• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRUKTUR ORGANISASI

B. Hasil Penelitian

1. Semangat Kerja Pegawai

Karyawan/pegawai merupakan salah satu faktor produksi yang terpenting dalam suatu perusahaan/organisasi, tanpa mereka betapa sulitnya suatu instansi mencapai tujuan merekalah yang menentukkan maju mundurnya suatu instansi, dengan memiliki tenaga-tenaga kerja yang terampil dan semangat kerja yang tinggi instansi telah memilik aset yangt Sangat mahal, sebab pada dasarnya manusia merupakan subyek dan obyek pembangunan yang merupakan faktor yang sangat penting, terutama peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas yang utama.

Semangat kerja merupakan hal yang sangat penting yang harus dimiliki oleh pegawai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan karena semangat kerja pegawai merupakan cerminan kemampuan pegawai instansi dalam mengelola pegawai. Oleh karena itu semangat kerja pegawai merupakan hal yang sangat penting bagi proses pencapaian suatu tujuan instansi.

Untuk membahas masing-masing indikator semangat kerja pegawai pada Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan.Peneliti melakukan wawancara pada subjek penelitian ini yaitu pegawai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan.

Pertanyaan-pertanyaan dalam indikator menyangkut tentang semangat kerja pegawai pada Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan berdasarkan indikator-indikator yang telah dikemukakan

sebelumnya. Adapun hasil penelitian untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam pembahasan berikut ini:

Adapun hasil penelitian untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam pembahasan sebagai berikut:

a. Tunjangan

Melansir peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 20 Tahun 2011 tentang pedoman perhitungan tunjangan kinerja merupakan tunjangan yang diberikan kepada PNS yang besarannya didasarkan pada hasil evaluasi jabatan dan pencapaian prestasi kerja. Evaluasi jabatan yang dimaksud adalah proses untuk menilai suatu jabatan secara sistematis dengan menggunakan kriteria-kriteria faktor jabatan berdasarkan informasi jabatan.

Berdasarkan wawancara dengan salah seorang pegawai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan:

“Ada tunjangan kinerja yah itu dilihat dari kinerja pegawai gitu jadi kami itu ada SKP yah istilahnya kami dinilia dari SKP sasaran kinerja pegawai tiap bulan kami dikasih tunjangan tapi yang PNS lancar kalau yang honorer nggak, itu ada per grit dia pertingkatan” (IR pukul 12:15 8 Oktober 2020).

Kemudian penulis juga melakukan wawancara dengan salah satu honorer Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan:

“untuk kami yang kerja honorer kan belum PNS ya ada tambahan honor kaya ada kegiatan seperti itu ada fi di luar dari jam kerja jadi di luar batas kerja ada kegiatan itukan kami dapat fi ada sedikitlah tambahan” (Sl pukul 13:00 8 Oktober 2020).

Penulis juga melakukan wawancara dengan salah seorang pegawai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan:

“Ada tunjangan kinerja itu dilihat dari kinerja pegawai jadi kami itu ada SKP sasaran kinerja pegawai itu ada per grit pertingkatan dilihat dari sasaran kinerjanya pegawai tiap bulan tapi yang PNS

lancar kalau yang honorer nggak” (NW pukul 12:00 12 Oktober

2020).

Lalu penulis melakukan wawancara dengan Bapak Kepala bagian Tata Usaha Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan:

“Kalau untuk PNS ada namanya tunjangan kinerja mereka punya tunjangan kinerja itu yang ada kalau teman-teman yang honorer itu tidak tentu, tidak tentu maksudnya tidak secara berkala ada kalau setiap bulan tapi itu disesuaikan dengan apa yang dilakukan kalau ada kegiatan yang menunjang itu terlibat di kegiatan mereka ada penghasilan tambahan”(AN pukul 10:00 14 Oktober 2020).

