F. Metode Penelitian
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah sumber data yang asli dari objek yang diteliti. Data sekunder diperoleh dari sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data. Penelitian ini mengambil data pendukung dari buku-buku referensi berupa pengertian dan teori-teori yang ada hubungannya dengan permasalahanyang akan diteliti. Prosedur pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kepustakaan.
d) Fokus Penelitian
Fokus penelitian dilakukan dengan memilih fokus atau pokok permasalahan yang diteliti. Sesuai dengan objek kajian dalam penelitian ini, maka fokus pada penelitian ini ialah pada penerapan pola pendidikan orangtua terhadap anaknya. Yang dimulai dari usia dini hingga pendidikan beranjak remaja.
15Sugiyono, Metodologi Penelitian Pendidikan: Pendidikan Pendekatan Kualitatif dan R & D, (bandung: Alfabeta, 2016) hlm. 308.
19 e) Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Observasi
Metode observasi adalah pengumpulan data melalui pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap kejadian yang diamati. Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan setting yang dipelajari, aktivitas yang berlangsung, orang-orang yang terlibat dalam aktivitas dan makna kejadian dilihat berdasarkan perspektif mereka yang terlihat dalam kejadian yang diamati tersebut.16
Dalam menggunakan metode Observasi cara yang paling efektif adalah melengkapinya dengan format atau blanko pengamatan sebagai instrumen. Format yang disusun berisi item-item tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan akan terjadi.17
2. Wawancara
Wawancara atau Interview adalah suatu bentuk komunikasi verbal semacam percakapan yang bertujuan memperoleh informasi. Dalam kalimat lain disebutkan bahwa teknik wawancara adalah pertemuan 2 orang untuk bertukar informasi dan ide memulai tanya jawab, sehingga dapat
16 Afifudin, Metodologi Penelitian Kualitatif,.... hlm. 134.
17Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. (Jakarta : Rineka Cipta, 2013), hlm. 229.
20 dikontruksikan arti dalam suatu topik tertentu.18 Pedoman wawancara digunakan untuk mengingatkan peneliti (pewawancara) mengenai aspek-aspek yang harus dibahas, juga menjadi daftar pengecek (check list) apakah aspek tersebut relevan untuk dibahas atau ditanyakan.19
wawancara akan memperoleh beberapa segi yang mencakup (1) pengertian dan macam-macam pertanyaan, (2) Bentuk-bentuk pertanyaan, (3) Menata urutan pertanyaan, (4) Perencanaan wawancara, (5) Pelaksanaan dan kegiatan sesudah wawancara, dan (6) Wawancara kelompok fokus.
Proses wawancara dalam penelitian kualitatif pada umumnya dilakukan dengan cara tak terstruktur karena peneliti tidak mengetahui secara tepat mengenai apa yang sebenarnya hendak dituju dengan demikian tujuan wawancara yang dilakukan untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya yang mengarah kedalaman informasi dan dilaksanakan secara informal. Dengan demikian wawancara ini dilakukan dengan pertanyaan yang bersifat terbuka (Open-ended) dan mengarah pada kedalaman informasi, serta dilakukan dengan cara yang tidak secara formal terstruktur, guna menggali pandangan subjek yang diteliti tentang banyak hal yang sangat bermanfaat untuk menjadi dasar bagi
18 Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan... hlm. 231.
19 Afifudin, Metodologi Penelitian Kualitatif,.... hlm. 131.
21 penggalian informasinya secara lebih jauh, lengkap, dan mendalam. 20
Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur. Wawancara semi terstruktur merupakan pelaksanaan wawancara lebih bebas namun tetap dalam lingkup pertanyaan yang sudah dibuat atau direncanakan sebelumnya.
3. Dokumentasi
Metode dokumentasi mencari informasi data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, dsb. Dokumentasi adalah metode mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, teori, dalil, dan sebagainnya. Dokumen sudah lama digunakan dalam penelitian sebagai sumber data karena dalam banyak hal dokumen sebagai sebagai sumber data dimanfaatkan untuk menguji, menafsirkan, bahkan untuk meramalkan.21
Dalam konteks lain disebutkan bahwa metode dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data dan informasi melalui pencarian serta bukti-bukti. 22 Dokumen yang dikumpulkan oleh peneliti diharapkan dapat membantu peneliti dalam memahami fenomena yang terjadi di lokasi sehingga dapat membantu dalam membuat interpretasi data.
