• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

5.4 Peranan dan Dampak Sub Sektor Perikanan Budidaya

5.4.2 Sub Sektor Perikanan Tangkap

Peranan sektor perikanan dapat diketahui melalui perhitungan nilai Location Quotient. Menurut sub sektor perikanan tangkap, analisis Location Quotientnya dilakukan dengan menghitung nilai LQ menurut pendapatan sub sektor perikanan tangkap di Kabupaten Sukabumi. Pada Tabel 27, dapat diketahui nilai LQ sub sektor perikanan tangkap Kabupaten Sukabumi Tahun 2002-2006.

Tabel 27. Nilai Location Quotient Sub Sektor Perikanan Tangkap Kabupaten Sukabumi Tahun 2002-2006 Tahun (Vi) (Juta Rupiah) (Vt) (Juta Rupiah) (Pi) (Juta Rupiah) (Pt) (Juta Rupiah) LQ Ket 2002 11279,93 52867,27 739442,73 1725356,21 0,50 Non Basis 2003 25310,28 127902,92 737920,72 1778776,87 0,48 Non Basis 2004 28384,46 123948,44 745773,00 1769748,69 0,54 Non Basis 2005 59893,19 129526,12 764195,83 1820486,55 1,10 Basis 2006 61934,29 130860,24 709102,39 1709502 1,14 Basis Sumber: Data Diolah, 2008

Ket : Vi (Nilai Pendapatan Sub Sektor Perikanan Tangkap Kabupaten Sukabumi) Vt (Total Pendapatan Sektor Perikanan Kabupaten Sukabumi)

Pi ( Total Pendapatan Sub Sektor Perikanan Tangkap Jawa Barat) Pt (Total Pendapatan Sektor Perikanan Jawa Barat)

Berdasarkan Tabel 27, nilai LQ yang didapatkan setelah melalui

perhitungan pendapatan sub sektor perikanan tangkap nilainya fluktuasi. Pada Tahun 2002, nilai LQ sub sektor perikanan tangkap sebesar 0,50, dan berturut-turut pada Tahun 2003,2004 adalah 0,48 dan 0,54. Pada Tahun 2005, nilai LQ sub sektor perikanan tangkap mencapai lebih besar dari 1, yaitu 1,10 dan pada Tahun

2006 kembali mengalami peningkatan menjadi 1,14. Jadi bisa dikatakan bahwa selama kurun waktu Tahun 2005

Sukabumi menjadi sektor basis.

Sub sektor perikanan tangkap menjadi sektor basis selama kurun waktu Tahun 2005-2006, karena pada Tahun tersebut terjadi peningkatan armada penangkapan ikan, Tahun 2004 armada perahu mot

Kabupaten Sukabumi sebanyak 266 unit, armada kapal motor dengan kekuatan 10-20 GT sebanyak 115 unit. Pada Tahun 2005 terjadi

penangkapan, perahu motor tempel sebanyak 428 unit dan kapal motor sebanyak 143 unit, untuk Tahun 2006

kapal motor sebanyak 147 unit. Peningkatan sub sektor perikanan tangkap terjadi juga pada jumlah nelayan yang melakukan kegiatan penangkapan di Kabupaten Sukabumi, pada Tahun 2004 jumlah nelayan se

sebanyak 3.498 orang, dan pada Tahun 2006 terjadi peningkatan yang signifikan sebesar 19,83%, menjadi 4.363 orang. Peningkatan yang signifikan jumlah armada penangkapan dan nelayan pada Tahun 2005 dan 2006 menyebabkan terjadinya peningkatan pada bagian produksi,

mengalami peningkatan menjadi lebih besar dari 1 pada Tahun 2005 dan 2006, sehingga selama kurun waktu tersebut sub sektor perikanan tangkap dikategorikan sebagai sektor basis.

Gambar 16. Grafik Nilai LQ Sub Sektor Perikanan Tangkap Kabupaten Sukabumi Tahun 2002 0 0,2 0,4 0,6 0,8 1 1,2 2002

2006 kembali mengalami peningkatan menjadi 1,14. Jadi bisa dikatakan bahwa selama kurun waktu Tahun 2005-2006, sub sektor perikanan tangkap Kabupaten Sukabumi menjadi sektor basis.

