• Tidak ada hasil yang ditemukan

BOGOR

2011

DAFTAR PUSTAKA

Alihamsyah T. 2005. Pengembangan Lahan Rawa Lebak untuk Usaha Pertanian. Banjarbaru: Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Adimihardja A, Subagyono K, Al-Jabri M. 2006. Konservasi dan Rehabilitasi Lahan Rawa. Di dalam: Irsal Las, pengarah. Karakteristik dan Pengelolaan Lahan Rawa. Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Hlm 229-269.

Anwar A dan Rustiadi E. 2000. Perspektif Pembangunan Tata Ruang (Spatial) Wilayah Pedesaan dalam Rangka Pembangunan Regional. Program Studi Ilmu Perencanaan Wilayah dan Perdesaan. Program Sarjana IPB. Bogor. Hal 25-31.

Azisa AN. 2008. Analisis Prioritas Pengembangan Wilayah Berdasarkan Potensi Pertanian Padi (Studi Kasus Kabupaten Bone Propinsi Sulawesi Selatan) [Tesis]. Bogor: Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

[Balittra] Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa. 2001. 40 Tahun Balittra 1961-2001. Perkembangan dan Program Penelitian ke Depan Balai Penelitian Tanaman Pangan Lahan Rawa. Banjarbaru: Balittra.

[Bappeda] Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara. 2002. Laporan Final Pelaksanaan Pekerjaan Studi Pengembangan Lahan Rawa Lebak di Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan. Amuntai: Bappeda Kabupaten Hulu Sungai Utara.

[Bappeda] Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara. 2009. Data Pokok dan album Peta untuk Informasi dan Bahan Perencanaan Pembangunan Daerah Tahun 2009. Amuntai: Bappeda Kabupaten Hulu Sungai Utara.

[BPS] Badan Pusat Statistik Kabupaten Hulu Sungai Utara. 2009. Kabupaten Hulu Sungai Utara Dalam Angka. Amuntai: BPS.

[BPS] Badan Pusat Statistik Kabupaten Hulu Sungai Utara. 2010. Kabupaten Hulu Sungai Utara Dalam Angka. Amuntai: BPS.

Barus B dan Wiradisastra US. 2000. Sistem Informasi Geografi Sarana Manajemen Sumberdaya. Bogor: Laboratorium Penginderaan Jauh dan Kartografi Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

[Diperta] Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Hulu Sungai Utara. 2010. Laporan Tahunan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Hulu Sungai Utara Tahun 2009. Amuntai: Diperta TPH Kab. HSU.

Djakapermana, RD. 2010. Pengembangan Wilayah Melalui Pendekatan Kesisteman. Bogor: Penerbit IPB Press.

Djaenudin D, Hendrisman M, Subagyo H, Hidayat A. 2003. Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan untuk Komoditi Pertanian. Bogor: Balai Penelitian Tanah Puslitbangtanak Balitbangtan Departemen Pertanian RI.

Hardjowigeno dan Widiatmaka. 2007. Evaluasi Kesesuaian Lahan dan Perencanaan Tata Guna Lahan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Hendayana, R. 2003. Aplikasi Metode Location Question (LQ) dalam Penentuan Komoditas Unggulan Nasional. Jurnal Informatika Pertanian Volume 12. [Desember 2003]. Bogor: Balai Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian.

Hurni H. 2000. Assessing Sustainable Land Management (SLM). Agriculture, Ecosystems and Environment 81 (2000) 83–92. Elsevier.

Iskandarini. 2002. Analisis Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan. Medan: Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.

Jansen LJM, Gregorio AD. 2002. Parametric Land Cover and Land-Use Classifications as Tools for Environmental Change Detection. Agriculture, Ecosystems and Environment 91 (2002) 89–100. Elsevier.

[JAXA] Japan Aerospace Exploration Agency Earth Observation Research and Application Center. 2008. ALOS Data Users Handbook Revision C. Tokyo: JAXA.

[KNLH] Kementerian Negara Lingkungan Hidup. 2010. Verifikasi Kesatuan Hidrologis Gambut dan Kubah Gambut Lintas Provinsi Kalteng dan Kalsel. Jakarta: KNLH.

Lillesand TM dan Kiefer RW. 1990. Penginderaan Jauh dan Interpretasi Citra. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Messing I, Fagerstro MHH, Chen L, Fu B. 2003. Criteria for Land Suitability Evaluation in a Small Catchment on The Loess Plateau in China. Catena 54 (2003) 215–234. Elsevier.