20 Meleong, Penelitian Metodologi Kualitatif,... hlm 186
21 Meleong, Penelitian Metodologi Kualitatif,... hlm 217
22 Afifudin, Metodologi Penelitian Kualitatif,.... hlm. 141.
22 Metode ini dapat digunakan untuk mendapatkan data berupa kegiatan akademik dan nonakademik yang menunjang proses belajar mengajar misalnya kegiatan yang dilakukan sekolah maupun siswa di hari besar islam. Melalui cara ini peneliti akan secara langsung mengetahui objek sekaligus menggali data-data yang diinginkan.
f) Uji Keabsahan Data
Pengujiamn keabsahan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan bahan referensi, triangulasi, dan membercheck.
1. Bahan referensi
Yang dimaksud dengan penggunaan bahan referensi adalah adanya bahan pendukung untuk membuktikan data yang telah ditemukan oleh peneliti.23 Bahan pendukung dalam penelitian ini berupa dokumen asli (yang telah difotocopy), foto dan juga rekaman hasil wawancara.
2. Tringulasi
Trianggulasi teknik yaitu untuk menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Dan teknik yang ditrianggulasikan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, teknik observasi dan teknik dokumentasi.24 Misalnya, data yang diperoleh dari wawancara, kemudian di cek dengan observasi dan
23 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikn,....hlm. 275
24 Afifudin, Metodologi Penelitian Kualitatif,.... hlm. 143
23 dokumentasi lalu dikuatkan dengan studi pustaka. Bila dengan tiga teknik pengujian kreadibilitas data tersebut menghasilkan data yang berbeda-beda, maka peneliti melakukan diskusi lebih lanjut kepada sumber data yang bersangkutan atau yang lain, untuk memastikan mana data yang dianggap benar, atau mungkin semuannya benar karena sudut pandangnya berbeda-beda.
Terhadap beberapa jenis triangulasi yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu sumber dan triangulasi teknik
a. Trianggulasi Sumber
Triangulasi sumber digunakan untuk menguji kreadibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Data yang diperoleh dianalisis oleh peneliti sehingga menghasilkan suatu kesimpulan selanjutnya dimintakan kesepakan (member check) dengan tiga sumber data .
b. Trianggulasi Teknik
Triangulasi teknik digunakan untuk menguji kreadibilitas data dilakukan dengan cara mengechek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda . Misalnya untuk mengecek data bisa melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Bila dengan teknik pengujian kreadibilitas data tersebut menghasilkan data yang berbeda, maka peneliti melakukan diskusi lebih lanjut kepada sumber data yng bersangkutan untuk memastikan data mana yang dianggap benar.
g) Teknik Analisis Data
24 Teknik analisis data merupakan proses sistematis pengaturan transkripsi wawancara, catatan lapangan, dan materi-materi yang dikumpulkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai materi-materi tersebut dan untuk memungkinkan menyajikan apa yang sudah ditemukan kepada orang lain.
Dalam penelitian ini maka analisis data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Reduksi Data
Reduksi memiliki arti sebagai proses pemilihan, pemusatan pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data kasar atau data yang belum diolah sama sekali dan muncul dari catatan-catatan yang berorientasi berlangsung, dengan demikian. Peneliti melakukan proses wawancara tertulis dengan narasumber yakni masyarakat (orang tua) dan anak-anak di desa Seklenting.
2. Penyajian Data
penyajian data adalah sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Dalam penyajian data ini peneliti mengumpulkan data yang telah terkumpul berdasarkan hasil wawancara peneliti
3. Menarik kesimpulan / verifikasi
Penarikan kesimpulan merupakan sebagian dari satu kegiatan dari konfigurasi yang utuh. Kesimpulan-kesimpulan juga di verifikasi selama penelitian berlangsung. Verifikasi itu mungkin sesingkat pemikiran kembali yang melintas dalam pikiran
25 penganalisis selama ia menulis. Makna-makna yang muncul dari data harus diuji kebenarannya, kekokohannya, dan kecocokannya, yakni yang merupakan validitasnya. Setelah peneliti melakukan penyajian data kemudian peneliti menarik kesimpulan berdasarkan data yang telah disajikan dan disertai bukti-bukti waktu penelitian berlangsung.