Sub sektor perikanan tangkap menjadi sektor basis selama kurun waktu 2006, karena pada Tahun tersebut terjadi peningkatan armada

, Tahun 2004 armada perahu motor tempel yang ada di Kabupaten Sukabumi sebanyak 266 unit, armada kapal motor dengan kekuatan

20 GT sebanyak 115 unit. Pada Tahun 2005 terjadi peningkatan armada penangkapan, perahu motor tempel sebanyak 428 unit dan kapal motor sebanyak

k Tahun 2006 armada perahu motor tempel sebanyak 531 unit, sebanyak 147 unit. Peningkatan sub sektor perikanan tangkap terjadi juga pada jumlah nelayan yang melakukan kegiatan penangkapan di Kabupaten

pada Tahun 2004 jumlah nelayan sebanyak 3.439 orang, Tahun 2005 sebanyak 3.498 orang, dan pada Tahun 2006 terjadi peningkatan yang signifikan sebesar 19,83%, menjadi 4.363 orang. Peningkatan yang signifikan jumlah armada penangkapan dan nelayan pada Tahun 2005 dan 2006 menyebabkan

nya peningkatan pada bagian produksi, yang menyebabkan nilai LQ mengalami peningkatan menjadi lebih besar dari 1 pada Tahun 2005 dan 2006, sehingga selama kurun waktu tersebut sub sektor perikanan tangkap dikategorikan

Grafik Nilai LQ Sub Sektor Perikanan Tangkap Kabupaten Sukabumi Tahun 2002-2006

y = 0,19x + 0,182 R² = 0,795

2003 2004 2005 2006

2006 kembali mengalami peningkatan menjadi 1,14. Jadi bisa dikatakan bahwa b sektor perikanan tangkap Kabupaten

Sub sektor perikanan tangkap menjadi sektor basis selama kurun waktu 2006, karena pada Tahun tersebut terjadi peningkatan armada

or tempel yang ada di Kabupaten Sukabumi sebanyak 266 unit, armada kapal motor dengan kekuatan

peningkatan armada penangkapan, perahu motor tempel sebanyak 428 unit dan kapal motor sebanyak

armada perahu motor tempel sebanyak 531 unit, sebanyak 147 unit. Peningkatan sub sektor perikanan tangkap terjadi juga pada jumlah nelayan yang melakukan kegiatan penangkapan di Kabupaten

banyak 3.439 orang, Tahun 2005 sebanyak 3.498 orang, dan pada Tahun 2006 terjadi peningkatan yang signifikan sebesar 19,83%, menjadi 4.363 orang. Peningkatan yang signifikan jumlah armada penangkapan dan nelayan pada Tahun 2005 dan 2006 menyebabkan

yang menyebabkan nilai LQ mengalami peningkatan menjadi lebih besar dari 1 pada Tahun 2005 dan 2006, sehingga selama kurun waktu tersebut sub sektor perikanan tangkap dikategorikan

Grafik Nilai LQ Sub Sektor Perikanan Tangkap Kabupaten Sukabumi

Berdasarkan Gambar 16, maka model yang didapatkan dari hubungan

tahun dan nilai LQ sub sektor perikanan tangkap Kabupaten Sukabumi adalah y = 0,19x + 0,182. Hal ini menunjukkan bahwa, setiap penambahan tahun, terjadi kenaikan nilai LQ sub sektor perikanan tangkap sebesar 0,19. Nilai koefisien determinasi dari hasil hubungan tahun dan nilai LQ sub sektor perikanan tangkap Kabupaten Sukabumi adalah (R2) = 0,795. Hal ini menunjukkan bahwa model dapat menjelaskan model yang sebenarnya sebesar 0,795.

Peranan sub sektor perikanan tangkap terhadap perekonomian Kabupaten Sukabumi secara keseluruhan dapat diketahui melalui perhitungan LQ dengan pendapatan sub sektor tersebut sebagai indikator. Nilai hasil perhitungan LQ sub sektor perikanan tangkap terhadap keseluruhan sektor di Kabupaten Sukabumi dapat dilihat pada Tabel 27.

