• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI

4. Teori McClelland

2.2. Self Efficacy

5. Perintah (command) perintah yang diberikan kepada bawahan

sebaiknya bersifat tidak langsung (nondirectivecommand).

Perasaan (sanse), interaksi antara atasan dengan bawahan adalah interaksi antara manusia, manusia adalah insan yang penuh perasaan, tanpa mengetahui bagaimana harapan bawahan dan perasaan apa yang ada pada diri mereka, sangat sukar bagi pemimpin untuk memotivasi bawahan. Perasaan dimaksud antara lain rasa memiliki, rasa partisipasi, rasa bersatu, rasa bersahabat, rasa diterima dalam kelompok, dan rasa mencapai prestasi.

2.2. Self Efficacy

2.2.1. Pengertian Self Efficacy

Self efficacy adalah keyakinan seseorang terhadap kemampuannya untuk mengorganisasikan dan melakukan tindakan yang perlu dalam mencapai kinerja tertentu (Bandura, 1986). Self efficacy ditentukan bagaimana perasaan individu, pikiran, motivasi dirinya dan tindakan. Keyakinan terhadap kemampuan dipengaruhi oleh empat proses yaitu: proses kognitif, motivasi, efektif dan proses seleksi.

Sudrajat (2005) dalam bukunya juga mengatakan self efficacy bukan merupakan keterampilan yang dapat dirasakan, melainkan berkenaan dengan

pernyataan: “ apa yang diyakini atau kepercayaan yang dimiliki oleh seseorang

untuk melakukan atau menyelesaikan sesuatu dengan keterampilan yang dimilikinya dalam situasi atau kondisi tertentu”. Self efficacy tidak terkait dengan

27 keyakinan tentang kemampuan seseorang untuk melakukan suatu tindakan khusus dan gerakan motoris sederhana, tetapi berkenaan dengan keyakinan seseorang tentang kemampuannya dalam mengkoordinir, mengarahkan keterampilan dan kemampuan dalam mengubah serta menghadapi situasi yang penuh dengan tantangan.

Panjares (dalam Woolfolk, 2004:369) menambahkan bahwa self efficacy adalah sebuah penilaian spesifik yang berkaitan dengan konteks mengenai kompetensi untuk mengerjakan sebuah tugas spesifik. Woolfolk (2004:368) juga menyebutkan bahwa self efficacy adalah kepercayaan mengenai kompetensi personal dalam sebuah situasi khusus.

Sedangkan efficacy dalam Alwisol (2004;344) adalah penilaian diri, apakah dapat melakukan tindakan yang baik atau buruk, tepat atau salah, bisa atau tidak bisa mengerjakan sesuai dengan yang dipersyaratkan.

Self efficacy Banduras concept referring to an individuals belief that he or she can execute the behaviour recueried to produce certain response outcomes (Bandura dalam Hjelle Larry A & Danil J. Ziegler, 1992). Konsep self efficacy menurut Bandura adalah berhubungan keyakinan idividu bahwa pribadinya dapat melaksanakan suatu perbuatan yang diperlukan untuk mendapatkan suatu hasil yang diharapkan.

Hal ini dapat disimpulkan bahwa self efficacy adalah keyakinan seseorang terhadap kemampuannya dalam mengorganisasikan dan melakukan sesuatu yang dianggap perlu untuk menghadapi situasi tertentu, yang mana keyakinan akan

28 kemampuannya tersebut mempengaruhi motivasinya dalam mencapai tujuan atau tingkat kinerja tertentu secara spesifik.

2.2.2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Self Efficacy

Hasil penelitian dan analisis Bandura (1986) menyatakan bahwa self efficacy seseorang dipengaruhi oleh: Sifat tugas yang dihadapi Sifat tugas meliputi tingkat kerumitan dan kesukaran tugas yang dihadapi.

1. Sifat tugas yang dihadapi

Sifat tugas meliputi tingkat kerumitan dan kesukaran tugas yang dihadapi. Semakin rumit dan sukar suatu tugas, maka seseorang cenderung menilai rendah kemampuannya untuk menyelesaikan tugas tersebut. Sebaliknya semakin mudah tugas yang dihadapi seseorang akan merasa mempunyai kemampuan yang tinggi untuk dapat menyelesaiikan tugas tersebut dengan baik.