Berdasarkan pernyataan di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa tunjangan pegawai pada Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan tunjangan kinerja bagi pegawai yang PNS sesuai sasaran kinerja dan bagi yang honorer ada tunjangan tapi tidak lancar setiap bulan kalau ada kegiatan yang diikuti baru ada tambahan gaji di luar jam kerja.

b. Menempatkan Pegawai Sesuai Dengan Kompetensi

Semakin cocok antara kompetensi dan tugas yang diemban, semakin tinggi semangat kerja pegawai tersebut. Oleh karena itu pimpinan dalam memberikan beban kerja terhadap pegawai hendaknya mampu mencocokkan antara ijazah dan berbagai sertifikat keterampilan lainnya bagian yang akan ditempati.

Berdasarkan wawancara dari bapak Kepala bagian Tata Usaha Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan:

“Tergantung kebutuhan yang pertama itu sesuai dengan latar belakang pendidikannya yang kedua sesuai dengan kebutuhan yang ada di lapangan jadi disamping latar belakang formalnya informalnya juga dilihat dari kursus-kursusnya maupun bakat yang dimiliki” (AN pukul 10:00 14 Oktober 2020).

Kemudian penulis melakukan wawancara dengan salah seorang pegawai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan:

“Psikologis sesuai karena jurusan psikologis berhubungan

dengan orang karena ini memang pelayanan manusia kepegawaian itu bagaimana memenej pegawai-pegawai mengelola datanya mengenai pola-pola apa supaya mereka berkembang” (IDH pukul 10:30 8 Oktober 2020).

Senada dengan salah seorang pegawai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan beliau mengatakan:

“kalau dari awal pekerjaannya itukan staff belum maksudnya

sesuai dengan pekerjaan-pekerjaan maksudnya pekerjaan staff tapi pekerjaan-pekerjaan yang mengenai IT itu bagian saya dengan teman-teman yang lain yah sesuailah” (NW pukul 12:00 12 Oktober 2020).

Penulis juga melakukan wawancara dengan salah seorang pegawai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan:

“Kalau sekarang sih bukan hanya sekedar memperhatikan

pendidikan formalnya tapi kemampuan pegawai masing-masing juga itu salah satunya kemampuan pegawai dilihat ada psikotes dilakukan pegawai apakah sesuai dengan psikotes disitumi dilihat kemudian dilakukan pemetaan pegawai ini cocoknya disitu dan ada juga istilah birokrasi supaya pegawai tidak jenuh pada satu tempat kalau awal penerimaannya mungkin sesuai dengan latar belakang pendidikan tapi mungkin setelah lima tahun masa kerjanya dilakukan perolingan” (UP pukul 11:10 21 Oktober 2020).

Berdasarkan wawancara di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa penempatan pegawai di LembagaPenjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan bukan hanya sekedar melihat pendidikan formalnya saja tapi dari pendidikan informalnya juga dilihat dari kursus-kursusnya, bakat yang dimilikinya serta kemampuan dari pegawai itu sendiri.

c. Memenuhi Kebutuhan Rohani

Selain kebutuhan materi pegawai juga mempunyai kebutuhan non materi yaitu tempat menjalankan ibadah, kegiatan kerohanian.

Berdasarkan wawancara dengan salah seorang pegawai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan:

“Dulu sebelum covid kita kajiannya setiap minggu belajar tahsin tapi sekarang sudah dialihkan dipertemuan daring setiap minggu” (IDH pukul 10:30 8 Oktober 2020).

Kemudian penulis melakukan wawancara dengan salah seorang pegawai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan:

“Kami dua kali dalam seminggu ada namanya tahsin belajar tajwid setiap hari rabu kalau hari jumat itu tarbiyah yaitu ceramah di dalam masjid sudah di sediakan semua fasilitasnya seperti Al-qur’an mukenah sarung juga” (RM pukul 12:45 12 Oktober 2020).

Kemudian penulis melakukan wawancara dengan salah seorang pegawai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan:

“Kami setiap minggu ada pengajian tarbiyah belajar baca tulis Al-qur’an tajwid di dalam masjid disediakan mukenah alquran yang laki-lakinya juga disediakan sarung wc tempat wudhu fasilitasnya sangat memadai” (NW pukul 12:00 Oktober 2020).