Dari Tabel 28, dapat diketahui peranan Sub Sektor perikanan tangkap Kabupaten Sukabumi terhadap keseluruhan sektor menunjukkan bahwa sub sektor perikanan tangkap Kabupaten Sukabumi merupakan sektor basis terhadap

perekonomian Kabupaten Sukabumi secara keseluruhan. Hal ini ditunjukkan dari nilai LQ yang didapatkan dari hasil perhitungan selama kurun waktu Tahun 2002-2006 yang lebih besar dari 1. Nilai LQ tertinggi sebesar 3,04 pada Tahun 2002-2006, sedangkan nilai LQ terendah pada Tahun 2003 sebesar 1,03.

Tabel 28. Nilai LQ Sub Sektor Perikanan Tangkap terhadap Pendapatan Daerah secara Keseluruhan di Kabupaten Sukabumi, Tahun 2002-2006

Tahun (Vi) (Juta Rupiah) (Vt) (Juta Rupiah) (Pi) (Juta Rupiah) (Pt) (Juta Rupiah) LQ Ket 2002 11279,93 2.530.845,40 739442,73 211.391.590,40 1,27 Basis 2003 25310,28 7.347.910,20 737920,72 220.965.313,80 1,03 Basis 2004 28384,46 6.828.320,50 745773 230.003.495,90 1,28 Basis 2005 59893,19 7.125.599,90 764195,83 242.935.199 2,67 Basis 2006 61934,29 7.404.870,50 709102,39 257.535.975 3,04 Basis Sumber: Data Diolah, 2008

Ket : Vi (Nilai Pendapatan Sub Sektor PerikananTangkap Kabupaten Sukabumi) Vt (Total Pendapatan Seluruh Sektor Kabupaten Sukabumi)

Pi ( Total Pendapatan Sub Sektor Perikanan Tangkap Jawa Barat) Pt (Total Pendapatan Seluruh Sektor Jawa Barat)

Penentuan komoditas unggulan dilakukan dengan melakukan

dengan metode LQ. Sub sektor perikanan tangkap

kelompok. Kelompok-kelompoknya yaitu berdssarkan ikan Pelagis Kecil, kelompok ikan Pelagis Besar, kelompok ikan Demersal, dan kelompok Udang Udangan, Cumi-Cumi, dan Rumput Laut

Gambar 17. Grafik Nilai LQ Sub Sektor Perikanan Tangkap Kabupaten Sukabumi terhadap Keseluruhan Sektor, Tahun 2002

Berdasarkan Gambar

LQ sub sektor perikanan tangkap Kabupaten Sukabumi terhadap pendapatan daerah secara keseluruhan adalah y =

bahwa setiap penambahan tahun terjadi peningkatan nilai LQ seb koefisien determinasi dari hubungan tahun dan nilai LQ adalah (R

ini menunjukkan bahwa model dapat menjelaskan keadaan sebenarnya sebesar 0,783%.

Tabel 29. Nilai LQ Ikan Pelagis Kecil di Kabupaten Sukabumi tahun 2002

Tahun 2002 Peperek 0,517622 Layang 0,183134 Selar 0,212559 Kuwe 5,081391 Teri 0,383414 Japuh 7,160551 Tembang 2,233017 Kembung 0,133208

Sumber: Data Diolah, 2008 y = 0,516x + 0,309 R² = 0,783 0,00 0,50 1,00 1,50 2,00 2,50 3,00 3,50 2002

dengan metode LQ. Sub sektor perikanan tangkap dibagi berdasarkan kelompok kelompoknya yaitu berdssarkan ikan Pelagis Kecil, kelompok ikan Pelagis Besar, kelompok ikan Demersal, dan kelompok Udang

Cumi, dan Rumput Laut

Grafik Nilai LQ Sub Sektor Perikanan Tangkap Kabupaten Sukabumi terhadap Keseluruhan Sektor, Tahun 2002-2006

