• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aspek pengaruh pembentukan makna pada pemberitaan mengenai peraturan pemerintan mengenai larangan mudik di Kompas.com

No Pertanyaan Jawaban

Juan Anggiat Ramos (Junior milenial)

Luthfita Ghatsanny (Junior milenial)

Rudi Tampubolon (Senior milenial)

Rina Indasari (Senior milenial) 1 Umurnya tapi ngekos di Bogor

Tinggal di Ciledug Dari 2008 pindah ke Bekasi, ke Mutiara Gading City

Di Komsen, dari 1995

3 Dulu kuliah di mana?

Pemaknaan:

frameworks of knowledge

Lulusan Gundar jurusan Sistem Informasi

Lulusan Trisakti jurusan Akuntansi Perpajakan

Lulusan S1 di Ukrida jurusan Elektro

Lulusan UNILA jurusan hukum

4 Kerja di mana?

Kerja di perusahaan alat kesehatan, PT.

Prima Medika Selaras, sebagai

Kerja di perusahaan tambang dari Agustus 2018 bagian text audit. Kerjanya penempatannya di

Fotografrer sama videographer gereja, wedding, kalo ada yang meninggal juga

Pengacara

223 Pemaknaan:

frameworks of knowledge

marketing dari bulan November

Jakarta. Kantornya di Kuningan.

Tambangnya

spesifikasi tambang batu bara. Nama perusahaannya Sakari Resources.

Sekarang kerjanya WFH, cuman kalau misalnya ada yang urgent, itu nggak menutup

kemungkinan biar dateng ke kantor WFO

5 Lahir di mana?

Tanggal berapa?

Di Jakarta lebih tepatnya di Rs Fatmawati. Tanggal 1 Januari 1992

Aku lahir di Jakarta tanggal 23 april 1994

Jakarta, 15

September 1981

Di Bekasi 29 Mei 1985

6 Agamanya apa?

Pemaknaan:

frameworks of knowledge

Kristen Aku Muslim Kristen Kristen, dek

6 Berapa bersaudara?

Gue anak pertama dari dua bersaudara.

Adek gue cewek dan umurnya masih 16 tahun

Udah berkeluarga, punya satu anak.

Empat bersaudara.

Aku anak pertama, adik aku tiga

Lima bersaudara.

Saya anak terakhir.

Dua kakak

perempuan paling besar, sisanya cowok

Tiga. Gua anak pertama

224 Pemaknaan:

frameworks of knowledge 7 Sering baca of knowledge

Gue sih lumayan sering baca berita di, tapi ga di Kompas melulu

Frekuensinya nggak sering sih, karena kan sibuk kerja terus ngurus baby juga.

Cuman kalau misalnya ada berita yang nimbul di notification terus sumbernya Kompas, pasti ngebuka, pasti bacanya dari

Kompas karena udah terpercaya, terus update beritanya

Iya, setiap hari apa lagi tentang COVID-19, berita-berita lainnya juga. Saya paling seneng baca berita di Kompas

Gua dari kecil baca

Detik.com tapi karena dia pro banget pemerintah akhirnya gua pikir beritanya gak berimbang lah gitu. berita-berita yang berimbang.

Biar ga terlalu negative thinking banget gak positif thinking banget.

Namanya ngomongin situasi saat ini, ya bacanya harus yang berimbang

225 8 Kenapa?

Pemaknaan:

frameworks of knowledge

Dulu di detik, di dari pembahasan lebih mendalam, jadi gue baca Kompas juga.

Jadi ada dua portal berita yang sering gue baca, di.

Perbedaannya kalo di Kompas lebih up to date aja sih. Terus pembahasannya lebih mendalam gitu

Berita di Kompas terpercaya dan update

Karena kompas menyajikan berita-berita yang up to date dan cepet gitu.

Beritanya up to date dan cepet, terpercaya

Gua sempet

langganan, tapi hampir tiga minggu ini udah karena ribet registrasi-registrasi lagi

9 Sering baca memang kemaren uninstall apk Kompas karena kepenuhan haha.

Tapi ya tetep sering baca cuman ga di aplikasinya, tapi buka di web

Iya kalo yang sekarang ini tentang COVID-19 dan larangan mudik sering, ngikutin.

Supaya tau

perkembangannya

Iya tentu. Dilarang mudik setelah tanggal 6 Mei.

