• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menangani masalah yang berkenaan dengan keamanan arealPower plant dan pemukiman karyawan.

Selain itu, adapun job deskripsion pada bagian SFA adalah sebagai berikut:

1. Bambang Irawan ( Position : Manager, M-1)

a. Memanajemen secara keseluruhan dan akuntabilitas di SFN b. Persetujuan keseluruhan transaksi dari SFN

c. Manajer keuangan

28

e. Verifikasi akhir dan pengendalian pembayaran internal dan

eksternal

f. Tugas khusus dari direktur dan DGM/GM dari hal pendanaan 1. Yuko Syahputra (Position : Junior Manager, JM-1)

a. Mengontrol keselulruhan pekerjaan keuangan

b. Verifikasi dan pengendalian kas dan laporan deposito harian untuk semua W/L

c. Verifikasi dan pengendalian L/C impor

d. Verifikasi dan pengendalian akun untuk ISP, IPP, IMO, & JAO e. Verifikasi dan pengendalian pembayaran internal dan eksternal 2. Adi Nugroho ( Officer, OF-3)

a. Administrasi dan control L/C impor

b. Pemroses dan verifikasi pertama dari transaksi pembayaran internal dan eksternal

c. Administrasi dari laporan DHE dan LLD d. Mempersiapkan dan mengontrol anggaran SFN

e. Pekerjaan khusus dari manager mengenai masalah keuangan. 3. Arta Amaya Doris (Assistant Officer, AO-5)

a. Proyeksi laporan arus kas dan laporan posisi keuangan b. Pengelolaan dana (transfer, penempatan, dan pertukaran) c. Pekerjaan khusus dari DGM/GM &M mengenai halpendanaan 4. Irwanto ( Assistant Officer, AO-1)

29

b. Laporan bulanan koleksi penjualan dan saldo c. Koleksi penjualan dan pengendali perdagangan A/R d. Faktur dari pekerjaan layanan

5. Neliana Hutagalung (Assistant Officer, AO-1)

a. Akuntansi penjualan produk dan jasa lainnya (misalnya: sampah segar, barang yang tidak terpakai, dan bahan pembuangan)

b. Faktur untuk barang/ suku cadang, memuat semua ingot,

pengiriman, distribusi, penghitungan dan survey bekerja dengan suveryor independent.

c. A/R Kontroler non perdagangan

d. Pengendalian semua sistem pengarsipan dan penyimpanan

e. ISO dan penanganan dokumen non ISO, termasuk hal-hal yang

berkaitan dengan PA

6. Thoyib K.B (Assistant Officer, AO-1)

a. Verifikasi pembayaran ISP harian dan penerimaan, makanan inklusif dan alokasi BBM untuk M/S

b. Verifikasi pembayaran berkala (non-IDR) dari IPP c. Verifikasi pajak penghasialan pasal 21

d. Administrasi dan control keseimbangan karyawan pinjaman untuk semua lokasi kerja

e. Administrasi dan control obligasi tender pengadaan

f. Administrasi biaya pengobatan dan control untuk semua lokasi kerja

30

g. Administrasi dan pengendalian pembayaran tagihan untuk semua lokasi kerja

h. Administrasi dari penjualan (ingot dan lain-lain)

i. Hal personal ( daftar hadir, kesejahteraan, dan lain-lain) j. Membantu Mr. Irwanto mengenai faktur penjualan jasa 7. Siswadi Ngadiman (Senior Clerk, SC-7)

a. Membantu Mr. Toyib mengenai verifikasi dari pembayara dan

penerimaan harian ISP , termasuk snack dan alokasi BBM untuk M/S (internal dan eksternal)

b. Membantu Mr. Toyib mengenai verifikasi pembayaran periodic

(non-IDR) dari IPP.

c. Membantu Mr. Toyib mengenai verifikasi pajak penghasilan pasal 21

d. Membantu Mr. Toyib mengenai administrasi dan pengendalian

kredit untuk keseimbangan karyawan untuk semua lokasi kerja. e. Membantu Mr. Toyib mengenai administrasi dan biaya pengobatan

untuk semua lokasi kerja

f. Membantu Mr. Toyib mengenai administrasi dan pembayaran

tagihan untuk semua lokasi kerja

g. Membantu Mr. Toyib mengenai administrasi penjualan ( semua

Ingot dan lain-lain)

h. Membantu Mr. Toyib mengenai data pribadi (daftar hadir,

31 8. Ratna Julianti Boyman (Clerk, C-7)

a. Kasir kedua

b. Administrasi pelaporan dan RFA

c. Mempersiapkan faktur untuk pengadaan barang/ suku cadang dan

jasa. Import dengan non- L/C

d. Assisten penanganan dokumen ISO dan non ISO e. Memproses pembayaran periodic

f. Administrasi peraturan dan regulasi

g. Hal urusan umum ( korespondensi, pengarsipan umum, stasioner, dan sebagainya)

9. Ratih Agustina Parapat (Clerk, C-7) a. Kasir pertama

b. Mempersiapkan dan administrasi petunjuk remittance

c. Mempersiapkan dan administrasi pernyataan harian dan deposito d. Rekonsilisasi bank

e. Administrasi korespondensi perbankan

f. Control dan administrasi bank garansi dan garansi lainnya 10. Prayudi Utama (Clerk, C-5)

a. Penerimaan tengah IR/COC untuk bagian dan faktur dokumen.

