• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.2.2. Lambang Negara Romania

4.2.2.2. Semiotika Peirce

Lambang negara Romania menggunakan figur burung sebagai bentuk dasarnya. Burung inilah yang menjadi ikon dari negara Romania. Di dalam buku CIA World Factbook 2011, disebutkan bahwa simbol nasional dari negara Romania adalah burung yang dijadikan sebagai lambang negara, yaitu golden eagle. Golden eagle dalam bahasa biologi atau bahasa ilmiah disebut dengan Aquila chrysaetos. Burung ini termasuk dalam ordo Falconiformes, yaitu burung pemangsa siang. Falconiformes berburu pada siang hari, mengandalkan kejelian mata, kadang kala dibantu indra pendengar. Mereka membunuh mangsa yang masih hidup dan sering makan hewan mati. Ordo Falconiformes, dibagi menjadi 4 kelompok familia/ suku utama, yaitu Elang Dunia Baru, Elang Ikan, Burung sekretaris dan Falconidae. Falconidae terbagi lagi menjadi beberapa sub-famili.

Aquila chrysaetos merupakan genus dari famili Accipitridae. Rajawali aquiline atau rajawali ‘bersepatu ‘ sejati, yang berbeda dengan rajawali lainnya, sebab tungkai bawahnya berbulu sampai jari kaki. Mereka tersebar di seluruh dunia,

116

Universitas Kristen Petra

tetapi lebih umum hadir di Dunia Lama. Secara khas burung ini diwujudkan oleh elang emas (Aquila chrysaetos), dengan banyak spesies yang kecil dan hidup di hutan, di kelompokkan dalam genus Spizaetus. Rajawali ini kadang juga dikumpulkan dalam satu subfamily Aquilinae.

Di benua Eropa, mitologi yang paling terkenal adalah mitologi dari negara Yunani dan Roma. Romania adalah salah satu negara di benua Eropa dan letak dari negara Romania tidak jauh dari negara Yunani dan Roma. Di dalam kedua mitologi tersebut terdapat penggambaran tentang burung yang digunakan pada lambang negara Romania, yaitu Aquila. Pada salah satu mitologi dari Yunani diceritakan tentang burung aquila ini. Mitologi ini menceritakan tentang sebuah kerajaan di Troy yang dipimpin oleh King Tros. King Tros memiliki putra bernama Ganymede yang memiliki perawakan dan wajah yang sangat rupawan.

Zeus tertarik pada Ganymede, kemudian ia mengutus rajawali emasnya, Aquila untuk membawa Ganymede ke Olympus. Kemudian, rajawali emas tersebut, Aquila, membawa Ganymede terbang ke Olympus. Di Olympus, Ganymede dibawa ke hadapan Zeus oleh Aquila. Ketika Hera memperlihatkan rasa cemburu dan ketidaksukaannya pada Ganymede, Zeus menjadikan Ganymede rasi bintang Aquarius. Zeus juga menjadikan Aquila rasi bintang dan menempatkannya di dekat Aquarius untuk menjaga Ganymede.

Gambar 4.26. Zeus dan Aquila

Sumber: www.summagallicana.it/lessico/z/Zeus%20Giove%20e%20aquila.gif

117

Universitas Kristen Petra

Elang emas (Aquila chrysaetos), adalah elang berwarna coklat gelap dari famili Accipitridae, ditandai dengan bulu emas tengkuk lanset (hackles), mata gelap, cere kuning, paruh abu-abu, kaki sepenuhnya berbulu, kaki kuning besar, dan cakar yang besar. Lebar sayap mencapai 2,3 meter (hampir 8 kaki). Elang emas dilindungi secara hukum di seluruh Amerika Serikat, tapi izin khusus untuk penembakan elang dikeluarkan di daerah tempat burung-burung diyakini membunuh domba atau memangsanya. Ahli Ornitologi memperkirakan bahwa populasi dunia dari elang emas melebihi 160.000 burung. Sekitar 80.000 berada di Amerika Utara, dan sekitar 18.000 terjadi di Eropa. Dari sekitar 900 di Inggris, hampir semua berada di Skotlandia. Spesies ini juga terjadi di barat laut Afrika, tetapi lebih umum pada lintang yang lebih tinggi dan ke timur-di Rusia, termasuk Siberia, dan dari Asia Kecil melalui Iran dan Pakistan untuk Cina bagian selatan dan Jepang. Elang emas bersarang di tebing gua atau di pohon tunggal. Ada satu sampai empat (biasanya dua) telur, yang bervariasi, dalam kopling, dari semua putih ke coklat blotched. Elang emas menetaskan telur dengan total waktu 40 sampai 45 hari. (Hanya satu atau dua biasanya bertahan hidup) menjadi dewasa dalam sekitar tiga bulan.

