• Tidak ada hasil yang ditemukan

BOGOR

2006

Dengan ini saya menyatakan bahwa tugas akhir dengan judul “Pemberdayaan Ekonomi Petani Sayur Miskin (Studi Kasus di Kelurahan Nunukan Timur Kecamatan Nunukan Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Timur)” adalah karya saya sendiri dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir tugas akhir ini.

Bogor, Nopember 2006

MUHAMMAD FIRNANDA

MUHAMMAD FIRNANDA, Pemberdayaan Ekonomi Petani Sayur Miskin (Studi Kasus di Kelurahan Nunukan Timur Kecamatan Nunukan Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Timur). Dibimbing oleh FELIX SITORUS sebagai Ketua, IRAWAN SOEHARTONO sebagai Anggota Komisi Pembimbing.

Proses pergeseran paradigma dalam pembangunan dari sentralistik menuju desentralistik yang bertumpu pada potensi dan sumber daya lokal telah terjadi sejak pasca Orde Baru. Adanya perubahan ini tidak secara langsung menunjukkan perubahan yang signifikan pada kondisi sosial ekonomi masyarakat. Begitupun halnya yang terjadi di Kabupaten Nunukan, proses pembangunan yang dilaksanakan dianggap masih kurang partisipatif, dimana lebih mengutamakan pembangunan prasarana pemerintahan yang megah daripada pembangunan kesejahteraan sosial. Kenyataannya di Kelurahan Nunukan Timur masih terdapat masyarakat yang tergolong miskin.

Upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam menangani masalah kemiskinan di Nunukan adalah dengan melakukan pembentukan kelompok-kelompok tani sebagai langkah untuk mengubah pola mata pencaharian masyarakat yang tergantung dengan hutan dan mengurangi jumlah masyarakat miskin yang ada, khususnya di Kelurahan Nunukan Timur.

Permasalahan yang ada berkaitan dengan kelompok petani ini adalah ternyata dengan adanya bantuan yang ada, para petani sayur belum dapat meningkatkan penghasilan mereka secara optimal, dikarenakan keterbatasan pengetahuan dan keterampilan mereka.

Tujuan kajian ini adalah untuk memahami karakteristik petani sayur miskin, permasalahan dan faktor penyebab dan merumuskan strategi yang dapat dikembangkan untuk peningkatan petani sayur berkaitan dengan dibentuknya kelompok tani.

Kajian ini dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu pemetaan sosial, evaluasi program, dan kajian lapangan dengan fokus kegiatan merancang strategi dan program pemberdayaan petani sayur miskin di Kelurahan Nunukan Timur. Metode kajian yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan berperanserta dan wawancara mendalam, studi dokumentasi danfocus group discussion(FGD). FGD dilakukan dengan para petani sayur miskin dan parastakeholdersyang ada.

Penyusunan rancangan program dilakukan secara partisipatif dengan tahap-tahap, yaitu membahas dan menentukan masalah yang dihadapi dan masalah yang menjadi prioritas, menganalisa faktor-faktor internal dan eksternal, serta melakukan penggalian aspirasi dalam rangka penyusunan rancangan program pengembangan masyarakat.

Hasil kajian menunjukkan bahwa program pemberdayaan ekonomi petani sayur miskin yang berhasil dirumuskan adalah Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Petani dan Kelompok Petani, yang terbagi dalam 2 (dua) sub Program, yaitu untuk individu petani dan kelompok tani, dengan kegiatan-kegiatan berupa pendampingan, pengadaan pupuk dan bibit gratis, dinamika kelompok sederhana, pelatihan manajemen dan sosialisasi dengan pihak ketiga (LSM dan swasta). Berhasilnya pelaksanaan program ini sangat tergantung dari partisipasi para petani sayur miskin serta dukungan dari para stakeholdersyang ada.

MUHAMMAD FIRNANDA, Economic Empowerment of Poor Vegetable Farmer (A Case Study at Kelurahan Nunukan Timur, Nunukan Subdistrict, Nunukan Regency,East Kalimantan Province).Advised byFELIX SITORUSas chairman, IRAWAN SOEHARTONOas a member of Adviser Commission.

A process of paradigm shift in development, from centralistic to decentralistic, resting on local potency and resources has occurred since post New Order. With the presence of this shift it didn’t directly indicate a significant shift of society’s economic social condition. Likewise similarly it occurred at Nunukan Regency,the development process carried out is supposed to be still less participative, where it more prioritized the development of governmental glorious infrastructure than social welfare development. In fact, at Kelurahan Nunukan Timur there are still several poor-categorized societies.

The efforts conducted by government in handling a poverty problem at Nunukan are by doing an establishment of farmer groups as a measure to change the pattern of the society’s livelihood means depending on the forest and by reducing the number of existing poor people,specially at Kelurahan Nunukan Timur.

The existing problem associated with this farmer group is in fact with the available assistance,the vegetable farmers can not yet increase their earnings optimally, due to the limitation of their knowledge and skills.

The objectives of this study are to understand the characteristic of poor vegetable farmer, problem and cause factor and to formulate a strategy that can be developed to improve the vegetable farmer’s earning with the establishment of farmer group.

This study has been carried out in three stages,those are social mapping, program evaluation, and field study with the focus of designing the strategy and program of poor vegetable farmer’s empowerment at Kelurahan Nunukan Timur. The study method used is a qualitative method. The data collecting technique used is the observation of role participating and deep interview, documentary study and focus group discussion(FGD).FGD has been conducted with the poor vegetable farmers and stakeholders available.

The arranging of program design has been performed in participative with stages, those are to discuss and determine the problem faced and the problem becoming a priority,analyzing internal and external factors as well as conducting an aspiration excavating in arranging the design of society’s development program.

The results of study indicate that the economic empowerment program of poor vegetable farmer s that has been formulated is the Improvement Program of human resource capacity and farmer group, divided into 2 (two) sub-programs, those are for farmer individual and farmer group, with activities in the forms of assistance, providing for free fertilizer and seeds, simple group dynamics, management training and socialization with third party (LSM and private). The success of this program implementation highly depends on the participation of poor vegetable farmers as well as the support of the stakeholders available.

Dilarang mengutip dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari Institut Pertanian Bogor, sebagian atau seluruhnya dalam bentuk apapun,

(Studi Kasus di Kelurahan Nunukan Timur Kecamatan Nunukan

Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Timur)

MUHAMMAD FIRNANDA

Dokumen terkait