Gambar 17, didapatkan model dari hubungan tahun dan nilai LQ sub sektor perikanan tangkap Kabupaten Sukabumi terhadap pendapatan daerah secara keseluruhan adalah y = 0,516x + 0,309. Hal ini menunjukkan bahwa setiap penambahan tahun terjadi peningkatan nilai LQ sebesar 0,516. Nilai koefisien determinasi dari hubungan tahun dan nilai LQ adalah (R2) = 0,783. Hal ini menunjukkan bahwa model dapat menjelaskan keadaan sebenarnya sebesar

. Nilai LQ Ikan Pelagis Kecil di Kabupaten Sukabumi tahun 2002

2002 2003 2004 2005 0,517622 0,177238 0 0,101954 0,183134 0,440048 0 3,575758 ,212559 0,280651 1,10103 0,806753 5,081391 5,656191 0,927136 2,655703 0,383414 0,043526 0,341678 0 7,160551 0,744314 0,541721 0,78673 2,233017 1,537553 0,064464 0,034171 0,133208 1,165347 2,907089 1,817834

Sumber: Data Diolah, 2008 y = 0,516x + 0,309

R² = 0,783

2003 2004 2005 2006

dibagi berdasarkan kelompok-kelompoknya yaitu berdssarkan ikan Pelagis Kecil, kelompok ikan Pelagis Besar, kelompok ikan Demersal, dan kelompok

Udang-Grafik Nilai LQ Sub Sektor Perikanan Tangkap Kabupaten Sukabumi

didapatkan model dari hubungan tahun dan nilai LQ sub sektor perikanan tangkap Kabupaten Sukabumi terhadap pendapatan

0,516x + 0,309. Hal ini menunjukkan esar 0,516. Nilai

) = 0,783. Hal ini menunjukkan bahwa model dapat menjelaskan keadaan sebenarnya sebesar

. Nilai LQ Ikan Pelagis Kecil di Kabupaten Sukabumi tahun 2002-2006

2006 0 1,861592 0,225664 27,43232 0,601743 0 1,154946 0,828668

Nilai LQ ikan pelagis kecil menunjukkan tidak banyak ikan yang nilai LQ lebih dari 1. Jenis ikan yang memiliki nilai LQ lebih dari 1 antara lain ikan layang, selar, kuwe, japuh, tembang dan ikan kembung. Nilai LQ ikan layang pada tahun 2005 sebesar 3,575758 dan mengalami penurunan menjadi 1,861592 pada tahun 2006. Ikan selar mencapai nilai LQ lebih dari 1 pada tahun 2004 sebesar 1,10103, dan tahun selanjutnya nilai LQ ikan selar kurang dari 1. Ikan kuwe mengalami peningkatan nilai LQ yang signifikan pada tahun 2005 sebesar 2,655703 menjadi 27,43232 pada tahun

penurunan sebesar 0,927136. Ikan japuh mencapai nilai LQ sebesar 7,160551 pada tahun 2002 dan selanjutnya nilainya menurun dan kurang dari 1. Ikan tembang mencapai nilai 2,223017 pada tahun 2002, kemudian mengalami penurunan pada tahun berikutnya sebesar 1,537553 tahun 2003. Ikan kembung mencapai nilai LQ tertingginya pada tahun 2004 sebesar 2,907089. Ikan pelagis kecil yang nilai LQnya kurang dari 1 antara lain ikan peperek dan ikan teri.

Gambar 18. Grafik Nilai LQ Ik 2002-2006

Dilihat dari nilai LQ ikan dari 1, menunjukkan bahwa ikan

0,03125 0,0625 0,125 0,25 0,5 1 2 4 8 16 32 Peperek Teri 2002 2003

Nilai LQ ikan pelagis kecil menunjukkan tidak banyak ikan yang nilai LQ lebih dari 1. Jenis ikan yang memiliki nilai LQ lebih dari 1 antara lain ikan layang, selar, kuwe, japuh, tembang dan ikan kembung. Nilai LQ ikan layang pada tahun 2005 sebesar 3,575758 dan mengalami penurunan menjadi 1,861592