Gambar 4.27. Elang Emas atau Aquila chrysaetos

Sumber: http://www.britannica.com/EBchecked/topic/237588/golden-eagle

Burung elang emas ini dalam negara Romania dijadikan sebagai lambang dari hirarki pertama yang mana merupakan sebuah ikon. Burung ini

118

Universitas Kristen Petra

memberikan indikasi tentang keberanian, tekad, yang membubung tinggi keangkasa, kekuasaan, dan kemegahan. Warna yang digunakan dalam burung dalam lambang negara Romania adalah warna kuning keemasan. Warna ini merupakan sebuah indeks. Warna kuning keemasan ini mendindikasikan negara Romania sebagai negara yang bijaksana, jujur dan penuh semangat. Sedangkan warna yang latar belakang burung, yaitu warna biru merupakan sebuah indeks juga. Warna biru sebagai indeks memberikan arti bahwa negara Romania adalah negara yang religius, memiliki hati yang teguh, tenang dalam berpikir dan memiliki keadilan.

Gambar 4.28. Kepala Burung dari Lambang Negara Romania Sumber:

http://paulrinder.files.wordpress.com/2010/06/2000px-coat_of_arms_of_Romania_svg.png

Pada lambang negara Romania, kepala dari burung menghadap ke kanan. Di dalam Encyclopaedia Britannica dijelaskan arti kanan dalam filosofi politik. Kanan adalah sebagian dari spektrum politik yang terkait dengan pemikiran politik konservatif. Istilah ini berasal dari pengaturan tempat duduk parlemen revolusioner Perancis, perwakilan konservatif duduk di sebelah kanan pejabat Ketua. Pada abad ke-19 istilah yang diterapkan untuk konservatif yang didukung otoritas, tradisi, dan properti. Di abad 20, bentuk divergen radikal dikembangkan yang dikaitkan dengan fasisme. Sedangkan kiri dalam politik adalah bagian dari spektrum politik yang terkait secara umum dengan egalitarianisme dan kontrol populer atau keadaan lembaga-lembaga utama

119

Universitas Kristen Petra

kehidupan politik dan ekonomi. Istilah ini muncul dari tahun 1790-an, ketika di parlemen revolusioner Perancis perwakilan sosialis duduk dengan pejabat Ketua yang tersisa. Kaum Kiri cenderung memusuhi kepentingan elit tradisional, termasuk orang kaya dan anggota aristokrasi, dan untuk mendukung kepentingan kelas pekerja. Mereka cenderung menganggap kesejahteraan sosial sebagai tujuan paling penting dari pemerintah. Sosialisme adalah ideologi standard kiri di sebagian besar negara dunia; komunisme adalah ideologi kiri yang lebih radikal.

Di dalam mitologi Yunani-Romawi terdapat beberapa cerita yang menjelaskan tentang sifat kanan dan kiri. Gorgon adalah salah satu tokoh rakasa dalam mitologi Yunani. Topeng yang diukir dengan sangat aneh dari bentuk kepala Gorgon digunakan sebagai perlindungan terhadap mata setan. Dalam mitologi Yunani, darah yang diambil dari sisi kanan Gorgon dapat menghidupkan kembali orang mati, namun darah yang diambil dari sisi kiri merupakan racun yang sangat fatal.

Gambar 4.29. Gorgon

Sumber: http://www.britannica.com/EBchecked/topic/239265/Gorgon

Kepala burung yang menghadap kanan dalam lambang negara Romania merupakan sebuah indeks. Sisi kanan ini memberikan indikasi tentang sisi yang baik dan sisi kiri adalah sisi yang jelek. Hal yang sama pula dalam konteks politik, kanan merupakan sisi yang baik atau benar. Persepsi ini dimulai pada parlemen revolusioner di Perancis. Bagi negara Romania, kepala burung yang menghadap

120

Universitas Kristen Petra

kanan memberikan indikasi tentang arah kebaikan dan dapat memberikan kemajuan untuk negara mereka.

Dalam lambang negara Romania terdapat gambaran bentuk dari salib.