Noor, M. 2007. Rawa Lebak Ekologi, Pemanfaatan, dan Pengembangannya. Jakarta: Rajawali Pers.

Nugroho, K., Alkasuma, Paidi, W. Wahdini, A. Adi, H. Suwardjo, dan IPG. Widjaya Adhi. 1992. Peta Areal Potensial untuk Pengembangan Pertanian Lahan Pasang Surut, dan Pantai. Bogor: Puslitanak.

Pribadi DO, Panuju DR, Rustiadi E, Pravitasari AE. 2009. Permodelan Perencanaan Pengembangan Wilayah, Konsep, Metode, Aplikasi dan Teknik Komputasi. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Bogor. Rangkuti, F. 2008. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: PT.

74

Ritung S dan Hidayat A. 2007. Prospek Perluasan Lahan untuk Padi Sawah dan Padi Gogo di Indonesia. Jurnal Sumberdaya Lahan Volume 1 No. 4 [Desember 2007] : 25-38. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian.

Ritung S, Wahyunto, Agus A, Hidayat H. 2007. Panduan Evaluasi Kesesuaian Lahan. Bogor: Badan Penelitian Tanah dan Word Agroforestry Centre. Rustiadi E, Saefulhakim S, dan Panudju DR. 2009. Perencanaan dan

Pengembangan Wilayah. Jakarta: Crestpent Press dan Yayasan Obor Indonesia.

Shi-yin C, Yao-lin L, Cui-fang C. 2007. Evaluation of Land-Use Efficiency Based on Regional Scale - A Case Study in Zhanjiang, Guangdong Province. J China Univ Mining & Technol 2007, 17(2): 0215-0219.

Sitorus S. 2004a. Pengembangan Sumberdaya Lahan Berkelanjutan. Bogor: Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Sitorus S. 2004b. Evaluasi Sumberdaya Lahan. Bandung: Penerbit Tarsito

Soetrisno N. 1998. Ketahanan Pangan. Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VI : 189-221. Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Subagyo, H. 2006. Lahan Rawa Lebak. Di dalam: Irsal Las, pengarah. Karakteristik dan Pengelolaan Lahan Rawa. Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Hlm 99-115.

Wiganda S. 2004. Dinamika Konsep Ketahanan Pangan. Di dalam: Suryana A, editor. Kemandirian Pangan Menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan. Jakarta: Lembaga Informasi dan Studi Pembangunan Indonesia (LISPI). Wosten JHM, Clymans E, Page SE, Rieley JO, Limin SH. 2008. Peat–water

interrelationships in a tropical peatland ecosystem in Southeast Asia. Catena 73 (2008) : 212-224. Elsevier.

Peraturan dan Perundang-Undangan

Keputusan Presiden Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung.

1 Tekstur Halus, agak halus, sedang Halus, agak halus, sedang agak kasar kasar 2 Drainase terhambat, sangat terhambat agak terhambat, agak cepat sedang, baik cepat

Buruk, sangat buruk Agak buruk, agak baik Baik

3 KTK (cmol) > 16 ≤ 16 ≤ 16 ≤ 16

4 Kejenuhan basa (%) > 35 20 - 35 < 20 < 20

5 pH 5.5 - 8.2 5.0 - 5.5 < 5.0 < 5.0

6 Kedalaman pirit (cm) > 100 75 - 100 40 - 75 < 40

7 Kedalaman gambut (cm) < 60 60 - 140 140 - 200 > 200 8 Kematangan gambut Saprik+ Saprik, Hemik+ Hemik, Fibrik+ Fibrik

9 Genangan F31, F32 F41, F42, F43, F33 F21, F22, F23,

F24, F34, F44

F11, F12, F13, F14, F15, F25, F35, F45 Sumber : Balai Penelitian Tanah Puslitbangtanak Balitbangtan Departemen Pertanian RI, 2003

Catatan :

- Kematangan gambut : tanda + berarti ada pengkayaan bahan mineral - Genangan : Fxy

x = kedalaman air genangan 1 : < 25 cm y = lamanya banjir 1 : < 1 bulan

2 : 25 - 50 cm 2 : 1-3 bulan

3 : 50 - 150 cm 3 : 3-6 bulan

Lampiran 2. Luas Areal Tanam Tanaman Pangan Kabupaten Hulu Sungai Utara Tahun 2009