Berdasarkan pernyataan di atas dapat disimpulkan selain memenuhi kebutuhan materi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan juga memenuhi kebutuhan non materi dengan mengadakan kegiatan pengajian tahsin dan tarbiyah setiap minggunya tapi sekarang kegiatannya sudah secara daring karena covid.

d. Fasilitas Kerja

Menurut Sedarmayanti (2018) fasilitas kerja merupakan keseluruhan alat perkakas dan bahan yang dihadapi lingkungan sekitarnya dimana seseorang bekerja, metode kerjanya serta pengaturan kerjanya baik sebagai perseorangan maupun sebagai kelompok.

Fasilitas kerja pada suatu kantor penting untuk diperhatikan oleh manajemen kantor yang akan mendirikan suatu kantor tersebut. Penyusunan suatu sistem produk yang baik tidak akan dilaksanakan dengan efektif apabila tidak didukung dengan fasilitas kerja yang memuaskan di dalam kantor tersebut seperti gedung, komputer, laptop, printer, mesin penghancur kertas, overhead, Ac, brankas uang dan peralatan lainnya.

Berdasarkan wawancara dengan salah seorang pegawai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan:

“Kalau di perpustakaan sendiri fasilitasnya mungkin komputer saya kurang cuman satu kan saya berdua kalau kenyamanan fasilitas Ac dan segala macam lumayan memadai” (IR pukul 12:15 8 Oktober 2020).

Kemudian penulis juga melakukan wawancara dengan seorang pegawai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan:

“Fasilitas ada ruangan ber Ac jaringan wifi juga ada stabil lengkap sih” (IDH pukul 10:30 8 Oktober 2020).

Penulis juga melakukan wawancara dengan seorang pegawai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan:

“Kalau kami Fungsional itu punya laptop sendiri artinya laptop itu punya sendiri kalau staff disiapkan perangkatnya semua nah kalau fungsional itu mandiri ceritanya cuman disiapkan ruangan dengan fasilitas wifi tapi untuk laptop itu sendiri cuman kalau Fungsional memang itu rada-rada mandiri karena kan tidak masuk kedalam bidang kaLau yang punya sarana dan prasarana itu ada dibidang jadi kalau untuk Fungsional kita rata-rata menggunakan laptop sendiri yah maksudnya sarana dan prasarana selain laptop kantor yang sediakan” (NW pukul 12:00 12 Oktober 2020).

Lalu penulis melakukan wawancara dengan salah seorang pegawai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan:

“Fasilitasnya memadai wifi ada ruangan sejuk komputer ada setiap meja printer ada tapi tidak semua memang hanya bagian-bagian pengelola data biasanya ada pengadmin mereka kan hanya mengadministrasi hasil pengelolah data selain itu ada tempat makan tempat olahraga ruang Fitnes” (MR pukul 11:30 14 Oktober 2020).

Berdasarkan pernyataan di atas penulis dapat menyimpulkan fasilitas kerja pada Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan sudah memadai wifi, Ac serta komputer tapi masih ada di beberapa ruangan yang masih kurang Komputer.

Setiap pegawai harus mempunyai hubungan yang harmonis antara pimpinan dan bawahan. Pimpinan yang humanis, mengayomi, membimbing, demokratis dan selalu memperhatikan kesejahteraan pegawai akan mampu meningkatkan semangat kerja pegawai dibandingkan pemimpin yang berwajah sangat angker, otoriter, menakutkan dan kurang memperhatikan kesejahteraan pegawai.

Berdasarkan hasil wawancara dengan salah seorang pegawai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan:

“Baik kalau misalkan ada yang mau ditanyakan pimpinan cepat respon antara atasan dengan bawahan itu tidak ada jarak beliau sama pegawainya saling rangkul hubungannya baiklah tidak ada sekat dalam hal pekerjaan kalau misalnya pegawai tertimpa musibah atasan kami cepat respon” (IR pukul 12:15 8 Oktober 2020).

