• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sekali lagi saya tegaskan

Dalam dokumen KG Analisa (Halaman 139-143)

"KITA MENGAMATI DAN MENGUKUR PERILAKU PELAKU PASAR

BERDASARKAN KEPUTUSAN YANG TELAH MEREKA BUAT !!!"...

Berbicara tentang perilaku maka kita juga berbicara tentang Pola Pikir. Pola pikir adalah algoritma yang terbentuk dalam otak manusia untuk menganalisa sesuatu sebelum menghasilkan sebuah keputusan. Pola pikir inilah yang akhirnya membentuk perilaku manusia baik dalam tingkah laku maupun pengambilan keputusan.

Nah... dari sini mulai bisa kita lihat benang merahnya bagaimana dengan

MENGAMATI HARGA, kita sesungguhnya tengah MENGAMATI POLA PIKIR PELAKU PASAR. Dan pola pikir pelaku pasar ini membentuk pola dalam pergerakan harga. Pertanyaan selanjutnya, apakah memang pergerakan harga itu membentuk pola ? Saya berani mengatakan bahwa PERGERAKAN HARGA MEMILIKI POLA, sekalipun pergerakan harga tersebut terlihat tidak beraturan.

Mengapa? karena saya meyakini Tuhan menciptakan segala sesuatu dengan penuh

keteraturan. Segala sesuatu artinya segala hal, apa pun...Tetapi mirisnya sampai detik ini kita tidak tahu seperti apa sebetulnya pola pergerakan harga tersebut, dan variabel-variabel apa saja yang membentuk pola tersebut.

Analisa BB dengan Standard Deviasi 1 yang telah saya jelaskan panjang lebar di posting-posting sebelumnya adalah usaha yang kita lakukan untuk memetakan pola pergerakan harga.

Pendekatan yang kita lakukan melalui analisa BB adalah kita berusaha memetakan

pergerakan harga berdasarkan satuan waktu tertentu dimana pengamatan kita lakukan terhadap nilai rata-rata pergerakannya.

Informasi apa yang kita peroleh melalui analisa BB ? Seperti telah saya sampaikan berulang kali kita memperoleh informasi tentang kondisi pergerakan harga yaitu

TRENDING (UP atau DOWN) atau FLAT. Jika kondisi trending kita tahu bahwa harga akan bergerak satu arah dan jika kondisi FLAT kita tahu bahwa harga akan bergerak bounching atau kemungkinan awal dari retrace/reversal.

1.

Melalui analisa BB ini juga kita bisa mengamati bahwa kondisi Trending dan kondisi Flat selalu terjadi bergantian.Dan kita juga mengetahui bahwa perubahan kondisi Trending Up

ke Trending Down atau sebaliknya selalu diawali dengan berubahnya BB ke kondisi Flat terlebih dahulu.

2.

Lalu dari pengamatan kita juga mengetahui bahwa perubahan kondisi Trending di BB acuan yang lebih besar akan diawali dengan berubahnya kondisi Trending di BB acuan yang lebih kecil. Dari analisa BB yang kita lakukan maka kita sudah memiliki informasi penting tentang kondisi pergerakan harga dan arah pergerakan saat ini.

3.

Disamping itu kita juga mengetahui bahwa upper line, middle line dan lower line BB juga berfungsi sebagai batas-batas dinamis. Maksudnya batas-batas yang bisa kita prediksi sebagai tempat-tempat dimana harga akan berbalik atau memantul kembali atau bahasa kerennya bisa kita sebut juga sebagai Dynamic Support & Resistance.

Kemudian Analisa KG Levels adalah analisa yang kita lakukan untuk mengukur kekuatan pergerakan harga.

Pada analisa ini kita melakukan pendekatan untuk mengukur kekuatan pergerakan harga saat ini dengan membandingkannya berdasarkan kekuatan pergerakan harga di periode yang sama sebelumnya.

Dimana kekuatan harga ini kita ukur dan tentukan berdasarkan standard deviation yang dihitung berdasarkan data-data harga pada periode sebelumnya (mengenai hal ini saya juga sudah panjang lebar juga menjelaskannya di posting-posting sebelumnya silahkan lihat dan baca lagi jika masih belum jelas)..

Jadi dengan Analisa KG Levels sebenarnya kita melihat dan mengamati pergerakan yang terjadi dan membandingkan penyimpangan pada harga saat ini terhadap tingkat

standard deviasi yang kita hitung dari periode yang sama sebelumnya.Dari pengamatan ini kita mengetahui berapa persen penyimpangan yang telah terjadi pada harga saat ini terhadap kekuatan harga periode sebelumnya.

Hal ini sebetulnya sama saja analoginya seperti kita sedang mengukur kekuatan berapa kali kita mampu berlari mengelilingi sebuah lapangan sepak bola, jadi berapa keliling yang sudah kita lakukan saat ini kita bandingkan dengan berapa keliling yang sudah mampu kita lakukan sebelumnya. Logikanya, kekuatan kita berlari mengelilingi lapangan bola tidak akan jauh berbeda dengan yang telah kita lakukan sebelumnya, dan berapa keliling kita mampu melebihi kekuatan kita berlari sebelumnya pun bisa kita prediksi.