No. Kecamatan Tanaman Pangan (Ha) Jumlah

Padi sawah Jagung Kedelai Kacang Tanah Kacang Hijau Ubi kayu Ubi jalar

1 Danau Panggang 3.105 10 - - - - 5 3.120 2 Paminggir 21 3 - - - 24 3 Babirik 6.005 58 - - - 7 10 6.080 4 Sungai Pandan 3.839 52 - - 3 17 22 3.933 5 Sungai Tabukan 2.609 28 - - 5 6 36 2.684 6 Amuntai Selatan 3.750 10 - - - 4 3.764 7 Amuntai Tengah 3.790 160 - 770 - 10 25 4.755 8 Banjang 3.592 212 50 42 10 7 8 3.921 9 Amuntai Utara 2.206 67 - - - 4 3 2.280 10 Haur Gading 1.760 71 - - - 4 - 1.835 Jumlah 30.677 671 50 812 18 55 113 32.396

Lampiran 3.

KUISIONER PENELITIAN

PENENTUAN FAKTOR PENGENDALI

Judul penelitian

POTENSI PENGEMBANGAN LAHAN RAWA LEBAK UNTUK PERLUASAN

LAHAN PADI DI KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA KALSEL

IDENTITAS RESPONDEN

N a m a : ……….

Pekerjaan/Jabatan : ……….

Alamat : ……….

SRI JAMIATUL KHAIRAH

AI56090214

SEKOLAH PASCA SARJANA

PROGRAM STUDI ILMU PERENCANAAN WILAYAH INSTITUT PERTANIAN BOGOR

TAHUN 2010

Kami mohon Bapak/Ibu dapat mengisi kuisioner ini secara objektif dan benar. Penelitian ini dilakukan dalam kerangka akademik dan tujuan ilmiah.

78

PENENTUAN FAKTOR PENGENDALI INTERNAL

Faktor internal dalam kuisioner ini adalah faktor-faktor strategis yang berasal dari dalam organisasi, yang mempengaruhi pengembangan lahan rawa lebak untuk perluasan lahan padi di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Petunjuk pengisian :

a. Pemberian nilai positif (+) didasarkan apakah faktor-faktor tersebut dapat menjadi kekuatan dalam pengembangan lahan rawa lebak untuk perluasan lahan padi di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Berikan tanda () di bawah tanda (+) pada tabel berikut, apabila faktor-faktor tersebut menjadi kekuatan dalam pengembangan lahan rawa lebak untuk perluasan lahan padi.

b. Pemberian nilai negatif (-) didasarkan apakah faktor-faktor tersebut dapat menjadi kelemahan dalam pengembangan lahan rawa lebak untuk perluasan lahan padi di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Berikan tanda () di bawah tanda (-) pada tabel berikut, apabila faktor-faktor tersebut menjadi kelemahan dalam pengembangan lahan rawa lebak untuk perluasan lahan padi. c. Selain faktor-faktor yang disebutkan di bawah ini, masih memungkinkan untuk menambah

faktor-faktor internal lain yang menurut Bapak/Ibu mempengaruhi pengembangan lahan rawa lebak untuk perluasan lahan padi di Kabupaten Hulu Sungai Utara, kemudian berikan tanda () di bawah tanda (+) apabila faktor tersebut menjadi kekuatan atau di bawah tanda (-) apabila faktor tersebut menjadi kelemahan.

No Faktor Strategis Internal +

-

Keterangan/Alasan

1 Sumberdaya alam (luasan areal) ………...

2 Sumberdaya manusia ………..

3 Kelembagaan Petani ………....

4 Dukungan/kebijakan pemerintah ………...

5 Ketersediaan sarana dan prasarana produksi ………...

6 Kondisi fisik rawa lebak (fluktuasi ketersediaan air) ………...

7 Kegiatan pasca panen (kualitas gabah) ………..

8 Output berupa Padi Organik ………

9 Biaya input untuk produksi (ex : Pupuk, bibit, dll) ………..

10 Kemampuan modal usaha ………..

11 Tingkat keuntungan usaha ………...

- 12 Koordinasi antar instansi pemerintah daerah maupun pusat ………..