Salib ini digambarkan dengan paruh burung yang menggigitnya. Salib dalam bahasa Inggris disebut sebagai cross. Salib adalah simbol utama dari agama Kristen yang digunakan untuk mengingat Penyaliban Yesus Kristus dan penebusan sengsara dan kematian-Nya. Salib adalah tanda untuk melambangkan Kristus sendiri dan iman atau kepercayaan dari orang Kristen. Dalam penggunaan upacara keagamaan, membuat tanda salib mungkin, sesuai dengan konteks, tindakan pengakuan iman, doa, dedikasi, atau doa penutup.

Ada empat jenis dasar representasi ikonografi salib itu: crux quadrata, atau salib Yunani, dengan empat lengan yang sama, crux immissa, atau salib Latin, yang dasar batang lebih panjang dari tiga sisi lain, crux comissa, dalam bentuk huruf Yunani, kadang-kadang disebut sebagai salib St Anthony, dan crux decussata, dinamai dari decussis Romawi, atau simbol dari angka 10 juga dikenal sebagai salib St Andrew. Tradisi lebih memilih crux immissa seperti salib di mana Kristus telah mati, tetapi beberapa percaya bahwa itu adalah crux comissa.

Banyak variasi dan ornamen dari prosesi, mezbah, dan salib heraldik, salib yang diukir dan dicat di dalam gereja-gereja, kuburan, dan tempat lain, merupakan perkembangan dari empat jenis crux ini. Bentuk salib digunakan sebagai simbol, baik untuk keagamaan ataupun tidak, jauh sebelum era Kristen, tetapi tidak selalu jelas apakah mereka hanya tanda identifikasi atau kepemilikan ataukah digunakan untuk keyakinan dan ibadah. Dua bentuk salib pra-Kristen telah memiliki beberapa mode dalam penggunaan Kristen. Simbol hieroglif Mesir Kuno untuk kehidupan, Ankh, salib tau dengan satu lingkaran dan dikenal sebagai crux ansata, telah diadopsi dan banyak digunakan di monumen Koptik Kristen.

Swastika, yang disebut crux gammata, tersusun dari empat huruf kapital dari huruf Yunani gamma, terdapat pada banyak kuburan Kristen awal sebagai simbol yang terselubung dalam sebuah salib. Sebelum zaman Kaisar Konstantinus pada abad ke-4, orang Kristen sangat pendiam dalam menggambarkan salib karena tampilan itu mungkin mengekspos mereka kepada ejekan atau bahaya. Setelah Konstantinus menjadi Kristen, ia menghapuskan penyaliban sebagai hukuman

121

Universitas Kristen Petra

mati dan memperomosikan salib dan monogram chi-rho dari nama Kristus sebagai simbol dari iman Kristen. Simbol-simbol menjadi sangat populer dalam seni Kristen dan monumen penguburan dari abad 350. Selama beberapa abad setelah Konstantinus, kepercayaan Kristen kepada salib bersumber pada kemenangan Kristus atas kuasa kejahatan dan kematian, dan gambaran realistis dari penderitaannya dihindari. Salib-salib yang paling awal (salib yang mengandung representasi dari Kristus) menggambarkan Kristus hidup, dengan mata dan lengan yang terbuka, bentuk nyata Ketuhanan-Nya, meskipun ia ditusuk dan tewas di hidupnya. Setelah Reformasi Protestan pada abad ke-16, kebanyakan Lutheran mempertahankan penggunaan salib sebagai hiasan dan alat upacara. Namun gereja-gereja reformasi menolak penggunaan tersebut hingga abad ke-20, dimana salib ornamental mulai muncul pada bangunan gereja dan di meja persekutuan.

Gereja Inggris mempertahankan upacara penandatanganan dengan salib dalam ritus Pembaptisan. Sejak pertengahan abad ke-19, gereja Anglikan telah menyaksikan kebangkitan penggunaan salib. Bagaimanapun juga, salib hampir seluruhnya terbatas untuk digunakan sebagai ketaatan pribadi.

Gambar 4.30. Macam Simbol Salib

Sumber: http://www.britannica.com/EBchecked/topic/144028/cross

Di dalam CIA World Factbook 2011 tentang negara Romania, dituliskan bahwa agama yang dianut oleh rakyat Romania adalah Eastern Orthodox 86.8%.