Pemerintah

menyarankan untuk tidak mudik supaya tidak terjadi lonjakan infeksi COVID-19

Iya iya ikutin

226 Pemaknaan:

frameworks of knowledge 10 Pendapat of knowledge

Jadi gini, di, kalau

menurut gue

memang sebenarnya khsus untuk mudik sebaiknya

diberlakukan sangat ketat. Karena angka paling banyak pasien Covid kemarin di libur natal-tahun baru. Bukan apa-apa, beberapa rumah sakit di Bogor sudah ada bersiapan untuk menangani lonjakan Covid karena mudik.

Prediksinya memang angka akan naik lagi.

Tapi setidaknya diperketat sih biar ga naik naik banget

Sebenernya gimana ya, larangan mudik sih kurang apa ya, kurang efektif sih sebenernya kalo misalnya dilarang gitu dalam waktu-waktu tertentu.

Maksutnya kan ini tujuannya untuk mencegah kan penularannya kan, kalo misalnya mencegah,

seharusnya sih diberlakukannya sampe tanggal 17 itu banyak orang yang udah pulang sebelum tanggal itu. Even dia pulang lagi ke sini kan kita nggak tau,

Iya lah sangat mendukung, langkah yang diambil pemerintah sangat

baik dalam

pencegahan melonjaknya

COVID-19. Saya sangat setuju dan sangat mendukung.

Tapi ada yang setuju dan tidak setuju.

Yang tidak setuju karena mereka ingin berkumpul dengan keluarganya di kampung. Ya saya juga merasakan, terhalang untuk bertemu keluarga di kampung, di luar daerah. Tapi di sisi lain setuju karena mereka gak akan melakukan mudik dan patuh terhadap pemerintah. Cukup

Tanggapan gua ya, gua ngga terlalu banyak baca soal penanganan pemerintah di Kompasnya. Karena kan gua lebih tertarik ngomongin ekonomi, hukum. Nah menurut gua dulu terkait pemerintah mungkin Kompas kritis tapi

bertolak belakang

sama keadaan

ekonomi saat ini.

Setau gua banyak oknum-oknum di jalanan yang main- main kayak gitu tapi

ngga masuk

pemberitaan. Banyak yang dicegat di tol bisa

227 dia itu bawa penyakit

atau ngga. Terus kita juga nggak tau dia mau di antigen atau nggak. Sebenernya sih kalo misalnya emang tujuannya untuk menekan angka, sebaiknya sih emang gak usah ada mudik. Mungkin kecuali kalo di Jabodetabek. Kalo di daerah kan kita juga nggak tau orangnya gimana, apa udah vaksin, apa belum.

dengan zoom atau meeting online. Kan udah banyak banget sarana prasarana teknologi digital.

Bukan hanya zoom, video call, WhatsApp call, udah bisa banyak

damai. Yang travel-travel itu. Jadi penanganannya bagus cuman sekarang banyak hal-hal yang secara detail ada banyak masalah.

Selain mudik juga contohnya yang India itu bisa lolos, test yang di Kualanamu itu juga bermasalah. Jadi kalo ngomongin soal mudiknya gua sih berpikir bahwa memang bagus soal larangan mudik tapi masih ada orang-orang yang memanfaatkan situasi di tengah situasi kayak gini. Jadi agak serba sulit kalo menentukan

pemerintah bagus atau ngga gitu karena masih banyak hal yang kurang. Ada orang yang memanfaatkan situasi. Mau dibilang bagus, ya normalnya memang harus seperti

228

itu kalo ngga seperti itu ya ngga bisa dianggep pemerintah yang

bertanggungjawab. Ya kalo soal penanganan

COVID-19 ya

normalnya harus dilakukan. Mudik itu

memang harus

dilarang, betul memang berita kalau plat F itu tidak bisa kemana mana, artinya ada kemungkinan kalau plat B pun tidak akan bisa kemana mana, di. Gue khawatir.

Cuma gue mau mastiin lagi sih bener ga tuh berita soal plat

Kalo untuk larangan mudik mungkin memengaruhi aku karena kan aku kan WFH, jadi WFH itu kan kerja di rumah.

Otomatis ada yang bantu untuk jagain si dede, nah karena larangan mudiknya ini di tanggal 6 sebelum tanggal-tanggal mudik ini.

Iya tentu.

Memengaruhi. Saya sangat senang dan setuju atas langkah strategi pemerintah, yang larangan mudik juga. Setiap hari ada progressnya, selalu ada lagi, ada lagi.

Pemerintah terus-terus bekerja

Jujur ya kalo COVID-19 saat ini efeknya sangat besar, besar banget. Jadi kalo soal informasi soal mudik itu ya normal aja sih.