13 Budaya/kebiasaan masyarakat lokal ………...

14 Produktivitas padi yang dihasilkan ………...

15 ………. ………

PENENTUAN FAKTOR PENGENDALI EKSTERNAL

Faktor eksternal dalam kuisioner ini adalah faktor-faktor strategis yang berasal dari luar organisasi, yang mempengaruhi pengembangan pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Petunjuk pengisian

a. Pemberian nilai positif (+) didasarkan apakah faktor-faktor tersebut dapat menjadi peluang dalam pengembangan lahan rawa lebak untuk perluasan lahan padi di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Berikan tanda () di bawah tanda (+) pada tabel berikut, apabila faktor-faktor tersebut menjadi peluang dalam pengembangan lahan rawa lebak untuk perluasan lahan padi.

b. Pemberian nilai negatif (-) didasarkan apakah faktor-faktor tersebut dapat menjadi ancaman dalam pengembangan lahan rawa lebak untuk perluasan lahan padi di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Berikan tanda () di bawah tanda (-) pada tabel berikut, apabila faktor-faktor tersebut menjadi ancaman dalam pengembangan lahan rawa lebak untuk perluasan lahan padi.

c. Selain faktor-faktor yang disebutkan di bawah ini, masih memungkinkan untuk menambah faktor-faktor eksternal lain yang menurut Bapak/Ibu mempengaruhi pengembangan lahan rawa lebak untuk perluasan lahan padi di Kabupaten Hulu Sungai Utara, kemudian berikan tanda () di bawah tanda (+) apabila faktor tersebut menjadi peluang atau di bawah tanda (-) apabila faktor tersebut menjadi ancaman.

No Faktor Strategis Eksternal +

-

Keterangan/Alasan

1 Permintaan gabah/beras ………

2 Berkembangnya Teknologi Informasi ………

3 Potensi Pasar ………

4 Potensi Pasar Beras Organik ………

5 Adanya Kebijakan Otonomi daerah ………

6 Tingkat inflasi ………

7 Fluktuasi harga ………

8 Adanya kebijakan impor beras ………

9 Ketersediaan kredit/permodalan ………

10 Ketersediaan teknologi ………

11 Persaingan Penggunaan lahan ………

12 ……… ……… - 13 ……… ……… kdd 14 ………. ……… 15 ………. ……… 16 ………. ………

80

PENENTUAN BOBOT FAKTOR PENGENDALI INTERNAL Tujuan :

Mendapatkan penilaian responden terhadap tingkat kepentingan suatu faktor strategis internal dalam penentuan Strategi Pengembangan Lahan Rawa Lebak untuk Perluasan Lahan Padi di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Tingkat kepentingan yang dimaksud adalah berupa pemberian bobot terhadap seberapa besar faktor strategis tersebut menentukan keberhasilan pengembangan lahan rawa lebak untuk perluasan lahan padi.

Petunjuk khusus

Alternatif pemberian bobot terhadap faktor-faktor strategis internal yang tersedia untuk kuisioner ini adalah :

1 = kurang penting/kurang menentukan 2 = agak penting/agak menentukan 3 = penting/menentukan

4 = sangat penting/sangat menentukan

Pemberian bobot masing-masing faktor strategis dilakukan dengan memberikan tanda () pada tingkat kepentingan (1 s/d 4) yang paling sesuai menurut responden. Penentuan bobot merupakan pandangan masing-masing responden terhadap faktor-faktor strategis internal yang telah ditinjau dari keseluruhan elemen yang ada.

No Faktor Strategis Internal Bobot

1 2 3 4

1 Sumberdaya alam (luasan areal) 2 Sumberdaya manusia

3 Kelembagaan Petani

4 Dukungan/kebijakan pemerintah

5 Ketersediaan sarana dan prasarana produksi 6 Kondisi fisik rawa lebak (fluktuasi ketersediaan air) 7 Kegiatan pasca panen (kualitas gabah)

8 Output berupa Padi Organik

9 Biaya input untuk produksi (ex : Pupuk, bibit, dll) 10 Kemampuan modal usaha

11 Tingkat keuntungan usaha

-

12 Koordinasi antar instansi pemerintah daerah maupun pusat

13 Budaya/kebiasaan masyarakat lokal 14 Produktivitas padi yang dihasilkan

15 ……….

PENENTUAN BOBOT FAKTOR PENGENDALI EKSTERNAL Tujuan :

Mendapatkan penilaian responden terhadap tingkat kepentingan suatu faktor strategis eksternal dalam penentuan Strategi Pengembangan Lahan Rawa Lebak untuk Perluasan Lahan Padi di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Tingkat kepentingan yang dimaksud adalah berupa pemberian bobot terhadap seberapa besar faktor strategis tersebut menentukan keberhasilan pengembangan lahan rawa lebak untuk perluasan lahan padi.