Eastern Orthodox atau Ortodoks Timur adalah sebagian besar orang Kristen yang mengikuti iman dan praktik yang didefinisikan oleh tujuh dewan ekumenis pertama. Kata ortodoks ("benar percaya") secara tradisional telah digunakan dalam dunia Kristen berbahasa Yunani untuk menunjuk pada komunitas atau

122

Universitas Kristen Petra

individu yang melestarikan iman yang benar (seperti yang didefinisikan oleh dewan), dibandingkan dengan mereka yang dinyatakan sesat. Gereja Ortodoks Timur dalam teks-teks liturgis atau kanonik adalah "Gereja Katolik Ortodoks."

Namun karena hubungan sejarah dari Ortodoksi Timur dengan Kekaisaran Romawi Timur dan Bizantium (Konstantinopel), dalam bahasa Inggris gereja ini disebut sebagai Gereja "Timur" atau "Orthodox Yunani". Istilah-istilah ini kadang-kadang menyesatkan, terutama bila diterapkan pada gereja-gereja Rusia atau Slavia dan kepada masyarakat Ortodoks di Eropa Barat dan Amerika.

Dengan adanya fakta bahwa mayoritas penduduk negara Romania menganut agama Ketuhanan membuat gambar salib pada lambang negara Romania sebagai ikon sekaligus indeks. Lambang salib merupakan tanda yang mewakili segala sesuatu yang berhubungan dengan keagamaan terutama Tuhan Yesus dan menggambarkan salib pada saat Tuhan Yesus disalibkan. Selain itu lambang salib memberikan indikasi tentang agama mayoritas yang dianut oleh rakyat Romania dan kehidupan sehari-hari berdasarkan pada aturan-aturan keagamaan. Warna yang digunakan pada gambar salib adalah warna kuning keemasan. Warna ini memberikan indikasi tentang ikon salib yang melambangkan kehormatan, keagungan, penerangan dan religius.

Dalam simbolisme yang berkaitan dengan tubuh, hubungan yang paling dasar adalah hubungan antara organ tubuh dan fungsinya. Mulut digunakan dalam kalimat kiasan yang mengacu pada ekspresi wajah (down in the mouth "gundah gulana") atau perkataan (word of mouth "dari mulut ke mulut", a foul mouth

"mulut busuk"), dan juga termasuk referensi yang membedakan kata-kata belaka dari kata-kata yang berniat tulus (to mouth pieties dibandingkan dengan lip service). Kata mulut dapat merujuk pada kalimat apapun, termasuk titik di mana sungai mengalir ke dalam laut. Dalam Pengadilan Terakhir di Kitab Wahyu, Kristus muncul sebagai hakim besar, “dan dari mulutnya keluarlah pedang tajam, dan dengannya Ia memukul bangsa-bangsa." Mulut digunakan untuk kekuatan perkataan dan untuk kata-kata kreatif. Dalam hal ini, mulut berarti pancaran murni kekuatan kreatif. Pada lambang negara Romania, salib diletakkan pada mulut atau paruh burung adalah untuk memberikan indikasi tentang segala tingkah laku dan perkataan dari bangsa Romania bedasarkan pada aturan agama yang dianutnya.

123

Universitas Kristen Petra

Gambar 4.31. Kaki Burung dari Lambang Negara Romania Sumber:

http://paulrinder.files.wordpress.com/2010/06/2000px-coat_of_arms_of_Romania_svg.png

Pada lambang negara Romania bagian bawah dapat dilihat bahwa, burung digambarkan dengan kedua kaki yang mencengkeram pedang dan tongkat.

Pada sisi kanan kaki burung mencengkeram pedang dan pada sisi kiri mencengkeram tongkat. Pedang adalah senjata tangan yang terkenal melalui periode sejarah yang panjang. Pedang ini terdiri dari pisau logam yang bervariasi dalam panjang, lebar, dan konfigurasi tetapi lebih panjang dari belati dan dilengkapi dengan pegangan atau gagang biasanya dilengkapi dengan perisai.