Kemudian juga penulis melakukan wawancara dengan salah satu honorer Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan:

“Pimpinan kami bagus sekali orangnya ramah merangkul

bawahannya mau menerima saran bahkan kita yang honorer biasa juga diberikan tugas sebagai bentuk penghargaanya itukan surat tugas hanya untuk yang PNS saja tapi biasa juga na kasihki honorer juga” (DW pukul 10:30 14 Oktober 2020).

Penulis juga melakukan wawancara dengan salah seorang pegawai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan:

“Bagus baik atasan langsung orangnya welcome dan mau

menerima saran masukkan ataupun misalnya pendapat kita sebagai staff bukan hanya hal pekerjaan kalaupun ada hal-hal yang pribadi tapi pasti itukan menyangkut pekerjaan kalau cerita minta pendapat pimpinannya welcome ada sisi humorisnya ada kalau pada saat serius ya serius penempatannya sesuai” (AS pukul 10:00 12 Oktober 2020).

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa hubungan pegawai dengan Pimpinan pada Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan sangat baik, pimpinan merangkul semua bawahannya mau menerima saran selain itu dengan memberikan surat tugas kepada honorer itu salah satu upaya dari seorang pimpinan agar pegawai giat dalam bekerja.

Selain itu terdapat suatu suasana dan iklim kerja yang bersahabat dengan anggota organisasi. Teman kerja yang bersahabat tidak saling bermusuhan akan mampu meningkatkan semangat kerja serta saling kerja sama. Semakin tinggi intensitas kerja sama karyawan dengan karyawan lain menunjukkan semakin tinggi semangat kerja karyawan tersebut. Kerja sama dapat dilihat dari kesediaan karyawan untuk bekerja sama dengan rekan kerja atau dengan atasan mereka berdasarkan untuk mencapai tujuan bersama.

Berdasarkan hasil wawancara dengan salah seorang pegawai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan:

“Alhamdulilah sama teman-teman juga kalau misalnya ada kegiatan atau ada pekerjaan apapun itu baguslah maksudnya saling kerja sama saling bantu selama saya disini semuanya lancar-lancar saja teman-teman di ruangan juga orangnya enak

maksudnya ngobrolnya enak menunjanglah buat pekerjaan” (AS pukul 10:00 12 Oktober 2020).

Kemudian penulis juga melakukan wawancara dengan salah seorang pegawai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan:

“Baik belum pernah ada sesuatu yang betul-betul bikin miss komunikasi antara kami sesama pegawai” (IDH pukul 10:30 8 Oktober 2020).

Penulis Juga melakukan wawancara dengan seorang pegawai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan:

”Kami sesama pegawai Kekeluargaannya juga dekat karena kami tiap tahun ada kegiatan IHT jadi seluruh pegawai maupun honorer ada kegiatan menyatu kegiatan khusus pegawai dan honorer jadi untuk peningkatan SDM kerjasamanya saling mendukung” (IR pukul 12:15 8 Oktober 2020).

Lalu penulis melakukan wawancara dengan seorang pegawai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan:

“Kerja samanya yah solid karena kapan satu orang seumpama lagi sakit atau Dl seumpama bu Yuli eh bu Ham lah karena sekarang kan sistem ganjil genap kapan dia tidak masuk kantor seumpama ada surat tugas yang dibuat yang sama jabatannya ibu yuli ibu Susi yang bantu buat surat tugasnya begitupun sebaliknya kalau seumpama ada pekerjaan lain kalau masih bisaji teman toh maksudnya bukan jabatan dia walaupun bukan dia buat bisa dilaksanakan sama teman yang lain yah dibantui” (UP pukul 11:1021 Oktober 2020).

Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat suatu suasana dan iklim kerja yang bersahabat dengan anggota organisasi dan saling bekerja sama itu menunjukkan bahwa terdapat semangat kerja yang tinggi pada pegawai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan.

Dokumen terkait