Kompas memang harus melakukan pemberitaannya

karena dia media yang sudah bertahun-tahun dan sudah dipercaya,

kan. Cuman

masalahnya sekarang kan jadi kayak disetir gitu loh. Dia mau kritis dikit juga agak berat, kan gitu. Beda banget sama Tempo lah.

229 Pemaknaan:

frameworks of knowledge

nomor dari daerah tidak bisa masuk ke daerah tersebut.

Aku dari kemaren pembahasan

larangan mudik di daerah, di. Aku ambil dari berita Kompas juga yang tentang aturan lengkap larangan dan pengetatan mudik lebaran 2021. Nah, pas banget gue dan teman-teman gue yang di daerah sekarang lagi khawatir takutnya kami diberhentiin di pos penjagaan ga bisa masuk daerah tersebut. Karena motor gue plat B kan, jadi solusinya gue minta dibuatin surat jalan dari kantor sebagai bukti kami kerja di daerah

Jadi kan maksutnya itu mengganggu kerjaan aku karena aku harus ambil cuti di awal. itu doang sih. Kalo untuk pemberitaannya, mengganggu

spesifikasi banget, ngga ada sih

Padahal dulu dia sudah kritisnya sudah selevel sama Tempo

230 12 Interaksi

dengan keluarga bagaimana?

Pemaknaan:

Relations of production

Baik, sering telponan Sering ngobrol, kumpul keluarga, baik meninggal. Kadang juga saya nginap di tempat kakak

Ya so far so good lah

keluarga atau sama temen?

Pemaknaan:

Relations of production

Sama semuanya, di.

Nyokap kebetulan orang kesehatan, terus juga gue memang selalu ketemu tenaga kerja kesehatan di rumah sakit kan. Jadi memang selalu dibahas kalau Covid.

Sebenernya kalo tentang peraturan pemerintah ngatasin Covid ini lebih sama perawat-perawat dan dokter-dokter di. Gue kan kerja di alat kesehatan, setiap hari selalu datengin rumah sakit terus.

Jadi memang yang

Aku lebih sering bahas sama keluarga sih. Karna kan lebih sering ketemu keluarga. Untuk larangan mudik dibahas tapi nggak terlalu mendetail banget

Sama keluarga. Sama teman juga bahas tapi jarang. Paling ke rekan kerja aja kayak editor, cameraman lain tapi ya ngga sering banget.

Mereka ya juga

setuju sama

peraturan larangan mudik. Tapi lebih sering sama keluarga karena kan kalo sama temen atau rekan kerja gitu lebih bahas ke kerjaan

Sama keluarga. Ya sering.

Kadang-kadang liat

pemberitaan malah jadi ketawa gitu terkait mengenai ada

oknum-oknum yang

memanfaatkan situasi.

Ya kayak sering kita lima meter lah

231 ditawarkan

produk-produk kita ada yang memang untuk pasien Covid. Udah pernah juga masuk ruangan full Covid pake APD buat install alat.

Kalo larangan mudik sih beberapa kali suka diobrolin, di.

Tapi lebih ke temen sih, di. Karena banyak anak-anak yang masih mudanya di kantor gue

14 Bahasnya sering sama keluarga?

Pemaknaan:

Relations of production

Ya kalau ketemu nyokap dong. Tapi biasanya juga telponan

Kalo kumpul

keluarga aja

Iya sering.

Membahas ngobrol gitu, memberitahu informasi,

mengingatkan.

Biasanya ya

bahasnya di rumah.

Pas lagi kumpul atau video call-an

Iya

15 Tanggapan mereka soal larangan

Beberapa sih komentar kalo temen-temen yang bekerja bisa pake

Sebenernya sih ya

nggak semua

keluarga setuju sama yang aku mau tegas

Saya sama keluarga

setuju sama

penanganan yang pemerintah lakukan.

Ya mereka satu keluarga gua pro pemerintah semua, peraturan-peraturan

232 mudik

gimana?

Pemaknaan:

Frameworks of knowledge

surat tugas itu atau nama lainnya SIKM.

Jadi masih aman sih, di. Sebenarnya nyokap sebel sih.

Karena dari tahun lalu kan bahwa PNS kan ga boleh kemana-mana tuh, jadinya nyokap juga waktu liburnya ga bisa dipake leha-leha

‘yaudah nggak usah ada mudik’ kalo keluarga kan pemikirannya beda-beda, ada juga yang untuk penangannya saat ini ya oke oke aja, so far ga terlalu berpengaruh banget

Pemerintah udah

bagus dan

mengambil langkah yang tepat. Pihak keamanan dilibatkan, jadi warga takut.