2006. Ikan selar mencapai nilai LQ lebih dari 1 pada tahun 2004 sebesar 1,10103, dan tahun selanjutnya nilai LQ ikan selar kurang dari 1. Ikan kuwe mengalami peningkatan nilai LQ yang signifikan pada tahun 2005 sebesar 2,655703 menjadi 27,43232 pada tahun 2006 setelah sebelumnya mengalami penurunan sebesar 0,927136. Ikan japuh mencapai nilai LQ sebesar 7,160551 pada tahun 2002 dan selanjutnya nilainya menurun dan kurang dari 1. Ikan tembang mencapai nilai 2,223017 pada tahun 2002, kemudian mengalami

nan pada tahun berikutnya sebesar 1,537553 tahun 2003. Ikan kembung mencapai nilai LQ tertingginya pada tahun 2004 sebesar 2,907089. Ikan pelagis kecil yang nilai LQnya kurang dari 1 antara lain ikan peperek dan ikan teri.

Grafik Nilai LQ Ikan Pelagis Kecil di Kabupaten Sukabumi tahun 2006

Dilihat dari nilai LQ ikan-ikan pelagis yang banyak mencapai nilai lebih dari 1, menunjukkan bahwa ikan-ikan pelagis jenis tertentu seperti ikan layang,

Peperek Layang Selar Kuwe Teri Japuh Tembang Kembung 2002 2003 2004 2005 2006 Nilai LQ ikan pelagis kecil menunjukkan tidak banyak ikan yang memiliki nilai LQ lebih dari 1. Jenis ikan yang memiliki nilai LQ lebih dari 1 antara lain ikan layang, selar, kuwe, japuh, tembang dan ikan kembung. Nilai LQ ikan layang pada tahun 2005 sebesar 3,575758 dan mengalami penurunan menjadi 1,861592

2006. Ikan selar mencapai nilai LQ lebih dari 1 pada tahun 2004 sebesar 1,10103, dan tahun selanjutnya nilai LQ ikan selar kurang dari 1. Ikan kuwe mengalami peningkatan nilai LQ yang signifikan pada tahun 2005 sebesar

2006 setelah sebelumnya mengalami penurunan sebesar 0,927136. Ikan japuh mencapai nilai LQ sebesar 7,160551 pada tahun 2002 dan selanjutnya nilainya menurun dan kurang dari 1. Ikan tembang mencapai nilai 2,223017 pada tahun 2002, kemudian mengalami

nan pada tahun berikutnya sebesar 1,537553 tahun 2003. Ikan kembung mencapai nilai LQ tertingginya pada tahun 2004 sebesar 2,907089. Ikan pelagis kecil yang nilai LQnya kurang dari 1 antara lain ikan peperek dan ikan teri.

an Pelagis Kecil di Kabupaten Sukabumi tahun

ikan pelagis yang banyak mencapai nilai lebih ikan pelagis jenis tertentu seperti ikan layang,

Kuwe Kembung 2005 2006

selar, kuwe, japuh, tembang dan ikan kembung banyak terdapat di perairan Palabuhanratu. Ikan japuh bahkan mencapai nilai LQ 27,43232 pada tahun 2006, hal ini menunjukkan bahwa produksi ikan japuh pada tahun tersebut sangat banyak.

Tabel 30. Nilai LQ Ikan

Tahun 2002 Manyung 0,090443 Cucut 0,694617 Pari 0,443388 Bawal putih 0,135343 Layur 0,316459

Sumber: Data diolah, 2008

Gambar 19. Grafik Nilai LQ Demersal di Kabupaten Sukabumi tahun 2002 Nilai LQ kelompok ikan demersal Kabupaten Sukabumi selama 5 tahun hanya ikan manyung dan bawal putih yang memiliki nilai kurang dari 1. ikan cucut pada tahun 2003 mencapai 3,316498 dan 2,354451 tahun 2005. Ikan pari memiliki nilai LQ 1,284235 tahu

ikan layur mencapai nilai tertingginya pada tahun 2003 sebesar 5,949319. Nilai LQ ikan-ikan pelagis besar yang ditangkap di Palabuhanratu menunjukkan bahwa ikan-ikan tersebut mempunyai stok yang banyak.

