Petanda Permukaan? mempunyai resptr sel yang dapat dibedakan dengan yang lain, beberapa ma"am sel T
T** ? Penanda bah!a sel T sudang matang
T : dan T@ ? T: ber%ungsi sebagai pengenalan mlekul kelas 00 M&4 dan T@ dalam pengenalankelas 0 M&4
T= ? resptr yang diperlukan untukperangsangan sel T
T"T 6Terminal de5yribnu"kletidyl Trans%erase7 ? enDim yang diperlukan untuk
menemukan pre T "ell
∞
Petanda 4luster i%%erentiatin 647 ? berperan dalam meneruskan sinyal akti8asi yang datang dari luar sel ke dalam sel 6bila ada interaksi antara antigen mlekul M&4 dan reseptr sel T7
Petanda %ungsinal
Mitgen dan le"tin merupakan alamiah yang berkemampuan mengikat dan merangsang banyak kln lim%id untuk prli%erasi dan di%erensiasi.
S#2kela$ Sel T
Sel Th 6T &elper7 ? menlng sel b dalam memprduksi antibdy
Sel Ts 6T Supresr7? menekan akti8itas sel T yang lain dan sel $. Sibagi menjadi Sel Ts spesi%ik untuk antigen tertentu dan sel Ts nnspesi%ik
Sel Tdh B Td 6delayed hypersensi8ity7? berperan pada pengerahan makr%ag ddan sel in%lamasi lain ke tempat terjadinya reaksi hipersensi8itas tipe lambat.
Sel T" 6"ytt5i"7? berkemampuan untuk menghan"urkan sel allgenei" dan sel sasaran yang mengandung 8irus.
(. Sel $
Sel yang berplri%erasi dan berdi%erensiasi menjadi sel plasma yang mampu membentuk dan melepan antibdy atas pengaruh sel T. ma"am ma"am antibdy yang dihasilkan
0g ? berjumlah J<> dari seluruh 0munglbin, terdapat dalam jaringan
∞
Oserum 6darah, "airan SSP7ม mengakti%kan sistem kmplemen sehingga berperan dalam imunitas selular ม 0g dapat menembus plasenta masuk k %etus
0g A? berjumlah *<> dari seluruh 0munglbin, terdapat dalam "airan tubuh 6darah,sali8a,air mata, AS0, sekret paru, 0, dll7, 0g A dpt menetralisir tksin
∞
O 0g M ? berjumlah *)> dari seluruh 0munglbin, Merupakan antibdi pertama yang dibentuk dalam respn imun, kebanyakan sel $ mengandung 0gM pada permukaannya sebagai reseptr antigen, dapat men"egah gerakan
mikrrganisme, memudahkan %agsitsis
∞
O aglutinatr kuat terhadap antigen 0g ? berjumlah ),(> dari seluruh 0munglbin, merupakan kmpnen utama pada permukaan sel $
∞
O penanda dari di%erensiasi sel $ yang lebih matang,itemukan dgn kadar rendah dlm sirkulasi ใ
0g ? berjumlah ),)):> dari seluruh 0munglbin, 0g dengan jumlah tersedikit namun sangat e%isien, terdapat dalam serum, mudah diikat leh mast "ell, bas%il
∞
O esin%il yang pada permukaannya memiliki reseptr untuk %raksi /" dr 0g . II.) T!&e I"#n!ta$
I"#n!ta$ 5 ala"! 0an 0! 0a&at
Ada dua tipe umum imunitas, yaitu ? alami 6natural7 dan di dapat 6 akuisita7. Setiap tipe imunitas meaninkan peranann yang berbeda dalam mempertahankan tubuh terhadap para penyerang yang berbahaya, namun berbagai kmpnen biasanya bekerja dengan "ara yang saling tergantung yang satu dengan yang lain. I"#n!ta$ ala"!