Dari vendor dan distribusi dan administrasi IR/COC dan faktur untuk PIC

b. Mempersiapkan dan administrasi dari L/C impor c. Administrasi dan eksekusi penyimpanan arsip

32 d. Pengajuan bukti ISP

D. Jaringan Usaha

1. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)

Inalum membangun dan mengoperasikan PLTA yang terdiri dari stasiun pembangkit listrik siguragura dan Tangga yang terkenal dengan nama Asahan 2 yang terletak di Paritohan, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Stasiun pembangkit ini dioperasikan dengan memanfaatkan air Sungai Asahan yang mengalirkan air danau Toba ke Selat Malaka.

Oleh karena itu, total listrik yang dihasilkan sangat bergantung pada kondisi permukaan air danau toba. Pembangunan PLTA dimulai pada tanggal 9 Juni 1978. Pembangunan stasiun pembangkit listrik bawah tanah Siguragura dimulai pada tanggal 7 April 1980 dan diresmikan oleh presiden RI, Soeharto dalam acara Peletakan Batu Pertama yang diselenggarakan dengan tata cara adat Jepang dan tradisi local. Pembangunan seluruh PLTA memakan waktu 5 tahun dan diresmikan oleh wakil presiden Umar Wirahadikusuma pada tanggal 7 Juni 1983. Total kapasitas tetap 426 MW dan output puncak 513MW. Listrik yang dihasilkan digunakan untuk pabrik peleburan di Kuala Tanjung.

2.Pabrik peleburan alumunium

Inalum membangun pabrik peleburan alumunium dan fasilitas pendukungnya diatas area 200 ha di Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, kira-kira 110 km dari kota medan, Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara.

33

Pabrik peleburan dengan kapasitas terpasang 225.000 ton alulmunium pertahun ini dibangun menghadap Selat Malaka. Pembangunan pabrik peleburan ini dimulai pada tanggal 6 Juli 1979 dan tahap I operasi dimulai pada tanggal 20 Januari 1982. Pembangunan ini diresmikan oleh Presiden RI, Soeharto yang didampingi oleh 12 Mentri Kabinet Pembangunan II. Operasi pot pertama dilakukan pada tanggal 15 Februari 1982 dan Maret 1982, alumunium ingot pertama berhasil dicetak.

Pada tanggal 14 Oktober 1982, kapal Ocean Prima memuat 4.800 ton Alumunium Ingot meninggalkan Kuala Tanjung menuju Japan untuk mengekspor produk PT. Inalumdan membuat Indonesia sebagai salah satu Negara pengekspor alumunium di dunia. Produksi ke satu juta ton berhasil dicetak pada tanggal 8 Februari 1988, kedua juta ton pada tanggal 2 Juni 1993, ketiga juta ton pada 12 Desembmer 1997, keempat juta ton pada 16 Desember 2003 dan kelima juta ton pada 11 Januari 2011.

Produk Inalum menjadi komoditi ekspor ke Jepang dan juga dalam negeri dan digunakan sebagai bahan baku industry hilir seperti ekstrusi, kabel dan lembaran alumunium. Kualitas produk inalulm adalah 99,70% dan 99,90%. Pabrik pelburan alumunium di Kuala Tanjung bergerak dalam bidang mereduksi alumina menjadi alumunium dengan menggunakan alumina, karbon, dan listrik sebagai material utama. Pabrik ini memiliki 3 pabrik utama, pabrik Karbon, pabrik Reduksi, dan pabrik penuangan serta fasilitas pendukung lainnya.

34

Unit tungku reduksi terdiri dari tiga gedung, masing-masing berukuran panjang ±640 meter dan lebar 50 meter. Dalam masing-masing gedung dipasang 170 tungku tipe anoda panggang 175.000 amp dengan kapasitas produksi 75.000 ton alumunium setiap tahun, demean lisensi dari Sumitomo Alumunium Smelting Co. Ltd. Tungku terpasang dengan kapasitas produksi keseluruhan 225.000 ton alumunium setiap tahun. b.Gedung Karbon

Gedung karbon yang akan memproduksi blok-blok karbon Anoda yang akan digunakan pada tungku-tungku reduksi terdiri dari tiga bagian, yaitu Bagian Penangkaian. Dalam bagian karbon mentah yang bertingkat ini, bahan-bahan baku seperti kokas dan pitch keras diaduk sedemikian rupa dan dibentuk menjadi blok-blok anoda mentah. Blok-blok anoda mentah yang dihasilkan dibawa ke bagian pemanggang anoda, dimana 106 tungku tipe riedhammer tertutup dipasang. Blok-blok anoda panggang ini kemudian dipindahkan kebagian penagkaian dimana anoda panggang diberi tangkai yang nantinya berfungsi sebagai elektroda pada tungku reduksi.

c.Bagian Penuangan

Alumunium cair yag dihisap dari tungku reduksi diangkat bagian penuangan dimana alumunium cair setelah dimurnikan lebih lanjut dalam tungku-tungku penampungan, dibentuk menjadi ingot-ingot alumunium dengan berat masing-masing 50LB (22,7 Kg), yang merupakan produksi PT. Inalum yang siap dipasarkan dalam negeri maupun keluar negeri 10

35

buah tungku penampung yang masing-masing berkapasitas 30 ton pencetak ingot.

3. Produk akhir

Produk yang dihasilkan oleh PT Indonesia Asahan Alumunium adalah alumunium batangan. Berat per batangnya adalah 22,7kg.PT. Indonesia Asahan Alumunium (Persero) menghasilkan 2 (dua) jenis kualitas produk, yaitu 99,90% dan 99,70% . alumunium batangan PT. Inalum terdaftar pada London Metal Exchange (LME) tanggal 22 September 1987.

Standar Mutu Alumunium Batangan PT Inalum mengacu pada JIS H2-102, 1968 (Reaffirmed 1974) dan Western, Alumunium Assosiation Designation and Chemical composition Limits for Unalloyed Alumunium of Alumunium Association Inc, USA.

Dokumen terkait