0,0625 0,125 0,25 0,5 1 2 4 8 Manyung 2002 2003

selar, kuwe, japuh, tembang dan ikan kembung banyak terdapat di perairan Palabuhanratu. Ikan japuh bahkan mencapai nilai LQ 27,43232 pada tahun 2006, hal ini menunjukkan bahwa produksi ikan japuh pada tahun tersebut sangat

. Nilai LQ Ikan Demersal di Kabupaten Sukabumi tahun

2002-2002 2003 2004 2005 0,090443 0,32929 0 0,458859 0,694617 3,316498 0 2,354451 0,443388 1,284235 0 2,288111 0,135343 0 0 0 0,316459 5,949319 0,282134 1,544511

Sumber: Data diolah, 2008

. Grafik Nilai LQ Demersal di Kabupaten Sukabumi tahun 2002 Nilai LQ kelompok ikan demersal Kabupaten Sukabumi selama 5 tahun hanya ikan manyung dan bawal putih yang memiliki nilai kurang dari 1. ikan cucut pada tahun 2003 mencapai 3,316498 dan 2,354451 tahun 2005. Ikan pari memiliki nilai LQ 1,284235 tahun 2003 dan 2,288111 tahun 2005. Nilai LQ ikan layur mencapai nilai tertingginya pada tahun 2003 sebesar 5,949319. Nilai

ikan pelagis besar yang ditangkap di Palabuhanratu menunjukkan bahwa ikan tersebut mempunyai stok yang banyak.

Cucut Pari Bawal Putih Layur 2002 2003 2004 2005 2006 selar, kuwe, japuh, tembang dan ikan kembung banyak terdapat di perairan Palabuhanratu. Ikan japuh bahkan mencapai nilai LQ 27,43232 pada tahun 2006, hal ini menunjukkan bahwa produksi ikan japuh pada tahun tersebut sangat

-2006 2006 0,114171 0 0 0 2,153198

. Grafik Nilai LQ Demersal di Kabupaten Sukabumi tahun 2002-2006 Nilai LQ kelompok ikan demersal Kabupaten Sukabumi selama 5 tahun hanya ikan manyung dan bawal putih yang memiliki nilai kurang dari 1. Nilai LQ ikan cucut pada tahun 2003 mencapai 3,316498 dan 2,354451 tahun 2005. Ikan

n 2003 dan 2,288111 tahun 2005. Nilai LQ ikan layur mencapai nilai tertingginya pada tahun 2003 sebesar 5,949319. Nilai

ikan pelagis besar yang ditangkap di Palabuhanratu menunjukkan bahwa Layur 2005 2006

Tabel 31. Nilai LQ Ikan Tahun 2002 Kakap 0,401034 Tenggiri 0,303232 Tuna 22,45695 Cakalang 18,9299 Tongkol 2,720772

Sumber: Data diolah, 2008

Gambar 20. Grafik Nilai LQ Ikan Pelagis Besar di Palabuhanratu tahun 2002 2006

Nilai LQ kelompok ikan pelagis besar Kabupaten Sukabumi selama 5 tahun yang memiliki nilai tertinggi adalah ikan tuna pada tahun 2004 yaitu sebesar 199,681 dan terendah ikan tenggiri pada tahun 2006 sebesar 0,369041. Nilai LQ ikan kakap berturut-turut mula

0,401034; 2,048334; 0,494675. Nilai LQ ikan tenggiri tertinggi pada tahun 2003 yaitu 2,392232 dan terendah pada tahun 2002 sebesar 0,303232.

tuna, cakalang, dan tongkol terbesar masing 17,98275. Nilai LQ ikan

adanya ekspor, dan memiliki potensi ikan pelagis besar yang besar, sehingga aktivitas penangkapan yang dilakukan akan memperoleh hasil tangkapan ikan pelagis besar yang meningkat.