0munitas alami merupakan kekebalan yang nn-spesi%ik yang di temukan pada saat lahir dan memberikan respn nn-spesi%ik terhadap setiap penyerang asing tampa memperhatikan kmpssisi penyerang tersebut. asar mekanisme pertahanan aalami semata-mata merupakan kemampuan untuk membedakan
antara sahabat dan musuh atau antara diri sendiri dan bukan diri sendiri. Mekan!$"e ala"! $e"a8a" !n! "en8ak#& 5
a. Sa!ar 6 barier7 %isik
Men"akup kulit serta membrane muksa yang utuh sehingga mikr rganism pathgen dapat di "egah agar tidak masuk kedalam tubuh, dan silia pada traktus respiratrius bersama respn batuk serta bersin yuang bekerja sebagai %ilter dan membersihkan saluran napas atas dari mkr rganism pathgen sebelEum mikr rganism tersebut mengin%lasi tubuh lebuh lajut.
b. Sa!ar 6barier7 kimia
Men"akup getah lambung yang asam, enDim dalam air mata serta air liur 6sali8a7 dan substansi dalam se"ret kelenjar sbasea serta lakrimalis, bekerja dengan "ara
nn-spesi%ik untuk menghan"urkan bakteri dan jamur yang mengin8asi tubuh. Iirus dihadapi dengan "ara inter8ern yaitu salah satu tipe pengubah 6mdi%ier7 respn bilgi yang meruakan substansi 8irisaida nn-spesi%ik yang se"ara alami yang diprdukasi leh tubuh dan dapat mengakti%kan kmpnen lainya dari sistem imun.
". Sel darah putih 6 leuksit7
2euksit granular atau granlsit men"akup neutr%il 6leuksit plimr%nuklear atau PMN karena nukleusnya terdiri atas beberapa lbus7 merupakan sel pertama yang tiba pada tempat terjadinya in%lamasi. sin%il dan bas%il yaitu tipe leuksit .ain yang neningkat jumlahnya pada saart terjadi reaksi alergi dan respn terhadap stress. ranulsit akan memerangi serbuan benda asing atau tksin dengan melepaskan mediatr sel seperti histamine, brandikinin, prstaglandin, dan akan menyerang benda asing atau tksin tersebut. 2euksit nn granuler men"akup mnsityang ber%ungsi sebagai sel %agsit yang dapat menelan, men"erna, dan menghan"urkan benda asing atau tksin dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan granulsit dan lim%sit yang trdiri atas sel T dan sel $ yang memainkan peranan utama dalam imunitas humral dan imunitas yang diantarai leh sel.
d. #espn in%lamasi
Merupakan %ungsi utama dari sistem imun alami yang di"etuskan sebagai reaksi terhadap "idera jaringan atau mikr rganism penyerang. at-Dat mediatr kmia turut membantu respn in%lamasi untuk mengurangi kehilangan darah, mengislasi mkr rganism penyerang, mengakti%kan sel-sel %agsit, dan meningkatkan pembentukan jaringan parut %ibrsa serta regenerasi jaringan yang "edera.
I"#n!ta$ 3ang 0! 0a&at.
0munitas yang didapat 6a"Luired imunity7 terdiri atas respn imun yang tidak di jumpai pada saat lahir tetapi diperleh dalam kehidupan seserang. 0munitas
didapat biasanya terjadi setelah seserng terjangkit penyakit atau mendapatkan imunisasi yang menghasilkan respn imun yang bersi%at prtekti%. Ada dua tipe imunitas yang di dapat, yaitu akti% dan pasi%. Pada imunitas didapat yang akti% , pertahanan imunlgi akan dibetuk leh tubuh rang yang dilindungi leh
imunitas tersebut dan umumnya berlangsung selama bertahun-tahun bahkan seumur hidup. 0munitas didapat yang pasi% merupakan imunitas temprer yang di transmisikan dari sumber lain yang sudah memiliki kekebala setelah menderita sakit atau menjalani imunisasi.
II.( Faktr +ang Me"&engar#,! F#ng$! S!$te" I"#n A. U$!a
*. Penurunan kemampuan untuk bereaksi se"ara memadai terhadap mikrrganisme yang mengin8asinya.
(. Terganggunya prduksi lim%sit $ dan T.
=. Kulit tipis, tidak elasti", neurpati peri%er, penurunan sensitabilitas serta sirkulasi yang menyertainya ulkus statis dan dekubitus.