Pedang menjadi dibedakan dari belati sejak Zaman Perunggu (sekitar 3000 SM), ketika senjata tembaga dan perunggu diproduksi dengan bilah berbentuk daun panjang dengan gagang yang terdiri dari perpanjangan pisau dalam bentuk pegangan. Pada zaman Romawi gagang itu bisa dibedakan dengan pisau yang pendek datar, lalu pada Abad Pertengahan senjata telah memperoleh bentuk dasar utamanya. Pedang berat ksatria abad pertengahan memiliki gagang yang besar, sering dirancang untuk digenggam di kedua tangan, dengan pelindung besar atau pemukul di bagian atas. Pisau itu lurus, bermata dua, dan meruncing, dibuat dengan memalu berulang-ulang, sebuah proses yang mengubah besi menjadi baja ringan dengan penambahan sejumlah kecil karbon. Bilah pedang juga terbuat dari lapisan besi yang dipalu bersama-sama. Damaskus merupakan salah satu jenis kerajinan yang terkenal. Perubahan dalam peperangan yang mengenalkan senjata api tidak menghilangkan pedang melainkan malah memperbanyak tipenya.

124

Universitas Kristen Petra

Pembuangan baju besi membuat pengguna pedang perlu menangkis dengan senjatanya, sehingga Rapier yang merupakan jenis pedang yang menusuk dan menangkis mulai dipakai. Keunggulan dari pisau melengkung untuk memotong pada awalnya dikenal di Asia, di mana pisau itu telah lama digunakan oleh orang India, Persia, dan yang lainnya sebelum diperkenalkan ke Eropa oleh orang Turki.

Pedang Turki telah dimodifikasi di Barat dengan pedang kavaleri. Pada ekstrem yang lain di Asia, Jepang mengembangkan bilah panjang yang sedikit melengkung yang dipegang dengan dua tangan, yang kemudian mengembangkan kultus duel, serta pemujaan leluhur. Pengenalan senjata api yang berulang-ulang mengakhiri nilai pedang sebagai senjata militer, meskipun instansi terpencil yang penggunakan pedang masih berlanjut pada perang abad ke-20. Sementara kegunaan pedang menurun sebagai senjata militer, pedang mendapatkan peran baru dalam duel, terutama di Eropa, yang kemudian memunculkan olah raga modern seperti anggar.

Gambar 4.32. Pedang

Sumber: http://www.britannica.com/EBchecked/topic/577385/sword

Di dalam mitologi Yunani-Romawi, para Scythians menggunakan pedang untuk mempersembahkan kuda kepada dewa perang, yaitu Mars (Ares).

Sehingga orang Romawi percaya bahwa besi mampu menangkal roh jahat, karena adanya asosiasi dari Mars. Pedang dilihat sebagai simbol dari penghancuran secara fisik pada zaman pertengahan. Pedang adalah senjata yang digunakan oleh kesatria untuk melawan kejahatan. Pada cerita rakyat jaman sekarang pedang memiliki peranan spiritual untuk melawan kekuatan gelap. Ketika muncul api maka pedang melambangkan penyucian. Pedang emas, Chrysaor, dalam mitologi Yunani adalah lambang spiritualisasi tertinggi. Jenis Barat pedang dengan mata pisau lurus melambangkan kemasukulinan. Pedang Oriental dengan bentuk yang melengkung melambangkan kefeminiman. Pedang yang diletakkan di atas

125

Universitas Kristen Petra

ranjang diantara pria dan wanita melambangkan kesucian. Secara umum pedang melambangkan kekuatan dan semangat, dan merupaan atribut dari dewa perang (Mars) atau petir. Pedang yang paling sering didengar adalah pedang yang berasal dari tradisi Inggris, yaitu pedang dari King Arthur yang disebut sebagai Excalibur.

Arthur adalah satu-satunya orang yang dapat menarik pedang Excalibur dari sebuah batu.

Di dalam website dari organisasi Romania dijelaskan tentang penggunaan pedang pada lambang negaranya. Pedang yang oleh bangsa Romania disebut dengan saber (salah satu jenis pedang) merupakan ikon yang mewakili pemersatu Moldavia yaitu Stephen the Great (1456-1504) atau juga disebut sebagai "Christ's athlete", selain hubungan mewakili pedang juga memiliki hubungan kemiripan bentuk . Pedang juga dapat dikatakan sebagai indeks, karena pedang memberikan indikasi tentang kekuatan dan senjata untuk mempertahankan diri. Warna pada penggambaran ikon pedang menggunakan warna putih dan garis tepi hitam. Warna putih memberikan indikasi tentang kedamaian, kepolosan serta kemegahan. Sedangkan warna hitam memberikan indikasi tentang keeleganan, kekuatan, kesungguhan dan kerendahan hati.