Petunjuk khusus

Alternatif pemberian bobot terhadap faktor-faktor strategis eksternal yang tersedia untuk kuisioner ini adalah :

1 = kurang penting/kurang menentukan 2 = agak penting/agak menentukan 3 = penting/menentukan

4 = sangat penting/sangat menentukan

Pemberian bobot masing-masing faktor strategis dilakukan dengan memberikan tanda () pada tingkat kepentingan (1 s/d 4) yang paling sesuai menurut responden. Penentuan bobot merupakan pandangan masing-masing responden terhadap faktor-faktor strategis eksternal yang telah ditinjau dari keseluruhan elemen yang ada.

No Faktor Strategis Eksternal Bobot

1 2 3 4

1 Permintaan gabah/beras

2 Berkembangnya Teknologi Informasi 3 Potensi Pasar

4 Potensi Pasar Beras Organik 5 Adanya Kebijakan Otonomi daerah 6 Tingkat inflasi

7 Fluktuasi harga

8 Adanya kebijakan impor beras 9 Ketersediaan kredit/permodalan 10 Ketersediaan teknologi

11 Persaingan Penggunaan lahan

12 ………

-

13 ………..

14 ………..

Lampiran 1. Kesesuaian lahan padi lebak

No Syarat S1 S2 S3 N

1 Tekstur Halus, agak halus, sedang Halus, agak halus, sedang agak kasar kasar 2 Drainase terhambat, sangat terhambat agak terhambat, agak cepat sedang, baik cepat

Buruk, sangat buruk Agak buruk, agak baik Baik

3 KTK (cmol) > 16 ≤ 16 ≤ 16 ≤ 16

4 Kejenuhan basa (%) > 35 20 - 35 < 20 < 20

5 pH 5.5 - 8.2 5.0 - 5.5 < 5.0 < 5.0

6 Kedalaman pirit (cm) > 100 75 - 100 40 - 75 < 40

7 Kedalaman gambut (cm) < 60 60 - 140 140 - 200 > 200 8 Kematangan gambut Saprik+ Saprik, Hemik+ Hemik, Fibrik+ Fibrik

9 Genangan F31, F32 F41, F42, F43, F33 F21, F22, F23,

F24, F34, F44

F11, F12, F13, F14, F15, F25, F35, F45 Sumber : Balai Penelitian Tanah Puslitbangtanak Balitbangtan Departemen Pertanian RI, 2003

Catatan :

- Kematangan gambut : tanda + berarti ada pengkayaan bahan mineral - Genangan : Fxy

x = kedalaman air genangan 1 : < 25 cm y = lamanya banjir 1 : < 1 bulan

2 : 25 - 50 cm 2 : 1-3 bulan

3 : 50 - 150 cm 3 : 3-6 bulan

Padi sawah Jagung Kedelai Kacang Tanah Kacang Hijau Ubi kayu Ubi jalar 1 Danau Panggang 3.105 10 - - - - 5 3.120 2 Paminggir 21 3 - - - 24 3 Babirik 6.005 58 - - - 7 10 6.080 4 Sungai Pandan 3.839 52 - - 3 17 22 3.933 5 Sungai Tabukan 2.609 28 - - 5 6 36 2.684 6 Amuntai Selatan 3.750 10 - - - 4 3.764 7 Amuntai Tengah 3.790 160 - 770 - 10 25 4.755 8 Banjang 3.592 212 50 42 10 7 8 3.921 9 Amuntai Utara 2.206 67 - - - 4 3 2.280 10 Haur Gading 1.760 71 - - - 4 - 1.835 Jumlah 30.677 671 50 812 18 55 113 32.396

77

Lampiran 3.

KUISIONER PENELITIAN

PENENTUAN FAKTOR PENGENDALI

Judul penelitian

POTENSI PENGEMBANGAN LAHAN RAWA LEBAK UNTUK PERLUASAN

LAHAN PADI DI KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA KALSEL

IDENTITAS RESPONDEN

N a m a : ……….

Pekerjaan/Jabatan : ……….

Alamat : ……….