B. Gen0er strgen
*. Memdulasi akti8itas lim%sit T khususnya sel T supresr
(. Mengakti%kan ppulasi sel-sel $ berkaitan dengan autimun yang mengekspresikan marker 4<
=. 4enderung menggalakkan imunitas, sedangkan andrgenQimunsupresi% mempertahankan prduksi 02-( dan akti8itas sel T supresr
:. Andrgen
<. 2ebih sering pada !anita terkait dengan estrgen /aktr-%aktr psikneur-imunlgik
R Kelainan rgan lain R bat-batan
R #adiasi
II.- F!$!lg! Reak$! H!&er$en$!t!!ta$
#eaksi hipersensiti% merujuk kepada reaksi berlebihan , tidak diinginkan 6menimbulkan ketidaknyamanan dan kadang-kadang berakibat %atal7 dari sistem kekebalan tubuh. Pada keadaan nrmal, mekanisme pertahanan tubuh baik humral maupun selular tergantung pada akti8asi sel $ dan sel T. Akti8asi berlebihan leh antigen atau gangguan mekanisme ini, akan menimbulkan suatu keadaan imunpatlgik yang disebut reaksi hipersensiti8itas. Menurut ell dan 4mbs ada : tipe reaksi hipersensiti% yaitu ?
*. #eaksi hipersensiti% tipe 0 atau reaksi ana%ilaktik. (. #eaksi hipersensiti% tipe 00 atau sittksik.
=. #eaksi hipersensiti% tipe 000 atau kmpleks imun.
:. #eaksi hipersensiti% tipe 0I atau reaksi yang diperantarai sel.
$erdasarkan ke"epatan reaksinya, tipe 0, 00 dan 000 termasuk tipe "epat karena diperantarai leh respn humral 6melibatkan antibdi7 dan tipe 0I termasuk tipe lambat.
REAKSI ANAFILAKTIK
Sel mast dan bas%il pertama kali dikemukakan leh Paul hrli"h lebih dari *)) tahun yang lalu. Sel ini mempunyai gambaran granula sitplasma yang men"lk. Pada saat itu sel mast dan bas%il belum diketahui %ungsinya. $eberapa !aktu kemudian baru diketahui bah!a sel-sel ini mempunyai peran penting pada reaksi hipersensiti8itas tipe "epat 6reaksi tipe 07 melalui mediatr yang dikandungnya, yaitu histamin dan Dat peradangan la innya.
#eaksi hipersensiti8itas tipe 0, atau tipe "epat ini ada yang membagi menjadi reaksi ana%ilaktik 6tipe 0a7 dan reaksi ana%ilaktid 6tipe 0b7. 1ntuk terjadinya suatu reaksi selular yang berangkai pada reaksi tipe 0a diperlukan interaksi antara 0g spesi%ik yang berikatan dengan reseptr 0g pada sel mast atau bas%il dengan alergen yang bersangkutan.
Prses akti8asi sel mast terjadi bila 0g atau reseptr spesi%ik yang lain pada permukaan sel mengikat ana%ilatksin, antigen lengkap atau kmpleks k8alen hapten-prtein. Prses akti8asi ini akan membebaskan berbagai mediatr peradangan yang menimbulkan gejala alergi pada penderita, misalnya reaksi
ana%ilaktik terhadap penisilin atau gejala rinitis alergik akibat reaksi serbuk bunga. #eaksi ana%ilaktid terjadi melalui degranulasi sel mast atau bas%il tanpa peran 0g. Sebagai "nth misalnya reaksi ana%ilaktid akibat pemberian Dat kntras atau akibat ana%ilatksin yang dihasilkan pada prses akti8asi kmplemen 6lihat bab mengenai kmplemen7.
sin%il berperan se"ara tidak langsung pada reaksi hipersensiti8itas tipe 0 melalui %aktr kemtaktik esin%il-ana%ilaksis 64/-A Q esinphil "hemta"ti" %a"tr % anaphyla5is7. at ini merupakan salah satu dari pre%rmed mediatrs yaitu mediatr yang sudah ada dalam granula sel mast selain histamin dan %aktr kemtaktik neutr%il 6N4/ Q neutrphil "hemta"ti" %a"tr7. Mediatr yang
terbentuk kemudian merupakan metablit asam arakidnat akibat degranulasi sel mast yang berperan pada reaksi tipe 0.
sin%il dapat memprduksi prtein sittksik seperti majr basi" prtein 6M$P7 a%au esinphil "atini" prtein 64P7. Makr%ag dan neutr%il melepas %aktr kemtaktik, sitkin, ksigen radikal bebas, serta enDim yang berperan di dalam peradangan. Neutr%il adalah sel yang pertama berada pada in%iltrat peradangan setelah reaksi alergi %ase "epat dalam keadaan terakti8asi yang selanjutnya akan menyebabkan kerusakan jaringan dan menarik sel lain, terutama esin%il.
Menurut jarak !aktu timbulnya, reaksi tipe 0 dibagi menjadi (, yaitu %ase "epat dan %ase lambat.