Pada sisi kiri kaki burung dalam lambang negara Romania, burung mencengkeram tongkat. Tongkat kerajaan atau yang juga disebut dengan Scepter adalah tongkat berornamen yang digunakan oleh pemimpin negara pada upacara-upacara sebagai lambang kewenangan dan kedaulatan. Simbol kuno tongkat sudah dikenal oleh orang Yunani, Romawi dan suku-suku Jermanik dalam berbagai macam bentuk seperti baculus "tongkat panjang" dan sceptrum "tongkat pendek"

yang juga memiliki makna yang berbeda. Tongkat perintah yang dimiliki Allah, tongkat orang tua, tongkat utusan, tongkat penggembala kambing, tongkat uskup, dan sebagainya. Para Karoligian pertama menggunakan tongkat panjang tetapi juga meniru tongkat Romawi pendek. Oleh karena itu, sejak abad ke-10, dua jenis tongkat digunakan untuk menobatkan seorang raja Eropa. Di sebagian besar negara, tongkat yang kedua digantikan oleh bola kristal, sebuah bola yang mewakili kosmos pada zaman kuno. Satu-satunya negara yang mempertahankan penggunaan dua tongkat adalah Inggris, keduanya memiliki panjang yang sama namun dibedakan melalui salib atau burung merpati yang berada pada bagian

126

Universitas Kristen Petra

atasnya. Tongkat telah menjadi kekuatan nyata, tongkat dapat digunakan untuk menyerang ataupun menghukum. Tongkat lebih panjang dari tangan dan dapat memukul lebih keras daripada tangan. Tongkat menjadi simbol dari kekuatan, kekuasaan penuh, kedaulatan dan ketaatan. Scepter menjadi tongkat dengan simbol penguasa dan menjadi atribut dari raja dan kaisar yang digunakan bersama dengan mahkota, yang menjadikannya sebagai simbol kekuasan yang nyata.

Gambar 4.33. Tongkat dengan Kepala Kambing Sumber: Biederman, 1992: 311

Pada lambang negara Romania tongkat yang disebut sebagai scepter merupakan ikon yang mewakili Michael The Brave, yang merupakan pemersatu pertama negara Romania dan memiliki kemiripan bentuk dengan bentuk scepter pada umumnya. Selain itu scepter atau tongkat kerajaan yang digunakan pada kaki kiri burung merupakan indeks dari ketaatan, kedaulatan dan kekuasaan yang nyata. Warna yang digunakan pada tongkat adalah warna hitam dan putih, yang mana warna merupakan sebuah indeks. Kedua kaki burung yang mencengkeram tongkat dan pedang memiliki warna merah. Warna merah pada kaki burung ini memberikan indikasi tentang keberanian dan semangat yang tinggi.

127

Universitas Kristen Petra

Gambar 4.34. Dua Bentuk Perisai pada Lambang Negara Romania Sumber:

http://paulrinder.files.wordpress.com/2010/06/2000px-coat_of_arms_of_Romania_svg.png

Pada lambang negara Romania dapat ditemukan dua buah bentukan perisai. Bentukan yang pertama terdapat pada bidang dari lambang negara Romania. Bentukan yang kedua dapat ditemukan pada perisai yang berada dada burung yang digunakan dalam lambang negara. Kedua bentukan ini memiliki perbedaan. Perbedaan pertama adalah bentuk dari perisai itu sendiri. Pada bentukan pertama perisai lebih berbentuk tajam, sedangkan bentukan kedia lebih tumpul. Kemudian perbedaan selanjutnya terletak pada warna. Warna pada bentukan pertama hanya menggunakan elemen warna biru dan pada bentukan kedua menggabungkan warna biru dan merah. Perbedaan yang terakhir terletak pada pembagian perisai. Pada bentukan pertama perisai tidak dibagi menjadi bagian-bagian lain, berbeda pada bentukan kedua yang membagi perisai menjadi 5 bagian kecil.

Makna simbolis perisai diukur melalui transposisi sederhana dari fungsi perlindungannya pada taraf kerohanian. Fakta bahwa lambang negara hampir seluruhnya menggambarkan perisai menjelaskan pengertian tambahan yang menyiratkan bahwa ksatria melindungi dirinya dengan menunjukkan identitasnya dan mengeluarkannya di waktu bahaya.

128

Universitas Kristen Petra

Gambar 4.35. Macam Perisai

Sumber: Weapon: a Visual History of Arms and Armor

Sumber: Weapon: a Visual History of Arms and Armor

Dokumen terkait