SRI JAMIATUL KHAIRAH

AI56090214

SEKOLAH PASCA SARJANA

PROGRAM STUDI ILMU PERENCANAAN WILAYAH INSTITUT PERTANIAN BOGOR

TAHUN 2010

Kami mohon Bapak/Ibu dapat mengisi kuisioner ini secara objektif dan benar. Penelitian ini dilakukan dalam kerangka akademik dan tujuan ilmiah.

PENENTUAN FAKTOR PENGENDALI INTERNAL

Faktor internal dalam kuisioner ini adalah faktor-faktor strategis yang berasal dari dalam organisasi, yang mempengaruhi pengembangan lahan rawa lebak untuk perluasan lahan padi di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Petunjuk pengisian :

a. Pemberian nilai positif (+) didasarkan apakah faktor-faktor tersebut dapat menjadi kekuatan dalam pengembangan lahan rawa lebak untuk perluasan lahan padi di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Berikan tanda () di bawah tanda (+) pada tabel berikut, apabila faktor-faktor tersebut menjadi kekuatan dalam pengembangan lahan rawa lebak untuk perluasan lahan padi.

b. Pemberian nilai negatif (-) didasarkan apakah faktor-faktor tersebut dapat menjadi kelemahan dalam pengembangan lahan rawa lebak untuk perluasan lahan padi di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Berikan tanda () di bawah tanda (-) pada tabel berikut, apabila faktor-faktor tersebut menjadi kelemahan dalam pengembangan lahan rawa lebak untuk perluasan lahan padi. c. Selain faktor-faktor yang disebutkan di bawah ini, masih memungkinkan untuk menambah

faktor-faktor internal lain yang menurut Bapak/Ibu mempengaruhi pengembangan lahan rawa lebak untuk perluasan lahan padi di Kabupaten Hulu Sungai Utara, kemudian berikan tanda () di bawah tanda (+) apabila faktor tersebut menjadi kekuatan atau di bawah tanda (-) apabila faktor tersebut menjadi kelemahan.

No Faktor Strategis Internal +

-

Keterangan/Alasan

1 Sumberdaya alam (luasan areal) ………...

2 Sumberdaya manusia ………..

3 Kelembagaan Petani ………....

4 Dukungan/kebijakan pemerintah ………...

5 Ketersediaan sarana dan prasarana produksi ………...

6 Kondisi fisik rawa lebak (fluktuasi ketersediaan air) ………...

7 Kegiatan pasca panen (kualitas gabah) ………..

8 Output berupa Padi Organik ………

9 Biaya input untuk produksi (ex : Pupuk, bibit, dll) ………..

10 Kemampuan modal usaha ………..

11 Tingkat keuntungan usaha ………...

- 12 Koordinasi antar instansi pemerintah daerah maupun pusat ………..

13 Budaya/kebiasaan masyarakat lokal ………...

14 Produktivitas padi yang dihasilkan ………...

15 ………. ………

79

PENENTUAN FAKTOR PENGENDALI EKSTERNAL

Faktor eksternal dalam kuisioner ini adalah faktor-faktor strategis yang berasal dari luar organisasi, yang mempengaruhi pengembangan pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Petunjuk pengisian

a. Pemberian nilai positif (+) didasarkan apakah faktor-faktor tersebut dapat menjadi peluang dalam pengembangan lahan rawa lebak untuk perluasan lahan padi di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Berikan tanda () di bawah tanda (+) pada tabel berikut, apabila faktor-faktor tersebut menjadi peluang dalam pengembangan lahan rawa lebak untuk perluasan lahan padi.

b. Pemberian nilai negatif (-) didasarkan apakah faktor-faktor tersebut dapat menjadi ancaman dalam pengembangan lahan rawa lebak untuk perluasan lahan padi di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Berikan tanda () di bawah tanda (-) pada tabel berikut, apabila faktor-faktor tersebut menjadi ancaman dalam pengembangan lahan rawa lebak untuk perluasan lahan padi.

c. Selain faktor-faktor yang disebutkan di bawah ini, masih memungkinkan untuk menambah faktor-faktor eksternal lain yang menurut Bapak/Ibu mempengaruhi pengembangan lahan rawa lebak untuk perluasan lahan padi di Kabupaten Hulu Sungai Utara, kemudian berikan tanda () di bawah tanda (+) apabila faktor tersebut menjadi peluang atau di bawah tanda (-) apabila faktor tersebut menjadi ancaman.