Antibdi 6ig dan 0gM7 menyebabkan penyakit dengan berikatan pada target antigennya yang ada pada permukaan sel atau jaringan, misalnya pada penyakit anemia hemlitik
.
REAKSI KOMPLEKS IMUN
Penyakit hipersensiti8itas yang diperantarai leh antibdi 6antibdy-mediated7 merupakan bentuk yang umum dari penyakit imun yang krnis pada manusia. Antibdi terhadap sel atau permukaan luar sel dapat mengendap pada berbagai jaringan yang sesuai dengan target antigen. Penyakit yang disebabkan reaksi antibdi ini biasanya spesi%ik untuk jaringan tertentu. Kmpleks imun biasanya mengendap di pembuluh darah pada tempat turbulansi 6"abang dari pembuluh darah7 atau tekanan tinggi 6glmerulus ginjal dan sin8ium7. leh karena itu, penyakit kmpleks imun "enderung merupakan suatu penyakit s istemis yang bermani%estasi sebagai 8askulitis, artritis dan ne%ritis.
REAKSI +ANG DIPERANTARAI SEL
Peranan dari lim%sit T pada penyakit imunlgis pada manusia telah semakin dikenal dan diketahui. Patgenesis dan tatalaksana penyakit autimun pada manusia pada saat ini lebih ditujukan pada kerusakan jaringan yang
disebabkan terutama leh sel lim%sit T.
&ir semua penyakit yang diperantarai T "ell disebabkan leh mekanisme autimun. #eaksi autimun biasanya ditujukan langsung terhadap antigen pada sel yang distribusinya terbatas pada jaringan rgan tertentu. leh karena itu penyakit T "ell mediated "enderung terbatas mengenai rgan-rgan tertentu dan biasanya tidak bersi%at sistemis. Kerusakan rgan juga dapat terjadi menyertai reaksi sel T terhadap reaksi mikrba, misalnya pada tuber"ulsis, terdapat reaksi T "ell-mediated terhadap M. tuber"ulsis, dan reaksi tersebut menjadi krnik leh karena in%eksinya sulit dieradikasi. 0n%lamasi granulmatus yang terjadi mengakibatkan kerusakan jaringan pada tempat in%eksi. Pada in%eksi 8irus hepatitis, 8irusnya sendiri tidak terlalu merusak jaringan, tetapi sel lim%sit T sitlitik 64T27 yang
bereaksi terhadap hepatsit yang terin%eksi menyebabkan kerusakan jaringan hepar.
Pada penyakit yang diperantarai leh sel T 6T "ell-mediated7, kerusakan jaringan dapat disebabkan leh reaksi hipersensiti8itas tipe lambat yang
diperantarai leh sel T 4: atau sel lisis leh 4@ 4T2s.
Mekanisme dari kerusakan jaringan sama dengan mekanisme yang digunakan leh sel T untuk mengeliminasi sel yang berkaitan dengan mikrba. Sel T 4: bereaksi terhadap antigen pada sel atau jaringan, terjadi sekresi sitkin yang menginduksi in%lamasi dan mengakti8asi makr%ag. Kerusakan jaringan disebabkan leh sekresi sitkin dari makr%ag dan sel-sel in%lamasi yang lain. Sel T 4@ dapat menghan"urkan sel yang berikatan dengan antigen asing. Pada banyak penyakit autimun yang diperantarai leh sel T, terdapat sel T 4: dan sel T 4@ yang spesi%ik untuk antigen diri, dan keduanya berperan pada kerusakan jaringan.
II./ I"#n0e!$!en$!
e%isiensi 0mun yaitu gangguan %ungsi sistem imun penyakit yang menyertai de%isiensi.
1. Sel B %. Sel T '. Fag$!t ). k"&le"en
0n%eksi bakteri rekuren seperti titis media, pnemumnia rekuren Kerentanan meningkat terhadap 8irus, jamur, dan prtDa 0n%eksi sistemik leh bakteri yang dalam keadaan biasa mempunyai 8irulensi rendah, in%eksi bakteri pigenik 0n%eksi bakteri, autimunitas
PEMBAGIAN DEFISIENSI SISTEM IMUN 1. DEFISIENSI IMUN NONSPESIFIK
*.* /0S0NS0 KMP2MN
$erhubungan dengan peningkatan insiden in%eksi atau penyakit autimun 2upus ritematsis Sistemik 62S7. e%isiensi kmplemen dapat menimbulkan
berbagai akibat seperti in%eksi bakteri yang rekuren, peningkatan sensiti8itas terhadap penyakit autimun. Kebanyakan de%isiensi kmplemen a dalah herediter. A. /0S0NS0 KMP2MN KNN0TA2
$iasanya mengakibatkan in%eksi yang berulang atau penyakit kmpleks imun seperti 2S.