Nah, ini sama dengan yang kita lakukan terhadap KG Levels. Level-level yang di hitung kita tentukan berdasarkan nilai standard deviasinya. Seperti telah juga saya sampaikan sebelumnya, ketika harga saat ini berada di level SD +/-1 kita tahu bahwa harga saat ini telah berada di 68.26% dari kekuatan pergerakan yang mungkin dicapainya berdasarkan data harga periode sebelumnya. Dan ketika harga mencapai SD +/-2 berarti harga telah

mencapai 95.46% dari kekuatan pergerakan yang mungkin dicapainya, SD +/-3 berarti 99.73% dan seterusnya.Dengan pendekatan ini kita memiliki informasi tentang kekuatan pergerakan harga saat ini berdasarkan kekuatan periode sebelumnya.

Kemudian, karena kita menggunakan standard deviation maka ada sedikit hal yang seringkali membingungkan (terutama yang sama sekali belum memahami statistik) yaitu, pengertian SD +/-1 yang seringkali di sebut sebagai batas Normal Distributions. Begini maksudnya, jika kita mengamati sekelompok data (katakan data pergerakan harga lah...) pada periode tertentu, maka secara statistik diasumsikan bahwa pergerakan harga tersebut dianggap terdistribusi secara normal jika pergerakan harga berada diantara batas SD +1 dan SD -1. Jadi pergerakan harga dianggap normal jika harga berada diantara batas SD +1 dan SD -1, berdasarkan data sebelumnya tentu saja. (Busyeet dah.... ini sudah sederhana banget ngejelasinnya... gak tahu lagi deh kalo masih gak pada ngerti...).

Jika kita amati, sebetulnya nilai SD +1 dan SD -1 itu hampir mendekati nilai tertinggi dan terendah kelompok data sebelumnya tersebut. Dan jika kita amati juga selisih antara SD +2 dan SD -2 itu hampir mendekati 2 kali selisih SD +1 dan SD -1... begitu juga dengan selisih antara SD +3 dan SD -3 itu juga hampir mendekati 3 kali selisih antara SD +1 dan SD -1.

Analisa selanjutnya adalah Analisa Range pergerakan harga.

Sama seperti Analisa KG Levels, analisa range kita lakukan untuk mengukur kekuatan pergerakan harga juga. Hanya dengan Analisa Range ini pengukuran kekuatannya kita lakukan dengan pendekatan yang berbeda dengan KG Levels.

Pendekatan yang kita lakukan dalam analisa ini adalah dengan mengamati rata-rata range pergerakan harga pada periode-periode tertentu. Nah, dengan mengetahui range rata-rata pergerakan harga dalam satuan waktu tertentu ini maka kita memiliki gambaran perkiraan sampai berapa jauh kemungkinan range harga yang terbentuk saat ini. Nah.. paduan dua pendekatan pengukuran kekuatan harga ini menjadi panduan bagi kita untuk mengambil ancang-ancang. Jadi informasi dari KG Levels dan Range pergerakan harga adalah semacam warning (alert) atau peringatan dini. Ini penting, agar kita tidak kehilangan kesempatan (Opportunity)...

KESALAHAN

yang kita seringkali melakukannya dalam menyikapi ANALISA KG LEVELS dan RANGE ini adalah kita sering menganggap jika KG Levels dan Range

pergerakan harga sudah jenuh atau mencapai batas maksimum perhitungan Standard Deviasi maka harga akan BERBALIK.

INI SAMA SEKALI SALAH !!!

Ingat, kita tidak pernah tahu sampai dimana harga akan bergerak.

Kita hanya tahu bahwa harga berbalik ketika harga tersebut memang sudah berbalik.. kita tahu apa yang terjadi ketika semuanya sudah terjadi...

Tetapi kita bisa memprediksi kecenderungan apa yang akan terjadi dengan

menganalisa. Kita bisa memprediksi apakah pohon mangga yang kita tanam akan berbuah lebat nantinya dengan mengamati apa saja yang telah terjadi pada pohon mangga tersebut sebelumnya dan keadaannya saat ini.

Sama dengan harga, kita bisa memprediksi kemana harga akan bergerak dengan menganalisa data masa lalu dan kondisinya saat ini. Saya tegaskan disini kita

MEMPREDIKSI bukan MENENTUKAN... prediksi artinya perkiraan jadi ada kemungkinan prediksi kita benar dan ada kemungkinan prediksi kita salah. Dan dalam statistik ini disebut probabilitas.

Seperti saya tegaskan di depan... analisa yang kita lakukan terdiri atas Analisa BB, Analisa KG Levels dan Analisa Range pergerakan harga.

Analisa BB adalah analisa terpenting dalam analisa kita, pemahaman kita akan konsep analisa BB menjadi kunci utama dalam analisa yang saya bagikan di thread ini.Tetapi bukan berarti kita bisa begitu saja mengabaikan analisa Levels dan Range... karena bagaimanapun analisa levels dan range memberikan kita informasi yang tidak kita peroleh di Analisa BB.

Nah...sederhananya analisa kita adalah gabungan ketiga analisa tadi.

Lalu apa sih sebetulnya yg kita cari dengan seluruh analisa yang kita lakukan ini ? Sederhana... kita sebetulnya hanya membutuhkan informasi kapan sih saat ENTRY yang tepat, yaitu kapan kita harus BUY dan kapan kita harus SELL dengan

kemungkinan resiko seminimal mungkin dan kemungkinan profit semaksimal mungkin. Itu saja... sebetulnya target kita.

Target kita bukan jumlah pips, tetapi PROFIT. Artinya, 1 PIPS pun bisa saja akan menjadi target kita karena dengan 1 pips kita telah mendapatkan profit.

Dalam dokumen KG Analisa (Halaman 139-143)