Nilai LQ kelompok udang

Kabupaten Sukabumi selama 5 tahun hanya komoditas udang dogol dan rumput 0,1 0,2 0,4 0,8 1,6 3,2 6,4 12,8 25,6 51,2 102,4 204,8 Kakap 2002

. Nilai LQ Ikan Pelagis Besar di Palabuhanratu Tahun 2002-2006

2002 2003 2004 2005 0,401034 2,048334 0 2,494675 0,303232 2,392232 0,608031 0,45593 22,45695 1,119009 199,681 0 18,9299 3,694574 5,691634 10,794 2,720772 17,98275 6,934816 0,980163

Sumber: Data diolah, 2008

. Grafik Nilai LQ Ikan Pelagis Besar di Palabuhanratu tahun 2002

Nilai LQ kelompok ikan pelagis besar Kabupaten Sukabumi selama 5 tahun yang memiliki nilai tertinggi adalah ikan tuna pada tahun 2004 yaitu sebesar 199,681 dan terendah ikan tenggiri pada tahun 2006 sebesar 0,369041. Nilai LQ

turut mulai tahun 2002, 2003 dan 2005 adalah sebesar 0,401034; 2,048334; 0,494675. Nilai LQ ikan tenggiri tertinggi pada tahun 2003 yaitu 2,392232 dan terendah pada tahun 2002 sebesar 0,303232. Nilai LQ ikan tuna, cakalang, dan tongkol terbesar masing-masing 199,681; 18,9299; dan 17,98275. Nilai LQ ikan-ikan pelagis besar yang lebih dari 1 memungkinkan adanya ekspor, dan memiliki potensi ikan pelagis besar yang besar, sehingga aktivitas penangkapan yang dilakukan akan memperoleh hasil tangkapan ikan

g meningkat.

Nilai LQ kelompok udang-udangan, cumi-cumi dan rumput laut

Kabupaten Sukabumi selama 5 tahun hanya komoditas udang dogol dan rumput Tenggiri Tuna Cakalang Tongkol 2003 2004 2005 2006 2006 2006 0 0,369041 0 10,00327 0

. Grafik Nilai LQ Ikan Pelagis Besar di Palabuhanratu tahun

2002-Nilai LQ kelompok ikan pelagis besar Kabupaten Sukabumi selama 5 tahun yang memiliki nilai tertinggi adalah ikan tuna pada tahun 2004 yaitu sebesar 199,681 dan terendah ikan tenggiri pada tahun 2006 sebesar 0,369041. Nilai LQ

i tahun 2002, 2003 dan 2005 adalah sebesar 0,401034; 2,048334; 0,494675. Nilai LQ ikan tenggiri tertinggi pada tahun 2003

Nilai LQ ikan ; 18,9299; dan ikan pelagis besar yang lebih dari 1 memungkinkan adanya ekspor, dan memiliki potensi ikan pelagis besar yang besar, sehingga aktivitas penangkapan yang dilakukan akan memperoleh hasil tangkapan ikan

cumi dan rumput laut

Kabupaten Sukabumi selama 5 tahun hanya komoditas udang dogol dan rumput Tongkol

laut yang memiliki nilai lebih dari 1. Komoditas udang dogol pada tahun 2002 sebesar 1,08303, sedangkan komodi

1,161427. Nilai LQ selama 5 tahun pada kelompok udang

laut mengindikasikan bahwa komoditas tersebut belum terkonsentrasi, sehingga komoditas-komoditas tersebut tidak memiliki potensi untuk dilakuka

Tabel 32. Nilai LQ Udang Sukabumi tahun 2002 Tahun 2002 Udang jerbung 0,096066 Udang dogol 1,08303 Cumi-cumi 0,03801 Rumput laut 0,049609

Sumber: Data diolah, 2008

Gambar 21. Grafik Nilai LQ Udang

Kabupaten Sukabumi tahun 2002

B) Multiplier Effect

Nilai multiplier effect

Sukabumi selama kurun waktu Tahun 2002 dapat dilihat pada Tabel 3

Dilihat dari Tabel 3

tangkap Kabupaten Sukabumi selama kurun waktu 2002 0,015625 0,03125 0,0625 0,125 0,25 0,5 1 2 Udang Jerbung 2002 2003

laut yang memiliki nilai lebih dari 1. Komoditas udang dogol pada tahun 2002 sebesar 1,08303, sedangkan komoditas rumput laut pada tahun 2005 sebesar 1,161427. Nilai LQ selama 5 tahun pada kelompok udang-udangan dan rumput laut mengindikasikan bahwa komoditas tersebut belum terkonsentrasi, sehingga

komoditas tersebut tidak memiliki potensi untuk dilakukan ekspor.