$. /0S0NS0 KMP2MN /0S020K
e%isiensi 4k, 4J, dan 4@ menimbulkan peningkatan kerentanan terhadap septikemi meningkk dan gnkk leh karena lisis melalui jalur kmplemen merupakan mekanisme kntrl utama. e%isiensi kmplemen %isigenik hanya ditemukan pada nenatus yang disebabkan karena kadar 4=, 4<, dan %aktr $ yang masih rendah.
4. /0S0NS0 KMP2MN 0APAT
isebabkan leh depresi sintesis, misalnya pada sirsis hati dan malnutrisi prteinBkalri
*.( /0S0NS0 0NT#/#N 60/N7 AN 20S0M A. /0S0NS0 0/N KNN0TA2
apat menimbulkan in%eksi mnnuklesis yang %atal $. /0S0NS0 0/N AN 20S0M 0APAT
apat ditemukan pada malnutrisi prtein B kalri. *.= /0S0NS0 NK
A. /0S0NS0 KNN0TA2
Terjadi pada penderita dengan stepetrsis 6de%ek steklas dan mnsit7. Kadat 0g, 0gA, dan kekerapak antibdi biasanya meningkat
$. /0S0NS0 0APAT
Terjadi akibat imunsupresi atau radiasi *.: /0S0NS0 S0STM /AS0T
/agsit dapat menghan"urkan mikrrganisme dengan atau tampa bantuan kmplemen. e%isiensi %agsit sering disertai dengan in%eksi berulang.
A. /0S0NS0 K1ANT0TAT0/
Merupakan %enmena autimun akibat pemberian bat tertentu yang dapat mema"u prduksi antibdi dan ber%ungsi sebagai psnin neutr%il nrmal
$. /0S0NS0 K1A20TAT0/
apat mengenai %ungsi %agsit seperti kemtaksis, menelan atau membunuh mikrba intraselular.
%. DEFISIENSI IMUN SPESIFIK
(.* /0NS0AS0 0M1N KNN0TA2 ATA1 P#0M# A. /0S0NS0 0M1N P#0M# $
apat berupa gangguan perkembangan pada sel $. $erbagai akibat dapat ditemukan seperti tidak adanya semua 0g atau atu kelas atau subkelas. Penderita dengan de%isiensi semua jenis 0g akan lebih mudah menjadi sakit dibanding dengan yang hanya menderita de%isiensi 0g tertentu saja.
$. /0S0NS0 0M1N P#0M# S2 T
Penderita dengan de%isiensi sel T kngenital sangat rentan terhadap in%eksi 8irus, jamur, dan prtDa. leh karena sel T juga berpengaruh pada sel $, maka de%isiensi sel t disertai lupa gangguan prduksi 0g yang nampak dan tidak adanya respns terhadap 8aksinasi dan seringnya terjadi in%eksi.
4. /0S0NS0 KM$0NAS0 S2 $ AN S2 (.( /0S0NS0 0M1N SPS0/0K /0S020K
A. Kehamilan
e%isiensi imun selular dapat ditemukan pada kehamilan. Keadaan ini mungkin diperlukan untuk kelangsungan hidup %etus yang merupakan allgra%t dengan antigen paternal.
$. 1sia Tahun Pertama
Sistem imun pada usia satu tahun pertama sampai usia < tahun masih belum matang. Meskipu nenatus menunjukkan jumlah sel T yang tinggi, semuanya berupa sel nai% dan tidak memberikan respns yang kuat terhadap antigen
4. 1sia 2anjut
isebabkan leh karena terjadi atr%i timus, %ungsi timus menurun. Akibat in8usi timus, jumlah sel T nai% dan kualitas respns sel T makin berkurang. 'umlah sel T memri meningkat tetapi mungkin sulit untuk berkembang.