2. Insentif yang diberikan orang lain atas kemampuannya.

Insentif yang dapat mempengaruhi self efficacy adalah insentif berupa ganjaran atas penugasannya yang mencerminkan kemampuan seseorang dalam menyelesaikan tugas.

3. Status atau peran individu dalam lingkungannya.

Self efficacy seseorang dalam lingkungannya berperan sebagai pemimpin cenderung lebih tinggi dari pada seseorang yang memiliki peran sebagai bawahan. Karena sebagai pemimpin biasanya keinginan atau perintahnya

29 akan dituruti oleh bawahannya, sehingga menambah keyakinan dirinya yang berarti meningkatkan self efficacy.

4. Informasi tentang kemampuan diri.

Informasi yang menyatakan bahwa seseorang memiliki kemampuan yang tinggi, membawa pengaruh yang positif bagi yang bersangkutan. Karena hal ini akan menambah keyakinannya terhadap kemampuannya dalam mengerjakan suatu tugas yang berarti dapat meningkatkan self efficacy. Sebaliknya bila seseorang mendapat informasi bahwa kemampuannya rendah, maka hal ini akan mengurangi keyakinannya terhadap kemampuan diri dalam menghadapi tugas dan berarti akan menurunkan self efficacy.

2.2.3. Dimensi Self Efficacy

Self efficacy yang dimiliki individu akan bervariasi untuk masing-masing individu berdasarkan beberapa dimensi yang memiliki implikasi penting performansi atau kinerja. Bandura (1997:42) menyatakan bahwa self efficacy memiliki tiga dimensi diantaranya yaitu:

1) Magnitude

Dimensi ini berhubungan dengan taraf kesulitan tugas. Dimensi ini mengacu pada taraf kesulitan tugas yang diyakini individu yang akan mampu diatasinya. Penilaian tentang kecakapan dari setiap orang yang terbatas pada tugas

30 yang mudah, meluas sampai tugas yang sedang taraf kesulitannya, atau bahkan mencakup tugas-tugas yang sangat sulit dalam bidang tertentu.

Efficacy pada suatu taraf kesulitan tertentu akan menentukan penilaiannya terhadap kecakapannya dalam menyelesaikan tugas pada taraf kesulitan yang sama. Penilaian berdasarkan taraf kesulitan ini menyebabkan individu memilih untuk mencoba perilaku yang dirasakan mampu untuk dilakukannya atau menghindari situasi perilaku yang berada diluar batas kemampuannya.

2) Strength

Dimensi ini berkaitan dengan kekuatan penilaian tentang kecakapan individu. Dimensi ini mengacu pada derajat kemampuan individu terhadap keyakinan atau harapan yang dibuatnya. Self efficacy yang lemah akan dengan mudah digoyahkan dengan pengalaman-pengalaman yang tidak mendukung. Sedangkan orang yang self efficacynya tinggi akan berusaha dengan gigih dalam mengatasi kesulitan meskipun kesulitan itu semakin meningkat.

Dimensi ini merupakan keyakinan individu dalam rangka mempertahankan perilaku tertentu. Individu yang memiliki suatu keyakinan yang lemah untuk dapat menyelesaikan suatu tugas, yang dengan mudah didukung dengan melihat faktor-faktor situasi saat itu dan mengindikasikan bahwa memang benar-benar terlalu sulit untuk melakukan perilaku tersebut.

3) Generality

Dimensi yang berhubungan dengan luas bidang perilaku. Self efficacy seseorang tidak terbatas hanya situasi spesifik saja. Dimensi ini mengacacu pada

31 situasi dimana penilaian tentang self efficacy hanya pada bidang-bidang tertentu atau pada beberapa aktivitas atau situasi sekaligus. Self efficacy dipandang mampu mencakup situasi-situasi lain sehingga menciptakan suatu penilaian self efficacy secara umum.

Self efficacy yang dimiliki individu dapat diukur dengan melihat seberapa kuat penilaiannya tentang kecakapannya saat individu tersebut dihadapkan dengan tugas tertentu yang bervariasi tingkat kesulitannya atau cakupannya. Self efficacy bukan merupakan sesuatu yang diperoleh begitu saja atau bawaan sejak lahir, melainkan sesuatu yang dipelajari.

2.2.4. Fungsi Self Efficacy

Bandura (1986) menjelaskan fungsi dan berbagai dampak dari penilaian self efficacy antara lain sebagai berikut:

Dokumen terkait