Sampe pembentukan satgas dan selalu dievaluasi

kinerjanya. Satu, sangat setuju untuk menekan orang-orang yang terinfeksi terhadap COVID-19 karena pasti ada aja

orang yang

membawa virus dari daerah satu dengan daerah lain. Kedua, dengan adanya larangan mudik, orang-orang akan di daerahnya dan perekonomian akan tetap berjalan dengan baik, tidak akan bertumpu di satu tempat contohnya Jogja, sampe Jakarta lenggang. Tapi sarannya sih

pemerintah dalam mengatasi COVID-19 ini, larangan mudik.

Jadi kalo kita ngebahas yang soal kritis-kritis ya pasti pro pemerintah lah. Jadi sulit kalo pemerintah dianggep salah.

Orangtua kan juga udah tua ya, jadi ya takut juga kalo ga ada peraturan larangan mudik. Nanti angka COVID-19 makin tinggi, kan orangtua

rawan kena,

kesehatannya

233 walaupun

orang-orang dilarang mudik, tetap satgas COVID-19

memantau karena kan di daerah itu orang-orang tetap jalan-jalan

keluarga ga?

Pemaknaan:

Frameworks of knowledge

Cukup

memengaruhi. Jadi waktu itu nyokap pernah bersentuhan sama orang yang meninggal karena Covid, terus nyokap disuruh isoman lumayan lama lah.

Akhirnya kami yang di rumah juga jaga jarak dulu kan sementara waktu.

Juga waktu itu gue situ juga gue disuruh isoman dulu karena takutnya keluar-keluar malah kena

Kalo memengaruhi itu kayaknya ke aku deh, bukan ke keluarga sih. Lebih ke aku kali ya pengaruhnya. Karena kalo di luar baby itu sebenernya banyak sih. Kayak misalnya WFH, WFH itu kan kalo misalnya bedanya WFH sama tandatangan atau urgent dokumen, atau urgent meeting gitu. Jadi kan langsung kalo misalnya di kantor.

Ya sangat

memengaruhi.

Karena covid ini pekerjaan saya tertunda dari bulan lagi kerjanya. Ya jadi sepi. Terus kalo kerja ya jadi harus social distancing semua.

selama 9 bulan pertama itu jadi

merosot lah

istilahnya ya keuangan tapi pelan-pelan balik lagi pas Desember. Kalo kakak saya kan ada yang guru, jadi ya

Kalo bokap gua kan udah pensiun, jadi biasa-biasa aja lah.

Kayaknya sih biasa-biasa aja. Cuman pendapatan kontrakan

ada beberapa

kontrakan yang jadi ngga kepake lah. Ada dua kontrakan berarti sekitar 1.2 juta kan. Ga ada orang yang pembatasan sosial.

Harus test antigen lah, apa lah. Tapi ya biasa aja sih paling cuman perekonomian

keluarga aja jadi nurun

234 kan. Oh iya, karena

isoman itu nyokap wfh kan. Jadi ya paling karena nyokap agak gaptek jadinya kami anak-anaknya yang diminta buat fotoin laporan dia kalo lagi kerja sih, di

Sementara kalo WFH itu kita nggak tau mulai dari signal gangguan internet, atau misalnya server, terus kalo misalnya butuh tandatangan urgent mau nggak mau kita ngejer-ngejer orang yang ternyata kadang nggak di rumah. Apa lagi kalo atasan-atasan gitu kan

pembelajaran semua dari rumah, gak bisa ke sekolah. Tapi ya belajar teknologi lah hahaha COVID-19 di Kompas.com pada saat-saat apa?

Pemaknaan:

Gue biasanya baca di saat gue lagi istirahat atau sela-sela kosong jam kerja aja, juga paling di hari libur kayak gini sih. Gue tadi seharian buka handphone terus

Biasanya sih kalo misalnya jam-jam istirahat sih, istirahat siang kalo misalnya lagi WFH kalo nggak pas udah selesai kerja baca-baca di handphone

Pada saat pagi dan malem. Sebelum berangkat kerja lah jam 8an atau pulang kerja jam 9an

Pokoknya pagi-pagi, ngopi, ngerokok baca koran. Tapi sekarang ini lagi Tribun gua baca, terus Tirto, CNN, sama tempo yang gratis tuh ada tuh.

Kompas ada juga yang gratis tapi isinya cuma wawasan nusantara aja sih. Ilmunya ada pengetahuannya ada cuman masalahnya menampilkan sebuah data berikut dengan kesalahan dengan argumentasinya itu ga

235 Thecnical

infrastructure

ada jarang-jarang lah, gak kumpas tuntas dia gitu. Itu sih

Dokumen terkait