'. DEFISIENSI IMUN DIDAPAT SEKUNDER a. Malnutrisi
b. 0n%eksi
". bat, trauma, tindakan kateterisasi d. Penyinaran
e. Penyakit berat
%. Kehilangan imunglbulinBleuksit g. Stres
h. Agamaglbulinemia dengan timma 6disertai menghilangnya sel $ ttal dari sirkulasi7
). AIDS
II. K"&lek$ H!$tk"&at!2!l!ta$ Ma3r
Kmpleks histkmpatibilitas utama 6major histocompatibility complexatau M&47 adalah sekumpulan gen yang ditemukan pada semua jenis 8ertebrata. en tersebut terdiri dari 9 : juta bp yang terdapat di krmsm nmr + manusia dan lebih dikenal sebagai kmpleks antigen leuksit manusia 6&2A7. Prtein M&4 yang disandikan berperan dalam mengikat dan mempresentasikan antigen peptida ke sel T. Mlekul permukaan sel yang bertanggung ja!ab terhadap rejeksi transplan dinamakan mlekul histkmpatibilitas, dan gen yang mengkdenya disebut gen histkmpatibilitas. Nama ini kemudian disebut dengan histkmpatibilitas mayr karena ternyata M&4 bukan satu-satunya penentu rejeksi. Terdapat pula mlekul lain yang !alaupun lebih lemah juga ikut menentukan rejeksi, yang disebut mlekul histkmpatibilitas minr. Pada saat ini telah diketahui bah!a mlekul M&4 merupakan titik sentral inisiasi respns imun.
MOLEKUL MHC
en M&4 berhubungan dengan gen imunglbulin dan gen reseptr sel T 6T4# Q T-cell receptors7 yang tergabung dalam keluarga supergen imunglbulin, tetapi pada perkembangannya tidak mengalami penataan kembali gen seperti halnya gen imunglbulin dan T4#. aerah M&4 sangat luas, sekitar =<)) kb di lengan pendek krmsm +, meliputi regi yang mengkde M&4 kelas 0, 00, 000, dan prtein lain, serta gen lain yang belum dikenal, yang mempunyai peran penting pada %ungsi sistem imun.
kspresi gen M&4 bersi%at kdminan, artinya gen rang tua akan tampak ekspresinya pada anak mereka. Selain itu jelas terlihat beberapa gen yang terkait erat dengan gen M&4 dan mengkde berbagai mlekul M&4 yang berbeda, karena itu gen M&4 disebut sebagai gen multigenik. Pada ppulasi terlihat bah!a setiap gen tersebut mempunyai banyak ma"am alel sehingga M&4 bersi%at sangat plimr%ik. 1ntuk memudahkan maka semua alel pada gen M&4 yang berada pada satu krmsm disebut sebagai hapltip M&4. Setiap indi8idu mempunyai dua hapltip, masing-masing satu dari ayah dan ibu yang akan ter lihat ekspresinya pada indi8idu tersebut.
Str#kt#r Prte!n MHC
Prtein M&4 terdiri dari dua kelas struktur, yaitu prtein M&4 kelas 0 dan kelas 00.
Prtein M&4 kelas 0
Prtein M&4 kelas 0 ditemukan pada semua permukaan sel berinti. Prtein ini bertugas mempresentasikan antigen peptida ke sel T sittksik 6T"7 yang se"ara langsung akan menghan"urkan sel yang mengandung antigen asing tersebut. Prtein M&4 kelas 0 terdiri dari dua plipeptida, yaitu rantai membrane integrated alfa 6F7 yang disandikan leh gen M&4 pada krmsm nmr +, dan non-covalently associated beta-2 mikroglobulin6G(m7. #antai F akan melipat dan membentuk alur besar antara dmain F* dan F( yang menjadi tempat penempelan mlekul M&4 dengan antigen prtein. Alur tersebut tertutup pada pada kedua ujungnya dan peptida yang terikat sekitar @-*) asam amin. M&4 kelas satu juga memiliki dua F heliks yang menyebar di rantai beta sehingga dapat berikatan dan berinteraksi dengan reseptr sel T.
Prtein M&4 kelas 00
Prtein M&4 kelas 0 terdapat pada permukaan sel $, makr%ag, sel dendritik, dan beberapa sel penampil antigen 6antigen presenting cell atau AP47 khusus. Melalui prtein M&4 kelas 00 inilah, AP4 dapat mempresentasikan antigen ke sel-T penlng 6Th7 yang akan menstimulasi reaksi in%lamatri atau respn antibdi.M&4 kelas 00 ini terdiri dari dua ikatan nn k8alen