No Faktor Strategis Eksternal +

-

Keterangan/Alasan

1 Permintaan gabah/beras ………

2 Berkembangnya Teknologi Informasi ………

3 Potensi Pasar ………

4 Potensi Pasar Beras Organik ………

5 Adanya Kebijakan Otonomi daerah ………

6 Tingkat inflasi ………

7 Fluktuasi harga ………

8 Adanya kebijakan impor beras ………

9 Ketersediaan kredit/permodalan ………

10 Ketersediaan teknologi ………

11 Persaingan Penggunaan lahan ………

12 ……… ……… - 13 ……… ……… kdd 14 ………. ……… 15 ………. ……… 16 ………. ………

PENENTUAN BOBOT FAKTOR PENGENDALI INTERNAL Tujuan :

Mendapatkan penilaian responden terhadap tingkat kepentingan suatu faktor strategis internal dalam penentuan Strategi Pengembangan Lahan Rawa Lebak untuk Perluasan Lahan Padi di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Tingkat kepentingan yang dimaksud adalah berupa pemberian bobot terhadap seberapa besar faktor strategis tersebut menentukan keberhasilan pengembangan lahan rawa lebak untuk perluasan lahan padi.

Petunjuk khusus

Alternatif pemberian bobot terhadap faktor-faktor strategis internal yang tersedia untuk kuisioner ini adalah :

1 = kurang penting/kurang menentukan 2 = agak penting/agak menentukan 3 = penting/menentukan

4 = sangat penting/sangat menentukan

Pemberian bobot masing-masing faktor strategis dilakukan dengan memberikan tanda () pada tingkat kepentingan (1 s/d 4) yang paling sesuai menurut responden. Penentuan bobot merupakan pandangan masing-masing responden terhadap faktor-faktor strategis internal yang telah ditinjau dari keseluruhan elemen yang ada.

No Faktor Strategis Internal Bobot

1 2 3 4

1 Sumberdaya alam (luasan areal) 2 Sumberdaya manusia

3 Kelembagaan Petani

4 Dukungan/kebijakan pemerintah

5 Ketersediaan sarana dan prasarana produksi 6 Kondisi fisik rawa lebak (fluktuasi ketersediaan air) 7 Kegiatan pasca panen (kualitas gabah)

8 Output berupa Padi Organik

9 Biaya input untuk produksi (ex : Pupuk, bibit, dll) 10 Kemampuan modal usaha

11 Tingkat keuntungan usaha

-

12 Koordinasi antar instansi pemerintah daerah maupun pusat

13 Budaya/kebiasaan masyarakat lokal 14 Produktivitas padi yang dihasilkan

15 ……….

81

PENENTUAN BOBOT FAKTOR PENGENDALI EKSTERNAL Tujuan :

Mendapatkan penilaian responden terhadap tingkat kepentingan suatu faktor strategis eksternal dalam penentuan Strategi Pengembangan Lahan Rawa Lebak untuk Perluasan Lahan Padi di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Tingkat kepentingan yang dimaksud adalah berupa pemberian bobot terhadap seberapa besar faktor strategis tersebut menentukan keberhasilan pengembangan lahan rawa lebak untuk perluasan lahan padi.

Petunjuk khusus

Alternatif pemberian bobot terhadap faktor-faktor strategis eksternal yang tersedia untuk kuisioner ini adalah :

1 = kurang penting/kurang menentukan 2 = agak penting/agak menentukan 3 = penting/menentukan

4 = sangat penting/sangat menentukan

Pemberian bobot masing-masing faktor strategis dilakukan dengan memberikan tanda () pada tingkat kepentingan (1 s/d 4) yang paling sesuai menurut responden. Penentuan bobot merupakan pandangan masing-masing responden terhadap faktor-faktor strategis eksternal yang telah ditinjau dari keseluruhan elemen yang ada.

No Faktor Strategis Eksternal Bobot

1 2 3 4

1 Permintaan gabah/beras

2 Berkembangnya Teknologi Informasi 3 Potensi Pasar

4 Potensi Pasar Beras Organik 5 Adanya Kebijakan Otonomi daerah 6 Tingkat inflasi

7 Fluktuasi harga

8 Adanya kebijakan impor beras 9 Ketersediaan kredit/permodalan 10 Ketersediaan teknologi

11 Persaingan Penggunaan lahan

12 ………

-

13 ………..

14 ………..

Dokumen terkait