai salah satu aktivitas pilihan dalam kampanye bulan peduli stres nasional. Sedangkan di Toronto, Kanada, merajut dijadikan sebagai salah satu bentuk terapi untuk membantu seseorang untuk berhenti merokok. “Bagi mereka yang memiliki trauma akan kejadian masa lalu (post-traumatic stress disorder atau PTSD), merajut pola yang kompleks telah terbukti dapat mengalihkan konsentrasi dan rasa paranoia. Merajut juga dapat membantu Anda menjaga berat badan karena jari yang sibuk akan membuat Anda terhindar dari godaan untuk ngemil,” tambah dr Astrid.

Meski merajut indentik dengan kegiatan yang ditekuni kelompok lansia untuk menghabiskan waktu senggang, tapi beberapa tahun belakangan merajut juga “menulari” generasi lebih muda. Yuk jadikan kegiatan merajut sebagai hobi baru agar Anda mendapatkan berbagai manfaatnya untuk kesehatan! Supaya lebih optimal, dukung dengan pola hidup sehat mulai dari konsumsi makanan sehat bergizi seimbang, olahraga secara teratur, dan istirahat secara cukup.

A-61 34. Kondisi Kali Item dan Ancaman Kesehatan yang Mengintai

Di tengah persiapan Asian Games yang akan digelar pada 18 Agustus mendatang, kondisi Kali Item di daerah Kemayoran mendapat sorotan luas. Pasalnya, netizen sibuk mengomentari kain waring yang digunakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menutup kali itu. Tujuannya, apa lagi kalau bukan untuk mengurangi bau tidak sedap yang mengganggu. Polusi udara dari kali berair hitam yang terletak di samping Wisma Atlet Kemayoran tersebut, rawan mengancam kesehatan warga yang tinggal di sekitarnya. Pemprov DKI Jakarta mengklaim, pemasangan jaring berwarna hitam sepanjang 600 meter tersebut dinilai dapat mengurangi bau tak sedap yang muncul dari kali. Kondisi kali yang berbau tentu akan sangat mengganggu para atlet yang ditempatkan di wisama tersebut. Ditambah lagi lokasi makan mereka yang terletak di dekat kali jelas sangat rawan terpapar bau tak sedap Kali Item.

Berdasarkan kajian ilmiah dari UWSRA (Urban Water Security Research Aliand), pemasangan kain waring yang biasa digunakan untuk menaungi kolam budi daya ikan, ternyata bisa mengurangi penguapan hingga 90 persen. Diharapkan dengan memasang kain waring atau jaring hitam tersebut dapat mengurangi polusi udara akibat pencemaran Kali Item. Kondisi Kali Item yang terletak di dekat Wisma Atlet – yang sedianya ditempati para atlet yang akan berlaga dalam Asian Games – sangat kotor. Airnya yang berwarna hitam pekat dan berbau tajam berasal dari limbah rumah tangga di sekitar kali. Akibatnya bau menyengat pun merebak ke udara.

Aroma busuk tersebut merupakan tanda bahwa air di Kali Item mengandung racun karena terkontaminasi oleh limbah, serta gas lain termasuk karbon dioksida, nitrogen oksida dan metana. Bila tidak diatasi, cepat atau lambat berpotensi mengancam kesehatan para atlet Asian Games karena letak kali yang berdekatan dengan area makan mereka. Situs pecinta lingkungan Ecube Labs menyatakan bahwa polusi udara yang meluap dapat menyebabkan berbagai penyakit pernapasan serta gangguan kesehatan lainnya. Hal ini terjadi karena kontaminan terserap oleh paru-paru saat seseorang bernapas.

A-62 Dijelaskan oleh dr. Dyan Mega Inderawati bahwa ketika bau tak sedap dari Kali Item terhirup, polutan yang juga berada di dalam udara, dapat menyebabkan saluran napas terganggu. “Bau tersebut mengiritasi saluran napas dan menimbulkan batuk serta sesak napas. Bila tak segera diatasi, infeksi bisa menyebar hingga saluran napas bagian bawah, yakni organ paru,” jelasnya. Kondisi ini pula yang akan dihadapi oleh para atlet yang akan bertanding dalam Asian Games 2018, yang kebetulan ditempatkan di lokasi tersebut.

“Infeksi saluran pernapasan tersebut bisa mengurangi kualitas penerimaan oksigen atlet. Mungkin kalau sebelumnya kuat lari dengan kecepatan tertentu, kecepatannya akan berkurang karena penerimaan oksigen ke dalam tubuh juga berkurang,” terang dr. Ega. Selain itu, karena berdampingan dengan tempat makan atlet, kondisi air Kali Item yang kotor juga berisiko mengundang binatang atau serangga-serangga lain penyebab penyakit. Beberapa penyakit yang patut diwaspadai merebak akibat kondisi Kali Item antara lain diare dan penyakit kulit akibat gigitan serangga.

Oleh karenanya untuk menjaga kondisi kesehatan, sangat disarankan bagi para atlet untuk selalu mencuci tangan sebelum makan, istirahat yang cukup, serta asupan air minum sesuai kebutuhan sangat. Penggunaan masker untuk melidungi pernapasan juga bisa menjadi salah satu solusi untuk mengurangi paparan bau dari Kali Item. Keputusan Gubernur DKI Jakarta untuk menutup Kali Item dengan kain waring menjelang Asian Games 2018, sementara waktu memang bisa mengurangi sedikit bau tak sedap. Namun, masyarakat di sekitar Kali Item tentu berharap agar langkah pembersihan Kali Item dapat terus dilanjutkan agar warga sekitar kali dapat terhindar dari infeksi saluran pernapasan dan gangguan kesehatan lainnya.

35. Diet dengan Pola Makan Sekali Sehari, Amankah bagi