. Nilai LQ Udang-udangan, cumi-cumi, dan Rumput laut di Ka Sukabumi tahun 2002-2006 2002 2003 2004 2005 0,096066 0,216515 0 0 1,08303 0,29893 0,079063 0,067169 0,03801 0,224739 0,040519 0,022159 0,049609 0,176844 0,379085 1,161427

Sumber: Data diolah, 2008

. Grafik Nilai LQ Udang-udangan, cumi-cumi, dan Rumput laut di Kabupaten Sukabumi tahun 2002-2006

multiplier effect dari sub sektor perikanan tangkap di Kabupatem Sukabumi selama kurun waktu Tahun 2002-2006 terhadap pendapatan wi dapat dilihat pada Tabel 33.

dari Tabel 33 maka nilai multiplier effect sub sektor perikanan Sukabumi selama kurun waktu 2002-2006 didapatkan nilai Udang Jerbung Udang Dogol Cumi-cumi Rumput Laut

2002 2003 2004 2005 2006

laut yang memiliki nilai lebih dari 1. Komoditas udang dogol pada tahun 2002 tas rumput laut pada tahun 2005 sebesar

udangan dan rumput laut mengindikasikan bahwa komoditas tersebut belum terkonsentrasi, sehingga

n ekspor.

cumi, dan Rumput laut di Kabupaten

2006 0 0 0,879783 0

cumi, dan Rumput laut di

di Kabupatem terhadap pendapatan wilayah

sub sektor perikanan 2006 didapatkan nilai

Rumput Laut

ME yang fluktuatif, Tahun 2003 nilai multiplier effect yang didapatkan sebesar 5,35; tetapi kemudian mengalami penurunan dastis menjadi -1,29 pada Tahun 2004. Pada Tahun 2005, nilai multiplier effect sub sektor perikanan budidaya Kabupaten Sukabumi naik menjadi 0,18 ; dan pada Tahun 2006, nilai multiplier effectnya menjadi 0,65. Penurunan nilai multiplier effect yang terjadi pada Tahun 2004 sebesar -1,29 dari sebelumnya 5,35 pada Tahun 2003, menjelaskan bahwa pada saat itu sub sektor perikanan tangkap tidak mampu menghasilkan efek pengganda, tetapi pada Tahun 2005 dan 2006, nilai multiplier effect sub sektor ini mengalami kenaikan, menjadi 0,18 dan 0,65. Hal ini dapat diartikan sub sektor perikanan tangkap saat itu dapat menciptakan efek pengganda, sehingga

diharapkan terjadinya pembelian kembali di dalam daerah, dan seterusnya dapat membuka lapangan kerja baru.

Tabel 33. Nilai Multiplier Effect Sub Sektor Perikanan Tangkap Berdasarkan Pendapatan Wilayah Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000, Tahun 2002-2006 Tahun Yb Y (Rp) ∆ Yb ∆ Y (Rp) ME 2002 112.79,92 52.867,27 2003 25310,28 127.902,92 14030,35 75.035,65 5,35 2004 28384,46 123.948,44 3074,18 -3.954,48 -1,29 2005 59893,19 129.526,12 31508,74 5.577,68 0,18 2006 61934,29 130.860,24 2041,09 1.334,12 0,65

Sumber: Data Diolah,2008

Ket : Yb (Pendapatan Sub Sektor Perikanan Tangkap Kabupaten Sukabumi) Y (Pendapatan Sektor Perikanan Kabupaten Sukabumi)

∆Yb (Perubahan Pendapatan Sub Sektor Perikanan Tangkap Kabupaten Sukabumi) ∆Y (Perubahan Pendapatan Sektor Perikanan Kabupaten Sukabumi)

ME (Multiplier Effect)

5.5 Komoditas Unggulan Kabupaten Sukabumi

Dokumen terkait